
batampos – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto ternyata kurang diminati warga Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sejak diluncurkan pada Februari lalu, program yang sudah berjalan enam bulan ini hanya digunakan segelintir masyarakat.
Data Kementerian Kesehatan mencatat, hanya 321 orang warga Anambas yang memanfaatkan layanan PKG. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan total penduduk Anambas yang mencapai 50.703 jiwa.
Plt Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Anambas, Satrio Pratama, mengakui animo masyarakat masih rendah.
“Padahal kami sudah berulang kali mengimbau warga agar memanfaatkan pemeriksaan gratis ini. Tujuannya untuk deteksi dini berbagai penyakit sekaligus promosi kesehatan,” ujar Satrio, Senin (18/8).
Program PKG awalnya diperuntukkan bagi warga yang sedang berulang tahun. Namun faktanya, banyak yang melewatkan kesempatan tersebut.
Salah seorang warga, Helmi, mengaku tidak sempat menggunakan layanan itu karena lupa.
“Bulan lalu ulang tahun, tapi lupa mau ke Puskesmas. Lagi pula biasanya saya hanya periksa kalau sakit. Kalau sehat, jarang,” kata Helmi.
Meski begitu, Helmi mengakui pentingnya pemeriksaan rutin agar bisa mencegah penyakit sejak dini.
“Mungkin ke depan saya harus ubah pola. Lebih baik dicegah daripada menunggu sakit,” ujarnya. (*)
Reporter: Ihsan Imaduddin
Artikel Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Anambas Sepi Peminat, Cuma 321 Orang Daftar pertama kali tampil pada Kepri.









