Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13172

Pemko Batam Pening dengan Proses Pengalihan Aset

0
Sejumlah pengepul barang bekas sedang mencari barang bekas sesaat setelah truk sampah menumpahkan sampah muatannya di Tempat Pembuangan Akhir Punggr, Jumat (20/1). TPA ini menjadi salah satu aset yang ingin diserahkan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Persoalan serah terima aset dari Badan Penguasahaan (BP) Batam ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum juga kelar. Pemko Batam menilai BP tidak sepenuh hati dalam menyerahkan aset yang ada kepada Pemko. Padahal aset itu digunakan untuk masyarakat banyak.

Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardi Winata mengatakan status serah terima aset dari BP ke Pemko belum jelas. Apalagi setelah pihaknya melihat setiap aset yang diserahkan tidak secara total.

“Belum ada kemajuan soal serah terima aset. Kabar dari pusat juga belum ada, padahal kami sudah surati,” terang Ardi, Sabtu (15/7).

Contohnya, permintaan Pemko untuk menyerahkan tempat pembuangan telaga (TPA) Telaga Punggur dari BP Batam seluas 48,6 Hektar. Dan ternyata BP hanya mau menyerahkan 22 Hektar dengan alasan lahan sudah tidak ada.

“Padahal sudah jelas dulunya peruntukan TPA itu 48.6 hektar, kok sekarang menjadi 22 hektar. Lahan itu tak cukup untuk daya tampung sampah di Batam, apalagi melihat jumlah penduduk yang semakin meningkat,” jelas Ardi.

Tak hanya TPA, lanjut Ardi. BP juga separuh hati dalam menyerahkan Masjid Agung kepada Pemko. Dimana BP hanya menyerahkan bangunan, sementara lahan parkir tidak.

“Bagaimana orang mau ke sana kalau tak ada lahan parkir,” tegas Ardi.

Menyikapi itu, lanjut Ardi pihaknya sudah menyurati pemerintah pusat untuk kejelasan status lahan. Apalagi dengan ketidak totalan BP Batam dalam memenuhi aset yang diminta Pemko.

“Yang ini saja susah dialihkan, apalagi yang lain. Padahal untuk kepentingan masyarakat juga,” pungkas Ardi. (she)

Setiap Simpang Jalan di Batam akan Diberi Nama

0
Di Batam, orang mengenal persimpangan ini sebagai Simpang Jam. Sekarang dibangun jalan layang pertama di batam.  F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam berencana memberi nama setiap persimpangan jalan di Batam. Sebab, selama ini banyak masyarakat yang hanya berpatok nama simpang berdasarkan bangunan yang ada disana.

Kabag Humas dan Protokol Batam, Ardi Winata mengatakan nama persimpangan jalan akan dilakukan secara bertahap. Dimana sudah ada beberapa persimpangan jalan yang diberi nama, seperti Lubukbaja, Seijodoh dan lainnya.

“Kami lakukan secara bertahap, sudah ada beberapa persimpangan yang diberi nama,” terang Ardi, Sabtu (15/7).

Menurut dia, pemberiaan nama persimpangan bertujuan agar masyarakat tidak bingung. Apalagi, Walikota Batam berencana menjadikan Batam sebagai kota metropolitan, sehingga bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi.

“Jadi selama ini, masyarakat beri nama persimpangan berdasarkan bangunan besar yang ada disana. Berarti kalau beda orang, beda lagi dong namanya. Dan itu pastinya membuat bingung,” jelas Ardi.

Dikatakan Ardi, untuk menentukan nama persimpangan pihaknya akan berdiskusi tokoh masyarakat Batam. Sebab, mereka dinilai lebih paham dengan nama-nama dan sejarah di Batam.

“Nah untuk nama, kita minta masukan tokoh masyarakat dulu. Sebab mereka yang lebih paham dengan Batam,” pungkas Ardi. (she)

Kebanyakan Lulusan SMA Ajukan Permohonan AK 1 di Nongsa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kecamatan Nongsa mencatat dari Januari hingga Mei 2017 sebanyak 779 orang mengurus surat AK 1 (kartu pencari kerja). Dan dari beberapa kelurahan yang ada, tercatat permohonan paling tinggi dari Kelurahan Batubesar dan Kabil.

