Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 1326

Mystery Box Terakhir Mendarat di Sarinah, 4 Hari Jelang “Uncover your Next Destinations” – World Premiere kendaraan terbaru Mitsubishi Motors

0

batampos-Setelah menarik perhatian publik di berbagai titik strategis Jakarta—mulai dari Gelora Bung Karno – Senayan, Ancol, hingga Stasiun Whoosh Halim—Mystery Box dari Mitsubishi Motors kini tiba di destinasi terakhirnya, Anjungan Sarinah Thamrin.

Kotak misterius yang selama ini mengundang rasa penasaran warga Jakarta dan sekitarnya, akhirnya siap untuk segera dibuka. Sebelumnya, sempat terlihat sebuah Mitsubishi Xpander berkeliling Jakarta membawa sebuah mystery box dengan destinasi menuju Sarinah.

Mulai hari ini, 13 Juli 2025, Mystery Box akan dipamerkan di Sarinah. Namun, kehadirannya bukan sekadar pajangan—berbagai aktivitas seru dengan hadiah menarik telah disiapkan bagi siapa pun yang datang dan ingin merasakan langsung pengalaman bersama kotak misterius ini.

Pada hari pertama, bertepatan dengan Car Free Day, sekelompok “agen rahasia” menyapa warga yang sedang berolahraga dengan membagikan clue card yang mengajak orang untuk mengikuti berbagai aktivitas seru di sekitar Mystery Box—semuanya demi kesempatan mendapatkan hadiah menarik.

BACA JUGA: “Sky Explorer”: Ketika Mitsubishi, Garuda Indonesia, dan Tahilalats Satukan Langit, Jalanan, dan Imajinasi Anak Muda

Tak hanya itu, selama satu minggu penuh ke depan, pengunjung dapat melakukan beragam aktivitas menarik dengan tema destinasi dan menikmati rangkaian acara istimewa, termasuk: Penampilan spesial dari Raisa, Rony Parulian, Mesa Hira dan Senandika, Talkshow bersama Rifat Sungkar, Live On-Air seru bersama Gen FM, Open Mic bareng Gen FM dan kehadiran instalasi kreatif Sky Explorer yang menjadi bagian dari kolaborasi unik antara Mitsubishi Motors, Garuda Indonesia, dan Tahilalats. MMKSI juga bekerjasama dengan Gen FM dan Bapak2Id untuk memeriahkan aktivitas Mystery Box di Anjungan Sarinah kali ini.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan segera membuka selubung dari Mystery Box yang selama ini menjadi pusat perhatian, melalui acara spesial bertajuk World Premiere – Uncover Your Next Destinations, pada Kamis, 17 Juli 2025 mendatang.

Acara ini akan disiarkan secara langsung melalui Livestream di Website dan YouTube resmi MMKSI, serta di Global Website Mitsubishi Motors, dan akan menjadi momen bersejarah saat CEO Mitsubishi Motors, Takao Kato, membuka Mystery Box secara langsung di Jakarta untuk memperkenalkan produk terbaru Mitsubishi Motors kepada Indonesia dan dunia.
Shabrina Leonita, pemenang Indonesian Idol 2025, sekaligus merupakan salah satu pengguna pertama kendaraan terbaru Mitsubishi Motors secara Istimewa juga akan tampil dalam acara ini.

Jangan lewatkan rangkaian acara menarik dari Mitsubishi Motors jelang peluncuran produk terbarunya! (*)

Artikel Mystery Box Terakhir Mendarat di Sarinah, 4 Hari Jelang “Uncover your Next Destinations” – World Premiere kendaraan terbaru Mitsubishi Motors pertama kali tampil pada Lifestyle.

