Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 1326

Progres Jembatan Babin Capai Review Design, Akhir Tahun Dibahas di Pusat

0
Desain pembangunan Jembatan Batam–Bintan. (Dokumentasi Kementerian PUPR/Antara)

batampos – Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) terus menunjukkan progres signifikan. Proyek infrastruktur strategis senilai Rp17 triliun ini kini memasuki tahap lelang untuk review design, setelah proses uji tanah atau soil test tuntas dilakukan.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan bahwa hasil soil test akan menjadi dasar penting dalam penyempurnaan desain akhir jembatan. Setelah desain rampung, Pemprov Kepri akan melanjutkan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk membahas kelanjutan proyek.
“Sekarang masih dalam proses lelang review design. Soil test sudah selesai dan itu jadi bahan utama untuk penyempurnaan desain,” katanya, Minggu (6/7) di Batam.
Menurutnya, penyusunan desain yang matang akan menjadi pijakan sebelum proses lelang konstruksi dilakukan. Target pembahasan lanjutan bersama pemerintah pusat akan dilakukan pada akhir tahun 2025 ini.
“Kalau desain-nya sudah selesai nanti, akhir tahun kita bahas sama pemerintah pusat. Dan dari sinyal yang ada, pemerintah pusat serius, kok, mendukung itu,” kata Ansar.
Jembatan Babin akan menjadi salah satu jembatan terpanjang di Indonesia dengan total panjang mencapai 14,6 kilometer. Bentangan utama jembatan direncanakan sepanjang 7,6 kilometer, menghubungkan Pulau Batam, Bintan, serta kawasan strategis lainnya seperti Pulau Rempang dan Galang.
Pemprov Kepri memang tidak memiliki kewenangan melelang proyek berskala nasional seperti ini. Proses pengadaan dan pendanaan sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat.
“Lelang nanti tergantung pemerintah pusat. Yang melelang itu bukan kita, tapi pemerintah pusat,” ujar dia.
Meski demikian, Ansar memastikan bahwa Pemprov Kepri akan terus aktif mendorong agar proyek ini mendapat prioritas nasional. Ia mengaku telah berdiskusi langsung dengan Kementerian PUPR terkait aspek teknis dan pembiayaan pembangunan.
“Kita sudah diskusi sama Kementerian PUPR. Jadi untuk pembiayaan dan lainnya, mereka mendukung penuh. Tapi kita di daerah harus tetap proaktif,” ujarnya.
Apabila tahap desain telah final di tingkat daerah, maka langkah selanjutnya adalah memperkuat dukungan politik dan administratif dari pemerintah pusat, termasuk melalui lobi ke Presiden dan para menteri terkait.
“Kalau desain selesai, itu finish di tingkat kita. Tapi kita harus kuat mendorong. Nanti kita minta dukungan dari Pak Presiden dan para menteri,” katanya.
Dia berharap, proyek Jembatan Babin tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur Kepri, tapi juga pemicu pertumbuhan ekonomi baru, mempercepat konektivitas antarwilayah, dan membuka peluang investasi lebih luas bagi kawasan sepert Batam, Bintan, Rempang, dan Galang.
“Mudah-mudahan bisa segera terbangun. Ini mimpi besar kita bersama untuk mendorong Kepri lebih maju dan terhubung secara utuh,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Progres Jembatan Babin Capai Review Design, Akhir Tahun Dibahas di Pusat pertama kali tampil pada Metropolis.

Fraksi PKB DPRD Batam Tolak Kenaikan Tarif Listrik, Minta Perbaikan Pelayanan Kesehatan dalam Ranperda APBD 2025

0
Surya Makmur Nasution.

batampos – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Batam menyoroti sejumlah isu krusial dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu dengan penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

Mulai dari belanja infrastruktur hingga pelayanan kesehatan, PKB menekankan pentingnya efisiensi anggaran, peningkatan pengawasan, serta keberpihakan pada masyarakat kecil dalam kebijakan pembangunan daerah.

