Sabtu, 20 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13097

Pemprov Kepri Dukung BP Bangun Batam

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo berjanji akan bekerjasama secara intensif dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi Batam hingga tujuh persen dalam dua tahun.

“Kami telah memberikan apa-apa yang akan dilakukan BP Batam dalam seratus hari kedepan seperti revisi Perka, perizinan pelayanan publik, pariwisata dan solusi terhadap persoalan Batam agar pak Gubernur memahami langkah yang akan diambil BP Batam,” ucap Lukita, Selasa (21/11).

Adapun program 100 hari BP Batam yang dipaparkan ke Gubernur yakni revisi perka lahan dan UWTO serta pelabuhan, pencabutan lahan, percepatan pelayanan usaha dan peluncuran mall pelayanan publik, pengalihan aset, peningkatan komunikasi dengan pemangku kepentingan, peluncuran masterplan BP Batam, solusi Sei Gong, tumpang tindih lahan dan kampung tua, dan pelaksanaan tiga even bertaraf internasional yakni Barelang Bridge Marathon, Batam South East Asia Fashion and Culture Carnaval dan Batam Badminton Open Championship.

Lukita juga mengapresiasi pembangunan Jembatan Batam-Bintan oleh Pemprov Kepri adalah salah satu contoh konkret pembangunan yang dapat menggerakkan ekonomi Batam.

“Untuk itu harus dibangun sinergi rencana-rencana pembangunan di Batam dengan kabupaten/kota di Kepri dan kami merasa ini penting karena kami percaya Batam tak bisa tumbuh sendiri dan butuh dukungan pemerintah daerah,” jelasnya.

Sedangkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menilai rencana dan program kerja BP Batam agar segera direalisasikan. Makanya sinergi dengan berbagai stakeholder sangatlah penting.

“Keberhasilan berawal dari komunikai dengan tidak selalu mengedepankan ego masing-masing sehingga dapat memberikan kepercayaan bahwa pemerintah itu mampu berpadu dalam membangun Kepri,” ucapnya.

Nurdin menekankan bahwa potensi yang dimiliki Batam dan Kepri sangat banyak tidak hanya bergantung pada sektor industri, melainkan juga pada sektor pariwisata. Menurut Nurdin, program BP Batam dalam memacu pariwisata sudah tepat sehingga dapat memberikan kontribusi kepada peningkatan ekonomi.

“Nanti ada lomba Marathon itu biasanya mulai dari jam lima pagi. Ini langkah yang baik dari BP Batam untuk memajukan potensi pariwisata di Batam,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaaa Tinggi (Kajati) Kepri, Yunan Harjaka yang juga dikunjungi oleh Lukita dan jajarannya pada Senin (20/11) akan membantu BP Batam dalam menyelesaikan persoalan lahan di Batam, khususnya konflik pembangunan waduk Sei Gong dan status lahan Baloi Kolam.

“Khususnya Sei Gong dan Dam Baloi akan segera ditindaklanjuti secara teknis. Makanya saya minta staf saya dan dari BP Batam secara teknis segera menyelesaikannya,” pungkas Yunan.(leo)

Meski Defisit, Pemko Batam Paksa Bangun Jalan

0
Ilustrasi F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih terus membangun jalan meski saat ini kondisi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mengalami defisit. Bahkan, Pemko Batam harus berhutang puluhan miliar rupiah karena tak ada anggaran untuk membayar kontraktor.

Sumber Batam Pos di DPRD Batam yang enggan disebutkan namanya menjelaskan beberapa kontraktor berencana ingin menggugat Pemko Batam ke Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Tanjungpinang di Sekupang. Alasannya, Pemko Batam tak juga melunasi pembayaran, padahal kerja sesuai kontrak sudah selesai.

“Lihat dalam beberapa hari kedepan, bakal ada kontraktor yang memPTUN kan Pemko Batam,” ujarnya.

Dalam persyaratan lelang proyek, Pemko Batam memberi persyaratan untuk kontraktor. Salah satunya jika terlambat dalam pengerjaan, maka kontraktor akan dikenakan denda dan masuk daftar hitam (blacklist).

“Sementara kalau Pemko telat, itu bagaimana?. Apakah mereka mau membayar denda juga kepada kontraktor,” terang Sumber itu lagi.

Bahkan, menurutnya Pemko Batam terlalu berambisi membangun jalan dan mengabaikan anggaran untuk yang lain, contohnya UKM, Dinas Pariwisata serta sekolah. Ia juga menilai, beberapa ruas jalan yang telah dibangun Pemko Batam bukanlah milik daerah. Namun jalan milik nasional, propinsi hingga BP Batam.

“Jalan yang seharusnya tak jadi tanggungjawab Pemko malah diperbaiki,” terangnya.

