Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 12667

KPK Tetapkan 3 Pejabat Jambi sebagai Tersangka

0
Asisten Daerah III Provinsi Jambi SAI (Saifudin) bersama istrinya saat tiba di gedung KPK, Rabu( 29/11) (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan gelar perkara terhadap para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta, Selasa (28/11).

Selepas itu menetapkan empat orang sebagai tersangka dugaan suap, terkait pembahasan anggaran di Provinsi Jambi tahun 2018. Hal tersebut dilakukan usai tim penindakan bersama pimpinan KPK.

Adapun para pihak yang ditetapkan tersangka adalah terdiri dari tiga anak buah Gubernur Jambi Zumi Zola.

Mereka antara lain,

  • Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi EWM (Erwan Malik),
  • Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ARN (Arfan),
  • Asisten Daerah III Provinsi Jambi SAI (Saifudin).

Sedangkan satu pihak lagi adalah Anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN SUP (Supriyono).

“KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Diduga sebagai penerima SUP (Supriyono) dan diduga pemberi EWM (Erwan Malik) Plt Sekda Provinsi Jambi, ARN (Arfan) Plt Kepala Dinas PUPR, dan SAI (Saipudin) Asda III Provinsi Jambi,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/11).

Sebagai penerima suap, Supriyono disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, selaku pemberi suap, Erwan, Arfan, dan Saifudin disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a ataiu huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setidaknya ada 16 orang yang berhasil diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta kali ini.

“12 orang ditangkap di Jambi dan 4 orang di Jakarta,” ujar Komisioner KPK Basaria Panjaitan saat menggelar konferensi pers, Rabu (29/11).

Keenam belas orang itu diantaranya, Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 SUP (Supriyono), Plt Kepala Dinas Provinsi Jambi ARN (Arfan), Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi SAI (Saifudin), Anggota DPRD Jambi (NUR) Nurhayati.

Lalu ATG (Fauzi alias Atong) yang notabene anak buah SAI, (DHI)Dheny Ivan dan (WYD) Wahyudi selaku anak buah ARN, GWS (Geni Waseso Segoro) dari pihak swasta, staf di Dinas PUPR Provinsi Jambi R (Rinie), SRP (Surip) selaku sopir SUP dan OTG (Otong) selaku supir ARN.

Kemudian, WSS (Wasis) Kepala UPDT Alat dan Perbekalan Provinsi Jambi, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi EWM (Erwan Malik), Kepala Perwakllan Provinsi Jambi di Jakarta AMD (Amidy), Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi VRL (Varial Adhi Putra) dan ASR (Asrul) dari pihak swasta.

Basaria menambahkan, tim penyidik masih berada di Jambi. “Direncanakan sejumlah saksi masih akan dibawa ke Jakarta,” pungkasnya. (dna/JPC)

Menjaga Layanan

0

Petugas tim patroli Perusahaan Gas Negera (PGN), Ngadino dan Wawan mengecek pipa PGN di Jalan R Suprapto depan Perumahan Merapi Subur, Tembesi, Sagulung, Jumat (29/11/2017).

Pengecekan pipa ini berkala dilakukan supaya gas kepelanggan PGN selalu terpenuhi.

Selain itu pengecekan pun dilakukan untuk menjaga tekanan gas dan supaya pipa tidak lapuk.

 

Foto/teks:. Dalil Harahap/Batam Pos

Setia Sepanjang Masa Jadi Tema Hut Korpri ke-46

0

Dalam perayaan HUT ke-46 di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (29/11), Korpri mengusung tema besar yaitu “Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa”.

Penetapan tema itu bukan tanpa alasan. Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan Arif Fakrullloh mengungkapkan, Korpi yang saat ini muncul memiliki semangat baru serta ingin melahirkan suatu organisasi yang profesional.

Dengan setia kepada negara tidak melihat siapa yang sedang berkuasa. Sepanjang negara masih berdiri siapapun presiden, menteri, hingga siapapun bupatinya sepanjang tegak lurus kepada negara pasti didukung ASN.

“Kami ingin merubah paradigma yang ada saat ini. Kita punya tiga prinsip yaitu profesional, tidak berpolitik praktis dan yang ketiga kesejahteraan. Jadi filosofi “setia sepanjang masa” pada tema itu adalah setia kepada negara, setia kepada Pancasila, kepada UUD dan setia kepada kebhinekaan,” ujar Zudan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/11).

