Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1283

 Nasib Eko Patrio dan Uya Kuya bagai Roller Coaster: Tunjangan Naik, Joget-joget, Rumah Dijarah, Kini Dipecat Jadi Anggota DPR

0
Eko Patrio (kiri) didampingi Pasha Ungu, meminta maaf setelah aksinya joget-joget di DPR menuai kritik dari publik. (Instagram ekopatriosuper)

batampos – Tak ada yang tahu garis nasib seseorang. Sesaat jauh tinggi di atas, hanya dalam sekedipan mata kemudian bisa jatuh terpelanting ke tanah. Bak naik roller coaster. Itulah nasib yang dialami dua anggota DPR dari kalangan artis yang menjadi anggota Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya.

Pada 15 Agustus 2025 lalu, keduanya terlihat sangat riang berjoget. Tepatnya usai Presiden Prabowo memberi pidato RAPBN 2026 dan Nota Keuangan selesai.

Nasib baik kembali menghampiri keduanya ketika pada 20 Agustus 2025, tunjangan perumahan anggota DPR diumumkan naik, yang nilainya sekitar Rp 50 juta per bulan. Aksi joget keduanya plus kenaikan tunjangan perumahan yang jumlahnya fantastis tak pelak membuat rakyat meradang.

Berbagai akrobat dari anggota DPR termasuk Eko Patrio dan Uya Kuya yang malah membikin konten yang kesannya malah meledek, akhirnya menyulut kemarahan warga, hingga timbul demonstrasi besar yang dimulai pada 25 Agustus 2025.

Pada 28 Agustus 2025, demonstrasi memanas, ditambah lagi dengan kematian driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas rantis Brimob Polri kian membuat situasi tambah membara.

Kerusuhan pun pecah dimana-mana, hingga puncaknya pada Sabtu (30/8) hingga hari inj. Minggu dini hari (31/8), rumah mewah para anggota DPR, yaitu Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya porak-poranda diterobos para penjarah. Permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan oleh Eko Patrio dan Uya Kuya rupanya tak mempan untuk meredakan emosi warga yang sudah naik sampai ubun-ubun.

Eko Patrio dan Uya Kuya yang oleh banyak orang dianggap sebagai biang kerok kerusuhan massal tak hanya harus menanggung akibatnya secara finansial, secara politik, karier mereka pun ikut berantakan.

Uya Kuya meminta maaf usai tingkahnya berjoget menyakiti hati rakyat dan memicu demonstrasi. (Tangkapan layar Instagram Uya Kuya)

Hari ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) mengeluarkan keputusan yang isinya adalah menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya sebagai anggota DPR RI mulai Senin, 1 September 2025.

Hal itu diumumkan PAN melalui siaran pers yang diteken oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Viva Yoga Mauladi pada Minggu.

PAN menyatakan berkomitmen menjaga kehormatan, disiplin, serta integritas wakil rakyat yang berasal dari PAN dalam menjalankan tugas-tugas konstitusional di DPR RI.

“PAN mengimbau kepada masyarakat untuk bersikap tenang, sabar dan mempercayakan secara penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Viva kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Dia meminta masyarakat percaya bahwa Presiden Prabowo akan menyelesaikan persoalan ini secara tepat, cepat, dan selalu berpihak kepada rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Dalam siaran pers itu, PAN yang lahir dari rahim reformasi menyatakan bakal tetap terus memegang teguh untuk merealisasikan nilai-nilai reformasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

PAN juga berkomitmen untuk terus mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat untuk menjadi kebijakan dan program-program pemerintah agar sesuai dengan aspirasi masyarakat dan dapat bermanfaat buat masyarakat secara langsung.

Perjuangan PAN di lembaga legislatif juga akan tetap menjaga komitmen dan tugas-tugas konstitusional untuk fungsi legislasi, penganggaran, dan kontrol serta pengawasan, agar pemerintahan dan tata kelola Negara dapat berjalan secara efektif, efisien, dan berdampak pada kemajuan dan kemakmuran bangsa.

