Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 1266

Iklan Kripto Tayang di Videotron Batam, Bapenda Lakukan Pemeriksaan

0
Ilustrasi. Reklame Digital di Simpang Galael Batam Centre.

batampos – Sebuah tayangan iklan kripto yang diduga memuat unsur perjudian sempat muncul di layar videotron di kawasan Simpang Gelael, Kota Batam. Tayangan tersebut menjadi sorotan karena disebut-sebut ilegal dan tidak sesuai dengan ketentuan periklanan di ruang publik.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, M Aidil Sahalo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait tayangan tersebut. Iklan itu sempat tayang pada 24 Juli lalu dan langsung diminta untuk dihapus begitu diketahui oleh petugas lapangan.

“Ya, kami mengetahui itu. Sebenarnya itu kejadiannya bulan lalu. Laporan pemeriksaan sementara anggota menunjukkan itu tayang tanggal 24 Juli dan sudah langsung dihapus,” kata Aidil, Kamis (7/8).

Sebagai bentuk tindak lanjut, Bapenda akan memanggil pengelola videotron yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi serta salinan materi iklan. Pemeriksaan juga akan difokuskan pada apakah tayangan tersebut telah melewati proses verifikasi materi yang semestinya.

“Kalau benar itu disengaja dan tidak sesuai dengan materi iklan yang dilaporkan, akan ditindak sesuai ketentuan,” ujar dia.

Sanksi awal yang bisa diberikan adalah pencopotan materi iklan dan surat peringatan (SP) kepada pengelola videotron. Namun, bila pelanggaran serupa terjadi berulang atau mengandung unsur yang membahayakan publik, maka izin pengelola dapat dipertimbangkan untuk dibekukan.

Saat ini, proses pemeriksaan masih berjalan. Bapenda ingin memastikan setiap penayangan di media luar ruang telah sesuai dengan regulasi dan tidak menyesatkan masyarakat, apalagi jika berkaitan dengan aktivitas ilegal.

“Anggota kami sudah menghubungi pengelola untuk menghapus materi atau takedown. Selanjutnya, kami akan dalami kasus ini melalui fungsi pengawasan,” kata Aidil. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Iklan Kripto Tayang di Videotron Batam, Bapenda Lakukan Pemeriksaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ekspor Ikan Batam Tembus Rp232 Miliar, Singapura Jadi Pasar Utama

0
Ilustrasi. Nelayan saat menurunkan berbagai jenis ikan hasil tangkapan dari kapal kayu di Pelabuhan Rakyat Sagulung. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Sektor perikanan Kota Batam menunjukkan geliat pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2024. Data dariDinas Perikanan mencatat, total ekspor hasil tangkapan nelayan Batam mencapai 5.414 ton dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp232 miliar. Ekspor ini mayoritas dikirim ke Singapura, yang menjadi pasar utama bagi ikan-ikan bernilai tinggi dari perairan Batam.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengatakan pengiriman dilakukan melalui pelabuhan resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), seperti Pelabuhan Tanjung Riau dan Belakang Padang.

“Pola ekspor dilakukan setiap malam. Ikan-ikan dari nelayan dikumpulkan di pulau-pulau, lalu disalurkan ke agen ekspor resmi,” katanya, Kamis (7/8).

Harga jual ikan Batam di pasar Singapura cukup kompetitif, bahkan lebih tinggi dibandingkan harga lokal. Hal ini membuat nelayan lebih memilih mengekspor hasil tangkapan mereka secara langsung, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi nelayan.

Jenis ikan yang paling banyak diekspor adalah ikan karang bernilai tinggi seperti kerapu, unggak, kaci, dan dingkis. Sementara itu, kebutuhan konsumsi ikan harian masyarakat Batam seperti benggol dan mata besar justru dipasok dari daerah lain seperti Natuna dan Anambas.

Permintaan ekspor yang stabil membuat nelayan Batam tidak mengalami kesulitan dalam menjual hasil tangkapannya. Pemerintah daerah pun turut aktif memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas serta kapasitas tangkap nelayan lokal.

