Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12999

Peluang Investasi Pariwisata di Natuna Semakin Menjanjikan

0
Direktur Komersial Xpress Air, Swandono menyambut penumpang asal Natuna setiba di Tanjungpinang, Kamis (5/10). F. Faradilla.

batampos.co.id – Rute penerbangan ke Natuna makin bertambah, setelah terminal sipil bandara Ranai dioperasikan. Maskapai Xpres Air resmi membuka penerbangan ke Natuna dari Tanjungpinang dan melakukan penerbangan perdana bertepatan HUT TNI ke 71, Kamis (5/10).

Penerbangan Xpresair ke Natuna menambah jumlah maskapai yang selama ini masih dilayani penerbangan reguler dilayani Wings Air dan Sriwijaya Air, dengan rute Batam Natuna dan sebaliknya.

Area Manajer Xpres Air wilayah lima Riau Kepri Rizon Jayadi, frekuensi penerbangan Xpres Air ke Natuna dari Tanjungpinang dua kali seminggu, hari Selasa dan Kamis. Dengan sasaran menjangkau daerah terluar.

Dibukannya penerbangan Xpres Air Natuna Tanjungpinang dengan pesawat Dornier 328-100 dengan teknologi air bus buatan Jerman ini sambungnya, kapasitas 32 penumpang dapat menunjang aktifitas dan mobilisasi Pemerintah Kabupaten Natuna ke ibu kota Provinsi di Tanjungpinang.

“Xpres Air siap menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Natuna mempromosikan pariwisata, dan di Anambas sudah mulai direncanakan membangun tourisem informasi central. Kami promosikan pariwisata dan paket wisata, Pemerintah Daerah yang kelola pariwisatanya,” kata Rizon Jayadi.

Asisten Ekonomi Pemkab Natuna Abdullah mengatakan, dibukanya penerbangan Tanjungpinang ke Natuna sebaliknya mempersingkat transportasi dari Natuna. Dan menambah kemudahan akses masyarakat dan hubungan pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

“Transportasi udara di Natuna yang berada di perbatasan ini adalah urat nadi pendukung pengembangan segala pembangunan dengan harga tiket yang terjangkau masyarakat. Dibukanya rute baru ke dari Tanjungpinang sekarang, peluang investasi pariwisata semakin menjanjikan,” kata Abdullah.(arn)

Menpar Pantau Keadaan Gunung Agung hingga Pura Besakih

0

Menpar Arief Yahya memastikan suasana Pulau Dewata Bali betul-betul aman. Dia berkunjung hingga ke Pura Besakih, yang jaraknya hanya 9 km dari pusat erupsi Gunung Agung. Daerah “merah” hingga radius 12 km yang sudah harus dikosongi.

Dari pura terbesar di Bali yang berketinggian 950 meter dpl itu tinggal 2085 meter lagi sampai puncak kaldera gunung, yang persis di belakangnya. “Ikuti saran dan anjuran pemerintah, itu yang terbaik,” jelas Arief Yahya, Menpar RI.

Fenomena alam ini, kata Menpar Arief, tidak ada yang bisa memprediksi. Juga belum ada teknologi yang bisa menjangkau, untuk memastikan waktu, jam, dan tanggal erupsi. Ditandai dengan tremor, getaran atau gempa kecil yang hitungannya hanya menit dan jam. “Karena itu, instruksi Pak Gubernur sudah betul, di radius 12 km itu harus dikosongkan,” kata Arief Yahya.

Pasca penetapan status Awas di Gunung Agung, Karangasem, Bali, Kementerian Pariwisata seperti tak pernah berhenti memantau perkembangan menit per menit. Menpar Arief Yahya bahkan terjun langsung memantaunya sampai ke Pura Besakih, Kamis (5/10).

Dalam kunjungannya, Menpar Arief Yahya didampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi, Don Kardono, Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A Agung Yuni Budhiarta, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa, dan ketua STP Bali Dewa GN Byomantara.

Menpar Arief Yahya pun meminta masyarakat melalui agar mengikuti setiap imbauan yang dikeluarkan lembaga pemerintah yang berwenang. Sedangkan untuk wisatawan, Menpar menyampaikan pesan agar tidak khawatir karena pemerintah sudah mempersiapkan rencana penanganan terhadap segala kemungkinan bencana.

“Crisis center-nya sudah dibuat diketuai oleh Pak Gubernur Bali. Karena ini di Bali, ikon pariwisata Indonesia, maka istilah Crisis Center itu diganti dengan Bali Tourism Hospitality. Harus satu pintu (informasinya). Beritanya nggak boleh simpang siur,” kata Menpar Arief Yahya, Kamis (5/10).

Selain itu, Menpar juga mengganti istilah “evakuasi” dengan “mengantarkan.” Untuk memberi aksen pariwisata. “Biar tidak berkesan serem. Kita semua bergerak, dan mempersiapkan segala risiko yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Kementerian Pariwisata telah memimpin pembentukan #BaliTourismHospitality, berkoordinasi dengan pelaku pariwisata di Bali. Tim ini untuk memberi informasi kepada pelaku pariwisata ini sudah mulai berjalan sejak minggu lalu.