Sementara masyarakat menuntut pegawai negeri yang kini lebih dikenal dengan aparatur sipil negara (ASN) harus memberikan pelayanan prima. Sebab ASN adalah kepanjangan tangan dari negara. Salah satu tugas negara adalah harus selalu hadir dalam setiap masalah warganya.

“Tuntutan itulah yang membuat ASN harus selalu memperbaiki kinerja dari hari ke hari. Tujuannya agar tercipta aparatur yang profesional demi terwujudnya pelayanan yang prima kepada masyarakat di bidang apapun,” ucap Zudan yang juga seorang Profesor Hukum itu.

Kata Zudan, agar Korpri terus berdirik tegak membela negara setiap aparatur atau pegawai negeri harus sejahtera. Jika kita sejahtera sulit rasanya pihak-pihak lain akan bisa memanfaatkan korps ini untuk kepentingan tertentu yang tidak baik.

“Kami berjuang keras mewujudkan kesejahteraan itu melalui berbagai cara. Salah satunya adalah membangun toko online Korpri, membangun Korprimart yang sudah ada di 10 daerah di Indonesia, nantinya akan terus bertambah. Serta masih banyak lagi upaya untuk menyejahterakan anggota yang mungkin diwujudkan saat ini,” ujarnya.

Terkait pariwisata, Korpri yang memiliki anggota kurang lebih mencapai 4,5 juta di seluruh Indonesia itu siap mendukung pariwisata yang dijadikan salah satu leading sektor pemerintah. Caranya tidak lain dengan digitalisasi.

“Kami mendorong agar para anggota, memfoto, memvideokan, serta menyebarluaskan keidahan baik laut, gunung, sungai, kuliner. Serta apapun didaerahnya melalui media sosial hingga viral. 4,5 juta ASN punya handphone, mari kita promosikan pariwisata, Gratis kok, dan itu sangat efektif. Share yang baik-baik penuhi dunia maya Indonesia dengan kebaikan pariwisata Indonesia” beber Zudan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik hari jadi Korpri ke-46 yang mengusung tema “Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa”. Ia menyebut, Pada 2017 ini, seluruh K/L terus diajak bahu-membahu dan bergotong-royong untuk memperjuangkan pariwisata Indonesia.

Dan itu sudah betul, karena DNA bangsa Indonesia adalah pariwisata, creative industry, dan Presiden Jokowi sudah menetapkan pariwisata sebagai leading sector, core economy dan masa depan Indonesia.

Semua diarahkan untuk menciptakan Sources of Synergy yang disingkat dengan 3S-3B, yaitu: Size getting Bigger, Scope getting Broader, dan Skill getting Better.

“Jadi, melalui Indonesia Incorporated kita akan “Bigger-Broader-Better together”. Jika kita maju serentak dan solid, maka kemenangan demi kemenangan bisa kita wujudkan. Dirgahayu Korpri” sambut Menpar Arief Yahya.(*)

Pacuan Kuda di Timor Tengah Utara

0

Timor Tengah Utara (TTU) semakin ramai dengan kegiatan-kegiatan wisata perbatasan (crossborder tourism). Setelah Rally Motor Wisata, kali ini ada “Pacuan Kuda Crossborder” yang digelar di kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste ini.

Sebanyak 160 peserta dari Kupang, Kefamenanu, Attambua, Sumba, Rote dan negara tetangga Timor Leste, beradu cepat dalam even yang digelar di Arena Pacuan Kuda Kilometer 9 di kota Kefamenanu, NTT. Event ini berlangsung sejak 26 hingga 30 November 2017.

Para joki bertarung dalam dua kategori, yakni nasional dan lokal. Kelas yang dipertandingan yakni A super, kelas A sprint, kelas sprint terbuka, kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, kelas E, dan kelas pemula. Total hadiah mencapai Rp 250 juta disiapkan bagi para pemenang.

“Pacuan kuda adalah salah satu yang paling favorit di wilayah ini,” ujar Ketua Panitia Pacuan Kuda Crossborder, Bonny Adisitri. Karena itu, lanjut Bonny, antusiasme masyarakat pun begitu besar. Tidak hanya sebagai peserta, tapi juga menyaksikan langsung pacuan muda. Event ini menjadi ajang berkumpul bagi masyarakat, dan buat wisatawan, hal ini menjadi suguhan yang menarik.

“Para joki tentu tidak sendiri, tapi juga selalu didampingi bersama tim yang terdiri dari lima hingga tujuh orang. Sehingga kunjungan wisatawan pun meningkat,” ujar Bonny. Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes mengatakan, Pacuan kuda adalah hiburan bagi rakyat di TTU.

