Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12674

Ubah Ibu Kota Melalui Proyek Tahun Jamak

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri berjudi dengan mengorbankan APBD Kepri lewat proyek tahun jamak sebesar Rp 530 miliar sampai 2020 mendatang. Pembangunan fantastis tersebut diharapkan bisa merubah wajah ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang menjadi lebih elegan kedepan. Partai Golkar Kepri sempat menolak, khawatir mengganggu rencana pembangunan yang lain.

“Penandangan nota kesepahaman tentang proyek tahun jamak ini sudah melalui berbagai tahapan. Makanya semua mengakomodirnya,” ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Jumaga Nadeak usia sidang parpurna MoU KUA PPAS APBD 2018 di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Selasa (21/11).

Menurut Ketua DPRD Kepri tersebut, program tahun jamak tersebut bertujuan untuk menata Tanjungpinang menjadi lebih cantik lagi. Meskipun harus mengorbankan biaya yang cukup besar, tetapi Tanjungpinang berpotensi menjadi destinasi wisata ke depannya. Ditegaskannya. Program ini harus tuntas sampai 2020 mendatang.

“Untuk 2018 include dengan biaya Manajemen Kontruksi (MK) adalah sebesar Rp 120 miliar. Kemudian, 2019 Rp 211,2 miliar. Sedangkan 2020 adalah Rp 198,7 miliar,” jelasnya.(jpg)

Golkar- PKS Tolak Penataan Ibu Kota

0

batampos.co.id – Pelaksanaan pembangunan proyek strategis untuk penataan wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang mendapatkan penolakan dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri. Ketidaksetujuan tersebut disampaikan lewat pandangan fraksi atas Nota Keuangan Pemprov Kepri, Selasa (21/11) melalui sidang paripurna.

“Terkait proyek multiyears yang menelan anggaran Rp 530 miliar, PKS-PPP meminta untuk menunda atau tidak dianggarkan,” ujar juru bicara PKS-PPP, Suryani.

Adapun alasan kenapa, pihaknya menolak adalah dengan melihat kondisi keuangan pemerintah provinsi Kepri yang saat ini masih rendah. Proyek Multiyears, dikhawatirkan akan membebani keuangan daerah dan membuat pembangunan yang direncanakan Pemprov Kepri tidak dapat berjalan.

“Alasan kami adalah kondisi fiskal daerah yang lemah. Dengan anggaran multiyear yang besar ini, akan menyedot dan mengurangi sektor lain,” paparnya.

Pendapat senada juga disampaikan fraksi Golkar, lewat juru bicaranya, Asmin Patros, Golkar meminta agar pembiayaan proyek Gurindam tidak bergantung seratus persen dari APBD. Menurut Asmin, pihaknya mendukung adanya pembangunan infrastruktur. Pihaknya menyarankan, kegiatan tidak harus menggantungkan dengan keuangan daerah.

“Yang kami khawatirkan dengan mega proyek ini, memangkas kebutuhan dari masyarakat lain. Kami menawarkan agar pembiayaan juga dibantu oleh anggaran dari pusat,” ujar Asmin.

Kinerja tim keuangan Pemprov Kepri juga jadi sorotan dari fraksi-fraksi DPRD Kepri. Gubernur dituntut untuk melakukan evaluasi tim anggaran karena realisasi penerimaan pemerintah Kepri selalu tidak tercapai. Karena semua rencana yang diajukan Pemprov Kepri harus didukung pembiayaan yang cukup.

“Namun, pada kenyataannya, pendapatan pemerintah provinsi Kepri selalu memprihatinkan khususnya pada organisasi perangkat daerah (OPD) tidak sesuai dengan harapan,” ujar juru bicara Hanura Yusrizal.

Menurut Yusrizal, rata-rata realisasi pemprov Kepri hanya sekitar enampuluh persen dari target. Maka dari itu, Pemprov Kepri harus segera melakukan evaluasi dan bila perlu dilakukan reshuffle pada kabinetnya.

“Jika pendapatan hanya terealisasi 60 persen, kemana empatpuluh persen lainnya. Apa karena OPD tidak tidak tegas, atau memang tidak mampu,” tegas Yusrizal.

