Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 13284

Digitalkan Buku The Magnificent Seven: Indonesia Marine National Park

0

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Perwakilan UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet hadir di peluncuran buku The Magnificent Seven: Indonesia Marine National Park, yang diluncurkan di Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, Jumat (2/6) sore.

“Luar biasa! Bukunya istimewa. Selamat untuk Ibu Menteri KLHK dan UNDP. Taman Nasional Laut kita bagus, potensi bawah laut kita juga sangat bagus,” ungkap Menpar Arief Yahya mengapresiasi inisiatif menyusun karya-karya fotografi bawah laut ke dalam buku itu.

Buku itu tersusun atas kerjasama Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) serta United Nations Development Programme (UNDP).

Menteri Arief Yahya mengusulkan agar isi buku itu di high light di website Wonderful Indonesia –indonesia.travel dan kemenpar.go.id–, sebagai materi promosi pariwisata Indonesia. Sekaligus memperkenalkan buku The Magnificent Seven: Indonesia Marine National Park itu.

“Saya yakin, siapapun yang melihat akan terpana, dan enggan beralih ke situs lain sebelum menghabis gambar-gambar bawah laut Indonesia itu,” puji Arief Yahya.

Dari keragaman biota laut, terumbu karang warna warni, schooling ikan dalam jumlah banyak, wheelshark, lionfish, napoleon, dan foto-foto macro untuk makhluk-mahkluk kecil. Buku itu memberi gambaran akan kekayaan Taman Nasional Laut Indonesia yang tidak akan habis dieksplorasi melalui lensa kameran under water.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dibuat terperangah melihat berbagai foto spektakuler yang ditampilkan. Potret 7 Taman Nasional Laut itu antara lain: Kepulauan Seribu – Jakarta, Karimun Jawa – Jawa Tengah, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Takabonerate-Sulawesi Selatan,  Bunaken-Sulawesi Utara, Togian- Sulawesi Tengah dan Teluk Cenderawasih-Papua. “Keren!” komentar Arief Yahya.

Dan dari rekam jejak yang ada, underwater Indonesia memang langganan juara dunia. Scuba Diving sudah menahbiskan Indonesia di urutan pertama Indo-Pasific kategori Macro Life, Overall Rating of Destination, Health of Marine Environment serta Underwater Photography. Dive Magazine juga tak segan memasukkan Raja Ampat Papua, Alor NTT, Pulau Komodo NTT, Lembongan Bali, dan Lembeh Sulawesi Utara ke dalam Top World Diving Destinations 2017.

Gelar lainnya, dinobatkan CNN kepada Raja Ampat di peringkat pertama World’s Best Snorkeling Destination. Bahkan gelar runner up nya ikut disambar Taman Nasional Komodo.

“Karenanya buku fotografi “The Mangnificent Seven : Indonesia Marine National Park” ini istimewa. Apalagi dipotret oleh fotografer-fotografer top dan memperkenalkan keindahan dan kekayaan alam bawah laut Indonesia,: ucapnya.

Marketeer of The ear 2013 versi MarkPlus ini memberi usulan agar dibuat E-Book dan di-high light di owned media Kemenpar.

“Buku dan foto terbaik jangan hanya dipamerkan atau dipajang saja. Jika ada softcopy nya kita akan bisa bantu promosikan, dan itu merupakan tugas dari Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan ke wisatawan mancanegara, agar bisa menikmati keindahan bawah laut Indonesia,” ucap Arief Yahya.

Ada tantangan penting yang di momentum ini perlu disampaikan, lanjut Menpar. Yakni soal sampah, termasuk sampah plastik saat ini sudah menjadi musuh bersama dunia. Plastik adalah komponen terbesar marine debris. Itu dinilai bisa berbahaya lantaran generasi masa depan Indonesia tidak bisa lagi melihat keindahan bawah laut di negeri sendiri. Imbas terhadap pariwisata juga akan sangat negatif.

