Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12859

Atambua Internasional Motocross 2017 Datang Lagi….

0

Sirkuit Haliwen Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan negara Timor Leste menjadi ajang memacu adrenalin para pebalap motocross dalam Atambua Internasional Motocross (AIM), 11-12 November 2017.

Ketua panitia penyelenggara, Manuel Da Silva di sela pembukaan kejuaraan menjelaskan, peserta bukan cuma dari Atambua, tetapi juga negara tetangga Timor Leste.

“Total terdapat 113 pembalap, 20 diantara mereka pembalap Timor Leste. Mereka turun di sejumlah kelas. Selian itu pembalap Indonesia berasal dari beberapa kota di Nusa Tenggara Timur,”ujar Manuel.

Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan secara simbolis membuka event ini . Agenda hari pertama event ini adalah sesi kualifikasi. Karena jumlah peserta membludak, panitia cuma menggelar sesi kualifikasi secara singkat, tiga sampai lima putaran.

“Melihat hasil babak penyisihan, persaingan ketat terjadi dihampir semua kelas termasuk dikelas paling tinggi, SE (special engine). Pembalap Indonesia dan Timor Leste bersaing sangat ketat,” papar Manuel.

Lebih dari 15 ribu penonton membanjiri sirkuit ini. Pada Agustus lalu, sirkuit menjadi tuan rumah gelaran serupa. Sama seperti pembalap, mereka bukan cuma berasal dari Atambua, namun juga berasal dari Timor Leste.

Sirkuit Haiwen Atambua ini berlokasi strategis karena dekat dengan perbatasan sehingga memudahkan para pembalap dan penonton menikmati balapan.

Jarak sirkuit dengan perbatasan Motaain bisa dicapai dengan waktu 30 menit. Sementara, menggunakan pesawat, cuma 5 menit dari Bandara di Atambua.

“Jadi ideal untuk wisatawan, dan memiliki trek luas, bisa menampung ribuan wisatawan,” kata Manuel menambahkan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memang sangat antusias mendukung kegiatan AIM 2017 ini . Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti menilai ajang motorcross ini sebagai salah satu cara efektif untuk menjaring wisatawan di area perbatasan.

“Sudah dua kali AIM berlangsung selama 2017 ini, pertama bulan Agustus lalu, Ajang sport tourism ini sangat membantu mendukung pencapaian target 15 juta wisman tahu ini, semoga setiap kegiatan dilaksanakan, jumlahnya semakin bertambah,” kata Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan Ni Putu Gayatri.

Selain Ajang sport tourism, Esthy menambahkan, Kemenpar juga terus menggenjot even banyak mendatangkan wisman ke NTT seperti menggelar konser perbatasan. Beberapa artis nasional sudah bolak-balik ke Atambua seperi Slank, Jamrud, Cokelat, Tipe X dan dalam waktu dekat, Judika.

“Kami akan gempur terus, kami akan membuat crossborder area menjaring wisman sebanya mungkin dan sekaligus mentahbiskan Atambua sebagai Kota Festival,” urai Esthy diamini Gayatri.

Spirit Atambua menggenjot berbagai macam even untuk menjaring wisman mendapat atensi dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Banyak event di perbatasan berkat strategi Presiden Joko Widodo.

“Ini imbas dari kebijakan Presiden Jokowi menerapkan bebas visa agar membuat Wisman Timor Leste bisa mengunjungi Indonesia kapanpun juga,”ungkap Menpar Arief Yahya

Selain itu, pintu perbatasan sudah dibuat bagus, lengkap dengan semua fasilitas . Belum lagi, dari segi aksebilitas, tahun ini landasan Bandar Udara A. A. Bere Tallo Atambua akan diperpanjang hingga 1.800 M dari 1.600 M sehingga pesawat berbadan lebar bisa terbang dan mendarat di bandara ini.

“Saat ini masih Wings Air, load capacity -nya sudah 100%. Semoga maskapai penerbangan lain seperti Garuda Indonesia juga bisa segera mendarat ke kota Festival ini,” ujar mantan Dirut PT Telkom ini.(*)

 

Pelanggaran Meningkat dari Tahun Lalu

0
Polisi memeriksa dokumen kendaraan usai razia di Simpang Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, beberapa waktu lalu. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Satuan Lalu Lintas Polres Bintan mencatat angka pelanggaran selama operasi zebra tahun 2017 meningkat dari tahun sebelumnya. Dari awal November hingga Senin (13/11) lalu, tercatat surat tilang yang ditebar sebanyak 256 dan teguran sebanyak 142. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu, di mana surat tilang yang ditebar ke pengendara sebanyak 117 dan 125 teguran.

