Kondisi jalan penghubung kecamatan di pulau Kundur rusak berat seperti tampak jalan Batu Delapan Kundur Barat. F. Imam Soekarno/Batam Pos.
batampos.co.id – Sejumlah akses jalan di Pulau Kundur masih memprihatinkan, terutama jalan penghubung antarkecamatan. Jalan aspal antardesa, kelurahan yang rusak berlubang ini diperparah dengan belum adanya perbaikan permanen.
Andy, 34, seorang warga menyebutkan jika kondisi jalan di Pulau Kundur banyak yang rusak dan belum ada perbaikan. Seperti kondisi jalan Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur menuju Sungai Ungar Utara Kundur Utara jalannya berlubang. Selama ini hanya dilakukan tambal sulam, padahal kondisi jalan sudah rusak parah, akibat rusaknya jalan sudah berulang kali terjadi kecelakaan lalulintas.
“Akses jalan di Pulau Kundur sudah banyak yang rusak, kondisi jalan berlubang, dan mendesak dilakukan perbaikan. Masyarakat hanya menginginkan akses jalan bagus, sehingga memudahkan untuk beraktivitas,” kata Andy, Jumat (13/10) kemarin.
Pantauan di lapangan, akses jalan Tanjungbatu-Kundur Barat sudah mulai diperbaiki dengan cara tambal sulam meskipun belum sepenuhnya. Hanya saja kerusakan jalan yang cukup parah terjadi Desa Sungai Sebesi arah Tanjungberlian, dan Kelurahan Tanjungbatu Barat. Baru-baru ini terjadi kecelakaan lalulintas dan memakan korban salah satu penyebab kondisi jalan rusak dan berlubang. (ims)
Strategi PWI Terpadu Cross Border Batam-Bintan yang diluncurkan Kementerian Pariwisata, 18 Agustus 2017 terbukti ampuh. Sebanyak 248 paket wisata yang didukung 82 industri sudah joint pada program ini. Dan semuanya, kompak menjual destinasi Batam-Bintan kepada wisatawan dari Malaysia dan Singapura.
“Jumlahnya terus bertambah. Malahan sekarang industri Singapura dan Malaysia ikutan joint di program ini,” tutur Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa, Kamis (12/10).
Popularitas Wonderful Indonesia yang makin tinggi itu tak lantas membuat Kemenpar cepat puas. Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu justru makin tancap gas. Dua ajang promosi sekaligus penjualan paket-paket wisata langsung diarahkan ke Singapura dan Malaysia secara bersamaan. Keduanya sama-sama digelar pada 12 – 15 Oktober 2017.
Di Singapura, consumer selling dilakukan di Harbourfront Mall. Ada 20 travel agent lokal dan tour operator yang siap menjual 250 paket wisata dengan harga yang spesial.
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani mengatakan, pemilihan Harbourfront Mall sebagai lokasi penyelenggaraan karena pusat perbelanjaan ini terhubung langsung dengan Vivocity. Itu merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Singapura.
Harbourfront Mall juga terhubungan dengan stasiun MRT Harbourfront, The Circle Line dan Singapore Cruise Center yang ada di dalam gedung. Juga Harbourfront Bus Interchange yang berada tepat di seberang jalan.
“Harbourfront Mall rata-rata per harinya dikunjungi lebih dari 1.500 orang. Ini menjadi lokasi yang tepat untuk melakukan cunsomer selling. Selama empat hari penyelenggaraan, juga akan disajikan suguhan seni dan budaya,” ujar Kiki – sapaan akrab Rizki Handayani.
Hal yang sama juga dilakukan dalam cunsomer selling di Malaysia. Di Malaysia, Wonderful Indonesia fokus menebarkan pesona PWI Terpadu di AEON Mall Kulaijaya, Johor Bahru. Sebanyak 20 travel agent lokal akan memasarkan lebih dari 250 paket wisata dengan harga spesial.
“AEON Mall Kulaijaya merupakan salah satu pusat perbelanjan teramai di Johor. Terletak di pusat kota, mall ini sangat dekat dengan pintu perbatasan Johor-Malaysia yang hanya berjark kurang dari satu jam serta kurang dari 30 menit dari Bandara Internasional Senai,” kata wanita berkerudung itu.
Peningkatan promosi dan selling program cross border untuk paket di Batam dan Bintan memang menjadi salah satu yang dikejar Kemenpar. Sebab potensinya sangat tinggi. Berdasarkan data, kunjungan wisman ke Kepri pada tahun 2016 sejumlah 2.004.902.
“Angka tersebut menyumbang angka yang cukup besar yakni 17 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan, program cross border sangatlah penting untuk digarap oleh Indonesia. Persentase wisman lintas batas di berbagai negara sangat besar. Wisman perbatasan dapat diperoleh dengan relatif mudah dan cepat, dengan kontribusi yang signifikan terhadap total kunjungan wisman dan manfaat lainnya.
“Indonesia perlu belajar dari contoh tersebut. Mengingat Indonesia berbatasan dengan beberapa negara, maka Indonesia perlu mengembangkan wisata perbatasan,” ujar I Gde Pitana.
