Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 1324

Jalan Amblas di Jalur Lama Tanjunguban – Tanjungpinang Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gembira

0
Jalan amblas Toapaya
Perbaikan jalan lama yang menghubungkan Tanjunguban-Tanjungpinang mulai dikerjakan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Jalan lama Tanjunguban – Tanjungpinang di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, yang sebelumnya mengalami kerusakan dan amblas akibat curah hujan tinggi, mulai diperbaiki pada Sabtu (19/7).

Seorang warga setempat, Haris, mengaku bersyukur atas dimulainya proses perbaikan jalan yang sempat membahayakan pengendara tersebut.

“Alhamdulillah akhirnya mulai dikerjakan,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Bintan, Suprapto, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. Ia menjelaskan, kerusakan terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan gorong-gorong ambles dan badan jalan rusak parah.

Sementara itu, Kasi Reservasi Jalan Dinas PUPR Kepri, Suji, menyebutkan bahwa perbaikan dilakukan dengan mengganti box culvert yang rusak.

“Perbaikan dilakukan dengan penggantian box yang lama dengan yang baru,” jelas Suji.

Sebelum pengerjaan dimulai, Dinas PUPR Kepri telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta pihak kecamatan terkait penutupan sementara jalan selama proses perbaikan berlangsung.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Jalan Amblas di Jalur Lama Tanjunguban – Tanjungpinang Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gembira pertama kali tampil pada Kepri.

Pria Gantung Diri di Konter Ponsel, Motif Masalah Rumah Tangga dan Ekonomi

0
Jasad pria 30 tahun ini ditemukan tergantung di dalam konter ponsel miliknya Kampung Durian RT 06/RW 01, Minggu (20/7).

batampos – Warga Kampung Durian RT 06/RW 01 digegerkan dengan tewasnya MIA, Minggu (20/7) sekitar pukul 10.40 WIB. Jasad pria 30 tahun ini ditemukan tergantung di dalam konter ponsel miliknya.

Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan sekaligus tetangga kiosnya.

“Korban ini sudah tidak kelihatan selama 2 hari dan biasanya korban mengirimkan status WA. Karena penasaran, temannya ini pergi ke kios,” ujarnya.

Oleh rekan korban, penemuan ini dilaporkan ke Mapolsek Bengkong. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad ke RS Bhayangkara.

“Hasil pemeriksaan tidak di temukan adanya kekerasan di tubuh korban selain dari akibat jeratan tali di leher korban yg menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.

Endra menjelaskan dari pemeriksaan awal, motif korban mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi dan hubungan rumah tangga.

Dari pemeriksaan saksi atau pengelola kios, korban diketahui belum membayar sewa sejak 3 bulan lalu. Bahkan, pengelola sudah menyuruh korban untuk meninggalkan kios tersebut.

“Korban meninggalkan surat perpisahan atau bwasiat untuk istrinya. Ada masalah rumah tangga juga,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Pria Gantung Diri di Konter Ponsel, Motif Masalah Rumah Tangga dan Ekonomi pertama kali tampil pada Metropolis.

Buaya Muncul di Kolong Rumah Warga Tambelan, Camat Imbau Waspada

0
Buaya Tambelan
Buaya berkeliaran di perairan dekat rumah warga di Kecamatan Tambelan, Bintan. F. Tangkapan layar video viral.

batampos – Seekor buaya terekam berkeliaran di perairan dekat permukiman warga Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Kemunculan hewan predator ini menghebohkan warga setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 16 detik yang beredar luas, terlihat buaya berukuran cukup besar berenang tepat di bawah rumah warga yang berada di atas laut. “Ih, besarnya,” terdengar suara warga dalam video tersebut.

Kemunculan buaya di wilayah Tambelan ternyata bukan hal baru. Warga setempat, Mahmud, mengaku sudah sering melihat buaya muncul di perairan pesisir.

“Macam lihat ikan saja,” ujarnya santai saat dikonfirmasi, Minggu (20/7).

Hal serupa disampaikan Camat Tambelan, Asmawi. Ia membenarkan bahwa buaya memang kerap muncul di sekitar rumah warga. “Hampir setiap hari ada laporan warga yang melihat buaya. Ini sudah jadi pemandangan biasa di sini,” katanya.

Meski belum ada laporan warga diserang, Asmawi tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama yang tinggal dekat pantai atau beraktivitas di perairan dangkal.

