
Batam berbatasan dengan Singapura. Batam bukan semata pintu gerbang investasi asing. Pun menjadi gerbang masukkan barang bekas. Meski telah dilarang tetap saja upaya memasukkan barang bekas asal Singapura tetap terjadi.

Batam berbatasan dengan Singapura. Batam bukan semata pintu gerbang investasi asing. Pun menjadi gerbang masukkan barang bekas. Meski telah dilarang tetap saja upaya memasukkan barang bekas asal Singapura tetap terjadi.
Kementerian Pariwisata semakin gencar menebar pesona “Wonderful Indonesia” untuk menjaring wisatawan di negara-negara potensial. Salah satunya adalah Malaysia, yang merupakan “kantong” penyuplai wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia.
Setelah meluncurkan paket bundling wisata dalam Promosi Wonderful Indonesia (PWI) Terpadu dan terlibat aktif dalam MATTA Fair di Kuala Lumpur pada 8 hingga 10 September lalu, kali ini giliran kegiatan promosi dan direct selling yang akan dilakukan.
Bekerja sama dengan maskapai AirAsia, kementerian di bawah komando Menteri Pariwisata Arief Yahya ini akan menggelar “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” pada 22 hingga 24 September 2017 di iOi City Mall, Putrajaya, Malaysia.
Pemilihan iOi City Mall bukan tanpa alasan. Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi warga Malaysia. Nantinya acara akan digelar di tempat yang paling strategis. Di tengah-tengah iOi City Mall di lantai dasar. Tempatnya pun luas. Mencapai 3.400 meter per segi.
Menurut Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN, Rizki Handayani mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk promosi sekaligus upaya meningkatkan branding Wonderful Indonesia di Malaysia.
“Mempromosikan destinasi Indonesia sesuai target dengan coverage penerbangan AirAsia, terutama di originasi Malaysia,” ujar Rizki. Para pengunjung nantinya akan diberikan informasi terkait berbagai destinasi di Indonesia.
Dalam ajang promosi ini pula, pengunjung akan disuguhkan berbagai kesenian Indonesia. Seperti tari Rampak Gendang, tari Bajidor Kahot, tari Ronggeng Nyentrik, tari Genjring Party serta live music tradisional Tehyan.
“Juga akan ada kegiatan-kegiatan menarik yang menjadi gimmick seperti prize wheel serta photo booth dengan hadiah-hadiah menarik,” kata Rizki.
Selain ajang promosi, dalam travel fair ini tentunya juga akan dijual paket perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia yang melibatkan sejumlah travel agent dengan harga-harga menarik dengan potongan harga hingga 50 persen dari AirAsia.
“Sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjunngan wisatawan mancanegara di originasi Malaysia melalui penjualan tiket AirAsia dan paket wisata,” ujar dia.
Rizki juga menyebutkan, “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi bersama (Joint Promotion) antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan maskapai AirAsia. “Selain di Malaysia, kerja sama ini juga dilakukan di negara pasar Singapura,” ungkapnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik akan terselenggaranya “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” sebagai bagian dari mempromosikan pariwisata tanah air ke publik Malaysia.
Menpar mengatakan, “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” merupakan momentum potensial untuk dapat menjaring wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Utamanya dari Malaysia.
Pada tahun ini Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisman Malaysia sebesar 1.772.000 orang, dimana tahun 2016 sebanyak 1.225.458.
“Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Sama-sama rumpun Melayu,” kata Menpar Arief Yahya.(*)
Ada yang menarik di Lovina Festival (LovFest) 2017. Selain lumba-lumba hidung botol, puluhan yacth dari Sail Indonesia Rally Yatch dan Wonderful Sail 2 Indonesia 2017 juga bersandar sejak tanggal 14 hingga 18 September 2017 di Buleleng, Bali Utara.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, puluhan kapal Yachter itu berkumpul di Pantai Lovina setelah melakukan perjalanan panjang dari Darwin, Australia dan beberapa negara lainnya.
Selain bersandar di berbagai spot-spot wisata di Indonesia, para Yachter juga bersandar di Lovina sejak 14 September 2017. Setelah itu seluruhnya akan berkumpul dan melakukan
perjalanan secara bertahap hingga berakhir di Sabang Aceh, November 2017, mendatang.
“Festival Lovina ini memang sengaja diintegrasikan dan dirangkai dengan pelaksanaan Sail Indonesia/Rally Yatch dan Wonderful Sail 2 Indonesia 2017 yang telah mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat Buleleng, terima kasih kepada pemerintah setempat dan seluruh masyarakat Bulelenf,” ujar Esthy Reko Astuti di Jakarta, Kamis (14/9).