Selain ketidakmampuan OPD, Fraksi PDIP melihat penyebab lambatnya kinerja Pemprov Kepri ini disebabkan Gubernur bekerja sendirian. Ketua DPRD Jumaga Nadeak usai menutup rapat paripurna, meminta agar Pemprov Kepri yang diwakili Sekda Arif Fadilla untuk memberikan tanggapannya pada paripurna selanjutnya. (jpg)

 

Dari 1.500 Wajib Pajak, Baru 64 yang Dalam Jaringan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemasangan alat perlengkapan pajak online atau lebih dikenal dengan tipping box masih minim di kota Batam. Dari 1.500 wajib pajak (wp), baru 64 wp yang memakai sistem pajak online tersebut.

“Belum ada tambahan, masih 64 wp. Kita masih tunggu penambahan 50 alat lagi dari Bank Jawa Barat Banten (BJB),” kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah, kemarin.

Pemasangan tipping box di sejumlah wajib pajak ini dinilai efektif menyumbang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini juga yang jadi komitemen Pemko Batam untuk menargetkan tipping box di 100 wp.

“Memang target tahun ini 100 wp. Apakah tercapai belum bisa pastikan karena masih nunggu,” ungkap Raja.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Dandis Rajagukguk menilai Pemko Batam tidak konsisten menerapkan sistem pajak online bagi pelaku usaha di Batam. Langkah pemerintah ke arah digitalisasi pun ikut dipertanyakan.

“100 wp saja sangat sulit tercapai. Pertanyaannya apakah bisa ribuan wp di Batam bisa memasang tipping box,” tanya politisi PDI perjuangan tersebut.

Sementara itu, anggota komisi II lainnya, Uba Ingan Sigalingging menilai, pemko tidak bisa serta merta mengharapkan tipping box dari pihak bank. Karena bukan kewajiban pihak bank menyediakan alat tersebut.

“Kalau yang kita lihat sekarang hanya mengandalkan kerjasama dengan pihak perbankan,” kata dia.

Seharusnya, lanjut dia, bila pemko konsen meningkatkan sektor pendapatan lewat sistem online, tipping box harus dianggarkan di APBD. Sehingga ketika bank tak mampu menyediakan, pemko sudah punya alat itu.

“Belum pernah dianggarkan, termasuk di 2018 nanti,” terangnya.

Uba mengaku tidak paham dengan apa yang direncanakan pemko. Sebab, dalam menargetkan wajib pajak online tentu harus didukung perlengkapan yang mendung. “Kalau hanya andalkan bank sifatnya harapan,” kata dia.

Berbicara RPJM wali kota yang menargetkan APBD di angka Rp 4 miliar, tentu akan mustahil bisa terwujud.

“APBD penunjangnya PAD. Kalau PAD saja sering tak tercapai bagaimana bisa APBD besar. Harusnya hal-hal seperti ini juga jadi prioritas pemko Batam dalam meningkatkan sektor PAD kita,” jelas Uba. (rng)

Belum Ada Kandidat Kantongi Restu DPP

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Hingga kini, belum ada satu pun kandidat bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang yang sudah mengantongi restu dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) masing-masing partai politik. Yakni berupa surat rekomendasi yang ditandatangani ketua umumnya. Sekali pun itu kandidat petahana, padahal itu salah satu syarat mutlak mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Lis Darmansyah mengakui itu. Walau kini statusnya sebagai kepala daerah petahana, kepada Batam Pos, ia mengaku belum mengantongi rekomendasi dari partai politik yang menaunginya. “Sabar dulu. Nanti juga akan turun kok,” kata Lis, Selasa (21/11).

Kabar ini sekaligus menjawab belum adanya kepastian mengenai sosok pendamping yang akan mendampinginya pada pilkada tahun depan. Santer ia akan menggandeng Maya Suryanti, anak mantan wali kota Tanjungpinang Suryatati A Manan. “Iya itu juga nanti ada saatnya akan diumumkan. Sekarang, saya mau fokus disisa masa jabatan dulu,” ungkap Lis.

Di lain pihak, DPP Partai Demokrat pun juga belum menerbitkan surat rekomendasi mengenai kandidat yang akan diusung pada pilkada Tanjungpinang tahun depan. “Belum ada kok. Kami masih merapatkan barisan dulu ya,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat Tanjungpinang, Pepy Candra terpisah.