Salah satu contoh adalah kunjungan wisman ke Belanda. Berdasarkan data Euromonitor 2014, lebih dari 93 persen kunjungan wisman ke Belanda adalah wisatawan perbatasan dari negara tetangga seperti Jerman, Belgia dan Prancis.
Contoh lainnya juga bisa ditengok dari Malaysia. Berdasarkan data dari Tourism Malaysia 2016, lebih dari 65 persen kunjungan wisman ke Malaysia adalah wisatawan perbatasan dari negara tetangga seperti Singapura, Indonesia dan Thailand.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, destinasi di Kepri memang sangat potensial untuk wisata cross border. Program PWI Terpadu Cross Border Batam-Bintan dikatakannya sebagai jurus ampuh untuk menjaring wisman sebanyak-banyaknya.
“Dan Kepri punya potensi yang sangat tinggi. Karena itu melalui program ini diharapkan target kunjungan wisman ke Kepri sebesar 3.250.000 pada tahun ini bisa tercapai. Naik 62 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)
Anggota Polsek Bintan Utara patroli di Pulau Batu Mandi, Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (12/10) lalu. F. Dok Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Belasan personel Polsek Bintan Utara melakukan patroli ke pulau terdepan pada Kamis (12/10). Pulau yang mereka kunjungi adalah Pulau Batu Mandi Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong. Kegiatan ini dipimpin langsung Wakapolsek Bintan Utara Iptu Sopan didampingi Kanit Sabhara AKP Paino Sehat dan Kanit Bimas Iptu Edison.
Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir kepada Batam Pos di Tanjunguban, Jumat (13/10) mengatakan, anggotanya berangkat dari Mapolsek Bintan Utara menggunakan dua mobil patroli. Mereka tiba di Desa Pengudang sekitar pukul 09.10 pagi dan langsung bergabung dengan tim patroli yang berjaga di sana.
“Di sana, anggota mengadakan temu ramah dengan masyarakat Desa Pengudang,” sebutnya.
Sekitar pukuil 10.00 pagi itu, anggota berangkat ke Pulau Batu Mandi yang merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia. Anggota tiba di Pulau Batu Mandi sekitar pukul 11.30 siang, dan langsung melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih.
“Setelah pengibaran, anggota langsung kembali ke markas,” katanya. Ia menerangkan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pulau-pulau terdepan di Bintan, aman. (cr21)
Bandara Silangit yang berada di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata akan ditetapkan menjadi Bandara International pada 28 Oktober mendatang. Presiden RI Joko Widodo rencananya akan meresmikan langsung bandara yang berada di Kawasan Pariwisata Danau Toba itu.
Direktur Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo mengungkapkan kerja keras kabinet kerja Presiden Jokowi baik Kementerian/Lembaga serta pemerintah daerah turut membantu percepatan perkembangan pariwisata di Danau Toba.
“Menjelang peresmian Bandara Silangit menjadi Bandara International, akan dilaksanakan 10 paket wisata promosi Danau Toba yang diperuntukkan bagi wisatawan mancanegara yang ingin terbang dari Singapura,” ucap Arie Prasetyo, Jumat (13/10).
Lebih lanjut Arie menjelaskan, saat ini Garuda Indonesia sebagai national flag carrier akan menjadi pioneer dalam membuka jalur penerbangan langsung Singapore-Silangit yang akan dipadukan dengan 10 paket wisata promosi Danau Toba.
“10 Paket Wisata Promosi ini akan memanfaatkan Bandara Internasional Silangit sebagai pintu masuk dan keluar bagi wisatawan asing. Dan akan dipromosikan pada tanggal 28 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Serta diharapkan menjadi momen tepat bersamaan dengan peresmian Bandar Udara Silangit menjadi Bandara Internasional. Serta menargetkan 1 juta kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di tahun 2019,” katanya.
Lalu apa saja paket-paket yang ditawarkan? apa menariknya bagi wisman? Arie menjawab, Paket yang ditawarkan merupakan kombinasi dari paket tiga hari dua malam (3D2N) dan empat hari tiga malan (4D3N) yang akan menyajikan keindahan alam, serta budaya Danau Toba. Yang dikemas secara apik dan profesional serta melibatkan tour agent yang telah berpengalaman yakni Prompt Travel dan Bayu Buana Travel.
“Harga paket wisata ini ditawarkan sangat kompetitif mulai dari 298 SGD atau kurang dari 3 juta rupiah untuk paket 3D2N termasuk tiket pesawat, akomodasi, makan dan atraksi,” ujarnya.
Lebih lanjut Arie menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura akan mengadakan acara Gala Night pada tanggal 17 Oktober 2017 di Singapura. Kegiatan yang bertema Wonderful Lake Toba itu akan mengundang 600 industri pariwisata, korporasi, MICE group, dan School Holiday Group. “Acara ini juga akan dimanfaatkan sebagai ajang launching paket-paket wisata ke Danau Toba,” katanya.