Dari sisi ketersediaan stok, Dinas Perikanan memastikan kondisi ikan di Batam masih dalam situasi aman. Saat ini terdapat 14 cold storage aktif yang rutin diawasi untuk menjamin kestabilan pasokan dan harga ikan di pasar domestik.

“Cold storage ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ikan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga di musim-musim tertentu,” ujar Yudi.

Melihat tren ekspor yang terus meningkat, Pemko Batam menargetkan capaian ekspor tahun 2025 dapat menembus angka 6.000 ton dengan nilai transaksi sebesar Rp250 miliar. Hingga semester pertama 2025, realisasi ekspor sudah mencapai 3.275 ton atau 55 persen dari target, dengan nilai setara Rp129 miliar.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada nelayan, Pemko Batam juga memberikan rekomendasi pengambilan BBM secara khusus untuk kebutuhan operasional kapal nelayan. Program ini dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing nelayan lokal.

Yudi menyebut, potensi perikanan Batam sangat besar dan harus dikelola dengan strategi yang tepat. “Tugas kami memastikan potensi ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan nelayan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ekspor Ikan Batam Tembus Rp232 Miliar, Singapura Jadi Pasar Utama pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri Dalami Kasus Order Fiktif, Pola Sama Diduga Pelaku Sama

0
Kasubdit Siber Ditreskrimsus, AKBP Arif Mahari.

batampos – Polda Kepulauan Riau (Kepri) akan serius menangani dugaan order fiktif yang menyasar kantor media di Batam. Diduga pelaku merupakan orang yang sama, karena pola orderan bersamaan hampir sama terjadi di media yang jadi korban.

Kasubdit Siber Ditreskrimsus, AKBP Arif Mahari mengatakan timnya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari beberapa media.

“Setelah mendapat laporan, kami mengambil langkah cepat dengan melakukan penyelindikan. Kami audah berkoordinasi dengan sejumlah pihak atas laporan ini,” jelasnya.

Menurut dia, tak hanya kantor media yang menjadi korban orderan fiktif. Namun juga dua rumah makan yang ada di daerah berbeda. Salah satunya di Batuaji.

“Dua rumah makan juga dapat puluhan order fiktif. Memesan makanan dan tak dibayar. Namun rumah makan ini tak membuat laporan,” ungkap Arif.

Dijelaskannya, pola yang terjadi di kantor media dan rumah makan hampir serupa. Dugaan sementara, pelaku orang yang sama. Namun untuk modus orderan itu masih di dalami.

“Kami mengumpulkan data dari titik koordinat pengiriman, nomor pemesan, serta aplikasi yang digunakan. Untuk identifikasi awal sudah ada, tapi belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses internal,” jelasnya.

Arif menjelaskan, selain menerima laporan resmi, pihaknya juga melakukan pemantauan di media sosial dan menjaring informasi dari masyarakat. Tim Siber Polda Kepri juga telah berkoordinasi dengan pelapor dan memeriksa saksi-saksi.

“Dari pihak pelapor sudah kami mintai klarifikasi. Termasuk tamu dalam kegiatan di salah satu media yang juga ikut kami dalami. Beberapa media memang tidak membuat laporan, namun informasi tetap kami kumpulkan,” jelasnya.

Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini agar tidak semakin meresahkan masyarakat.

“Mohon bersabar. Kami tidak tinggal diam. Semua proses kami lakukan secara cermat agar kasus ini terang benderang dan pelaku bisa segera diungkap,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam sepekan terakhir, empat kantor media di Kepri dilaporkan menjadi korban order fiktif. Tiga di antaranya merupakan media besar di Batam, yakni Batam Pos, Tribun Batam, dan Batamnews.

Kejadian bermula dari serangkaian pesanan palsu yang mengatasnamakan seseorang dan menginstruksikan pengemudi ojek online (ojol) untuk mengambil dokumen ke kantor-kantor redaksi. Orderan tersebut ternyata fiktif dan mengakibatkan kerugian, baik bagi pihak media maupun para pengemudi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Dalami Kasus Order Fiktif, Pola Sama Diduga Pelaku Sama pertama kali tampil pada Metropolis.