Apakah rekomendasi yang diterbitkan partai ini akan mengusung kader internal atau mengusung usulan koalisi yang tergabung, Pepy juga belum bisa banyak berkomentar. “Tunggu saja, nanti kalau sudah keluar rekomendasi dari DPP, pasti sudah tahu arah politik partai Demokrat,” ucapnya. (aya)

Natuna Dijadikan Kapal Induk

0
Dandim Natuna letkol inf Yusuf Rizal saat cofe morning bersama sejumlah wartawan di Ranai Square. F Auliah Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0318 Natuna Letkol Inf Yusuf Rizal mengatakan, pembangunan infrastruktur pangkalan militer di Natuna sudah 78 persen selesai.

“Target pemerintah tahun 2017 ini selesai. Tahun 2018 mendatang itu sudah mulai ada pengisian personel, khusus TNI AD sudah 70 sampai 80 persen progres selesai,” kata Dandim saat coffee morning bersama sejumlah wartawan di Ranai Square, Selasa (21/11).

Tahun 2018 mendatang kata Dandim, sudah mulai dilakasanakan mobilisasi alutsista dan personel di Natuna.

Adapun insfrastruktur yang dibangun berupa bangunan markas komando Batalyon Komposit di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. Batalyon Artileri Medan (Armed) di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur dan Batalyon Artileri (Baterai) Zipur di Desa Setengar, Kecamatan Bunguran Selatan.

“Pembangunan ini bagian dari perwujudan untuk membentuk kapal induk di daerah perbatasan NKRI, antisipasi ancaman dari luar. Semuanya nanti akan dikomandoi oleh Panglima Kodam,” ungkapnya.

Untuk spesifikasi alutsista yang akan ditempatkan, Dandim Yusuf mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun sebagian besar alutsista yang pernah unjuk kebolehan pada latihan antar kecabangan dan PPRC di Natuna awal tahun 2017.

“Sebagai daerah kepulauan, keberadaan TNI di sini (Natuna,red) merupakan bentuk dukungan tugas operasi ketika terjadi ancaman dari luar. Makanya selain program fisik, program ketahanan pangan di Natuna juga digalakkan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain TNI AD dengan dukungan batalyon komposit dan satuan tempur dengan keahlian khusus, TNI AU dan TNI AL juga dikembangkan di Natuna untuk menjadikan kapal induk di laut Cina Selatan.(arn)

Robert Muller Berjaya di Etape III Tour de Singkarak 2017

0

Pebalap asal Jerman, Robert Muller kembali merebut panggung juaranya di etape ketiga Tour de Singkarak (TdS) 2017.

Andalan Embrace The World Cycling Team itu mampu menjadi yang terbaik di etape pertama yang finis di Pantai Padang. Muller tercepat di etape ketiga yang menerabas Muaro Sijunjung dan finis di Gelanggang Olahraga, Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin (20/11).

Sedangkan etape kedua dikuasai oleh pebalap asal Inggris, Daniel Whitehouse yang memperkuat CCN Cycling Team. Prestasi terbaik untuk pebalap Asia adalah posisi dua yang direbut Khalil Khorshid dari Tabriz di etape dua dan Choon Huat Goh dari Terengganu Cycling Team di etape ketiga.

Apa yang diraih oleh Robert Muller di etape ini memang membutuhkan kerja keras karena rute ini adalah yang terpanjang di balapan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata ini. Total jarak yang ditempuh adalah 161,3 km dengan waktu 04:03:59.

Hasil ini langsung disambut dengan gembira mengingat Muller terus berusaha memimpin perlombaan sejak dilepas di Muaro Sijunjung. Lintasan yang cenderung datar memang menjadi andalan pebalap dengan nomor start 122 ini. Terbukti, saat rute tanjakan seperti di etape dua tertinggal cukup jauh.

“Ini kemenangan kedua saya di Tour de Singkarak. Sangat tidak mudah untuk meraih hasil ini. Apalagi cuaca cukup panas disepanjang perjalanan. Namun, saya banyak terhibur masyarakat di sepanjang lintasan,” kata Robert Muller usai perlombaan.

Hingga etape ketiga ini, yellow jersey atau pemuncak klasemen umum tetap dipegang oleh pebalap asal Iran yang memperkuat Tabriz Shahrdary Team, Ghader Mizbani dengan total catatan waktu 10:41:56. Sedangkan Muller berhak memegang green jersey (raja sprint) setelah mengumpulkan 47 poin.

