Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 1293

Mulai Pekan Depan, Lebih dari 200 Ribu Pelajar di Batam Bakal Jalani Cek Kesehatan Gratis

0
Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi . F Cecep Mulyana

batampos – Pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar akan segera digelar di Kota Batam. Lebih dari 200 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dijadwalkan mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimulai pada pekan kedua tahun ajaran baru 2025/2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyampaikan, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan dasar pelajar sekaligus mendorong pola hidup sehat sejak dini. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Batam dan seluruh puskesmas di tiap kecamatan.

“Anak-anak baru masuk sekolah hari ini, jadi kemungkinan mulai minggu ini atau minggu depan sudah berjalan. Disdik sudah kami informasikan, tinggal pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan sekolah dan puskesmas,” ujar Didi, Senin (14/7).

Ia menekankan bahwa program ini bukan hanya menyasar murid baru, tetapi seluruh siswa aktif yang terdaftar. CKG difokuskan pada upaya promotif dan preventif, sebagai bagian dari skrining awal terhadap potensi gangguan kesehatan di kalangan pelajar.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan mata dan telinga, pemeriksaan gigi dan mulut, tes hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, serta evaluasi kebersihan diri siswa seperti kondisi kulit, rambut, dan kuku. Khusus untuk siswa PAUD dan kelas rendah SD, akan dilakukan pula skrining tumbuh kembang.

“Fokus kita ada pada status gizi, kebersihan pribadi, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak-anak. Pemeriksaan ini lebih bersifat promotif dan preventif serta bagian dari skrining kondisi kesehatan dasar pelajar,” jelas Didi.

Dengan estimasi jumlah pelajar di Batam yang mencapai lebih dari 200 ribu anak, Dinkes menargetkan seluruhnya dapat terlayani melalui sinergi lintas sektor dan dukungan dari tenaga kesehatan di puskesmas.

“Target kita semua pelajar bisa terlayani, karena ini penting untuk menjamin anak-anak tumbuh sehat dan siap belajar,” tegasnya.

Didi berharap program ini bisa menjadi langkah awal membangun kesadaran siswa dan orang tua akan pentingnya memantau kondisi kesehatan secara rutin, terutama di lingkungan sekolah yang padat dan berisiko menjadi titik penyebaran penyakit jika tidak dikendalikan dengan baik. (*)

Reporter: Renggga Yuliandra

Artikel Mulai Pekan Depan, Lebih dari 200 Ribu Pelajar di Batam Bakal Jalani Cek Kesehatan Gratis pertama kali tampil pada Metropolis.

Kakek 81 Tahun Hilang Dua Hari di Bintan Akhirnya Ditemukan Selamat

0
Lansia Hilang
Surami, pria berusia 81 tahun yang hilang selama 2 hari akhirnya ditemukan selamat. F. BPBD Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Setelah menghilang selama dua hari, Surami, warga Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, akhirnya ditemukan selamat di kawasan hutan Kilometer 47, Senin (14/7) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Kabar hilangnya kakek berusia 81 tahun itu sempat membuat warga desa panik. Ia dilaporkan tidak berada di rumah sejak Sabtu (12/7) pagi.

Tukiran, anak Surami, menyadari sang ayah tidak terlihat sejak pukul 10.00 WIB. Pencarian sempat dilakukan di sekitar rumah, namun tak membuahkan hasil.

“Kemungkinan besar bapak sudah keluar dari rumah sejak pukul 09.00 WIB,” ujar Tukiran.

Setelah laporan disampaikan ke ketua RT, warga berinisiatif melakukan pencarian bersama pada Sabtu siang hingga malam. Sayangnya, hari pertama pencarian belum membuahkan hasil.

Hari berikutnya, Minggu (13/7), pencarian kembali dilanjutkan. Namun karena belum juga ditemukan, keluarga akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Tim SAR pada sore harinya.

Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi menjelaskan, pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari BPBD Bintan, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat. Fokus penyisiran dilakukan di sekitar hutan dan semak di Kilometer 47, Teluk Bintan.

“Alhamdulillah, pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung kita serahkan kepada pihak keluarga,” ujar Agus.