Dari 256 pengendara yang ditilang, kata Kasat Lantas Polres Bintan AKP Anjar Yagota Widodo, belum akumulasi selama operasi zebra tahun 2017 digelar sejak 1 November, karena hari terakhir operasi zebra pada 14 November, pihaknya masih berencana melakukan razia di beberapa titik. “Saya masih di Lagoi, persiapan acara kunjungan dari DPD. Mungkin sore ini (kemarin) kita akan turunkan personel untuk razia terakhir,”
katanya ketika dihubungi Batam Pos, Selasa (14/11) kemarin siang.

Hanya, dari 256 pengendara yang ditilang, ia menjelaskan, terdiri atas 219 pengendara roda dua dan 37 pengendara roda empat. Dari pelanggaran yang dilakukan selama operasi zebra tahun 2017, pelanggaran terbesar dilakukan pengendara sepeda motor. Di mana, sebanyak 183 pelanggaran karena tidak melengkapi surat-surat kendaraan. Lalu pelanggaran kedua karena pengendara sepeda motor tidak menggenakan helm sebanyak 34 pelanggaran, dan ada dua pelanggaran karena pengendara sepeda motor
tidak melengkapi aksesoris kendaraan seperti kaca spion.

Sementara untuk pelanggaran mobil, Anjar mengatakan, ada dua pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman, lalu 34 pengemudi yang tidak membawa surat kendaraan dan 1 pengemudi melakukan pelanggaran lainnya. Tak hanya itu, ia mengatakan, selain itu, hingga Senin (13/11) kemarin, terdapat 142 pengendara ditegur. “Sudah kami tegur dan minta agar tidak menggulangi lagi,” katanya.

Anjar menyimpulkan, jumlah pelanggaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, banyak pengendara yang masih lalai dan mengesampingkan keselamatan diri dan kurang paham terhadap aturan lalu lintas sebagaimana dituang dalam
undang undang nomor 22 tahun 2009.

Ia berharap, setelah pelaksanaan operasi zebra yang dilaksanakan mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 14 november bisa menyadarkan masyarakat terhadap keselamatan berkendara. Tak hanya itu, masyarakat pun semakin taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas agar menekan angka kecelakaan lalu lintas. (cr21)

Sail Sabang 2017 makin ngeHits

0

Kibaran nama Sail Sabang memang makin ngehits di level dunia. Di edisi terbaru SEA Yachting Magazine, ajalah Yahct terbesar di Asia Tenggara, Pulau Weh ikut dikupas tuntas satu halaman. Desainnya sangat menarik. Foto-foto keindahan Pulau Weh terpampang dengan jelas. Semuanya Full Colour. Tampilannya pun sangat artistik.

Yachter-yachter dunia yang belum tahu Pulau Weh di Aceh dijamin akan terkesima. Yang belum kenal dengan Sail Sabang, juga bakal dibuat penasaran lantaran semua info menarik terkait even di Aceh itu terpublish dengan lengkap.

Arah liputannya pun jelas. Semua yachter dunia dipandu untuk datang ke Aceh. Melihat langsung keindahan bahari di sekitar Sabang. Ujungnya, mereka faham tentang konsep Marine Tourism Triangle Cooperation antara Langkawi-Phuket-Sabang yang digagas Menpar Arief Yahya.

“Sail Sabang adalah festival berlayar nasional Indonesia yang digelar di ujung utara pulau Sumatera. Pemerintah Indonesia dengan Wonderful Indonesia serta pemerintah kota Sabang akan membuat satu pekan penyelenggaraan Sail Sabang yang menyenangkan dengan ragam kegiatan yang bisa dilihat, dilakukan dan dirasakan,” begitu sedikit ulasan dalam flyer.

Ragam kegiatan menariknya sangat banyak. Sedikitnya ada 28 kegiatan yang bisa mereka lakukan seperti International Yacht Rally, Sabang Fun Bike, Sabang Underwater Photo Contest, City Tour Sabang, City Tour Banda Aceh, Free Diving Competition dan lainnya.