Sementara, Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho malas ikut dalam rapat pembahasaan anggaran. Ia menilai, pembahasaan itu percuma karena Pemko bertindak diluar dari batas pembahasaan.

“Rasanya percuma saja dibahas, saya pun malas untuk membahas itu,” terang Udin.

Menurut dia, Pemko Batam dengan gampangnya menyebut nilai defisit. Padahal pada awal September lalu, Pemko Batam mengklaim pendapatan dengan pengeluaran seimbang. Namun, pada awal November Pemko mengaku defisit. Bahkan jumlah itu terus bertambah hingga pertengahan November.

“Segampang itu kah Pemko menyebut angka defisit yang sebelumnya mereka bilang seimbang,” ujar Udin.

Ia juga menilai jika Pemko membohongi angka-angka pada APBD. Sehingga data yang diberikan tidaklah akurat.

“Penyajian tidak akurat, ini pembohongan angka-angka,” imbuh Udin. (she)

2019 Listrik Nyala di Seluruh Desa

0

batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, meyakinkan masyarakat jika pada tahun 2019 mendatang, seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Anambas akan dialiri listrik. Terutama sejumlah desa yang saat ini sudah selesai pemasangan tiang listrik.

Diakuinya, sampai saat ini masih ditemukan sejumlah masalah terutama saat pemasangan jaringan. Karena pada saat pemasangan jaringan masih harus mensterilkan jalan dari tanaman keras seperti batang kelapa mangga dan sebagainya.

“PLN tidak ada anggaran untuk pemotongan kayu atau tanaman, tidak ada ganti rugi. Sementara itu jika itu ranah PLN, maka pemda tak bisa anggarkan,” ungkap Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, saat membuka rapat evaluasi SKPD di gedung BPMS Tarempa kemarin.

Masalah tersebut terjadi di desa Nyamuk kecamatan Siantan Timur, Desa Temburun Kecamatan Siantan Selatan, desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan dan masih banyak lagi masalah di desa lain. “Semua berkaitan dengan sterilisasi jalan dari gangguan tanaman keras,” ungkapnya lagi.

Masalah listrik nyala 24 jam diseluruh desa sebenarnya sudah sering disampaikan oleh Bupati Kepulauan Anambas sebelumnya yakni Tengku Mukhtaruddin. Tengku Mukhtaruddin, pernah mengatakan hal yang sama pada akhir tahun 2012 silam. Saat itu dirinya memberikan pernyataan kepada masyarakat diberbagai kesempatan jika tahun 2013 listrik sudah nyala 24 jam diseluruh Anambas.

Namun setelah masuk tahun 2013, belum seluruhnya desa dapat dialiri listrik. Bahkan sampai sekarang belum semua desa dialiri listrik. Contoh kecil di desa Tarempa Barat Daya. Didesa tersebut, sebagian warga masih gunakan mesin generator sendiri. Padahal desa tersebut sangat dekat dengan pusat kota. (sya)

Karimun Penuhi Kebutuhan Informasi Publik

0

 

Pemkab Karimun membuka akses informasi publik seluasnya. Humas memiliki peran penting untuk mewujudkan itu.

Hendra staf Humas Pemkab Karimun nampak memberikan layanan informasi publik kepada seorang warga.

 

Teks / Foto: Iman Wachyudi / Batam Pos

Kepuasan Anda Adalah Komitmen Kami

0

Rudi, pegawai Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Karimun saat menjelaskan sejumlah persyaratan dalam kepengurusan sejumlah perizinan investasi kepada seorang warga, Selasa (21/11/2017).

BPMPT Kabupaten Karimun saat ini terus mempermudah akses sejumlah pelayanan publik, menjamin pelayanan ramah, transparan, akuntable dengan sumber daya manusia yang terampil agar dapat memberikan pelayanan secara prima dan kemudahan bagi investor dalam pengurusan perizinan.

BPMT senantiasa meningkatkan kepuasan kepada setiap warga yang hendak membuka usaha. Kepuasan itu bermula dari komunikasi yang baik dengan warga.

Teks/Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

PNS Kemenhub Bisa Jadi Pegawai BP Batam

0

batampos.co.id – Keputusan bersama antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan perubahan kelembagaan pengelolaan pelabuhan di Batam diikuti dengan kebijakan terkait pegawai.

Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo mengungkapkan jika pegawai Kemenhub bisa memilih untuk bergabung dengan BP Batam.

“Itu sesuai ketentuan dalam keputusan bersama antara BP dan Kemenhub. Jadi saat keputusan bersama ini berlaku, PNS Kemenhub bisa memilih menjadi pegawai BP,” katanya belum lama ini.