“Sejak saya ada di pemerintahan, saya membangkitkan kembali even pacuan kuda ini. Sebagai hiburan untuk rakyat di Timor Tengah Utara,” ucapnya. Lomba ini pun dikatakannya sebagai ajang untuk melestarikan Kuda Timor agar tidak punah.

“Fungsi kuda sudah tergeser dengan hadirnya motor kendaraan dan lain sebagainya. Kuda bagi orang Timor itu dulu alat transportasi, alat angkutan barang dan lain sebagainya. Tetapi dengan perkembangan teknologi yang maju membuat fungsi kuda kemudian tergeser,” katanya.

Kuda bagi masyarakat TTU, lanjut Raymundus merupakan peradadaban orang Timor, NTT. Kuda sangat dekat dengan kehidupan masyarakatnya bahkan tidak bisa dipisahkan antara kuda dengan kehidupan orang NTT.

“Oleh karena itu event ini akan menjadi daya tarik sendiri. Karena kita akan lakukan even ini tetap tiga kali dalam setahun. Selain hiburan rakyat, tetapi ini juga ini bisa menjadi ajang promosi wisata bagi Kabupaten TTU. Terlebih dengan adanya respons yang besar dari negara tetangga, Timor Leste,” ujarnya.

Asisten Tata Praja Kabupaten TTU, Willibrordus Apaut menambahkan, ajang ini merupakan salah satu even pacuan kuda yang bergensi untuk kabupaten TTU yang diharapkan dapat menjadi ikon daerah. Sehingga ke depan dapat mengangkat nama TTU sebagai tujuan wisata perbatasan di tingkat nasional maupun tingkat internasional.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, dalam hal ini kepada Kementerian Pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata bersama seluruh staff dan semua pihak terkait. Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu agenda penunjang yang telah ditetapkan di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” ujarnya.

Di Kefamenanu, kata Willibrordus, pemerintah telah menargetkan pembangunan patung Kristus Raja yang dapat menjadi objek wisata baru. Serta dapat menarik minat wisatawan yang datang dari area perbatasan.”Kegiatan pacuan kuda ini juga merupakan kegiatan untuk mendukung pengembangan wisata dan diharapkan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif disekitar objek wisata,” ucap Willibrordus.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi apa yang dilakukan Pemda di wilayah Crossborder ini. Mengangkat potensi lokal dan mengemasnya dalam satu kegiatan seperti pacuan kuda ini akan mampu berperan sebagai daya tarik wisatawan mancanegara dan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di TTU.

“Atraksi-atraksi di daerah perbatasan harus diperbanyak. Wisman perbatasan relatif dapat diperoleh dengan mudah dan cepat dengan menggelar berbagai atraksi lomba dan event, serta pertunjukan kesenian seperti konser musik,” katanya.

Menteri asal Banyuwangi itu lantas menyodorkan data. Wisman cross border punya kontribusi signifikan dalam mendongkrak jumlah turis asing. “Data dari BPS, wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas (PLB) periode Mei 2017 mencapai 156,05 ribu kunjungan, angka ini mengalami kenaikan sebesar 722,38 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kita harapkan kontribusi tahun ini akan meningkat,” katanya.(*)

Fam Trip Media dan Blogger Korea Siap Jelajahi Jogjakarta, Magelang dan Solo

0
ilustrasi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak media massa plus bloggers Korea untuk melihat, menyentuh, merasa, mendengar dan menemukan langsung sensasi keajaiban alam dan budaya kelas dunia di Jogjakarta, Magelang dan Solo.

Semua diajak famtrip mulai 29 November – 4 Desember 2017.

“Jumlah total yang mengikuti Fam Trip ada 9 orang. Sebanyak 8 orang merupakan media dan bloggers Korea. Satu orang Lainnya adalah perwakilan KBRI di Korea. Nantinya para peserta akan dibawa ke destinasi unggulan seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, Keraton Surakarta dan lain-lain,” jelas Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu, Selasa (28/11).

VJ – sapaan akrab Vinsensius Jemadu mengatakan, famtrip kali ini akan diset untuk menciptakan pemberitaan perjalanan wisata. Semua akan digiring untuk mendapatkan angle-angle menarik yang bisa menggoda pasar Korea untuk berwisata ke Indonesia.