Data saat ini, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Silangit tercatat mencapai 153.135 penumpang pada tahun 2016. Di tahun 2017 sampai dengan September telah tercatat 193.390 penumpang yang datang ke Bandara Silangit.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya periode Januari-September 2016 dengan jumlah penumpang 89.111, maka tercatat jumlah pertumbuhan penumpang di Silangit meningkat mencapai 216%. Proyeksi tahun 2017 Bandara Silangit akan dapat menerima 250.000 penumpang dengan asumsi penambahan frekwensi dari maskapai eksisting dan pembukaan jalur-jalur penerbangan baru dari beberapa maskapai seperti Citilink dan Lion Group.
“Citilink saat ini sedang menyiapkan penerbangan reguler baru yang akan melayani jalur Halim Perdanakusuma-Silangit langsung menggunakan pesawat Airbus A320 dan akan di launching pada tanggal 28 Oktober 2017,” kata Arie Prasetyo.
PT Angkasa Pura II (Persero) dan AirNav Indonesia Bandara Silangit juga angkat bicara. Bandara Silangit saat ini akan memiliki panjang runway 2650×30 meter dengan target nilai PCN 50. Sampai dengan akhir tahun pelebaran landasan pacu akan ditambahkan sampai dengan 45 meter.
“Kapasitas Bandara baru saat ini dapat menampung sampai dengan 500 ribu penumpang per tahun. Dengan kondisi ini, Bandara Silangit segera akan dapat didarati oleh jenis pesawat Airbus A320 dan Boeing 737-800 yang banyak digunakan oleh maskapai di Asia Tenggara dan juga dunia,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.
Dari sisi CIQ (Custom, Immigration, Quarantine) sebagai Bandara Internasional juga mendapatkan dukungan dari Kementerian terkait. Kementerian Keuangan melalui Ditjen Bea Cukai telah menetapkan area Kepabeanan di Silangit.
Kementerian Hukum dan Ham melalui Ditjen Imigrasi telah menetapkan Silangit sebagai tempat pemeriksaan Imigrasi. Demikian juga dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan peralatan dan petugas (SDM) untuk pemeriksaan Karantina Kesehatan, Produk Pertanian dan Ikan di Bandara Silangit.
Awaluddin menyebut, success story Bandara Silangit menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur yang baik dapat menjadi prioritas yang didorong di depan, yang diikuti oleh pertumbuhan demand yang progresif. Atau dengan kata lain supply creates demand.
“Dibukanya Bandara Silangit sebagai gerbang masuk wisatawan internasional selain menambah angka kunjungan juga diharapkan akan meningkatkan Trade dan Investment di Kawasan Danau Toba,” ujar pria yang akrab disapa Awal itu.
Mendengar hal itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pengembangan pariwisata Danau Toba harus dilakukan melalui kerja bersama dan sinergi berbagai pihak atau dengakan kata lain harus Indonesia Incorporated.
“Hanya Indonesia Incorporated yang bisa membuat semua lini bergerak untuk tujuan yang sama. Presiden Joko Widodo sudah sering mengingatkan bahwa DNA bangsa ini adalah creative industry yang di dalamnya ada pariwisata,” pungkas Arief Yahya. (*)
Menyusul kesuksesan Nongsa Karnaval yang telah digelar tiga kali, Turi Beach Resort kembali menggelar 4rd Nongsa Carnival, 14 Oktober 2017. Misinya sama. Mengeksplor keindahan destinasi wisata di kawasan Nongsa, Batam, dengan cara-cara yang unik.
“Event Nongsa Carnival 2017 merupakan gelaran keempat yang digelar Turi Beach Resort di Batam. Kami akan suguhkan berbagai kegiatan menarik. Spiritnya adalah mengenalkan Nongsa sebagai salah satu eksistensi tujuan wisata di Kepri,” kata Sumantri Endang, General Manager Turi Beach Resort, Jumat (13/10).
Area kolam renang dan pantai Turi Beach Resort Nongsa akan disulap menjadi pusat kegiatan Nongsa Carnival. Atraksinya sangat unik. Semua model akan memakai pakaian unik karnaval yang menonjolkan budaya Melayu dari Kepulauan Riau. Karnaval juga menampilkan tarian-tarian Indonesia
Selain parade karnaval, hal yang paling menarik adalah Malam Indonesia yang menyajikan Al Fresco Gala Dinner. Acaranya juga dihibur dengan musik keroncong.
Kemasannya? Dijamin menggugah selera. Nantinya, gala dinner tersebut menyajikan buffet 30 ikon kuliner terbaik Indonesia. Semua masakan lengkap dari makanan pembuka hingga penutup yang merupakan masakan otentik tradisional Indonesia.
“Suasananya sangat unik selain bisa menikmati ragam kuliner yang disajikan, setiap tamu disuguhkan dengan penampilan model dengan berbagai kostum karnival. Ini sekaligus untuk mengenalkan budaya lndonesia kepada dunia,” promosinya.
