Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 1296

97 Persen Warga Kepri Sudah Terdaftar JKN-KIS, Pemprov Kejar Sisanya

0
Kepala BPJS Kesehatan Tanjungpinang
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang, M.N. Andriansah. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang mencatat sebanyak 2.218.972 jiwa atau 97,67 persen penduduk di Kepulauan Riau (Kepri) telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) per 1 Juli 2025. Angka ini telah melampaui ambang batas Universal Health Coverage (UHC) sebesar 95 persen.

“Dari total 2.271.890 jiwa penduduk Kepri, sebanyak 2.218.972 jiwa sudah terlindungi program JKN-KIS,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, M.N. Andriansah, di kantornya, Rabu (16/7).

Ia menyebut, hingga pertengahan 2025, jumlah iuran yang diterima mencapai Rp140 miliar atau 93,15 persen dari total kewajiban peserta. Namun, masih ada sebagian iuran yang belum dibayar, terutama dari peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Biasanya akan terbayarkan setiap tahun setelah Pemprov menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari pajak rokok pusat,” ujarnya.

Saat ini, BPJS Kesehatan Tanjungpinang telah bekerja sama dengan 98 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 15 rumah sakit rujukan atau FKTRL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan) yang tersebar di Kepri.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan bahwa meskipun capaian UHC sudah terpenuhi, masih ada sekitar 52 ribu warga Kepri yang belum tercakup dalam program JKN-KIS.

“Kita punya tanggung jawab moral dan konstitusional agar seluruh warga terlindungi. Kita akan duduk bersama pemerintah kabupaten/kota untuk menyelesaikan ini,” tegas Ansar.

Menurutnya, jaminan kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi negara, dan UHC bukan sekadar angka, tapi cerminan keadilan sosial di bidang layanan kesehatan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel 97 Persen Warga Kepri Sudah Terdaftar JKN-KIS, Pemprov Kejar Sisanya pertama kali tampil pada Kepri.

Terjerat Sabu 1,39 Gram, Sepasang Kekasih Dihadapkan ke Meja Hijau

0
Sepasang kekasih, As’alukal Khusnul Afiata dan Reza Falafi, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (16/7). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Sepasang kekasih, As’alukal Khusnul Afiata dan Reza Falafi, kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (16/7), dalam kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu. Sidang dengan agenda pemeriksaan kedua terdakwa ini dipimpin oleh Majelis Hakim Andi Bayu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah dalam dakwaannya menyebutkan bahwa kedua terdakwa, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri, diduga melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika.

Perbuatan itu terjadi pada 21 Januari 2025, sekitar pukul 18.30 WIB, di kamar kos kawasan Lubuk Baja, Batam. Di hadapan majelis hakim, terdakwa As’alukal mengakui mengenal dan pernah menggunakan narkotika. Ia juga membenarkan bahwa barang bukti sabu yang disita aparat kepolisian ditemukan di dalam mobil yang mereka sewa.

“Barang bukti sabu itu ditinggal di mobil yang saya rental,” ujarnya.

Dalam dakwaan terungkap, pada hari kejadian, keduanya awalnya berniat jalan-jalan menggunakan mobil Daihatsu Rocky putih. Namun, Reza mengajak As’alukal untuk singgah di kawasan Bengkong, dengan alasan menemui seseorang bernama Mamang yang kini buron (DPO).

Pertemuan tersebut menjadi momen serah terima dua paket sabu, yang kemudian salah satunya digunakan untuk konsumsi pribadi dan satu lainnya akan dijual. Sabu tersebut disembunyikan oleh As’alukal, satu bungkus disimpan di celana dalam dan satu lagi di dalam dompet berwarna hitam.

“Saya letakkan di belakang celana saya waktu itu itu,” jelasnya

Tak lama setelah mereka kembali ke kos, aparat dari Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri yang telah mengintai langsung mengamankan mereka. Kepada petugas, As’alukal bersikap kooperatif dan menunjukkan letak penyimpanan sabu tersebut. Kedua paket sabu yang disita masing-masing berisi kristal bening seberat total 1,39 gram.

Petugas juga menemukan sebuah timbangan digital yang disimpan dalam termos di bawah meja TV kamar kos mereka. Dalam interogasi, Reza mengakui bahwa timbangan tersebut adalah miliknya dan biasa digunakan untuk menimbang narkoba. Keduanya juga mengaku bahwa sabu dibeli dari Mamang (DPO) dan akan dijual kepada seseorang bernama Pranowo (DPO).