“Paling banyak itu lulusan SMA di daerah kami ini,” kata Sekcam Nongsa, Amuri, Jumat (14/7).

Sedangkan dengan latar belakang pendidikan diploma atau sarjana, kata Amuri ada beberapa. “Tapi itu tak banyak,” ucapnya.

Dari pantauannya permohonan paling tinggi itu, saat setelah anak-anak SMA selesai ujian nasional. Tiap harinya pihak kecamatan selalu melayani permintaan penerbitan surat AK 1.

“Dalam sehari itu banyak sekali,” ucapnya.

Namun hal ini hanya berlangsung beberapa minggu. Setelah pengajuan AK 1 l, kembali normal seperti sedia kala. Tapi ia mengatakan sehabis lebaran ini, terlihat kembali ada lonjakan permintaan surat pencari kerja ini.

“Saya kurang tahu juga kenapa,” ucapnya.

Mengenai angka-angka permohonan AK 1 Perbulannya, Amuri mengatakan tidak memiliki datanya. “Saya tak pegang. Tapi saat selesai UN dan Lebaran ini ada kenaikan permintaan,” ujarnya.

Walau ada perlambatan ekonomi yang terjadi, ia mengatakan masih tetap ramai masyarakat yang mengajukan AK 1 tersebut. “Selalu ada yang mengajukan,” tuturnya singkat. (ska)

Penyelesaian Pelabuhan Punggur Tunggu Lelang

0
Sejumlah kendaraan parkir di Pelabuhan Punggur, Senin (8/5). Bangunan Pelabuhan Punggur terlihat sudah selasai namun belum dioprasikan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelabuhan Telaga Punggur hingga kini tidak juga kunjung dioperasikan. Sekilas bangunan pelabuhan ini telah rampung dikerjakan. Namun ternyata masih ada beberapa kekurangan, sehingga pelabuhan ini urung dioperasikan.

“Operasional belum bisa, karena ada beberapa kekurangan. Hal itu berdasarkan dari peninjauan pihak BP Batam sendiri dan BPKP,” kata Direktur Humas BP Batam, Andi Antono, Sabtu (15/7).

Ia menjabarkan hal-hal yang perlu diselesaikan yakni tempat parkir yang masih belum ada, pagar pembatas, lalu di bagian dalam perlu ada penambahan.

“Kami juga masih mengecek apa saja kekurangan lainnya,” ucapnya.

Pelabuhan ini bisa saja digunakan saat ini. Namun bila beberapa penambahan ini dilaksanakan saat penumpang hilir mudik, maka akan menganggu kenyamanan masyarakat. Makanya pihak BP Batam tak ingin mengoperasikan pelabuhan itu saat ini.

“Repotkan, ada penumpang. Lalu pengerjaan dilakukan juga,” tuturnya.

Selain itu, alasan lainnya belum dioperasikan pelabuhan, karena ada prosedur yang harus dilalui BP Batam. “Kalau kami langsung operasikan juga, bisa-bisa kami diperiksa pihak berwenang,” ujarnya.

Untuk penyelesaian pelabuhan ini, kata Andi pihaknya akan melakukan lelang dalam waktu dekat. Pihak yang menang lelang, akan ditunjuk untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan tersebut.

“Kemungkinan tahun ini selesai, dan tahun depan dioperasikan,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa bagian parkir pelabuhan tersebut, pihaknya haruslah merubuhkan bangunan terminal lama. Dan untuk merubuhkan itu, kata Andi pihaknya haruslah melakukan inventarisir terlebih dahulu.

“Kami gak mungkin merubuhkan begitu saja. Harus kami hitung dulu dan laporkan,” tuturnya. (ska)

Tingkatkan Pariwisata, Disbudpar Berikan Grade Pada Restoran

0
ilustrasi Foto: Lenni/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam meningkatkan Pariwisata Batam dengan memberikan nilai atau poin pada restoran atau rumah makan yang ada di Batam. “Tim sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemko Batam, Pebrialin, Jumat (14/7).

Langkah ini diambil Pebrialin, agar sektor-sektor penunjang Pariwisata Batam, bisa lebih baik lagi. Ia mengatakan makanan termasuk hal yang penting, untuk membuat para turis nyaman saat liburan di Batam.

“Makanan yang enak, higienis tentu bagi yang muslim halal juga,” ujarnya.