“Demikian siaran pers ini dibuat disertai dengan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia agar dapat menata kembali untuk perjuangan di masa depan,” kata Viva. (*)

Sumber: JP Group

Artikel  Nasib Eko Patrio dan Uya Kuya bagai Roller Coaster: Tunjangan Naik, Joget-joget, Rumah Dijarah, Kini Dipecat Jadi Anggota DPR pertama kali tampil pada News.

Penertiban Jukir Liar: Batuaji–Sagulung Minta Prioritas

0
Ilustrasi. Jukir liar mengutip uang parkir di pasar kaget. Dokumen Batam Pos

batampos – Mulai Senin (1/9/2025), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan menggelar operasi penertiban juru parkir (jukir) liar. Razia ini diharapkan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menyasar titik-titik rawan yang selama ini luput dari pengawasan, terutama di kawasan Batuaji dan Sagulung.

Keberadaan jukir liar di dua wilayah padat penduduk tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Mereka bebas memungut biaya parkir tanpa karcis resmi, bahkan kerap bersikap kasar ketika ditanya soal kejelasan tarif.

“Kalau minta karcis, mereka malah marah. Apalagi di pasar kaget, banyak yang tidak jelas identitasnya,” keluh Marlina, warga Batuaji, Minggu (31/8).

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan wisata dan pelabuhan. Di Jembatan I Barelang misalnya, pengunjung dipungut Rp5.000 hingga Rp10.000 meski hanya berhenti sebentar untuk berfoto. “Ini jelas merugikan masyarakat dan mencoreng citra wisata Batam,” kata Syamsul, warga Sagulung.

Kepala Dishub Batam, Leo Putra, menegaskan razia kali ini akan dilakukan secara masif dengan melibatkan aparat penegak hukum, termasuk Polresta Barelang, Kejaksaan, dan Polisi Militer. “Kami akan turun langsung sampai ke titik-titik terdalam. Semua juru parkir liar akan kami tindak. Tidak ada toleransi,” tegas Leo.

Program ini menjadi bagian dari penataan menyeluruh sektor parkir yang menjadi prioritas Dishub tahun 2025. Selain menertibkan jukir liar, Dishub juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir hingga Rp20 miliar, hampir dua kali lipat dari capaian tahun sebelumnya.

Sebagai langkah awal, Dishub telah mengumpulkan 600 jukir resmi untuk mengikuti sosialisasi tata kelola parkir terbaru, termasuk pembinaan etika pelayanan. “Wajah parkir Batam harus berubah. Semua jukir resmi wajib ramah, berseragam, dan memberikan karcis,” ujar Leo.

Warga Batuaji dan Sagulung menyambut baik langkah tersebut. Namun, mereka menuntut agar operasi kali ini benar-benar menyentuh lokasi yang selama ini luput dari razia.

“Selama ini operasi lebih banyak di pusat kota. Di Batuaji dan Sagulung, jukir liar seperti raja jalanan. Kami berharap kali ini benar-benar tegas,” kata Rusdi, warga Batuaji.

Mereka juga meminta sanksi tegas agar ada efek jera. “Kalau cuma diamankan sebentar, besoknya mereka balik lagi. Harus ada tindakan nyata,” tambah Syamsul.

Leo optimistis dengan kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, dan dukungan masyarakat, wajah parkir Batam akan lebih tertib dan profesional. “Kami butuh dukungan warga. Bayarlah parkir hanya kepada jukir resmi, dan segera laporkan jika ada praktik parkir liar,” imbaunya.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, bukan hanya PAD yang meningkat, tetapi citra Batam sebagai kota wisata dan bisnis juga akan semakin baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Penertiban Jukir Liar: Batuaji–Sagulung Minta Prioritas pertama kali tampil pada Metropolis.

Situasi Nasional Memanas, Anambas Pastikan Daerah Masih Kondusif

0
Anambas
Bupati Anambas, Aneng (baju kaos biru) diskusi bersama Ketua FKUB Ali Muhsin, Kapolres AKBP I Gusti Ngurah dan Danlanal Letkol Laut (P) Ari Sukmana mengenai situasi nasional yang memanas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Situasi di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini memanas. Sejumlah kantor DPRD di Makassar, Mataram, Kediri, hingga daerah lain dibakar massa.