Untuk predikat raja tanjakan hingga etape ketiga masih dipegang oleh pebalap Tabriz Shahrdary Team Khalil Khorsid dengan 15 poin. Sedangkan untuk predikat pebalap Indonesia tercepat (red white jersey) tetap dipegang oleh Jamal Hibatulloh dari KFC Cycling Team dengan total waktu 10:49:29.

“Untuk hari ini kami memang melepas. Tapi satu temen kami bisa terlepas dari menyodok ke depan. Yang jelas saya akan terus berusaha lebih baik lagi di etape empat,” kata Jamal Hibatulloh.

Meski cuaca cukup terik, antusias masyarakat Dharmasraya untuk menyaksikan kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata ini cukup tinggi. Terbukti disepanjang jalan berjajar masyarakat maupun siswa dari semua tingkatan berdiri berjajar di tepi jalan.

Begitu juga dengan pemerintah daerah setempat yang menyiapkan agenda khusus untuk menyambut pebalap dari 29 negara ini. Berbagai kesenian daerah ditampilkan mulai dari tari, seni reog hingga pagelaran musik yang terus menjadi pantauan.

Berbicara tentang Kabupaten Sijunjung, kita akan teringat dengan buah khasnya, yaitu lansek (langsat). Kabupaten yang merupakan induk pemekaran dari Kabupaten Dharmasraya ini juga memiliki banyak potensi objek wisata yang dapat diandalkan. Salah satu yang paling dikenal di Sijunjung ini adalah perkampungan adat Nagari Sijunjung.

Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy berharap, perkampungan adat Nagari Sijunjung yang saat ini tercatat sebagai warisan nasional bisa menjadi tujuan wisata dunia.

“Kami berharap Kementrian Pariwisata RI merevitalisasi Perkampungan Adat Nagari Sijunjung. Meski telah ditetapkan sebagai warisan nasional, kami berharap bisa tercatat di UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Sehingga bisa menjadi tujuan wisata dunia,” kata Wakil Bupati Arrival Boy saat pelepasan etape III TdS 2017 di depan Gedung Pancasila Muaro Sijunjung.

Selain perkampungan adat Nagari Sijunjung, kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih juga memiliki berbagai objek wisata lainnya seperti, wisata alam, religi dan wisata sejarah. Bahkan, rute yang dilewati, seperti Perkampungan Adat Nagari Sijunjung merupakan kekayaan budaya Kabupaten Sijunjung yang sudah mendapatkan Surat keputusan (SK) warisan nasional dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Mudah-mudahan iven TdS menjadi cerita nasional dan dunia internasional dan diharapkan dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dan Indonesia,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Perkampungan Adat Nagari Sijunjung adalah representasi perkampungan dan masyarakat Matrilineal Minangkabau. Sebagai suatu perkampungan adat, wilayah ini dihuni oleh suku-suku asli yang terdiri dari suku induk dan anak suku berjumlah 9. Suku-suku ini masih menjalankan dengan baik sistem organisasi sosial menurut garis keturunan Ibu (matrilineal).

Menpar Arief Yahya mengatakan, saat ini wisata budaya di Indonesia baru berkembang di sejumlah kota, di antaranya Solo, Yogyakarta, Jember dan Malang. Daerah di luar pulau Jawa hanya Bali yang paling gencar mengembangkan wisata budaya.

“Saya berharap semua daerah memaksimalkan pengelolaan Wisata tradisi dan seni budaya. Tujuan jangka pendek yang adalah keberhasilan (quick win), berupa meningkatnya jumlah wisatawan (terutama wisatawan mancanegara) dan keuntungan finansial masyarakat lokal. Ini yang akan kita maksimalkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar meengapresiasi Kabupaten Sijunjung yang memperkenalkan wisata budayanya di iven TdS 2017 ini. Menurut dia, kemampuan mengembangkan aset warisan budaya sangat perlu ditingkatkan. Dirinya juga terus mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) menggarap secara optimal wisata budaya di daerahnya.

“Padahal 60 persen kunjungan wisatawan dari berbagai belahan negara ke Asia Tenggara karena daya tarik wisata budaya. Kita nggak bisa bekerja sendirian, semua harus bersatu. Untuk benchmarking-nya bisa melihat Vietnam, Thailand dan Malaysia. Mereka sangat serius menggarap budaya. Hasilnya ternyata sangat dahsyat. No Culture No Tourism,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Mencicipi Kudapan di The Sixty Two Resto and Lounge Bandung

0

Bila Anda di Bandung, arahkan GPS anda ke Jalan Cisangkuy 62 Kota Bandung. Ada The Sixty Two Resto and Lounge di sana.