Berbagai aktivitas orang dewasa dan anak-anak juga tersedia di tepi kolam renang dan pantai. Dari mulai permainan, lukisan wajah, tato, berbakat serta hiburan live musik akan berlangsung selama acara. “Dan ini terbuka untuk tamu resort dan wisatawan,” tambahnya.
Di akhir acara, akan ada pertunjukan kembang api yang spektakuler di pinggir pantai . Dijamin, Anda akan happy. Karena Turi Beach sendiri adalah sebuah resort indah dan mewah yang berada Nongsa. Resort ini pernah dinobatkan sebagai “The Best Resort” oleh Batam Tourism Award 2014 dan Green Award Hotel 2017 baru baru ini
Lantaran hal tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi dan
Kepala Bidang Penguatan Jejaring Hidayat, ikut meilirik even ini. Menurutnya, even ini sangat menarik. Dia pun mengaku siap memberi dukungan terhadap penyelenggaraan acara ini.
“Kegiatan seperti ini sangat kita dukung. Apalagi evennya melibatkan seluruh sektor diharapkan. Yang unik-unik seperti ini bisa mengangkat sekaligus memperkenalkan wilayah Nongsa jadi salah satu tujuan wisata bagi wisman dan wisnus,” kata Esthy.
Menpar Arief Yahya juga likutan pede. Prediksinya, even yang digelar Turi Beach ini sangat lberpotensi mendatangkan wisatawan mancanegara. “Atraksinya sangat menarik. Sudah digelar yang keempat berarti atraksi ini sangat disukai. Sukses untuk Nongsa Carnival. Salam Wonderful Indonesia,” pungkasnya. (*)
Provinsi Sumatera Barat semakin mantap mengembangkan potensi pariwisata. Kesempatan menjadi tuan rumah ajang Regional Investment Forum (RIF), 15 – 17 Oktober 2017 akan dimaksimalkan. Destinasi dan investasi pariwisata di Sumbar akan ikut dipaparkan.
Sebanyak 114 investor mancanegara dari Australia, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Tiongkok dan Inggris yang telah memastikan diri untuk hadir akan dibuat terpesona. Semua akan digoda habis-habisan. Dan di endingnya, semua akan didorong merealisasikan investasinya di pariwisata Sumbar.
“Sumatera Barat sangat terbuka bagi bisnis dan investasi,” ujar Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Kamis (12/10).
Ia mengatakan, di ajang RIF nanti, ada dua kawasan terpadu yang akan dipromosikan menjadi destinasi pariwisata investasi. Yang pertama Mandeh. Satunya lagi Gunung Padang.
“Keindahan Gunung Padang, Pantai Mandeh, serta kelezatan makanan khas Padang siap menyambut investor asing dan domestik yang akan datang,” ungkapnya.
Kawasan Wisata Mandeh terletak tidak jauh dari Kota Padang. Hanya berjarak 56 kilometer atau dengan waktu tempuh selama kurang lebih satu jam. Kawasan Mandeh sendiri sudah lama dikenal.
Bahkan kawasan ini disebut sebagai “Raja Ampat”-nya Sumatera Barat karena berada di teluk dan terdapat beberapa pulau kecil dengan alamnya yang masih sangat terjaga. Itu belum termasuk kehidupan budaya masyarakatnya yang kental sehingga sangat menarik untuk menjadi destinasi wisata.
Gunung Padang juga tak kalah wow-nya. Bukit kecil dengan ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut itu memiliki panorama yang indah dan situs sejarah yang kuat.
Dalam RIF 2017, kawasan Mandeh dan Gunung Padang akan dipromosikan bersama dengan enam dari 10 destinasi pariwisata “Bali Baru” yang merupakan prioritas pemerintah. Yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).
Hingga kini, tercatat kurang lebih 66 pertemuan telah dijadwalkan antara investor dengan pemerintah daerah maupun pengusaha setempat untuk menjajaki peluang investasi di sektor pariwisata.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan, di ajang RIF inilah yang waktu tepat untuk mengetahui lebih jauh soal destinasi investasi Indonesia yang paling seksi saat ini. “Sekarang saatnya investasi di ‘Bali-Bali Baru’,” ujar Thomas Lembong.
Data BKPM, Thomas menjelaskan, selama periode 2010 hingga 2016 realisasi investasi di sektor pariwisata tumbuh rata-rata 20 persen per tahun dan menyerap 221 ribu tenaga kerja. Kemudian dari data realisasi investasi pariwisata pada Semester I Tahun 2017, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai 929,14 juta dolar AS atau Rp 12,4 triliun.
“Nilai ini tumbuh 37 persen dari realisasi investasi pariwisata pada semester I tahun 2016. Ini tentu menunjukkan bagaimana ruang pertumbuhan sektor ini masih terbuka lebar,” ujar Thomas Lembong.
Karena itu ia mengajak investor asing dan domestik untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Investasi yang dilakukan investor di sektor pariwisata akan memiliki return yang baik.
Contoh rilnya bisa berpijak pada
investasi yang dilakukan investor di Bali pada 10 tahun silam. Dari paparanya, jika investor menanamkan modalnya di Bali sepuluh tahun silam dalam bentuk hotel, resort dan vila, maka sekarang pasti sedang menikmati keuntungan dari perkembangan sektor pariwisata di Indonesia.