Bahkan, aksi brutal oknum aparat yang melindas seorang driver ojek online (ojol) di Jakarta membuat suasana semakin tegang.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas bergerak cepat agar kondisi di wilayahnya tetap kondusif.

Bupati Anambas, Aneng, langsung memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rumah Dinas, Tarempa, Minggu, (31/8).

Rapat tersebut dihadiri Kapolres Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Ari Sukmana, Pabung Kodim 0318/Natuna Letkol Inf Ali Siregar, serta tokoh lintas agama.

Usai rapat, Aneng menegaskan bahwa kondisi Anambas masih aman. Belum ada tanda-tanda masyarakat terpengaruh isu nasional yang memanas.

“Alhamdulillah, bersama unsur TNI-Polri, BIN, dan tokoh agama kita duduk bersama. Hasilnya, belum ada isu nasional yang memengaruhi masyarakat kita,” kata Aneng.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami minta masyarakat agar sama-sama menahan diri. Kalau ada yang mengganjal di hati, mari kita diskusikan baik-baik. Karena semua kita ini saudara,” ujar Aneng.

Sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi nasional, Pemkab Anambas berencana menggelar doa dan zikir bersama, sekaligus salat gaib untuk para korban yang meninggal dalam aksi demonstrasi pada Senin, (1/9) besok.

“Mari kita doakan negeri ini kembali kondusif. Dari ujung perbatasan, kita kirim doa yang terbaik untuk bangsa,” tutup Aneng.

Diketahui, aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap legislator di Senayan yang enggan menurunkan tunjangan, ditambah tindakan represif aparat yang memicu kemarahan publik. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Situasi Nasional Memanas, Anambas Pastikan Daerah Masih Kondusif pertama kali tampil pada Kepri.

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Anggota DPR RI

0
Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio (ANTARA/Melalusa Susthira K)

batampos – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua kadernya, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, dari keanggotaan DPR RI mulai Senin (1/9/2025).

Keputusan tersebut diumumkan melalui siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Viva Yoga Mauladi, Minggu (31/8).

PAN menegaskan langkah ini sebagai bentuk komitmen menjaga kehormatan, disiplin, dan integritas wakil rakyat yang berasal dari partai tersebut.

“PAN mengimbau masyarakat untuk bersikap tenang, sabar, dan mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto,” kata Viva dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, PAN percaya Presiden Prabowo akan menyelesaikan persoalan ini secara cepat, tepat, dan berpihak kepada rakyat demi kemajuan bangsa.

Dalam siaran pers itu, PAN juga menegaskan tetap memegang teguh nilai-nilai reformasi serta berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan dalam kebijakan dan program pemerintah.

“PAN akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan agar tata kelola negara berjalan efektif, efisien, dan berdampak pada kemajuan bangsa,” ujar Viva.

Di akhir pernyataan, PAN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia. “Mari kita tata kembali langkah perjuangan untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Sumber: antaranews.com

Artikel PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Anggota DPR RI pertama kali tampil pada News.

Sambut Satu Dekade,Marga Yang Batam Gelar Donor Darah di One Batam Mall

0
Marga Yang Batam (MYB) menggelar aksi donor darah di Atrium A, One Batam Mall, Minggu (31/8).

batampos – Memperingati 10 tahun berdiri, Marga Yang Batam (MYB) menggelar aksi donor darah di Atrium A, One Batam Mall, Minggu (31/8). Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum.

Ketua panitia kegiatan, Stephen Yong, mengatakan donor darah menjadi salah satu bentuk bakti sosial yang rutin digelar pihaknya. Momentum ulang tahun ke-10 MYB menjadi kesempatan tepat untuk kembali mengajak masyarakat berpartisipasi.

“Kegiatan ini dalam rangka 10 tahun berdirinya MYB. Jadi, kita melakukan aksi bakti sosial, dan donor darah ini jadi aksi kedua kami,” katanya, di sela-sela acara.