Hasil uji laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam menyatakan sampel sabu yang disita dari kedua terdakwa mengandung zat methamphetamine yang termasuk narkotika golongan I sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 44 Tahun 2019 dan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU menegaskan bahwa perbuatan kedua terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Tuntutan akan kami bacakan dalam sidang pekan depan,” ujar JPU Abdullah usai persidangan.

Sidang dijadwalkan dilanjutkan dengan agenda pembacaan tuntutan pada pekan depan. Kedua terdakwa saat ini masih ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Terjerat Sabu 1,39 Gram, Sepasang Kekasih Dihadapkan ke Meja Hijau pertama kali tampil pada Metropolis.

Peringatan Bulan Kesadaran Mata Kering, Ketika Mata Kering Jadi Alarm Tubuh: Waspadai Autoimun Sedini Mungkin

0
Dokter Spesialis Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Niluh Archi, SpM (dr. Manda), dan Dokter Penyakit Dalam, JEC Eye Hospitals and Clinics, DR. Dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD-KEMD pada saat JEC Eye Talks: Dry Eye Awareness Month – Mata Kering: Alarm Autoimun? Kenali, Deteksi, dan Tangani Sejak Dini, di Jakarta (16/7). Gejala mata kering yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi indikasi awal dari penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh. JEC Eye Hospitals and Clinics mengajak masyarakat untuk lebih tidak menganggap sepele keluhan mata kering karena mata kering yang berkelanjutan bisa jadi merupakan indikasi masalah kesehatan sistemik yang perlu ditangani sejak dini. Melalui peringatan Bulan Kesadaran Mata Kering 2025, JEC mendorong pentingnya deteksi dini gejala mata kering sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

batampos— Gejala mata kering yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi indikasi awal dari penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Berangkat dari kekhawatiran atas tingginya prevalensi mata kering di Indonesia serta kaitannya dengan gangguan sistemik serius, JEC Eye Hospitals and Clinics mengajak masyarakat untuk lebih waspada.

Melalui peringatan Bulan Kesadaran Mata Kering 2025, JEC mendorong pentingnya deteksi dini gejala mata kering sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

“Mata kering bukanlah sebuah kondisi ringan. Bagi sebagian pasien, mata kering justru bisa menjadi indikasi proses autoimun yang berlangsung diam-diam di dalam tubuh. Lewat Bulan Kesadaran Mata Kering yang konsisten JEC gaungkan, kami ingin masyarakat tidak mengabaikan keluhan mata kering. Sebab, bisa jadi keluhan tersebut mencerminkan masalah kesehatan sistemik yang perlu ditangani seawal mungkin,” ujar dr. Niluh Archi, SpM (dr. Manda), Dokter Spesialis Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics.

BACA JUGA: Manfaatkan Bahan-Bahan di Dapur, Ini 4 Cara Mengatasi Mata Panda Secara Natural dan Cepat

Sebuah studi menemukan 10 hingga 95% pasien dengan gangguan sistem imun mengalami mata kering. Sementara itu, American Academy of Ophthalmology menyebut 10% pasien dengan penyakit mata kering mengalami Sindrom Sjögren (SS) – yakni jenis autoimun kronis yang menyerang kelenjar air mata dan menyebabkan peradangan pada permukaan mata. Namun, dua pertiga dari kasus tersebut tidak terdiagnosis. Tanpa penanganan dini dan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti luka pada kornea, infeksi, bahkan gangguan penglihatan permanen.

Dokter Spesialis Mata Kering dan Lensa Kontak, JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Niluh Archi, SpM (dr. Manda) pada saat JEC Eye Talks: Dry Eye Awareness Month – Mata Kering: Alarm Autoimun? Kenali, Deteksi, dan Tangani Sejak Dini, di Jakarta (16/7). Mata kering bukanlah sebuah kondisi ringan. Bagi sebagian pasien, mata kering justru bisa menjadi indikasi proses autoimun yang berlangsung diam-diam di dalam tubuh.Dr. Manda mengajak agar masyarakat tidak mengabaikan keluhan mata kering. Sebab, bisa jadi keluhan tersebut mencerminkan masalah kesehatan sistemik yang perlu ditangani sedini mungkin.