Dalam rapat tersebut, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan sejumlah catatan strategis terkait alokasi anggaran, program prioritas pemerintah daerah, serta persoalan pelayanan publik yang dinilai perlu perbaikan.

“Kami apresiasi terhadap fokus pemerintah pada belanja infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pengendalian banjir, pengelolaan sampah, dan pembangunan akses jalan,” Ketua Fraksi PKB DPRD Batam, Surya Makmur Nasution, Sabtu (5/7).

Namun demikian, ia juga menegaskan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran serta peningkatan pengawasan terhadap realisasi belanja.

“Kami mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sektor infrastruktur, tetapi perlu ditekankan bahwa efisiensi dan pengawasan anggaran menjadi hal yang mutlak, agar program tidak hanya besar di rencana, tapi juga nyata di lapangan,” ujar Surya.

Selain itu, Fraksi PKB meminta agar program-program yang menyasar masyarakat kecil, seperti bantuan modal untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK), disederhanakan persyaratannya agar lebih mudah diakses. Begitu juga dengan pemberian insentif bagi lansia yang dinilai perlu diperluas cakupannya dan tepat sasaran.

Dalam sektor pendapatan, PKB menyoroti masih lemahnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor parkir tepi jalan, misalnya, dianggap belum memberikan kontribusi maksimal. Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai Rp500 miliar juga menjadi sorotan serius fraksi tersebut.

“Untuk mengatasi hal ini, PKB mendorong langkah-langkah tegas dan terukur agar potensi PAD bisa lebih dioptimalkan,” jelasnya.

Fraksi PKB juga mendorong pengaktifan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bisa mengambil peran penting dalam mengelola sektor-sektor strategis, seperti distribusi sembako, yang menyentuh langsung kebutuhan pokok masyarakat.

Sementara itu, di bidang pelayanan dasar, fraksi ini menyampaikan penolakan terhadap rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang dinilai belum tepat waktu mengingat pemulihan ekonomi pascapandemi yang masih berlangsung. Fraksi PKB juga menuntut perbaikan sistem pelayanan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan akses masyarakat terhadap layanan rawat inap melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Pelayanan kesehatan tidak boleh kaku. Kami meminta agar BPJS Kesehatan memberikan kemudahan dalam proses rawat inap melalui IGD, serta memastikan bahwa seluruh rumah sakit di Batam memiliki standar operasional pelayanan yang seragam dan manusiawi,” kata Surya.

DPRD Batam berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembahasan agar anggaran benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Fraksi PKB DPRD Batam Tolak Kenaikan Tarif Listrik, Minta Perbaikan Pelayanan Kesehatan dalam Ranperda APBD 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Jimson Silalahi: Korban Pengeroyokan yang Masih Berjuang Keras Mencari Keadilan di Batam

0
Jimson Silalahi, korban pengeroyokan di Baloi Kolam saat di Mapolda Kepri.

batampos – Sudah lebih dari tiga tahun lalu Jimson Silalahi menempuh berbagai jalur hukum, tapi keadilan belum juga berpihak kepadanya. Pria yang mengaku jadi korban pengeroyokan ini bolak-balik mengadu dari Polsek Batam Kota hingga ke Polda Kepri. Namun hingga kini, laporannya masih belum ditindaklanjuti kembali.

Jimson mengatakan, ia telah meminta agar laporan kasus pengeroyokan terhadap dirinya dibuka kembali. Permintaan itu bahkan sudah ia sampaikan secara resmi ke Polda Kepri, namun belum juga mendapat jawaban. “Entah sampai kapan Polsek Batam Kota menindaklanjuti laporan saya. Saya cuma ingin laporan itu dibuka kembali,” kata Jimson kepada Batam Pos, kemarin.

Jimson merasa dirinya justru menjadi korban dua kali. Pertama, saat ia dikeroyok sejumlah tetangganya di kawasan Baloi Kolam. Kedua, saat laporannya diberhentikan oleh penyidik Polsek Batam Kota karena dianggap tidak cukup bukti.