Ia menambahkan, setiap tahun MYB menargetkan kegiatan donor darah dengan penyediaan sembako bagi para pendonor. Tahun ini, pihaknya menyiapkan sekitar 300 paket sembako.

“Isinya berupa beras, minyak goreng, garam, mi instan, gula, dan teh. Itu bentuk apresiasi kecil kami untuk para pendonor,” katanya.

MYB juga bekerja sama dengan PMI dalam kegiatan tersebut. Sejumlah kader marga Yang yang berprofesi sebagai dokter maupun tenaga medis turut membantu jalannya donor darah.

“Target kami sebanyak-banyaknya darah yang bisa dikumpulkan dan nanti disalurkan ke PMI agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Stephen.

Antusiasme warga Batam terlihat tinggi sejak pagi. Hingga siang hari, antrean sudah mencapai 200 orang, dan panitia memperkirakan jumlahnya terus bertambah.

“Harapan kami dari MYB bahwa kegiatan seperti ini bisa membantu rumah sakit-rumah sakit yang masih kekurangan stok darah. Apalagi sekarang kegiatan donor darah massal mulai jarang dilakukan,” kata dia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MYB, dr Setiadjit Yang, menyebut donor darah hanyalah satu dari sekian rangkaian acara HUT ke-10 MYB. Puncak perayaan dijadwalkan pada 11 Oktober mendatang berupa syukuran dan pengukuhan pengurus baru periode 2025-2030.

“Sebelum acara hari ini, kami juga sudah menggelar bakti sosial ke sejumlah panti asuhan dan panti jompo,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia HUT MYB ke-10, Suyadi Yeo, menambahkan kegiatan sosial memang menjadi fokus utama perayaan tahun ini. Selain donor darah, pihaknya juga berbagi bersama anak-anak panti asuhan saat peringatan HUT RI pada 17 Agustus lalu.

“Kami juga mengunjungi panti jompo untuk memberikan sumbangan berupa makanan dan kebutuhan lainnya. Jadi, donor darah ini bagian dari rangkaian perayaan 10 tahun MYB,” kata dia.

Dengan semangat kebersamaan, MYB berharap keberadaan mereka tidak hanya mempererat ikatan antarwarga marga Yang, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Bandar Dunia Madani. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Sambut Satu Dekade,Marga Yang Batam Gelar Donor Darah di One Batam Mall pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Seri Kuala Lobam Sentuh Hampir 1.000 Siswa

0
CKG Bintan
Siswa saat menjalani pemeriksan kesehatan gratis yang dilakukan petugas kesehatan Puskemas Teluk Sasah. F. dr Kurniawan untuk Batam Pos.

batampos – Hampir seribu siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Teluk Sasah. Program ini dimulai sejak 21 Agustus 2025 lalu.

Kepala Puskesmas Teluk Sasah, dr Kurniawan mengatakan, dari total 1.848 siswa SD yang tersebar di Kelurahan Teluk Lobam, Kelurahan Tanjungpermai, dan Desa Teluk Sasah, sebanyak 903 siswa sudah menjalani pemeriksaan.

“Pemeriksaan dimulai dari siswa kelas 1 sampai 3, kemudian berlanjut ke kelas 4 dan 5,” ujar Kurniawan, Minggu (31/8).

Selain siswa SD, layanan kesehatan gratis juga menyasar pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Pemeriksaan untuk 582 siswa SMP rencananya akan dimulai pada September 2025.

“Total target pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Teluk Sasah ada 2.430 siswa, terdiri dari SD dan SMP,” tambahnya.

Pemeriksaan meliputi aspek fisik seperti tinggi dan berat badan, tajam penglihatan, kesehatan gigi dan mulut, tekanan darah, kulit, telinga, hingga deteksi dini TBC. Ada juga kuisioner untuk riwayat penyakit seperti TBC, diabetes, hepatitis, malaria, hingga kesehatan jiwa.

“Bagi pelajar SMP ditambah dengan tes kebugaran dan kuisioner kebugaran serta kesehatan reproduksi,” kata Kurniawan.