“Yang indah ini akan habis dengan sampah. Masalah sampah masih menjadi kendala laut di Indonesia, makanya perlu disadari dari sekarang. Kami mengattract wisman China ke Manado, tetapi di Taman Nasional Bunaken masih banyak sampah. Kami harap UNDP membantu KLHK untuk mengatasi itu semua. Masalah sampah ini kategori gawat darurat, kita sudah buat gerakan nasional yang di koordinatori oleh Menkomar, kementrian terkait menjadi anggotanya dan kami siap membantu,” ujar Mantan Dirut PT Telkom itu.

Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar juga seirama dengan Arief Yahya. Dia juga ingin segera menuntaskan masalah marine debris. Untuk 2017 ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menkomar untuk fokus pada isu pencemaran plastik di laut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menkomar Pak Luhut. Jadi tahun 2017 ini, saya akan kembali melanjutkan perbaikan Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan sejenisnya. Ini juga tentunya butuh kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata. Kolaborasi yang intensif dengan target pencapaian yang lebih baik, sehingga masalah sampah di laut dapat terselesaikan dengan baik” tuturnya.

Terkait pembuatan buku The Mangnificent Seven : Indonesia Marine National Park, Siti menjelaskan, jika di dalam pengelolaan tujuh taman laut ini, dikelola pemerintah pusat (KLHK, red), yang dibagi dalam berbagai zona. Alokasi anggaran naik menjadi Rp 160 miliar yang sebelumnya hanya 60 miliar.

Semua digunakan untuk mengelola dan memperbaiki sarana dan prasarana  taman nasional aut yang ada di Indonesia. “Dengan diluncurkannya buku ini, Taman Nasional Laut Indonesia harus menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat yang berada di sana. Kami ingin menunjukkan pada dunia keragaman dan kekayaan laut Indonesia yang begitu indah. Karenanya masyarakat harus berpartisipasi dan menjaganya,” pungkasnya.

Perwakilan UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet juga menambahkan, jika UNDP memiliki proyek bersama KLHK untuk melindungi ekosistem kehidupan laut di Indonesia. Nah, kebetulan proyek tersebut selalu diabadikan dengan foto-foto. Hasil foto terbaik itulah yang memunculkan ide untuk membuat buku ini.

“Buku ini disusun selama enam bulan. Spotnya terbagi di tujuh taman nasional dan didukung fotografer bawah laut Indonesia. Buku dan foto terbaik yang dipamerkan merupakan testimoni keaneragaman taman laut Indonesia. Dan keaneragaman ini perlu dilindungi untuk kehidupan masyarakat setempat serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Komitmen kita semua untuk melindungi ekosistem lautan, merupakan bagian penting dari UNDP Indonesia,” ucap Christophe Bahuet. (*)

Hello Bengkong…. ATB Batam Buka Kantor Pelayanan, lebih Dekat dengan Anda

0

Senin (5/6/2017), PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan membuka kantor pelayanan di kawasan Bengkong, Batam.

Dengan adanya kantor pelayanan baru ini, setidaknya menambah area kantor pelayanan dari sebelumnya yang ada di kawasan Sukajadi, Batuaji, Tiban dan kini di Bengkong.

Manager Customer Care ATB, Maria Y Jacobus mengatakan dengan adanya kantor pelayanan Bengkong ini nantinya akan mempermudah pelanggan ATB yang ada di kawasan tersebut dalam melakukan pembayaran rekening air, penyampaian keluhan pelanggan hingga melakukan pemasangan sambungan batu maupun melakukan permohonan perubahan nama.

“Intinya, pelayanan yang ada di Kantor Pelayanan Bengkong nanti, akan sama dengan pelayanan di Kantor Pusat di Sukajadi. Namun dengan adanya kantor layanan ini, bisa memudahkan pelanggan ATB di wilayah Bengkong dan sekitarnya,” terang Maria.

Selain itu, tambahnya, dipilihnya lokasi kantor pelayanan Bengkong terbilang disengaja guna memudahkan pelanggan. Sehingga mudah dijangkau.

Mengingat kantor pelayanan ini berada di area jalan utama Bengkong dengan area parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan pelanggan.

“Posisinya berada di tengah-tengah Bengkong, beralamat di Komplek Anugerah Mas No 9. Area kantor cabang pelayanan juga memiliki parkir yang cukup luas dengan gedung yang sangat representatif dan bebas area macet, serta berdekatan dengan Bank,” tambahnya.

