Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13288

Presiden Jokowi Ajak Dorong Investasi ke Indonesia, Jangan Debat Melulu

0

Presiden dan Wapres berjalan beriringan dalam acara LHP BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2016, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5). (Foto: Humas presiden / Agung)

Dua setengah tahun, Presiden Joko Widodo meletakkan dasar-dasar bernegara, percepatan pembangunan, dan deregulasi-debirokratisasi. Kini saatnya, mengundang para pemodal dunia untuk berinvestasi ke Indonesia.

Kebetulan, lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) memberikan status Indonesia senagai negara dengan predikat layak investasi! Ini momentum kuat, agar pemilik modal mau berinvestasi di Indonesia.

“Sekarang ini, kesempatan emas ada di depan kita. Mendapatkan WTP artinya pengelolaan kita baik, 84 persen WTP. Jumat lalu kita juga mendapatkan kepercayaan internasional ‘investment grade’. Ini sebuah kesempatan yang harus kita gunakan. Jangan masuk dalam “framing” saling menghujat, saling menjelekkan, saling menyalahkan, dan berdebat yang tidak ada habisnya,” kata Presiden.

Selain itu, pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2016, serta kepada 84 persen Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) juga menjadi saat yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk kembali bekerja keras.

Sektor pariwisata, juga menjadi bahan perbincangan banyak kalangan. Terutama kalau sudah masuk ke ranah investasi dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, seperti pengembangan 10 Top Destinasi Prioritas yang oleh Menpar Arief Yahya sering disebut 10 Bali Baru.

“Mari berinvestasi di sektor pariwisata, yang menjadi prioritas! Kami undang membangun amenitas di 10 Bali Baru,” ajak Menpar Arief Yahya, yang kementerian di bawahnya juga mendapatkan opini WTP -Wajar Tanpa Pengecualian– itu.

Arief Yahya menyebutkan, ke-10 destinasi itu antara lain, Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru (BTS) Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Presiden lagi-lagi mengingatkan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara jelas termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah sambutannya pada acara penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2016 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 23 Mei 2017.

“Saya ingin masuk kepada fokus kita, tujuan utama kita, berbangsa dan bernegara. Perlu saya ingatkan kepada kita semuanya bahwa membentuk negara Republik Indonesia ini bukan untuk berseteru, bukan untuk bertikai. Tapi tujuan utama kita jelas, bahwa kita ingin menciptakan kesejahteraan umum, kita ingin mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Presiden.

Menurutnya, selama 6 hingga 8 bulan ke belakang, energi bangsa ini habis hanya untuk berfokus pada hal-hal yang disebutnya tidak produktif. Maka itu, Kepala Negara kembali mengingatkan kepada seluruh pihak mengenai tujuan dari NKRI tadi.

Presiden Jokowi cukup lugas dan bahkan lebih keras dari sebelum-sebelumnya.

“Kita banyak omong ketimbang bekerja di akhir-akhir ini. Banyak berdebat ketimbang bekerja. Banyak saling hujat ketimbang bekerja. Banyak demo-demo yang tidak bermanfaat ketimbang bekerja. Banyak saling menjelekkan ketimbang bekerja. Banyak saling menyalahkan ketimbang bekerja. Lupa kita semuanya untuk membangun negara ini, membangun negeri ini,” ucapnya.

Menilik ke belakang, Indonesia sesungguhnya sempat berjaya dan menjadi model utama bagi para negara tetangga. Ambil contoh jalan tol Jagorawi yang dahulu banyak dijadikan pembelajaran oleh negara-negara lainnya. Namun kini, Indonesia perlu diakui tertinggal dengan negara tetangga.

“Coba kita lihat tahun 1977, jalan tol Jagorawi yang kurang lebih 50 kilometer itu jadi contoh. Negara-negara lain pada datang ke sini. Tiongkok dan Malaysia datang melihat. Dari tahun 77 sampai sekarang sudah berapa tahun? Hampir 40 tahun kita hanya bisa membangun jalan tol 780 kilometer. Yang negara-negara tadi, yang melihat kita, Tiongkok, sudah 280 ribu kilometer. Berapa jauh kita sudah tertinggal?” tanyanya.

Kita mau membangun kereta api cepat, jaraknya 148 kilometer, saja sampai sekarang belum mulai. Ributnya sudah dua tahun. Ramai debat, baik atau tidak baik. Sama seperti waktu kita bangun MRT, itu ramainya 26 tahun. Sudah direncanakan 26 tahun lalu, ramainya debat soal untung-rugi, baik-tidak. Negara lain sudah bangun dan itu bermanfaat, masih juga kita debatkan,” ujar Presiden memberi contoh lain.