Esthy juga memaparkan, Festival Lovina mengambil tema “Enjoy The Difference”, segala karakteristik yang dimiliki desa penyangga di kawasan Lovina tentang kepariwisataan akan tampil berbeda dengan yang dimiliki potensi wisata daerah lain di Bali.
“Beberapa pagelaran akan ditampilkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Buleleng. Selama lima hari kawasan Lovina mulai disulap menjadi bener-bener menarik, ini juga usaha Kemenpar dan panitia agar pariwisata Bali tersebar luas,” ujarnya.
Beberapa persiapan dilakukan sebelum Lovest yang digelar mulai dari Dermaga jetty yang dihias dengan berbagai macam tempat wisata selfi. Hingga sepanjang jalan dihiasi dengan berbagai pernak-pernik lampion dan patung dolpin sendiri disulap seperti berada diatas Kapal Laut yang sedang berlayar.
Untuk Lovina Festival 2017 akan dipusatkan di lima zona yakni, panggung timur-Kalibukbuk (traditional stage), panggung barat-Kaliasem (modern stage), Lapangan Parkir Timur Lovina, Lapangan Kaliasem, dan parkir timur APIK.
Sementara sejumlah agenda kegiatan akan diisi dengan pagelaran dan parade seni budaya, pameran potensi wisata dan industri pendukung, UMKM, kuliner khas Buleleng, parade sampi gerumbungan, parade gangsing, fashion show endek, yoga, zumba, Lovina sunset tour, Lovina colour run, bonangan race, dan berbagai artis hiburan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi event dan festival yang digelar di Bali Utara. Menurut Menpar perhelatan ini penting untuk menaikkan jumlah wisatawan. “Selain event ini, kami melihat Lovina mempunyai potensi yang perlu dikembangkan, contohnya lumba-lumba dan penyu yang banyak menetaskan telurnya di pantai dan tentu harus dikembangkan lagi cara pemasaran pariwisata di Lovina,”kata Arief.
“Bali adalah produk pariwisata Indonesia, kita harus menjadikan Bali sebagai destinasi utama. Jangan cuma Bali di bagian selatan saja, kita kembangkan Bali utara, timur dan bahkan barat,” ujar Arief menegaskan.
Oleh karena itu, Arief Yahya mendukung penuh Buleleng melakukan pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Jadi Festival Lovina ini bisa memperkenalkan potensi pariwisata di Bali bagian utara. Jika ke Bali jangan lupa datang juga ke Pantai Lovina di Buleleng yang juga sangat indah,” kata Menteri asal Banyuwangi itu.(*)
Maskapai Thai Lion Air meluncurkan penerbangan langsung perdananya ke Bali dari Bandara Internasional Don Mueang.
Rencananya, Maskapai Thai Lion Air akan melaksanakan penerbangan langsung perdananya pada tanggal 15 September 2017. Penerbangan dari Don Moeang ke Denpasar, Bali, merupakan penerbangan harian ke Indonesia ke-dua yang dilakukan oleh Thai Lion Air setelah Jakarta yang menandakan upaya yang terus menerus untuk memperluas jaringan rute internasional mereka.
Seperti diketahui, Negeri Seribu pagoda itu memang merupakan salah satu pasar potensial wisatawan mancanegara ke Indonesia dengan target 130.000 wisatawan pada 2017.
“Bali merupakan tujuan wisata budaya yang kaya dan merupakan pilihan utama bagi banyak wisatawan asal Bangkok. Penerbangan langsung merupakan pilihan lain yang mudah dilakukan bagi wisatawan baik dari dan menuju Bali. Kami berharap penerbangan ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Bali melalui jaringan Lion Air Group dan menarik lebih banyak penumpang dari daerah kecil untuk transit di Bali,” kata Kapten Darsito Hendroseputro, Pimpinan Thai Lion Air.
Rencananya, Thai Lion Air SL258 berangkat dari bandara Internasional Don Mueang pukul 5.50 pagi dan tiba di bandara Internasional Denpasar pukul 11.25 waktu setempat.
Penerbangan kembali akan berangkat dari Bali pada pukul 1.20 malam dan tiba di Bangkok pukul 05.15 dengan waktu penerbangan 4 jam 30 menit dan waktu di Bangkok 1 jam lebih lama dari Bali.