Di Indonesia, prevalensi mata kering sendiri mencapai 27,5% hingga 30,6%, menjadikannya salah satu kondisi mata yang paling umum namun seringkali luput dari deteksi medis. JEC sendiri sepanjang dua tahun terakhir (2023-2025) telah melayani 72.000 pasien mata kering di seluruh cabang jaringannya. Terkait Sindrom Sjörgen, sayangnya Indonesia belum memiliki data spesifik mengenai mata kering akibat jenis autoimun ini. Kurangnya kesadaran dan minimnya edukasi membuat banyak pasien tidak menyadari bahwa gejala yang mereka alami bisa jadi merupakan sinyal dari kondisi sistemik yang lebih kompleks.

Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi, justru menyerang jaringan sehat tubuh sendiri. Ketika ini terjadi pada kelenjar eksokrin, seperti kelenjar air mata, bisa menimbulkan peradangan kronis dan penurunan produksi air mata sehingga menyebabkan mata kering. Sindrom Sjögren menjadi salah satu contoh paling umum, yakni ketika sistem imun menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur, sehingga penderitanya bisa mengalami mata kering sekaligus mulut kering secara bersamaan. Selain Sindrom Sjögren, penyakit autoimun lain juga dapat memicu mata kering, antara lain lupus, rheumatoid arthritis (RA), dan scleroderma. Keempatnya dapat menyebabkan inflamasi sistemik yang turut berdampak pada permukaan mata.

DR. Dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD-KEMD, selaku Dokter Penyakit Dalam, JEC Eye Hospitals and Clinics menjelaskan “Dalam banyak kasus, gejala awal penyakit autoimun sering kali muncul dalam bentuk yang tidak spesifik.

Salah satunya, timbulnya mata kering. Karena itu, kolaborasi multidisiplin antara dokter mata dan dokter penyakit dalam menjadi sangat penting untuk mengenali pola-pola peradangan sistemik sejak dini. Melalui pemeriksaan mata yang teliti, pasien bisa diarahkan untuk evaluasi lebih lanjut yang mungkin menyelamatkan organ lain dari kerusakan permanen.”

Melihat kompleksitas penyebab dan dampak mata kering, terutama yang terkait dengan gangguan sistemik seperti autoimun, penanganannya jelas memerlukan lebih dari sekadar solusi pereda sementara.

Dokter Penyakit Dalam, JEC Eye Hospitals and Clinics, DR. Dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD-KEMD pada saat JEC Eye Talks: Dry Eye Awareness Month – Mata Kering: Alarm Autoimun? Kenali, Deteksi, dan Tangani Sejak Dini, di Jakarta (16/7). Dr. Aswin mengingatkan bahwa gejala awal penyakit autoimun sering kali muncul dalam bentuk yang tidak spesifik termasuk mata kering yang seringkali disepelekan. Penanganan mata kering akibat autoimun menurutnya memerlukan kolaborasi multidisiplin antara dokter mata dan dokter penyakit dalam untuk bisa mengenali pola-pola peradangan sistemik sejak dini.

Dibutuhkan pendekatan menyeluruh yang tidak hanya mengatasi gejala, tetapi juga menggali dan memahami kondisi mendasar yang menyebabkannya. Di sinilah pentingnya layanan dengan teknologi diagnostik yang akurat, tim medis berpengalaman, serta kolaborasi multidisiplin antara dokter mata, penyakit dalam, dan reumatologi untuk memastikan pasien dengan dry eye akibat autoimun mendapatkan penanganan yang tepat, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen untuk mengoptimalisasi penglihatan dan kualitas hidup masyarakat, JEC Eye Hospitals and Clinics telah menghadirkan JEC Dry Eye Service sejak 2017; menjadi pionir layanan terpadu pertama di Indonesia yang menangani mata kering secara komprehensif.

Layanan ini menawarkan beragam pemeriksaan berteknologi mutakhir untuk mendiagnosis dry eye pasien; meliputi: Dry Eye Questionnaire, Schirmer Test (menilai volume air mata), Tear Break Up Time/TBUT (menilai stabilitas air mata), Ocular Surface Staining (menilai derajat peradangan), Meibography (menilai kondisi kelenjar Meibom di kelopak mata), dan TearLab® Osmometer (menilai kadar osmolaritas air mata).