“Yang pertama kita harus menimbulkan rasa aman buat masyarakat sekitar Gunung Agung. Begitu juga untuk wisatawan, customer kita, segala sesuatunya sudah disiapkan untuk keamanan mereka juga,” jelas Menpar Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata juga telah membuat skenario untuk mempertahankan wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang ada di Bali. Menpar Arief Yahya mengatakan, dalam beberapa hari ke depan baik wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara diarahkan liburan ke Lombok.

Skenarionya, Menpar menyebut 3A, Akses, Amenitas dan Atraksi. Khusus Akses, disiapkan alternatif jalan darat dan laut, jika bandara Ngurah Rai off.

“Kalau bulan ini terjadi anginnya ke barat, berarti skenario kami ke Lombok. Wisatawan yang ada di Bali akan disiapkan transportasi menuju Lombok,” ujar Menpar Arief Yahya.

Skenario laut, para turis akan diangkut melalui moda transportasi laut dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur menuju Gilimanuk di Bali, pp.

Arief menambahkan, jika ada 60.000 orang, sebagian turis akan diangkut memakai kapal ferry. Sehingga ada sekitar lima unit kapal ferry yang disiapkan pemerintah. “Kalau itu 5.000, kita ambil empat sampai lima kapal besar, seminggu selesai,” cetus pria asal Banyuwangi ini.

Dalam peninjauannya ke Pura Besakih, Menpar Arief Yahya berdiskusi dengan tim Basarnas yang bertugas, masyarakat Bali, dan Wisman yang berkunjung ke Pura Besakih. Di Pura Besakih sendiri sedang ada acara Sembahyang Purnama oleh masyarakat, pada hari itu untuk doa keselamatan bagi seluruh masyarakat Bali.

“Kami berharap semua dampak dapat diminimalisasi, utamanya yang berdampak pada sektor Pariwisata di Tanah Air,” katanya.

Soal Amenitas, Menpar berkoordinasi dengan PHRI dan industri pariwisata untuk menyiapkan diskon khusus pada wisatawan yang terpaksa harus tinggal lebih lama karena bandara off. “Sedang disiapkan skenario, hari pertama diskon 100-80%, lalu diskon diturunkan secara bertahap,” jelas Arief Yahya.

Soal Atraksi, Menpar Arief meminta hotel, bandara di Lombok, pelabuhan, dan lokasi pengungsian untuk disiapkan hiburan. Biar mereka merasa nyaman, selama masa erupsi.(*)

 

Angkasa Pura I Inisiasi Pembuatan Masterplan Pariwisata Terintegrasi Solo Raya

0

PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Adi Soemarmo Solo ikut
action menggerakkan spirit Indonesia Incorporated. Action nyata itu di create AP I lewat inisiasi pembuatan masterplan pariwisata terintergrasi (integrated travel and tourism masterplan) Solo Raya.

Pembuatan masterplan pariwisata tersebut dilaksanakan saat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Solo Raya, Kamis (5/10) di Aston Solo Hotel, Surakarta.

Mengusung tema besar “500 Thousand Foreign Tourist Arrivals to Solo Raya in 2025.” Kegiatan CDD Solo tahun 2017 merupakan tindak lanjut dari CDD Solo yang pernah dilakukan pada November 2015.

“Pada 2025 ditargetkan 3,5 juta wisatawan datang ke Solo Raya, yang terdiri dari 3 juta wisatawan nusantara (wisnus) dan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman),” terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro dalam keterangan resminya, Kamis (5/10).

Target ini diyakini sangat mungkin bisa dicapai mengingat hingga 2016, jumlah wisatawan yang mengunjungi Solo Raya berjumlah 2,1 juta orang.

Tone optimisme pun makin terdengar nyaring lantaran CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah yang sebenarnya sudah diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak 2015.

“CDD bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan motor pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pada masterplan ini, lanjut Danang, terdapat beberapa poin yang dibahas, yaitu atribut destinasi utama (eco-heritage-cultural tourism), infrastruktur (bandar udara, jalan tol, kereta api, akomodasi, dan kuliner), pengembangan SDM, budaya yang ramah pariwisata, keamanan, penyesuaian kebijakan udara, stimulus investasi, rencana konservasi lingkungan, dan pemasaran.

Adapun beberapa isu utama dalam mengembangkan pariwisata Solo Raya yaitu hal-hal yang terkait load factor penerbangan yang relatif rendah, kurangnya pengetahuan calon wisman dan wisnus akan wisata Solo Raya, kesiapan Bandara Adi Soemarmo, kesiapan intemoda transportasi Bandara Adi Soemarmo. Serta status Bandara Adi Soemarmo Solo yang disiapkan Kementerian Perhubungan sebagai hub baru selain Bandara Soekarno Hatta.

