Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13232

Sekolah Farmasi di Batam, belum Pasti

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) 8 Farmasi yang renacannya akan dibangun di Dapur 12, Sagulung belum jelas statusnya. Dinas Pendidikan Provinsi Kepri masih mempertimbangkan apakah sudah bisa menerima peserta didik baru atau belum pada tahun ajaran 2017/2018 nanti.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir saat dihubungi mengatakan, putusan pasti terkait kejelasan SMKN Farmasi itu baru bisa diumumkan pada Senin (13/6) mendatang.

“Masih kami pertimbangkan. Senin nanti kami baru bisa pastikan apakah sudah bisa terima siswa baru untuk tahun ajaran pertama atau belum,” katanya, Jumat (9/6) siang.

Saat ini pihaknya masih mempertimbangkan berbagai hal terkait rencana pembukaan unit sekolah baru tersebut. Mulai dari lokasi sekolah yang akan ditumpangi sampai dengan kelengkapan tenaga pengajar dan kepala sekolah.

“Antara jadi atau tidak masih dibilang fifty-fiftylah,” tuturnya.

Jikapun nanti ditetapkan akan membuka penerimaan peserta didik baru, pada tahun pertama tentu kata Arifin, jumlah siswa yang diterima juga akan dibatasi sebab akan menumpang belajar di gedung sekolah lain. Itu karena gedung sekolah SMKN 8 tersebut belum ada dan sedang dalam tahap pembangunan.

“Kalaupun jadi, tahun pertama memang masih dibatasi. Jumlahnya akan disesuaikan dengan keadaan,”jelas Arifin.

Wacana pembangunan gedung SMKN 8 sendiri masih dalam proses pelelangan. Lokasinya berada di Dapur 12, Sagulung. Peletakan batu pertama sudah dilakukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun sejak Rabu (22/3) lalu.

Masyarakat Sagulung menyambut baik rencana pembangunan sekolah tersebut. Sebagai sekolah Farmasi satu-satunya di Kepri, SMKN 8 Batam tentu cukup diminati. Puluhan bahkan ratusan warga sudah menantikan kehadiran sekolah tersebut. Mereka mulai bertanya-tanya terkait peneriman peserta didik baru (PPDB) di sekolah tersbeut.

Warga di sekitar lokasi pembangunan sekolah misalkan, sudah menyiapkan berbagai perlengkapan pendaftaran agar anak mereka bisa masuk di sekolah tersebut.

“Tapi masalahnya belum ada informasi pasti kapan dan dimana kami harus daftar. Padahal sudah jauh-jauh hari saya persiapkan perlengkapan daftar buat anak perempuan saya,” kata Rafli, warga kaveling Melati yang lokasinya tak jauh dari lokasi pembangunan gedung SMKN 8 tersebut, kemarin.

Rafli menambahkan, tidak sedikit warga yang berniat memasukan anaknya di sekolah tersebut. Beberapa tetangganya termasuk sejumlah kerabat yang tinggal di wilayah Batuaji mengaku sangat menantikan proses PPDB sekolah tersebut.

“Banyak yang ingin anaknya sekolah di situ. Karena satu-satunya SMKN Farmasi di Batam,” ujar Rafli. (eja)

Senin, Simpang Jam Bisa Dilalui Lagi

0
Pekerja menggesa pembangunan jemabatan layang di Simpang Jam, Baloi, Lubukbaja, Sabtu (10/6). Jembatan ini akan dibuka kembali Senin setelah penutupan selama 40 hari karena sudah tersambung jembatan tersebut. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah ditutup sejak 10 Mei lalu, mulai Senin (12/6) arus lalu lintas dari arah Sekupang menuju Batam Center akan kembali lancar, setelah sebelumnya ditutup selama kurang lebih satu bulan.

Kepala Satuan Kerja (Satker) jalan layang Simpang Jam, Andre Sahatua Sirait mengatakan selain peninggian badan jalan, selama penutupan jalan pihaknya juga melakukan penyambungan antara badan jalan layang.

“Bagian atas sudah menyatu, dan peninggian jalan juga telah selesai kami kerjakan,” ujarnya, Jumat (9/6).

Andre menambahkan, proses peninggian jalan ini dilakukan karena keadaan jalan yang rendah. Pengerjaan jalan sebenarnya sudah rampung dilakukan minggu lalu, namun karena adanya pemasangan pipa milik PT Adhya Tirta Batam (ATB) pembukaan baru bisa dilakukan Senin depan.

Disinggung mengenai proses pengerjaan jalan layang ini, Andre menjelaskan sudah berjalan 68 persen. Saat ini pihaknya masih harus menyelesaikan struktur bangunan.