Ini restoran bergaya klasik modern ini sangat cocok bagi anda yang ingin berburu kuliner sekaligus untuk aktivitas meeting di pusat Kota Bandung.

“The Sixty Two restoran dibuka April 2017. Memiliki konsep Meeting, namun tak menjadikan tempat ini kaku layaknya tempat meeting di hotel atau kantor,” ujar Pengelola The Sixty Two Resto and Lounge, Dian Masyita di Bandung Senin (20/11).

Di Kota Kembang sangat jarang restoran dan cafe dengan konsep seperti ini. Terlebih Lokasinya sangat strategis berada di sebelah kanan Gedung Sate, membuat resto ini menjadi lokasi meeting point bagi para wisatawan yang datang ke Bandung.

“Kapasitasnya bisa mencapai 160 orang. Bisanya selain meeting, juga sering dijadikan tempat co working space, arisan, reunian, bridal shower, baby shower, seminar, FGD, pesta ulang tahun, tunangan hingga akad nikah” ucap Dian.

Terlebih, lanjut Dian, orang yang datang ke restoran yang bukan hanya dari kalangan orang kantoran saja. Mulai dari mahasiwa, tamu laur negeri dari Universitas Padjajaran, artis, Gubernur, hingga Menteri juga pernah hadir ke restoran ini.

“Tempatnya cozy, internetnya super cepat, kami juga menggratiskan biaya ruang meeting dengan infocus di dalamnya. Dan yang paling penting, urusan colokan listrik juga kami sediakan sangat banyak,” katanya.

Menyoal menu andalan The Sixty Two, menawarkan berbagai makanan khas nusantara dan eropa ini memiliki harga yang relatif terjangkau. Mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu perorang untuk menu buffet. Dan ala carte yang tidak membuat kantong anda kempes. Para pengunjung bisa menikmati menu sambil melakukan meeting tanpa dibatasi waktu.

“Kita tidak membatasi berapa lama pengunjung melakukan meeting atau networking. Menu yang kami tawarakan tentunya juga sangat okr. Ada western steak, berbagai varian pizza. Fillet Mignon, salmon en papilotte. Menu dari ikan salmon. Untuk menu nusantaranya ada Sop Bintun, Iga bakar, Sup ikan kemangi, dan masih banyak lagi” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kehadiran dan eksistensi The Sixty Two restoran yang berkonsep meeting di Bandung ini. Menteri yang juga tinggal di Bandung itu menuturkan Kota Bandung merupakan kota yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kota tujuan wisata. Menteri asli Banyuwangi ini menilai Kota Bandung saat ini telah didukung oleh beragam fasilitas seperti hotel dan gedung pertemuan yang memiliki standar.

“Bandung sudah bagus. Kita bisa lihat banyak fasilitas yang mendukung pariwisata. Termasuk The Sixty Two Resto and Lounge Bandung yang pasti bisa menjadi tempat yang ramah untuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,”kata Menpar Arief Yahya.

Setelah mengunjungi restoran, pengunjung juga bisa berwisata di dekat Gedung Sate. Seperti ke Museum Geologi Bandung. Museum yang memiliki bangunan dengan arsitektur kolonial Belanda ini menyuguhkan wisata edukasi yang cocok dikunjungi keluarga maupun anak muda.

Atau bisa mengunjungi pasar yang berada di Lapangan Gasibu. Posisinya persis berada di depan Gedung Sate. Untuk udara dingin dan sejuk, para wisatawan bisa langsung meluncur ke Lembang Bandung setelah selesai melakukan meeting di restaurant tersebut. (*)

Menyamakan Persepsi Para Penentu Kebijakan

0

batampos.co.id – Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) bagi driver (penggerak) se-Kabupaten Karimun. Pelatihan ini diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk, KB, PP dan PA) Kabupaten Karimun.

Pelatihan yang dilaksakan selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kedudukan, peran dan kualitas perempuan, serta upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga. Selain itu juga menguatkan kelembagaan PUG dalam perencanaan di setiap Organisasi Perangkat Desa (OPD) dalam melakukan analisa gender, dengan menggunakan tools GAP dan GBS.

