Salah satu warga sedang melihat langsung kondisi sisi pelantar Tenggiri yang roboh. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, (15/7) dini hari. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Pelantar Tenggiri yang berada di Desa Tarempa Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, roboh pada Selasa (15/7/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Bagian yang ambruk diperkirakan sepanjang 10 meter.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah pipa saluran air milik warga yang sebelumnya menempel di sisi pelantar ikut hancur akibat insiden tersebut. Area pelantar yang roboh diketahui kerap digunakan warga sebagai tempat parkir sepeda motor.
Salah seorang warga, Icha, mengaku sempat mendengar suara dentuman keras pada saat kejadian. Namun karena waktu sudah larut, ia memilih tetap di dalam rumah.
“Saya dengar suara keras seperti ada yang runtuh, tapi saya tidak keluar rumah karena sudah tengah malam dan sedang mau ke toilet. Baru pagi hari saya sadar ternyata sisi pelantar roboh,” ujar Icha, Selasa pagi.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Pelantar Tenggiri kini ditutup sementara oleh warga. Sejumlah motor yang biasa terparkir di lokasi telah dipindahkan.
Robohnya pelantar diduga dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, di antaranya kondisi air laut yang sedang pasang, angin kencang, serta aktivitas kendaraan pengangkut barang jenis Kaisar yang kerap melintas dan berputar balik di atas pelantar tersebut.
“Beban kendaraan berat yang terus menerus lewat diduga membuat struktur penyangga pelantar tidak mampu lagi menopang, hingga akhirnya ambruk,” ujar warga lainnya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas langsung menurunkan tim teknis ke lokasi kejadian.
“Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sisi pelantar yang roboh. Saat ini sedang dilakukan kajian dan telaah terhadap struktur bangunan,” jelas Kepala Dinas PUPR, Syarif Ahmad.
Ia mengatakan hasil dari kajian tersebut akan menjadi dasar pengusulan anggaran perbaikan melalui APBD Perubahan 2025. Warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan, mengingat pelantar merupakan akses penting bagi masyarakat pesisir Tarempa Barat. (*)
Oknum pelaku yang mengatasnamakan dari Pers Bhayangkara Magazine Tanjungpinang saat terekam kamera pengawasa sekolah, Selasa (15/7). F. Ismail untuk Batam Pos.
batampos – Sebuah sekolah swasta di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, dibuat resah oleh ulah seorang oknum yang mengaku sebagai perwakilan dari Pers Bhayangkara Magazine Tanjungpinang. Oknum tersebut diduga memaksa pihak sekolah untuk membeli buku yang disebut sebagai bagian dari program negara.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/7/2025). Oknum tersebut datang langsung ke sekolah dan menawarkan buku berjudul Himpunan Perubahan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. Ia mengklaim buku tersebut merupakan bagian dari program resmi pemerintah dan wajib dibeli.
“Oknum tersebut memaksa pihak sekolah membeli buku dengan alasan ini program dari negara yang harus dijalankan,” ujar Ismail, salah satu guru di sekolah tersebut, saat dikonfirmasi, Selasa.
Karena merasa tertekan oleh pernyataan tersebut, pihak sekolah akhirnya membeli dua eksemplar buku dengan harga masing-masing Rp450 ribu. Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp900 ribu.
Setelah kejadian itu, pihak sekolah mulai curiga dan melaporkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, Kasat Intel Polres Lingga, Iptu Dony Giatman, mengaku baru pertama kali mendengar nama media yang disebut oknum tersebut.
“Saya tidak pernah dengar itu. Baru kali ini saya mendengar ada namanya Pers Bhayangkara Magazine Tanjungpinang,” kata Dony.
Pihak kepolisian pun mengimbau seluruh sekolah dan masyarakat di Kabupaten Lingga untuk waspada. Jika ada oknum yang datang mengatasnamakan lembaga media atau institusi dan memaksa membeli buku, tidak perlu ditanggapi.
“Kalau masih memaksa dan menimbulkan ketidaknyamanan, segera hubungi pihak berwajib,” tegas Dony.
Pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting di ruang rapat Barenlitbang Kabupaten Lingga, Senin (14/7). F. Diskominfo Lingga untuk Batam Pos.
batampos – Bupati Lingga, Muhammad Nizar, menegaskan akan mengawasi langsung kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam upaya penanganan stunting.
Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Rembuk Stunting atau Pra-Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Lingga Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Barenlitbang, Senin (14/7).