Konsep bangunan yang ada di Kantor Pelayanan Bengkong ini, lebih mengedepankan kenyamanan pelanggan. Dimana kantor pelayanan Bengkong menempati bangunan tiga tingkat, yang dibagi untuk pelayanan pelanggan dan area office karyawan.

“Secara disain, konsep interiornya sama dengan kantor di Tiban. Untuk lantai satu difungsikan sebagai ruang pelayanan pelanggan mulai dari pengaduan dan permohonan, sedangkan untuk lantai dua berfungsi untuk pembayaran tagihan pelanggan,” jelasnya.

Hadirnya kantor cabang pelayanan Bengkong merupakan bentuk komitmen ATB untuk memberikan pelayanan ke pelanggan lebih baik lagi.

“Dari data yang dimiliki, saat ini terdapat sekitar 3.000 pelanggan yang ada di wilayah Bengkong. Sehingga dengan adanya kantor pelayanan ini diharapkan bisa membantu pelanggan di Bengkong lebih baik lagi,” pungkas Maria.(rilis)

Kisah, Hari Terkahir Saddam Hussein sebelum Dihukum Mati

0

batampos.co.id – Saddam Hussein, ah, pria ini masih menarik untuk dikupas.

Ya, mantan Presiden Iraq itu menjalani hukuman mati pada 2006 setelah invasi Amerika Serikat (AS) ke Iraq. Namun, cerita mengenai pemimpin ditaktor di negeri mayoritas Muslim itu masih menarik untuk dinikmati.

Banyak buku yang sudah ditulis mengenai Saddam Hussein. Di antara buku-buku tersebut, ada karya Will Bardenwerper. Buku terbarunya The Prisoner in His Palace: Saddam Hussein, His American Guards, and What History Leaves Unsaid.

Buku ini mengisahkan mengenai hari-hari terakhir Saddam di penjara sebelum dihukum mati. Banyak hal-hal tidak terduga mengenai Saddam.

Dalam buku tersebut ditulis kalau Saddam menghabiskan waktu terakhirnya dengan banyak makan kue muffin, mendengarkan lagu penyanyi asal AS Mary J Blige di radio, dan berkebun di penjara Baghdad.

Seorang penjaga penjara Saddam mengatakan Saddam punya tangan dingin untuk urusan berkebun.

”Dia suka mendengarkan radio dan mengganti-ganti gelombangnya. Nanti, kalau ada lagunya Mary J Blige, dia akan mengencangkan volumenya,” kata penjaga itu.

Mary J Blige dan kondisi Saddam Hussein di penjara. (AFP)

Ditambahkan para penjaga yang diwawancarai Bardenwerper, suara tertawa Saddam sangat kencang dan mirip dengan karakter The Count dari serial TV Sesame Street.

”Dia juga suka naik sepeda statis untuk berolahraga. Sepeda itu bahkan dikasih nama Pony,” sambungnya.

Mendiang Presiden Iraq Saddam Hussein saat persidangan di Green Zone, Baghdad, Iraq, 5 April 2006. (REUTERS/David Furst/Pool)

Ditulis Bardenwerper, Saddam suka menghabiskan waktunya di dalam penjara dan duduk sambil menulis sesuatu. Terkadang, dia akan mengajak penjaga mengobrol dan mendengarkan cerita-cerita mereka mengenai keluarga masing-masing.

Suatu ketika Saddam bercerita dia pernah marah berat dengan salah seorang anak lelakinya, Uday. Uday yang punya masalah emosional tingkat tinggi pernah marah di salah satu pesta dan menembaki para undangan. Dalam kejadian itu, Uday membunuh beberapa orang termasuk adik Saddam sendiri.

”Saya sangat-sangat marah dengannya sampai-sampai saya membakar semua mobilnya,” kata Saddam kepada penjaga penjara yang sebagian besar adalah tentara AS.

Mobil koleksi Uday padahal tidak ada yang murah. Koleksinya antara lain Rolls-Royce, Ferrari, dan Porsche.

Yang mengejutkan, para penjaga yang menjaga Saddam di penjara mengaku sangat sedih ketika Saddam dihukum mati meski dia adalah musuh AS. Salah seorang tentara, Adam Rogerson mengatakan dia merasa sudah mengecewakan Saddam.