“Untuk sementara, kami minta warga jangan dulu berenang atau beraktivitas terlalu dekat pesisir,” tegasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Buaya Muncul di Kolong Rumah Warga Tambelan, Camat Imbau Waspada pertama kali tampil pada Kepri.

Operasi Gabungan Bea Cukai dan POMAD Sisir Barang dari Batam di Pelabuhan Tanjunguban

0
Operasi Gabungan BC Pomad di Tanjunguban
Petugas gabungan dari POMAD dan Bea Cukai melakukan pengawasan barang dari Batam di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Minggu (20/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Petugas gabungan dari Polisi Militer TNI Angkatan Darat (POMAD) dan Bea Cukai menggelar operasi pengawasan lalu lintas barang di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Minggu (20/7/2025).

Operasi ini menyasar kendaraan pengangkut barang yang baru tiba dari Batam menggunakan kapal RoRo.

Pantauan di lapangan, sejumlah pikap yang keluar dari kapal langsung dihentikan petugas untuk diperiksa isi muatannya.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa barang yang masuk ke Bintan memiliki dokumen resmi dan sesuai aturan kepabeanan.

Kasi P2 Bea Cukai Tanjungpinang, Ade Novan, menjelaskan bahwa operasi gabungan ini melibatkan POMAD, Kanwil Bea Cukai, dan Bea Cukai Tanjungpinang. Tujuannya adalah menertibkan barang-barang asal Batam yang diduga masuk tanpa dokumen lengkap.

“Operasi sebelumnya sudah kami lakukan di Pelabuhan ASDP Telagapunggur Batam, dan akan dilanjutkan di Tanjunguban hingga akhir Juli,” kata Ade.

Ade menyebut sejauh ini belum ditemukan pelanggaran dalam pemeriksaan barang. “Hasil sejauh ini tidak ada yang lewat barang-barangnya,” ujarnya.

Terkait kemungkinan operasi bocor sebelum dilaksanakan, Ade membantah keras. “Tidak ada, itu sudah operasi gabungan. Macam mana berani bocor,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para sopir pengangkut barang untuk selalu membawa dokumen lengkap serta mematuhi peraturan yang berlaku agar proses distribusi tetap lancar dan sesuai aturan. (*(

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Operasi Gabungan Bea Cukai dan POMAD Sisir Barang dari Batam di Pelabuhan Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Tiket Pesawat Batam – Letung Tembus Rp 1,7 Juta, Warga Anambas Mengeluh

0
Wings Air Letung
Pesawat Wings Air ketika mendarat di Bandara Letung, Jemaja, baru-baru ini. F. Istimewa

batampos – Warga Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat rute Batam – Letung yang kini mencapai Rp 1,7 juta untuk sekali jalan dengan durasi penerbangan hanya sekitar 50 menit.

Saat ini, hanya maskapai Wings Air yang melayani rute tersebut, membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan transportasi udara.

Arifin, salah satu warga Anambas, mengungkapkan bahwa lonjakan harga tiket tersebut sudah terjadi sejak masa pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, harga tiket pesawat Batam – Letung berkisar di angka Rp 700 ribu.

“Dulu saya kira kenaikannya sementara karena pandemi. Tapi ternyata sampai sekarang tidak turun-turun. Masyarakat terbebani, apalagi banyak yang tujuan akhirnya ke Tarempa, jadi masih harus keluar biaya feri dan taksi lagi,” ujar Arifin, Minggu (20/7/2025).

Ia memperkirakan biaya total perjalanan dari Batam ke Tarempa bisa mencapai Rp 2,5 juta per orang. Selain harga mahal, Arifin juga mengkritik layanan Wings Air yang menurutnya sering membatalkan penerbangan secara mendadak.

“Kadang dibatalkan seenaknya. Saya curiga karena jumlah penumpang tidak sesuai target, jadi dibatalkan,” keluhnya.

Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Anambas untuk menyurati pihak Wings Air dan Kementerian Perhubungan guna meninjau ulang harga tiket yang dianggap tidak rasional.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Anambas, Nurullah, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola Bandara Letung.

“Hasil pertemuan menunjukkan harga tiket naik karena harga avtur juga naik sekitar 20 persen setelah pandemi,” jelasnya.

Meski begitu, Dishub Anambas tidak tinggal diam. Nurullah menyebut pihaknya akan segera bertemu dengan pihak Wings Air untuk meminta penurunan harga tiket.