Dalam forum yang dihadiri lintas sektor tersebut, Nizar menyatakan bahwa stunting adalah persoalan serius yang tidak boleh ditangani secara seremonial. Ia menyoroti pentingnya aksi nyata di lapangan, bukan sekadar kehadiran dalam rapat atau diskusi tematik.
“Jangan hanya hadir di forum seperti ini, tapi tidak paham data dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya akan pantau langsung capaian kinerja OPD,” tegasnya.
Menurut Nizar, stunting tidak boleh dianggap sebagai program rutin. Ia menekankan bahwa isu ini menyangkut masa depan generasi muda Kabupaten Lingga. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan keluarga, bekerja secara kolaboratif dan terukur.
Rembuk Stunting Kabupaten Lingga tahun ini mengangkat tema “Memperkuat Konvergensi dan Kearifan Lokal dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting.” Namun bagi Nizar, tema itu bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk program yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jika kita lalai, maka kita telah gagal sebagai pemerintah. Ini soal tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Langkah strategis ini melibatkan dinas kesehatan, pendidikan, PMD, kecamatan, hingga perangkat desa. Pemerintah Kabupaten Lingga menargetkan penurunan prevalensi stunting secara signifikan pada 2025, selaras dengan arah kebijakan nasional.
Selain itu, Nizar mendorong pemanfaatan kearifan lokal dalam edukasi dan intervensi gizi serta kesehatan anak. Ia percaya budaya masyarakat Lingga dapat menjadi elemen penting dalam membangun kesadaran keluarga untuk mencegah stunting.
“Kalau kita bisa bangun semangat gotong royong, tanamkan pemahaman mulai dari rumah, dan pastikan intervensi tepat sasaran, kita pasti bisa turunkan angka stunting,” tutupnya. (*)
Proses evakuasi kapal kayu yang mengalami kebocoran di Laut Alang Tiga Kabupaten Lingga oleh tim gabungan Pol Airud, TNI AL dan SAR Lingga, Selasa (15/7). F. Istimewa
batampos – Sebuah kapal kayu dilaporkan mengalami kebocoran di perairan Alang Tiga, Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (15/7) pagi.
Informasi pertama kali diterima Sat Polairud Polres Lingga sekitar pukul 07.40 WIB. Korban atas nama Wahab menghubungi petugas melalui sambungan telepon dan melaporkan bahwa kapal yang ia tumpangi mengalami kebocoran dan meminta segera dievakuasi.
“Kapal dalam keadaan terapung di perairan Alang Tiga, perbatasan wilayah Riau, dan air laut sudah masuk ke dalam kapal,” ujar Wahab dalam laporan yang diterima polisi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Polairud Polres Lingga langsung meneruskan informasi ke tim SAR Unit Kabupaten Lingga, BPBD, dan TNI AL Dabo Singkep untuk melakukan evakuasi.
“Benar, kami menerima laporan kebocoran kapal. Untuk kronologi pastinya belum diketahui. Saat ini kami bersama tim gabungan sedang menuju lokasi,” kata Kasat Polairud Polres Lingga, Iptu Nofrianto Karo Karo, Selasa siang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi terkait adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tim SAR dan gabungan diketahui bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.
“Informasi lanjutan akan kami sampaikan. Kendalanya saat ini sinyal di laut cukup buruk,” tambah Nofrianto. (*)
batampos – Di dunia dengan ekonomi yang semrawut seperti sekarang ini, penting bagi kita untuk menjaga pengeluaran semaksimal mungkin. Seseorang terutama yang memiliki pendapatan dibawah rata-rata harus bisa hidup hemat untuk finansial stabil di masa mendatang.
Mulai dari mengatur pengeluaran, menghilangkan langganan berbayar tertentu, sampai menjual kembali berbagai barang. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga dan menyelamatkan finansial diri kamu sendiri.
Selain melakukan berbagai usaha, membangun kebiasaan kecil dalam sehari-hari juga menentukan finansial kamu. Hal ini dikarenakan kebiasaan kecil yang tampaknya tidak berpengaruh nyatanya bisa membuat kantong bolong jika diteruskan.
Ada beberapa kebiasaan kecil yang mungkin tidak disadari seseorang bisa merusak pengeluaran mereka. Kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang jadi boros dalam jangka panjang dan bisa membuat mereka rugi dna tidak ada tabungan di masa depan.