“Selain itu juga promosi wisata di level internasional, dukungan stimulus dari Kementerian Pariwisata, Borobudur yang menjadi destinasi prioritas Kementerian Pariwisata untuk menjadi ‘10 Bali Baru’, dan Joglosemar yang dijadikan Kementerian Pariwisata sebagai Top 10 Branding Destination,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut menyambut baik langkah PT Angkasa Pura I dalam mengembangkan destinasi Solo Raya. Dalam peta pariwisata nasional, Joglosemar —Jogja Solo Semarang— sudah diputuskan menjadi satu dari 10 Bali Baru. “Ikonnya Borobudur, destinasinya Joglosemar,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Dia mengaku gembira karena inisiasi itu datang dari Airport Operator, AP I. Sebab, dalam pengembangan destinasi dan industri pariwisata, airport adalah komponen penting dari 3A, Atraksi, Akses, Amenitas.

“Akses itu sendiri ada tiga A lagi, yakni Airports, Airlines, dan Airnav/Authority, dalam hal ini Kemenhub. Kalau airports yang menginisiasi, itu sudah satu point kemajuan yang perlu disambut gembira,” kata Arief Yahya.

Menpar yang asli Banyuwangi ini juga menyatakan perlu dikembangkan interkoneksi akses di kawasan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) untuk memudahkan wisatawan menjangkau ke berbagai wilayah tujuannya.

Faktor penting apabila dibenahi secara langsung akan berpengaruh pada kesuksesan pariwisata di kawasan Joglosemar, misalnya Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo, pasti akan memperkuat akses menuju Joglosemar, selain Adi Sumarmo Solo dan Ahmad Yani Semarang.

“Akses darat atau tol yang menghubungkan kawasan Joglosemar harus lancar sehingga wisatawan dapat menikmati paket perjalanan melintasi ketiga kota itu,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

 

 

Ada Jive Talkin di Nongsa Fun Run, 7 Oktober 2017

0

Anda penyuka lari? Sudah pernah menjajal lomba lari di tengah lapangan golf dengan panorama Singapura? Nah, di Nongsa, Batam, Anda bisa mendapatkan keduanya. Ada Nongsa Fun Run yang siap digelar di Palm Springs Golf, 7 Oktober 2017.

Lomba lari menyusuri golf course hasil rancangan Jack Niclauss itu adalah yang pertama di dunia. Bagi yang ingin ikut ambil bagian, ada dua pilihan kelas yang bisa diambil.

Yang pertama, 5 KM. Di sini peserta akan start dan finish di Palm Springs Golf. Satunya lagi, kelas 10 KM. Di sini peserta akan start dari Palm Spring Resort dan finish di Batam View Beach Resort.

“Ini pertama di dunia. Mayoritas pesertanya adalah wisman. Yang penasaran, silakan datang ke Nongsa di Batam,” ajak Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi, Kamis (5/10).

Meski baru pertama digelar, antusiasme peserta terbilang cukup tinggi. Hingga Kamis (5/10), jumlah peserta yang sudah registrasi mencapai 550 orang. Singaporean, warga Malaysia, expatriat hingga permanent resident di Singapura, ada di deretan line up peserta.

“Itu data sementara. Besar kemungkinan akan bertambah,” kata Esthy.

Chairman of Destination Nongsa Anddy Fong ikut mengamini. Jumlah peserta, menurutnya sangat mungkin bisa bertambah lantaran malam harinya, seluruh peserta dihibur konser Jive Talkin.

Inilah band nomor satu di Singapura. Saat ini, mereka tercatat sebagai Asian Premiere Band. “Jive Talkin ini punya basis fans yang besar. Mereka pernah

tampil bersama beberapa pembuat musik paling terkenal di dunia seperti B.B. King, Kenny G, Gloria Estefan & Miami Sound Machine, James Ingram sampai Def Leppard. Jadi yang ingin fun, silakan ke Nongsa, 7 Oktober nanti,” timpal Anddy Fong.

Dan kebetulan, Jive Talkin adalah band serba bisa. Rock ‘n’ Roll, Pop-Rock, Soul, Reggae, R&B, dan bahkan Alternative Rock, bisa dimainkan dengan sangat baik.

“Jive Talkin yang sudah terkenal di Singapura akan tampil menghibur peserta lomba lari pada malam harinya sekaligus penyerahan hadiah lomba. Kehadiran Jive Talkin ini juga bisa menyedot wisman lebih banyak selain peserta Nongsa Fun Run,” tuturnya.

Menpar Arief Yahya ikut meyakini even ini bisa mendrive banyak wisman untuk datang ke Batam. “Fun run itu sport tourism yang punya community di banyak negara dan di dunia internasional.

Pasarnya middle up dan punya potensi yang kuat di Jepang, Korea, Singapura, Malaysia. Ini akan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Batam,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dan kebetulan, Great Batam menjadi salah satu dari tiga pintu masuk utama wisatawan ke Indonesia. Dua greater lainnya yaitu great Jakarta dan Great Bali.