Pebrialin mengatakan bila ada makanan yang kurang enak, baik atau higienis. Maka tim dari Disbudpar akan meminta restoran atau rumah makan itu meningkatkan kualitas masakan mereka. “Kuliner cukup penting dalam meningkat Pariwisata,” ucapnya.

Batam, kata Pebrialin memiliki berbagai penganan atau masakan yang sangat menggiurkan para wisatawan. Makanan olahan restoran di Batam, saat ini cukup membuat para wisatawan untuk datang kembali ke Batam.

“Masakan khas Melayu cukup banyak ditemui di Batam,” tuturnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas makanan. Pebrialin mengatakan pihaknya juga melakukan pagelaran kontes makanan.

“Minggu di Engku Putri kami menggelar kontes makanan berbahan dasar ikan. Pemenang kontes ini, berhak mengikuti kontes selanjutnya di Jakarta. Ini semacam seleksi,” ujarnya. (ska)

Nantikan Keputusan Pimpinan KPK

0
ilustrasi

batampos.co.id – Belum diumumkannya tersangka baru dalam kasus dugaan rasuah kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) membuat integritas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipertaruhkan. Sebab, di tangan kelima pimpinan itu penetapan pelaku anyar kasus dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun tersebut diputuskan.

Mantan Wakil Ketua KPK Amien Sunaryadi mengatakan, ada atau tidaknya tersangka baru e-KTP bergantung pada keputusan pimpinan. Penyidik hanya menyodorkan surat perintah penyidikan (sprindik) kepada mereka.

”Dulu kalau orangnya tidak ada (di kantor), keputusan disampaikan lewat SMS (short message service, Red),” ujarnya ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, kemarin (15/7).

Karena itu, penting bagi pimpinan KPK sekarang ini untuk segera menyampaikan kepada publik soal keputusan ada atau tidaknya tersangka baru e-KTP. Apalagi, dorongan publik terhadap pengusutan kasus itu semakin kuat setelah KPK memeriksa Ketua DPR Setya Novanto pada Jumat (14/7).

”Keputusan itu diambil 5 orang (pimpinan),” tegas pimpinan KPK jilid 1 tersebut.

Sebagaimana diwartakan, sampai saat ini KPK belum mengumumkan tersangka baru kasus indikasi korupsi berjamaah e-KTP. Padahal, Ketua KPK Agus Rahardjo berkali-kali menjanjikan segera menetapkan nama lain yang menjadi sosok sentral dalam rasuah di proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Apalagi, informasinya tim satuan tugas (satgas) e-KTP juga sudah melakukan gelar perkara (ekspose).

Amien mengatakan, penetapan tersangka baru yang diajukan penyidik melalui surat perintah penyidikan (sprindik) memang cukup selektif. Di era pimpinan KPK jilid 1, misalnya, perbedaan pendapat antara komisioner satu dengan lainnya sangat lazim terjadi sebelum keputusan disampaikan.

”Ada kalanya yang 4 (pimpinan) setuju, tapi 1 (pimpinan) tidak setuju,” beber pria yang kini menjabat Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) tersebut. Hanya, meski berbeda argumen, semua pimpinan harus menyampaikan keputusan.

”Jadi tetap saja ambil keputusan (atas sprindik, Red),” paparnya.

Amien juga menyatakan, perbedaan pendapat di kalangan pimpinan tidak sedikit yang membuat sprindik urung diputuskan. Kondisi itu pernah terjadi di era pimpinan KPK jilid 1. Kala itu calon tersangka yang disebut dalam sprindik meninggal dunia. ”Jadi harus betul-betul selektif,” ungkap pria asal Malang, Jawa Timur tersebut.

Sekarang tinggal pimpinan KPK berani atau tidak mengumumkan tersangka baru e-KTP. Tentu, setiap keputusan itu harus disertai dengan analisa yang rasional. Misal, terkait dengan penyelidikan yang dilakukan sebelum sprindik dibuat.

”(Dulu) banyak hasil analisa pengumpulan bahan keterangan yang tidak masuk ke penyelidikan, dari penyelidikan juga banyak yang tidak masuk ke penyidikan,” imbuhnya. (tyo)

Bupati Natuna Ajak Warga Peduli Potensi Wisata

0

batampos.co.id – Kabupaten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar Pekan Natuna Expo pada 29 Agustus hingga 1 September mendatang.