Dan yang tidak kalah penting adalah informasi mengenai betapa mudahnya para yachter internasional untuk masuk ke wilayah Indonesia. Proses masuk dan keluar yang sangat cepat dan efisien yang hanya membutuhkan waktu maksimal 1 jam.

Selain itu, untuk berpartisipasi di Sail Sabang juga 100 persen free. Para yachter akan mendapat akses ke seluruh event yang ada di Sail Sabang. Peserta juga bisa berpartisipasi di Scuba Diving dan traditional boat paradise, gratis maksimal 100 liter bensin per yacht, Banda Aceh City Tsunami Tour dan masih banyak lainnya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, kegiatan Sail Sabang 2017 merupakan event sail terbesar. Sejak diluncurkan secara resmi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf, Jumat (9/11) lalu, promosi Sail Sabang langsung diperkuat. Hasilnya langsung kelihatan. Sampai saat ini, sudah lebih dari 100 kapal yacht berbagai negara telah menyatakan hadir.

“Jumlahnya pun akan terus bertambah seiring promosi yang terus kita lakukan,” ujar Esthy Reko Astuti.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sabang sangat menjanjikan sebagai destinasi yacht dunia. Karena Sabang hanya berjarak 220 mil dari Phuket dan hanya 260 mil dari Langkawi.

“Seperti diketahui Phuket dan Langkawi adalah destinasi Yacht dunia dan ada ratusan Yacht di Phuket dan Langkawi yang bisa kita tarik ke Sabang, asalkan atraksinya menarik di Sabang,” ujar Arief Yahya.

Karena itu ia berharap Sail Sabang 2017 dapat berjalan baik dan meningkatkan promosi pariwisata Indonesia, khususnya Sabang dan Aceh.

Menpar mengatakan, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht dari mancanegara.

“Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favourit karena para traveller bisa melakukan diving, snorkeling, fishing, sun-beaching, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” kata Arief Yahya. (*)

Perjanjian Breda Bukti Keberadaan Banda pada Kancah Dunia

0

Banda Festival 2017 yang berlangsung 11 Oktober sampai 11 November 2017 ditutup dengan Seminar Perjanjian Breda.

Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan, seminar ini untuk membuktikan kepada dunia, Maluku pernah menjadi bagian sejarah internasional. Pulau Banda di Kepulauan Maluku sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia sehingga secara geo-ekonomi punya pengaruh besar dalam perdagangan internasional dan perubahan iklim sosial budaya dan politik global.

“Sebagai contoh proses penyebaran agama dilakukan melalui jalur perdagangan, dan karena perdagangan rempah-rempah itu pula melahirkan proses kolonialisasi di daerah ini dan Nusantara secara umum, ini sangat menarik untuk dijajaki sambil berwisata,” tutur Said Assegaf.

Kata dia, seminar ini juga sekaligus menjadi momentum untuk mengembalikan lagi kejayaan rempah-rempah di gugusan kepulauan Laut Banda, baik dalam posisi sebagai komoditas lokal maupun internasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tetapi juga menjadi simbol identitas kultural masyarakat Maluku.

“Kemudian, mengenang perjanjian Breda dapat menjadi dialog dan silaturrahmi antar lintas peradaban dunia, antara Maluku, khususnya Banda dengan Belanda, Inggris, dan Amerika,” sambung Said Assegaf.

Seperti diketahui, seminar level Internasional itu mengambil tema memperingati 350 tahun Perjanjian Breda. Traktat ini berisi keputusan Belanda dan Inggris menukar pulau di Manhattan,New York dengan Pulau Banda di Hindia Belanda . Perjanjian tersebut terjadi pada 1667.

Dua pulau itu menjadi kunci dalam Perjanjian Breda sekaligus mengakhiri konflik Inggris dan Belanda. Dalam kesepakatan itu Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda dan sebagai imbalan Inggris mendapat Manhattan. Traktat Breda menjadi bukti konkret, di masa lalu Indonesia sebagai poros maritim dan pusat perdagangan rempah-rempah, terutama buah Pala di dunia.