Dari mulai sensasi Lava Tour Merapi, museum Ulen Sentalu, semua bakal dilahap habis. Tamu-tamu asal Korea tadi juga akan diajak mengunjungi Candi Prmabanan serta menyaksikan pagelaran Tari Ramayana. Yang suka belanja, akan didrive ke Mirota atau Malioboro. Selanjutnya mereka dibawa berkunjung ke Keraton Yogyakarta, Tamansari, Keraton Surakarta dan Mangkunegara, Kampung Batik Laweyan.

Yang suka candi, ada Borobudur yang sudah siap menunggu. Kebetulan, candi Budha terbesar di dunia itu sudah banyak dikunjungi tokoh dunia. Aktor Richard Gere pernah menyambangi Borobudur. Begitu juga dengan mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama.

“Kami akan ajak ke destinasi yang pernah dikunjungi tokoh dunia. Ketika sudah merasakan, mereka bisa menceritakan dan menulis serta membuat tulisan feature dengan lebih gamblang ke publik Korea. Destinasi seperti Prambanan, Borobudur dan Keraton Surakarta memang world class. Nature, kuliner dan wisata belanjanya juga keren,” ujar VJ.

Budayanya? Juga sangat wow. Dari paparan Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Pasar Asia Pasifik, Heri Retno, inilah alasan terkuat turis mancanegara datang ke Indonesia. Sumbangsihnya mencapai 60 persen.

Angkanya masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan alam yang hanya 35 persen dan meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE), yang ada di angka 5%. “Kalau dari sisi atraksi, budaya kita sudah sangat kuat. Ini yang akan kita perlihatkan ke media dan blogger Korea,” kata Heri Retno.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri menilai fam trip ini juga menjadi momentum untuk membuktikan kepada masyarakat Korea. Melalui pemberitaan-pemberitaan para jurnalis dan blogger Korea, Indonesia seakan ingin menunjukkan bahwa kawasan Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar) merupakan lokasi yang aman, nyaman, dan indahnya bukan main.

“Kita akan terus membangun industri pariwisata dan menjadikan negara-negara Asia, khususnya Korea sebagai salah satu pasar utama wisatawan ke Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, Arief Yahya juga mengategorikan famtrip itu sebagai selling. Dalam framework BAS. Branding, advertising, selling menjadi salah satu rumus strategi promosi Kemenpar. “Famtrip, mendatangkan endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini publik traveler. Itu sebabnya kita mengundang media besar Korea dan blogger berpengaruh untuk menulis dahsyatnya Wonderful Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Sambut Hari Jadi ke 189, Lebak Siap Jadi Pendamping Tanjung Lesung

0

Memperingati hari jadinya ke-189, Kabupaten Lebak menyiapkan ragam festival seni dan budaya.

Acara yang akan berlangsung pada 1 hingga 3 Desember 2017 ini juga akan diisi dengan penampilan Pertunjukan Kolaborasi Wayang Ajen sebagai ajang promosi Pesona Indonesia melalui seni pertunjukan.

Ajang ini sekaligus mengangkat ragam potensi seni, budaya dan pariwisata Kabupaten Lebak, Banten. Sehingga Lebak bisa jadi pendamping Kawasan Tanjung Lesung sebagai salah satu destinasi prioritas.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Hayat Syahida mengatakan, rangkaian peringatan HUT Kabupaten Lebak diisi dengan berbagai acara. Mulai dari kegiatan olahraga dan kesenian.

“Namun rangkaian puncak acara akan dilangsungkan pada 1 hingga 3 Desember 2017,” ujar Hayat.

Ketua Penyelenggara HUT Kabupaten Lebak yang juga Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lebak, Doddy mengatakan, acara akan dipusatkan di Stasion Pasir Ona, Jalan Siliwangi-Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Pada 1 Desember akan digelar acara resmi pemerintah Riung Maungpulung dan seterusnya. Pada siang hari akan dilakukan pembukaan pameran pekan raya Lebak.

“Malam harinya giliran malam festival Budaya Lebak disajikan,” ujar Hayat Syahida.

Di tanggal 2 Desember, yang merupakan hari jadi Kabupaten Lebak, akan digelar kegiatan seharian penuh. Dimulai dari drumband spesial dari IPDN Bandung, kemudian dirangkai dengan pawai budaya Lebak. Kemudian di malam hari masyarakat Lebak dan Banten pada umumnya akan disuguhkan pertunjukan Wayang Ajen.