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, tim ahli JEC Dry Service akan memberikan penanganan yang sesuai. Mulai dari artificial tears substitute/lubricants, punctal plug, pemberian anti-inflamasi dan antibiotik tetes mata, pemberian autologous serum tetes mata, terapi E-eye® Intense Pulse Light (IPL) dan Dry Eye Spa. Saat ini, Dry Eye Service tersedia di lima rumah sakit dan klinik mata JEC di berbagai kota besar Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya, Rumah Sakit Mata JEC CANDI @ Semarang, RS Mata JEC ORBITA @ Makassar, Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar, Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Surabaya

Tentang JEC
Dengan pengalaman 41 tahun sejak berdiri pada 1984, kiprah JEC dalam memberikan layanannya diakui dalam berbagai bentuk penghargaan prestasi, antara lain: Akreditasi dari Joint Commission International yang diraih empat kali berturut-turut oleh JEC @ Kedoya pada 2014, 2017, 2020 dan 2023; penobatan “JEC LASIK Center” sebagai Pionir LASIK pertama di Indonesia oleh MURI (2007).

Akreditasi Penuh Tingkat Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; serta pemberian penghargaan “Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2014 dan 2015” untuk kategori rumah sakit mata di Jabodetabek dan 7 kota besar di Indonesia dari Majalah SWA dan pemenang the Best Corporate Image 2015-2019. JEC menjadi pelopor dalam pembentukan ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) – dan kini menjadi anggota aktifnya, di samping berperan dalam World Association of Eye Hospital. JEC hingga saat ini telah memiliki 5 rumah sakit mata serta 11 klinik utama mata yang tersebar di beberapa kota besar, yaitu Rumah Sakit Mata JEC @ Menteng, Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya, Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok, Rumah Sakit Mata JEC CANDI @ Semarang dan RS Mata JEC ORBITA @ Makassar, Klinik Utama Mata JEC @ Cibubur, JEC @ Tambora, JEC @ Cinere, JEC @Bekasi, Candi Eye Center Semarang, JEC ANWARI @Purwokerto, JEC JAVA @ Surabaya, JEC ORBITA @ Makassar, JEC BALI @ Denpasar, JEC JAVA @ Pasuruan, dan JEC ORBITA @ Kendari. Informasi selengkapnya silakan kunjungi www.jec.co.id. (*)

Artikel Peringatan Bulan Kesadaran Mata Kering, Ketika Mata Kering Jadi Alarm Tubuh: Waspadai Autoimun Sedini Mungkin pertama kali tampil pada Lifestyle.

Sebulan Pasca-Serangan AS dan Israel ke Iran, Ancaman Proliferasi Nuklir Kian Nyata dan Picu Ketegangan Global

0
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri). (Reuters)

batampos — Serangkaian serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 memunculkan kekhawatiran baru di komunitas internasional, yakni upaya militer yang ditujukan untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir justru dapat mempercepatnya, sekaligus mendorong negara lain untuk mengikuti jejak yang sama.

Israel memulai Operasi Rising Lion pada 13 Juni, sebuah kampanye militer besar yang menyasar program nuklir Iran. Serangan ini menargetkan ilmuwan nuklir senior, pejabat militer tinggi, serta tokoh penting di Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). Meskipun berhasil menguasai wilayah udara, Israel gagal menghancurkan fasilitas pengayaan uranium Fordow yang tersembunyi jauh di dalam pegunungan.

Delapan hari kemudian, tepatnya 21 Juni, AS meluncurkan serangan udara besar-besaran ke tiga lokasi utama Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 yang dilengkapi bom penembus bunker, Washington berharap dapat melumpuhkan infrastruktur nuklir Iran yang sangat terlindungi. Namun, intelijen awal menyebutkan bahwa “meski kerusakan signifikan terjadi, penghancuran total tidak tercapai.”

Dilansir dari The Conversation, Rabu (16/7/2025), konflik dua belas hari tersebut berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata pada 24 Juni. Kendati kedua belah pihak mengklaim keberhasilan parsial, perang ini memperburuk ketegangan regional dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap masa depan nonproliferasi nuklir di kawasan Timur Tengah.

Sejarah panjang negosiasi nuklir antara Iran dan dunia Barat menjadi konteks penting. Pada 2015, kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tercapai, dengan Iran setuju membatasi pengayaan uranium dan menerima inspeksi ketat dari Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).