“Di mana-mana crossborder itu bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanagara. Termasuk Batam yang bisa diseberangi kurang dari satu jam dari Singapura dan Johor Baru, Malaysia,” ungkap Menpar Arief Yahya. (*)

 

ADD Bintan Ditambah Rp 12 Miliar

0
Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Bintan di Kantor Bupati Bintan di Bintan Buyu, Kamis (5/10). F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dalam sisa waktu 2 bulan, Kepala Desa di Bintan diminta memaksimalkan penggunaan anggaran. Terlebih, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2017, 36 desa di Bintan mendapatkan penambahan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 12 miliar.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengimbau, dari penambahan alokasi dana desa di APBD P 2017 sebesar Rp 12 miliar hanya diperuntukkan program non fisik.

Hal ini mengingat sisa waktu 2 bulan yakni november dan Desember dikhawatirkan jika dilakukan program fisik, tidak akan selesai. Program non fisik itu, seperti pemberdayaan masyarakat desa dan peningkatan sumber daya manusia di desa melalui berbagai pelatihan.

Ditegaskannya, anggaran tersebut harus dimaksimalkan melalui program desa yang bisa  dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Oleh karena itu, pihaknya mengundang asosiasi BUMDes yang ada di Bintan agar program yang dilakukan pemerintah desa, bisa tepat sasaran.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Bintan mengevaluasi program-program di desa. Hal ini agar program yang ada di desa selaras dengan program di Pemerintah Kabupaten Bintan. “Kita ingin agar setiap keberhasilan program di desa diukur dalam rapat evaluasi agar masyarakat bisa merasakan langsung program tersebut,” kata Apri di kantor Bupati Bintan di Bintan Buyu,
Rabu (5/10) kemarin. (cr21)

Asyiknya Bercengkrama dengan Lumba-Lumba di Teluk Kiluan Lampung

0

Ingin lihat lumba-lumba di laut lepas sambil menikmati pemandangan indah? Anda harus datang ke Teluk Kiluan di Lampung. Di sini, terdapat puluhan hingga ratusan lumba-lumba hidung botol yang melintas setiap hari. Bila beruntung, ikan paus juga bisa terlihat.

Teluk Kiluan adalah objek wisata pantai yang terletak di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung dengan potensi wisata bahari, dan terkenal dengan banyaknya lumba-lumba, ikan paus disekitaran Teluk Kiluan. Teluk Kiluan juga terkenal dengan keindahan alam dan surga bagi para pemancing handal. Karena setiap tahun diadakan lomba memancing yang diikuti oleh para pemancing handal di seluruh Indonesia.

Di sini, Tidak hanya pemandangannya saja yang luar biasa, tetapi wisatawan bisa menyaksikan lumba-lumba secara langsung di alam yang biasanya mengiring kapal perahu yang dinaiki wisatawan. Di Teluk Kiluan ini dapat melihat kumpulan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan ekor.

Teluk Kiluan sebagai jalur migrasi dari dua jenis lumba-lumba, yaitu lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus) dengan badan lebih besar, berwarna abu-abu dan lumba-lumba Paruh Panjang (Stenella Longirostris) yang bertubuh lebih kecil.

“Kedua jenis lumba-lumba itu cukup akrab dengan manusia. Lumba-lumba senang mendekati perahu atau kapal yang tengah melintas di laut. Lumba-lumba sebaiknya dilihat pada pagi hari pukul 06.00,” ujar Kabid Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Kementerian Pariwisata, Eddy Susilo saat mengunjungi Teluk Kiluan bersama staff-nya akhir pekan kemarin.

Di Teluk Kiluan, juga terdapat destinasi wisata lainnya yaitu Laguna Gayau atau kolam renang alami yang terletak di balik bukit Teluk Kiluan. Untuk sampai di spot Laguna Gayau dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit karena letaknya berada tepat di belakang bukit Teluk Kiluan.

“Terdapat juga guide lokal yang memandu para wisatawan dan pengunjung yang baru pertama kali ke Teluk Kiluan dengan biaya Rp 50.000 untuk satu kali perjalanan bolak balik,” kata Eddy.

Untuk masuk ke area laguna, diwajibkan membeli tiket seharga Rp 5.000 per orang. Untuk mencapai laguna, wisatawan dan pengunjung pasti melewati pantai yang sangat indah karena dipenuhi dengan sebaran bebatuan besar namun tetap harus tetap waspada dengan ombaknya yang juga cukup besar.

Setelah melewati pantai barulah bisa melihat keindahan Laguna Gayau yang terbentuk oleh cekungan di tepi pantai dan dibatasi oleh dinding-dinding batu karang. Air di dalam laguna tersebut sangat jernih dan bersih dengan warna biru kehijauan. Kedalaman laguna berkisar 1-3 meter sehingga aman untuk berenang ataupun sekedar berendam didalamnya.