“Tahap penyambungan telah selesai, tapi kerjaan lain masih banyak hingga tahap finishing nanti,” ucapnya.

Proyek senilai Rp 180 miliar itu direncanakan akan selesai pada akhir November nanti. Selain fokus pada bangunan fisik, pihaknya juga harus mempersiapkan pemasangan lampu hiasan, dan pembuatan taman untuk memperindah jalan layang.

“Oktober kami sudah mulai pembuatan taman di sisi jalan layang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengatakan jembatan sepanjang 460 meter dan lebar 32,2 meter ini direncanakan akan selesai pada akhir November nanti. Pembangunan jalan layang ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam mengurai kemacetan yang terjadi, terutama saat jam- jam sibuk.

“Senin ini sudah mulai dibuka,” ucap Yusmasnur.

Jalan layang pertama di Batam ini direncanakan akan selesai November mendatang. (cr17)

Tim Saber Pungli Pantau PPDB

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Polresta Barelang akan memantau penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah unggulan. Pemantauan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik pungli saat PPDB.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki yang juga selaku ketua tim Saber Pungli Polresta Barelang menyatakan, sejauh ini tim Saber Pungli Polresta Barelang belum menemukan adanya praktik pungli dalam PPDB.

“Belum ada temuan bukan berarti kami tidak melakukan pemantauan. Pemantauan akan terus kami lakukan. Karena itu sudah menjadi tugas kami,” katanya.

Hengki melanjutkan, sekolah tidak bisa menerima anak didik baru jika kuota murid baru telah terpenuhi. Selain itu, pihak sekolah juga tidak bisa untuk memaksakan murid mereka untuk membeli buku kepada pihak sekolah.

“Jika harga buku itu lebih murah di luar, sekolah tidak bisa memaksakan murid untuk beli di sekolah. Perbedaan harga buku itu yang sering menimbulkan masalah,” katanya.

Kepada seluruh masyarakat Kota Batam, Hengki berharap untuk kerjasama dalam menceah praktik pungli dalam PPDB. “Jika masyarakat menemukan pungli, segera lapor kepada kita,” tegasnya. (cr1)

H-16 Lebaran, TKI mulai Mudik via Hang Nadim Batam

0
Calon penumpang Pesawat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam. F Cecep Mulyana/batam Pos

batampos.co.id – Lebaran masih 16 hari lagi, tapi Bandara Internasional Hang Nadim sudah mulai dipadati penumpang. Dari pantauan Batam Pos, kebanyakan yang berdesak-desakan saat memasuki terminal para TKI asal Malaysia. Mereka ingin berlebaran di kampung halamannya masing-masing.

“Penumpang dari Batam dan sekitarnya (Kepri,red) masih sepi,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (10/6/2017).

Namun melihat grafik penumpang yang berangkat dari Hang Nadim, sudah terlihat ada lonjakan. Pada Selasa (6/6) penumpang di Hang Nadim sebanyak 6.078 orang. Lalu Rabu (7/6) mulai terlihat ada kenaikan jumlah penumpang yakni sebanyak 6.998.

Sementara itu pada Kamis (8/6), terlihat sekali lonjakan penumpang. Dari data Hang Nadim tercatat orang yang keluar dari Batam sebanyak 9637 orang.

Melihat grafik ini, Suwarso mengatakan kebanyakan yang mudik tersebut adalah para TKI.

“Itu saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, dan ingin menikmati Lebaran di kampungnya,” ucap Suwarso.

Para TKI ini masuk ke Batam dari Malaysia, dengan menggunakan jalur laut. Dan kebanyakan mereka selalu dalam satu rombongan besar. Dari Batam mereka akan terbang menuju ke beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB.

Salah seorang TKI yang ditemui Batam Pos di depan terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim mengatakan sudah 2 tahun tidak pulang ke kampungnya.

“Tapi kali ini saya pulang, uangnya sudah cukup dan dapat izin dari bos,” ujar TKI asal Malaysia yang bernama Sudarmadji itu.

Ia mengatakan akan pulang ke Jawa Tengah. Ia mengungkapkan seminggu setelah Lebaran, akan kembali lagi ke Malaysia.

“Pasti balik lah Pak, kalau gak mau makan apa anak dan istri di kampung,” tuturnya. (ska)

Menjual Asian Games dan MotoGP 2018 pada Bali & Beyond Travel Fair 2017

0

Ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) di Nusa Dua, 7-11 Juni 2017, dimanfaatkan untuk ‘jualan’ Asian Games 2018 dan MotoGP 2018 ke seluruh sellers dan buyers.