Sebagai imbalannya, sanksi internasional dilonggarkan. Namun, pada 2018, Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian tersebut, meski IAEA menyatakan Iran masih patuh. Langkah ini menghancurkan kepercayaan diplomatik dan mendorong Iran menarik diri secara bertahap dari komitmennya.

Sejak saat itu, Iran meningkatkan aktivitas nuklirnya secara drastis. Menurut laporan IAEA, Iran kini memiliki lebih dari 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen—jumlah yang, jika dimurnikan ke level 90 persen, cukup untuk memproduksi 10 hingga 12 senjata nuklir. Para pejabat Iran masih menyatakan bahwa program mereka bersifat damai, namun jumlah uranium yang diperkaya melampaui kebutuhan pembangkit listrik sipil.

Serangan udara terbaru juga berpotensi mempercepat ambisi nuklir Iran. Setelah gencatan senjata, Teheran menghentikan seluruh kerja sama dengan IAEA, mengusir para inspektur dan memutus akses internasional ke fasilitas nuklirnya.

“Tanpa keberadaan personel IAEA di lapangan, mustahil memverifikasi skala aktivitas nuklir Iran,” demikian laporan pakar nuklir dalam analisis pascaserangan.

Lebih lanjut, tindakan militer semacam ini dinilai tidak berkelanjutan. Israel, yang diyakini sebagai satu-satunya negara Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, telah melakukan tindakan serupa di masa lalu—seperti pengeboman reaktor nuklir Irak pada 1981 dan Suriah pada 2007. Namun, berbeda dengan Iran, program nuklir kedua negara tersebut jauh lebih sederhana.

Ironisnya, seperti diakui para pengamat, serangan ini malah memperkuat solidaritas dalam negeri Iran. Masyarakat Iran memandang serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan yang nyata, sehingga justru memperkuat legitimasi pemerintah dan melemahkan oposisi dalam negeri.

“Alih-alih memicu pemberontakan, serangan itu menyatukan publik Iran di belakang rezim,” jelas analis politik Timur Tengah di Washington.

Saat ini, parlemen Iran tengah mempertimbangkan untuk keluar dari Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT). Jika keputusan ini diambil, maka akan menghapus pembatasan hukum dan diplomatik utama atas kemampuan Iran mengembangkan senjata nuklir. Langkah tersebut, menurut pakar, sangat mungkin memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan.

“Jika Iran memiliki senjata nuklir, kami juga akan mengejar hal yang sama,” kata pejabat senior Arab Saudi dalam pernyataan resminya.

Dengan demikian, solusi jangka panjang tetap berada pada jalur diplomatik, melalui kesepakatan baru yang kredibel, mencakup verifikasi ketat, inspeksi IAEA, serta pelonggaran sanksi secara bertahap.

Tanpa pendekatan tersebut, serangan militer yang berulang hanya akan memperkuat keyakinan bahwa satu-satunya pelindung dari ancaman luar adalah kemampuan nuklir itu sendiri. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Sebulan Pasca-Serangan AS dan Israel ke Iran, Ancaman Proliferasi Nuklir Kian Nyata dan Picu Ketegangan Global pertama kali tampil pada News.

Prabowo Angkat Bicara Usai Berhasil Turunkan Tarif AS jadi 19%: Era Baru Saling Menguntungkan

0
Presiden RI Prabowo Subianto saat melakukan sambungan telepon dengan Presiden AS Donald Trump soal tarif 19 persen. (Istimewa)

batampos – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencapaian penting dalam hubungan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Prabowo menyampaikan telah melakukan pembicaraan langsung dengan mantan Presiden AS Donald J. Trump melalui sambungan telepon.

“Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Donald Trump. Kami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar,” tulis Prabowo dalam unggahan pada akun media sosial Instagram, Rabu (16/7).

Tak hanya itu, Prabowo juga menyebut bahwa Donald Trump menyampaikan salam hangat kepada rakyat Indonesia.

“Presiden Trump menyampaikan salam hangatnya kepada seluruh rakyat Indonesia,” ucap Prabowo.

Pernyataan Prabowo ini muncul tak lama setelah Donald Trump mengunggah cuitan di platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump mengklaim telah menjalin “great deal” dengan Prabowo yang mencakup penurunan tarif impor produk Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen.