Baca Juga: Korban Pengeroyokan 3 Tahun Lalu, Jimson Berharap Pelaku Segera Ditangkap Setelah Serahkan Bukti

Padahal, menurut Jimson, ia memiliki bukti visum dan saksi. Bahkan kejadian itu terjadi di depan anaknya yang masih berusia empat tahun. “Saya pusing, tapi saya tidak akan menyerah. Saya akan terus perjuangkan keadilan ini,” ujarnya.

Kasus ini berawal saat Jimson yang tengah berbelanja bersama anaknya menjadi korban pengeroyokan pada sebuah pesta adat di Baloi Kolam. Ia kemudian membuat laporan ke Polsek Batam Kota. Namun penyidik menghentikan laporan itu dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Merasa janggal, Jimson mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Batam. Dari proses itu, terungkap bahwa ada 60 orang yang diduga memberikan keterangan palsu dalam perkara tersebut.

Tak tinggal diam, Jimson pun melaporkan dugaan ketidakprofesionalan penyidik ke Bidang Propam Polda Kepri. Ia juga melaporkan ke-60 orang itu karena dianggap memberi keterangan tidak benar yang menyebabkan kasusnya dihentikan.

“Kami sudah ajukan semua permintaan secara resmi. Bahkan pada hari Jumat, (04/07) kami kembali datang ke Polsek Batam Kota dan Polda Kepri bersama kuasa hukum, tapi tetap belum ada kejelasan,” ucapnya.

Jimson mengaku sudah mengeluarkan banyak biaya dan tenaga dalam proses pencarian keadilan ini. Namun hingga kini, ia belum menemukan titik terang. Ia berharap, aparat kepolisian bisa objektif dan mau membuka kembali laporan tersebut agar kasusnya bisa diproses secara hukum.

Sementara Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung mengaku menunggu arahan dari Polda Kepri. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Jimson Silalahi: Korban Pengeroyokan yang Masih Berjuang Keras Mencari Keadilan di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ribuan Orang Tua dan Calon Siswa Batam Ramai-ramai ke Posko Penyaluran Murid Baru SMA dan SMK

0
Posko penyaluran siswa baru di SMAN 5 Batam, Kamis (3/7) lalu. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos — Ribuan orang tua dan calon siswa memadati posko penyaluran murid baru jenjang SMA dan SMK negeri di Batam hingga Minggu (6/7). Posko yang dibuka sejak 3 Juli ini menjadi tumpuan harapan bagi mereka yang belum tertampung dalam proses SPMB sebelumnya. Namun, di lapangan muncul dua kecenderungan: ada yang mengikuti alur pemerataan, namun tak sedikit pula yang tetap bertahan di sekolah pilihan utama.

Banyak orang tua masih bersikeras anak mereka masuk ke sekolah favorit dengan alasan kualitas dan jarak yang dekat dari rumah.

“Saya tetap ingin anak saya di SMKN 5 karena jurusan sesuai dan sekolah dekat dari rumah,” ujar Amri, warga Dapur 12. Sikap serupa juga terlihat dari calon siswa yang merasa lebih cocok di sekolah yang sebelumnya mereka daftarkan meskipun daya tampung sudah penuh.

Baca Juga: Disdik Kepri: SMA Masih Bisa Cover Semua Siswa, SMK Dialihkan Sesuai Zona

Namun di sisi lain, tidak sedikit warga yang bersikap realistis dan menerima keputusan penyaluran dari panitia. Mereka lebih memilih anaknya masuk ke sekolah negeri mana pun yang masih tersedia agar tetap mendapat pendidikan formal dan biaya lebih ringan. “Tak masalah ke SMKN 12, yang penting negeri dan dekat rumah,” kata Merlin, warga Batuaji.