”Sehingga bisa memberikan pemahaman dalam penyusunan program di anggaran dalam APBD Kabupaten Karimun,” jelas Kepala Dinas Disdalduk, KB, PP dan PA Kabupaten Karimun Faisal, Selasa (21/11).

Pelatihan itu juga bertujuan untuk menyamakan persepsi para penentu kebijakan, program dan kegiatan. Mulai dari penyusunan perencanaan dan penganggaran supaya responsif gender, memberikan arah dan batasan tentang ruang lingkup perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program dan kegiatan supaya responsif gender. “Sasarannya ditujukan kepada seluruh OPD dan lembaga lainnya yang berkaitan dengan program PUG melalui PPRG ini,” ungkapnya.

Salah satu narasumber Kasi Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Disdalduk, KB, PP dan PA Kabupaten Karimun, Kyushu Marina mengatakan, untuk mengurangi kesenjangan gender, sesuai instruksi Presiden RI No. 9 tahun 2000, semua elemen masyarakat harus bisa berperan dalam memberikan kesempatan lebih besar bagi perempuan, anak-anak, lansia, difabel, untuk mengembangkan potensi agar dapat berkontribusi dalam pembangunan.

Termasuk mengintegrasikan aspirasi, kebutuhan mereka dalam seluruh siklus pembangunan (kebijakan, program, dan kegiatan) pada semua sektor. Peranan Pemerintah Daerah melalui OPD dan instansi lainnya harus bisa melaksanakan PUG guna terselenggaranya perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional yang berperspektif gender sesuai dengan bidang tugas dan fungsi serta kewenangan masing-masing.

“Jadi peranan OPD dalam menyusun, perencanaan yang responsif gender, tertuang dalam RPJMD, Renstra dan Renja SKPD di tahun berikutnya. Ini sangat penting, dalam meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam kedudukan, peranan, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan sebagai insan dan sumberdaya pembangunan ke depan,” tuturnya. (tri)

Pasar Karetan Inspirasi Pemuda Lain

0

Pasar Karetan yang didesain di tepian hutan karet Segrumung, Meteseh, Boja, Kendal menginspirasi kelompok pemuda lain. Di 3 kota sekaligus.

Pertama, Pasar Pancingan di Lombok oleh GenPI NTB. Kedua Pasar Baba Boentjit di tepian Sungai Musi, Palembang oleh GenPI Sumsel, dan ketiga Pasar Siti Nurbaya di Padang.

“Ini menterjemahkan ide Pak Menpar Arief Yahya, bahwa komunitas itu harus punya 2C, agar sustainable. Creative value dan Commercial value,” kata Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi.

Selama ini, komunitas GenPI yang bergerak di media sosial untuk memposting destinasi wisata, Calender of Events dan Kebijakan Kepariwisataan. Hampir semua aktivitasnya di online. Pasar ini adalah salah satu bentu event offline, mengajak netizen, followers, subscribers, friends mereka “kopi darat” di satu tempat secara rutin setiap Minggu Pagi.

“Apa yang membuat mereka bisa betah berjumpa di offline? Apa yang bisa bermanfaat buat masyarakat? Maka kami
buat pasar, tempat bertemu antara buyers dan sellers, tempat ngerumpi, ketemu muka, dan asyik,” sebut Don Kardono.

Lalu apa yang membuat mereka tertarik? “Lagi-lagi ini rumusnya Pak Menpar Arief, harus berada di tempat yang instagramable! Yang punya banyak spot selfie. Yang bisa buat nge-vlog, bikin banyak bergaya foto, yang gambarnya keren. Dan ini menjadi destinasi baru, destinasi yang lain diunggah di media sosial,” jelas Don lagi.

Masyarakat setempat digandeng, untuk berjualan makanan minuman yang juga harus instagramable. Traditional cuisine, kuliner lokal yang unik, mainan anak-anak yang khas, dan spirit go green. Tidak banyak plastik, steroform, dan berbahan yang mudah di recycle, untuk manajemen sampah.

“Kami berharap, meeting points yang kita sebut pasar ini bisa hidup, sustainable, memberi manfaat buat masyarakat sekitar dan anak anak muda punya destinasi baru yang mengangkat kearifan lokal,” jelas Don.