Pada saat acara Welcome Dinner & BBTF Opening Ceremony yang berlangsung di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Kamis Malam (8/6), Gubenur Sumsel H Alex Noerdin mendapat kesempatan khusus memaparkan potensi-potensi wisata. Termasuk berbagai pembangunan proyek-proyek besar di Sumsel. Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dan sejumlah pejabat bali lainnya.

“Sumsel tidak hanya memiliki kekayaan sumber alam, namun juga berbagai potensi wisata juga sudah ada sejak dulu. Bahkan, sejumlah wisatawan juga bisa menikmati berbagai macam wisata kuliner yang sudah terkenal hingga mancanegara,” ujar Alex yang hadir didampingi juga oleh sejumlah pejabat Sumsel, Asisten I H Akhmad Najib, Kadis Pariwisata Irene Camelyn Sinaga.

Diungkapkannya, saat ini Sumsel juga tengah gencar mempersiapkan Asian Games 20,  termasuk juga penyelenggaraan Moto GP 2018. Hal itu, dibuktikan dengan penampilan sejumlah video paparan pembangunan sejumlah proyek-proyek besar yang di Sumsel.
“Beberapa fasilitas yang ada di video tersebut, hampir keseluruhan sudah ada di Sumsel.

Hanya saja kita perlu melakukan up grade dan penambahan fasilitas serta pembangunan sarana pendukung untuk pelaksanaan Asian Games 2018. Dengan demikian, para tamu-tamu nanti akan semakin bersemangat untuk datang ke Palembang, Sumatera selatan,” tegas Alex yang disambut riuh tepuk tangan  peserta BBTF.

Sementara itu, sebelumnya kegiatan BBTF 2017 ini diawali dengan BBTF Tourism Seminar yang berlangsung di Nusa Dua Hall 1, Kamis Sore dengan menghadirkan sejumlah narasumber yakni, Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Representative of Swiss Contact Reudi Nutzi, Gubernur Sumsel yang diwakilkan Asisten Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib, dan Director of heritage Hospitality and public Affairs at john Hardy.

Dalam seminar tersebut, beberapa peserta juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai potensi dan persiapan Sumsel dalam melaksanakan Asian Games 2018 mendatang. Hal ini, mengingat akan diamanfaatkan sejumlah pelaku agen trvel untuk membawa sebanyak-banyaknya pengunjung wisatawan ke Sumsel.

Menanggapi sejumlah pertanyaan tersebut, Asisten Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib menjelaskan bahwa,  dalam setiap pembangunan yang ada di Sumsel tentu sudah dalam tahap perencanaan.

“Pertama tadi kita sampaikan di seminar yang pesertanya sangat banyak dari dalam maupun luar negeri. Kita sampaikan bahwa, Sumsel dengan objek tujuan wisata cukup banyak. Jadi bukan hanya berhubungan dengan wisata alam saja, tapi juga ada wisata religi, wisata kuliner, sejarah. Nah, tadi sudah kita paparkan kepada peserta seminar. Kita memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada, selain memperkenalkan informnasi kepada mereka, pertama mereka bisa mengenal lebih dekat bahwa sumsel potensi destinasi pariwisatanya cuku besar, apalagi di 2018 kita akan melaksanakan Asian Games,” papar Najib saat ditemui usai pelaksanaan seminar.

Ditambahkannya, bahkan tadi ada pertanyaan juga setelah Asian Games apakah venue-venue itu tetap akan dimanfaatkan? Dirinya menjawab, venue di Sumsel sebelum maupun sesudah itu sudah ada perencanaan. Apalagi dengan strategi dari gubernur yaitu, pertama, melakukan kerjasama dengan federasi-federasi internasional, supaya dengan adanya even-even itu tidak terputus jadi venue-venue bisa dimanfaatkan dan bisa digunakan.

“Para peserta seminar ini sangat senang dan mereka bersemangat apalagi mendengar informasi destinasi-destinasi wisata yang kita sampaikan ini. Sehingga pelaku-pelaku agen wisata bisa memanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan berkunjung ke Sumsel ke tempat berbagai wisata. Apalagui nanti sudah ditetapkan sebagai wisata sport turism,” jelasnya.

Bali Beyond Travel Fair (BBTF) sudah ke-4 kalinya digelar dan kembali menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, serta  menjadi ajang pertemuan pembeli (buyers) dan penjual (sellers) dari luar negeri dan sejumlah daerah di Indonesia. Selain itu, acara yang terdiri dari sesi B2B dan B2C ini akan memiliki program yang sangat banyak, bahkan disebut-sebut sebagai program B2B travel & tourism yang paling komprehensif di Asia Tenggara.