Kesepakatan itu dicapai sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan ekonomi antara kedua negara. Selain penurunan tarif, Indonesia juga berkomitmen untuk membeli sejumlah produk penting dari Amerika Serikat, termasuk hasil pertanian seperti kedelai dan gandum, serta pesawat Boeing.

Meski rincian lengkap kesepakatan belum diumumkan secara resmi oleh kedua pihak, sinyal positif ini disambut optimisme oleh para pelaku pasar dan pengamat hubungan internasional. Trump juga menyatakan akan membeberkan detail lebih lanjut dalam waktu dekat. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Prabowo Angkat Bicara Usai Berhasil Turunkan Tarif AS jadi 19%: Era Baru Saling Menguntungkan pertama kali tampil pada News.

Harganas Kepri 2025, Fokus Tekan Stunting

0
BKKBN Kepri Harganas 2025
Gubernur Ansar Ahmad didampingi Kepala BKKBN Kepri Rohina menyerahkan bantuan ke keluarga berisiko stunting, Rabu (16/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos-Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2025 dengan berbagai kegiatan di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Kota Tanjungpinang, Rabu (16/7).

Rangkaian kegiatan meliputi penyematan selempang Ayah Bunda GenRe kabupaten/kota se-Kepri, penyerahan bantuan, pemberian Makanan Bergizi Tambahan (MBG) bagi ibu hamil, hingga peluncuran buku bertema “Ibu Sehat Anak Kuat – Generasi Bebas Stunting” karya Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumala Sari Ansar.

BKKBN Kepri juga menghadirkan satu unit bus pelayanan KB sebagai bentuk kepedulian terhadap pengendalian penduduk. Workshop Pendataan Keluarga tahun 2025 (PK-25) juga turut menyemarakkan kegiatan ini.

Kepala BKKBN Kepri, Rohina, mengatakan peringatan Harganas menjadi momentum untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

BACA JUGA: Bupati Lingga Akan Awasi Ketat Kinerja OPD Tangani Stunting

“Harganas ini berawal dari momen sejarah saat para pejuang yang kembali berkumpul dengan keluarga setelah perang tahun 1945. Inilah pentingnya kita mengingat peran keluarga dalam membangun masa depan,” kata Rohina.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam melahirkan generasi unggul yang akan menentukan kemajuan Indonesia ke depan.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan pentingnya Harganas sebagai pengingat bagi masyarakat tentang nilai dan fungsi keluarga. Ia juga menekankan bahwa penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

Ansar juga menjelaskan bahwa pelaksanaan PK -25 merupakan momentum strategis untuk memperbarui data keluarga di seluruh wilayah provinsi Kepulauan Riau.

“Data ini akan menjadi rujukan dalam menyusun program-program prioritas, seperti penurunan angka stunting, peningkatan kesejahteraan keluarga, dan penguatan ketahanan keluarga”, jelasnya.

“Wali kota dan bupati harus masif dalam upaya menurunkan angka stunting. Ini adalah fokus bersama kita,” ujar Ansar. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Harganas Kepri 2025, Fokus Tekan Stunting pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Daging Beku Naik Tajam, Batam Tunggu Kebijakan Pusat

0
Seorang ibu tengah memilih daging sapi beku yang ditawarkan di pasar Botania 2, Batamcentre. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga daging sapi beku di Kota Batam meroket hingga mencapai Rp120 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Kota (Pemko) Batam pun langsung melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait pada 15 Juli kemarin.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Wahyu Daryatin, menyebut lonjakan harga ini bukan hanya terjadi di Batam. Fenomena serupa juga ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Memang terjadi lonjakan harga ini bukan hanya di Batam. Semua daerah itu naik harga dagingnya, terutama daging sapi. Kalau daging ayam masih normal,” katanya, Rabu (16/7).

Selisih harga antara daging sapi segar dan beku sebenarnya cukup signifikan. Normalnya, daging sapi segar dijual sekitar Rp150 ribu per kilogram, sementara daging beku biasanya berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

Sementara itu, kebutuhan daging sapi di Batam, baik beku maupun segar, diperkirakan mencapai 100 ton per bulan. Jumlah ini mencerminkan permintaan yang cukup tinggi di tengah pasokan yang kian terbatas.

Kata Wahyu, harga daging sapi beku yang melambung tak lepas dari terbatasnya pasokan. “Ketersediaannya memang tidak banyak lagi karena asalnya impor. Impor yang masuk ke Batam selama ini dipegang BP Batam,” tambahnya.