“Aktivitas water sport yang bisa kita lakukan di Teluk Kiluan, yaitu snorkeling. Sisi tepi pantai bervariasi, mulai dari pantai berpasir putih dengan kontur pantai yang landai hingga tebing-tebing berbatuan,” cetus Eddy.

Sesuai dengan namanya, obyek wisata Kiluan ini merupakan sebuah Teluk yang terletak kurang lebih 80 km dari kota Lampung atau sekitar 3-4 jam perjalanan menggunakan mobil. Jika dilihat dari jaraknya yang tidak terlalu jauh, sebenarnya waktu yang diperlukan tidak selama itu, namun berhubung beberapa kondisi jalan yang dilalui masih rusak dan berlubang-lubang, maka perjalananpun menjadi lebih lama.

“Tapi sekarang sudah dalam proses pembangunan jalan. Mungkin tidak lama lagi akses menuju Kiluan akan mulus dan perjalanan akan lebih cepat,” ungkap Eddy.

Tapi untungnya, disatu sisi, pemandangan yang dilalui sangatlah indah sehingga bisa menjadi obat penawar stress perjalanan yang ampuh. Di sepanjang jalan kita dapat melihat hamparan sawah nan luas dengan pemandangan pohon-pohon kelapa yang berbaris rapi di tepi pantai yang dilalui.

“Pada beberapa spot juga dapat dijumpai beberapa kolam budidaya udang serta jejeran rumah-rumah penduduk asli Lampung maupun perumahan multi etnis yang ada di sekitarnya, seperti Bali, Jawa, Sunda, Bugis dan lain sebagainya,” ujar Eddy.

Eddy mengungkapkan, saat akan masuk ke area pantai Teluk Kiluan, akan disambut dengan Pintu Gerbang menuju ke Teluk Kiluannya. Latar belakang pemandangannya sangat bagus yaitu hamparan pulau dan pantai yang ada di Teluk Kiluan, dilihat dari atas bukit.

“Setelah melalui gerbang ini, kita akan menuruni bukit dengan jalanan yang sedikit berkelok-kelok dan lebar jalanan yang cukup sempit untuk dilalui 2 mobil. Oleh sebab itu harus selalu waspada untuk mengantisipasi mobil atau kendaraan dari arah berlawanan, apalagi saat akan tiba di tepi pantai teluknya, jalanan menjadi lebih sempit lagi,” tutur Eddy.

Berhubung saat yang paling tepat untuk melihat lumba-lumba adalah di pagi hari buta, Eddy menyarankan wisatawan menginap di Teluk Kiluan ini sehingga lebih nyaman dalam menikmati semua area wisata yang ada di sekitarnya.

“Terdapat banyak penginapan yang tersebar di sepanjang tepi pantai Teluk Kiluan ini dengan fasilitas yang cukup nyaman. Tidak ada penginapan ber AC di sini, umumnya menggunakan kipas angin. Lokasi rumah penginapannya pun ada yang langsung berada di atas air tepi pantai teluknya, ada pula yang terletak di sisi bukitnya,” ujar Eddy.

Di Teluk Kiloan, tarif penginapan bervariasi, tergantung fasilitas, jenis bangunan dan luas kamar yang ditawarkan. Biasanya mulai berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Usahakan untuk membooking penginapan terlebih dahulu, apalagi jika berkunjung di akhir pekan atau saat liburan, agar terhindar dari penuhnya penginapan,” kata Eddy.

Sepanjang jalan menuju Teluk Kiluan, sebelum sampai di pintu gerbangnya, memang masih banyak dijumpai warung atau toko kecil yang menjual snack ataupun air mineral. Tapi begitu memasuk area Teluk Kiluan, akan sulit mendapati toko-toko tersebut. “Oleh sebab itu, bawalah makanan dan minuman secukupnya untuk bekal,” saran Eddy.

Sedangkan menu makanan harian untuk sarapan, lunch maupun dinner bisa diperoleh dengan memesan langsung di penginapan atau rumah penduduk yang menyediakannya. Tarif makan per orang per sekali makan adalah Rp 20.000.

“Pengalaman kami makan di penginapan kami adalah, porsinya banyak sekali untuk 2 orang, yang menurut saya sebenarnya porsi tersebut bisa untuk 4 orang. Mungkin disesuaikan dengan porsi makanan penduduk setempat kali,” tukas Eddy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Lampung sebetulnya menyimpan potensi wisata tinggi. Bahkan banyak objek kelas dunia yang belum diolah. Di Lampung, destinasi wisatanya lengkap, mulai wisata bahari, adventure, taman nasional, hingga wisata sejarah semua ada. Hanya dibutuhkan menyeberang dari Pelabuhan Merak-Bakauheni saja. Itupun tidak lama, hanya 30 menit saja.