Untuk penerbangan tujuan Denpasar ini, pihak Thai Lion Air memberikan harga spesial, tarif promosi awal untuk rute baru ini dimulai dari 3.155 THB atau sekitar Rp. 1.216.500 untuk perjalanan satu arah. Ongkos tersebut sudah termasuk bagasi 20 kg dan pilihan tempat duduk gratis. Ini disesuaikan dengan ketersediaan seat
“Kami akan terus menjelajah rute-rute lain di Indonesai dan memberikan konektivitas yang lebih baik melalui hub kami di Don Mueang,” ujar Darsito.
Thai Lion Air merupakan Maskapai Penerbangan Low Cost Carrier Thailand (LCC) yang beroperasi dari Don Mueang International Airport, Bangkok, Thailand.
Maskapai yang didirikan pada 2013 merupakan salah satu maskapai dibawah naungan Lion Group dan sampai saat ini telah berkembang dengan mengoperasikan 13 rute domestic dan 13 rute internasional dan memiliki 27 unit pesawat baru dengan tipe Boeing737-900 ER yang dikonfigurasikan dengan 215 kursi dan Boeing 737 – 800 ER, dengan 189 kursi.
Kementerian Pariwisata pada tahun ini menfokuskan pada aksesibilitas sehingga selalu mendorong maskapai asing maupun nasional untuk membuka rute dari negara-negara pasar utama ke Indonesia.
“Komitmen penuh Kementerian Pariwisata ditunjukkan dengan persiapan penyambutan charter flight perdana Japan Airlines dengan kesenian Bali, pemberian souvenir, dan refreshments untuk para penumpang,” kata Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani.
Lanjut Pitana, Thailand memang dianggap “kolam ikan” bersama Malaysia dan Singapura untuk menjaring wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Hal itu agar arus wisatawan asal Asia Tenggara dapat menyumbang pada pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 15 juta pada tahun 2017.
“Rute penerbangan baru ini diharapkan bisa menjadi connection antara Indonesia dengan belahan dunia lainnya, dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kedatangan turis asing. Dibukanya rute ini yang memberikan lebih banyak pilihan bagi pelancong dari Thailand,” ucap Pitana.
Sementara itu, Rizki Handayani mengungkapkan, untuk memanfaatkan momentum dan memaksimalkan dampak pembukaan rute baru ini, pihaknya akan memfasiltasi Ground Handling Fam Trip bagi tamu VIP.
“Ini momentum, sekaligus kita perkenalkan destinasi wisata di Bali, kami akan ajak 5 orang Media, 6 orang Board of Investor, 6 orang AOT(Airport of Thailand) dan 2 orang staf dari Thai Lion Air untuk kegiatan Fam Trip,”imbuh Rizki Handayani
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penerbangan ini memungkinkan pelancong Thailand untuk mengunjungi Indonesia dengan tarif terjangkau dan sebaliknya, sehingga hal ini akan berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata di kedua negara.
“Penerbangan ini sejalan dengan rencana kami untuk meningkatkan jumlah wisatawan internasional termasuk dari Thailand yang datang ke Indonesia. Dukungan dari maskapai, termasuk Thai Lion Air, dengan rute-rute baru yang menarik itu sangat membantu target wisaman kami,” kata Menpar Arief Yahya
“Selain itu dampaknya pada sisi ekonomi yang positif, terutama di bidang pariwisata. Terima kasih Thai Lion Air. Luar biasa! Semoga terus berkembang dan makin banyak wisman Jepang menikmati Wonderful Indonesia,” pungkasnya. (*)
Belum lama ini, majalah National Geographic Traveller mengumumkan para peraih penghargaan “Big Sleep Awards 2017”, tepatnya dalam edisi Juli-Agustus kemarin.
Dari 20 kategori yang terbagi dalam pilihan juri dan pembaca, tiga industri hotel di Indonesia dinobatkan sebagai yang terbaik.
Pertama adalah Cempedak Private Island untuk kategori “Castaway”.
Dalam ulasannya, juri “Big Sleep Awards” menyebut Cempedak Private Island adalah resort yang menghadirkan fasilitas mewah, namun tetap menerapkan pendekatan pengelolaan keberlanjutan yang sangat kuat.
Cempedak memiliki 20 unit boomerang-shaped pool villa yang hampir keseluruhan desainnya menggunakan bambu. Sementara restorannya, sebagian besar bahan bahan makanan diambil dari para pedagang dan masyarakat terdekat.
Cempedak adalah sebuah pulau pribadi seluas 17 hektare yang berjarak sembilan kilometer dari pantai timur di Bintan, Kepulauan Riau.