”Saya hampir merasa seperti pembunuh. Saya merasa saya membunuh lelaki yang dekat dengan saya,” katanya.

Setelah Saddam mati, mayatnya dibawa keluar ruang eksekusi yang sudah penuh dengan warga Iraq. Di sana, penduduk meludahi mayatnya dan memukulinya. Dalam kesempatan itu, 12 tentara AS yang menjaga Saddam di dalam penjara selama berbulan-bulan merasa ikut terluka. Bahkan salah seorang dari mereka berusaha lari untuk melarang warga melakukan hal itu. Tetapi, dia ditarik oleh rekannya yang lain.

”Kami sudah menganggapnya sebagai kakek sendiri,” kata salah seorang mantan penjaga.

Seorang suster militer, Ellis, suatu ketika menceritakan kepada Saddam kakaknya meninggal dunia.

”Saddam kemudian memeluk saya dan mengatakan, aku akan menjadi kakakmu,”” kenang Ellis.

Saddam juga mengatakan kepada penjaga-penjaganya dia akan membiayai sekolah anak-anak mereka bila bisa mendapatkan akses hartanya. (daily mail/tia/JPK)

Besar Tarif Air Juga Bergantung Industri

0
ilustrasi

batampos.co.id – Deputi IV BP Batam, Purba Robert Sianipar menyebutkan komponen lain kenaikan tarif air di Batam selain penyesuaian pajak air permukaan adalah kondisi perindustrian kekinian di Batam.

Pasalnya, menurutnya selama ini tarif air yang dibayar masyarakat di Batam menganut cross subsidi atau subsidi silang dari sektor industri. “Nanti kita kan hitung komposisinya lagi, nantikan bagaimana pertumbuhan masyarakat kini kan besar, industrinya bertumbuh tidak,” kata dia.

Selain itu, dirinya mengaku BP Batam masih melakukan pengkajian terkait persentase kontribusi pajak air permukaan terhadap tarif air ATB.

“Kami hitung lagi, ada indeksnya kalu soal ini. Kalau ditanya berapa persentasenya berapa pengaruhnya, kami belum hitung,” kata dia lagi.

Menurutnya, kini yang penting untuk diketahui adalah filosofi kenaikan pajak yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Kepri. Termasuk bagaiman cara pemanfaatna pajak yang telah dipungut kelak.

“Bagaimana pajak yang dikumpulkan dikeluarkan lagi. Apa untuk penngelolaan sumber daya air, pemeliharaan daerah tangkapan air, penanaman pohon dan pelestarian kapasitas tampung waduk dan lain,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Corporate Communication ATB Enriqo Moreno Ginting mengatakan ATB pun kini belu menentukan pola kenaikan tarif kelak, menyusul penyesuain pajak air permukaan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Kepri nomor 25 tahun 2016.

“Kalau kita usulkan saja belum, bagaimana naiknya pun kami belum tahu,” kata Enriqo saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut dirinya juga belum memastikan kapan pihaknya akan mengajukan kenaikan tersebut. “Manajemen kami mungkin masih harus pelajari, ketentuan seperti apa belum tahu,” katanya lagi.

Sebelumnya, terkait wacana kenaikan tarif air, ATB menegaskan belum pernah merencanakan untuk mengajukan kenaikan tarif. Meski demikia, dia mengatakan memang sudah layak ATB mengajukan kenaikan tarif air.

“Kalau bicara naik tarif masih sangat wajar. Kenaikan tarif terakhir itu 2011 lalu. Sudah mau tujuh tahun. Dalam periode itu, BBM, UMK dan kebutuhan lain sudah berapa kali naik. Termasuk listrik sudah pernah naik. Maka secara keadilan memang ini sudah wajar,” katanya.

Padahal menurutnya, air adalah kebutuhan yang sangat mendasar untuk masyarakat. “Tetapi saya ulangi lagi, tidak pernah ada kami mengajukan kenaikan tarif,” katanya. (cr13)

Secara Geografis Batam Strategis, Apalagi Jika….