Gus Yaqut Ogah Jelaskan Materi Pertanyaan yang Diajukan Penyelidik KPK Usai Diklarifikasi 5 Jam Soal Kuota Haji Tambahan

0
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

batampos – Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut selesai menjalani pemeriksaan terkait penyelidikan dugaan korupsi kuota haji 2024. Yaqut Cholil Qoumas menjalani klarifikasi kurang lebih selama 5 jam, sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 14.15 WIB.

Yaqut mengakui dirinya menjelaskan soal kuota tambahan haji 2024. Namun, Yaqut enggan membeberkan berapa banyak pertanyaan yang menyasar dirinya.

“Alhamdulillah, saya berterimakasih, akhirnya saya mendapatkan kesempatan, mendapatkan kesempatan untuk mengklarifikasi segala hal, terutama yang terkait dengan pembagian kuota tambahan pada proses haji tahun 2024 yang lalu,” kata Yaqut usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (7/8).

Mantan Ketua Umum (Ketum) GP Ansor itu tidak mau mengungkap secara rinci pertanyaan dari penyelidik KPK.

“Ya banyak lah pertanyaan,” ungkap Yaqut.

Adik dari Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staqut alias Gus Yahya itu menyerahkan sepenuhnya kepada KPK terkait proses hukum penyelidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024.

“Kalau terkait dengan materi saya tidak akan menyampaikan ya, mohon maaf kawan-kawan wartawan, tapi intinya saya berterima kasih mendapatkan kesempatan untuk bisa menjelaskan, mengklarifikasi segala hal yang terkait dengan pembagian kuota tahun lalu,” tegasnya.

Terpisah, juru bicara Yaqut, Anna Hasbi, menyatakan kedatangan Yaqut Cholil Qoumas merupakan bentuk sikap kooperatif terhadap proses hukum yang tengah diusut KPK.

“Ini adalah bentuk iktikad baik dari beliau untuk menaati hukum sebagai warga negara,” ungkap Anna di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (7/8).

Anna menjelaskan, pembagian kuota haji selama masa Yaqut menjabat sebagai Menteri Agama telah dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, khususnya Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Pembagian haji itu sudah dilaksanakan menurut undang-undang yang berlaku. Jadi memang prosesnya cukup panjang,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, proses penambahan kuota haji bukan sesuatu yang instan. Menurutnya, prosedurnya memerlukan keterlibatan berbagai pihak serta tahapan administratif yang cukup kompleks.

“Itu sebabnya beliau memberikan keterangan, akan menjelaskan bagaimana proses itu dilakukan karena itu bukan proses yang sekali jadi,” tutur Anna.

Lebih lanjut dalam pemeriksaan ini, Anna menyebutkan bahwa Yaqut membawa dokumen berupa surat keputusan (SK) jabatan yang menunjukkan tugas dan kewenangannya selama menjabat sebagai Menteri Agama.

“Itu SK jabatan tentang tugas dan kewajiban sebagai menteri,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Gus Yaqut Ogah Jelaskan Materi Pertanyaan yang Diajukan Penyelidik KPK Usai Diklarifikasi 5 Jam Soal Kuota Haji Tambahan pertama kali tampil pada News.

GPM Tanjungpinang, Warga Serbu Pasar Murah Jelang 17 Agustus

0
Gerakan Pangan Murah
Warga berburu kebutuhan pokok di GPM Bintan Centre Tanjungpinang. F. Diskominfo Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Warga tampak antusias memadati halaman samping Sekolah Djuwita, Bintan Centre, Tanjungpinang, Jumat (8/8/2025). Di lokasi tersebut, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Tanjungpinang bersama Bank Indonesia Perwakilan Kepri menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, telur, gula, minyak goreng, hingga sayuran segar.

GPM menjadi salah satu cara pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan serta mendukung ekonomi masyarakat menjelang perayaan Hari Kemerdekaan.