“Dengan waktu tempuh 2,5 jam dari Singapura, ini adalah lokasi yang sebenarnya untuk beristirahat, dimana kemewahan berjalan seimbang dengan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal dan manajemen konservasi,” tulis National Geographic Traveller.
Dikelilingi banyak pulau yang belum terjamah, Cempedak adalah salah satu dari sedikit pulau pribadi di sepanjang pantai Bintan yang indah. Cempedak dikelilingi dengan pantai berpasir putih dan dihiasi batu granit putih yang megah.
Cempedak Private Island juga dikelilingi hutan hujan tropis yang menjadi tempat bagi beragam populasi burung lokal.
Termasuk burung enggang, elang dan kingfisher. Penghuni lainnya di pulau ini adalah trenggiling dan keluarga berang-berang laut.
Cempedak Private Island disebut sebagai yang terbaik untuk kategori ini, dengan Milaidhoo Maldives di urutan dua serta Le Barthelemy, St Barts di urutan tiga.
Tidak hanya di kategori “Castaway”, raihan terbaik dari industri di Indonesia juga terdapat di kategori “People Power”.
Di kategori ini “Big Sleep Awards 2017” memberikan penghargaan kepada hotel dengan layanan staff yang sangat berdedikasi sehingga menjadikan pengalaman menginap sangat menyenangkan. Adalah Alila Ubud, Bali.
National Geographic Traveller dalam ulasannya menyebut satu hal yang membuat Alila Ubud layak lantaran kehadiran chef saat breakfast dengan resep minuman marmalade andalannya yakni nanas, daun mint dan adas manis.
Alila Ubud, Bali berada di urutan dua setelah Hotel Tresanton, Cornwall, UK.Selanjutnya adalah Gaia Oasis, Bali, yang dinobatkan sebagai yang terbaik untuk kategori “Hometown Hero”.
National Geographic Traveller memberikan penghargaan ini kepada hotel yang dianggap memberikan manfaat lebih terhadap pemberdayaan masyarakat ataupun komunitas lokal di sekitarnya.
Dalam ulasannya, National Geographic Traveller menyatakan, Gaia Oasis Bali dengan lokasinya yang eksotis serta layananya yang khas, menempatkan sebagian besar keuntungannya guna mendukung pemberdayaan masyarakat lokal dengan program sekolah dan makanan gratis serta restorasi karang.
“Hotel bisa menjadi jendela untuk masuk ke satu dunia, sebuah tempat untuk sekadar bersantai, mendapat layanan mewah, dan lainnya. Kami memberi penghargaan terhadap hotel yang kami dan pembaca kami anggap sangat menonjol,” ujar Pat Riddell, editor dari National Geographic Traveller.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas penghargaan “Big Sleep Awards 2017”.
Ia pun mendorong lebih banyak lagi industri yang dapat memanfaatkan dengan baik natural and cultural resources Indonesia yang tinggi untuk menjadi atraksi yang kuat dalam menarik minat wisatawan.
Kata Arief, kemenangan ini tidak lepas dari kombinasi yang kuat antara natural and cultural resources Indonesia yang tinggi serta keterbukaan dan keramahan masyarakat, ditambah kepiawaian industri dalam menghadirkan konsep dengan pendekatan berkelanjutan yang menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan.
“Tentunya dalam pengoperasiannya memperhatikan pendekatan konsep pengelolaan pariwisata berkelanjutan,” ujar Menpar Arief Yahya.
Ia mengatakan, pengelolaan hotel yang ramah lingkungan akan banyak memberikan dampak. Dari sisi bisnis, penerapan konsep ramah lingkungan akan meningkatkan daya saing hotel itu, sehingga akan meningkatkan nilai jual.
Selain itu, wisatawan juga memiliki lebih banyak pilihan. Sebab gaya hidup “hijau” belakangan sudah menjadi tren yang banyak diminati wisatawan. Sebagai gudangnya natural resources, konsep tersebut tentu akan memberikan efek positif bagi pariwisata Indonesia.
“Wisatawan dunia banyak yang concern terhadap pelestarian lingkungan, sehingga akan menempatkan green hotel yang ramah lingkungan sebagai pilihan dan kebutuhan,” ucap dia. (*)
Pengguna Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) bakal dimanjakan dengan transportasi antarterminal gratis. Pasalnya, bandara udara yang dikelola PT Angkasa Pura II (persero) ini akan mulai mengoperasikan automated people mover system (APMS) atau Skytrain pada 17 September mendatang.