Kamu perlu tahu apakah kamu memiliki kebiasaan kecil ini atau tidak. Dipetik dari CNBC dan Treasury, berikut ini merupakan 7 kebiasaan kecil yang bisa bikin seseorang boros jangka panjang:
1. Suka Jajan Sana-sini
Kebiasaan kecil yang bisa bikin boros jangka panjang pertama adalah suka jajan sana-sini. Minum kopi di pagi hari, sering membeli makanan online, dan membeli barang lucu ketika kamu melihatnya di marketplace.
Hal ini mungkin sepele, namun bisa menyakiti dompetmu dalam jangka panjang. Kamu bisa mengurangi frekuensi jajanmu dan membeli sesuatu ketika benar-benar perlu, bukan ingin.
2. Tidak Menabung
Kebiasaan kecil kedua yang bisa membuat boros jangka panjang adalah tidak menabung. Dalam menghabiskan gaji atau pendapatan, kamu tidak menyisihkan beberapa uang untuk menabung.
Hal ini bisa membuatmu kebablasan dan tidak merasa ada keperluan untuk menyimpan uang. Akibatnya, kamu tidak punya uang darurat dan merasa ingin menghabiskan gaji kamu saat itu juga.
3. Menyisakan Makanan
Kebiasaan kecil ketiga yang bisa bikin boros jangka panjang adalah menyisakan makanan. Tampak sepele, namun suka menyisakan bisa membuat dirimu tidak sayang akan makanan.
Dalam belanja, kamu perlu tahu porsi yang akan kamu makan dan membeli secukupnya. Dalam memasak dan membeli makanan diluar, kamu perlu paham jika kamu makan porsi sedikit kamu bisa menghabiskan uang lebih sedikit.
4. Tidak Menyetok Barang
Kebiasaan kecil keempat yang nantinya bisa bikin boros jangka panjang adalah tidak menyetok barang. Ketika ada diskon barang tertentu yang tahan lama, kamu bisa membeli barang tersebut.
Barang seperti sabun, tisu bisa kamu beli dalam jumlah banyak untuk digunakan di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan tidak ada yang tahu kapan diskon tersebut datang lagi. Namun, jangan sampai berlebihan dan membeli segala yang diskon di depan mata.
5. Banyak Berlangganan
Kebiasaan kecil kelima yang bisa bikin boros jangka panjang adalah banyak berlangganan, sampai kamu lupa akan pembayaran yang berlangsung terus menerus.
Misalnya aplikasi menonton, hindari berlangganan banyak aplikasi. Kamu bisa memilih satu aplikasi yang paling kamu suka atau kamu sedang menonton filmnya, dan batalkan yang lain. Hal ini bisa mengurangi kemungkinan uangmu habis tanpa kamu sadari akibat langganan.
6. Tidak Membandingkan
Kebiasaan kecil keenam yang bisa bikin boros jangka panjang adalah tidak membandingkan harga barang dengan berbagai referensi sebelum membeli. Hal ini penting dilakukan karena dengan barang yang sama, kualitas yang sama, harga yang dikeluarkan satu toko dengan yang lain bisa berbeda.
Oleh karenanya, kamu perlu membandingkan harga sebelum membeli barang apapun baik secara online maupun offline. Kebiasaan ini akan membuatmu menemukan barang dengan harga lebih murah dan menghemat pengeluaranmu.
7. Bayar Demi Kenyamanan
Kebiasaan kecil ketujuh yang bisa bikin boros jangka panjang adalah memilih untuk bayar demi kenyamanan. Bagi sebagian orang, mereka bersedia untuk membayar lebih demi keamanan misalnya tiket kereta eksekutif atau tiket pesawat bisnis. Hal tersebut mungkin bisa dipahami.
Namun, untuk hal yang bisa kamu lakukan sendiri rasanya tidak benar untuk membayar lebih demi keamanan. Hal-hal seperti memilih beli buah yang dikupas ketimbang buah biasa, atau memilih naik ojek online jarak dekat merupakan kebiasaan yang harus kamu hapus untuk tidak boros dalam pengeluaran.
Ketujuh poin diatas merupakan sederet kebiasaan yang bisa bikin boros jangka panjang. Dengan memahami ketujuh poin di atas, kamu bisa menentukan apakah kamu memiliki kebiasaan diatas atau tidak. Apabila iya, kamu perlu untuk segera mengganti kebiasaan tersebut untuk jadi pribadi yang lebih hemat. (*)
batampos – Teka-teki masa depan Nathan Tjoe-A-On akhirnya menemui titik terang. Pemain Timnas Indonesia disebut-sebut bakal bergabung bersama klub Denmark, Lyngby Boldklub.
