batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan masih memproses tahapan penyaringan calon penerima bantuan pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dan memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Hingga kini, jumlah penerima bantuan belum bisa dipastikan karena proses penjaringan masih berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan bahwa mekanisme penjaringan dilakukan setelah siswa benar-benar masuk ke sekolah dan pihak sekolah swasta menyampaikan laporan resmi kepada Disdik.
“Sedang dalam proses. Kita jaring setelah anak-anak masuk sekolah dan sekolah swasta melapor,” kata Tri, Kamis (10/7).
Ia menegaskan, bantuan pendidikan ini hanya diberikan kepada siswa dari keluarga tidak mampu yang sebelumnya telah mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) namun tidak tertampung di sekolah negeri, lalu mendaftar ke sekolah swasta.
“Tidak semua siswa swasta otomatis dapat bantuan. Masuk sekolah swasta, dan berasal dari keluarga tidak mampu,” jelasnya.
Untuk tahun ini, Pemko Batam menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) sebagai acuan dalam menentukan status keluarga tidak mampu. DT-SEN mengganti sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan membagi kondisi sosial ekonomi masyarakat ke dalam lima desil.
Namun, berdasarkan kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, selama keluarga tersebut terdaftar dalam sistem DT-SEN, maka dianggap layak menerima bantuan, tanpa mempertimbangkan desilnya.
“Selama dia masuk di dalam sistem DT-SEN atau DTKS, maka dia bisa diajukan sebagai penerima bantuan,” ujar Tri.
Adapun persyaratan tambahan lain yang harus dipenuhi adalah memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang dikeluarkan di Kota Batam. Selanjutnya, pihak sekolah akan mengajukan nama-nama siswa yang dinilai layak menerima bantuan, lengkap dengan dokumen bukti status sosial ekonomi keluarga.
“Pihak sekolah yang akan mengunggah dokumen seperti bukti DT-SEN, KK, dan KTP orang tua ke sistem yang kami siapkan. Setelah itu diverifikasi,” jelasnya. (*)
batampos – Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, dan jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti stroke, gagal jantung, atau serangan jantung.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil sejak dini. Salah satu caranya adalah melalui pola makan yang sehat, seperti mengonsumi buah.
Mengonsumsi buah-buahan tertentu secara rutin dapat memberikan manfaat besar karena kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya. Beberapa buah bahkan diketahui memiliki senyawa khusus yang dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami.
Melansir dari laman Health Shots, Jumat (11/7), dalam artikel ini akan membahas 5 jenis buah yang tidak hanya lezat tetapi juga terbukti membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Apa saja itu?
1. Mangga
Mangga tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan, khususnya bagi penderita tekanan darah tinggi.
Buah ini mengandung serat dan beta karoten, dua nutrisi penting yang diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami.
2. Strawberry
Strawberry adalah buah yang menyegarkan dan disukai banyak orang. Selain rasanya yang lezat, stroberi juga kaya akan antosianin, yaitu senyawa antioksidan, serta mengandung vitamin C, kalium, dan asam lemak omega-3.
Kandungan ini membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Semangka
Semangka adalah buah yang manis dan menyegarkan, serta rendah kalori. Selain rasanya yang enak, semangka juga mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin C dan A, kalium, asam amino, likopen, natrium, dan antioksidan.
Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu tubuh melawan tekanan darah tinggi dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
4. Pisang
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS), pola makan yang tinggi kalium dan rendah natrium dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Pisang adalah salah satu buah yang mengandung banyak kalium.
Selain membantu menurunkan tekanan darah, pisang juga baik untuk pencernaan, membuat perut terasa kenyang lebih lama, dan merupakan sumber vitamin C serta serat.
5. Kiwi
Kiwi adalah buah yang kaya akan antioksidan dan mineral penting yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Selain itu, buah ini juga mengandung serat, vitamin C, dan folat yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, memperkuat daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan kulit. Bahkan, buah ini dapat membantu mencegah berbagai penyakit jantung yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi, seperti stroke dan serangan jantung. (*)
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin didampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Keributan terjadi antara driver ojek online dengan kelompok pengamen di Simpang Kepri Mall, Kamis (10/7) dini hari. Beruntung, keributan ini segera dibubarkan dan diamankan aparat kepolisian.