“Ini tentu menunjukkan bagaimana ruang pertumbuhan sektor ini masih terbuka lebar,” kata Thomas.
Menurut Thomas, dirinya mengajak investor untuk melihat bagaimana profil-profil destinasi pariwisata tersebut dalam forum Regional Investment Forum (RIF).
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mendukung pelaksanaan kegiatan RIF Padang 2017. Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan sektor pariwisata.
“Ketika Presiden telah menetapkan pariwisata sebagi leading sector, maka setiap kementerian/lembaga harus saling mendukung,” ujar Menpar Arief Yahya.
Goalnya harus mengarah pada penguatan rumus 3A. Yakni atraksi, aksesibilitas dan amenitas.
“Investor yang hadir dapat menanamkan modalnya membangun fasilitas di destinasi prioritas yang ditawarkan. Ini akan semakin memperkaya peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang datang ke Indonesia,” kata dia. (*)
Persiapan Sail Sabang makin kencang dilakukan Kemenpar. Selain menyiapkan aksesibilias, amenitas dan atraksinya, Kemenpar juga mempersiapkan masyarakatnya untuk Sadar Wisata. Kampanye Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona dilaksanakan di Sabang Fair, 9-12 Oktober 2017.
Peserta sadar wisata dan Sapta Pesona itu tak sedikit. Jumlahnya menembus 300 peserta. Dari mulai tokoh masyarakat, pelaku usaha, Pokdarwis, para penarik becak, pengelola homestay, PHRI, Asita hingga anggota Saka Pariwisata, semua ikut dilibatkan.
Bahkan Wakil Walikota Sabang, Perwakilan Kemenkomar, Komandan Kodim, Lanud, Satrad dan perwakilan Lanal, ikut hadir ke tengah acara. Semuanya memberikan support full terhadap acara itu. Tamu-tamu penting tadi juga ikut mengawal penandatanganan bersama untuk membudayakan lingkungan yang bersih.
Asdep Tata kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata Oneng Setia Harini mengatakan, masyarakat sebagai salah satu unsur pentahelix dalam pembangunan pariwisata, memiliki peran untuk dapat menjadi tuan rumah yang baik dan mendorong terciptanya destinasi yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di daerah.
“Ini sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi Sadar Wisata yaitu penerapan unsur Sapta Pesona dan upaya-upaya pencegahan terhadap hal-hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan destinasi pariwisata dengan mendatangkan narasumber dari BNN, BNPT dan lain-lain,” ujar Oneng, Jumat (13/10).
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Dinas Pemberdayaan Perempuan tentang pencegahan TPPO dan ESA di lingkungan pariwisata, serta Workshop Pengelolaan Toilet Bersih dan Sampah di Destinasi Pariwisata dengan narasumber Nani Sumaryati dari Asosiasi Toilet Indonesia
Oneng menjelaskan, pihaknya bertanggung jawab dalam menyiapkan masyarakat agar bisa mendapatkan manfaat ekonomi pada Sail Sabang 2017 nanti. Sosialisasi kepada masyarakat dipandang perlu agar masyarakat punya peran bersama-sama dalam membangun pariwisata dengan menjadi tuan rumah yang baik dengan mengimplementasikan unsur-unsur sapta pesona aman, tertib, bersih, sejuk dan indah.
Dikatakannya, pihaknya juga telah melakukan pelatihan dan pembekalan kepada 40 pemilik dan pengelola homestay di Sabang terkait dengan bagaimana pelayanan terhadap tamu dan program untuk pemasarannya.
“Secara pararel selama dua hari juga dilaksanakan peningkatan kapasitas kepada 40 pemilik homestay dengan materi hospitality. Dari beberapa peserta yang ikut sudah sebagian besar mendapatkan pemesanan pada saat event Sail Sabang 2017,” ungkap Oneng.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Jejaring Wisata Kemenko Maritim, Edi Susilo mengatakan, sebagai koordinator kegiatan Sail Sabang 2017, pihak Kemenko Maritim akan terus mendorong Kementerian lain untuk bisa mensukseskan kegiatan ini. Untuk itu diharapkan agar destinasi-destinasi wisata yang ada di Kota Sabang harus segera dipersiapkan karena yang akan hadir bukannya wisatawan domestik tetapi wisatawan mancanegara.
“Yang menarik, dan ini menjadi satu peluang bagi Pemkot Sabang dan masyarakat dalam upaya mengembangkan ekonomi lokal dalam hal pariwisata,” kata Edi.
Sementara, Wakil Walikota Sabang Suradji Junus mengatakan, pihaknya telah membentuk panitia lokal untuk mensukseskan Sail Sabang 2017 dan telah rutin melakukan kegiatan gotong-royong hampir di seluruh pelosok dalam Kota Sabang.