Sebelumnya, Natuna pada awal Juni lalu juga menggelar Festival Wisata Bahari yang mampu menyedot wisatawan mancanegara (wisman). Ada 12 yacht yang membawa 24 wisman asal Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia dan beberapa negara lainnya yang masuk ke Natuna.

Sedangkan Pekan Natuna Expo 2017 akan digelar di Kota Ranai dan Pulau Senoa. Bupati Natuna Hamid Rizal pun mengajak warganya untuk makin peduli pada potensi pariwisata dengan menyukseskan event Pekan Natuna Espo 2017.

“Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dalam rangka mendukung promosi dan percepatan pembangunan sektor pariwisata yang diharapkan juga akan berdampak positif bagi pengembangan sektor lainnya,” ujar Hamid tentang event yang juga didukung Kementerian Pariwisata itu.

Hamid meyakini event itu akan berimbas positif bagi warga Natuna, terutama dalam upaya pemberdayaan sektor ekonomi kerakyatan yang memanfaatkan sumber daya lokal.

“Sekaligus mendorong usaha kreatif di antaranya bagi para pengrajin suvenier, pengusaha kuliner, penggiat kesenian budaya dan pelaku usaha lainnya,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Afriandi mengatakan, pembukaan Pekan Natuna Expo 2017 akan dimulai dengan peluncuran branding pariwisata kabupaten yang dilintasi jalur pelayaran internasional itu.

Sedangkan pada hari kedua Pekan Natuna Expo 2017 akan ada Festival Pulau Senoa yang digelar sejak pagi hingga sore hari.

“Di Pulau Senoa akan digelar lomba pacu kolek yang merupakan alat transportasi air yang masih tradisional. Ada pula lomba fotografi dengan tema foto Wonderful Senoa,” sebutnya.

Tapi yang juga unik dalam Pekan Natuna Expo 2017 adalah Festival Nyuluh yang sangat khas di pulau-pulau di Kabupaten Natuna. Menyuluh diadaptasi dari usaha masyarakat pesisir untuk mendapatkan ikan tanpa harus berlayar ke tengah laut.

“Penangkapan ikan dengan teknik menyuluh ini dilakukan pada malam hari di kala air laut sedang surut. Dengan bermodal lampu suluh, masyarakat mencari ikan yang terperangkap disurutnya air atau perairan dangkal,” tuturnya.

Erson menambahkan, Festival Nyuluh akan menjadi yang pertama kalinya digelar. Karena itu dengan keunikan menyuluh maka event tersebut diyakini akan mampu menyedot wisatawan.

Erson menambahkan, Pekan Natuna Expo 2017 juga akan disemarakkan oleh berbagai pertunjukan seni dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, reog, angklung, barongsai, hingga permainan gasing, alu dan mendu.

Pemkab Natuna pun mengharapkan event yang berlangsung selama empat hari itu bisa menyedot wisatawan pelintas batas atau cross border tourist. Target penyelenggaraan Pekan Natuna Expo 2017 adalah bisa mendatangkan sekurang-kurangnya 500 wisman.

“Semoga dengan Expo Natuna dapat mengangkat nama Natuna dalam percaturan Destinasi Wisata Baru yang berkembang pesat dan memiliki daya saing dengan destinasi wisata lainnya yang ada di wilayah negara Republik Indonesia,” harapnya.

Menpar Arief Yahya berterima kasih atas upaya Kepri dengan Expo Natuna itu.

“Selamat berpameran dan menampilkan potensi alam dan kuliner di sana,” katanya. (*)

Rahasia Warna Putih Pada Grand Slam Wimbledon

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Putih menjadi warna wajib pada grand slam Wimbledon.

Karena itu, kostum lapangan semua pemain harus serbaputih. Baju, celana, sepatu, kaus kaki, wristband, headband, hingga pakaian dalam. Pasangan ganda putra junior, Zsombor Piros dan Wu Yibing, dipaksa ganti oleh wasit gara-gara celana dalam mereka berwarna hitam.

Awalnya, Piros dan Yibing bersiap menjalani pertandingan melawan Sebastian Korda/Nicolas Mejia. Mereka duduk santai di bench sambil menunggu waktu pemanasan. Tiba-tiba, wasit menghampiri mereka. Dia lalu berkomunikasi lewat walkie talkie. Sesaat kemudian, seorang petugas masuk lapangan sambil membawa sepasang celana dalam. Semuanya putih.