Daging sapi beku yang masuk ke Batam mayoritas berasal dari Australia. Akan tetapi, tingginya harga dari negara asal menyebabkan harga akhir di pasar lokal juga melambung tinggi.

“Daging itu sampai di Batam sudah tinggi harganya. Makanya itulah salah satu penyebabnya,” ujar dia.

Untuk menanggulangi persoalan ini, Pemko Batam telah menggelar pertemuan dengan BP Batam, Bea Cukai, dan Balai Karantina. Salah satu pembahasan utamanya adalah kemungkinan mendatangkan daging beku dari negara lain seperti India dan Brazil.

“Daging dari India dan Brazil relatif lebih terjangkau. Tapi masalahnya, impornya itu masuknya dari Jakarta. Kalau lewat Jakarta, harga sampai Batam tetap tinggi karena biaya distribusi,” ujarnya.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pembukaan jalur impor alternatif selain dari Australia. Pemerintah daerah juga belum mendapatkan sinyal kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kebijakan itu masih di kementerian. Di daerah ini kita hanya bisa menunggu. Bulog pun masih menunggu arahan dari pusat terkait dengan impor daging ini,” ujarnya.

Disperindag Batam mengusulkan agar daging impor yang ada di Jakarta bisa disalurkan ke Batam dengan harga lebih terjangkau. Tetapi, hal ini bergantung pada keputusan pusat dan kesiapan distribusi antar wilayah.

“Langkah konkret dari kami adalah terus melakukan koordinasi. Kami juga akan bersurat ke kementerian untuk menyampaikan kondisi ini,” kata Wahyu. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Harga Daging Beku Naik Tajam, Batam Tunggu Kebijakan Pusat pertama kali tampil pada Metropolis.

MAKI Minta Kejagung Terbitkan Red Notice Interpol untuk Jurist Tan, Mantan Staf Khusus Nadiem Makarim yang Masuk DPO

0
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. ANTARA Jatim/Dok Pribadi

batampos – Mantan staf khusus (stafsus) Nadiem Makarim, Jurist Tan, kini menjadi tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Agung (Kejagung). Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menduga yang bersangkutan berada di Australia. Karena itu, MAKI mendorong Kejagung memasukkan nama Jurist Tan dalam red notice Interpol.

Menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman, sangat tidak adil bila Kejagung tidak berusaha menangkap dan menahan Jurist Tan. Sebab, tersangka lain sudah ditahan oleh penyidik. Berdasar penelusuran yang dilakukan oleh MAKI, Boyamin menyebut, Jurist Tan diduga berada di Australia.

“Kami telah melakukan penelusuran keberadaan Jurist Tan dan diperoleh informasi dia telah tinggal di negara Australia dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir. Jurist Tan diduga pernah terlihat di kota Sydney, Australia dan terdapat jejak di sekitar kota pedalaman Alice Spring,” kata Boyamin Saiman kepada awak media di Jakarta pada Rabu (16/7).

Boyamin menyampaikan bahwa dalam sistem pergaulan internasional, untuk memulangkan tersangka ke dalam negeri, dibutuhkan kerja sama dengan Interpol. Untuk itu, MAKI mendorong dan mendesak Kejagung segera memasukkan nama Jurist Tan ke dalam daftar red notice Interpol di kantor pusat Interpol, Lyon, Prancis.

”Dengan masuknya Jurist Tan dalam red notice Interpol, maka menjadi kewajiban polisi negara manapun termasuk Australia, untuk menangkap dan memulangkan Jurist Tan ke Indonesia,” imbuhnya.

MAKI secara inisiatif berniat segera menyampaikan data dan informasi mengenai keberadaan Jurist Tan kepada penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung. Tujuannya untuk membantu proses pengejaran dan pemulangan Jurist Tan ke Indonesia.

”Semoga dengan data dan informasi tersebut menjadikan Jurist Tan dapat dipulangkan ke Indonesia, dilakukan penahanan, dan selanjutnya proses persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat,” tutup Boyamin. (*)

Sumber: JP Group

Artikel MAKI Minta Kejagung Terbitkan Red Notice Interpol untuk Jurist Tan, Mantan Staf Khusus Nadiem Makarim yang Masuk DPO pertama kali tampil pada News.