Meski tampak lemas, Surami tidak mengalami luka serius. Ia langsung dibawa pulang ke rumah untuk beristirahat dan mendapatkan perawatan dari keluarga. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Kakek 81 Tahun Hilang Dua Hari di Bintan Akhirnya Ditemukan Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

Ini Nama Nama Pejabat di Dua BUMD Karimun

0
Pjs Sekda Karimun, Djunaidy. F. Ichwanul Fahmi/Batam Pos

batampos– Setelah dilakukan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) oleh tim penguji maupun wawancara oleh bupati dan wakil bupati Karimun beberapa waktu lalu, maka keluarkan surat nomor 14/PNSEL/VII/2025 tertanggal 14 juli 2025 untuk nama-nama yang resmi menduduki posisi di dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Karimun.

Pj Sekda Karimun Djunaidy mengatakan, setelah dilakukan proses administrasi hingga tes terakhir kemarin maka telah diumumkan nama-nama yang layak menduduki posisi jabatan di 2 BUMD Karimun.

Untuk posisi dewan pengawas Perumda BPR Tuah Karimun, direktur utama Perumda BPR Tuah Karimun, direktur kepatuhan Perumda BPR Tuah Karimun. Kemudian, direktur utama PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), direktur operasional PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) dan komisaris PT Pelabuhan Karimun (Perseroda).

BACA JUGA: Lowongan Kerja di Tanjungpinang Tak Mampu Serap Ratusan Pencari Kerja

” Alhamdulillah, ada 6 orang yang memenuhi posisi tersebut. Untuk direksi BPR Tuah Karimun ada tahapannya di kantor OJK kepri nanti. Sedangka, komisaris dan direksi PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) akan dilakukan pelantikan besok (Rabu) rencananya dirumah dinas,” terangnya, Senin (14/7).

Sedangkan, nama-nama 6 orang yang menempati posisi tersebut yaitu Wan Abdul Rahman menjabat Dirut Perumda BPR Tuah Karimun, kemudian Siska Naritasari menjabat Direktur Kepatuhan Perumda BPR Tuah Karimun. Selanjutnya, Rudiansyah menjabat Dirut PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), Zondervan menjabat direktur operasional PT Pelabuhan Karimun (Perseroda). Kemudian, Sri Rezeki dan Syarifuddin menjabat Komisaris PT Pelabuhan Karimun (Perseroda).

” Saya ucapkan selamat kepada 6 orang yang terpilih, sesuai jabatan yang dilamarnya. Semoga bisa memajukan dua BUMD Karimun kedepannya,” ujarnya.

Sebelumnya, calon direksi dua BUMN Karimun tersebut yang lolos administrasi ada 14 orang dengan latar belakang mulai dari mantan anggota DPRD Karimun, swasta maupun masyarakat biasa. Selain itu mereka memiliki latar belakang pendidikan mulai dari sarjana hukum, sarjana ekonomi, sarjana akuntansi, sarjana sosial, sarjana komunikasi, sarjana Ilmu Hukum hingga S2.

” Mudah-mudahan membawa perubahanlah untuk 2 BUMD Karimun,” ucap Jantro Butar-butar Lembaga Perlindungan Konsumen Kepri 1.(*)

Reporter: Tri Haryono

 

Artikel Ini Nama Nama Pejabat di Dua BUMD Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Truk Tabrak Portal Pembatas Jembatan Dompak Tanjungpinang

0
Truk boks tabrak portal
Portal pembatas jalan rusak usai ditabrak truk boks, Senin (14/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sebuah truk box menabrak portal pembatas ketinggian di Jembatan Dua Dompak, Kota Tanjungpinang, Senin (14/7) siang. Insiden ini menyebabkan portal besi pembatas rusak dan terbawa beberapa meter oleh truk bernomor polisi BP 8539 TU.

Peristiwa terjadi saat truk melaju dari arah Kampus UMRAH menuju Jalan Aisyah Sulaiman. Menurut seorang petugas Satpol PP yang berada di lokasi, truk melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak memperhatikan batas tinggi kendaraan yang boleh melintas di jembatan tersebut.

“Truknya dari arah kampus UMRAH mau keluar ke Jalan Aisyah Sulaiman. Dari jembatan, mobilnya sudah laju,” ujar petugas Satpol PP yang enggan disebutkan namanya.

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material dialami oleh pengendara truk akibat kerusakan pada bagian atas kendaraan dan portal yang tersangkut.