Tidak hanya pegawai Kemenhub, pegawai BP Batam yang bertugas di Kanpel Batam milik Kemenhub bisa memilih tetap jadi pegawai BP Batam atau Kemenhub.

“Hanya saja diingatkan sesuai dengan keputusan itu, maka yang berhak pindah status kepegawaian hanya untuk pegawai Kemenhub dan BP Batam yang berstatus dipekerjakan pada Kanpel Batam,” papar Dwi.

Hal itu dilakukan setelah Kemenhub dan BP Batam membuat kebijakan baru dalam pengelolaan pelabuhan Batam. Sesuai dengan keputusan bersama antara BP Batam dan Kemenhub, Menteri Perhubungan (Menhub) melakukan transformasi kelembagaan Kanpel Batam menjadi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam. BP Batam melakukan transformasi kelembagaan Kantor Pelabuhan Laut Batam menjadi Badan Pengelola Pelabuhan Khusus Batam.

Transformasi kelembagaan sendiri ditetapkan paling lama enam bulan sejak keputusan bersama ditetapkan sejak awal November 2017. Sementara untuk tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja kesyahbandaran dan Badan Pengelola Pelabuhan Khusus Batam ditetapkan masing-masing pimpinannya.

Untuk sementara ini, tugas dan fungsi Kanpel Kemenhub dan BP Batam tetap berjalan.”Tetap melaksanakan tugas dan fungsinya sampai tertata kembali dengan dibentuknya unit organisasi baru, ” jelasnya. (leo)

Nasabah Bank Sampah Anugerah Capai 70 Orang

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat memberikan arahan kepada Camat Tebing didampingi Kabag Humas. F. Dok Camat Tebing untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Sejak diresmikan awal bulan November lalu oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, keberadaan Bank Sampah Anugerah Kecamatan Tebing sudah mempunyai nasabah mencapai 70 orang. Bank sampah ini buka setiap Sabtu mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Alhamdulillah, cukup banyak sudah nasabah kita di Bank Sampah Anugerah. Dan mudah-mudahan target yang kita impikan tercapai nanti, sehingga bisa memberikan edukasi kepada lingkungan tempat tinggal maupun para pelajar,” jelas Sekretaris Camat Tebing Chaidir mewakili Camat Tebing, kemarin (21/11).

Dengan hadirnya Bank Sampah Anugerah yang berada di kantor Camat Tebing tersebut, bisa dimanfaatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menabung dari barang-barang yang tidak diperlukan lagi menjadi incame tambahan. Dengan demikian, secara perlahan masyarakat bisa mengubah prilaku yang sebelumnya barang-barang tidak terpakai bisa di kumpulkan dan diantar ke Bank Sampah Anugerah untuk didaur ulang.

“Nah, sampah-sampah yang telah terkumpul bisa di kategorikan dalam bentuk kertas, logam dan plastik. Bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan ataupun dijual kepada penampung,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Tebing, dalam mendukung program kabupaten Karimun Bebas Sampah dan Karimun Bersih. Melalui Bank Sampah Anugerah ini, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai untuk di tabung di Bank sampah Anugerah.  “Bank Sampah Anugerah bisa menjadi nilai tambah dalam penilaian Adipura nanti,” ujarnya. (tri)

Diluar Gaji Walikota Batam dan Wakil akan Dapat Honor Rp 717,5 Juta

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan keuangan dan Aset Daerah Pemko Batam mengusulkan anggaran sebesar Rp 717,5 juta untuk honorarium wali kota dan wakil Wali kota untuk 41 kegiatan di tahun 2018. Usulan ini mendapat sorotan dari anggota DPRD kota Batam.

“Kami pertanyakan dasar hukumnya dari mana. Karena selama 8 tahun saya di DPRD Batam, baru kali ini ada anggaran honorarium wali kota dan wakil wali kota,” ujar salah seorang anggota DPRD Batam yang enggan disebutkan namanya, Selasa (21/11).

Menurut dia, usulan honorarium ini sudah dua kali diajukan ke DPRD Batam. Awalnya Badan keuangan mengajukan honorarium wali kota dan wakil sebesar Rp 1,12 miliar, kemudian pada rencana kegiatan anggaran kedua diubah dengan nama honor narasumber.

Angka Rp 1,12 miliar ini didapat dari honor walikota sebesar Rp 15 juta dikali 41 kegiatan ditambah honor wakil walikota Rp 12,5 juta dikali 41 kegiatan.

“Pada rencana kegiatan anggaran pertama tidak kami setujui kemudian diusulkan lagi rencana kegiatan anggaran kedua. Namanya diubah jadi honor narasumber,” katanya.

Diakuinya, pemberian honorarium kepada wali kota dan wakil Wali kota ini terkesan dipaksakan tanpa memperhatikan relevansinya dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Di tengah defisit anggaran saat ini jelas membebani APBD,” jelasnya.