Kepala Kantor Disdik Kepri Cabang Batam, Kasdianto, menyebut proses penyaluran masih berjalan dan diupayakan sama rata. Untuk SMA, kata dia, seluruh siswa masih bisa tertampung asalkan tidak memaksakan diri di sekolah tertentu. “SMA masih bisa cover semua, tapi jangan memaksa pilih sekolah favorit,” ujarnya.

Baca Juga: Disdik Kepri Buka Posko Pemerataan Siswa, Jawab Polemik SPMB 2025

Untuk SMK, Kasdianto mengatakan bahwa pola pemerataan dilakukan berdasarkan zonasi wilayah. Misalnya, siswa dari SMKN 5 bisa dialihkan ke SMAN 8 atau SMKN 11, sementara dari SMKN 1 bisa disalurkan ke SMKN 12. Ia mengingatkan bahwa yang mampu secara ekonomi juga diimbau mempertimbangkan sekolah swasta.

Pemerintah menekankan bahwa posko penyaluran akan terus berfungsi hingga semua siswa tertampung. Proses dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan jurusan, lokasi tempat tinggal, dan kuota sekolah. Pemerintah berharap masyarakat mendukung kebijakan ini demi memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dari pendidikan formal. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Ribuan Orang Tua dan Calon Siswa Batam Ramai-ramai ke Posko Penyaluran Murid Baru SMA dan SMK pertama kali tampil pada Metropolis.

Reklame di Batuaji dan Sagulung Masih Berdiri, Penertiban Belum Dilakukan

0
Reklame yang terletak di fasilitas umum di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos — Geliat penertiban reklame yang belakangan ini digalakkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum menyentuh sejumlah kawasan padat penduduk seperti Batuaji dan Sagulung. Di dua kecamatan ini, papan-papan reklame masih berdiri menjamur di berbagai sudut jalan, termasuk di persimpangan dan fasilitas umum seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Pantauan di lapangan, sejumlah tiang reklame masih berdiri kokoh meski banyak di antaranya tidak lagi memajang materi promosi. Namun, bentuk dan ukuran tiang serupa dengan yang telah ditertibkan di Batam Center dan Nagoya. Bahkan, pada beberapa tiang reklame masih tertera nama dan nomor telepon penyedia jasa reklame yang sama dengan yang ditertibkan di pusat kota.

Hingga Minggu (6/7), belum terlihat adanya aktivitas penertiban reklame di Batuaji maupun Sagulung. Keberadaan reklame ini kian disorot karena dinilai merusak estetika dan menimbulkan potensi bahaya bagi pengguna jalan. “Kalau di pusat kota bisa dibongkar, kenapa di sini tidak? Padahal tiangnya banyak yang sudah miring, takut roboh menimpa orang,” kata Ramah, warga Batuaji.

Baca Juga: Pemko dan BP Batam Revisi Aturan Reklame, Target Berlaku Akhir Juli

Warga lainnya mengungkapkan kekhawatiran akan ketimpangan penegakan aturan. Menurut mereka, Pemko Batam seharusnya menerapkan kebijakan yang sama di seluruh wilayah, termasuk kawasan pinggiran kota. “Kami juga bagian dari Batam, semestinya perlakuannya sama. Kalau ditertibkan ya semua, jangan pilih-pilih lokasi,” ujar salah satu warga Sagulung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, saat dikonfirmasi, mengakui bahwa pihaknya belum melakukan penertiban di wilayah Batuaji dan Sagulung. Namun, ia memastikan bahwa penertiban di dua wilayah tersebut akan dijadwalkan nanti. “Saat ini kami masih fokus di kawasan Nagoya dan Batam Center,” ungkap Imam. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Reklame di Batuaji dan Sagulung Masih Berdiri, Penertiban Belum Dilakukan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko dan BP Batam Revisi Aturan Reklame, Target Berlaku Akhir Juli

0
Deretan reklame berjejer di tepi jalan Sudirman , Minggu (29/6). Pemerintah kota Batam tengah gencar melakukan penertiban reklame. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama BP Batam tengah mempercepat proses revisi Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 50 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Reklame. Aturan ini menjadi dasar dalam penataan ulang reklame di seluruh wilayah Batam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, beberapa waktu lalu menyampaikan, revisi Perwako dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga pengaturan teknis soal sewa lahan reklame di atas aset Pemko maupun BP Batam.