“Kalau Wings Air tidak mau menurunkan harga, kami akan cari maskapai lain masuk ke Letung. Jangan sampai terjadi monopoli yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah mampu menghadirkan maskapai alternatif agar harga tiket lebih kompetitif dan perjalanan udara ke Anambas dapat dijangkau semua kalangan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Tiket Pesawat Batam – Letung Tembus Rp 1,7 Juta, Warga Anambas Mengeluh pertama kali tampil pada Kepri.

Pemakaman Kampung Bagan Gelap Gulita, Warga Resah Lewat Malam Hari

0
Kabel PJU di kawasan pemakaman Kampung Bagan.

batampos – Warga dan pengguna jalan  Kampung Bagan, Kecamatan Seibeduk, mengeluhkan kondisi gelap gulita di sekitar lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU). Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi membuat wilayah itu terasa menyeramkan di malam hari, terutama bagi warga yang beraktivitas malam.

Kondisi gelap sudah dirasakan sejak memasuki simpang menuju Kampung Bagan. Meski tidak semua lampu padam, jumlah PJU yang mati lebih banyak sehingga menyebabkan jalur tersebut banyak yang gelap. “Jalan masuk ke kampung ini saja sudah gelap, apalagi di sekitar TPU. Setiap malam selalu merinding kalau harus lewat,” ujar Indri, warga Kampung Bagan.

Parahnya lagi, kondisi jalan yang rusak makin menyulitkan warga, khususnya pekerja yang berangkat atau pulang malam hari. Jalan yang berlubang dan minim pencahayaan kerap membahayakan pengendara motor. “Jalannya rusak, gelap pula. Kadang kita terpaksa senteran pakai HP agar bisa lihat jalan,” tambah Jhoni, warga lainnya.

Warga menduga padamnya PJU ini akibat aksi pencurian kabel pada tiang-tiang lampu. “Sepertinya dicuri kabel tiang lampu jalan itu. Karena penutup kabel pada tiang sudah terbuka dan rusak semua,” kata Indri. Temuan kabel yang raib dan kondisi tiang yang rusak terlihat di beberapa titik jalan utama hingga dekat TPU.

Kondisi ini membuat kawasan TPU semakin mencekam di malam hari. Warga yang harus melintasi area itu merasa tidak aman dan berharap pemerintah segera turun tangan. “Lewat TPU malam-malam itu sekarang jadi sangat menakutkan. Harus buru-buru, takut ada kejadian,” ujar Jhoni.

Kepala Seksi Penanganan PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Gatot Marwanto, sebelumnya membenarkan bahwa kasus pencurian kabel PJU marak terjadi di Kecamatan Seibeduk. “Kami terus mencatat laporan dari masyarakat dan memang banyak tiang PJU yang kabelnya dicuri. Ini sangat kami sayangkan,” ujar Gatot.

Gatot berharap masyarakat ikut aktif dalam menjaga fasilitas umum dan segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. “Kami butuh peran serta warga agar fasilitas penerangan bisa tetap berfungsi. Jika masyarakat diam, akan sulit bagi kami melakukan pemeliharaan,” jelasnya.

Warga pun berharap pemerintah segera memperbaiki penerangan di jalur TPU Kampung Bagan dan sekitarnya. Selain untuk kenyamanan, perbaikan ini juga sangat penting bagi keamanan pengguna jalan di malam hari. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Pemakaman Kampung Bagan Gelap Gulita, Warga Resah Lewat Malam Hari pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Bawang Merah di Batam Tembus Rp58 Ribu, Pedagang dan Konsumen Terjepit