AKBP I Gusti Ngurah Agung, Eks Ajudan Anies Baswedan Resmi Jabat Kapolres Anambas

0
Sertijab Kapolres Anambas
AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menandatangani berita acara pelantikan Kapolres Anambas disaksikan langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safruddin. F. Polres Anambas untuk Batam Pos.

batampos – AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka resmi menjabat sebagai Kapolres Kepulauan Anambas. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safruddin dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di Mapolda Kepri, Rabu (16/7).

AKBP Ngurah Agung sebelumnya dikenal sebagai ajudan dari mantan Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan. Lulusan Akademi Kepolisian 2005 ini kini dipercaya untuk memimpin Polres Anambas, wilayah strategis di perbatasan utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Dalam arahannya, Kapolda Kepri menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan serta membangun sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

“Wilayah Anambas adalah beranda terdepan NKRI. Jaga sinergitas lintas sektor agar keamanan dan pelayanan masyarakat tetap optimal. Perkuat pendekatan humanis kepada masyarakat,” ujar Irjen Asep Safruddin.

Ia juga meminta agar kapolres baru dapat melanjutkan program-program positif dari pejabat sebelumnya serta meningkatkan komunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menyatakan kesiapannya dalam mengemban amanah baru. Ia berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan di daerah perbatasan.

“Saya siap melanjutkan tugas-tugas kepolisian dan membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Keamanan wilayah perbatasan menjadi prioritas utama,” tegasnya usai pelantikan.

Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas AKBP Raden Ricky Pratidiningrat sebagai Kapolres Anambas. Ia kini menempati posisi baru sebagai Kapolres Kuantan Singingi, Polda Riau. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

 

Artikel AKBP I Gusti Ngurah Agung, Eks Ajudan Anies Baswedan Resmi Jabat Kapolres Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Pencaker Membludak, Simnaker Jadi Jalur Cepat Dapat Kerja

0
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 15.886 pencari kerja (pencaker) terdaftar sepanjang Januari hingga Juni 2025. Dari jumlah tersebut, 8.162 merupakan laki-laki dan 7.724 perempuan. Bulan Mei menjadi periode dengan jumlah pencaker terbanyak, yakni 4.231 orang, sementara Maret tercatat paling rendah dengan 1.540 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni menyampaikan, sepanjang semester pertama 2025, tercatat ada 9.013 lowongan kerja yang tersedia di Batam, terdiri dari 4.148 posisi untuk laki-laki dan 4.565 untuk perempuan. Dari total tersebut, sebanyak 7.123 pencaker telah berhasil ditempatkan di berbagai sektor, baik formal maupun informal.

“Ini menunjukkan angka penempatan cukup tinggi,” kata Nurul, Rabu (16/7).

Ia menyebutkan, peningkatan penempatan kerja tak lepas dari peran aplikasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Simnaker) yang telah menjadi sarana digital andalan bagi pencari kerja dan perusahaan di Batam. Sejak peluncurannya pada Maret 2024 hingga Juni 2025, aplikasi ini telah digunakan oleh 13.637 pencari kerja.

“Simnaker memberikan akses informasi yang cepat dan akurat, baik bagi perusahaan maupun pencari kerja. Efektivitas aplikasi ini terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna yang meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam beberapa bulan terakhir,” ungkapnya.

Disnaker juga mencatat peningkatan jumlah perusahaan yang terdaftar di Simnaker, dari 242 perusahaan pada Februari menjadi 274 perusahaan pada Juni 2025. Kenaikan ini dinilai sebagai hasil dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan pihaknya sepanjang tahun.

Secara keseluruhan, sepanjang triwulan II 2025, dari total 9.210 lowongan kerja yang masuk ke sistem, sebanyak 7.119 orang telah berhasil ditempatkan. Tingkat penempatan mencapai 77,3 persen, dan sebagian besar melalui sistem Simnaker.

“Ini menunjukkan sistem Simnaker berjalan dengan baik dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan pencari kerja,” ujarnya.

Ke depan, Disnaker Batam menargetkan 18 ribu penempatan kerja dan 20 ribu lowongan kerja yang masuk ke dalam sistem sepanjang 2025. Penguatan layanan digital, lanjut Nurul, akan menjadi prioritas.

“Kami ingin layanan penempatan kerja ini menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui Simnaker, prosesnya jadi lebih cepat, transparan, dan efisien,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pencaker Membludak, Simnaker Jadi Jalur Cepat Dapat Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.