Peserta dalam seminar ini mencapai ratusan orang. Sebelum seminar mereka melakukan perjalanan perdana dengan KM Pangrango selama 14 jam dari Ambon menuju Banda Neira. Para peserta berasal dari Konsulat Jenderal KBRI London, KBRI Den Haag dan KJRI New York,dan diplomat dan perwakilan negara sahabat di Jakarta.

Setelah melakukan perjalanan melalui laut , sekitar 350 peserta langsung menuju lokasi seminar mengambil lokasi di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta-Sjahrir Banda Neira, Sabtu (11/11). Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti puas dengan terobosan Maluku menjual destinasi Pulau Banda kepada Konsulat Jenderal dan Duta Besar negara sahabat melalui seminar ini.

Seminar ini kian membuka mata dunia, Pulau Banda pernah menjadi bagian peradaban dunia melalui perdagagan rempah-rempah. Menurut Esthy, seminar ini semakin berkelas dengan mengundang pembicara -pembicara dari kalangan sejarahwan dan budayawan yang secara khusus mendalami Pulau Banda.

“Para pembicara itu antara lain, Wim Manuhutu, dosen dari Vrije Universiteit, Belanda. Dia ahli sejarah dan peneliti tentang sejarah Melayu,” papar Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Kemenpar, Eddy Susilo

Selain dari luar negeri, Bondan Kanumoyoso, dosen Ilmu Budaya Universitas Indonesia turut menjadi speaker dalam seminar ini. “Mereka bicara tentang Kejayaan Banda/Pulau Rhun masa lalu. Pulau ini sangat berharga sehingga muncul perjanjian menukar Manhattan dengan Pulau Banda,” katanya.

Agar seminar lebih bergairah, panitia mengundang aktris ibukota, Olga Lydia menjadi moderator. Selain menarik, pengetahuan luas Olga membuat seminar ini menjadi lebih hidup.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, seminar ini menjadi salah satu cara efektif untuk kembali mendongkrak pamor Pulau Banda sebagai sentra perdagangan rempah-rempah di dunia pada masa lalu.

“Ini momentum, Pulau Banda sebagai destinasi wisata populer di dunia selama berabad-abad. Pulau Banda terkenal dengan dengan rempah rempah dan pesona wisata alam dan bahari luar biasa. Ini akan terus kami kembangkan,” ujar Menpar Arief yahya

Pesta rakyat Banda dan beragam macam event pariwisata, imbuh Menpar, dapat mendongkrak destinasi wisata di Maluku. “Beragam Atraksi juga sangat menarik, seperti Pesta Teluk Ambon, Pesta Meti Kei, Tour de Moluccas dan Banda Pangel Pulang yang baru saja digelar, termasuk Seminar Internasional dalam Pesta Rakyat Banda ini,” imbuhnya.

Menteri lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Program Doktoral Unpad Bandung ini mengajak traveller untuk pergi ke Banda Neira. Pesta Rakyat Banda ini telah menjadi pintu untuk kedatangan wisatawan datang ke Banda Neira.

Banda memiliki segudang destinasi wisata bersejarah peninggalan penjajahan Portugis dan Belanda di Nusantara. Mulai Gunung Api Banda, Benteng Belgica peninggalan bangsa Portugis, spot menyelam terbaik di Lava Flow, Gereja Tua Hollandische Kerk, Rumah Budaya, Istana Mini, lokasi pengasingan Bung Hatta.

“Yang sudah datang, Bawa pulang dan cerita untuk keindahan Banda. Yang belum, silahkan eksplore Banda Neira. Even baharinya keren, juga wisata darat. Semua menghibur, dengan alam laut, budaya serta sejarah Pulau Banda sangat menarik,” ujar Menteri asli Banyuwangi tersebut. (*)

 

Kemilau Sulawesi di Surabaya

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pameran ‘Kemilau Sulawesi’ di Atrium Royal Plaza Surabaya, Jawa Timur, 11-12 Nopember 2017.

Event ini diikuti oleh seluruh provinsi di Pulau Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo dan 23 Kabupaten/kota.

Kemilau Sulawesi 2017 menampilkan berbagai hiburan, seperti tarian dan musik, stand pameran produk cinderamata, paket destinasi wisata, atraksi budaya, situs sejarah dan juga kuliner Sulawesi. Selain itu, Kemilau Sulawesi 2017 juga akan dimeriahkan Pemilihan Putri Kemilau Sulawesi 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan Kemilau Sulawesi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) antar kabupaten/kota, antar provinsi dan antar pulau. Juga meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri.