0
Harga bawang merah di pasar tradisional Rp58 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar Rp35 ribu. 
 Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam masih tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Di Pasar Victoria dan Pasar Sungai Harapan, harga komoditas ini menembus angka Rp58 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Lonjakan harga ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli. Para pelaku usaha kuliner hingga ibu rumah tangga mulai kesulitan menyesuaikan anggaran belanja harian.
“Biasanya saya beli sekilo untuk stok seminggu di rumah. Sekarang cuma bisa beli setengah kilo, itu pun terpaksa. Kalau begini terus, masakan pun jadi serba irit,” ujar Rina, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Pasar Victoria, Minggu (20/7).
Di Pasar Fanindo, harga bawang merah bervariasi tergantung jenisnya. Bawang merah asal Jawa dijual Rp55 ribu per kilogram, sementara bawang impor dari China hanya Rp15 ribu per kilogram. Meski demikian, banyak pembeli tetap memilih bawang lokal karena dinilai lebih sedap sebagai bumbu masakan.
“Bawang China memang murah, tapi beda rasa dan aromanya. Pembeli tetap cari bawang lokal. Tapi karena harganya naik, banyak yang beli sedikit-sedikit saja,” ujar Anton, pedagang sembako di pasar tersebut.
Kenaikan harga tidak hanya memukul konsumen, tetapi juga para pedagang. Anton mengaku kesulitan menjaga margin keuntungan karena harga dari distributor sudah tinggi.
“Stok mahal, pelanggan takut beli, barang bisa-bisa busuk. Jadi kami harus pintar-pintar ngatur,” katanya.
Selain bawang merah, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami fluktuasi harga. Harga tomat mengalami kenaikan meski belum signifikan. Cabai merah masih stabil di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, sementara cabai rawit merah justru melambung hingga Rp62 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau dijual Rp35 ribu, dan cabai merah keriting Rp30 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga telur ayam negeri kini Rp56 ribu per papan, dan telur ayam kampung Rp65 ribu per papan. Daging ayam segar dijual Rp38 ribu per kilogram, dan ayam beku Rp32 ribu per kilogram.
Harga minyak goreng kemasan mencapai Rp18 ribu per liter. Sementara itu, harga beras medium berada di angka Rp12 ribu per kilogram, dan beras premium Rp14.500 per kilogram. Gula pasir curah dijual Rp15 ribu per kilogram dan gula kemasan Rp16.500 per kilogram.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, mengatakan tingginya harga bawang merah disebabkan oleh banyaknya petani yang gagal panen, sehingga pasokan menurun dan harga melonjak.
“Kenaikan harga ini bukan hanya terjadi di Batam, tapi secara nasional. Apalagi kita di Batam bukan penghasil bawang, semua bawang merah kita datangkan dari luar daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk komoditas lain masih relatif stabil. Pihaknya akan terus memantau perkembangan harga sembako di pasar-pasar tradisional mengingat posisi Batam sebagai wilayah yang bergantung pada pasokan dari luar. (*) 
Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Harga Bawang Merah di Batam Tembus Rp58 Ribu, Pedagang dan Konsumen Terjepit pertama kali tampil pada Metropolis.

Bantuan untuk Septi Lestari Terus Mengalir, Warga Bintan Bergerak

0
Bantuan Septi Lestari
Bank Sampah Pensosmas di Bintan menyerahkan bantuan kepada Septi Lestari di Kampung Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (19/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kisah perjuangan Septi Lestari, janda berusia 40 tahun asal Kampung Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, yang membesarkan empat anak seorang diri di tengah keterbatasan ekonomi, mengundang simpati publik.

Bantuan untuk keluarga Septi terus mengalir dari berbagai pihak yang tergerak oleh kisah hidupnya.

Yayasan Vihara Dharma Shanti Tanjunguban bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada dua anak Septi, yakni Fahri dan Fikri. Bantuan tersebut mencakup tas, sepatu, seragam sekolah, kaos kaki, dan buku tulis.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk meringankan beban keluarga Ibu Septi,” ujar Ketua Yayasan, Antonie Han, Sabtu (19/7/2025).

Selain itu, RSJKO Engku Haji Daud (EHD) juga menyalurkan bantuan serta melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Septi dan anak-anaknya.

Tak hanya itu, Bank Sampah Pensosmas bersama program sosial DASI UMAT turut bergerak. Mereka menyalurkan bantuan berupa 4 karung beras (masing-masing 5 kg), 2 kantong baju layak pakai, dan donasi uang tunai sebesar Rp530 ribu. Tambahan bantuan juga datang dari hasil penjualan sampah daur ulang seberat 77,7 kg senilai Rp150 ribu.

Ketua Bank Sampah Pensosmas, Miswanto menyebut, aksi tersebut bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat (Geber Emas), sebuah program yang memadukan edukasi pengelolaan sampah dengan pemberdayaan sosial.

“Tidak ada langkah kecil yang sia-sia untuk sebuah kebaikan. Sampah yang kita kelola hari ini adalah senyum bagi sesama esok hari,” ucap Miswanto.

Melalui gerakan ini, masyarakat tidak hanya diajak menjaga lingkungan, tapi juga diajak berbagi kebaikan untuk sesama. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Bantuan untuk Septi Lestari Terus Mengalir, Warga Bintan Bergerak pertama kali tampil pada Kepri.