Selama kegiatan berlangsung, sub Panitia Asian Games Sumsel juga mendapat kesempatan melakukan kegiatan promosi dan sosialisasi kepada para peserta dan pengunjung yang hadir selama kegiatan tersebut. Hal itu terlihat dengan adanya booth pariwisata Sumsel bersama dengan panitia Asian Games dengan mengusung kosep perahu dengan layar bekembang bergambar logo Asian Games. Selain itu juga terdapat sejumlah dekorasi yang menampilkan maskot asian Games Kaka, Atung dan Bin-bin.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan, sudah sangat tepat Sumsel sebagai panitia Asian Games 2018 memanfaatkan even seperti BBTF. Apalagi Menpar Arief Yahya sudah menetapkan Sumsel sebagai pilot project Destinasi Wisata Olahraga atau sport tourism.

“Alasannya simple, Palembang punya destinasi wisata dan budaya yang sangat baik.

Karena itu, kami berharap dukungan seperti ini akan menyemangati panitia dan tentunya peserta yang memang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan buyers dari luar negeri. Kami tentu berharap, Palembang bisa mencuat di skala internasional,” ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Eddy Susilo.

Event ini diyakini bakal berdampak bagi industri pariwisata dan mempromosikan Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama DKI Jakarta.

“Tentu even BBTF ini akan ikut membantu sosialisasi penyelenggaraan Asian Games,” ujarnya. (*)

Bandara Tanjung Pandan Bakal Berstatus BLU

0
foto: republika.co.id

Pembangunan Bandara HAS Hanadjoedin di Tanjung Pandan, Belitung, Provinsi Bangka Belitung tidak lagi dimasukkan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, nantinya pembangunan bandara yang bertujuan untuk mendukung dunia pariwisata di Bangka Belitung, dialihkan ke Angkasa Pura (AP II).

“Memang bandara Belitung itu dikeluarkan dari PSN. Namun rencana kami adalah ditransfer ke AP II dan itu mohon maaf kepada pemerintah dulu. Itu akan jauh lebih baik, karena BUMN akan lebih cepat dalam mengembangkan airport itu secara profesional,” ujar Arief Yahya.

Itu disampaikannya usai mengikuti rapat evakuasi PSN dan program prioritas pemerintah di Bangka Belitung, di kantor kepresidenan Jakarta, lalu. Bahkan, mantan dirut PT Telkom itu sudah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo untuk cepat menyelesaikan masalah teknisnya.

Sebab, menurut dia, AP II sudah mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar untuk bandara tersebut. Tetapi belum bisa dijalankan karena statusnya masih Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Kementerian Perhubungan.

“Kalau UPT gak boleh kerja sama dengan orang lain, statusnya harus BLU, badan layanan umum. Tadi saya sudah berbicara dengan Wamenkeu agar dipercepat bandara Belitung menjadi BLU. Setelah itu kerja sama dengan AP II bisa dilaksanakan,” jelas Arief Yahya yang asli Banyuwangi itu.

Dia juga memuji cepatnya pembangunan KEK Tanjung Kelayang di Belitung seluas 324 hektare, karena paling cepat. Sebab, setelah ditetapkan statusnya pada 2016 lalu, groundbreaking langsung dilakukan. Itu adalah KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata tercepat sepanjang sejarah pengajuan di Indonesia.

“Saya groundbreaking akhir tahun lalu untuk bangun infrastruktur dasar dan kawasan. Besok tanda tangan untuk bangun dua hotel. satu hotel Sheraton dengan investasi Rp 400 miliar, kedua MoU Sofitel, dan ketiga ada investor China Harbour senilai satu miliar dolar Amerika,” tambahnya.

Belitung yang popular karena Laskar Pelangi itu sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Bali Baru, atai 10 Destinasi Pariwisata Top Prioritas. “Karena itu, bandaranya pun harus di up grade menjadi bandara yang berstatus internasional. Dan itu sudah dimulai oleh Kemenhub, bahkan sudah diuji coba CIQP-nya, Custom, Immigration, Quarantine, dan Port-nya.

Ke-10 Destinasi Prioritas itu antara lain Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. (*)

Pembukaan Pesta Kesenian Bali 2017 Disiarkan Langsung oleh Bali Go Live

0

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Pesta Kesenian Bali 2017 yang akan dilaksanakan 10 Juni 2017 hingga 8 Juli 2017 menjadi even kebudayan yang dikenal dunia. Instruksi itu diterjemahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan getakan Go Digital. Dinas Pariwisata Provinsi Bali juga mempopulerkan #PKB2017 melalui Bali Go Live.

“Kami berkolaborasi dengan Bali Go Live untuk menjawab tantangan digital marketing untuk PKB 2017. Bali Go Live sudah bertemu dengan kami dan mereka bersedia memviralkan kegiatan PKB 2017 lewat platform digital populer baik website sendiri live streaming, juga didukung informasi terkini yang diunggah secara regular via media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, Thumblr, dan Linkedin,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra saat menghadiri Bali Beyond Travel Fair 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (9/6).