“Pembahasannya sudah cukup intensif, kita targetkan akhir Juli aturan ini sudah bisa diberlakukan,” kata dia.

Salah satu poin penting dalam revisi adalah memperjelas perizinan dan penempatan reklame agar tidak menyalahi estetika kota serta tidak menimbulkan kesemrawutan tata ruang. Selama ini, tumpang tindih kewenangan antara Pemko dan BP Batam kerap menjadi kendala teknis di lapangan.

Revisi Perwako juga akan memberikan kepastian hukum bagi pengusaha reklame dalam mengurus izin dan menyewa lahan pemasangan. “Dengan Perwako yang baru, pengusaha tidak bingung lagi soal prosedur. Semuanya akan tertuang dengan jelas dan terukur,” tambahnya.

Sebelum aturan diberlakukan, Pemko dan BP Batam akan melakukan sosialisasi kepada asosiasi dan para pelaku usaha reklame. Sosialisasi ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan pemahaman saat pelaksanaan di lapangan nanti.

“Prinsipnya kita ingin reklame tetap bisa tumbuh sebagai sektor usaha, tapi tertib secara regulasi dan mendukung wajah kota,” ujar Jefridin.

Dia menyebut, penataan reklame yang baik juga akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak.

Langkah penataan ini ditandai pula dengan penertiban sejumlah papan reklame tak berizin, seperti yang dilakukan baru-baru ini di kawasan Nagoya Gateway. Ada enam unit billboard ukuran besar dibongkar oleh tim terpadu sebagai bagian dari konsolidasi menuju penataan reklame yang lebih terstruktur. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pemko dan BP Batam Revisi Aturan Reklame, Target Berlaku Akhir Juli pertama kali tampil pada Metropolis.

Elon Musk Dirikan Partai Amerika Gara-gara Tak Sejalan dengan Kebijakan Donald Trump

0
Ilustrasi: Elon Musk dan Donald Trump. (USA Today)

batampos – Persahabatan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemodal utama kampanyenya, Elon Musk berubah menjadi pertikaian yang sengit. Hal ini terjadi usai Elon Musk yang menilai bahwa rancangan undang-undang Pajak Trump hanya akan membuat AS bangkrut.

Puncaknya, ia secara resmi mengumumkan telah membuat partai baru bernama Partai Amerika. Ini diketahui melalui akun X @elonmusk, pada Minggu (6/7).

“Hari ini, Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda,” kata Elon Musk kepada para pengikutnya di media sosial.

Sebelum resmi mengumumkan akan membentuk partai, Musk sebelumnya bertanya kepada para pengikutnya di platform X-nya apakah partai politik AS yang baru harus dibentuk. Dalam polling yang dibuatnya, 65 persen memilih “Ya” atau dalam hal ini menyetujui dari rencana Musk untuk mendirikan partai baru.

“Hari kemerdekaan adalah waktu yang tepat untuk bertanya apakah Anda menginginkan kemerdekaan dari sistem dua partai, (ada yang mengatakan unipartai)? Haruskah kita membuat Partai Amerika,” tanya Elon Musk kepada para pengikutnya.

Lebih lanjut, Musk menyimpulkan bahwa dari hasil polling kebanyakan menyetujui untuk pembentukan partai baru.

“Dengan faktor 2 banding 1, Anda menginginkan partai politik baru dan Anda akan mendapatkannya!” tulisnya.

Untuk diketahui, pengumuman dari Musk muncul setelah Trump menandatangani rancangan undang-undang pemotongan pajak dan pengeluaran yang besar menjadi undang-undang pada hari Jumat (4/7) yang ditentang keras oleh Musk.