0
 Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Singapura, Micheal Goutama, mengatakan, “Secara geografis, Batam strategis. Dan secara infrastruktur punya fasilitas yang menarik. Apalagi jika ditunjang dengan sejumlah reformasi kebijakan dari pemerintah pusat.”

Pendapat itu ia ungkapkan saat dialog bisnis antara Singapore Business Federation (SBF) bersama Kadin Indonesia Komite Singapura di Singapura, Selasa (30/5).

Saat ini, Micheal menanggapi positif sejumlah perubahan yang telah dilakukan BP Batam seperti pembenahan perizinan, fasilitas host to host dan lainnya.

“Bila keduanya, Batam dan Singapura dapat terus bekerjasama dengan erat dalam dunia bisnis, berbagai kepentingan politik beberapa pihak dapat dihilangkan,” jelasnya.

Dengan demikian, Batam dapat kembali kepada tujuan dasarnya yakni sebagai jendela investasi di Indonesia.

Di tempat yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya mengatakan hubungan antara Indonesia dan Singapura sudah berlangsung 50 tahun.

“Khususnya dengan Batam dapat terus ditingkatkan terutama melalui Forum Joint Working Group Singapura – Batam Bintan, Karimun (BBK), mengingat Singapura merupakan sumber investasi asing tertinggi di Batam untuk saat ini,” katanya.

Dari sudut pandang Ngurah, Batam masih menjadi primadona bagi investor Singapura. Batam memiliki keunggulan sendiri dan Singapura juga punya keunggulan sendiri, sehingga jika bisa dikolaborasikan akan menghasilkan sesuatu yang sangat bagus.

“Saat ini Batam masih menjadi primadona bagi ekologi investasi investasi di Asia,” tambahnya.

Dari Batam, Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro memaparkan BP Bataam telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan minat investor berbisnis di Batam.

“Kami sangat optimis dengan sejumlah terobosan yang dilakukan BP Batam termasuk perbaikan sistem dari manual menjadi online di seluruh lauyanan yang dimanfaatkan investor,” katanya.

Contoh perbaikan tersebut adalah penerapan layanan i23J dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK), Host to Host sistem perizinan online pelabuhan dan aplikasi Geographical Information System (GIS) untuk manajemen lahan dengan menggunakan drone.

Singapura kata Hatanto mendominasi investasi di Batam pada tahun 2016 sebesar 471,37 miliar dolar Amerika dengan industri manufaktur berorientasi ekspor.

“Singapura memiliki posisi yang penting karena paling banyak melakukan investasi di Batam dalam lima tahun terakhir,” jelasnya.(leo)

Polsek Bandara Hang Nadim Perketat Keamanan Menjelang Mudik

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Polsek Bandara Internasional Hang Nadim akan memperketat pengamanan menjelang mudik tahun ini. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi oknum-oknum berbuat kriminal, dengan memanfaatkan momen mudik.
“Patroli juga kami tingkatkan,” kata Kapolsek Bandara Iptu Betty Novia, kemarin.

Betty mengatakan pengamanan dan patroli ini dilaksankan setiap waktu. Ia mengatakan untuk menujang sarana patroli, pihaknya menggunakan Hoverboard. Sehingga memudahkan petugas Polsek Bandara untuk melakukan pemantauan penumpang dan pengamanan.

“Itu digunakan didalam terminal, sedangkan untuk patroli di area parkir kami menggunakan buggy car dan sepeda,” kata Betty.

Betty berharap dengan adanya patroli dan pengamanan ini, membuat Bandara Internasional Hang Nadim menjadi lebih aman.

Sementara itu General Manager Operasional Hang Nadim, Suwarso mengatakan pihaknya juga telah meningkatkan jumlah personel sekuriti bandara untuk pengamanan mudik. “Ada penambahan sekuriti bandara sebanyak 46 orang,” ungkapnya

Para Avsec ini nantinya akan berjaga setiap sudut dan tempat di terminal Hang Nadim. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik .

“Mereka juga ada di beberapa posko mudik yang akan kami dirikan pada H-10 Lebaran,” ujar Suwarso. (ska)

Pelabuhan Tanjung Sauh Tak Potensial, Pelabuhan Batuampar Harus Dikembangkan

0

batampos.co.id – Rencana pembangunaan Pelabuhan peti kemas dan alih kapal Tanjung Sauh dinilai tidak potensial lagi. Proses pembangunaanya pun belum jelas kapan. Apalagi dilihat dari potensi pemasukan dan pembangunaan yang dinilai tidak seimbang.

Staf Khusus Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam mengatakan Nasrul Amril kegiatan kapal di Selat Malaka pertahun berkisar 80-90 juta TEUs. Indonesia berkontribusi sekitar 8 juta TEUs, namun Batam hanya 500-800 TEUs dan itu hanya dari Pelabuhan Batuampar.

“Sebenarnya dari pelabuhan Batuampar masih bisa ditingkatkan,” terang Nasrul di kantor Kanpel Batam, Batuampar, Jumat (2/6).

Dikatakannya, Pelabuhan Batuampar memiliki potensi ditingkatkan menjadi 1500- 2000 TEUs. Namun karena keterbatasan infrastruktur hal itu tak bisa dilakukan. Apalagi adanya aliran pipa yang menghalangi untuk itu.

“Batuampar tak bisa dikembangkan karena ada pipa, apalagi keterbatasan infrastruktur,” imbuhnya.

Sedangkan untuk Pembangunaan Pelabuhan Tanjung Sauh belum tahu diwujudkan kapan. Hal itu dikarenakan letak Tanjungsauh yang cukup menjorok ke dalam. Ditambah arus di lokasi tersebut cukup kuat. Apalagi antara pemasukan dan pembangunaan dinilai tak seimbang.

“Tanjung Sauh masih proses yang masih belum tahu kepastiaanya, walau studinya sudah selesai. Tapi logika untuk Tanjung Sauh tidak masuk,” jelasnya.

Menurut dia, dari segi waktu Batam juga tak bisa meningkatkan potensi hingga 1500 TEUs. Hal itu karena bongkar muat 4050 box saja bisa menghabiskan waktu satu jam. Sedangkan perkiraan 1000 TEUs bisa 20-30 jam.

Pelabuhan Batuampar, Batam
foto: cecep mulyana / batampos

“Sementara kapal butuh ketepatan waktu untuk bersandar dan dibongkar,” terangnya.

Namun untuk optimalisasi Pelabuhan kontainer Batuampar perlu menyiapkan alat otomatis. Selain itu perlu insentif seperti Singapura yang diberikan biaya potongan 50 persen, namun aktifitas dilakukan di Pelabuhan khusus.

“Jadi yang penting bukan untuk bongkar muat. Kalau mau besaing harus siapkan infrastruktur juga,” tegas Nasrul.

Sementara itu, Anggota DPD RI Kepri Djasarmen Purba mengatakan penting pengembangan Pelabuhan Batuampar melalui alat. Bahkan dirinya akan menyampaikan langsung kendala yang dihadapi Batam dalam pengembangan Pelabuhan Batuampar ke Presiden. Salah satu adanya aliran pipa dan keterbatasan infrastruktur.

“Kendala kita yang infrastruktur. Batuampar harus dibangun dan dikembangkan. Karena Tanjungsauh dari sisi geografis tidak pas,” pungkas Djasarmen saat berkunjung ke Kantor Kanpel Batam di Batuampar, kemarin pagi. (she)

Bulan Ini Curah Hujan Batam Tertinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Hang Nadim Batam melansir curah hujan di Batam pada bulan Mei ini tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Tak hanya itu dari data yang dipaparkan oleh Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman mengatakan bahwa sangat tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Mei dan November merupakan puncak curah hujan tertinggi di Batam. Tapi bulan ini, curah hujannya lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya pada Batam Pos, kemarin.

Ia mengataka hingga 30 Mei, pihaknya mencatat curah hujan di Batam sebanyak 310,9 mm. Mei tahun 2015 curah hujan di Batam hanya 132,2 mm, lalu di dibulan yang sama tahun lalu 149,6 mm.

“Cukup tinggi, penyebabnya adanya sherline. Sehingga terjadi penumpukan awan di atas Batam. Ditambah kelembaban udara yang tinggi dilapisan awan menengah dan atas,” tuturnya.