Pengoperasian Skytrain itu makin memperkuat positioning Soekarno Hatta sebagai bandara berkelas. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, Skytrain merupakan kereta tanpa awak untuk transportasi antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kereta itu sudah diuji coba selama satu bulan sejak 13 Agustus 2017 lalu. Untuk tahap awal, pihaknya akan mengoperasikan satu jalur dengan satu rute yakni dari Terminal 3 ke Terminal 2.
“Insya Allah 17 September kami akan operasikan satu track dan satu rute destinasi dari Terminal 3 ke Terminal 2. Prosesnya bertahap, selanjutnya tahapan kedua November mulai melayani dari Terminal 1, 2, dan 3,” ujar Awaludin di Jakarta, Rabu (13/9).
Nantinya, lanjut Awaludin, setelah beroperasi dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya. Tahap I pengoperasian Skytrain memang baru melayani Track A sepanjang 1.700 m, tahap selanjutnya menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan integrated building yang juga terkoneksi dengan stasiun kereta bandara, dengan total panjang lintasan dual track mencapai 3.050 m atau sekitar 3 km.
Awal menjelaskan, rangkaian Skytrain yang nantinya bisa dinikmati gratis itu dapat mengangkut 176 penumpang dalam satu gerbong. Masih di tahap awal pula, Skytrain juga akan beroperasi dengan bantuan masinis.
“Sampai Terminal 1 nanti masih pakai driver karena memang dalam periode enam bulan pengoperasian, paling cepat itu baru bisa driverless (tanpa awak masinis). Ada pertimbangan faktor keselamatan dan risiko. Kami ngebut agar November bisa beroperasi penuh,” tuturnya.
Awal menambahkan, Skytrain dioperasikan untuk mengakomodasi perpindahan penumpang dari satu terminal ke terminal lainnya. Fasilitas kereta tanpa awak yang diklaim pertama di Indonesia itu menggunakan teknologi automated guided transit (AGT), artinya moda transportasi ini bergerak tanpa bantuan pengemudi.
“Beroperasinya Skytrain tentunya akan meningkatkan standar pelayanan dan membuat daya saing Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkat. Serta dapat berkompetisi dengan bandara-bandara terbaik di dunia atau pun kawasan regional Asean,” kata Awaluddin.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungi dua jempol kepada AP II. Shuttle transportation dari satu terminal ke terminal yg lain, itu sangat penting. Kereta itu akan mengkoneksi antar terminal, dan memudahkan customers. “Kualitas layanannya menjadi lebih bagus,” katanya.
“Skytrain nantinya akan meningkatkan daya saing Indonesia. Serta menjadikan bandara Indonesia menjadi destinasi utama dan destinasi hub, apalagi di internasional Indonesia baru mampu menggapai 30 negara masih kalah dengan Singapura yang sudah mencapai 160 negara untuk bandaranya,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Jangan buru-buru pandang sebelah mata wisata golf di Batam, Kepri. Singapore Professional Golfer’s Association (SPGA) sampai dibuat bertekuk lutut di Batam. Dari President SPGA hingga members SPGA yang sudah sering berkelana menjajal golf course terbaik di seluruh dunia, dibuat terkesima dengan panorama dan layanan berkelas saat mengikuti SPGA Series di Palm Springs Golf Batam, 11-13 September 2017
“Ini luar biasa. Bagi saya, Batam adalah surga golf. Layanan dan panorama golf course di Batam sudah kelas dunia. Sambutan entertaining di Batam View Beach Resort juga excellent. Saya pastikan, grand final SPGA Series Desember 2017 nanti kembali digelar di Batam,” ujar President SPGA Madasamy Murugiah, Rabu (13/9).
Bagi Murugiah, Batam sangat layak dijuluki “the home of golf”. Desain golf course-nya dikawal langsung oleh Jack Niclauss, perancang 32 ribu lapangan golf di seluruh dunia. Caddynya juga sangat profesional. Mereka tak hanya membawakan tas pemain dan memungut bola.
Di Batam, caddy juga piawai memberikan saran atau mengarahkan permainan. Bagaimana menghindari bunker dan fountain, semua dikawal ketat oleh caddy. Membaca angin pun sangat jago dilakukan.
Dan ini jadi poin tersendiri mengingat tantangan terbesar bermain golf di Palm Springs Golf adalah angin yang sangat kencang. Maklum, letak Palm Springs Golf Batam ada di pinggir laut. “Saya acungkan dua jempol untuk golf course di Batam. Sangat wonderful,” ucap Murugiah.
Dia tak asal bicara. Sekitar 90 golfer SPGA yang tampil di Batam juga ikutan happy. Bahkan hal itu ikut menular ke 66 anggota keluarga yang ikut diboyong ke Batam saat weekdays. “Jadi semuanya happy. Bapak-bapaknya main golf, keluarganya belanja dan jalan-jalan di Batam,” tambahnya.