Mengutip Reuters, Musk yang menjadi orang terkaya di dunia berkat perusahaan mobil Tesla dan perusahaan satelit SpaceX miliknya menghabiskan ratusan juta untuk pemilihan kembali Trump dan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah sejak awal masa jabatan kedua presiden yang bertujuan untuk memangkas pengeluaran pemerintah.

Namun, keduanya berselisih karena perbedaan pendapat tentang RUU tersebut. Musk mengatakan bahwa ia akan memulai partai politik baru dan menghabiskan uang untuk melengserkan anggota parlemen yang mendukung RUU tersebut.

Trump awal minggu ini mengancam akan memotong subsidi miliaran dolar yang diterima perusahaan Musk dari pemerintah federal. Bahkan, Partai Republik telah menyatakan kekhawatiran bahwa perseteruan Musk dengan Trump dapat merusak peluang mereka untuk melindungi mayoritas mereka dalam pemilihan kongres sela tahun 2026.

Ketika ditanya di X tentang satu hal yang membuatnya berubah dari mencintai Trump menjadi menyerangnya, Musk menilai bahwa kebijakan untuk meningkatkan defisit dari USD 2 triliun yang sudah gila di bawah Biden menjadi USD 2,5 triliun. Ini akan membuat negara bangkrut.

Ia merujuk pada pertumbuhan Yunani dari penaklukan menjadi keunggulan di dunia kuno dalam tweet lainnya. “Cara kita akan menghancurkan sistem unipartai adalah dengan menggunakan varian bagaimana Epaminondas menghancurkan mitos tentang tak terkalahkannya Spartan di Leuctra: Kekuatan yang sangat terkonsentrasi di lokasi yang tepat di medan perang,” ujar Musk.

Belum ada komentar langsung dari Trump atau Gedung Putih terkait pengumuman Musk ini. Namun, perseteruan dengan Trump yang sering digambarkan sebagai perseteruan antara orang terkaya di dunia dan orang paling berkuasa di dunia, telah menyebabkan beberapa kali penurunan tajam dalam harga saham Tesla.

Saham tersebut melonjak setelah terpilihnya kembali Trump pada bulan November dan mencapai titik tertinggi lebih dari USD 488 pada bulan Desember, sebelum kehilangan lebih dari setengah nilainya pada bulan April dan ditutup minggu lalu pada USD 315,35. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Elon Musk Dirikan Partai Amerika Gara-gara Tak Sejalan dengan Kebijakan Donald Trump pertama kali tampil pada News.

Bikin Bangga! Pelajar SMA Negeri 1 Tanjungpinang Juara Olimpiade Geografi Nasional di ITB

0
Pelajar SMA Negeri 1 Tanjungpinang menjadi kampiun Olimpiade Geografi dan Geosains yang dihelat di ITB, Bandung. F. Sutana untuk Batam Pos

batampos – Tiga pelajar SMA Negeri 1 Tanjungpinang mencetak sejarah membanggakan di ajang Olimpiade Geografi dan Geosains (OGG) 2025 yang digelar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB. Meski ikut secara mandiri tanpa dukungan dana dari sekolah, mereka sukses menyabet Juara 1 Nasional.

Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini digelar selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juli 2025 di Kampus ITB, Bandung. Tim dari Tanjungpinang terdiri dari Muhammad Arsyad Halim, Abrian Octario, dan Ibnu Arya Suta. Mereka berhasil mengalahkan SMA Negeri Magelang (juara 2) dan SMA Negeri 8 Jakarta (juara 3) di babak final.

Pada hari pertama, seluruh peserta mempresentasikan proyek ilmiah masing-masing. Tim SMA 1 Tanjungpinang tampil memukau dengan riset yang menonjolkan keberlanjutan lingkungan. Penampilan mereka mendapat pujian dari dewan juri dan hadirin.

Hari kedua dilanjutkan dengan bazar ilmiah dan seminar kebumian terbuka. Karya pelajar Tanjungpinang kembali menyita perhatian karena menyajikan solusi konkret terhadap isu lingkungan masa kini. Akhirnya, mereka diumumkan sebagai juara utama.