“Jadi, kalau akses dan amenitasnya sudah bagus, standar dunia, maka atraksinya sudah memenuhi syarat untuk dikembangkan menjadi destinasi top,” ungkap Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengajak wisatawan yang pernah mengunjungi Teluk Kiluan untuk turut mempromosikan destinasi wisata Lampung dengan ikut memposting ke media sosial masing-masing. “Bila liburan wisata ke Lampung, jangan lupa share foto-fotonya ke medsos sebanyak-banyaknya,” ajak Menpar Arief Yahya.(*)

 

 

Comsnets Indonesia Dukung Pengembangan Sektor Pariwisata Melalui Teknologi Informasi

0

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Comsnets 2017, sebuah konferensi internasional yang membahas berbagai hal terkait hasil riset dan perkembangan Information Communication and Technology (ICT) dunia.

Konferensi ini membahas berbagai hal pengembangan ICT untuk diterapkan dalam berbagai sektor, termasuk pariwisata. Kegiatan yang diinisiasi KADIN Indonesia dan M-Solving Group ini berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (5/10) hingga Kamis (6/10) di Hotel Fairmont, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri para pegiat industri ICT tanah air, juga para pakar dan pembicara bertaraf internasional di bidang ICT.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan P. Roeslani dalam sambutanya mengatakan, industri saat ini tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

“Kita sama-sama tahu bahwa perkembangan industri ke depan akan lebih banyak bergantung pada ICT. Mulai dari perbankan, manufacturing, transportasi, komunikasi dan tidak ketinggalan adalah pariwisata,” ujar Rosan P Roeslani, Kamis (5/10).

Karena itu sangat penting bagi Indonesia untuk dapat terus membangun dan meningkatkan teknologi ICT.

“Dalam konferensi ini dipertemukan para akademisi, peneliti, industri yang diharapkan dapat melakukan kolaborasi. Hal ini penting mengingat Indonesia memiliki potensi besar di bidang ICT,” kata Rosan.

Salah satu yang kuat untuk dikembangkan, khususnya di Indonesia, adalah sektor pariwisata yang oleh Presiden Joko Widodo telah ditetapkan sebagai salah satu leading sector perekonomian bangsa.

Dalam Rakornas KADIN kemarin, Presiden Joko Widodo bahkan mengingatkan dan mengajak para pengusaha untuk dapat berkontribusi lebih dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia yang ditargetkan mencapai tingkat kunjungan wisatawan mancanegara hingga 20 juta di tahun 2019 mendatang.

“Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi tentu sangatlah berperan didalamnya,” ujar Rosan.

President COMSNETS Association & IIT Delhi, India, Prof. Huzur Saran mengatakan, Comsnets didirikan oleh para profesional dan ahli ICT terpilih dari India yang dalam perjalanannya selama satu dekade berkembang menjadi Comsneta Association.

“Tujuan utama dari asosiasi ini adalah mempertemukan para pakar terkenal di sektor ICT untuk berbagi penelitian terbaru, teknologi dan perkembangannya dengan perwakilan industri, pemerintah dan akademisi,” kata dia.

Ia melanjutkan, konferensi Comsnets di India saat ini telah menjadi konferensi paling bergengsi di bidang sistem komunikasi, jaringan, aplikasi dan layanan. Tidak hanya di India tetapi Asia dan sebagian besar negara maju seperti Amerika dan Eropa.

“Sehingga kehadiran Comsnets selalu ditunggu untuk menjadi trendsetter bagi para pelaku induatri ICT. Termasuk penyelenggaraan di Indonesia kali ini,” ujar Huzur Saran.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, acara ini dihadiri banyak pelaku industri ICT serta mahasiswa. Sehingga diharapkan bisa mengambil peluang dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui teknologi digital.

“Indonesia harus bisa mengambil peluang ini, baik untuk pengembangan pariwisata nusantara dan juga internasional,” ujar Esthy didampingi Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah, Tazbir dan Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi, Eddy Susilo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi terselenggaranya “Konferensi Comsnets Indonesia 2017” yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Kegiatan ini selain semakin meningkatkan Indonesia sebagai destinasi wisata MICE, tapi lebih jauh memperkuat pembangunan sektor pariwisata Indonesia melalui sektor digital.

“Pemerintah sendiri dalam hal ini Kementerian Pariwisata telah menggulirkan strategi digital dalam promosi dan pemasaran. Hal ini mutlak untuk dilakukan dalam perkembangan dunia teknologi dan informasi saat ini,” kata dia.

Menpar mengatakan, guna mewujudkan visi 20 juta wisman di tahun 2019 tidak bisa jika tidak memanfaatkan teknologi digital. Karena itu kemenpar dikatakannya telah menerapkan strategi digital.

Mulai dari War Room sebagai pusat kendali peperangan berupa perangkat berbasis digital yang memungkinkan kemenpar mengambil keputusan-keputusan secara cepat dengan berbasis pada data real time.

“Data real time ini tak mungkin kita peroleh jika platform kita tidak digital. Juga ada platform online marketplace pariwisata Indonesia yaitu ITX (Indonesia Travel Exchange). Platform ini akan berfungsi super efisien sebagai hub yang mempertemukan supply dan demand industri pariwisata Indonesia,” kata Menpar.