Maka itu, Kepala Negara tak ingin Indonesia terus tertinggal. Ia juga tak ingin Indonesia terus menerus terjebak dalam pemikiran-pemikiran negatif. Ia ingin agar bangsa Indonesia dapat kembali bersatu untuk bersama-sama membangun bangsa.

“Saya mengajak Bapak/Ibu dan saudara-saudara semuanya, keluarlah kita dari pikiran-pikiran negatif seperti itu. Ajak kita semuanya untuk kembali pada pikiran-pikiran positif untuk maju bersama, bekerja bersama bagi bangsa ini,” tuturnya. (*)

Kementerian ATR Permudah BP Batam Urus HPL

0

batampos.co.id – Status tanah di Batam akan menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik Badan Pengusahaan (BP) Batam sepenuhnya dalam waktu dekat. Kepastian itu diperoleh lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jakarta, Selasa (24/5).

Selain untuk mempermudah BP Batam dalam menerbitkan Fakta kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan terpadu satu pintu serta sinkronisasi data pertanahan antara BP Batam dan BPN.

Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan wujud upaya BP Batam dalam meningkatkan kemudahan pelayanan bagi masyarakat dalam mengajukan permohonan lahan di Batam.

“Banyaknya lahan yang tidak dimanfaatkan di Batam mendorong BP Batm untuk melakukan peningkatan pelayanan atas kebutuhan tanaha di Batam. Dan dengan ini, tentunya lahan di kawasan perdagangan bebas Batam dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat di kota Batam,” katanya.

Sedangkan Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil menyambut baik upaya BP Batam dalam meningkatkan pertumbuhan investasi dan ekonomi di Batam.”MoU ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sehingga tentunya perlu untuk terus ditingkatkan,” katanya.

Sofyan mengungkapkan bahwa dengan kerjasama ini maka perolehan data mengenai pertanahan di Batam dapat diproses lebih cepat sehingga dapat membantu BPN dalam memberikan pelayanan pengurusan sertifikat tanah lebih cepat. Ia juga menyarankan agar Kepala BP Batam membuat Peraturan terkait data lahan untuk mempermudah pekerjaan dalam mendata seluruh status tanah di Batam.

“Harus dipikirkan yang prioritas dalam melaksanakan upaya untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan atas lahan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa status lahan di Batam akan dikembalikan ke asalnya yakni status HPL.”Dan ini sudah kami laporkan kepada Pak Darmin Nasution selaku Menko Perekonomian dan Presiden,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Deputi 3 BP Batam, Eko Santoso Budianto menegaskan proses mengenai sinkronisasi data lahan akan jalan terus.”Proses akan jalan terus dan semakin kencang jalannya,” ujarnya.

Target untuk memberikan status HPL untuk seluruh Batam akan segera dilakukan karena sudah pasti akan dipermudah oleh BPN Batam.”Secepatnya akan kami lakukan,” pungkasnya.(leo)

Satgas Pangan Temukan Gula Rafinasi dan Makanan Kadaluarsa

0
Satgas Pangan Kepri melakukan sidak bahan pangan dan bahan pokok di Pasar Tos 3000 Jodoh, Rabu (24/5). Sidak tersebut untuk mengetahui ketersediaan pangan dan stabilitas harga. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Satgas yang dipimpin Ditreskrimsus Polda Kepri menemukan gula rafinasi dan makanan kadarluarsa saat inspeksi mendadak (sidak) di pasar Tos 3000, Rabu (24/5). Adanya temuan ini, Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Budi Suryanto mengatakan akan menelusuri dan menyelidikinya.

“Temuan ini akan kami cari tau berasal dari mana,” katanya, kemarin.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil beberap sampel, untuk penyelidikan. Dan juga sudah menanyakan ke pedagang yang menjual gula dan barang kadarluarsa itu.
Dari pantauan Batam Pos, beberapa bungkus gula rafinasi diamankan Polda Kepri. Lalu juga sarden dan bumbu yang sudah kadarluarsa.

Gula rafinasi diketahui cukup sangat berbahaya. Dimana bila dikonsumsi secara berkelanjutan, makan akan menyebabkan beberapa penyakit seperti Osteoporosis, Diabetes, Hiperglikemia (suatu keadaan gula terlalu tinggi dalam darah,red).

“Karena tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan, makanya kami amankan dulu,” tuturnya.

Makanan kadarluarsa yang ditemukan Polda Kepri itu, kata Budi akan ditarik semuanya. Sehingga tidak akan membahayakan masyarakat. “Tadi ada beberapa kotak,” ujarnya.