“Katanya dia sudah pernah lewat sini, makanya tetap melintas. Truk boxnya sekarang sudah dibawa ke Polresta Tanjungpinang,” jelas petugas.

Portal pembatas yang rusak segera dievakuasi oleh petugas Satpol PP dibantu warga sekitar. Peristiwa ini menambah daftar insiden serupa di lokasi yang sama.

Warga setempat, Imran, mengatakan bahwa ini bukan kali pertama portal pembatas di Jembatan Dua rusak akibat ditabrak kendaraan besar.

“Kalau yang tadi saya kurang tahu detailnya. Tapi sebelumnya, portal satunya juga ditabrak truk, itu kejadiannya bulan lalu,” ungkap Imran.

Dua unit portal pembatas tinggi yang terpasang di Jembatan Dua Dompak kini dalam kondisi rusak. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dan memasang tanda peringatan yang lebih jelas agar kejadian serupa tak terulang. (*)

Reporter: M. Ismail 

 

Artikel Truk Tabrak Portal Pembatas Jembatan Dompak Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

PN Batam Sahkan Identitas Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam

0
Li Claudia Chandra

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam resmi mengabulkan permohonan pengesahan identitas yang diajukan oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra. Permohonan ini terkait penyesuaian data pribadi, khususnya mengenai perubahan nama dari nama lahirnya.

Juru Bicara PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena, menjelaskan bahwa penetapan perkara tersebut telah diputuskan oleh majelis hakim yang diketuai langsung oleh Ketua PN Batam, Tiwik, pada tanggal 11 Juli 2025.

“Majelis hakim telah mengabulkan permohonan dari pemohon berdasarkan informasi dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP),” ujar Vabiannes kepada wartawan, Senin (14/7).

Perkara yang teregister dengan nomor 309/Pdt.P/2025/PN Btm itu diajukan oleh Li Claudia Chandra guna melakukan pengesahan dan pencatatan ulang data identitas pribadinya. Dalam permohonannya, dijelaskan bahwa nama lahir pemohon adalah Mong Siu seorang perempuan kelahiran Dabo Singkep pada 24 Mei 1972. Nama tersebut tercantum dalam akta kelahiran
yang dikeluarkan oleh *Jtatatan Sipil Golongan Tjina Dabo/Singkep* tertanggal 25 Mei 1972.

Namun, melalui Penetapan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang Nomor 09/Pdt.P/1996/PN.TPI tanggal 23 Januari 1996, nama Mong Siu telah resmi berubah menjadi Li Claudia Chandra.

Dalam penetapan tersebut juga ditegaskan bahwa pemohon adalah anak sah dari ibu bernama Lie Mie Lan alias Liliana dan ayah bernama Cin Fu Fa.

Atas dasar itu, PN Batam memerintahkan kepada pemohon untuk segera melaporkan dan mencatatkan perubahan identitas tersebut ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam.

Proses pelaporan wajib dilakukan dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak salinan penetapan berkekuatan hukum tetap diterima.

Putusan ini menjadi langkah administrasi hukum penting bagi Li Claudia Chandra dalam memastikan kesesuaian identitas pribadinya dalam seluruh dokumen negara, terutama dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel PN Batam Sahkan Identitas Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

3 Aksi dari Kelompok Massa Berbeda Warnai Sidang Lanjutan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di PN Jakarta Pusat

0
Polisi menjaga ketat persidangan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Senin (14/7). (Istimewa)

batampos – Sidang Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Senin (14/7). Ia dakwa terlibat dalam kasus dugaan suap dan obstruction of justice yang melibatkan mantan caleg PDIP Harun Masiku.

Persidangan kali ini akan diwarnai aksi yang digelar oleh tiga kelompok massa berbeda.

Demo pertama digelar pukul 08.00 WIB oleh massa Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD REPDEM) DKI Jakarta di sisi kanan depan gedung PN Jakarta Pusat. Massa aksi meminta persidangan Hasto Kristiyanto dihentikan karena dinilai bermuatan politis.

Rambut pasti tumbuh lebat! Tak peduli seberapa parah botak
Pelajari Lebih
Kemudian pukul 09.00 WIB, kelompok Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi menggelar aksi di sisi kiri depan PN Jakarta Pusat. Mereka mendesak majelis hakim untuk menjatuhkan putusan seadil-adilnya terhadap Hasto Kristiyanto.