Harga Daging Beku di Batam Tembus Rp120 Ribu per Kilogram, Pedagang Menjerit Stok Langka

0
Ilustrasi. Warga antusias membeli daging sapi beku yang dijual pada operasi pasar murah di perumahan Cendana Batamkota, belum lama ini. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kelangkaan daging beku mulai dirasakan pedagang dan konsumen di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam. Kondisi ini menyebabkan harga daging beku melonjak tajam, bahkan menyentuh angka Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan yang cukup drastis dari harga normal sebelumnya di kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.

Pantauan Batam Pos di Pasar Victoria, Sekupang, Minggu (13/7), hampir seluruh kios yang biasa menjual daging sapi beku kini tampak kosong. Hanya segelintir pedagang yang masih memiliki stok, namun itu pun merupakan stok lama yang belum terjual.

“Memang sekarang stoknya susah. Kita jual Rp120 ribu per kilogram. Itu pun dari pagi sudah langsung habis karena stoknya sedikit sekali,” kata Arif, salah satu pedagang daging sapi beku di pasar tersebut.

Menurut Arif, keterbatasan pasokan daging beku terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan tersebut, namun yang pasti, lonjakan harga langsung dirasakan oleh para pedagang dan konsumen.

Hal senada disampaikan Iwan, pedagang lainnya. Ia mengatakan, saat ini banyak pedagang yang memilih untuk tidak menjual daging beku karena stok yang tidak menentu dan harga yang terus naik.

“Sekarang kami jual Rp120 ribu per kilogram, padahal sebelumnya cuma Rp95 ribu. Banyak juga pedagang lain yang sudah nggak jual lagi karena susah dapat barang. Kalaupun ada yang jual di bawah itu, biasanya stok lama, daging es yang sudah beku berhari-hari,” jelasnya.

Iwan juga menyebut, meskipun harga daging melonjak, permintaan dari konsumen tetap ada. Namun banyak pembeli yang akhirnya batal membeli karena terkejut dengan kenaikan harga yang begitu signifikan.

“Banyak yang nanya, tapi pas tahu harganya naik, jadi mundur. Kalau harga normal kan biasanya sekitar Rp90 ribuan per kilogram,” tambahnya.

Di pasar lain, kondisi serupa juga terjadi. Anton, pedagang di Pasar Sungai Harapan Sekupang, mengaku penjualannya menurun drastis akibat kelangkaan dan kenaikan harga daging beku. Biasanya, dalam sehari ia bisa menjual dua karung daging beku, setara dengan sekitar 30 kilogram. Namun kini, untuk menjual 10 kilogram pun terasa sulit.

“Sudah beberapa hari ini susah cari stok. Harga naik, pelanggan pun bingung. Banyak yang nanya kenapa mahal, takut beli jadinya. Kita juga bingung mau jawab apa,” tutur Anton.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas daging beku. Beberapa bahan pangan lainnya pun turut mengalami lonjakan harga. Di Pasar Victoria dan Pasar Sungai Harapan, harga bawang merah saat ini menyentuh angka Rp60 ribu per kilogram. Harga tomat juga ikut naik, meski belum terlalu signifikan. Sementara harga cabai merah masih tergolong stabil, berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Fenomena ini menambah beban masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada bahan-bahan tersebut. Para pedagang berharap agar pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan ini, baik dengan mengintervensi pasokan maupun menstabilkan harga pangan.

“Kalau begini terus, kami bisa rugi. Stok mahal, pelanggan takut beli, barang bisa-bisa busuk,” keluh Anton. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Harga Daging Beku di Batam Tembus Rp120 Ribu per Kilogram, Pedagang Menjerit Stok Langka pertama kali tampil pada Metropolis.

Kisah Kapolsek Sutomo Ajak Warga Anambas Bertani di Lahan Kosong

0
Kapolsek Bertani
Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo (paling kiri) bersama rekannya di Polri dan Lurah Tarempa, Syamsir saat panen jagung dilahan tidur, Minggu, (13/7). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Di tengah tugas menjaga keamanan wilayah, Iptu Sutomo, Kapolsek Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, justru menghadirkan gebrakan tak biasa. Ia menginisiasi gerakan pertanian jagung dengan memanfaatkan lahan kosong milik Polri di sekitar kantor Polsek.