Hari Bakti ke-78, TNI AU Batam Gaungkan Budaya Lewat Mancing Ngarong

0

 

Amsakar bersama Letkol Pnb Hendro Sukamdani dalam Hari Bakti TNI AU di Batam. (Arjuna)

batampos – Peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara (TNI AU) ke-78 di Batam tak hanya dirayakan dengan semangat kemiliteran, tetapi juga dengan nuansa kultural yang kental. Lanud Hang Nadim Batam menggelar kegiatan bertajuk Mancing Ngarong V, di Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Minggu (20/7), sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir dan secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas peran strategis TNI AU, khususnya Lanud Hang Nadim, dalam menjaga keamanan wilayah udara Batam.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya mengucapkan selamat Hari Bakti TNI AU ke-78. Lanud Hang Nadim adalah mitra strategis kami, bukan hanya dalam urusan pertahanan, tapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Sebanyak 130 peserta terlibat dalam lomba Mancing Ngarong, sebuah tradisi memancing khas Melayu menggunakan alat sederhana dari bambu. Peserta menyusuri perairan dangkal dengan cara tradisional yang semakin jarang ditemui di tengah modernisasi.

Bagi Amsakar, Mancing Ngarong bukan sekadar lomba, tapi bagian dari memori masa kecilnya yang tumbuh di lingkungan pesisir. Ia mengaku akrab dengan tradisi tersebut sejak usia dini dan menilai nilai-nilai budaya semacam ini harus terus dijaga.

“Mancing ngarong ini sudah saya lakukan sejak kecil. Saya minta ke depan bisa kita masukkan dalam agenda pariwisata Batam. Tradisi seperti ini adalah warisan, dan kita semua bertanggung jawab untuk menjaganya,” ujar Amsakar.

Sementara itu, Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk memperingati Hari Bakti, tapi juga memperkuat hubungan antara TNI AU dan masyarakat sipil. Menurutnya, budaya adalah jati diri yang tak boleh terputus dari generasi ke generasi.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Melalui kegiatan Mancing Ngarong, kami ingin turut menjaga dan melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat sinergitas dengan masyarakat,” kata dia.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan dialog bersama tokoh masyarakat serta aparat kewilayahan seperti Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaludin; Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Batam Firmansyah; Kepala Stasiun Bakamla Batam, Margaret Kirana; hingga Polsek Nongsa.

Pantai Teluk Mata Ikan dipilih bukan tanpa alasan. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu titik pesisir yang masih menyimpan kekayaan ekosistem laut serta erat dengan sejarah kehidupan maritim masyarakat Melayu Batam. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Hari Bakti ke-78, TNI AU Batam Gaungkan Budaya Lewat Mancing Ngarong pertama kali tampil pada Metropolis.

Kontraktor Salah Desain, Pagar Beton Gurindam 12 Akhirnya Dibongkar

0
Pagar Gurindam 12 Dibongkar
Tembok pembatas yang dibangun lebih rendah dari sebelumnya akibat kesalahan pembangunan akhirnya dibongkar, Minggu (20/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) membongkar pagar beton yang sebelumnya dibangun di kawasan Gurindam 12, Kota Tanjungpinang.

Pembongkaran dilakukan dengan alasan pagar tersebut dinilai terlalu tinggi dan merusak pemandangan laut, sehingga menuai protes dari masyarakat.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pembongkaran dilakukan karena kesalahan pembacaan desain oleh kontraktor. “Kita sudah lakukan peninjauan. Kontraktornya salah baca gambar. Tinggi seharusnya hanya 40 cm untuk pembatas, bukan 1 meter,” ujarnya, Minggu (20/7/2025).

Ansar memastikan pagar atau tembok pembatas yang sempat berdiri lebih tinggi dari ketentuan kini sudah dipotong. “Sudah dipotong dan tidak mengganggu pemandangan. Ini hanya pembatas agar orang tidak jatuh,” jelasnya.

Senada, Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, menjelaskan bahwa struktur itu bukan pagar permanen, melainkan pembatas antara jogging track dan podium sunset. “Tingginya hanya 40 cm. Ini untuk keamanan pengguna,” katanya.

Rodi menambahkan, pembangunan jogging track akan dilakukan secara bertahap pada 2025, dengan panjang 300 meter dan anggaran sekitar Rp4,2 miliar. Namun, pembatas beton tidak dibangun sepanjang lintasan, hanya di titik-titik tertentu.

“Nanti akan ada akses berupa tangga penghubung dari jogging track ke area podium sunset di sepanjang pesisir,” tutup Rodi. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kontraktor Salah Desain, Pagar Beton Gurindam 12 Akhirnya Dibongkar pertama kali tampil pada Kepri.