“Hingga Agustus 2017, pergerakan wisata nusantara tembus 200 juta pergerakan dari proyeksi 180 juta pergerakan. Karena sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya citra positif Indonesia sebagai tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia.

Diharapkan juga adanya peningkatan kunjungan wisman ke Sulawesi, serta terdistribusinya pergerakan wisatawan nusantara ke seluruh wilayah di tanah air,” ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan.

Esthy mengungkapkan, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp241,08 triliun. Dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisatawan mancanegara/wisman.

Wawan Gunawan menambahkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, capaian pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air selama tiga tahun ini menunjukkan grafik menanjak 25,68%, selama Januari-Agustus 2017.

Dibandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN yang sebesar 7%, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata negara Asia Tenggara. Begitu juga bila dibandingkan dengan pertumbuhan wisatawan dunia, yang bertumbuh 6,4%, Indonesia naik 4 kali lipat dari rata-rata dunia.

“Sejak 2014, angka kenaikan itu cukup mengagumkan. Pada 2014 jumlah wisman sebesar 9,3 juta, lalu pada 2015 naik menjadi 10,4 juta, kemudian menembus angka 12 juta pada 2016, dan pada 2017 sampai dengan bulan Agustus sudah tercatat 9,2 juta orang,” ungkap Wawan.

Jumlah wisnus juga naik tajam. Pada Agustus 2017, angkanya sudah menembus 200 juta pergerakan, dari proyeksi 180,5 juta wisatawan. Pada 2016, dari proyeksi 260 juta terlampaui hingga 264 juta, sedangkan pada 2015 juga melebihi target, dari 255 juta tercapai 256 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara, Syahruddin Nurdin, selaku tuan rumah Kemilau Sulawesi 2017 menjelaskan, pemilihan tempat pameran di Surabaya, Jawa Timur lebih disebabkan pihaknya membidik wisawatan nusantara yang berasal dari Jawa Timur.

Karena penduduk Jatim adalah penduduk provinsi terbanyak kedua setelah Jawa Barat, sekaligus memiliki potensi perekonomian yang bagus.

“Selain itu, infrastruktur transportasi dari Surabaya ke seluruh bandara di Sulawesi sudah ada. Penerbangan hanya sekitar satu jam,” kata Syahruddin.

Lanjut Syahruddin, event ini harus dimanfaatkan setiap provinsi di Sulawesi untuk lebih mempromosikan potensi pariwisata baik itu wisata alamnya maupun kekayaan budaya yang ada di wilayahnya kepada masyarakat Indonesia atau bahkan masyarakat asing khususnya masyarakat Jawa Timur.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata memberikan multiplying effect yang besar hingga 170%. Oleh karena itu, setiap daerah harus mempersiapkan portofolio, menentukan alokasi sumber daya, hingga mengatur bujet demi menempatkan pariwisata sebagai arah pembangunan daerah dan mewujudkan destinasi kelas dunia.

“Banyaknya acara pariwisata juga menyebabkan pendapatan per kapita daerah akan semakin bagus,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Cegah Pungli dengan Transparansi Informasi

0
Warga melihat papan pemberitahuan biaya pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Jumat (10/11). Publik memiliki Hak Untuk Tahu dan mendapatkan informasi yang dijamin undang-undang serta menghindari terjadinya Pungutan Liar atau Pungli. F.Yusnadi/Batam Pos

Prediksi BMKG Hujan Hingga Akhir Tahun

0
Banyak nelayan yang menghentikan aktivitas melautnya akibat cuaca hujan belakangan ini. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun memperkirakan tingginya curah hujan yang turun di November terjadi hingga akhir tahun. Hal tersebut sesuai dengan siklus masuknya musim hujan yang merata dengan di Jawa. Hujan lebat sering terjadi di waktu pagi maupun malam, disertai dengan petir.

“Sekarang sudah masuk musim penghujan, namun kondisi di laut tetap masih bisa berlayar dengan tetap waspada terhadap cuaca yang sering tiba-tiba berubah,” kata Observer BMKG Karimun Pande Nyoman Parwata, kemarin (14/11).