Langkah sederhana itu kini berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan warga sekitar. Awalnya hanya berupa kebun kecil di belakang kantor polisi, kini menjalar ke pekarangan-pekarangan rumah warga.

“Pertanian itu bukan cuma soal pangan, tapi juga membangun kemandirian dan kebersamaan. Kalau kita bisa panen dari tanah sendiri, itu kebanggaan,” ujar Sutomo saat panen perdana bersama masyarakat di Siantan, Minggu (13/7/2025).

Melalui pendekatan humanis, Sutomo mengajak warga menanam bersama. Ia menegaskan bertani bukan pekerjaan rendahan, tapi mulia dan menjanjikan. Langkah ini mendapat sambutan positif, terutama dari warga yang sebelumnya enggan bertani karena menganggap laut sebagai sumber penghasilan utama.

Warga seperti Amir, warga Tarempa Timur, kini menanam jagung di halaman rumahnya. “Pak Kapolsek bukan cuma bicara, tapi ikut kerja. Itu yang bikin kami semangat,” katanya.

Sutomo juga tak ragu ikut membajak tanah, menanam bibit, hingga panen bersama. Keterlibatannya menjadi inspirasi, sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan warga.

Kini, beberapa kelompok masyarakat mulai menanam cabai, singkong, hingga sayur-sayuran secara mandiri. Gerakan bertani ini tak hanya menghasilkan pangan lokal, tetapi juga menciptakan interaksi sosial yang sehat di wilayah hukum Polsek Siantan.

“Selama saya masih bertugas, saya ingin meninggalkan jejak yang bermanfaat. Kalau warga bisa makan dari tanahnya sendiri, itu sudah lebih dari cukup bagi saya,” tutup Sutomo.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kisah Kapolsek Sutomo Ajak Warga Anambas Bertani di Lahan Kosong pertama kali tampil pada Kepri.

Musim Angin Selatan, BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Lingga

0
Gelombang tinggi. (ANTARA/Muhamad Nurman)

batampos – Perubahan musim dari penghujan ke kemarau disertai masuknya musim Angin Selatan berdampak pada kondisi cuaca di Kabupaten Lingga. Fenomena ini memicu potensi gelombang laut tinggi, khususnya di wilayah bagian selatan kabupaten tersebut.

Kepala BMKG Kabupaten Lingga, Adi Setiono, mengatakan bahwa saat ini wilayah selatan Lingga sedang mengalami peningkatan tinggi gelombang laut akibat angin Selatan.

“Sebagaimana kita ketahui, saat ini sudah masuk musim Selatan. Biasanya di Kabupaten Lingga, gelombang laut cukup besar di bagian selatan, berbeda dengan wilayah utara yang relatif lebih tenang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (13/7).

Meski wilayah utara relatif aman dari gelombang tinggi, Adi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan badai di laut yang dapat memicu perubahan cuaca secara tiba-tiba.

“Kalau terjadi hujan di laut, gelombang bisa tiba-tiba besar. Apalagi sekarang masa peralihan musim atau pancaroba, kadang panas, tiba-tiba hujan deras,” jelasnya.

BMKG juga mengimbau warga, khususnya para nelayan dan pelaku aktivitas laut lainnya di wilayah selatan Lingga, untuk selalu berhati-hati saat melaut.

“Kami imbau masyarakat, khususnya nelayan, agar waspada dan berhati-hati saat turun ke laut. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG,” pungkas Adi.