’’Mereka diminta ganti karena warna celana dalam mereka ’tembus’. Kelihatan kalau warnanya hitam. Petugas langsung menyiapkan ganti,’’ ucap salah seorang pengawas pertandingan sebagaimana dikutip Independent (jangan tanya berapa jumlah celana dalam atau bra putih yang disiapkan panitia untuk kasus-kasus serupa).

Untung, harus ganti celana dalam sebelum bertanding tidak merusak mood mereka. Piros/Yibing menang straight set di putaran pertama. Nah, pada putaran kedua, ketika sudah tak ada problem daleman, mereka malah kalah.  (fam/c19/na)

Beach Food Euphoria hanya di Pantai Kodanganan 21-22 Juli, Mendatang

0

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), Nusa Dua, Bali sebentar lagi punya gawean besar. Itu setelah, sekolah yang ada di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu akan menggelar acara Food Festival bertajuk “Beach Food Euphoria” di Pantai Kedonganan, Kuta Badung, 21-22 Juli mendatang.

Ketua STP Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara menjelaskan, acara ini merupakan inisiatif STP Bali yang didukung oleh Bupati Badung serta bekerjasama dengan Desa Adat Kedonganan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kedonganan (LPM), Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pantai Kedonganan (BPKP2K), Kelurahan Kedonganan dan Indonesian Chef Association (ICA) DPD Bali serta bersama masyarakat setempat.

”Ini kreasi anak didik kami terutama mahasiswa dan mahasiswi program studi Management Konvensi dan Perhelatan. Gol-nya kami ingin mereka juga ikut mempromosikan kawasan kuliner Kedonganan serta menggali potensi alam dan budaya lokal dalam upaya meningkatkan variasi produk wisata di Kabupaten Badung dan Bali. Ini penting untuk anak didik kami ke depan,”ujar pria yang biasa disapa Byo itu.

Byo juga mengucapkan terima kasih kepada semua lingkungan STP Bali dan di Pantai Kedonganan yang juga maksimal mendukung acaranya ini. Pasalnya, selama pelaksanaan nanti pada semua cafe yang ada di area acara akan memberikan discount 30% untuk food kepada pengunjungnya.

”Nanti juga akan dilaksanakan pelepasan tukik sebagai bagian dari awareness masyarakat Kedonganan terhadap kelestarian lingkungan, khususnya hewan penyu. Acara ini akan sangat lengkap dan meriah,” ujar Byo.

Byo juga memaparkan, Kegiatan anak didiknya ini juga akan mengkolaborasikan keindahan alam dengan food competition. Teknisnya, event ini akan menggabungkan keindahan alam Bali yaitu pantai, makanan, budaya Bali yang direpresentasikan dalam tarian dan juga akan disediakan berbagai macam entertainment seperti fasilitas Flair bartending, fruit carving, band, games, LED- Water drum, dance.

”Silahkan datang ke Bali dan hadir di acara kami,”ajak Byo.

Untuk menambah heboh acara, panitia pelaksana sudah mengutarakan pada Byo bahwa akan hadir bintang tamu istimewa yaitu Joni Agung and Double It yang merupakan master di bidang kuliner.

”Kami berharap ini menjadi agenda tahunan, acara perdana ini semoga mendapatkan respon positif dari berbagai pihak dengan konsep yang semakin membaik tentunya,” ujar pria asli Bali itu.

Byo menginformasikan bahwa anak didiknya khusus mahasiswa dan mahasiswi  ini sudah sering mengadakan event, hal ini merupakan salah satu program mata kuliah di STP Nusa Dua Bali. Event-event yang sudah sukses digelar diantaranya adalah J.KO (Japan Korean) Fiesta, Folk Market, STP Job Fair, Zombie Run, Seminar oleh Asia Pasific Event Management (APIEM) dan sebagainya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut kreativitas para anak muda masa depan bangsa tersebut. Kata Menpar, berpromosi destinasi wisata itu banyak pintu masuknya, salah satunya adalah melalui kuliner. Kuliner itu adalah produk budaya yang sudah lama teruji dan turun temurun mempengaruhi tradisi selera lidah orang Bali.