Andri, salah seorang driver mengatakan keributan ini berawal saat rekannya mendapatkan ucapan kasar dari seorang pengamen. Peristiwa tersebut dilaporkan korban ke group WhatsApp hingga puluhan driver turun ke Simpang Kepri Mall.
“Teman-teman turun sebagai bentuk solidaritas. Tapi saat kami datang mencari, kami dilempari batu,” ujarnya.
“Ada ucapan yang tidak pantas diucapkan pengamen ke driver online di Simpang Kepri Mall,” ujarnya.
Zaenal menjelaskan kedua pihak akhirnya bersepakat untuk berdamai yang dimediasi oleh pihaknya. Ia juga meminta kedua pihak untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
“Kedua pihak berakhir damai. Karena sama-sama menganiaya,” tutupnya. (*)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Hilmi/Jawa Pos)
batampos – Wacana umrah dan haji lewat jalur laut yang disuarakan Menag Nasaruddin Umar mendapatkan respons positif dari kalangan travel. Diantaranya disampaikan oleh Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (Bersathu) Wawan Suhada.
“Pada prinsipnya kami menyikapi usulan jalur laut patut dicoba,” katanya saat dihubungi Kamis (10/7).
Namun, dia mengatakan pelaksanaan haji maupun umrah lewat jalur laut banyak tantangannya. Pertama adalah durasinya. Perjalanan ke Arab Saudi dengan pesawat jauh lebih cepat dibandingkan dari jalur laut. Kemudian secara biaya, haji lewat jalur udara relatif terjangkau.
Wawan mengatakan haji dan umrah lewat jalur laut patut untuk dicoba. Namun tidak boleh dipaksakan. “Artinya sebagai alternatif,” katanya.
Jadi, masyarakat atau calon jemaah yang menentukan. Apakah mau memilih lewat jalur laut atau udara.
Dia juga mengatakan, perjalanan dari Indonesia ke Saudi memakan waktu berhari-hari. Maka harus dipikirkan juga kegiatan selama dalam perjalanan. Misalnya diisi dengan pengajian atau sejenisnya.
Menurut Wawan, panjangnya durasi perjalanan laut menuju Saudi akan berdampak dengan biaya selama perjalanan. Jadi, belum bisa dipastikan haji lewat jalur laut bakal lebih murah dibandingkan lewat udara.
Ditemui terpisah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, bahwa perjalanan umrah dan haji melalui jalur laut ini sebetulnya sudah lama diwacanakan. Namun, sejauh ini masih banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menjadikan jalur laut ini sebagai salah satu opsi transportasi dalam pelaksanaan haji dan umrah.
Sejatinya, pemberangkatan haji dengan menggunakan jalur laut pun bukan hal baru. Menurut Menag, dulu, jamaah haji diangkut dengan menggunakan KM Belle Abeto hingga Gunung Djati. Tapi, saat itu, waktu yang dibutuhkan pun cukup lama. Yakni mencapai tiga hingga empat bulan. Hal ini yang kemudian masih jadi salah satu bahan pertimbangan terkait wacana menghidupkan jalur ini kembali.
“Nah, sekarang ini mungkin kapalnya lebih cepat ya. Tapi, kita masih banyak pertimbangan,” ungkapnya ditemui usai rapat tingkat menteri (RTM) soal penanganan kekerasan pada perempuan dan anak di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (10/7).
Beda dari Indonesia yang masih banyak pertimbangan, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menyebut bahwa negara tetangga seperti Malaysia telah terlebih dahulu mengeksplorasi penggunaan transportasi laut untuk jamaah umrah dan haji ini. Atau, misalnya, negara-negara yang memang secara geografis lebih dekat dengan Saudi. Sehingga, jalur laut merupakan opsi utama yang bisa digunakan.
“Misalnya di Mesir, rata-rata jamaah hajinya itu lebih dekat pakai laut ya. Kayak naik feri aja kan. Tapi kita kan jauh ya. Dan nantilah kita lihat penyelenggarannya yang akan datang,” paparnya.
Disinggung soal efisiensi pembiayaan, Menag mengatakan, hal ini tergantung operator kapalnya nanti. Jika jumlahnya cukup banyak maka harga tentu bisa bersaing. Beda perkara jika pemain tunggal maka bisa dipastikan mahal.