Suratman mengatakan dalam rata-rata biasanya curah hujan di Batam dalam satu harinya itu pada kisaran 20 hingga 30 mm. Tapi pada 26 Mei lalu, curah hujan di Batam mencapai 92,6 mm. “Jumat lalu itu, saat banjir melanda Batam,” terangnya.

Tapi kondisi ini kata Suratman tak akan berlangsung lama, diperkirakan hingga awal Juni saja. Setelah itu curah hujan di Batam kembali normal.

Suratman mengatakan mengenai kondisi cuaca seperti ini, ia meminta masyarakat selalu berhati-hati. “Apalagi yang menggunakan moda tranportasi laut, saat hujan lebat diserati angin juga mempengaruhi gelombang. Bila itu terjadi, sebaiknya menepi dahulu,” ungkapnya. (ska)

Pemprov Krepri Harus Kreatif Cari Duit

0

batampos.co.id – Pengamat Ekonomi dari Politeknik Negeri Batam, Muhammad Zaenuddin, mengatakan Pemprov Kepri hendaknya lebih kreatif dalam mengelola dan mencari sumber PAD. Menurut dia, mendongkrak PAD dengan menaikkan pajak hanya akan menambah beban masyarakat.

“Jangan sampai terjadi ego sektoral yang menguasai sehingga merugikan masyarakat,” kata Zaenuddin, Jumat (2/6).

Menurut dia, baik Badan Pengusahaan (BP) Batam maupun Pemrpov Kepri memiliki kepentingan masing-masing dalam polemik kenaikan pajak air permukaan (PAP) ini.

“Namun mesti dilihat dulu mengapa harus sampai menaikkan pajak tersebut. Apakah urgen, kan bisa dilihat dari skala prioritasnya,” ucapnya lagi.

Naiknya PAP, kata Zaenuddin, otomatis akan berimbas pada kenaikan tarif air bersih dari PT Adhya Tirta Batam (ATB). Hal ini tentu akan memberatkan masyarakat, apalagi kondisi ekonomi saat ini tengah lesu.

“Lihat dulu kondisi ekonomi saat ini,” tambahnya.

Jika Pemprov Kepri memang ingin menaikkan pajak, lebih baik mencari potensi dari pajak yang tidak bersinggungan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat banyak. Contohnya pajak labuh jangkar.

“Kreativitas itu perlu. Banyak sektor lain yang bisa digarap tanpa perlu menaikkan sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti air,” tegasnya.

Deputi IV BP Batam, Purba Robert Sianipar, mengatakan sumber daya air di Batam itu merupakan milik negara dan dikelola oleh BP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

“Untuk kelola aset negara, kita perlu biaya. Hal tersebut diatur dalam PP Nomor 5 Tahun 2011 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam,” ungkapnya.

Sehingga BP Batam diharapkan dapat mengutip Pendapat Negara Bukan Pajak (PNBP) dari ATB yang membeli air baku dari BP Batam.

“Kami sebut itu tarif air baku yang tercantum dalam PMK Nomor 148 Tahun 2016,” jelasnya.

Ilustrasi

Ia menegaskan tarif air baku itu bukan pajak seperti yang disebut Pemprov Kepri selama ini. “BP Batam tidak pernah menarik pajak dari ATB. Itu adalah tarif sedangkan bagian Pemprov adalah pajak. Itu hak mereka dan kami menghormatinya,” tegasnya lagi.

Robert menyebut, selama ini pendapatan BP Batam dari penjualan air baku ke ATB mencapai Rp 15 miliar per tahun. Jumlah tersebut, menurut dia, belum cukup untuk biaya perawatan dan pemeliharaan sumber air dan dam yang dikelola BP Batam.

Sebaliknya, Robert menilai dengan disahkannya Perda yang mengatur kenaikan pajak air permukaan yang didahului dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 25 tahun 2016, Pemprov Kepri menambah beban baru dalam bentuk tarif kepada masyarakat. Imbasnya adalah kenaikan tarif air bersih yang harus dibayarkan masyarakat.