Reporter: Vatawari 

Artikel Musim Angin Selatan, BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Jadwal Kapal RoRo Tanjunguban-Batam Berkurang Jadi 7 Trip

0
Kapal Roro Tanjung Uban
Pengguna jasa saat masuk kapal RoRo tujuan Telagapunggur, Batam di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Minggu (13/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Lintasan penyeberangan Tanjunguban-Telagapunggur mengalami pengurangan jumlah trip harian akibat dua kapal RoRo sedang dalam masa docking. Normalnya, terdapat 11 trip per hari, namun sejak awal Juli ini hanya tersedia 7 trip.

Dua kapal yang menjalani docking adalah KMP Mulia Nusantara dan KMP Niaga Ferry, milik PT Jembatan Nusantara (JN). Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengatakan kedua kapal sudah lebih dari sebulan tidak beroperasi.

“Kedua kapal itu masih dalam masa docking. Saat ini hanya KMP Tanjungburang, KMP Barau, dan tambahan KMP Sembilang yang melayani penyeberangan,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Minggu (13/7).

Kondisi ini menyebabkan kekosongan jadwal pada beberapa waktu tertentu. Salah seorang calon penumpang, Ali, mengaku batal menyeberang ke Batam karena perubahan jadwal. Ia semula berencana naik kapal pukul 08.20 WIB, namun trip kedua tersebut kosong.

“Kalau naik kapal pukul 09.30 WIB, belum tentu tepat waktu. Bisa-bisa sampai Batam sudah siang,” keluhnya.

Menurut Sukma, trip terakhir penyeberangan hari itu dijadwalkan pukul 18.50 WIB. Ia memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi pada sore hari, terutama menjelang akhir pekan.

“Sore kemungkinan lebih padat,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memesan tiket lebih awal melalui sistem tiket online, karena pembelian mendadak berisiko kehabisan kursi.

“Jangan baru cari tiket di hari keberangkatan. Bisa-bisa tiket sudah habis,” pungkasnya.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Jadwal Kapal RoRo Tanjunguban-Batam Berkurang Jadi 7 Trip pertama kali tampil pada Kepri.

Dari Sabang hingga Inggris, Ribuan Pelari Padati Batam 10K 2025

0
Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad melepas Event Batam 10K 2025 di Hotel Grand Mercure Batam Centre, Minggu (13/7/2025).

batampos – Gelaran Batam 10K 2025 yang berlangsung pada Minggu (13/7) pagi sukses memikat antusiasme publik. Sebanyak 1.215 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ikut serta dalam ajang ini, menjadikannya salah satu event olahraga terbesar di Batam tahun ini.

Start dan finish dipusatkan di halaman Hotel Grand Mercure Batam Centre, dengan rute menempuh kawasan strategis Batam Kota seperti Laluan Madani, Pollux Habibie, dan Bundaran BP Batam.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka dan melepas para peserta. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas tingginya animo masyarakat dalam mengikuti event yang rutin digelar tiap tahun ini.

“Event Batam 10K bukan hanya sekadar lomba lari, tetapi momentum untuk menunjukkan kekompakan dan gaya hidup sehat warga Batam. Sekaligus, ini menjadi ajang promosi sport tourism yang potensial bagi kota ini,” katanya.

Semakin berkembangnya Batam 10K dari tahun ke tahun menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan event bertaraf internasional. Menurutnya, kehadiran pelari dari negara tetangga dan Eropa membuktikan daya tarik Batam di mata dunia.

Tahun ini, pelari yang ikut tak hanya berasal dari seluruh penjuru Indonesia seperti Jakarta, Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkalis, hingga Papua. Beberapa pelari juga datang dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, India, dan bahkan Inggris.

Dalam ajang lomba, Rahmad dari Batam berhasil keluar sebagai juara pertama kategori umum putra dengan catatan waktu 37 menit 9 detik. Disusul Roni (Batam) di posisi kedua dengan 38 menit 25 detik, dan Samsor (Batam) di posisi ketiga dengan waktu 39 menit 3 detik.