Usai main golf, 156 anggota SPGA bersama keluarga kembali dijamu dengan keramahtamahan ala Indonesia. Suguhan gamelan, live musik, magic show, hingga kembang api, tak pernah henti menyapa tamu selama dua malam. “Ini joint promotion bersama Palm Springs. Golfnya di Palm Springs, entertaining dan amenitasnya di Batam View Beach Resort,” timpal GM Batam View Beach Resort Anddy Fong.
Dengan dukungan Kementerian Pariwisata, 166 SPGA member dan keluarganya diajak merasakan pengalaman baru. Semuanya diajak menyaksikan entertaining di pinggir pantai sambil ditemani angin yang bertiup sejuk dan bulan yang bersinar di langit. Belum lagi, pengalaman menyaksikan gemerlap Singapura, Sirkuit Marina Bay dan Johor Bahru Bridge Malaysia dari Batam.
Hasilnya? Selama dua malam, tak ada satupun SPGA member yang melewatkan entertaineing khas Indonesia. Malahan, di malam kedua, ratusan member SPGA itu dikejutkan dengan atraksi kembang api yang tak pernah putus selama 30 menit.
“Konsepnya adalah memberikan kesan yang mendalam bagi tamu. Sensasi pengalaman itu tidak bisa didapatkan di Singapura, nuansa alam dan keramahan ala Indonesia itu yang diangkat. Kita bikin mereka happy. Setelah itu, mereka akan dengan sukarela menjadi endorser pariwisata Indonesia,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi.
Batam memang sangat menjanjikan. Daerah itu hanya terpaut 30 menit dari Singapura dan terus didorong menjadi lokomotif besar untuk menggerakkan pariwisata di wilayah perbatasan. Konsep yang dibangun, menjadikan Batam menjadi rumah kedua bagi warga Singapura.
Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut memuji pengembangan pariwisata yang dibalut dengan inovasi seperti di Batam. Menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada, dan unik, menurutnya sangat dibutuhkan untuk membuat pariwisata Batam dilirik banyak wisman.
“Ini sudah tepat. Menggiring wisman Singapura saat weekdays, kemudian diajak mengexplore, sambil merasakan sensasi di destinasi. Inilah yang mendatangkan repeater tourism. Kalau begini terus, saya yakin pamor wisata Batam makin berkibar,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

batampos.co.id – PT Rekso Nasional Food sebagai pemilik merek McDonald’s di Indonesia resmi membuka gerai barunya di Komplek Fanindo Sanctuary Tering, Batamcenter, Jumat (15/9). Restauran ini merupakan yang ke dua setelah sukses hadir di Harmoni, Nagoya.
Berbeda dengan gerai pertama, kali ini McDonald’s menyediakan fasilitas Drive Thru. Dimana, pengunjung dapat memesan dan membayar dari atas kendaraan dengan waktu yang singkat.
“Jadi pengunjung yang waktunya terbatas tidak perlu turun dari kendaraan. Tinggal pesan dan tunggu hanya selama tiga menit saja,” ujar Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia, Sutji Lantyka di lokasi.
Sutji menjelaskan di gerai baru ini juga tersedia faslitas play land serta party room. Dimana, keluarga yang menunjungi McDonald’s bisa menyantap hidangan sambil bermain.
“Khusus yang ingin merayakan hari ulang tahun juga tersedia ruangnya,” tutur Sutji.
Menurut Sutji, pembukaan gerai baru ini juga sebagai bentuk percayaan masyaraat Batam terhadap McDonald’s. Terbukti, dalam peresmian ini McDonald’s berhasil menjual 3 ribu paket makanan.
“Selama ini penjualan cukup baik. Ke depannya kita optimis terus berkembang,” tutur Sutji.
Ditambahkan Associate Director Brand Attention, Yunita Hidayanti, gerai baru ini akan beroperasi selama 24 jam. Untuk menunya tersedia sajian breafast dari pukul 05.00-11.00 WIB, dan sajian original.
“Pastinya sajian sarapan yang disediakan lebih sehat dengan kandungan makanannya,” kata Yunita.
Dia mengatakan selama pembukaan ini, pihaknya turut menyediakan promo untuk pengunjung hingga 20 September mendatang. Khusus, 100 pembeli pertama akan mendapatkan hadiah berupa bantal berbentuk burger, happy meal box, ice cone, serta sepatu ronald.