“Kami menilai ini pembebanan baru. Pemprov menganjurkan kepada kami untuk menaikkan nilai perolehan air. Kenaikan ini akan berdampak pada pembebanan tarif air bersih kepada masyarakat,” kata Robert. (leo)

Pajak Air Permukaan Sudah Dinaikkan 900 Persen Sejak 2016

0
Waduk Tembesi . foto:  ATB/Benny Andrianto

batampos.co.id – Tarif pajak air permukaan (PAP) sebesar Rp 180 per meter kubik ternyata sudah berlaku sejak 2016. Namun hingga saat ini PT ATB tetap membayar PAP sebesar Rp 20 per meter kubik. Alasannya, ATB berpedoman pada konsesi pengelolaan air bersih, bukan Perda ataupun Pergub Kepri.

“Segala macam pajak atau apapun yang timbul, kami hanya mengacu pada aturan BP Batam,” kata Manager Corporate Communication PT ATB, Enriqo Moreno, Jumat (2/6).

Enriqo mengatakan, Pergub Nomor 25 Tahun 2016 tentang Pajak Air Permukaan (PAP) merupakan produk hukum yang sah dan harus ditaati. Namun menurut dia, Pergub tersebut harus sejalan dengan aturan konsesi pengelolaan air bersih dan keputusan dari Kepala BP Batam.

Menurut dia, sejauh ini BP Batam belum menyetujui kenaikan PAP tersebut. Sehingga PT ATB tetap membayar PAP sebesar Rp 20 per meter kubik air, bukan Rp 180 per meter kubik.

“Bukan kami tak mau bayar, tapi kami sebagai investor bingung, aturan mana yang harus kami ikuti,” kata dia.

Namun jika Pemprov Kepri tetap memaksakan kenaikan PAP dari Rp 20 menjadi Rp 180 dan itu disetujui oleh BP Batam, ATB akan melaksanakannya. Tetapi dengan konsekuensi, tarif air bersih kepada pelanggan ATB juga akan ikut naik.

“Itu konsekuensi yang tak bisa dihindari. Tapi perlu dijelaskan, sampai saat ini kami tak pernah punya rencana menaikkan tarif air bersih. Kecuali karena faktor-faktor dari luar itu,” katanya.

Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Pajak, dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Pemprov Kepri, Herman Prasetyo, membenarkan hingga saat ini ATB belum membayar PAP sebesar Rp 180 sesuai Pergub Nomor 25 Tahun 2016. Sehingga BP2RD mencatat, ada selisih atau tunggakan PAP dari ATB sebesar Rp 12,2 miliar.

“Pergub itu berlaku tahun kemarin. Kenyataannya ATB masih tetap membayar PAP sebesar Rp 20 per kubik,” ujar Herman, Jumat (2/6) di Batam.

Herman menjelaskan, sebelum keluarnya Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, pemungutan PAP memang masih mengacu pada nota kesepahaman bersama dengan ATB dan BP Batam. Akan tetapi, sejak terbitnya UU tersebut, kesepakatan ATB dan BP Batam itu batal demi hukum.

Apalagi setelah Pemprov Kepri menerbitkan Pergub Nomor 25 Tahun 2016 tentang PAP. Pergub tersebut menjadi dasar hukum yang sah bagi Pemprov Kepri untuk memungut PAP di Batam.

Herman merinci, total tunggakan PAP yang harus dibayar PT ATB pada 2016 sebesar Rp 8,2 miliar. Sementara tahun 2017 sampai April lalu pihaknya mencatat ada tunggakan sebesar Rp 4 miliar. Sehingga totalnya Rp 12,2 miliar.

“Tagihan itu belum termasuk denda. Kami harap ATB kooperatif,” kata Herman.

Anggota DPRD Kepri, Irwansyah, juga meminta ATB mematuhi Pergub Kepri Nomor 25 Tahun 2016 tersebut. “Semua ada konsekuensinya, apalagi kontrak kerja ATB dengan BP Batam akan berakhir pada 2020 nanti. Kita minta kerja sama ATB untuk menyelesaikan kewajibannya,” ujar Irwansyah.

Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menaikkan pajak air permukaan terus menuai kritik. Kebijakan ini dinilai terlalu dipaksakan demi mendulang pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD). (jpg)