Oleh sebab itulah anggaran yang dua kali diajukan Badan keuangan dan Aset Daerah tersebut belum disahkan sampai saat ini. “Kalau kapasitasnya disana sebagai kepala daerah apa tetap dibayar honor narasumber. Ini yang ingin kami ketahui,” katanya.

Sementara itu, anggota badan anggaran DPRD Batam, Aman mengatakan, siapapun yang menjadi narasumber di sebuah kegiatan dibenarkan mendapat honorarium. “Termasuk wali kota jika dia mengisi kegiatan sesuai kompetensinya, sah-sah saja,” katanya.

Namun yang jelas, kata Aman, harus melihat kapasitasnya di kegiatan tersebut. Apa memang dia mengisi sebagai narasumber atau hanya sebatas dia sebagai wali kota.

“41 kegiatan ini saya belum tahu apa saja. Karena pembahasannya baru di komisi dan belum sampai ke banggar DPRD Batam. Yang jelas lihat kapasitasnya lah,” kata Aman. (rng)

Kunjungan Wisman Tak Mencapai Target

0
Pantai Telunas Resort. Ini salah satu resort yang banyak didatangi wisman saat berkunjung ke Karimun. Foto: Telunas

batampos.co.id – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Kabupaten Karimun pada tahun ini masih rendah, jauh dari target yang direncanakan. Target tahun ini lebih dari 12 ribu kunjungan. Tetapi sampai dengan September baru tercapai 9 ribu kunjungan.

“Berdasarkan data kunjungan turis asing yang kami terima, memang masih jauh dari target. Data terakhir dua bulan lalu jumlah kunjungan turis asing baru mencapai 9.765 orang. Dari data tersebut diketahui mayoritas kunjungan turis asing itu berasal dari Malaysia dengan persentase 60 persen. Selebihnya dari Singapura dan juga negara lain,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Karimun, Zamri, kemarin (21/11).

Menurutnya ada beberapa faktor yang menjadi penyebab masih rendahnya angka kunjungan turis asing di Karimun. Terutama sekali karena kelesuan ekonomi yang terjadi secara global. Meski demikian, dia tetap optimis jumlah turis asing yang akan ke Karimun nanti sampai dengan akhir tahun bisa mencapai angka 11 ribu orang.

Untuk peningkatan objek wisata, Zamri menyebutkan, untuk tahun depan objek wisata Pantai Pelawan mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,5 miliar.
“Dana tersebut sudah jelas peruntukannya untuk apa saja. Dengan dana tersebut akan dibuat gazebo atau tempat beristriahat bagi pengunjung yang datang ke pantai. Kemudian akan dibangun panggung hiburan untuk mendukung acara-acara yang dilaksanakan di pantai, dan juga pembuatan pintu gerbang,” jelasnya.

Objek wisata lainnya, lanjut Zamri, perlahan-lahan akan ditata dan diperbaiki. Sarana dan akses menuju objek wisata juga akan diperbaiki. Yang terpenting menurutnya adalah dukungan masyarakat terhadap objek wisata yang ada. Untuk bersama-sama menjaga dan ada rasa memiliki. Sehingga objek wisata apapun yang ada dapat dijadikan destinasi, tidak saja oleh turis asing, tapi juga turis lokal. (san)

Ubah Ibu Kota Melalui Proyek Tahun Jamak

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri berjudi dengan mengorbankan APBD Kepri lewat proyek tahun jamak sebesar Rp 530 miliar sampai 2020 mendatang. Pembangunan fantastis tersebut diharapkan bisa merubah wajah ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang menjadi lebih elegan kedepan. Partai Golkar Kepri sempat menolak, khawatir mengganggu rencana pembangunan yang lain.

“Penandangan nota kesepahaman tentang proyek tahun jamak ini sudah melalui berbagai tahapan. Makanya semua mengakomodirnya,” ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Jumaga Nadeak usia sidang parpurna MoU KUA PPAS APBD 2018 di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Selasa (21/11).

Menurut Ketua DPRD Kepri tersebut, program tahun jamak tersebut bertujuan untuk menata Tanjungpinang menjadi lebih cantik lagi. Meskipun harus mengorbankan biaya yang cukup besar, tetapi Tanjungpinang berpotensi menjadi destinasi wisata ke depannya. Ditegaskannya. Program ini harus tuntas sampai 2020 mendatang.

“Untuk 2018 include dengan biaya Manajemen Kontruksi (MK) adalah sebesar Rp 120 miliar. Kemudian, 2019 Rp 211,2 miliar. Sedangkan 2020 adalah Rp 198,7 miliar,” jelasnya.(jpg)