Acara masih akan berlangsung hingga Minggu (3/12). Yakni dimulai dengan Gerakan Shalat Subuh Jamaah Spesial (jilid 12) yang dilangsungkan di Masjid Agung Al-Araf. Kemudian di pagi harinya akan diisi dengan Lebak Food Festival, lomba membuat makanan khas Lebak berbahan baku Ubi, Lebak Liuwet Festival dan Babacakan Sareung Bupati Lebak.

“Rangkaian hari jadi Kabupaten Lebak yang padat dan bergizi,” ujar Hayat.

Sementara Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan promosi pariwisata Kabupaten Lebak. Termasuk suguhan wayang kekinian “Wayang Ajen” dapat mengangkat potensi destinasi yang sangat luar biasa dan memiliki keunikan di Kabupaten Lebak.

“Banyak destinasi wisata di Kabupaten Lebak. Ini yang harus kemudian kita tata, gali dan maksimalkan dengan promosi. Salah satunya di rangkaian acara HUT Kabupaten Lebak ke-189 yang akan meningkatkan promosi wisata Kabupaten Lebak,” ujar Iti.

Bicara destinasi wisata, Lebak memang memiliki ragam keindahan. Sebut saja seperti deretan pantai indah seperti Pantai Sawarna, Pantai Karang Bokor, Pantai Aseupan dan lainnya. Tak ketinggalan juga destinasi wisata Curug yang banyak. Diantaranya Curug Munding juga Curug Kebo.

Deretan destinasi itu selama ini telah mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Tercatat, di tahun 2017 ini Pemkab Lebak menargetkan jumlah kunjungan mencapai 500 ribu orang. Namun hingga November 2017 sudah tercatat 536 ribu pengunjung yang datang ke Kabupaten Lebak.

“Namun memang jumlah tersebut didominasi wisatawan lokal. Sehingga diharapkan dengan kegiatan ini akan dapat mengundang lebih banyak lagi wisatawan dari luar Kabupaten Lebak dan Banten,” ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Lebak sangat penting untuk dilakukan. Sebab posisi Lebak yang strategis, dekat dengan Jakarta, akan dengan mudah dalam mendistribusikan wisatawan.

Juga letaknya yang dekat dengan salah satu kawasan pengembangan destinasi prioritas, Tanjung Lesung. Kabupaten Lebak akan memperkuat zona pendamping destinasi prioritas Tanjung Lesung.

“Kemenpar sangat serius mendukung promosi pariwisata ke Banten, khususnya Lebak. Karena CEO Commitment yang tinggi dari Bupati Lebak serta dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Ini semangat yang luar biasa,” kata Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan.

Pemilihan Wayang Ajen sebagai sajian utama pun diharapkannya dapat menjadi pemantik pertumbuhan seni dan budaya masyarakat Lebak. Dimana, sama dengan daerah lainnya di Indonesia, Lebak juga punya potensi yang besar dari sisi budaya.

“Kekuatan Wayang Ajen adalah paduan harmonis antara nilai tontonan yang dikemas secara apik seluruh unsur pertunjukan yang disajikan dengan mengutakanan tatanan keharmonisan antara nilai nilai seni dengan pesan moral. Keseimbangan antara tontonan dan tuntunan dalam pertunjukan wayang ajen diolah secara profesional dan modern,” ujar Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut mengapresiasi atas apa yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten Lebak dan juga Provinsi Banten. Khususnya dalam meningkatkan potensi pariwisata.

“Semakin meningkatnya wisata di satu daerah, akan meningkatkan kunjungan wisata. Sehingga otomatis akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Target jumlah kunjungan wisatawan nasional pun akan terdongkrak. Sehingga menjadikan pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional kian terwujud,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Dubes RI di Doha Rayu Qatar Airways Terbang ke Indonesia

0

Dubes RI di Qatar M. Basri Sidehabi tak lelah menggoda Qatar Airways untuk terbang ke Indonesia.

Hasilnya?

Sudah ada Air Service Agreement (ASA) dengan maskapai yang pernah sukses memperoleh penghargaan World’s Best Airlines 2011 dan 2012 itu.

Destinasi ke Surabaya, Medan, Batam dan Manado, akan segera ditembus dari Doha, Qatar.

Whennya belum tahu. Tapi sudah ada upaya buka pintu. Hasilnya ya ASA tadi,” ungkap Dubes M. Basri Sidehabi, Rabu (29/11).

Gigih, ngotot, dan agresif. Tiga hal tadi menjadi kunci kesuksesan merayu Qatar Airways terbang ke Indonesia. Rumusnya hanya satu. Pantang putus asa sebelum goalnya tercapai.