Ia mengatakan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam pengembangan citra pariwisata Bali. Karena PKB ini dinilai event yang sangat menarik minat wisatawan datang ke Bali. Pemerintah Provinsi Bali mentargetkan sevanyak 200 ribu Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang hadir ke acara PKB 2017.

“Program tersebut selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga bagian dari kebutuhan pasar. Pariwisata harus senantiasa beradaptasi dengan teknologi. Dengan kerja sama ini, akan lebih efektif dalam mempromosikan Bali dengan lebih baik,” kata Agung.

Ditemui di booth Bali Go Live, Direktur Bali Go Live, Paulus Herry Arianto mengatakan, langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan metode pengembangan pasar kepariwisataan dan bisnis wisata di Pulau Dewata menuju peringkat yang menyesuaikan dengan kecanggihan di era digital.

Paulus menjelaskan, Bali Go Live tidak sekadar mempromosikan Bali, namun jiga turut mendorong anak-anak muda Pulau Dewata untuk lebih bangga pada filosofi dan budaya Bali.

“Bali Go Live adalah saluran video yang terkoneksi dengan Youtube, Facebook, Twitter, Instagram dan sosial media lainnya. Misi kami adalah menjadi ensiklopedia digital semua hal mengenai Bali dan memperkuat Bali sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia,” katanya.

Paulus menambahkan, khusus even PKB 2017 nanti, pihaknya akan berusaha menyajikan konten-konten menarik dan sebagian akan ditayangkan live streaming. Dengan berkembangnya teknologi seperti saat ini, lanjutnya, maka terdapat ruang terbuka lebar bagi pelaku bisnis wisata untuk mempromosikan PKB dalam menjual paket-paket wisata khusus melihat PKB 2017.

Ia menuturkan, saat membuat video tentang PLB nanti, filosofinya disampaikan dengan cara “fun” (santai), namun tetap informatif. “Semuanya akan disajikan secara santai dan fun namun tetap informatif. Karena konsep seperti inilah yang paling banyak ditonton dan dibagikan lewat sosial media,” tukas Paulus.

Hal ini tentunya saja seiring dengan semangat Kemenpar yang selalu merangkai acara dengan mengusung Go Digital. Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa mempromosikan destinasi pariwisata bukanlah perkara mudah. Namun, hadirnya teknologi digital dapat mempermudah dan mempercepat proses promosi tersebut.

Hadirnya teknologi juga berperan dalam mengubah format promosi pariwisata. Menurut pria asli Banyuwangi itu, saat ini wisatawan sangat tertarik dengan konten promosi wisata yang berbentuk video. Didukung dengan kanal seperti YouTube, Instagram, Vimeo, dan Vine, konten video tentang pariwisata bisa berkembang dan disaksikan dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

“Tapi ingat, kontennya jangan terlalu panjang durasinya. Calon wisatawan tidak suka melihat video yang durasinya terlalu panjang. Satu hingga tiga menit sudah cukup, yang penting kena,” ujar Arief.

Selain itu, ternyata banyak wisatawan yang suka dengan konten dalam bentuk gambar. Media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram tentunya banyak bermain peran dalam hal ini. Gambar yang berkualitas disertai dengan caption yang menarik akan semakin menambah rasa penasaran bagi para wisatawan. Terakhir adalah konten promosi dalam bentuk tulisan. Baik itu review dari para blogger atau promosi lainnya. Salah satu yang penting untuk dipahami adalah kekuatan hashtag. Hashtag yang tepat dan dikelola secara terus menerus dapat membangkitkan konten secara viral.

“Anak muda yang tiap hari hadir secara digital wajib hukumnya dalam mempromosikan konten pariwisata daerah yang ia tinggali. Mainkan pariwisata di sosial media,” pungkas mantan Dirut Telkom itu. (*)

Bali Beyond Travel Fair Digadang Jadi Travel Fair Internasional

0

Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2017, yang resmi digelar 7-11 Juni 2017 di Nusa Dua Bali Convention Center (NDBCC) Bali akan segera bertransformasi.

Travel fair yang menjadi ajang pertemuan ratusan penjual (sellers) dan pembeli (buyers) dari luar negeri dan sejumlah daerah di Indonesia ini ke depan akan dijadikan ajang travel fair tingkat dunia.

Kansnya sangat besar. Dan mimpi itu sangat mungkin bisa dikejar. Indikatornya bisa dipantau dari jumlah buyers dan seller yang hadir. Di even ke 4 kalinya itu, ada 230 buyers dari 55 negara serta 179 sellers dari berbagai daerah dii Indonesia. Bahkan di 2017 ini ditambah satu seller asal Korea Selatan.