Protofolio produk pariwisata Wonderful Indonesia itu ada tiga, Alam (Nature) 35%, Budaya atau Culture 60%, dan Buatan Manusia (Man Made) 5%. Kuliner itu ada di kolom budaya yang 60% itu.

“Kuliner itu sekitar 30% dari 60% portofolio budaya, jadi angkanya memang sudah terbesar dan ini harus dijaga dengan atraksinya, seperti festival yang digelar oleh adik-adik di STP Bali ini,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief menambahkan, pariwisata itu gandengannya adalah culinary and shopping, 45 persen, wisata desa-kota 35% dan wisata budaya, sejarah dan heritage 20%. Karena itu, membuat event kuliner di kawasan budaya Bali, itu sudah sangat tepat. “ Ayo kita ke Bali saksikan acara STP Bali ini,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

KFC Cycling Team Unggul pada Etape II TdF 2017, Danau Kelimutu Semakin Mendunia

0
ilustrasi

Etape kedua Tour de Flores (TdF) 2017 menjadi tantangan bagi para pembalap dari 18 tim terdiri 7 negara. Sebab mereka harus menaklukkan tanjakan-tanjakan bukit kaki gunung Kelimutu sepanjang jalan Maumere menuju lapangan Tugu Pancasila di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/7).

Pembalap sepeda Indonesia, Imam Arifin dari KFC Cycling Team mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai etape kedua TdF 2017. Dalam rute Maumere-Ende berjarak 141,3 kilometer tersebut, Imam yang bernomor punggung 84 finis dengan catatan waktu 4 jam 2 menit 18 detik.

Begitu Imam melewati garis finis, masyarakat bersorak Indonesia… Indonesia… Indonesia dengan penuh semangat. “Luar biasa, saya senang sekali. Ini perjuangan bersama tim KFC Cycling Team mengharumkan nama Indonesia,” kata Imam beberapa saat setelah melewati garis finis.

Sementara itu, Nick Miller asal Selandia Baru dari Futuro Pro Cycling (Australia) finis di posisi kedua. Posisi tiga pembalap Filipina Marcelo Felipe dari 7 Eleven Cycling Team (Filipina). Di peringkat empat ada Thomas Lebas asal Prancis dari Kinan Cycling Team (Jepang). Keempat pembalap tersebut finis hampir bersamaan.

Di etape kedua lebih dominan dengan tanjakan. Empat titik KOM harus dilalui seluruh pembalap. Meski demikian, para pembalap disuguhkan pemandangan indah dan udara sejuk Gunung Kelimutu.

Bupati Ende Marselinus Y.W. Petu mengaku bahagia warga Indonesia berhasil menjuarai etape kedua berada di wilayahnya. Terlebih, peserta dan pendatang juga menyaksikan sendiri keindahan dan keramahtamahan masyarakat di wilayah yang dia pimpin.

“Ini membanggakan kami, saat giliran kami jadi tuan rumahnya, pemenangnya orang Indonesia. Ini sangat memotivasi warga sini.  Selain itu saya yakin Ende juga akan dibicarakan orang di luar sana sehingga keindahan Ende akan membuat orang ingin datang,” kata Marselinus.

Marselinus mengungkapkan, tahun lalu, usai TdF 2016, kunjungan wisatawan di Ende naik 100% baik domestik maupun mancanegara hingga 2017. Tahun ini, diharapkan berkat efek media value TdF 2017 bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lebih banyak lagi.

“Kita punya Danau Kelimutu yang sangat indah. Orang yang datang ke Pulau Komodo, Labuan Bajo biasanya juga datang ke Kelimutu menyaksikan danau yang juga dikenal dengan nama Danau Tiga Warna. Kami bersyukur danau ini sudah semakin mendunia,” ujar Marselinus.

Danau Kelimutu berada di Taman Nasional Kelimutu. Untuk bisa masuk ke Taman Nasional, pengunjung dikenakan tarif Rp 2.500 untuk orang lokal dan Rp 20.000 untuk turis asing. Jika menggunakan kendaraan pribadi bisa berhenti di pelataran parkir taman nasional yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pintu masuk.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, menapaki bebatuan bukit. Di samping kanan dan kiri jalan bebatuan ditumbuhi pepohonan yang dilindungi taman nasional. Kicauan binatang hutan taman nasional ibarat musik alami menemani sepanjang perjalanan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Derson Duka menceritakan ketiga danau tersebut memiliki nama berbeda. Danau yang paling besar berwarna hijau gelap bernama Atapolo dipercaya sebagai kumpulan roh-roh jahat. Nuamuri Koofai yang berwarna hijau muda gradasi tosca merupakan kumpulan roh-roh orang muda. Sedangkan satu danau lain yang berwarna gelap bernama Mbupu adalah tempat berkumpul roh para orang tua.