Kemudian pukul 10.00 WIB, Koalisi Rakyat Menggugat Demokrasi (KARAM DEMOKRASI) juga menggelar aksi. Mereka menuntut pembebasan Hasto Kristiyanto dan menyuarakan penyelamatan demokrasi Indonesia.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan, sebanyak 1.082 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran diturunkan untuk mengamankan jalannya sidang. Ia mengklaim akan mengedepankan sikap humanis dalam menghadapi aksi massa.

“Petugas tidak dibekali senjata api. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat dengan humanis dan proporsional, namun tetap tegas menjalankan tugasnya,” ujarnya, Senin (14/7).

Adapun sidang dipimpin Hakim Ketua Rios Rahmanto SH MH dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pledoi terdakwa. Susatyo kembali mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

“Kami mengingatkan agar orator tidak memprovokasi massa lainnya. Aksi ini harus tertib, mematuhi aturan, tidak merusak fasilitas umum, tidak ada yang membakar ban bekas dan tidak anarkis melawan petugas keamanan,” tegasnya.

Masyarakat umum juga diminta menghindari kawasan sekitar PN Jakarta Pusat demi kelancaran mobilitas.

Editor: Edy Pramana

Artikel 3 Aksi dari Kelompok Massa Berbeda Warnai Sidang Lanjutan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di PN Jakarta Pusat pertama kali tampil pada News.

BGN Minta Tambah Anggaran Rp 118 Triliun untuk MBG, DPR Ingatkan Tak Hanya jadi Pemborosan Uang Negara

0
Ilustrasi siswa saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Badan Gizin Nasional (BGN) mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 118 triliun untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026. Usulan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Tambahan ini akan melengkapi pagu indikatif tahun 2026 sebesar Rp 217 triliun, sehingga total anggaran yang diminta mencapai Rp 335 triliun. Dana tersebut dibutuhkan untuk menjangkau 82,9 juta penerima MBG, dengan kebutuhan anggaran per bulan diperkirakan mencapai Rp25 triliun.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengingatkan agar program tersebut tidak menjadi ajang pemborosan anggaran negara. Ia mengimbau, BGN dapat secera cermat menurunkan angka kekurangan gizi di Tanah Air.

“Program ini akan menjadi pemborosan terbesar jika hanya difokuskan pada pengadaan makanan tanpa menyentuh akar masalah yang selama ini menjadi penyebab krisis gizi,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Senin (14/7).

Yahya menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang menjadi penyebab kekurangan gizi di masyarakat, seperti rendahnya edukasi gizi sejak usia dini, lemahnya akses terhadap pangan sehat di daerah, dan minimnya literasi nutrisi di sekolah-sekolah.

Ia pun mengingatkan, program MBG tidak boleh berhenti sebagai proyek pembagian makanan massal, tetapi harus menjadi tonggak reformasi sistem gizi nasional yang masih lemah, terfragmentasi, dan tidak berorientasi jangka panjang.

“Anggaran yang besar harus diarahkan tidak hanya untuk memberi makan, tetapi untuk mengubah pola konsumsi, memperbaiki rantai pasok pangan lokal, dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi yang benar dan berimbang,” jelasnya.

Menurutnya, perlu kehadiran sistem digital untuk memantau status gizi anak secara real-time, agar program tidak hanya mencatat distribusi makanan, tetapi juga berdampak nyata terhadap kondisi gizi masyarakat.

“Jika anggaran besar hanya disalurkan tanpa disertai reformasi sistemik, maka kita hanya mengulang pola bantuan pangan konvensional yang tidak menyelesaikan persoalan struktural,” cetusnya.

Lebih lanjut, Yahya menegaskan bahwa pengawasan harus diperketat agar anggaran digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

“Anggaran sebesar ini harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Bukan hanya audit oleh BPK, tetapi juga pelibatan masyarakat, akademisi, dan media dalam mengawasi jalannya program,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

 

Artikel BGN Minta Tambah Anggaran Rp 118 Triliun untuk MBG, DPR Ingatkan Tak Hanya jadi Pemborosan Uang Negara pertama kali tampil pada News.

Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Batam, Amsakar Dorong Diversifikasi Pasar

0
Amsakar Achmad.

batampos – Rencana pemberlakuan tarif impor sebesar 32 persen oleh Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Tarif Trump, diperkirakan mulai berlaku Agustus mendatang. Kebijakan ini dikhawatirkan berdampak serius terhadap iklim usaha dan investasi di Batam, yang selama ini menjadi basis manufaktur ekspor ke pasar global, termasuk Amerika Serikat.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut telah menyampaikan kepada para pelaku usaha untuk mulai menyiapkan opsi alternatif menghadapi potensi kebijakan tersebut.

“Neraca perdagangan kita di luar negeri itu surplus cukup signifikan. Jadi saat kami bertemu pelaku usaha, saya minta mereka cari alternatif. Kalau memang kita berjualan ke sana (Amerika Serikat) 32 persen kita kena, ya kita jualan ke sini aja, lah,” katanya, Minggu (13/7).

Baca Juga: Tarif Trump 32 Persen Ancam Industri Batam, Apindo Minta Pengusaha Tak Panik

Menurutnya, ketimpangan perlakuan dagang yang muncul akibat kebijakan tarif tersebut tidak adil. Sebab, produk dari Amerika bisa masuk ke Indonesia dengan bebas PPN, PPNBM, dan bea masuk, sementara produk dari Batam ke sana justru dibebani tarif tinggi.

“Kalau ke sana diberlakukan tarif yang tidak proporsional, kita masuk ke sini dibebaskan, masa barang kita ke sana harus membayar sampai 32 persen. Ini kebijakan yang sangat memberatkan,” ujarnya.

BP Batam pun akan segera menggelar diskusi lanjutan bersama eksportir guna membedah dampak riil dari kebijakan tarif tersebut terhadap volume dan arah perdagangan.

Meski begitu, Amsakar menilai tekanan terhadap neraca perdagangan nasional, khususnya dari Batam, belum tergolong signifikan. Berdasarkan data BP Batam, neraca perdagangan luar negeri Batam selama periode 2020-2024 mencatat surplus sebesar US$6,82 miliar.

“Dampaknya tidak begitu signifikan terhadap neraca, tapi secara personal saya harapkan badan usaha mulai berpikir mencari opsi pasar lain,” kata dia.

Terkait aspirasi pelaku usaha agar pemerintah memberikan insentif tambahan guna menanggulangi beban akibat kebijakan eksternal seperti tarif impor, ia menjawab bahwa saat ini Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPB) sudah dilengkapi dengan sejumlah insentif penting.

“KPBPB itu insentif yang diberikan negara kepada investor yang serius, seperti bebas PPN, bea masuk, dan PPNBM,” katanya.

Namun, ia tak menampik bahwa beberapa pelaku usaha menuntut insentif yang lebih fleksibel sebagaimana yang diterapkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti skema pembayaran kewajiban secara cicil.

Meski demikian, ia yakin pelaku usaha di Batam cukup tangguh untuk bertahan. Menurutnya, hal terpenting yang dibutuhkan dunia usaha bukan sekadar insentif, tetapi kepastian regulasi.

“Yang mereka harapkan itu adalah kepastian regulasi. Itu yang sedang kita rombak,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Batam, Amsakar Dorong Diversifikasi Pasar pertama kali tampil pada Metropolis.

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pelajar Nekat Bawa Motor ke Sekolah Tanpa Helm dan SIM, Warga Batam Resah

0
Pelajar berboncengan tiga tanpa helm di Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Batam mulai berjalan normal. Namun, di tengah semangat baru itu, muncul kekhawatiran terkait banyaknya pelajar yang masih nekat membawa kendaraan pribadi ke sekolah tanpa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menanggapi kondisi ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Wilayah Batam, Kasdianto, kembali mengingatkan larangan tersebut.

“Imbauan ini sudah pernah kami sampaikan. Kami harap orang tua juga turut mengawasi dan mengantar anaknya ke sekolah jika belum memenuhi syarat berkendara,” tegas Kasdianto, Senin (14/7). Ia menekankan, keselamatan siswa merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.

Di sejumlah titik seperti kawasan Batuaji dan Sagulung, fenomena pelajar membawa motor ke sekolah semakin marak. Tak hanya melanggar aturan, sebagian dari mereka juga berkendara secara ugal-ugalan dan tanpa helm. Bahkan, beberapa terlihat melakukan aksi berbahaya seperti standing di jalan raya, yang tentu membahayakan diri dan orang lain.