BMKG menurutnya sudah memberikan informasi tersebut kepada masyarakat yang akan berangkat ke berbagai tujuan, juga kepada pihak pengguna jasa pelayaran. Dia berpesan agar tetap berhati-hati terhadap arus laut yang cukup kuat di wilayah perairan utara Karimun, Batam dan Anambas sertai wilayah perairan Natuna. Khusus di wilayah Karimun potensi arus kuat di wilayah pelayaran tujuan Buru, Urung, Selat Belia maupun Moro.

“Untuk jalur pelayaran di Pulau Karimun sekitarnya tetap aman saat ini. Tapi tetap saja waspada terhadap kondisi. Cuaca di laut tidak sama dengan di daratan,” pesannya.
Prakiraan cuaca pada pagi terjadi hujan sedang hingga lebat, kemudian di siang hari terjadi hujan lokal di seputar Karimun dengan suhu mencapai 24 hingga 31 derajat celcius. Dengan kecepatan angin 20 kilometer per jam, kelembaban hanya 70 sampai 95 persen.

“Paling penting tetap menjaga kondisi kesehatan. Terutama bagi anak-anak yang berangkat sekolah harus waspada terhadap cuaca di sekitarnya,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, para nelayan banyak yang mengurungkan niatnya untuk melakukan aktivitas di laut saat hujan. Sedangkan, aktivitas masyarakat seperti biasa tidak begitu terpengaruh terhadap hujan. Ada yang mengantar anak sekolah, pergi ke kantor, berjualan di pasar dan sebagainya. “Memang hujan tidak berhenti dari pagi, tapi tetap saya bekerja dengan menggunakan jaket hujan,” kata Salma salah seorang karyawan swasta. (tri)

Dua Pelabuhan Terdepan Rampung

0

batampos.co.id – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tarempa, Anang Santosa mengatakan penyelesaian pembangunan infrastruktur pelabuhan di pulau-pulau terdepan di Kepri menjadi prioritas utama Kementerian Perhubungan. Setelah sekian tahun berjalan, tahun ini dua pelabuhan rampung dikerjakan.

“Tahun ini yang sudah rampung dikerjakan adalah Pelabuhan Letung, Anambas dan Pelabuhan Midai, Natuna,” ujar Anang Santosa menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.

Menurut Anang, proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara sporadis. Karena terbatasnya kekuatan anggaran. Apalagi perhatiannya bukan hanya untuk Provinsi Kepri.Dijelaskannya, dengan rampungnya dua pelabuhan tahun ini, masih tersisa dua lagi yang akan ditargetkan selesai lewat Tahun Anggaran (TA) 2018 nanti.

“Tahun depan yang menjadi fokus kita adalah merampungkan pembangunan Pelabuhan Pulau Laut dan Pulau Subi yang ada di Natuna,” papar Anang.

Disebutkannya, untuk kelanjutkan pembangunan Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Pulau Laut masih membutuhkan anggaran lebih kurang Rp42,5 miliar. Sedangkan untuk Fasfel Pulau Subi adalah Rp46 miliar. Terkait kebutuhan tersebut, sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

“Pekerjaan-pekerjaan yang masih terisa adalah pembangunan cosway, dermaga, sisi darat, terminal penumpang dan perkantoran,” jelas Anang.

Lebih lanjut katanya, untuk pelabuhan yang rampung tahun ini akan segera dilakukan serahterima dengan Pemerintah Daerah. Sehingga tahun 2018 nanti sudah bisa dioperasikan. Artinya masyarakat sudah bisa menikmati manfaat dari pembangunan yang sudah dilakukan.

Khusus untuk kelanjutan pembangunan, Anang berharap tidak terjadi pemangkasan anggaran pada tahun depan. Karena itu bisa mengganggu rencana kerja yang sudah disusun. Karena pada tahun ini, terjadi perubahan anggaran yang konsekuensinya juga mengurangi anggaran didaerah.

“Memang ada beberapa kendala di lapangan yang kita hadapi. Tetapi secara berjalan, bisa kita atasi. Tujuan pembangunan pelabuhan di daerah-daerah terdepan di Kepri adalah untuk merangkai konektiviti,” tutup Anang Santosa.(jpg)

Korupsi Dinsos, Polisi Telah Periksa 56 Saksi

0
AKP LUlik Febytantara. F. Dok Batam Pos

batampos.co.id – Penyidik Sat Reskrim Polres Karimun telah memeriksa 56 orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Sosial Karimun periode 2014 hingga 2016 dengan tersangka Indra Gunawan. Tersangka saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Karimun.