“Saya berharap McDonald’s terus memenuhi semua kebutuhan masyarakat Batam,” tuturnya. (opi)
batampos.co.id – Dua tower, satu hotel, dan satu residence dengan total 232 kamar dilengkapi fasilitas standar internasional ada di Aston Batam Hotel & Residence. Keramahan, serta keindahan gedung menjadi magnet untuk menarik wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang.
Gedung megah itu milik Aston Batam Hotel & Residence, terletak di Jalan Sriwijaya No. 01 Kampung Pelita, Lubukbaja, Kota Batam.
Saat memasuki Aston, hawa sejuk langsung menerpa seluruh badan, ditambah lagi dengan harum khas hotel level internasional. Tamu-tamu terlihat duduk santai di sofa besar dan lembut, atau duduk di kursi gantung dengan warna mencolok, kuning, merah, hijau. Ada juga sebagian tamu yang menikmati aneka makanan di Basil Restoran dan aneka jenis kopi di Pappermine (lounge).
Para karyawan Aston yang bertemu dengan para tamu, langsung menyapa dengan ramah dan menyilangkan tangannya ke dada kiri. Sapaan lembut, penuh cinta kasih. Cara menyapa seperti ini, termasuk pertama dan baru di Batam. Beberapa tamu yang diminta pendapatnya tentang cara menyapa ini mengaku sangat terkesan di hotel yang lobby-nya (ruang masuk, red) luas dan terang tersebut.
‘’Mereka (karyawan) sangat ramah, tidak dibuat-buat. Kita sangat betah, nyaman, dan seperti diperlakukan seperti raja di ‘’istana’’ sendiri,’’ sebut Asriani yang saat itu datang dengan tiga anaknya.
Kehadiran Aston Batam memang disiapkan lain daripada yang lain. Aston mengkombinasikan kemewahan dengan suasana bersahaja. Lokasinya dekat pusat bisnis (mal, supermarket), pusat hiburan, dan pasar tradisional (di kawasan Jodoh, dan Nagoya). Akses (jalan masuk) menuju Aston sangat mulus dan lancar. Dari Bandara Hang Nadim Airport hanya sekitar 15-20 menit, dari Terminal Feri Harbour Bay hanya 10-15 menit menuju Aston.
Manajemen menyediakan total 232 kamar. Untuk saat ini, baru 90 kamar dengan fasilitas TV Flat, baathroom (kamar mandi dilindungi kaca) dengan air panas atau dingin, bathtub (bak mandi) yang sudah selesai dibangun sempurna. Sedangkan 142 unit kamar lainnya diprediksi akan selesai finishing-nya akhir Desember 2017 ini. Jika ingin mandi di area lebih luas, sudah tersedia satu unit kolam renang yang bisa menampung sekitar 50 orang. Ke depan, sedang disiapkan satu unit kolam renang indoor di lantai sepuluh.
Naik di dua tower yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter itu juga akan menjadi pengalaman sangat berkesan, unik, dan tidak terlupakan. Di sekitar area hotel dan tower dibangun jalan dengan warna terang, tenang, nyaman, sehingga para tamu menjadi lebih betah lantaran seperti berada di rumah sendiri.
‘’Berdiri di atas lahan 7.900 meter persegi ini, Aston adalah salah satu hotel terbesar dan termegah saat ini. Kita menyapa tamu, wisman dan wisnu dengan hati, dengan keramahan, dan pelayanan maksimal,’’ papar General Manager, Aston Batam, Yanuwar Dedy di hotel ini, Rabu (13/9/2017).
Hadir saat itu, Regional Marketing and Communications Manager West Indonesia, Archipelago International, Hotel Resort and Residences, Nita Janita Ekaniana, Corporate Marketing Communication Admin, Archipelago International, Margaretha. Juga ada Marketing Aton Batam, Heno Fiva, dan Handayani.
Terkait dengan ditetapkannya Batam sebagai kota Meeting Incentive Convention/ Converence and Exhibition (MICE), papar Yanuwar, maka Aston Batam dirancang dengan satu ballroom yang megah, dan juga indah. Di ruangan tersebut, mampu menampung 1.200 tamu.
Konstruksinya sangat kokoh. Ada 1.200 orang berdiri dan melompat secara bersamaan, tidak ada sedikitpun goyang, dan lainnya dari lantai tersebut. Artinya, rancang bangun Aston telah disiapkan untuk kenyamanan, dan juga keamanan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara (wisman) yang akan datang.