Nathan sebelumnya berstatus tanpa klub setelah mengakhiri kontraknya lebih awal bersama Swansea City, klub Championship Inggris yang sempat menjadi tempatnya menimba pengalaman di sepak bola Britania.
Setelah menganggur cukup lama, Nathan kini sudah menemukan klub baru. Menurut laporan media Denmark, Tipsbladet, sang pemain dijadwalkan menjalani tes medis bersama klub divisi dua, Lyngby Boldklub, pada hari Selasa (15/7) waktu setempat.
“Pemain asal Indonesia, yang bermain di tim nasional bersama mantan bintang FC Copenhagen, Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On, akan menjalani tes medis dengan Royal Blues pada hari Selasa, dan setelah selesai, sang bek kiri akan menandatangani kontrak hingga musim panas 2027,” tulis Tipsbladet.
Jika tak menemui kendala, pemain berusia 23 tahun itu akan menandatangani kontrak bersama Lyngby hingga musim panas 2027. Tentunya, sang pemain akan mengikuti jejak pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks, yang sebelumnya pernah bermain dengan FC Copenhagen.
Kehadiran Nathan di Lyngby nantinya akan bersaing memperebutkan posisi utama dengan bek muda timnas U-20 Denmark, Gustav Mortensen, yang tampil konsisten selama laga uji coba pramusim.
Namun, fleksibilitas Nathan membuatnya juga bisa bermain di beberapa posisi lain di lini belakang. Dengan keunggulan tersebut, seharusnya sang pemain bisa mendapatkan menit bermain di divisi dua Denmark.
Sedangkan menurut laporan akun media X @danishballers, Nathan sebenarnya memiliki beberapa opsi klub, termasuk dengan tawaran finansial lebih tinggi. Namun, ia memilih Lyngby karena yakin dengan proyek jangka panjang klub.
“Ia memiliki banyak kartu di tangannya, termasuk tawaran yang lebih besar daripada Lyngby Boldklub, tetapi Lyngby Boldklub berhasil meyakinkannya untuk bergabung dengan klub asal Kopenhagen Raya tersebut,” tulis @danishballers.
Nathan sebelumnya sempat mencuri perhatian saat bermain untuk Excelsior Rotterdam di Eredivisie Belanda. Dia mencatatkan total 57 penampilan, dengan 33 laga di kompetisi kasta tertinggi. Performa konsistennya saat itu membuat Swansea City tertarik memboyongnya ke Inggris.
Namun, perjalanan di Championship tak berlangsung lama. Nathan memutuskan untuk mencari tantangan baru di Eropa daratan, dan Lyngby menjadi destinasi barunya.
Lyngby diketahui sangat ambisius di bursa transfer untuk memperkuat skuad jelang menghadapi Liga Divisi Dua Denmark. Klub Berjuluk Royal Blues baru mendatangkan Mihajlo Ivancevic dan Isak Snær Thorvaldsson, serta memperpanjang kontrak pemain andalan Oskar Buur.
Dengan geliat transfer tersebut, Lyngby menunjukkan ambisi serius untuk kembali ke Superliga Denmark. Transfer ini juga menjadi sorotan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, yang bangga melihat pemain timnasnya memilih kembali berkarier di Eropa setelah sempat dikaitkan dengan klub-klub Super League. (*)
Lahan eks rencana pembangunan masjid yang diwacanakan jadi kawasan perkebunan agribisnis. F.Eusebius Sara
batampos – Lahan bekas rencana pembangunan Masjid Mohammed bin Salman (MBS) di Seitemiang, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, sudah lama dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian dan peternakan oleh masyarakat. Lahan itu membentang dari lokasi pembibitan BP Batam hingga ke wilayah penangkaran ternak.
Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan ini sudah hidup dengan aktivitas pertanian dan peternakan. Di antara lahan pertanian itu, terlihat puluhan petak kebun sayur yang digarap warga. Di beberapa sudut juga berdiri kandang-kandang hewan ternak, menandakan adanya aktivitas agribisnis yang telah berlangsung sejak lama.
Fadli, salah satu petani sayur di dekat Kaveling Plus Seitemiang, mengungkapkan bahwa sudah lebih dari 10 tahun dia dan beberapa warga lainnya menggarap lahan di sana. Ia berharap pemerintah melalui BP Batam dapat memberikan kejelasan legalitas agar masyarakat bisa mengelola lahan tersebut secara lebih produktif dan tenang.