“Ini suatu peningkatan. Ada tambahan satu seller dari Korea Selatan yang ikut di BBTF kali ini. Kami berharap tahun depan akan ada lagi sellers luar negeri yang ikut, sehingga menjadi international travel fair. Targetnya akan menjadi travel fair terbesar di Asia. Benchmark-nya seperti PATA, ITB dan lainnya,” ujar I Gde Pitana seusai Welcome Dinner BBTF 2017, Kamis (8/6).

Sementara itu, Ketua Penyelenggara BBTF 2017, I Ketut Ardana mengatakan, sejak diadakan tahun 2013, BBTF memang lebih fokus untuk mengajak pelaku pariwisata Tanah Air untuk mengikuti ajang tersebut. Semua didorong jadi “seller” atau penjual paket wisata. Tahun ini Korea Selatan diwakili pemerintah setempat dengan mengikutsertakan pelaku pariwisata dari perhotelan dan biro perjalanan menjadi penjual.

“Untuk internasional kami lebih mendahulukan dari kawasan ASEAN. Ternyata Korea Selatan lebih dulu masuk. Kami belum begitu serius untuk negara luar. Tahun depan kami akan lebih serius lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Ardana menambahkan, pihaknya melakukan verifikasi buyer setiap tahun secara selektif untuk memberikan kualitas wisatawan yang didatangkan. Tahun ini ada beberapa buyer kategori platinum yang bahkan sempat ditolak oleh panitia karena dinilai kurang optimal dalam mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Buyer kategori platinum, merupakan operator pariwisata yang mampu mendatangkan sekitar 10 ribu wisatawan mancanegara per tahun ke Indonesia,” kata pria yang juga ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Bali itu.

Tahun ini sebanyak 60 operator pariwisata yang menjadi “buyer” platinum ikut serta dalam BBTF sisanya merupakan operator kategori “gold” yang mampu mendatangkan wisatawan mancanegara di bawah 10 ribu orang per tahun. “BBTF 2017 menargetkan total transaksi business to business (BtoB) itu mencapai sekitar Rp 6,99 triliun melonjak dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya.

Dalam Bali & Beyond Travel Fair 2017 kali ini, selain acara B2B travex, juga dilaksanakan sejumlah program acara lain, seperti BBTF Tourism Seminar, Direct Presentation, serta pre-tour dan post tour.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair. Menurutnya, event ini turut membantu meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia yang ditargetkan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.

“Great Bali merupakan mesin pencetak wisman karena sekitar 40 persen wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Bali. Great Bali kita jadikan sebagai ‘jendela pariwisata’ Indonesia. Sangat efektif dalam menarik kunjungan wisman untuk melanjutkan wisata ke kawasan Indonesia Timur atau Bali Beyond,” kata Arief Yahya. (*)

Jember Kota Karnaval

0
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengadakan pertemuan dgn Dynand Fariz (kiri) Founder Jember Fashion Carnaval, Anang Hermansyah (kanan) & Abdi Negara (2 dari kanan) di Gd Sapta Pesona, (5/6/2017).

“Sudah 16 tahun JFC 2017 menginspirasi banyak karnaval di tanah air,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menteri Arief Yahya melihat Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 sudah sangat eksis di nasional, dan layak dipromosikan ke global level. Karena itu, menjelang JFC 2017 pada 9-13 Agustus nanti, Jember bakal ditetapkan sebagai Kota Karnaval.

Karena itu, Menpar Arief akan mengeluarkan SK –-Surat Keputusan—untuk mengangkat Jember go international. Dari sisi cultural value, kreativitas JFC itu sudah layak dijadikan magnit untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Semua orang mengakui, Jember Fashion Carnaval itu berkelas dunia!” aku Arief Yahya.

Hanya saja, commercial value-nya atau financial value-nya masih belum terlalu menarik. Belum bisa dikapitalisasi dengan baik. Dengan menaikkan status, menjadi event dunia, berstandar international, ini akan mengkat JFC dan Kota Jember itu sendiri,” jelas dia.

Menteri Arief menyebut, semangat yang harus dijaga adalah “Indonesia Incorporated.” Bangsa ini harus bersatu, mensinergikan seluruh kekuatan, memperkuat semua lini.

“Begitupun di Jember Fashion Carnaval. Jika ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah menuju satu cita-cita. Karenanya Kota Jember harus diset menjadi Kota Karnaval,” kata Menpar Arief Yahya saat menemui panitia penyelenggara JFC 2017 di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar, Jakarta, Senin (5/6).