“Di luar saksi ahli jumlah yang sudah kami periksa dan ada kaitannya dengan perkara ini cukup banyak. Kalau nanti ditambah dengan saksi ahli jumlahnya bisa mencapai 60 orang. Dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Selasa (14/11).

Menurut Lulik, akan didatangkan empat saksi ahli dari bidang yang berbeda-beda untuk kasus tersebut. “Kami ingin penyidikan yang dilakukan terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Sosial pada 2014-2016 yang kami proses benar-benar lengkap. Untuk itu, saksi ahli yang ada kaitannya proses penyidikan ini kami minta untuk memberikan keterangannya. Ada empat orang saksi ahli yang kami minta untuk memberikan keterangannya terkait proses yang kami lakukan,” ujarnya lagi.

Empat saksi ahli tersebut, katanya, merupakan saksi ahli di bidang keuangan negara. Kemudian, ahli bidang keuangan daerah, ahli bidang tindak pidana korupsi dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Untuk BPKP hanya tinggal menunggu hasil auditnya saja. Kemudian, untuk saksi ahli bidang tindak pidana korupsi dalam waktu dekat akan diminta keterangannya dari salah satu perguruan tinggi.

“Dari empat saksi ahli yang kami gunakan, hanya satu orang ahli yang belum. Namun, dipastikan proses penyidikan ini masih terus berjalan. Dalam waktu dekat, anggota kami yang bertugas memeriksa perkara ini akan berangkat menemui saksi ahli. Karena, untuk bertemu dengan saksi ahli tindak pidana korupsi ini perlu jadwal. Selain itu, kami juga menunggu hasil audit tentang berapa sebenarnya kerugian negara. Karena, kalau dari hasil pemeriksaan kami kerugian negaranya lebih dari Rp3 miliar,” papar Lulik. (san)

Adam Mencari Neneknya

0
Remaja yang mengaku bernama Adam ditemukan di Pelabuhan Tanjungbatu sedang mencari keluargnya. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Seorang remaja, Adam, 15, saat ini tengah berusaha mencari keluarganya di Kundur. Dia mengaku masih punya keluarga, namun tidak mengetahui pasti dimana keberadaan keluarganya tersebut. Selain terlihat depresi, Adam juga sulit diajak berkomunikasi.

Tiga hari lalu, remaja 15 tahun itu terlihat di sekitar Pelabuhan Tanjungbatu Kundur. Oleh warga, Adam dibawa ke Mapolsek Kundur untuk penanganan. Selanjutnya Adam dititip di Rumah Perlindungan Anak Kecamatan Kundur.

Susi Hasyim, petugas Perlindungan Anak Kecamatan Kundur, mengaku dititipkan untuk mencari keberadaan keluarga Adam. Malangnya, Adam sulit diajak berkomunikasi, bahkan tidak tahu dimana keberadaan keluarganya tersebut.

“Saya sudah berusaha mencari keberadaan keluarganya. Bahkan saya bersama Adam sendiri mencari informasi terkait keluarga korban. Saat ditanya, dia hanya menjawab bernama Adam, dan sedang mencari neneknya. Tapi dimana tempat tinggal neneknya, Adam sendiri tidak tahu,” ungkap Susi yang ditemui Selasa (14/11).

Yang lebih menyulitkan, kata Susi, Adam pun tidak tahu asal muasal keluarganya. Namun begitu, Susi tetap mencoba mencari keberadaan keluarga Adam dengan dihubungi beberapa warga.

“Sampai sekarang, belum ada satupun orang yang tahu asal usul Adam,” tutur Susi.
Informasi dari kepolisian, Adam pertama kali ditemukan di pelabuhan Tanjungbatu setelah turun dari kapal tujuan Sungai Guntung. Diharapkan masyarakat yang mengetahui keluarga atau sanak saudara Adam dapat menemuinya di Kundur. Berita tentang keberadaan Adam pun sudah disebarkan melalui media sosial agar diketahui masyarakat luas. (ims)