Ia mengatakan bahwa ‘The more digital, the more personal. The more digital, the more professional. The more digital, the more global’.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah fakta bahwa konsumen atau dalam hal ini wisatawan sudah jauh perilakunya menjadi semakin digital.

“Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antarproduk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital, singkatnya mereka search and share menggunakan media digital,” kata Menpar.

Karena itu ia berharap melalui Konferensi Comsnets Indonesia 2017 akan tercipta diskusi dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat lebih menumbuhkembangkan pariwiaata di Indonesia. (*)

 

Badan Otorita Danau Toba Geber Promosi Paket Wisata ke Singapura

0

Sejak beroperasinya Bandara Internasional Silangit, Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) langsung tancap gas melakukan program promosi Danau Toba. Destinasinya didorong jadi wisata bertaraf internasional. Dan promosinya, ikut dibalut dengan paket wisata yang menggandeng perusahaan travel di Singapura.

Terkait dengan finalisasi paket wisata tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya pun hadir menyambangi Kota Medan sejak Selasa, 3 Oktober 2017. Dia bahkan ikut terjun langsung sampai Danau Toba.

Ngurah Swajaya mengatakan, selain langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia menggarap infrastruktur dan mempermudah akses menuju Danau Toba, menurutnya stakeholder lokal pun harus memberikan effort secara paralel.

“Kesiapan destinasi harus didukung oleh hospitality yang baik. Danau Toba memiliki potensi pariwisata yang besar dan sudah dikenal warga Singapura sejak lama. Saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus menggarap infrastruktur dan ini merupakan sebuah langkah awal yang tepat untuk mempermudah akses ke Danau Toba. Aksesibiltas merupakan critical success factor yang saat ini sedang dikerjakan pemerintah,” ujar Ngurah Swajaya, Kamis (5/10).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pariwisata tidak hanya mengandalkan destinasi, tetapi juga bagaimana kita mampu mengemas dalam bentuk cerita yang menarik. Bahkan untuk kuliner bisa dikemas dalam bentuk story telling yang baik.

“Misalnya ketika menyuguhkan sebuah menu makanan berbarengan dengan penayangan video yang berisi tentang filosofi dan sumber bahan tersebut. Sehingga, ketika menikmati makanan wisatawan juga memiliki wawasan dan kesan yang mendalam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BOPDT Arie Prasetyo mengapresiasi kehadiran Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya ke Danau Toba yang bertepatan dengan finalisasi paket wisata dan penerbangan internasional dari Singapura ke Silangit. Arie berharap, kunjungan Ngurah Swajaya ke Danau Toba dapat meningkatkan kerjasama dengan Indonesia di berbagai bidang.

“Semoga sekembalinya beliau ke Singapura dapat meningkatkan kerjasama dalam bidang tourism, trade and investment. Dalam arti lebih banyak wisatawan Singapura yang akan berkunjung ke Danau Toba,” ujar Arie Prasetyo.

Arie Prasetyo menambahkan, penerbangan Singapura-Silangit yang dibuka tidak hanya akan membawa turis. Tetapi juga membawa komoditas yang diperlukan oleh kedua belah pihak seperti sayur mayur dari daerah Kaldera Danau Toba. “Hal ini akan meningkatkan confident level investor untuk berinvestasi di Danau Toba,” tandas Arie Prasetyo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan adanya penerbangan internasional dari Singapura, diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba semakin bertambah. Pasalnya, Bandara Changi di Singapura merupakan hub internasional yang memungkinkan wisatawan dari negara lain terbang ke Danau Toba.

“Setelah kita dapat dari Singapura, kita bisa dapat dari mana-mana. Karena Singapura itu sebagai hub, semua orang datang ke sana. Jadi memang kita harus mengejar ke sana,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Parapat juga akan membantu akses pariwisata ke Danau Toba lebih cepat lagi dibandingkan melewati jalan nasional.
“Lalu jalan tol dari Medan-Tebing Tinggi juga siap. Akan semakin mudah nantinya menjual paket wisata Danau Toba,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Demi Pahlawan Nasional Pertama

0
Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. F.Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri, Doli Boniara mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya meminta dukungan politik dari berbagai pihak. Yakni untuk mewujudkan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional pertama dari Provinsi Kepri.

“Kita punya harapan besar dengan gelar pahlawan nasional tersebut. Karena bisa menjadi simbol perekat nasionalisme dari Provinsi Kepri,” ujar Doli Boniara menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (5/10) di Tanjungpinang.

Menurut Doli, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) sudah melakukan verifikasi faktual mengenai jejak peninggalan SMRS belum lama ini. Baik yang ada di Tanjungpinang maupun Kabupaten Lingga. Bahkan kontribusi tersebut masih dirasakan sampai sekarang ini.