Sementara itu, di kategori umum putri, Seren dari Tanjung Pinang meraih juara pertama dengan waktu 48 menit 36 detik. Posisi kedua diraih oleh Maulidasari dari Medan dengan nomor dada 073 dan catatan waktu 49 menit 45 detik. Moria, juga dari Medan, menyusul di posisi ketiga dengan waktu 55 menit 5 detik.

Amsakar berharap,.ajang semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan lebih besar lagi. Kehadiran ribuan peserta dan pelari internasional memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata dan ekonomi lokal di Batam.

“Semoga event ini menjadi agenda tahunan yang semakin menarik minat wisatawan dan pelari profesional dunia. Batam punya potensi besar untuk menjadi pusat sport tourism di Indonesia,” kata Amsakar.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan pencabutan undian berhadiah oleh Amsakar dan Ketua TP PKK Batam, Erlita Amsakar. Hadiah utama berupa sepeda motor listrik pun menjadi daya tarik tersendiri, di samping hadiah lainnya seperti sepeda, televisi, dan uang tunai total Rp31 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, juga mengungkapkan kegembiraannya atas suksesnya pelaksanaan Batam 10K tahun ini. Event ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga strategi mengenalkan Batam sebagai destinasi pariwisata unggulan yang dinamis.

Menurut dia, dengan rute yang menyusuri ruas jalan utama Batam, peserta dapat merasakan atmosfer khas kota ini sekaligus menikmati pengalaman wisata yang berbeda.

“Semangat peserta sangat luar biasa. Ini memperkuat posisi Batam sebagai tuan rumah event-event kreatif dan inklusif,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan terus mendukung penyelenggaraan Batam 10K agar lebih semarak dan mendunia. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta, tetapi juga dari sisi penyelenggaraan, promosi, dan nilai tambah bagi pelaku UMKM lokal serta sektor pariwisata. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Dari Sabang hingga Inggris, Ribuan Pelari Padati Batam 10K 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Menumpuk di Jalan Sri Andana Tanjungpinang

0
Sampah Tanjungpinang
Sampah yang dibuang sembarangan terlihat menumpuk di pinggir Jalan Sri Andana Tanjungpinang, Minggu (13/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Tumpukan sampah terlihat berserakan di pinggir Jalan Sri Andana, Batu 8, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (13/7). Keberadaan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan itu mencemari lingkungan dan merusak estetika kota.

Pantauan Batam Pos, sebagian besar sampah berupa bungkusan plastik yang tertiup angin hingga ke badan jalan. Ketua RT 001 RW 003 Kecamatan Tanjungpinang Timur, Eko, menyebut kawasan tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan liar oleh warga.

“Iya memang sering dijadikan tempat buang sampah. Dulu sudah ada plang peringatan, tapi sekarang sudah tidak ada,” ujarnya.

Menurut Eko, sebenarnya telah disediakan dua titik tempat pembuangan sampah resmi yang tidak jauh dari lokasi. Namun, rendahnya kesadaran warga membuat sampah terus menumpuk. Bahkan setelah dibersihkan pada Sabtu, sampah kembali menumpuk keesokan harinya.

“Kami sudah pasang CCTV di dekat pasar. Tapi masyarakat buangnya agak jauh dari area pantauan,” tambahnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Lurah Batu 9 agar segera menempatkan kontainer sampah di area tersebut. Ia berharap langkah itu bisa mengurangi pembuangan liar di pinggir jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengatakan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan merupakan kewenangan Satpol PP.

“Penegakan ada di Satpol, tidak ada di DLH,” ucapnya.

Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kebersihan dan keindahan ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

“Buang pada tempatnya agar mudah diangkut oleh petugas kebersihan,” pungkas Yani.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Sampah Menumpuk di Jalan Sri Andana Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Simpang Barelang dan Basecamp Kian Padat, Warga Minta Lampu Lalu Lintas

0

batampos – Proyek pelebaran jalan R. Suprapto, Batuaji, yang tengah berlangsung menjadi sorotan tajam warga. Pekerjaan konstruksi yang merambah dari Simpang Puteri Hijau hingga SP Plaza itu justru menyisakan masalah serius di dua titik penting: Simpang Barelang dan Simpang Basecamp. Ketiadaan lampu pengatur lalu lintas di kedua simpang tersebut dinilai menjadi pemicu kekacauan arus kendaraan dan meningkatnya risiko kecelakaan.