“GPM ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Kami ingin membantu warga memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang, Elfiani Sandri, Kamis (7/8).

Menurut Elfiani, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta pelaku usaha pangan dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok di pasar lokal.

“Ini bagian dari upaya menjaga perputaran ekonomi lokal agar tetap berjalan seimbang,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kimia Farma, yang membuka stan di area GPM.

Adapun harga bahan pokok yang dijual meliputi telur ayam ras: Rp46.000 per papan;  gula pasir: Rp13.000/kg; minyak goreng: Rp14.000/liter; tepung terigu: Rp7.500/kg; beras berbagai merek mulai dari Rp57.000 per 5 kg; cabai merah: Rp45.000/kg; sayur-mayur dan produk pertanian segar lainnya.

GPM ini tidak hanya menjadi upaya menekan harga menjelang 17 Agustus, tetapi juga sarana menguatkan ketahanan pangan daerah dengan melibatkan langsung petani dan pelaku usaha lokal. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel GPM Tanjungpinang, Warga Serbu Pasar Murah Jelang 17 Agustus pertama kali tampil pada Kepri.

Kwaran Singkep Dorong Karakter Anak Lewat Lomba Pramuka

0
Hari Pramuka
Upacara pembukaan Pesta Siaga dan pertandingan keterampilan Pramuka oleh seluruh Gudep di Kwaran Singkep, Kamis (7/8). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Kwartir Ranting (Kwaran) Singkep mendorong pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan, salah satunya dengan menggelar perlombaan Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari 7 hingga 9 Agustus 2025 ini melibatkan hampir seluruh gugus depan (Gudep) di wilayah Singkep, mencakup jenjang Siaga, Penggalang, dan Penegak.

“Kalau gugus depan yang ada di sini seluruhnya hampir 25 gudep, semuanya ikut,” kata Ketua Kwaran Singkep, Joni Suryadi, saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (7/8).

Berbagai perlombaan digelar, mulai dari kesiapsiagaan hingga keterampilan kepramukaan. Menurut Joni, kegiatan ini sangat penting karena menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.

“Pramuka adalah kegiatan yang sangat baik untuk membentuk karakter karena mereka adalah penerus harapan bangsa,” tegasnya.

Acara pembukaan kegiatan ini dijadwalkan pada Kamis sore, dan direncanakan dihadiri oleh Wakil Bupati Lingga yang juga menjabat sebagai Wakil Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab).

Tema Hari Pramuka tahun ini adalah “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”. Sejalan dengan tema tersebut, Kwaran Singkep juga mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembinaan generasi muda.

Selain kegiatan lomba, proses pendataan anggota Pramuka juga tengah dilakukan, termasuk penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA). Menurut Joni, kewenangan penerbitan KTA berada di tingkat nasional, namun proses pendataan di wilayahnya sudah hampir rampung.

“Untuk perekaman dan foto sudah selesai, dan hingga hari ini sudah sekitar 80% gudep yang rampung,” pungkasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Kwaran Singkep Dorong Karakter Anak Lewat Lomba Pramuka pertama kali tampil pada Kepri.

Diskan Batam Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pameran Produk Olahan Ikan

0
Aneka produk olahan seperti sambal ikan, udang krispi, rendang tongkol, kripik ikan, siomai beku, hingga abon bilis.

batampos – Upaya mendorong pelaku usaha mikro di sektor pengolahan ikan agar naik kelas mulai diwujudkan Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam. Untuk pertama kalinya, Diskan membuka stan pameran mandiri selama sepekan penuh di pusat perbelanjaan, sebagai bentuk pelatihan langsung dan promosi produk UMKM kepada publik.

Kegiatan yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 6 Agustus 2025 ini melibatkan 16 Unit Pengolahan Ikan (UPI) binaan. Mereka memamerkan aneka produk olahan seperti sambal ikan, udang krispi, rendang tongkol, kripik ikan, siomai beku, hingga abon bilis.