Sail Sabang akan berpusat di Kawasan Pelabuhan CT 3 milik BPKS sementara kawasan Sabang Fair hanya sebagai pendukung untuk kegiatan-kegiatan masyarakat seperti kuliner atau pameran hasil karya masyarakat.
“Untuk kegiatan yang lebih besar akan kita lakukan di Pelabuhan CT 3 milik BPKS, kawasan Sabang Fair hanya sebagai pendukung untuk kegiatan-kegiatan masyarakat seperti kuliner atau pameran,” ujar Suradji.
Di lain sisi, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona merupakan satu di antara 10 program prioritas Kemenpar sebagai upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di ranah persaingan global. Gerakan ini sudah terbukti mampu memperbaiki kelemahan pada unsuresafety and security, health and hygiene, ICT readiness, enviromental sustainability, maupun tourist service infrastructure.
“Karena ini terus diperbaiki, indeks daya saing pariwisata Indonesia terus naik. Pada 2014 berada di ranking 70, tahun 2015 meningkat di ranking 50. Tahun ini jadi 42. Semua kekurangan kita akan terus diperbaiki karena wisatawan dunia akan memilih berlibur ke destinasi yang memiliki ranking bagus dengan pertimbangan akan lebih nyaman,” kata Menpar Arief Yahya. (*)
batampos.co.id – Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan memasuki babak baru. KEK Galang Batang akan segera beroperasi setelah Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun 2017 yang mengatur pembentukan kawasan tersebut, Rabu (11/10) lalu di Jakarta.
Pengelola kawasan KEK Galang Batang, PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), menawarkan beragam fasilitas dan insentif bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan itu. Di antaranya penghapusan pajak dalam kurun waktu tertentu atau tax holiday sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130 Tahun 2011.
“Tax holiday ini diberikan kepada investor yang siap menanamkan modal di atas Rp 1 triliun,” kata Operational Manager PT BAI, Zurkani Afikri, Jumat (13/10).
Selain itu, KEK Galang Batang memiliki badan administrasi (administrator) dan pengelola kawasan sendiri. Sehingga semua keperluan adminitrasi dan perizinan bisa dilakukan di dalam kawasan.
Kawasan ini, kata Fikri, juga sudah dilengkapi dengan pelabuhan ekspor-impor sepanjang 1 kilometer. Sementara fasilitas penunjang lainnya dijanjikan akan rampung paling lambat pada triwulan I tahun depan.
KEK Galang Batang juga memiliki pembangkit listrik sendiri. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) itu kini sedang tahap pembangunan. Untuk tahap awal, PLTU tersebut mampu memproduksi strum sebesar 150 Mega Watt (MW).
“Ke depannya akan ditingkatkan menjadi sekitar 2.750 MW,” kata Fikri lagi.
Ia menyebut, total investasi di dalam kawasan itu nantinya akan mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 60 triliun hingga Rp 70 triliun. Namun untuk tahap awal, nilai investasinya sekitar Rp 36 triliun.
Fikri menjelaskan, KEK Galang Batang merupakan kawasan bisnis pengolahan bijih bauksit atau revinery alumina. Yakni mengolah bijih bauksit sebelum masuk ke smelter. Pabrik pengolahan bijih bauksit ini memiliki kapasitas 2 juta ton yang dibagi dalam 2 line, sehingga masing-masing 1 juta ton.
“Material bakusit akan digiling dulu, diekstrak jadi bubuk. Baru bisa dismelter sehingga menjadi alumina batangan,” jelasnya.
Namun tidak menutup kemungkinan, KEK Galang Batang membuka diri untuk industri sektor lainnya. Sebab saat ini sudah ada beberapa industri ban mobil dan garmen yang mulai melakukan penjajakan untuk masuk ke KEK Galang Batang Bintan.
Fikri menambahkan, PP KEK Galang Batang diundangkan, makan akan segera dibentuk administrator atau dewan kawasan di KEK Galang Batang. Dewan Kawasan KEK Galang Batang ini nantinya akan diketuai Gubernur Kepri dengan wakilnya Bupati Bintan.
Dewan kawasan ini memiliki sembilan anggota yang terdiri atas tiga pegawai yang berdinas di instansi vertikal di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yakni pegawai Bea Cukai, Badan Pertanahan, dan Imigrasi. Tiga anggota lainnya dari pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, serta tiga orang dari Pemkab Bintan.
Sementara Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengaku optimistis KEK Galang Batang akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor industri, tenaga kerja, dan pariwisata di Bintan. “Saya yakin pertumbuhan ekonomi akan bergerak naik dengan sendirinya,” katanya, kemarin.
Hadirnya KEK Galang Batang ini juga akan menawarkan berbagai kemudahan bagi investor, mulai dari insentif fiskal, jaminan investasi, kepastian hukum, pelayanan satu atap, hingga pembangunan infrastruktur. Segala kemudahan didapat jika investor mengikuti regulasi dan kewenangan di daerah maupun pusat.
Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan, Hasfarizal Handra, mengatakan KEK Galang Batang dibangun di atas lahan seluas 2.590 hektare dengan nilai investasi Rp 36,6 triliun, dalam waktu enam tahun.