Pasar Pancingan Lombok, lokasinya di Desa Wisata Hijau, Bilebante, Pringgerata Lombok Tengah. Opening sama, Minggu pagi, 26 November 2017 “Hanya 30 menit dari pusat kota Mataram, 40 menit dari Lombok International Airport,” kata Jhe Ipul, Koordinator GenPI NTB.

Menurut Jhe, lokasi itu sejatinya adalah bekas galian C lembah dengan kedalaman 8 sd 17 m. Itu yang akan digunakan untuk atraksi eco wisata oleh Desa Wisata Bilebante menjadi taman dan kolam.

Ada 30 macam kuliner lombok dan dikelola oleh warga melalui koperasi ibu PKK desa wisata Bilebante. Aktivitasnya, olah raga sepeda tracking jalur persawahan. Landscape hijau pedesaan. Memancing di kolam bekas galian C yang akan disulap menjadi taman
River Tubing.

Aneka artistik dengan bahan dasar bambu dan jerami. Jerami sebagai bahan pokok karena banyak dan memanfaatkan bahan yang tidak terpakai. Seperti apa seni instalasinya? “Nanti saja, masih rahasia,” kata Jhe yang bikin penasaran.

Di Palembang, GenPI Sumsel akan menggelar aktivasi pasar dengan destinasi wisata “Heritage Rumah Baba Oeng Boent Tjiet” di Kelurahan 3-4 Ulu Palembang pada Minggu (20/11). “Kalian harus datang, pokoknya seru deh! Tempatnya di tepian sungai Musi, ikon Sumsel,” jelas Robby Sunata, Koordinator GenPI Sumsel.

Pasar ini merupakan salah satu cara GenPi mengajak publik dan netizen menengok rumah peninggalan Baba Oeng Boen Tjit sebagai salah satu destinasi wisata di Palembang. Selain ada banyak kuliner khas Palembang yang rasanya wow.

“Kawan-kawan juga sudah banyak atraksi sesuai dengan misi kami yang juga ingin memperkenalkan beberapa kegiatan tradisional daerah ini pada generasi milineal sekarang ini. Biar mereka datang, mereka foto, vidoe, dan mengabarkan ke sesama netizen,” terang dia.

Ada juga games, seperti lomba hunting foto dan lomba penulisan blog, kemudian ditambah lagi dengan pertunjukkan aneka tari kreasi, pertunjukkan drama legenda antu banyu, dan demo masak oleh Chef Kukuh.

Festival aneka jajanan Palembang, workshop kerajinan daun nipah gratis bagi pengunjung akan menambah asyik di pasar itu.

Rumah Babah Boen Tjit itu merupakan rumah pengusaha terkenal keturunan Tionghoa di Palembang tempo dulu. Desain bentuk bangunan rumahnya sangat khas Palembang yang diakulturasi dengan interior dan ornamen Tiongkok tempo dulu.

“Jangan heran ya? Rumah heritage ini diprakirakan sudah berusia 300 tahun! Penuh sensasi kan?” ujar Robby menjelaskan rumah milik Baba Oeng Boen Tjiet yang kini dihuni oleh keturunan keempatnya. Lokasinya persis di bantaran Sungai Musi.

“Cara menuju ke lokasi, kami menyediakan perahu ketek dari dermaga Benteng Kuto Besak, Pasar Kuto, dan daerah ki Gede Ing Suro menuju ke lokasi, jadi atraktif naik
perahu,” kata dia. Kalau di Pasar Karetan naik Odong Odong Shuttle, di sini naik perahu rakyat.

Diperkiralan, dari lokasi penjemputan menuju Rumah Baba Oeng Boen Tjit memakan waktu lima hingga sepuluh menit. “Ada juga jalur darat, ke kawasan 34 Ulu itu,” ujarnya.

Bagaimana dengan Pasar Siti Nurbaya Sumbar? Juga dengan Pasar Karetan Semarang? Persisnya di Segrumung, Meteseh, Kec Boja, Kendal?

“GenPI Jateng sudah mempersiapkan sesuatu yang baru, karena setiap Minggu pagi kami memikirkan keunikan baru yang Instagramable dan dicari Kisd zaman Now!” jelas Shafigh Pahlevi Lontoh, Koordinator GenPI Jateng. (*)

Menpar Arief Yahya Tinjau Persiapan Sail Sabang 2017

0

Menteri Pariwisata Arief Yahya akan melakukan site visit Sail Sabang 2017. Bersama dengan Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Menpar akan memastikan segala persiapan pelaksanaan Sail terbesar di Indonesia tahun ini berjalan dengan baik.