Kemasan acaranya, fasilitasnya harus berstandar dunia, tidak lagi terkotak-kotak oleh birokrasi yang sempit. Bagi Arief Yahya, hal itu perlu dilakukan lantaran cultural value Indonesia sudah terkenal hingga ke seluruh dunia.

“Kreasi kostum karnaval Indonesia memang bagus-bagus. Dari Jember Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, nama-namanya sudah mendunia. Jadi persiapannya harus sungguh-sungguh,” ujar Menpar Arief Yahya.

Jika dipetakan, lanjut Menpar Arief Yahya, daya tarik industri pariwisata Tanah Air bersumber pada 60% budaya, 35% alam, dan 5% meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Festival ini, ungkapnya, secara tidak langsung juga bisa membangkitkan gairah MICE di Jember.

“Jika dihubungkan dengan airlines, Jember sudah sukses menjadi bandara perantara. Jumlah hotel baru sudah ada sekitar 35 unit. Selanjutnya, Jember perlu mengembangkan destinasi-destinasi lainnya karena dunia sudah mengenal JFC. Agustus selalu ramai sekali, lalu kembali sepi sehingga JFC perlu menyiasati untuk menjual paket-paket wisata lainnya,” jelas pria asal Banyuwangi ini.

Presiden JFC Dynand Fariz mengapresiasi usulan Menpar Arief Yahya yang akan menjadikan Kota Jember menjadi Kota Karnaval. Menurutnya, menyandang nama Kota Karnaval akan menjadikan Kota Jember lebih kreatif dan lebih bersemangat dalam bersaing di skala internasional.

“Karenanya perhelatan berskala international yang memasuki tahun ke-16 ini mengusung tema ‘Victory’  yang artinya kemenangan. Alasan diangkatnya tema ini tidak lain karena di umur 16 tahun, telah menorehkan banyak kemenangan di tingkat dunia,” jelas Dynand.

Prestasi JFC memang cukup mentereng, seperti Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang, Best National Costume Miss Supranational 2014 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, USA Best National Costume Miss Supranational 2015 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas Amerika Serikat dan Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia.

Bahkan, sebagai kiblat fashion art wear JFC hanya kalah dengan Notting Hill (USA) dan (Reunion) France pada International Carnaval de Victoria 2016” di Seychelles-Afrika.

“Banyak sekali yang sudah kami raih, kurang lebih ada sekitar 12-13 penghargaan dan itu semua dari best and best kami ambil jadi tema untuk inspirasi tahun ini,” ujar Dynand.

Dynand mengungkapkan, tiap perhelatan JFC selalu menyedot perhatian wisatawan asing. Bahkan para kontestan dengan wajah ceria dan penuh kreasi di catwalk jalanan kerap menjadi daya tarik media asing untuk meliput.

Jumlah media, fotografer, dan pecinta hobi fotografi yang mendaftar untuk melakukan peliputan JFC tahun ini sudah mencapai ratusan. pada JFC tahun 2015 sebanyak 3.711 fotografer baik domestik maupun mancanegara. Meningkat dari tahun 2014 sebanyak 3.073 media dan fotografer dalam dan luar negeri.

“JFC selalu bisa menarik banyak media untuk meliput, termasuk media asing yang sangat banyak. Yang pasti atmosfer festival ini tak kalah dengan Rio Carnival, Rio de Janeiro, Brazil dan Oktoberfest di Munchen, Jerman,” pungkasnya.

Sementara, Artis dan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV Jember-Lumajang, Anang Hermansyah yang turut hadir dalam pertemuan itu, menginginkan agar perhatian publik nasional maupun internasional bisa mengarah ke Jember Fashion Carnaval. Dengan demikian pengaruh JFC terhadap kehidupan ekonomi di Jember lebih menyeluruh.

“Tapi bagaimana ini dikembangkan, sebelum dan setelah karnaval. Pemerintah ingin agar warga berkembang di daerah masing-masing. Nantinya dari sana, nama mereka bisa dibawa hingga tingkat nasional dan internasional,” terang Anang Hermansyah yang tahun kemarin bersama keluarga turut meramaikan JFC 2016.

Anang merencanakan membuat pameran ekonomi kreatif Jember. Warga Jember dimintanya tak putus asa memunculkan potensi kreatif. Dan Pemda setempat harus membuat peta jalan yang konkret terkait penyelenggaraan JFC ini agar disinergikan dengan sektor lainnya seperti kuliner, UMKM, pariwisata, pendidikan, pertanian dan sektor unggulan lainnya.