“Kami ini juga bagian dari penyokong sayur segar Batam. Harapannya bisa difasilitasi agar legal dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagian lahan kini juga telah menjadi kawasan permukiman warga. Namun mayoritas masih dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan. Situasi ini menunjukkan adanya potensi besar jika dikembangkan dengan pendekatan modern dan terintegrasi, seperti yang kini tengah dikaji oleh BP Batam.
Sebelumnya, BP Batam menyatakan rencana pembangunan Masjid MBS di lokasi tersebut dibatalkan. Sebagai gantinya, lahan seluas 112,7 hektare itu kini akan dimanfaatkan sebagai kawasan agribisnis terpadu. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya reformasi pengelolaan aset untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyatakan bahwa sektor agribisnis menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. “Jika dikelola secara modern dan berkelanjutan, agribisnis akan menjadi sumber PNBP yang signifikan dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan,” ujarnya dalam kegiatan konsinyering, Jumat (11/7) lalu.
Direktur Badan Usaha SPAM Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, menambahkan bahwa dari optimalisasi lahan eks MBS ini, negara berpotensi memperoleh pendapatan sebesar Rp6,4 miliar per tahun. Namun hal itu perlu didukung pendataan ulang, monitoring perjanjian sewa, serta penertiban aset secara administratif.
BP Batam membagi kawasan tersebut dalam tiga zona. Zona pertama didominasi penyewa lahan untuk tanaman hias. Di zona kedua, terdapat aktivitas pertanian dan peternakan, termasuk bangunan instansi pemerintah dan rumah dinas. Di sinilah penataan administrasi dan legalitas mulai difokuskan.
Zona ketiga, yang sebelumnya disiapkan untuk Masjid MBS, akan difungsikan sebagai pusat pertanian dan peternakan terpadu berbasis klaster. Transformasi fungsi lahan ini dinilai BP Batam lebih tepat guna dan sejalan dengan program optimalisasi aset negara untuk kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan lokal. (*)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Humas Kementan)
batampos – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan ada 212 merek beras kemasan tidak sesuai ketentuan. Saat paparan pada awal Juli, merek-mereknya masih belum disampaikan. Karena masih proses pendalaman oleh Satgas Pangan Mabes Polri.
Kini sebagian dari merek-merek nakal sudah mulai muncul di publik. Sejumlah merek bahkan dijual dalam jumlah besar di minimarket. Seperti Sania, Raja Platinum, Alfamidi Setra Pulen, dan Food Station.
Kepolisian sudah memanggil perusahaan-perusahaan yang memproduksi beras dengan merek tersebut. Pemanggilan masih terus berlanjut untuk produsen lainnya.
Di tengah beredarnya merek-merek beras oplosan tersebut, Amran angkat suara. Dia menegaskan pentingnya registrasi produk beras. Menyusul terungkapnya praktik pengoplosan beras premium dengan kualitas rendah.
Praktik curang itu, dia nilai merugikan konsumen sekaligus mencoreng tata niaga pangan nasional. Hasil investigasi Kementan bersama tim pengawasan pangan di sejumlah wilayah menemukan beras bermerek dijual dengan harga premium.
Namun isinya ternyata campuran dengan beras medium atau tidak sesuai standar mutu beras premium. Dengan kata lain beras premium yang dijual adalah oplosan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena sangat merugikan masyarakat dan petani. Amran menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku pengoplosan.
“Kami akan menindak tegas praktik seperti ini. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap petani, konsumen, dan juga semangat swasembada pangan,” kata Amran dalam keterangannya (14/7).
Sesuai standar mutu beras yang diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2020, beras premium berkadar air maksimal 14 persen. Kemudian butir kepala minimal 85 persen. Lalu butir patah maksimal 14,5 persen.
Peraturan mutu beras juga turut diperkuat oleh peraturan Badan Pangan Nasional 2/2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, serta Peraturan Mentan 31/PERMENTAN/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras.
“Sangat kami sayangkan, sejumlah perusahaan besar justru terindikasi tidak mematuhi standar mutu yang telah ditetapkan,” jelas Amran.
Dia mengatakan masyarakat membeli beras premium dengan harapan kualitasnya sesuai standar. Tetapi kenyataannya tidak demikian.