“Background saya militer. Jadi harus fight untuk Indonesia. Harus fight bantu pariwisata,” ucapnya.

Era baru pun siap dimulai. Dalam waktu dekat, maskapai yang pernah menyambar Best Business Class di World Airline Awards 2013 itu bakal segera landing di Surabaya, Medan, Batam dan Manado.

“Qatar Airways memilih empat kota tadi karena marketnya sesuai dengan selera pasar Middle East,” ungkapnya.

Surabaya punya Sunan Ampel. Di sekitarnya juga ada Batu, Malang dan Bromo Tengger Semeru. Daerahnya sejuk, sangat pas untuk pasar Qatar. Medan juga tak jauh beda. Di sana ada Danau Toba, danau yang punya ombak besar seperti laut.

Kawasannya sedang dipersiapkan menjadi ’10 Bali Baru’. Sangat keren. Inilah Danau terbesar kedua di dunia, dan danau vulkanik terbesar pertama di dunia. Bahkan Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba luasnya sebesar Singapura.

Batam ceritanya lain lagi. Destinasi yang hanya terpaut 30 menit dari Singapore ini belakangan makin ngehits. Makin ramai dikunjungi wisman. Bahkan Desember 2017-Maret 2018 nanti, Batam bakal didarati pesawat charter flight dari Korea. Wisata bahari, golf, kuliner dan belanjanya sangat oke.

Sementara Manado, destinasinya sudah lebih dulu booming setelah dikunjungi puluhan ribu wisman Tiongkok. Yang suka bahari bisa ke Bunaken. Sementara yang mencari udara dingin bisa ke Tomohon.

“Kalau empat-empatnya bisa ditembus, bayangkan potensi incomenya. Saya yakin akan sangat tinggi karena Qatar sangat kaya. Tukang azan di masjid saja mendapat gaji USD 2000 per bulan,” tutur Dubes.

Hal itu ikut diamini Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Kemenpar Nia Niscaya. Dari data yang sudah dihimpun Kemenpar, spending wisman Qatar memang sangat tinggi. Angkanya mencapai USD 1330 per visit.

“Data Passenger Exit Survey 2016 memang seperti itu. Kalau ditambah dengan penerbangan tambahan ke empat destinasi tadi, jumlahnya bisa sangat spektakuler karena spending dan length of stay wisman Qatar ada di atas wisman biasa,” ungkap Nia.

Menpar Arief Yahya ikut semangat melihat kengototan Dubes RI di Qatar. Dia yakin, Wonderful Indonesia bakal lebih tajam menghujam di benak masyarakat dan ekspatriat yang tinggal di Qatar. “Inilah yang kami sebut Indonesia Incorporated. Kompak di semua lini, untuk membangun pariwisata Indonesia,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Keyakinan Menpar masih sama. Ketika komitmen CEO atau orang nomor satunya sudah solid, maka semua akan berjalan lebih kencang. Target 20 juta di tahun 2019 itu bukan lagi angan dan mimpi, tetapi benar-benar di depan mata.

“Terima kasih Pak Dubes, Salam Wonderful Indonesia,” ucapnya. (*)

Presiden Jokowi Minta Raja dan Sultan Kembangkan Pariwisata

0

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para raja, sultan dan petinggi keraton di Nusantara untuk mengembangkan pariwisata berbasis sejarah.

Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi saat membuka Festival Keraton Nusantara ke-11 di Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara. Dalam pembukaan festival itu hadir juga Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadingrat dan raja, ratu, serta sultan dari berbagai kesultanan.

“Banyak negara yang berkembang pariwisatanya justru dengan mengangkat peninggalan kerajaan masa lalu seperti di istana atau benteng di Jepang, istana di negara-negara Eropa seperti Inggris. Yang penting diperkuat dengan narasi dengan cerita sehingga wisatawan menjadi tertarik bukan hanya melihat bangunan istana yang telah direkontruksi tapi juga mendengar kisah-kisah masa lalu,” terang Presiden Jokowi di Istana Maimun, Medan, Minggu (26/11).

Presiden Jokowi mengaku akan mengundang sebagian para raja dan sultan untuk membahas pengembangan pariwisata keraton ini. Pertemuan akan dilakukan pada bulan Desember nanti di Istana Negara.