“Saya angkat topi atas dedikasi Dynand Fariz dan tim penyelenggara JFC yang menghadirkan tontonan yang berkualitas dan secara konkret mengangkat Jember di pentas dunia. Saya membayangkan, makanan dan buah-buahan yang disajikan di JFC adalah seluruhnya produk lokal Jember. Selain itu, souvenir bagi pengunjung JFC adalah produk UKM dari Jember,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Abde Slank yang juga ingin mempromosikan Jember ke level dunia. Dan JFC 2017 itu bisa menjadi pengungkit yang ampuh. Sebagai atraksi, carnival itu sudah eksi. “Sayang sekali kalau Carnaval sebagus itu tidak dipromosikan dengan optimal di semua channel media,” kata Abde. (*)

PT GWS Investasi Rp 3,5 Triliun di Bintan

0

batampos.co.id – Pulau Bintan masih menjadi primadona investor untuk berinvestasi dibidang pariwisata. Ditahun 2017 ini, PT. Grand Wie Sukses Properti (GWS) asal Jakarta siap menanamkan investasi senilai Rp3,5 triliun untuk pembangunan Water Vlla Resort di Kawasan Trikora, Bintan.

“Persiapan kami sudah matang untuk membangunan mega proyek di Trikora Bintan. Tentu yang sangat prestisius nanti adalah water villa,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PT. GWS, Lily Oey saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (8/6) lalu.

Kepada Gubernur, perempuan yang akrab disapa Lily tersebut mengatakan segala perizinan sudah diselesaikan pihaknya. Sehingga apabila tidak ada halangan pada Juli mendatang akan dilakukan pelatakan batu pertama. Disebutkannya ada dua project, yang pertama diberi nama Avara dan kedua adalah Mangata.

“Khusus untuk Avara dibangun dikawasan bibir pantai. Sedang Mangata projeknya adalah water villa yang dikawasan laut,” papar Lily.

Masih kata Lily, pertemuan dengan Gubernur ini, pihaknya juga membawa langsung Chinapower yang merupakan perusahaan internasional bergerak dibidang konstruksi. Ditegaskannya, inilah bentuk keseriusan pihaknya dalam melakukan investasi di Kepri, Bintan khususnya.

“Tahap awal fokus pembangunan yang akan kita lakukan adalah Avara Resort nilai pekerjaanya sekitar Rp1,4 trilun. Sedangkan untuk watervilla investasinya sebesar Rp1,1 triliun,” paparnya lagi.

Diakuinya, konsep water villa yang dibangunan layaknya seperti Maldives ataupun Port Dickson, Malaysia. Meskipun demikain water villa yang akan dibangunan di Desa Malang Rapat atau Km 52 Kabupaten Bintan tersebut akan dikemas lebih elegan.

“Kita akan memadukan tujuh miniatur keajaiban dunia. Bahkan sasaran pasar adalah untuk umum, tidak dalam kategori private. Baik itu untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Disebutkannya, Avara Resort akan dibangun diatas lahan seluas 40 hektar. Begitu juga dengan Mangata Water Villa juga diatas laut dengan luas yang sama. Dijelaskannya, khusus untuk pembangunan water villa tidak ada menggunakan sistem reklamasi, sehingga tidak merusak lingkungan yang ada.

“Program investasi kita tentu ramah lingkungan. Maka dari itu, kami menggandeng Chinapower dalam membangunan mega proyek itu nanti,” tegasnya.

Disinggung mengani profit apa yang didapat masyarakat sekitar. Mengenai hal itu, Lily mengatakan secara keseluruhan dari dua project yang dibuat bisa menyerap sekitar 3.000 lapangan kerja. Bukan hanya itu, bahkan pihaknya juga akan mengakomodir Usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat sekitar.

“Karena konsep kita rencanakan adalah kawasan pariwisata terpadu. Tentu dengan hadirnya kita, harus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar,” papar Lily.

Sementara Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan dirinya sangat selektif dalam memberikan kepercayaan kepada investor untuk berinvestasi. Menurutnya, dengan hadirnya pihak kontraktor besar dari Tiongkok, sudah merupakan bentuk keseriusan investor.

“Apa yang kita harapkan pembangunan yang ada, hendaknya membuka lapangan kerja. Sehingga anak-anak tempat tidak jadi penonton. Ini yang manfaat yang kita minta tentunya,” ujar Gubernur.

Mantan Bupati Karimun tersebut menambahkan, awalnya pihak pengembang menyampaikan peletakan batu pertama pada Agustus. Tetapi untuk melihat keseriusan ini, dirinya meminta pembangunan awal diharapkan dapat dilakukan pada bulan Juli nanti.

“Nanti sama-sama kita tinjau di lapangan. Semoga pembangunan ini menjadi Bintan lebih maju dan lebih baik,” papar Gubernur.(jpg)