“Alhamdulillah, anak-anak kami berhasil meraih juara 1 di ITB. Ini menjadi kebanggaan besar bagi kami dan sekolah,” ujar Nia, ibu dari Muhammad Arsyad Halim, Minggu (6/7).

Menariknya, ketiga pelajar ini mengikuti ajang tersebut tanpa biaya dari sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Darman Huri, menjelaskan bahwa perlombaan ini bukan program dari Dinas Pendidikan, sehingga tidak ditanggung oleh sekolah.

“Biayanya tidak ditanggung karena bukan program sekolah. Nah kami sampaikan ke anak, memang harus mandiri,” kata Darman kepada Batam Pos.

Ia mengakui, sekolah baru mengetahui keikutsertaan siswa setelah mereka masuk babak final. Saat ini, sekolah-sekolah negeri di Kepri memang tidak diperbolehkan lagi memungut SPP, sehingga keterbatasan dana menjadi kendala tersendiri.

“Kalau dulu masih ada SPP, bisa kita bantu alokasikan. Tapi sekarang dana BOS penggunaannya lebih ketat, jadi tidak bisa membiayai,” ujarnya. (*)

Reporter: M. Ismail

Artikel Bikin Bangga! Pelajar SMA Negeri 1 Tanjungpinang Juara Olimpiade Geografi Nasional di ITB pertama kali tampil pada Kepri.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tetap Lanjutkan Penulisan Ulang Sejarah dengan Melibatkan 113 Sejarawan dari 34 Perguruan Tinggi

0

 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

batampos – Meski terus berpolemik, Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) tetap teguh untuk melanjutkan proses penulisan ulang sejarah Indonesia. Uji publik pun siap digelar pada Juli ini.

Menteri Kebudayaan (menbud) Fadli Zon mengungkapkan proses penulisan ulang sejarah cukup membutuhkan waktu. Setidaknya, sudah lebih dari 7 bulan proses ini berlangsung.

Dia memastikan penulisan ulang sejarah ini dilakukan oleh para sejarawan dari perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Setidaknya, ada sekitar 113 sejarawan dari 34 perguruan tinggi yang dilibatkan.

“Jadi yang menulis itu adalah para sejarawan bukan politisi, bukan aktivis, bukan NGO, bukan LSM gitu ya. Yang menulis sejarah adalah para sejarawan,” tuturnya ditemui usai Embassy Briefing menyongsong gelaran Chandi Summit, di Jakarta, Jumat (4/7) malam.

Selain itu, kata dia, penulisan ini tidak dimulai dari nol. Sumber-sumber sejarah yang lama tetap ada, tetapi dilakukan penambahan atas fakta-fakta baru. Mengingat, sudah 26 tahun tak ada pemutakhiran tentang sejarah ini. Misalnya, soal temuan-temuan arkeologis yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peninggalan warisan budaya seperti di Leang-Leang yang berusia 51.200 tahun dan lainnya.

Kemudian, soal temuan di Situs Bongal di Tapanuli Utara yang mencatatkan kemungkinan masuknya Islam itu bukan di abad ke-13 seperti yang diketahui selama ini. Namun , ada kemungkinan di abad ke-7 jika merujuk temuan-temuan di sana.

Soal kekhawatiran atas penghilangan kejadian sejarah dalam proses penulisan ulang sejarah ini, Fadli Zon menampik tegas. Dia mengatakan tak ada hubungan antara penulisan ulang sejarah kali ini dengan kejadian tersebut. Sebab, yang ditulis ulang atau yang dimutakhirkan ini tidak spesifik mengenai kejadian sejarah 98, tapi kejadian sejarah secara umum.

“Itu nggak ada hubungannya sebenarnya. Ini yang kita tulis itu bukan (khusus,red) sejarah 98. Tapi sejarah secara umum dari 1,8 juta tahun yang lalu sampai sekarang,” jelasnya.