Dengan ditekennya draf PP KEK Galang Batang oleh Presiden, ia berharap pihak PT BAI sebagai pengelola kawasan tersebut bisa segera membangun sejumlah infrastruktur. Mulai jalan, sarana dan prasarana air bersih, sampai dengan pengelolaan limbah. Sebab dalam waktu dekat KEK Galang Batang akan diresmikan Presiden Joko Widodo.
Sedangkan pihaknya akan segera membentuk lembaga administrator kawasan yang akan menangani berbagai perizinan di kawasan itu. “Semua urusan perizinan di dalam (kawasan), karena sudah ada Bea Cukai, Imigrasi, dan Badan Pertanahannya di dalamnya” katanya. (cr21)
batampos.co.id – Polemik pajak air permukaan (PAP) sebasar Rp 188 per meter kubik membuat Pemprov Kepri bergeming. Pemerintah mengaku akan tetap memungut pajak tersebut karena kebijakan ini diklaim memiliki landasan hukum yang kuat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS Arif Fadillah, mengatakan dasar pemungutan PAP tersebut adalah Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. UU tersebut kemudian diperkuat dengan Pergub Kepri Nomor 25 Tahun 2016 tentang PAP sebagai petunjuk teknisnya.
“Pajak tersebut mutlak milik Pemerintah Provinsi. Makanya kami melakukan penagihan ke Adhya Tirta Batam (ATB) selaku pengelola air bersih di Batam,” ujar Arif Fadillah, di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Jumat (13/10).
Mantan Sekda Kabupaten Karimun tersebut berharap ATB dan Badan Pengusahaan (BP) Batam menghormati peraturan tersebut. Apalagi sebagai perusahaan swasta, ATB merupakan wajib pajak. Menurutnya, ATB harus membayar pajak atas segala aktivitas pemanfaatan air di Batam.
Dia menjelaskan, selama ini ATB membayar Rp 170 ke BP Batam untuk setiap meter kubik air yang mereka kelola menjadi air bersih. Rinciannya, Rp 150 untuk membeli air baku, dan Rp 20 disetor untuk membayar royalti, bukan pajak.
Menurut dia, tarif tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara ATB dan BP Batam (dulu Otorita Batam, red) pada tahun 1995. Saat itu, Batam masih menjadi bagian dari Provinsi Riau.
“Tetapi sekarang ini adalah Provinsi Kepri. Tentu harus dilakukan peninjauan kembali,” tegasnya
Ditambahkan Sekda, sekecil apapun penerimaan daerah yang bersumber dari pajak akan dikembalikan untuk pembangunan daerah. Karenanya ia meminta agar Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Pemprov Kepri segera menjagih PAP ke ATB yang diklaim mencapai Rp 17 miliar.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perda Retribusi dan Pajak Daerah DPRD Kepri, Sahat Sianturi, juga mendesak ATB membayar tagihan pajak air tersebut. Angkanya sebesar Rp 17 miliar.
Ia kemudian meluruskan, bahwa Rp 20 yang disetor ATB ke BP Batam untuk setiap meter kubik air selama ini bukanlah pajak. Namun merupakan dana royalti. Sehingga kata dia, tidak benar jika disebut PAP naik 900 persen.
“Yang diberikan itu semacam royalti atau apalah sejak zaman pak Ismet. Bukan pajak PAP seperti yang disebut itu,” terang Sahat.
Politikus PDI Perjuangan ini mengaku mendukung kebijakan Pemprov Kepri tetap menerapkan tarif pajak air tersebut. Namun dia meminta, tagihan pajak ini tidak dijadikan alasan ATB untuk menaikkan tarif air bersih.
“Selama ini mereka tak bayar pajak per kubiknya. Nah, tahu-tahu ingin naikkan tarif, itu kan tak relevan,” jelas Sahat.
Dia menjelaskan, tarif PAP sebesar Rp 188 per meter kubik air itu diperoleh dari 10 persen dari Nilai Perolehan Air (NPA) Batam sebesar Rp 1.880 per meter kubik. Sehingga ketemulah angka Rp 188 itu.
Sedangkan Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, mempertanyakan dasar penetapan NPA tersebut. Menurut dia NPA Batam merupakan yang tertinggi di Indonesia. Sebab rata-rata NPA di Indonesia hanya Rp 250 per meter kubik.
“Karena itu kami mempertanyakan NPA sebesar Rp 1.880 permeter kubik itu. Dasarnya apa,” kata Robert beberapa waktu lalu.
Meski begitu, Robert mengatakan BP Batam akan mematuhi peraturan tentang PAP tersebut. Hanya saja, konsekuensinya BP Batam harus menaikkan tarif air baku kepada ATB. Buntutnya, tarif air bersih ATB juga akan terkerek naik.
Tukang potong rumput melintas di tepi Dam Mukakuning, Rabu (11/10). Pemerintah Provinsi Kepri menaikkan pajak air baku. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Bukan Kewenangan ATB
Manager Corporate Communication ATB, Enriqo Moreno Ginting, enggan berkomentar banyak terkait polemik PAP yang bisa berimbas pada kenaikan tarif air bersih ATB. Menurut dia, kebijakan kenaikan tarif air bersih merupakan kewenangan BP Batam selaku regulator.