Untuk acara-acara seperti seminar, workshop dan lainnya, hadirin tidak perlu khawatir. Di sini telah disediakan dunia unit multi media terbesar di Batam, dan sembilan unit multimedia kecil. Agar, suara pembicara, penanya, atau musik bisa terdengar lebih maksimal, tim teknis Aston Batam telah menyediakan sound system terbaik saat ini.
Soal makanan dan minuman jangan khawatir. Chef (juru masak) di Aston telah stand by dengan kemampuan meramu aneka makanan nusantara yang tidak diragukan lagi. Basil Restoran menyediakan menu makanan khas Indonesia, western, pasta seperti pizza, spagethi dan lainnya.
Untuk tempat minum, ada Pappermine (lounge). Di Pappermine disediakan 25 jenis kopi nusantara yang terkenal harum dan sedap. Tentu saja, aneka jenis kopi tadi disuguhkan dengan format dan pola minuman moderen saat ini.
Bagi anak, remaja, kaum muda, yang suka dengan internet jangan khawatir. Begitu masuk, gedung megah ini, kita sudah dapat mengakses internet dengan kuota relatif besar dan sangat cepat. Untuk password dan masuk internet tidak usah ragu. Manajemen Aston menyediakan password yang tidak rumit dan menjengkelkan.
Password diketik, intenet langsung tersambung 24 jam. Masih soal internet, dalam kondisi normal, disediakan internet dengan 100 Mega(M) Byte(B) Per(p) Second(s) (MBps). Saat ada kegiatan MICE, hari ulang tahun, pesta, nikah dan lainnya, kecepatan bisa ditingkatkan menjadi 200 MBps.
Fasilitas lengkap, aman, dan nyaman disediakan Aston Batam. Tak heran, bila mereka optimistis bisa membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam melalui sektor wisata. Target Ason, bisa mendatangkan 70 persen wisman, terutama dari Malaysia, Singapura, dan 30 persen tamu yang berasal dari wisnu, dan corporate baik itu Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Guna mendapatkan tempat/ kamar di Aston, para tamu bisa mendaftar dengan dua cara. Pertama dengan mem-booking dengan kode promo booking: BOOKDIRECT di situs Batam.AstonHotelsInternational.com untuk mendapatkan diskon sebesar 5-10 persen. Untuk lebih banyak lagi promo di seluruh hotel Archipelago International di Asia Tenggara, anda dapat mengunduh Archipelago Membership App yang tersedia di Google Play dan App Store. Kedua dengan mendaftar/ booking di recepionist.
Aston mengajak para tamu, pengguna media sosial untuk menggunakan tagar #astonhotelsinternational. Orang ke-100 yang menekan tombol “like” pada halaman facebook milik Aston Batam Hotel & Residence akan memperoleh kesempatan untuk menginap secara cuma-cuma.
Nita Janita Ekaniana, menambahkan, Archipelago International, adalah grup manajemen hotel yang paling berkembang di Indonesia. Kehadiran mereka menambah portfolio di Batam dengan pembukaan hotel Aston terbaru dibekali semangat besar dan kuat. Aston Batam mengkombinasikan kemewahan dengan suasana bersahaja, bersama dengan lokasi strategis di dekat pusat bisnis maupun hiburan.
Vice President of Business Development Archipelago International, Norbert Vas mengatakan, sebagai salah satu perusahaan manajemen hotel terbesar di Indonesia, Archipelago International selalu berupaya untuk mencari lokasi terbaik untuk hotel-hotel Aston. Mereka sudah cukup lama memilih Batam sebagai lokasi untuk pembangunan hotel Aston, dan akhirnya Aston Batam siap melayani tamu yang datang. Baik untuk keperluan bisnis maupun berlibur.
‘’Dengan beragam pilihan kamar dan ruang pertemuan, didukung fasilitas terbaik, kami percaya bahwa Aston Batam Hotel & Residence akan menawarkan pengalaman menginap terbaik di kota Batam,” ujar Norbert Vas.
Dalam tahun ini, Archipelago International akan membuka dua lagi properti Aston di Indonesia, yaitu Aston Banyuwangi City Hotel dan Aston Inn Pandanaran Semarang, bersama dengan pembukaan empat properti baru di bawah brand Harper, Hotel NEO, dan favehotel. Hingga akhir tahun 2019, Archipelago International akan membuka lebih dari 20 hotel yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. (sta)

Perahu tradisional membawa pengungsi Rohingya tiba di Shah Porir Dwip setelah melayari perbatasan Myanmar – Bangladesh di Teknaf, Bangladesh, 14 September 14 2017.
foto: REUTERS/Mohammad Ponir Hossain