Kalau pun ada keraguan atau dirasa tidak sesuai dengan hasil penulisan ulang sejarah ini, ia mengatakan, pihaknya sangat terbuka. Ada uji publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikannya.

“Kan ada uji publik. Karena Nggak ada yang dirahasiakan, semuanya transparan, semuanya terbuka. Saya kemarin aja kan sangat terbuka di DPR,” paparnya.

Seperti diketahui, kekhawatiran ini muncul setelah sebelumnya Fadli Zon sempat menyebut pemerkosaan massal pada Mei 1998 hanya rumor. Pernyataan ini pun sudah diklarifikasi olehnya, bahwa dia tak menafikkan adanya kejadian tragis tersebut. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tetap Lanjutkan Penulisan Ulang Sejarah dengan Melibatkan 113 Sejarawan dari 34 Perguruan Tinggi pertama kali tampil pada News.

Pelebaran Jalan Sagulung Hampir Rampung, Warga Harap Segera Lengkap dengan Fasilitas Jalan

0

 

Progres pelebaran jalan menuju kantor kecamatan Sagulung. F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran jalan menuju Kantor Kecamatan Sagulung dan kawasan pemukiman Puteri Hijau menunjukkan progres signifikan dan kini memasuki tahap akhir. Pekerjaan fisik sebagian besar telah selesai, dengan jalur baru yang sudah disemenisasi dan terlihat lebih lapang dibanding sebelumnya.

Pantauan di lapangan Minggu (6/7), pelebaran jalan yang dilakukan di sisi kiri dari arah Simpang Puteri Hijau tampak lebih tinggi dibanding badan jalan lama. Hal ini merupakan bagian dari penyesuaian kontur dan elevasi demi memastikan kelancaran aliran air saat hujan serta kenyamanan berkendara.

Meski sebagian besar pekerjaan utama telah rampung, alat berat dan para pekerja masih terlihat berjibaku menyelesaikan sisa pengerjaan, termasuk perataan jalan dan finishing sambungan ke jalan eksisting. Jalan yang telah diperluas itu kini sudah terhubung dengan proyek pelebaran sebelumnya di kawasan Simpang Empat Puteri Hijau.

Dengan lebar jalan yang bertambah, kawasan ini kini memiliki potensi untuk menjadi jalan dua jalur yang lebih tertib dan mampu menampung arus lalu lintas yang padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Hendra, warga Perumahan Puteri Hijau, menyampaikan apresiasinya terhadap progres proyek tersebut. Menurutnya, jalan baru ini sangat dibutuhkan warga karena sebelumnya kerap terjadi kemacetan, terutama saat hujan turun dan terjadi genangan.

“Saya apresiasi sekali. Sekarang jalan sudah jauh lebih lebar. Kami berharap segera dirampungkan dan dilengkapi fasilitas seperti lampu PJU, marka jalan, dan drainase yang baik,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi.

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sebelumnya memang menyebutkan bahwa proyek ini tak hanya fokus pada pelebaran jalan, tapi juga perbaikan drainase untuk mencegah banjir yang kerap terjadi di kawasan Sagulung.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie sebelumnya mengatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari usulan masyarakat yang direalisasikan tahun ini. Ia mengimbau warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.

Warga berharap setelah proyek selesai, pemerintah juga memasang rambu-rambu lalu lintas dan melengkapi fasilitas jalan lainnya agar jalur ini benar-benar nyaman dan aman dilalui. “Jangan hanya dilebarkan, tapi juga dijaga dan dilengkapi supaya manfaatnya maksimal,” tambah Hendra.

Dengan hampir rampungnya proyek ini, kawasan Puteri Hijau dan sekitarnya kini memiliki akses jalan yang lebih representatif, mendukung aktivitas warga serta mobilitas menuju kantor kecamatan dan area pemukiman padat penduduk di sekitarnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pelebaran Jalan Sagulung Hampir Rampung, Warga Harap Segera Lengkap dengan Fasilitas Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.