Diakuinya, sudah banyak perusahaan yang datang padanya untuk membicarakan terkait pelaksanaan umrah dan haji via laut ini. Mereka sudah mempresentasikan produk yang disiapkan untuk memfasilitasi program tersebut.
Namun, menurutnya, mereka kebanyakan belum memiliki kapal. Sehingga kemungkinan akan bekerja sama dengan pihak luar. “Jadi, mungkin jatuhnya mahal. Tapi, ini sekali lagi (masih wacana, red) belum kita bahas ya,” ungkapnya.
Beda dari haji yang sudah lama absen, untuk umrah, menurut dia masih ada hingga saat ini. Namun, keberangkatan kapal tidak start dari Indonesia.
Biasanya, mereka terbang dari Indonesia menuju salah satu titik yang cukup dekat dengan Saudi. Dari situ, mereka akan berganti transportasi laut berupa kapal pesiar untuk kemudian melanjutkankan perjalanannya ke Saudi.
“Ada satu dua orang jamaah Indonesia itu, tapi bayarnya saya enggak tahu. Mereka itu minta apakah itu bisa kita lakukan apalagi kapal laut daya tampungnya banyak,” katanya.
Sebetulnya, fasilitas di Saudi terkait opsi ini pun tersedia sepanjang tahun juga ada. Namun tidak dalam jumlah besar.
Kemenag sendiri sudah menyampaikan wacana haji lewat jalur laut tersebut kepada Pemerintah Arab Saudi. Sejauh ini, kemungkinan penggunaan jalur laut untuk perjalanan haji dan umrah masih terus didiskusikan dengan otoritas Kerajaan Saudi.
Sebelumnya dalam peluncuran SGIE Report 2024/2025 dan peringatan satu dekade Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) di Bappenas (8/7) Nasaruddin mengatakan bahwa pemerintah tengah menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut sebagai alternatif pelaksanaan ibadah umrah dan haji. Dia menyebut, inisiatif ini sedang didiskusikan dengan otoritas Saudi.
“Digagas ke depan kami kira sangat prospektif memperkenalkan umrah dan haji melalui kapal laut. Kami juga kemarin berbicara dengan sejumlah pejabat-pejabat di Saudi Arabia,” kata Nasaruddin dalam keterangan resminya.
Menurut Nasaruddin, jika infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan sarana transportasi laut telah tersedia, maka penyelenggaraan haji dan umrah lewat laut dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. “Kalau memang itu persyaratannya terpenuhi, peluangnya sudah dibangun sekarang. Itu terbuka,” ucapnya.
Ia pun menambahkan, model ini memungkinkan jamaah dari negara-negara di kawasan Asia, termasuk Indonesia, melakukan perjalanan haji melalui pelabuhan seperti Jeddah. Tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penerbangan.
“Bukan hanya negara-negara kawasan yang dekat seperti Mesir, bahkan dari Indonesia dan Asia lainnya bisa mengakses (haji jalur laut),” jelasnya.
Nasaruddin menilai inisiatif ini tidak hanya membuka jalur baru bagi masyarakat. Tetapi juga akan memberikan nilai tambah bagi Arab Saudi. Terlebih, pendekatan baru yang diambil Saudi kini lebih terbuka terhadap berbagai inovasi dan investasi strategis.
“Saudi Arabia ini sekarang pendekatannya sangat bisnis, dengan konsultan dari Amerika. Ini betul-betul memanfaatkan potensi geografis Saudi Arabia,” ujarnya.
Nasaruddin juga menyinggung rencana modernisasi fasilitas ibadah di Tanah Suci. Seperti pembangunan Mina menjadi delapan lantai. Tidak ada lagi tenda-tenda di Mina seperti sekarang. Kemudian ada pelebaran area Kabah dan pengurangan bukit di sekitarnya.
“Jalan layang juga akan ditambah. Ini membuka kemungkinan baru dalam pelayanan haji,” katanya.