Ia menyebutkan, hasil pemeriksaan masih dalam tahap penilaian dan pengecekan laboratorium untuk TBC. Namun secara umum kondisi siswa dinilai baik meski ditemukan keluhan ringan, salah satunya gangguan penglihatan.

“Selanjutnya hasil pemeriksaan akan diunggah ke akun 1Sehat orangtua siswa, sehingga bisa dijadikan bahan konsultasi lebih lanjut ke dokter,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Seri Kuala Lobam Sentuh Hampir 1.000 Siswa pertama kali tampil pada Kepri.

Kecelakaan Maut Tiban Center, Warga Desak Penertiban Kendaraan Berat

0
Mobil crane menimpa sebuat mobil sedan saat kecelakaan di Tiban Center. f.ist

batampos – Kecelakaan maut di pertigaan Tiban Center, Sabtu (30/8), menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Insiden yang melibatkan mobil crane itu kembali membuka mata banyak pihak bahwa pengawasan serta penertiban kendaraan berat di Batam masih lemah. Warga pun mendesak tindakan tegas demi keselamatan bersama.

Menurut warga, aktivitas kendaraan berat di jalan raya kian padat, terutama di kawasan Batuaji, Sagulung, Marina City, hingga Tanjung Uncang. Kondisi ini membuat jalan umum semakin rawan kecelakaan, terlebih banyak kendaraan melintas tanpa pengawalan meski membawa muatan berisiko tinggi.

“Setiap hari trailer dan truk besar melintas, muatannya kadang besi-besi raksasa. Tingginya sampai menabrak plang penanda JPO, tapi tetap dibiarkan tanpa pengawalan. Ini sangat membahayakan pengguna jalan lain,” ujar Sujono, warga Batuaji, Minggu (31/8).

Di Marina City, permasalahan serupa juga dikeluhkan warga. Jalan sempit dengan satu jalur dua lajur kerap macet parah akibat kendaraan berat. “Kalau mogok atau melaju pelan, arus lalu lintas bisa lumpuh total. Kami sudah lama mengeluhkan ini. Harus ada penertiban,” kata Nurdin, warga setempat.

Selain kepadatan lalu lintas, perilaku sopir kendaraan berat yang kerap melaju dengan kecepatan tinggi turut meresahkan. “Ngebut tanpa pengawalan, itu yang paling berbahaya. Kalau hilang kendali, korbannya bisa banyak,” imbuh Sujono.

Masyarakat menilai, solusi yang dibutuhkan tidak cukup hanya menindak sopir ugal-ugalan. Mereka mendesak adanya regulasi tegas mengenai jam operasi, rute khusus, hingga kewajiban pengawalan bagi kendaraan bermuatan besar atau berisiko tinggi. “Harus ada aturan yang jelas, jangan menunggu korban terus berjatuhan,” tegas Nurdin.

Sebelumnya, Kasubdit I Satlantas Polresta Barelang, Iptu Andika, mengakui pihaknya sedang mengevaluasi pengawasan kendaraan berat pascakecelakaan di Tiban Center. “Kami mengumpulkan data dan akan merekomendasikan langkah pengawasan lebih ketat,” ujarnya.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief, menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengkaji jalur dan mekanisme pengawalan kendaraan besar. “Kami juga masih memburu sopir truk yang melarikan diri,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah kota, kepolisian, dan pengelola kawasan industri duduk bersama untuk mengatur distribusi kendaraan berat secara lebih aman. “Kami ingin merasa tenang saat berkendara. Jangan biarkan jalan umum jadi jalur maut,” ucap Sujono.

Tragedi di Tiban Center menjadi peringatan keras bahwa pengabaian keselamatan tak bisa lagi ditoleransi. Penertiban dan pengawasan kendaraan berat kini bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak demi melindungi nyawa warga Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Kecelakaan Maut Tiban Center, Warga Desak Penertiban Kendaraan Berat pertama kali tampil pada Metropolis.