Seorang warga Sagulung, Santi (38), mengaku resah. Ia sering melihat pelajar saling berboncengan lebih dari dua orang, melawan arus, bahkan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. “Bukan cuma berisik, tapi juga bikin takut kalau sampai terjadi kecelakaan. Sudah pernah hampir nyerempet anak saya yang lagi nyeberang,” keluhnya.

Meskipun pihak sekolah telah menerima Surat Edaran dari Dinas Pendidikan, tak semua bisa mengendalikan perilaku siswa. Beberapa pelajar bahkan memarkir sepeda motornya di rumah warga atau di tempat ibadah untuk menghindari pantauan pihak sekolah. Kepala sekolah pun dihadapkan pada tantangan untuk menindak tegas para pelanggar.

Surat Edaran yang dimaksud, yakni Nomor 3/100.3.4.3//II/2025, berisi larangan keras bagi siswa yang belum memiliki SIM untuk mengendarai motor ke sekolah. Kepala satuan pendidikan diminta menjatuhkan sanksi tegas kepada pelajar yang melanggar, termasuk melibatkan orang tua dalam proses pembinaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, sebelumnya menyatakan bahwa keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua dan lingkungan harus turut mengingatkan anak-anak agar tidak membahayakan diri dan pengguna jalan lainnya,” katanya.

Pihak kepolisian turut aktif dalam pengawasan lalu lintas pelajar. Kapolsek Sagulung Iptu Rohandi Tambunan dan Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo menyebut, pihaknya rutin menggelar patroli khusus saat jam masuk dan pulang sekolah. Edukasi juga terus dilakukan ke sekolah-sekolah untuk menekan pelanggaran lalu lintas oleh pelajar.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, sebelumnya juga menegaskan bahwa usia minimal untuk memiliki SIM adalah 17 tahun. Ia meminta peran tegas dari orang tua agar tidak memfasilitasi anak di bawah umur untuk mengendarai motor. “Kalau sampai terjadi kecelakaan, penyesalannya bisa seumur hidup. Ini soal keselamatan, bukan sekadar aturan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaenal menyebut bahwa patroli akan terus dilakukan setiap hari, tidak hanya di akhir pekan. Polisi juga akan menindak pelajar yang terlibat dalam aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas oleh pelajar dapat ditekan secara signifikan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pelajar Nekat Bawa Motor ke Sekolah Tanpa Helm dan SIM, Warga Batam Resah pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan Lulusan SD Tanjungpinang Belum Tertampung di SMP, Disdik Perpanjang SPMB

0
Kabid SMP Disdik Tanjungpinang
Kepala Bidang SMP Disdik Tanjungpinang, Novi Perdana Wari. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Ratusan lulusan Sekolah Dasar (SD) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, belum tertampung di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang memperpanjang masa Pendaftaran Murid Baru (SPMB) dan membuka posko khusus pengaduan.

“Untuk saat ini ada 350 murid yang belum tertampung. Namun jumlah itu masih diverifikasi. Kami juga sudah memanggil para kepala sekolah negeri,” ujar Kepala Bidang SMP Disdik Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, Senin (14/7).

Posko pengaduan dibuka di SMP Negeri Tanjungpinang untuk menampung keluhan orang tua yang anaknya tidak diterima di sekolah tujuan. Menurut Novi, sebagian besar siswa gagal masuk karena mendaftar ke sekolah dengan kuota yang sudah penuh, seperti SMP Negeri 4, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 16.

“Penolakan ini karena kalah bersaing dengan pendaftar yang berdomisili lebih dekat. Selain itu, daya tampung sekolah yang terbatas juga jadi kendala,” jelasnya.

Sebagai solusi, Disdik akan mengarahkan murid ke SMP terdekat yang masih memiliki kuota. Posko ini dibuka untuk semua siswa, bukan hanya pendaftar di SMP Negeri 6 seperti isu yang sempat beredar.

“Jadi orang tua bisa datang ke posko. Nanti akan kami bantu arahkan ke sekolah negeri yang kuotanya belum penuh,” tambah Novi.

Disdik memastikan seluruh siswa akan tetap mendapat akses pendidikan dan tidak ada yang tertinggal dari sistem zonasi yang berlaku. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Ratusan Lulusan SD Tanjungpinang Belum Tertampung di SMP, Disdik Perpanjang SPMB pertama kali tampil pada Kepri.