Amran mengibaratkan, masyarakat seperti membeli emas 24 karat namun yang diterima ternyata hanya emas 18 karat. Menurut perhitungan Kementan, praktik beras premium oplosan itu merugikan masyarakat senilai Rp 99 triliun. (*)
Ilustrasi pria melihat waktu di jam tangan. (sumber rula)
batampos – Di Indonesia, istilah ‘jam karet’ sudah lama menjadi lelucon sekaligus kenyataan pahit yang lekat dalam keseharian. Bilangnya on the way, padahal baru bangun.
Namun, tahukah kamu? Menurut laporan Fox News pada Selasa (15/7), sering terlambat bisa menjadi tanda adanya gangguan mental.
Gangguan ini membuat seseorang kesulitan memperkirakan waktu, sehingga terus-menerus terjebak dalam siklus keterlambatan yang berdampak pada pekerjaan, hubungan sosial, hingga kualitas hidup.
Kondisi gangguan mental ini umum disebut dengan time blindness atau buta waktu.
Akibatnya, pengidap kerap salah memperhitungkan durasi aktivitas, melewatkan tenggat waktu, hingga datang terlambat. Kondisi ini bisa terjadi karena gangguan neurologis dan mental tertentu.
Menurut seorang psikiater dari Henry Ford Health di Detroit, dr. Mauran Sivananthan gejala utama time blindness adalah ketidakmampuan untuk memperkirakan rentang waktu. Hal ini mengganggu kemampuan otak dalam merencanakan aktivitas harian secara efektif.
Selanjutnya analis perilaku bersertifikat dari California, Laurie Singer menjelaskan bahwa penderita time blindness sering kali tidak menyadari berapa banyak waktu yang telah berlalu atau tersisa selama menjalankan suatu aktivitas.
Pengidap juga dapat mengalami hyperfocus atau terlalu tenggelam dalam satu kegiatan hingga kehilangan kesadaran waktu sepenuhnya.
Dilansir dari Fox News, kondisi ini kerap dikaitkan dengan ADHD, autisme, OCD, depresi, kecemasan, cedera otak traumatis, hingga penyakit seperti Parkinson dan multiple sclerosis.
Meskipun belum tercantum secara resmi dalam manual diagnosis gangguan mental (DSM-5), kesulitan dalam mengatur waktu menjadi salah satu kriteria umum pada penderita ADHD.
Sehingga, untuk mengatasi time blindness, para ahli menyarankan strategi seperti menggunakan timer, membentuk rutinitas harian yang konsisten, membagi tugas besar menjadi bagian kecil, serta menjalani terapi secara berkala.
Kebiasaan terstruktur ini dapat membantu otak menciptakan ritme dan mengurangi beban kognitif.
Keterlambatan yang berulang bisa sangat mengganggu dan menjadi sinyal adanya gangguan serius pada fungsi eksekutif otak.
Jadi, hati-hati, kalau kamu sangat sering telat walau sudah niat datang tepat waktu, mungkin ini bukan tanda malas atau kurang disiplin. Bisa jadi otakmu memang butuh bantuan untuk ‘melihat waktu’ dengan lebih jelas. (*)
Mobil boks bermuatan minyak goreng terperosok masuk parit di Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Selasa (15/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil box terjadi di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (15/7/2025) pagi. Kendaraan dengan nomor polisi BP 8157 YT itu terperosok masuk ke dalam parit sekitar pukul 09.30 WIB.
Pantauan di lokasi, dua ban sisi kanan mobil boks tampak berada di dalam parit, menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Mobil tersebut diketahui bermuatan minyak goreng dan melaju dari arah bundaran menuju Polresta Tanjungpinang.
Menurut petugas Unit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Brigadir Chrystoper, kecelakaan bermula saat mobil boks mencoba menghindari kendaraan dari arah berlawanan.
“Setibanya di turunan, mobil boks hendak menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Sopir banting stir, kendaraan berputar, lalu masuk ke dalam parit,” ujarnya kepada wartawan.
Hasil penyelidikan awal menyebutkan bahwa kecelakaan diduga akibat kelalaian sopir berinisial LO (29), yang kurang berhati-hati saat berkendara. Saat kejadian, kondisi jalan diketahui licin karena baru diguyur hujan.
Meski sempat mengagetkan pengguna jalan lainnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sopir mobil boks dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
“Kerugiannya hanya materiil, mobil mengalami sedikit kerusakan. Tidak ada korban jiwa,” kata Chrystoper. (*)