“Saya tadi sudah bisik-bisik dengan bapak Sultan Kasepuhan Cirebon, nanti mungkin awal Desember atau pertengahan Desember saya ingin mengundang tapi tidak semuanya untuk berbicara masalah keraton yang ada di nusantara, mungkin bisa 20-30 (orang) tapi tidak mungkin 2000 (orang),” kata Presiden Jokowi.

Dengan mengembangkan wisata “heritage” tersebut, menurut Presiden, maka keraton akan bisa memberikan manfaat bukan hanya bagi Keraton, tapi juga bagi kesejahteraan masyarakat sekitar Keraton.”Saya juga minta Festival Keraton Nusantara terus dikembangkan lagi, sehingga bukan hanya digunakan sebagai sarana edukasi budaya tapi juga sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi berpesan, agar para pemangku adat Keraton untuk bersama-sama menjaga kebersamaan, tali persaudaraan, semangat Persatuan. “Saya yakin para Sultan, para Raja mendapatkan amanah dari para pendahulu atau raja-raja terdahulu untuk menjadi pengayom dari seluruh warga penjaga kerukunan di tengah keragaman menjadi perekat kebhinnekaan,” tambah Presiden.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira arahan Presiden Jokowi itu. Memperkuat cultural value dari kerajaan atau kesultanan, sebagai salah satu pusat kebudayaan, kesenian, kuliner, dan juga kota bahari yang kuat di zamannya. Cultural Value itu juga haru memberikan dampak terhadap commercial value, karena itu ke depan harus dipikirkan model pendekatan pariwisata yang baik dan sustainable.

“Indonesia itu sudah kuat di budaya. Sudah tidak perlu diragukan lagi atraksi dari sisi ini. Tetapi budaya saja tidak cukup, harus ditemukan commercial value-nya, sehingga menghasilkan kombinasi yang serasi, dan menjadikan kerajaan sebagai salah satu destinasi baik,” ungkap Menpar Arief Yahya. (*)

Riang di Kebun Binatang, KCW Bikin Anak Senang

0
Anak-anak didampingi orang tuanya menikmati wahana bermain di pelataran Kijang City Walk, Kecamatan Bintan Timur. F: Fara/Batam Pos.

batampos.co.idMinim dana bukan kendala untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga tercinta.

Kenyataannya, tidak semua tempat berlibur itu menguras dana. Bagi keluarga yang hendak menciptakan waktu kualitas boleh mencoba melancong ke Bintan Timur.

Menyusurlah ke kawasan Kota Kijang. Dengan jarak tempuh kurang 30 menit dari Tanjungpinang, Kijang bisa jadi wahana berlibur bila sudah bosan menjelajah sepanjang kawasan pesisir pantai Trikora di sisi lain Pulau Bintan.

Kijang memang tidak punya pantai seindah Pantai Trikora. Tapi, memang bukan itu tujuannya. Berlibur ke Kijang adalah cara lain merayakan akhir pekan yang menggembirakan. Di sini, ada Masjid Nurul Iman, masjid terbesar se-Kabupaten Bintan.

Ada juga kawasan pujasera yang menjajakan penganan khas Bintan. Sehadapannya ada kolam bekas tambang yang menyejukkan mata dipadu kerindangan pohon yang berbaris sepanjang tepi.

Bergeser sekitar dua puluh meter, ada kebun binatang mini. Jangan dibayangkan kebun binatang di timur Bintan ini punya banyak koleksi binatang yang bisa dipamerkan, sebagaimana kebun binatang Ragunan, Jakarta. Karena ditilik dari namanya; Mini Zoo, sudah bisa dibayangkan bahwa kebun binatang yang buka setiap hari dari pukul 09.00-17.00 WIB ini hanya menyajikan sebagain kecil fauna yang ada di dunia margasatwa. Namanya juga mini.

Ada kalkun, rusa, iguana, beruang madu, buaya, orang utan, monyet, owa jawa, musang, kelinci, kelelawar, ular sanca. Ada juga pelbagai jenis burung yang dikandangkan. Mulai dari kakak tua, parkit, perkutut, burung unta, nuri, elang, merak, dan enggang.

Seluruh koleksi binatang itu bisa dinikmati secara gratis oleh para pengunjung. Karena tak ada biaya masuk yang dikenakan. Tak pelak, karena digratiskan, pengunjung dari kawasan Kijang, Tanjunguban, dan Tanjungpinang membludak dan memenuhi kebun binatang ini. Biasanya, di akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

Pengunjung yang datang ke Mini Zoo juga beragam. Mulai dari anak-anak, sekeluarga, hingga sepasang kekasih yang melangut akhir pekan di sana. Kesannya bermacam-macam. Bagi kebanyakan anak-anak, mengunjungi kebun binatang adalah melihat hewan-hewan yang sebelumnya tak akrab di mata mereka. “Wow, ada beruang hitam besar,” kata bocah usia lima tahunan yang berdiri sedepa di hadapan kandang beruang madu.