Nasaruddin berharap dengan sistem baru ini, akses terhadap ibadah haji dan umrah bisa semakin inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Baik bagi si kaya maupun miskin, di dalam dan luar negeri Saudi. (*)
batampos-Gubernur Ansar Ahmad optimis posisi strategis Kepulauan Riau akan mampu membawa ;rovinsi ini bersaing di kancah nasional maupun global.
Optimisme ini disampaikan Gubernur Ansar saat meresmikan pengoperasian PT Solder Tin Andalan Indonesia yang terletak di kawasan industri Tunas Prima, Batam, Kamis (10/7/2025).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan kata sambutan dalam peresmian pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia, Kamis (10/7/2025). (Rudi/Biro Adpim Kepri)
Kepulauan Riau sebagai “Permata Biru Ekonomi di Gerbang Utara Indonesia” disebut Ansar menempatkan Kepri berada di posisi kedua nasional setelah Bali dalam transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita berada di jalur perdagangan internasional terpadat, dilewati 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer per tahun. Ini adalah peluang besar yang harus terus kita maksimalkan,” ujar Ansar.
Ia juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan IV Tahun 2024 secara quarter to quarter (q to q) mencapai 6,94 persen—menjadikannya yang ketiga tertinggi nasional setelah Maluku Utara dan Kalimantan Tengah.
Kontribusi sektor industri menjadi penopang utama dengan pembagian 42,51 persen dalam struktur PDRB, dan memberikan andil pertumbuhan sebesar 3,09 persen secara year on year pada Triwulan I 2025.
Kepri juga mencatat realisasi investasi yang mengesankan pada tahun 2024, dengan total nilai Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp47,26 triliun.
Hal ini tak lepas dari berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, antara lain pemberlakuan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun. Investor di FTZ ini menikmati fasilitas bebas bea masuk dan keluar, bebas PPN, dan pembebasan PPnBM. (*)
Gubernur Ansar Ahmad bersama Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo dan jajaran menekan tombol sirine pertanda diresmikannya pengoperasian PT Solder Tin Indonesia, Kamis (10/7/2025). (Rudi/ Biro Adpim Kepri)
batampos-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura meresmikan pengoperasian PT Solder Tin Andalan Indonesia yang terletak di kawasan industri Tunas Prima, Batam, Kamis (10/7/2025).
Dalam sambutannya Gubernur Ansar menegaskan kehadiran pabrik yang bergerak di sektor hilirisasi timah ini menjadi penanda penting arah industrialisasi Kepri yang semakin progresif dan strategis.
“Tentunya hadirnya PT Solder Tin Andalan Indonesia ini merupakan angin segar dan bagian dari misi menjadikan Kepri sebagai provinsi berpendapatan tinggi,” tegas Ansar.
Pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi. Sejak peletakan batu pertama pada 10 Maret 2024 lalu, pembangunan telah berjalan lancar hingga kini memasuki tahap operasional awal, dengan target produksi timah solder sebanyak 2.000 ton.
Ansar menyebut keberadaan pabrik ini sangat relevan dengan ASTACITA Presiden RI dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
“Ini bukti bahwa Kepri telah memiliki ekosistem industri yang dipercaya dan berdaya saing,” kata Ansar.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan ini harus dimanfaatkan pula untuk memberdayakan SDM lokal dan menciptakan iklim bisnis yang makin kondusif demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Peresmian PT Solder Tin Andalan Indonesia dihadiri sejumlah tokoh penting pemerintah pusat, daerah, dan dunia industri.
Di antaranya Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama PT Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya.
Kemudian ada Ketua DPRD Kepri Imam Setiawan, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng.
Hadir pula Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno, Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Isya Karim, Ketua Asosiasi Ekspor Timah Indonesia Harwendro Adityo Dewanto, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Toni Wenas, Chairman Huayou Group Chen Xuehua, Managing Director PT Volex Indonesia Tan Chiang Pengen, dan Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo. (*)
Korban kavling bodong saat akan melapor ke Polresta Barelang. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos
batampos – Laporan dugaan penipuan jual beli kavling bodong di Mapolresta Barelang tercatat dengan jumlah korban 131 orang. Seluruh korban ini mengalami kerugian mencapai Rp 5,2 miliar.
Heni, perwakilan pelapor mengatakan jumlah korban ini didata dari bukti kwitansi jual beli dan bukti pembayaran di 3 lokasi. Yakni belakang Kantor Lurah Seibinti, belakang SP Plaza, dan kawasan Tembesi.