LAM Bintan Mantapkan Langkah Besar Jaga Budaya Melayu Hingga Desa

0
LAM Bintan
LAM Bintan menerima kunjungan dari LAM Lingga di Gedung Megat Sri Rama, Kijang, Bintan pada Sabtu (30/8). F. Dato Syahri Bobo untuk Batam Pos.

batampos – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan terus memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu. Salah satunya melalui pertemuan dengan LAM Kabupaten Lingga yang digelar di Gedung Megat Sri Rama, Kijang, Bintan, Sabtu (30/8).

Pertemuan tersebut membahas langkah konkret perlindungan, pembinaan, pengembangan, hingga pemanfaatan budaya Melayu di tengah masyarakat.

Ketua Umum LAM Kabupaten Bintan, Dato Syahri Bobo, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah strategis. Mulai dari membentuk LAM di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, hingga menggandeng pemerintah daerah dalam kegiatan pelestarian adat.

“Kerja sama dengan pemerintah dilakukan melalui berbagai pelatihan pelaksanaan adat di masyarakat. Semua ini mengacu pada AD/ART dan Perda Kepri Nomor 1 Tahun 2014,” ujar Dato Syahri.

Ia menambahkan, selain menjaga tradisi, LAM Bintan juga berkomitmen melestarikan nilai moral dan sosial melalui bahasa dan tradisi khas Melayu seperti pantun.

“Upacara adat Melayu juga bagian dari tradisi yang memperkuat identitas budaya Melayu di masyarakat Bintan,” tambahnya.

Ketua Umum LAM Kabupaten Lingga, Dato Wira Setia Utama Dato Azmi, yang hadir dalam pertemuan itu mengapresiasi sambutan hangat dari LAM Bintan. Ia berharap kerja sama lintas daerah dalam menjaga adat Melayu terus berlanjut.

“Silaturahmi ini menjadi semangat bersama untuk melestarikan adat Melayu agar tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ucapnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel LAM Bintan Mantapkan Langkah Besar Jaga Budaya Melayu Hingga Desa pertama kali tampil pada Kepri.

BPBD Makassar: Korban Jiwa Insiden Demonstrasi Ada 4 Orang

0
Sejumlah warga melihat kondisi bangkai mobil terbalik usai pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar oleh massa di Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

batampos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat korban jiwa selama insiden demonstrasi sebanyak empat orang, yakni tiga orang meninggal dunia saat Kantor DPRD Kota Makassar dibakar massa dan seorang lainnya pengemudi Ojek Online (Ojol) yang dikeroyok massa di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat 28 Agustus 2025.

“Empat orang korban jiwa, tiga orang di pembakaran Kantor DPRD Makassar dan satu orang di Jalan Urip Sumoharjo dikeroyok massa. Di rumah sakit, dia meninggal atas nama Rusdamdiansyah umur 21 tahun, dia bukan mahasiswa, tapi masyarakat biasa,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar saat dikonfirmasi di Makassar, Minggu.

Laporan sebelumnya, ada empat korban tewas dalam rangkaian peristiwa kebakaran di Kantor DPRD Makassar pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Jumlah korban dalam peristiwa itu sebanyak delapan orang, empat orang dinyatakan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka.

“Jadi, korban ini bukan korban yang menjadi rangkaian pembakaran pada dua tempat DPRD Makassar Jalan Andi Pangeran Pettarani dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Jalan Urip Sumoharjo, tapi karena menjadi korban maka dimasukkan juga, tapi bukan korban di DPRD Makassar,” katanya meluruskan informasi.

Kejadian pengeroyokan oleh massa kepada Korban Rusdamdiansyah, kata dia, sebelum kejadian pembakaran Kantor DPRD Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel. Kejadiannya tidak termonitor nanti setelah dilakukan pendataan jumlah korban secara keseluruhan ada 11 orang yang jadi korban.

Setelah dikeroyok massa karena dikira intelijen aparat keamanan, korban dibawa ke RSUP OJK Kemenkes RI di Kawasan Reklamasi Central Poin of Indonesia (CPI) untuk mendapat perawatan medis, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Jam delapan malam pihak keluarga mendengar bahwa dia kecelakaan, tapi belakangan diketahui dikeroyok massa. Kejadian depan Kampus UMI (Universitas Muslim Indonesia),Jalan Urip Sumoharjo lorong 501,” katanya menjelaskan.