“ATB tak punya wewenang untuk meminta kenaikan tarif air,” kata Enriqo, Jumat (13/10).
Ia mengakui, pemberlakuan tarif PAP sebesar Rp 188 secara langsung akan berdampak pada kenaikan tarif air bersih. Namun lagi-lagi Enriqo enggan menanggapi hal ini lebih dalam.
“ATB tak pernah meminta, jadi kami berharap ada pertimbangan dari BP Batam,” imbuh Enriqo.
Ditanya soal proyeksi kenaikan tarif air bersih jika Pemprov Kepri tetap memberlakukan PAP sebesar Rp 188, Enriqo juga tak mau menanggapi.
“Tak bisa menghitung karena bukan wewenang kami. Jadi kami tetap menunggu BP setelah berkonsultasi,” bebernya.
Konsumen Resah
Sementara para konsumen ATB, baik kalangan rumah tangga maupun industri, mulai resah dengan adanya wanana kenaikan tarif air bersih ini. Mereka mengaku kenaikan tarif air ini akan menambah beban baru.
“Agak keberatan. Karena industri seperti di Batamindo memanfaatkan dua sumber air,” kata Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing, Jumat (13/10).
Pria yang akrab disapa Ayung ini menjelaskan, dua sumber air bersih itu adalah air yang dikelola sendiri dan air ATB. Air yang dikelola sendiri didistribusikan ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di kawasan industri.
“Sedangkan air ATB digunakan untuk dormitori,” ujarnya.
Ia enggan berkomentar lebih panjang terkait polemik tarif air tersebut. Ia hanya berharap agar pemerintah daerah lebih bijak dalam membuat peraturan dan keputusan, apalagi jika berkaitan dengan urusan investasi.
Penolakan kenaikan tarif juga disuarakan para ibu rumah tangga dan pengusaha loundry di Batam. “Kok tambah berat beban hidup di Batam ini,” ujar Dahlia, warga Perumahan Barelang Blok C, Tanjunguncang, Jumat (13/10).
Menurut dia, kenaikan tarif tersebut akan menambah beban pengeluaran bulanan. Sebab saat ini harga kebutuhan tinggi. Sementara penghasilan warga tidak meningkat.
“Kalau air ikut naik, nasib kami yang berpenghasilan rendah ini bagaimana? gaji kami tak seberapa. Belum lagi dengan biaya sekolah anak-anak,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini tagihan airnya sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 10 ribu per bulan. “Saya punya tiga anak. Kebutuhan akan air sangatlah tinggi,” katanya.
Hal senada dikatakan Rima, pemilik usaha laundry di Batuaji, Batam. Menurut dia, kenaikan tarif air bersih akan berpengaruh pada kelangsungan usahanya.
“Tambah tinggilah yang harus dibayar,” ujar Rima. (cr19/leo/jpg/she)
batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, berupaya melakukan pembenahan untuk mengoptimalkan kelengkapan fasilitas sekolah, demi menunjang proses belajar siswa.
Hal ini akan digesa melalui pengadaan komputer serta penambahan mobiler (meja/kursi) yang sudah dianggarkan melalui APBD-P tahun 2017, yang disahkan DPRD Bintan, Rabu (11/10) lalu.
“Alhamdulillah, kita dapat tambahan alokasi anggaran sebesar Rp 1,5 Miliar. Selanjutnya dana ini akan lebih kita prioritaskan untuk pengadaan komputer serta tambahan meja dan kursi di beberapa sekolah yang memang sangat membutuhkan,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir, Jumat (13/10).
Menurutnya, pengadaan komputer ini diperkirakan mencapai 42 unit, yang dikhususkan untuk SMPN 1 dan SMPN 2 Bintan. Penambahan ini, tentunya untuk mempersiapkan pelaksanaan UNBK yang digelar tahun mendatang.
“Anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan komputer mencapai Rp 400 juta,” ujar Tamsir.
Selain itu, lanjutnya penambahan mobiler juga menjadi hal penting untuk segera dilakukan di beberapa sekolah yang sangat membutuhkan. Diantaranya, SDN 02 Teluk Bintan, SDN 04 Toapaya, dan SDN 007 Seri Kuala Lobam.
“Tiga sekolah ini sangat membutuhkan meja dan bangku baru, karena saat ini hampir seluruh meja dan bangku yang mereka miliki kondisinya sudah rusak. Untuk itu, kita sudah anggarkan sebesar Rp 300 juta, untuk menambah yang baru,” terangnya.
Tamsir menambahkan, selain memfokuskan untuk pengadaan komputer dan penambahan mobiler, sisa anggaran lainnya juga akan dipergunakan untuk berbagai kegiatan seminar terkait pendidikan, PAUD, dan lainnya.
“Semua yang menjadi prioritas kita ini akan segera digesa hingga akhir tahun. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” imbuhnya. (cr20)