“Ini yang terdata saja. Kemungkinan masih ada yang belum terdata, dan jumlahnya bertambah,” ujarnya.
Heni menjelaskan dalam bukti pembayaran tertera penerima atas nama Restu Joko Widodo, selaku Direktur PT Erracipta Karya Sejati.
“Joko ini penanda tangan kwitansi dan surat perjanjian jual beli. Semua bukti kita lampirkan di berkas laporan,” katanya.
Ia berharap laporan yang dibuat tersebut segera ditindak lanjuti pihak kepolisian. Bahkan, para korban akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami para korban juga siap kapanpun dimintai keterangan. Yang penting pelakunya ditindak dan bertanggung jawab dengan kerugian yang dialami korban,” ungkapnya.
Sementara Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Thetio Nardiyanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan para korban kavling bodong ini.
“Sudah kita terima, dan tadi meminta keterangan pelapor. Untuk detailnya langsung ke Kasat,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga yang menjadi korban penipuan jual beli kavling bodong mendatangi Mapolresta Barelang, Selasa (8/10) pagi, sekitar pukul 09.45 WIB. Kedatangan warga ini untuk melaporkan Direktur PT Erracipta Karya Sejati, Restu Joko Widodo. (*)
batampos-Tanggal 8 Juli 2025 menjadi sejarah bagi Kepulauan Riau. Terhitung tanggal itu, listrik di seluruh ibu kota di provinsi ini telah menyala non stop selama 24 jam. Tidak ada lagi ibu kota kecamatan di Kepri yang menyala parah waktu.
Ini ditandai dengan telah beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Natuna selama 24 jam penuh.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan kabar gembira itu, Kamis (10/7/2025).
Gubernur Ansar Ahmad menyalakan panel listrik di kawasan terpencil beberapa waktu lalu. Terhitung tanggal 8 Juli 2025, listrik di seluruh ibu kota di provinsi ini telah menyala non stop selama 24 jam. (Dokumen Diskominfo Kepri)
Pengoperasian PLTD Desa Pulau Panjang ini dikatakan Gubernur Ansar menjadi penanda tuntasnya misi besar Pemerintah Provinsi Kepri dalam memastikan seluruh ibu kota kecamatan di wilayah kepulauan ini kini mendapatkan akses listrik non-stop sepanjang hari.
“Ini adalah tonggak penting dalam pemerataan pembangunan di Kepri. Untuk pertama kalinya, seluruh ibu kota kecamatan kini menikmati listrik 24 jam tanpa jeda,” ujar Gubernur Ansar di Tanjungpinang.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri, M Darwin menambahkan, capaian ini merupakan hasil kerja sama yang erat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah dan PLN.
“Kolaborasi Pemprov Kepri dan PLN menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kepri Terang. Ini bukan pekerjaan satu instansi saja, melainkan hasil dari kerja sama berkelanjutan yang terus dibangun,” ujarnya.
Darwin juga menyebutkan bahwa Dinas ESDM akan terus mendukung langkah-langkah strategis serupa, terutama dalam memperluas akses energi dan mendorong keberlanjutan layanan kelistrikan di pulau-pulau kecil yang masih berkembang.
Sebelum program ini dijalankan, masyarakat Desa Pulau Panjang hanya menikmati listrik selama 14 jam per hari.
Keterbatasan itu membatasi ruang gerak banyak aktivitas vital, dari kegiatan belajar-mengajar, pelayanan publik, hingga usaha ekonomi rumahan.
Kini, dengan pasokan listrik yang menyala sepanjang hari, kehidupan warga menjadi jauh lebih produktif dan stabil.
Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kepri bersama PLN telah meningkatkan jam nyala listrik menjadi 24 jam di 13 lokasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Sebanyak 11 dari lokasi tersebut adalah ibu kota kecamatan, yang sebelumnya belum mendapatkan layanan kelistrikan penuh.
Sisanya adalah dua wilayah penting lain yakni Pulau Pemping di Kota Batam dan wilayah Numbing di Kabupaten Bintan.