“Kami tidak hanya memfasilitasi promosi, tapi juga ingin pelaku UPI belajar langsung bagaimana produk mereka bisa tampil layak dan menarik di pasar modern,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, Kamis (7/8).

Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran ini memberi pelaku UPI pengalaman riil dalam menghadapi pasar ritel, dari mulai tampilan kemasan, cara komunikasi produk, hingga transaksi nontunai berbasis QRIS.

Yudi menambahkan bahwa seluruh produk yang dijual telah memenuhi standar keamanan pangan dengan mengantongi Sertifikasi Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), serta sertifikasi halal.

“Ini penting sebagai syarat masuk ke ritel-ritel besar. Kami dorong mereka tidak sekadar jualan, tapi juga siap dengan izin dan kualitas produk,” katanya.

Antusiasme pengunjung disebut cukup tinggi. Banyak produk dicicipi dan mendapat sambutan positif. Selain peningkatan omset, para pelaku UMKM juga mendapatkan masukan langsung dari konsumen untuk perbaikan rasa, kemasan, hingga branding.

Pameran mandiri ini, lanjut Yudi, menjadi langkah awal untuk membentuk mental wirausaha dan kesiapan bersaing pelaku usaha pengolahan ikan lokal.

“Kami targetkan tahun depan bisa digelar lebih besar. Harapannya, produk olahan ikan Batam bisa bersaing dan hadir di rak-rak toko modern,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Diskan Batam Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pameran Produk Olahan Ikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Baru 54 Persen, Kunjungan Wisman ke Kepri Capai 927 Ribu per Juni 2025

0
Dispar Kepri Hasan
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Januari hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 927.405 orang. Angka ini baru mencapai 54 persen dari target 1,7 juta kunjungan sepanjang tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan bahwa target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Kepri sendiri mencapai 2,4 juta kunjungan. Meski masih setengah jalan, ia optimistis jumlah tersebut bisa tercapai.

“Selama semester pertama, jumlah kunjungan wisman ke Kepri ada 927.405 orang. Target kita 1,7 juta, sementara target pusat 2,4 juta,” kata Hasan, Kamis (7/8).

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kepri, Kota Batam masih menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi wisman, yakni sebanyak 738.186 kunjungan. Disusul Kabupaten Bintan dengan 110.836 kunjungan, Karimun 45.709 kunjungan, dan Tanjungpinang 32.565 kunjungan.

Dari total wisman yang datang, 52 persen di antaranya berasal dari Singapura. Sisanya berasal dari Malaysia, Tiongkok, India, Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat.

Hasan mengungkapkan, pihaknya sedang menyusun strategi baru untuk meningkatkan kunjungan wisata, termasuk dengan memperkuat promosi destinasi melalui teknologi digital.

“Apalagi Kepri tahun ini tidak ada launching kalender event 2025. Para wisatawan asing harus tahu event apa saja yang akan digelar di Kepri sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Untuk itu, promosi juga akan difokuskan di pelabuhan-pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama wisman ke Kepri. Ia menambahkan, saat ini branding wisata Kepri masih terpusat di kawasan Batam dan Lagoi, Bintan.

“Masih banyak destinasi lain yang belum terpublikasi dengan baik. Ini yang sedang kita dorong agar lebih dikenal dunia,” tutupnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Baru 54 Persen, Kunjungan Wisman ke Kepri Capai 927 Ribu per Juni 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Seragam Gratis Dibagi Agustus, Pemko Batam Pastikan Semua Siswa Baru Terbantu

0
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto. Pemko Batam

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui dinas terkait tengah mematangkan teknis pembagian bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program yang menyasar siswa di sekolah negeri dan swasta ini ditargetkan mulai didistribusikan pada Agustus 2025.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan bahwa secara umum pengadaan seragam sudah rampung. Saat ini, pemerintah fokus pada tahapan teknis agar proses penyaluran ke sekolah-sekolah berjalan lancar dan efisien.