Sebelumnya, diberitakan korban Budi Haryadi berusia 30 tahun anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terpaksa melompat dari gedung DPRD Makassar saat terbakar dikabarkan meninggal adalah tidak benar. Saat ini korban masih menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Primaya, namun kondisinya kritis.

Korban yang dipastikan meninggal dunia masing-masing, Syaiful (43). Almarhum sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ujung Tanah dinyatakan meninggal Rumah Sakit Grestelina. Muhammad Akbar Basri alias Abay, Fotografer Humas DPRD Kota Makassar dan Sarinawati salah satu staf DPRD Makassar, jenazahnya ditemukan tim SAR berada di lantai 3 gedung setempat dalam kondisi hangus terbakar.

Keduanya diduga ketakutan lalu bersembunyi di ruangan tersebut untuk menghindari tindakan anarkis massa yang saat mulai beringas naik ke atas ruangan gedung untuk mencari orang-orang DPRD, sekaligus menjarah barang-barang.

Empat korban luka, yakni Heriyanto (28) petugas kebersihan DPRD Sulsel terpaksa lompat dari gedung saat terbakar, kini dirawat di RS Grestelina dan kondisinya kritis. Agus Setiawan anggota Satpol PP mengalami luka robek pada kaki, kini dirawat di RS Grestelina.

Korban Sahabuddin (45) ajudan Wakil Ketua DPRD Makassar juga turut lompat dari atas gedung saat kebakaran, kini dirawat di RS Hermina dan korban Arif Rahman (28) terluka terkena lemparan batu, dirawat di RS Grestelina.

Seluruh korban meninggal dunia telah dimakamkan di tempat daerah masing-masing. Sedangkan para korban yang mengalami luka serius dan sedang sejauh ini kondisinya berangsur-angsur membaik di rumah sakit. (*)

Sumber: antaranews.com

Artikel BPBD Makassar: Korban Jiwa Insiden Demonstrasi Ada 4 Orang pertama kali tampil pada News.

Jalan Nusantara Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Nyawa Pengendara

0
Jalan rusak Tanjungpinang
Kondisi Jalan Nusantara Kilometer 14 Tanjungpinang yang dipenuhi lubang, Minggu (31/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kondisi Jalan Nusantara Kilometer 14 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau kian memprihatinkan. Sejumlah titik di ruas jalan tersebut kini dipenuhi lubang berukuran cukup dalam.

Pantauan Batam Pos pada Minggu (31/8), kerusakan jalan terlihat jelas di badan jalan, terutama di sisi kanan jalur menuju Kijang, Kabupaten Bintan. Aspal yang mengelupas membentuk lubang-lubang dengan diameter beragam.

Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju kendaraan. Keberadaan lubang-lubang itu dinilai sangat membahayakan keselamatan.

“Sudah lama rusak, bahkan lubang yang awalnya tidak dalam, sekarang jadi dalam. Jadi bahaya untuk motor yang lewat,” kata Arif, pedagang di Jalan Nusantara.

Ia menyebut, kondisi jalan tersebut kerap meresahkan warga. Terlebih pada malam hari, lubang tidak terlihat jelas lantaran minim penerangan dan tanpa penanda jalan rusak.

“Kalau malam hari sangat berbahaya, lubangnya tidak kelihatan jelas. Bisa bikin jatuh kalau tidak waspada,” tambahnya.

Sementara warga lain, Fadli, mengatakan lubang di jalan itu sudah cukup lama dibiarkan tanpa perbaikan. Bahkan, ia beberapa kali melihat pemotor hampir terjatuh akibat menabrak lubang.

“Ya memang harus diperbaiki secepat mungkin. Karena ini akses jalan menuju Bintan, banyak orang yang lewat di jalan ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Jalan Nusantara Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Nyawa Pengendara pertama kali tampil pada Kepri.