Peninjauan dilakukan Selasa (21/11). Menpar tiba di Bandara Iskandar Muda, Aceh pada pukul 09.20 WIB dan langsung melakukan inspeksi di sekitar bandara. Didampingi Kepala Bandara Yos Suwagiyono, Menpar akan melihat langsung kesiapan Bandara SIM dan segala fasilitas pendukungnya sebagai pintu masuk bagi pendukung dan wisatawan Sail Sabang 2017.

“Saya ingin memastikan semua planing kita berjalan di lapangan. Ujung dari sailing ini adalah Golden Triangle Reggata SaPhuLa, Sabang Phuket Langkawi tahun depan,” kata Menpar Arief Yahya.

“Termasuk memastikan penambahan frekuensi penerbangan dari airlines selain Garuda Indonesia. Sebelumnya maskapai Garuda Indonesia telah memastkan untuk menambah 1 ekstra flight untuk tanggal 1 hingga 3 Desember 2017,” ujar Ukus Kuswara yang telah tiba lebih dulu sejak Senin (20/11) kemarin.

Ukus yang tiba lebih dulu telah melakukan site visit ke berbagai tempat. Mulai dari Pelabuhan Ulee Lheue, Pelabuhan Balohan dan lokasi Sabang Fair. Lebih lanjut Ukus mengatakan, setelah dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Menpar juga melakukan kunjungan ke Pelabuhan Ulee Lheue dan selanjutnya ke Pelabuhan Balohan. Hal ini menjadi bagian yang penting karena dua pelabuhan ini yang akan banyak berperan dalam kesuksesan Sail Sabang 2017.

Dimana akan menjadi lokasi tambat bagi para peserta rally maupun kapal-kapal lainnya.

“Menpar akan memastikan berbagai fasilitas sarana tambat (mooring buoy) dan penyediaan fasilitas mobile lavatory untuk yachties di Teluk Sabang di posisi yang berdekatan dengan lokasi tambat/mooring kapal yacht,” ujarnya.

Kemudian juga penyiapan mekanisme refueling BBM dan air bersih pada saat yacht tambat di Teluk Sabang. Selain itu juga memastikan solusi perpanjangan izin tinggal dapat dilakukan lebih dari 14 hari sebelum visa habis.

“Ketentuan batas waktu perpanjangan izin tinggal paling cepat 14 hari sebelum visa habis, tentu menjadi kendala bagi wisatawan mengingat aktivitas mereka di laut,” ujar Ukus.

Hal ini tentunya diharapkan untuk dapat terus disosialisasikan bersama dengan Ditjen Imigrasi. Terkait kemudahan penanganan wisatawan yacht di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) di Sabang.

Setelah meninjau dua pelabuhan, Menpar dan rombongan akan bergerak menuju Teluk Sabang atau Pelabuhan CT3 yang menjadi lokasi puncak penyelenggaraan Sail Sabang 2017. Menpar akan memastikan segala persiapan dan loading peralatan serta instalasi hal pendukung lainnya untuk sudah mulai dipasang.

Selain itu juga bagaimana dengan rekayasa lalu lintas karena berpotensi menimbulkan kemacetan yang besar.

“Menpar juga akan memastikan seat capacity melalui transportasi laut dan juga akomodasi. Serta yang tidak kalah penting adalah untuk promosi, publikasi dan dokumentasi,” kata Ukus.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya pelaksanaan Sail Sabang 2017 sangatlah penting. Karena ini menjadi pintu masuk dalam mewujudkan mimpi besar Sabang sebagai destinasi yacht kelas dunia.

“Saya akan pastikan semuanya berjalan baik. Akan terus dikawal. Even inilah yang menjadi penabuh dimulainya jalur Sabang-Phuket-Langkawi, yang saya sebut Golden Triangle SaPhuLa, Sabang Phuket langkaArahnya ke percepatan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ia mengatakan, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis, sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht dari mancanegara.

“Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favorit karena para traveller bisa melakukan berbagai aktivitas, antara lain diving, snorkeling, fishing, sun-beaching, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)