Hingga kini, hanya lampu peringatan kewaspadaan yang terpasang di dua simpang itu, yang dianggap tidak cukup dalam mengatur kendaraan dari berbagai arah. “Tanpa pengatur arus yang jelas, setiap hari rebutan jalan,” kata Suwardi, salah satu warga Batuaji yang resah dengan kondisi tersebut.

Sementara sebagian ruas jalan sudah selesai dikerjakan, sisanya masih dalam proses pelebaran menjadi lima lajur. Kondisi ini memperparah situasi lalu lintas, terutama ketika kendaraan harus melintas di antara alat berat, pembatas jalan sementara, dan tanpa pengaturan arus yang memadai.

Kondisi itu memuncak menjadi tragedi beberapa waktu lalu. Dalam selang dua hari, dua kecelakaan fatal terjadi di dua simpang tersebut. Seorang bocah sembilan tahun tewas setelah ditabrak truk molen di Simpang Basecamp. Di hari berikutnya, seorang ibu kritis usai bertabrakan dengan mobil pick-up di Simpang Barelang.

Warga juga menyoroti perilaku pengendara yang cenderung mengabaikan tata tertib lalu lintas, terutama saat jam sibuk pagi dan sore. “Kalau sudah jam pulang kerja, semua ngebut. Yang dari Tanjunguncang ke Muka Kuning dan sebaliknya saling salip tanpa aturan. Akhirnya sering senggolan atau tabrakan,” kata Sandro, warga lainnya.

Desakan terhadap pemerintah untuk menempatkan lampu lalu lintas atau petugas pengatur arus di simpang tersebut terus disuarakan. “Kami butuh solusi nyata, bukan sekadar rambu hati-hati,” ujar Yanti, ibu rumah tangga yang setiap hari melintasi simpang Basecamp untuk mengantar anak sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, sebelumnya menyatakan bahwa dua simpang tersebut memang tidak direncanakan dipasangi lampu lalu lintas, hanya lampu peringatan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak cukup untuk menjamin keselamatan.

Warga berharap Pemerintah Kota Batam segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan ini.

“Jangan tunggu korban berikutnya baru bergerak. Jalan makin lebar, tapi kalau nggak diatur, tetap jadi bahaya,” tutup Suwardi. Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana pemerintah menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan keselamatan pengguna jalan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Simpang Barelang dan Basecamp Kian Padat, Warga Minta Lampu Lalu Lintas pertama kali tampil pada Metropolis.

Lowdy, Session Player Tanjungpinang yang Menyala di Balik Panggung

0
Lowdy Musisi Tanjungpinang
Lowdy Bazz (kiri) menjadi session player band Utopia saat konser di Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Di balik gemerlap sorotan panggung dan teriakan penonton, ada satu sosok yang tak selalu disebut, tapi selalu terdengar. Ia bukan bintang utama, bukan pula yang dielu-elukan penonton. Tapi tanpa kehadirannya, sebuah pertunjukan musik bisa terasa hampa.

Ia adalah Lowdy Bazz, session player asal Tanjungpinang yang selama dua dekade lebih menjadi nyawa diam dari banyak panggung musik di Indonesia.

Lowdy, nama panggung dari Mahariyadi (43), bukan hanya mahir memainkan gitar bass, tapi juga piawai beradaptasi dengan berbagai genre: dari rock, jazz, pop, hingga dangdut dan musik Melayu modern. Di kota kecil tempatnya tumbuh, profesi session player bukan jalan yang umum. Namun bagi Lowdy, menjadi musisi pengiring adalah bentuk cinta sejati terhadap musik.