“Seragamnya sudah disiapkan. Sekarang kami sedang menyusun teknis pembagian supaya tidak memakan waktu lama di lapangan. Kemungkinan besar akan dibagi per kelompok wilayah sekolah. Misalnya sekolah-sekolah yang berada di kawasan yang sama dibagikan secara bersamaan agar lebih cepat,” ujar Rudi, Kamis (7/8).

Rudi menambahkan, jika dalam pelaksanaan ditemukan kendala teknis dari pihak penyedia, seperti lokasi distribusi yang berada di luar Batam, maka hal itu akan segera disesuaikan. Pemko memastikan program tetap dijalankan sesuai arahan Wali Kota Batam.

“Kalau ada penyesuaian terkait jarak distribusi atau kendala teknis dari penyedia, kita atur saja. Yang penting tetap dilaksanakan karena ini kebutuhan anak-anak sekolah. Arahan Pak Wali sudah jelas, bantuan ini harus segera sampai ke siswa yang membutuhkan,” kata Rudi.

Program bantuan seragam sekolah gratis ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Batam dalam meringankan beban orang tua murid, serta mendorong pemerataan akses pendidikan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menantang.

Seragam yang dibagikan terdiri dari dua jenis, yakni seragam nasional dan seragam khas daerah berupa baju Melayu. Siswa kelas 1 SD akan menerima seragam merah putih dan baju Melayu, sementara siswa kelas 7 SMP akan mendapatkan seragam putih biru serta baju Melayu.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus daerah. Ia ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap generasi penerus Kota Batam. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terkendala oleh persoalan seragam,” ujar Amsakar.

Adapun total seragam yang akan didistribusikan mencapai 105.670 stel, yang akan disalurkan ke lebih dari 500 sekolah serta sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), dengan cakupan hampir 1.000 satuan pendidikan di seluruh Batam.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menumbuhkan nilai kesetaraan, kedisiplinan, serta rasa kebersamaan di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pengenalan baju Melayu kepada generasi muda. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Seragam Gratis Dibagi Agustus, Pemko Batam Pastikan Semua Siswa Baru Terbantu pertama kali tampil pada Metropolis.

Bupati Koltim Abdul Azis Terjaring OTT KPK, Total Harta Kekayaannya Capai Rp 7,9 Miliar

0
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyampaikan paparan saat konferensi pers Kinerja Semester I Tahun 2025 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK diduga mengamankan Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis.

Penangkapan terhadap Abdul Azis dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak. “Benar,” kata Tanak dikonfirmasi, Rabu (7/8).

Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui perkara apa yang diduga menyeret Bupati Koltim tersebut.

Menelisik harta kekayaan Abdul Azis dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada laman elhkpn.kpk.go.id, memiliki total sejumlah Rp 7.991.694.886 atau Rp 7,9 miliar. LHKPN itu terakhir dilaporkan pada 25 Maret 2025 untuk tahun periodik 2024.

Politikus Partai Nasdem itu tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan sebanyak 14 bidang yang tersebar di Kendari, Mamuju, dan Kolaka Timur (Koltim). Harta tidak bergerak milik Abdul Azis itu senilai Rp 6.410.000.000 atau Rp 6,4 miliar.

Abdul Azis juga tercatat memiliki alat transportasi, di antaranya Toyota Hilux 2020, Rp 390 juta; Toyota Innova Venturer 2020, Rp 390 juta; Motor KTM 85 SX 2020, Rp 95 juta; dan Yamaha BJ8 W 2020, Rp 10 juta. Harta bergerak milik Abdul Azis itu sejumlah Rp 885 juta.

Abdul Azis juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp 268.950.000, kas dan setara kas Rp 533.744.886. Jika ditotalkan harta Abdul Azis mencapai Rp 8.097.694.886.

Namun, Abdul Azis tercatat memiliki utang sebesar Rp 106 juta. Sehingga, total harta seluruhnya mencapai Rp 7.991.694.886. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Bupati Koltim Abdul Azis Terjaring OTT KPK, Total Harta Kekayaannya Capai Rp 7,9 Miliar pertama kali tampil pada News.