Dengan selesainya pengoperasian PLTD Pulau Panjang, tidak ada lagi ibu kota kecamatan di Kepri yang gelap pada malam hari.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa pengoperasian listrik 24 jam ini bukan sekadar soal penerangan, tetapi menjadi simbol kehadiran negara yang merata hingga ke pulau-pulau terluar.
Kehadiran listrik yang andal disebut Gubernur dapat membuka peluang besar bagi kemajuan pendidikan, karena pelajar kini bisa belajar di malam hari dengan lebih nyaman. Di sisi lain, pelaku UMKM dan warga yang menjalankan usaha rumahan pun bisa memperpanjang jam operasionalnya, meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga.
Tak hanya itu, layanan digital seperti internet, komunikasi, serta akses informasi daring juga menjadi lebih stabil dan menjangkau wilayah yang sebelumnya kerap terisolasi. Rasa aman dan kenyamanan warga pun meningkat signifikan, karena penerangan yang menyala sepanjang malam turut menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.
Gubernur Ansar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PLN dan pihak terkait yang telah bahu membahu mewujudkan misi ini. Ia berharap, keberhasilan ini menjadi semangat baru dalam mendorong pembangunan berkeadilan di seluruh Kepri, di mana listrik tidak hanya sekadar menyala di rumah warga, tapi benar-benar menyulut semangat kemajuan dan pemerataan.
“Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen memastikan setiap wilayah, sekecil dan sejauh apa pun, tetap mendapat perhatian yang sama. Kita ingin listrik tidak hanya menjadi penerang, tapi juga penanda kemajuan,” tutup Gubernur Ansar. (*)
batampos – Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis menerima kunjungan Calon Investor dari Korea Selatan, Kim Junghyeon pada Selasa (8/7/2025) di Marketing Centre BP Batam.
Kim Junghyeon dalam pertemuan ini mengutarakan minatnya untuk berinvestasi pada bidang Re-refine Waste Machinery Oil Pertama di Batam, industri recycle minyak/oli bekas untuk di ekspor kembali ke berbagai negara tujuan.
Dalam diskusi ini, Fary Francis menyampaikan bahwa BP Batam siap mendukung penuh rencana investasi ini agar dapat berkontribusi memajukan Kota Batam.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BP Batam mendapat amanah untuk memajukan investasi di Batam dan minat dari Mr. Kim untuk berinvestasi di Batam sangat menarik bagi kami karena industri recycle minyak/oli ini akan menjadi yang pertama di Batam,” terang Fary Francis.
“Saat ini BP Batam juga memiliki fasilitas KPLI – B3 serta berbagai perizinan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 yang memungkinkan industri recycle minyak/oli ini beroperasi di Batam, oleh karena itu kami berkomitmen mendukung penuh dan siap mendampingi prosesnya hingga selesai agar investasi ini dapat berkontribusi memajukan Batam,” pungkas Fary Francis.
Sebagai informasi bahwa BP Batam sejak tahun 1996 memiliki fasilitas KPLI – B3 yang kini berdiri di atas lahan seluas 20,4 hektar dengan 33 tenant yang hingga saat ini masih beroperasi mengelola limbah B3.
Dengan dukungan fasilitas tersebut, berbagai industri pengelolaan maupun daur ulang yang memanfaatkan bahan baku berupa limbah B3 sangat mungkin berdiri dan berproduksi di Batam dengan seluruh perizinan khususnya terkait lingkungan yang telah dilengkapi.
Merespon yang disampaikan oleh Fary Francis, Kim Junghyeon ,mengucapkan ucapan terima kasih dan berharap dapat segera merealisasikan bisnisnya di Batam.
“Terima kasih atas waktu Bapak Deputi dan jajaran untuk menerima kunjungan ini, kami sangat senang dapat menyampaikan langsung rencana investasi kami dan ternyata BP Batam menyambut baik rencana ini,” ujar Kim.
“Dimulai dengan kebutuhan bahan baku berupa minyak/oli bekas sebesar 5 ton per hari dengan kualitas yang stabil, semoga kami segera menemukan kecocokan bahan baku disini dan proses perizinan bisa berjalan lancar sehingga investasi ini dapat segera terealisasi,” pungkas Kim.
Turut hadir dalam pertemuan ini beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam serta Kabid. Perlindungan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, IP. (*)