“Kadang nama disebut, kadang tidak. Tapi kami tetap bagian dari pertunjukan. Kami musisi juga,” ucapnya kepada Batam Pos, Minggu (13/7), dengan nada yang lebih terdengar seperti keyakinan daripada keluhan.

Bersama band-nya, Magnetic, Lowdy bermain dari kafe ke majelis pernikahan. Tapi di balik itu, ia terus membangun jejaring, belajar lagu-lagu baru dalam waktu singkat, dan siap tampil dalam kondisi apa pun. “Kami jarang latihan bareng artis. Tapi saat manggung, kami harus sempurna,” tegasnya.

Jejaknya sebagai session player tidak bisa diremehkan. Lowdy pernah mengiringi Fadly (Padi), Pasha (Ungu), Anda (Bunga), Irang (eks BIP), hingga Charly ST12. Dari sisi vokalis perempuan, ada Rieka Roeslan (The Groove), Pia (Utopia), Kiki (LIDA), Dahlia dan Septi (KDI). Bahkan panggung para alumni Indonesian Idol seperti Delon, Firman, Dirly dan Hudson pun pernah ia isi.

Lowdy pernah merilis album bersama Bintang 5, band rock yang sempat mewarnai industri musik nasional. Namun ia memilih jalur sunyi: kembali menjadi session player.

“Ini bukan pekerjaan glamor. Tapi saat kami main, dan penyanyi tampil bagus, itu kebanggaan tersendiri,” katanya.

Baginya, session player bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup. Dibayar per proyek, tanpa kontrak jangka panjang, namun dituntut tampil profesional, fleksibel, dan tanpa cela. Dunia ini menuntut dedikasi tinggi, tapi jarang memberi tepuk tangan.

Meski berasal dari kota kecil, Lowdy membuktikan bahwa Tanjungpinang pun bisa melahirkan musisi yang diperhitungkan. Ia berharap anak muda lokal tak hanya memimpikan panggung sorotan, tapi juga mengenal profesi seperti session player yang juga penting dalam ekosistem musik.

“Main musik itu bukan cuma soal ketenaran,” ujarnya. “Tapi tentang bagaimana kita bisa jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Dan session player salah satunya.”

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Lowdy, Session Player Tanjungpinang yang Menyala di Balik Panggung pertama kali tampil pada Kepri.

Batam 10K 2025, Event Lari dengan 1215 Peserta Nasional dan Internasional

0

batampos – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka Event Batam 10K 2025 pada Minggu (13/7/2025) bertempat di Hotel Grand Mercure Batam Centre.

Event lari sejauh 10 km ini diramaikan dengan 1215 peserta dari Sabang sampai Merauke, Singapura, Malaysia, hingga United Kingdom.

Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain yang dalam kesempatan ini ikut berpartisipasi sebagai peserta.

Amsakar dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini serta antusiasme dari seluruh peserta.

“Event Batam 10K 2025 sebagai simbol atas kekompakan dan kecintaan masyarakat Batam pada Kesehatan, tentu saya sangat mengapresiasi hal itu,” ujar Amsakar.

Menempuh rute Grand Mercure – Laluan Madani – Pollux Habibie – Bundaran BP Batam – Grand Mercure, Amsakar mengajak seluruh peserta bersama menguatkan Batam sebagai destinasi wisata olahraga.

“Momen ini bukan hanya sebatas ajang lomba lari, dengan rute yang ditempuh sekitar Batam Kota kita juga memperkenalkan Batam kepada dunia melalui Sport Tourism,” kata Amsakar.

“Mari kita jaga kekompakan ini, bersama-sama kita satukan energi positif untuk mewujudkan Batam yang maju dan sejahtera,” pungkas pria bergelar Doktor ini.

Artikel Batam 10K 2025, Event Lari dengan 1215 Peserta Nasional dan Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.