“Penduduk setempat meyakini bahwa Danau Kelimutu merupakan tempat berkumpul roh para leluhur. Berubah-ubahnya warna danau pun terkait dengan kepercayaan para roh tersebut,” ujar Derson.

Derson berharap, storytelling soal Danau Kelimutu ini disebarkan orang luar yang di Ende menyalsikan TdF 2017 ini ke daerahnya masing-masing. Sehingga menarik banyak orang untuk menyaksikan sendiri keunikan Danau Kelimutu.

“Biarkan mereka yang datang menceritakan keindahan dan keunikan Danau Kelimutu saat pulang ke rumah kepada keluarga dan teman-temannya. Biar makin banyak yang penasaran dengan Danau Kelimutu,” tambah Derson.

Tidak hanya itu, lanjut Derson, Ende juga memiliki tempat wisata bersejarah yang berhubungan dengan Presiden pertam Republik Indonesia Ir Soekarno.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga turut senang orang Indonesia berhasil menjuarai etape kedua TdF 2017. Namanya akan dibicarakan, sehingga Ende dan tempat-tempat wisatanya juga akan turut dibicarakan.

“Selamat buat Imam Arifin berhasil jadi juara. Anda sudah mengharumkan nama bangsa, dan juga mempromosikan pariwisata Ende,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga sempat berkunjung ke rumah bekas pembuangan Bung Karno di Kota Ende. Di dalamnya terdapat barang-barang yang pernah dipakai oleh Proklamator RI yang juga presiden pertama Republik ini.

Juga ada sumur, timba air tradisional, di belakang ada tempat ibadah, dan lainnya. “Rumah bekas pembuangan Bung Karno itu sudah menjadi destinasi sejarah di sana,” ungkap Arief Yahya yang tahun 2015 sempat mewakili Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Tidak hanya soal Bung Karno, di Ende, destinasi wisatanya sangat banyak dan beragam. Selain Taman Renungan Bung Karno dan Rumah Pengasingan Bung Karno, serta Danau Kelimutu, Pesona Ende memiliki Kampung Adat Wolotopo, Museum Tenun Ikat, Pantai Ria atau Pantai Ende, Kampung Adat Jopu, Pasar Tradisional Ende, Pantai Batu Biru, Air Terjun Murondao dan Museum Bahari Ende.

“Danau Kelimutu ini sang Fajar, Pak Soekarno juga Sang Fajar negara kita, untuk kaitannya dengan alam Danau Kelimutu yang indah ini juga bisa dilihat fajar terbit dengan indah di danau ini. Jadi sangat layak untuk go international, karena Danau Kelimutu sangat berstandard international,” tukas Menpar Arief Yahya.(*)

Hasil etape kedua TdF 2017:

1. (84) Muhammad Imam Arifin (Indonesia), KFC Cycling Team (Indonesia) 4:02:18
2. (32) Nick Miller (Selandia Baru), Futuro Pro Cycling Team (Australia) +00:00
3. (4) Marcelo Felipe (Filipina) , 7 Eleven Cycling Team (Filipina) +00:00
4. (141) Thomas Lebas (Prancis), Kinan Cycling Team (Jepang) +00:00
5. (142) Jai Crawford (Australia), Kinan Cycling Team (Jepang) +00:02
6. (2) Jesse Ewart (Australia), 7 Eleven Cycling Team (Filipina), +05:08
7. (145) Genki Yamamoto (Jepang), Kinan Cycling Team (Jepang) +06:07
8. (81) Jamal Hibatullah (Indonesia), KFC Cycling Team (Indonesia) +06:19
9. (61) Hari Fitrianto (Indonesia), CCN Cycling Team (Laos) +06:34
10. (85) Muhammad Abdurrohman (Indonesia), KFC Cycling Team (Indonesia) +07:54

(*)