Sementara bagi keluarga-keluarga yang menghabiskan akhir pekan di sana, mempunyai kesan bahwa Mini Zoo di Kijang ini tempat yang nyaman untuk berakhir pekan. “Di sini, punya gazebo dan pondok-pondok yang bersih,” kata Aini, pengunjung dari Tanjungpinang yang memboyong suami dan tiga anaknya ke Mini Zoo.

Setelah puas berkeliling di kebun binatang, jangan keburu pulang. Tepat di seberang jalan, kini telah berdiri pelataran Kijang City Walk (KCW). Dibangun melalui gelontoran dana dari pemerintah pusat, kawasan ruang terbuka hijau ini dilengkapi dengan wahana bermain anak-anak. Sementara di sisi lain ada sebidang pelataran luas yang bisa jadi tempat anak-anak bersepeda.

Rina, pengunjung dari Tanjunguban, terlihat sibuk menemani kedua anaknya bermain. Pekerja di swasta ini mengaku, baru mengetahui keberadaan KCW dari koleganya. “Dia kirim fotonya. Saya baru tahu dan baru sempat ke sini sekarang. Padahal sudah dibuka sejak lama,” katanya lantas tertawa.

Menurut Rina, keberadaan KCW adalah tempat alternatif menghabiskan waktu berkualitas bareng keluarga. Bersama suami dan kedua anaknya, ia mengaku sudah menyiapkan kegiatan berlibur ke Kijang jauh-jauh hari. Rina kebagian jatah menyiapkan bekal makanan.

“Kan liburan memang tidak harus makan di restoran. Kadang masakan di rumah tapi disantap di luar ruang semacam ini juga sangat berkesan,” kata perempuan 35 tahun ini. Rina juga sepakat bahwasanya minim dana bukan alasan untuk tidak menghabiskan waktu berkualitas bareng keluarga. “Kalau nunggu punya duit banyak, ya nggak liburan-liburan malahan,” katanya. (aya)

Senin Depan Mall Pelayanan Publik Rampung 100 Persen

0
Walikota Batam Muhammad Rudi (dua kanan) bersama Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Sekdako Jefridin dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Batam Gustian Riau meninjau persiapan Mall Pelayanan Publik, Selasa (28/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Usai rapat koordinasi dengan instansi vertikal terkait persiapan peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP), Wali Kota Batam Muhammad Rudi bergegas memantau perkembangan MPP tersebut di Sumatera Promotion Center, Batamcenter.

Untuk diketahui, peresmian diprediksikan anatara 5 Desember hingga 14 Desember mendatang.

“Hari Senin (5/12) sudah 100 persen, Minggu (sehari sebelumnya) barang sudah masuk dan terpasang semua,” kata Rudi, usai memantau, kemarin.

Ia mengatakan, sejauh ini persiapan tempat yang bakal jadi pusat perizinan itu tak menemui kendala yang berarti. Untuk itu persemian kelak, tinggal disesuaikan dengan jadwal Presiden Joko Widodo yang bakal hadir meresmikan tempat tersebut.

“Persiapan sudah bagus, jaringan-jaringan tak ada masalah. Dua tiga hari ini selesailah,”imbuhnya.

Ia mengaku hingga kini masih ada instansi yang mau bergabung, namun untuk sementara waktu disetop terlebih dahulu hingga persemian usai. “Habis persemian, yang mau masuk boleh,” ujarnya.

Terkait penyambutan presiden, pihaknya telah bersurat ke Gubernur Kepri. Karena, kata dia, penyambutan seyogyanya jadi gawean Pemerintah Provinsi (Pemprov). Namun jika balasan surat yang ia kirim berisi pelimpahan ke Pemko Batam, pihaknya mengaku siap mempersiapkan hal ini.

“Kami siap kerjakan,”ucapnya.

Ia mengatakan, bisa saja peresmian mall pelayanan publik juga beriring dengan peresmian flyover laluan madani. Terkait hal ini, ia menunggu informasi dari pusat. “Mau terpisah bisa, gabung juga bisa,”pungkasnya. (cr13)