“Salah satunya adalah perkebunan sagu yang tradisinya masih bertahan hingga kini. Karena sagu adalah merupakan salah satu pangan pokok kebutuhan hidup masyarakat pada waktu itu,” papar Doli.

Kontribusi lainnya di bidang perekonomian adalah pembangunan tambang timah pertama di Lingga. Selain itu, TP2GP juga mencatat benteng-benteng yang ada di Penyengat dan Lingga. Dijelaskan Doli, setelah melakukan peninjauan di lapangan mereka memberikan respon yang baik.

“Sebenarnya apakah menjadi jejak sejarah SMRS sudah kita susun dalam draf usulan berikut dengan bukti fisik peninggalan yang ada,” paparnya lagi.

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri tersebut juga memberikan apresiatif kepada Buppati Lingga, Alias Wello yang sudah meminta dukungan moral kepada Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat pertemuan beberapa waktu lalu. Apalagi Lingga akan menjadi tuan rumah perhelatan Tamadun Melayu ke II pada November mendatang.

“Gelar pahlawan akan diputuskan oleh Presiden selaku Ketua Dewan Penganugerahan Gelar pada bulan November nanti. Dan akan diserahkan pada hari pahlawan, yakni 10 November mendatang,” jelas Doli.

Doli berharap, gelar tersebut menjadi milik Pemprov Kepri. Bahkan pihaknya juga sudah meminta dukungan politik dari DPD RI, Oesman Sapta Odang saat bertandang ke Kepri, awal pekan tadi. Ditambahkan Doli, pihak melakukan segala cara yang baik, demi gelar pahlawan tersebut.

“Karena ini juga menyangkut marwah Kepri, tentu kita harus berjuang. Apapun keputusannya nanti, adalah kehendak Allah SWT,” tutup Doli. (jpg)

DKP Tarik Kapal Bantuan

0
Kapal nelayan yang tambat di pelantar nelayan
Kampung Mentigi, Tanjunguban, kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan menarik kapal-kapal bantuan untuk nelayan karena mangkrak atau berpindah tangan. Bantuan kapal itu selanjutnya akan diserahkan ke nelayan yang membutuhkan. Sementara itu, akhir Oktober ini, pihaknya akan menyerahkan 50 bantuan kapal baru dengan mesin di bawah 3 GT dan alat tangkap.

“Satu kapal sudah ditarik dari nelayan di Mapur. Yang lain kita coba telusuri, lagi kita tinjau di lapangan,” kata Kadis DKP Bintan, Fachrimsyah kepada Batam Pos, Kamis (5/10) kemarin.

Saat ini, ia menjelaskan, pihaknya sedang memverifikasi ulang nelayan yang menerima bantuan kapal. Tim verifikasi sedang mendata kapal-kapal bantuan yang mangkrak dan sudah berpindah tangan karena sudah dijual ke pihak lain.

“Dari verifikasi ini, akan diseleksi apakah para nelayan yang sudah menerima bantuan itu betul-betul bertanggungjawab. Jika tidak, sanksi moralnya, nelayan itu harus mengembalikan kapalnya,” katanya.

Selanjutnya kapal-kapal yang sudah ditarik tadi akan diserahkan ke nelayan yang membutuhkan. Penerima bantuan kapal nantinya juga tetap dalam pengawasan pihak DKP Bintan. Di samping itu, ia mengatakan tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk bantuan 50 unit kapal. Dijadwalkan, penyerahan bantuan kapal akan dilakukan akhir Oktober atau paling lambat awal november. Dijelaskannya juga, bantuan ini akan diserahkan ke nelayan yang sudah melalui tahapan verivikasi.

“Bantuan ini sudah melalui proses, mulai dari pengajuan di Musrenbang, lalu proposal yang diajukan nelayan melalui desa, kecamatan sampai unit pelaksana teknis dan ke dinas. Lalu diseleksi, apakah layak atau tidak menerima bantuan tersebut, sampai akhirnya tahap akhir,” jelasnya.

Selain bantuan kapal, pihaknya juga akan menyerahkan bantuan alat tangkap berupa jaring dan bubuh. “Ada bantuan yang include dengan bantuan kapal, tetap ada juga yang tidak,” ucapnya menambahkan, penerima bantuan tahun ini adalah yang mengajukan di tahun lalu.

“Kalau ada yang mau mendapatkan bantuan, silakan ajukan mulai sekarang, nanti kita tampung buat tahun berikutnya,” tambahnya.

Dijelaskannya juga, DKP Bintan memiliki 7 unit pelaksana teknis, yakni Tambelan, Bintan Pesisir, Teluk Bintan, Gunung Kijang, Mantang dan Bintan Timur serta Tanjunguban. 7 unit pelaksana teknis itu mendapat alokasi anggaran operasional berkisar Rp 28 juta sampai Rp 30 juta per tahun.

“Meski sudah dialihkan kewenangannya, harusnya upt menjadi kewenangan provinsi. Tapi di sini, jika ada masalah yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan, kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” tukasnya. (cr21)