Dalam sidak ini, Budi mengatakan pihaknya tak menemukan lonjakan harga. Harga daging segara dikisaran Rp 125 ribu, daging beku Rp 70 ribu, bawang merah jawa Rp 18 ribu, bawang merah birma Rp 8ribu, minyak 1 liter Rp 12 ribu dan  telur satu papanya Rp 33 ribu.

Tak hanya pasar Tos 3000 saja yang jadi sasaran sidak Tim Satgas Pangan Kepri ini. Tapi juga pasar Puja Bahari dan dua gudang daging beku di kawasan Seraya.

Dari pengakuan para distributor daging ke Budi, mengungkapkan pasokan daging aman selama Ramadan.

“Mereka bilang, hingga setelah Ramadanpun, pasokan daging lebih dari cukup,” ujarnya. (ska)

Asus Investasi 9 Juta Dolar Amerika di Batam

0

batampos.co.id – Investor asal Taiwan, PT Asus Technology Indonesia menanamkan investasi sebesar 9 juta dolar Amerika di Batam. Perusahaan ini akan memproduksi ponsel pintar merk ASUS yang akan dipasarkan di dalam negeri.

“Investor asal Taiwan ini nantinya akan bergerak dibidang industri peralatan komunikasi tanpa kabel dengan nilai investasi 9 juta dolar Amerika atau setara Rp 119,7 miliar,” ungkap Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami di Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Rabu (24/5).

Produksi Asus nantinya diperkirakan akan memiliki nilai ekspor 350 juta dolar Amerika pertahun dengan kapasitas produksi 2.500.000 unit pertahun.”Asus akan mempekerjakan 300 karyawan terdiri dari 250 wanita dan 50 pria,” tambah pria asal Medan ini.

Perusahaan ini kata Gusmardi akan segera beroperasi di PT Satnusa Persada milik pengusaha Batam, Abidin Hasibuan.”Asus ini juga merupakan investor ketujuh yang menggunakan jasa program Izin Investasi 3 Jam (i23J) di Batam,” katanya lagi.

BP Batam berharap industri ponsel pintar semakin berkembang di Batam sehingga mampu menunjukkan bahwa kota industri ini masih punya prospek bagus dibandingkan negara-negara lainnya untuk berinvestasi.

“Sebelum Asus, sudah ada ponsel pintar merk Sharp yang diproduksi PT Infocus Customer Internasional Indonesia dan juga beroperasi di Satnusa yang diajak Pak Abidin. Selain itu Faxconn Group. Mereka tertarik dengan kemudahan perizinan yang kita tawarkan,” ungkap Gusmardi.

Investor asal Taiwan ini difasilitasi oleh Abidin untuk mau berinvestasi di Batam. Abidin mengatakan Asus sudah lama ada beroperasi di Satnusa. Namun saat itu masih berada di bawah bendera Taiwan.”Kemudian saya lobi mereka supaya investasi di Indonesia. Mereka jadi punya badan hukum sehingga akan sangat sulit tinggalkan Indonesia,” kata Abidin.

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami (keempat dari kiri) menyerahkan delapan dokumen perizinan lewat program i23J kepada Direktur PT Asus Technology Indonesia, Benjamin didampingi pengusaha ternama Batam, Abidin Hasibuan_F Rifki

Nantinya Asus akan menggunakan salah satu gedung di Satnusa untuk bisa beroperasi. Perusahaan ini akan berfokus pada proses penyelesaian akhir atau finishing ponsel pintar.

“Satnusa yang memproduksi unit ponsel pintar dan Asus yang kemudian finishing lalu memasarkannya ke wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Abidin juga mengaku sangat suka dengan kemudahan perizinan investasi yang terdapat dalam progam i23J.”Delapan izin dalam tiga jam. Saya maunya begitu, supaya investor jangan lari,” tuturnya.

Kedepannya, ia mengutarakan akan mencoba untuk bernegosiasi dengan perusahaan industri asal Cina agar mau berinvestasi di Batam.

Sedangkan Direktur dari PT Asus Technology Indonesia, Benjamin mengungkapkan alasannya memilih Batam adalah karena Indonesia merupakan kekuatan pasar yang sangat penting menurut data yang dihimpun Asus.

“Di Satnusa kami memiliki kerjasama yang sangat dekat. Maka karena itulah kami memutuskan untuk datang kemari,” ujar Benjamin.

Ia mengungkapkan konsep Free Trade Zone (FTZ) di Batam sangat spesial. Karena kemudahan untuk melakukan ekspor dan impor dan pelayanan perizinan selama tiga jam yang dianggap sangat efisien.”Kami sudah kelilingi dunia dan mencoba segala pengurusan izinnya. Dan di Batam merupakan salah satu pengalaman terbaik kami,” cetusnya.

Untuk masalah infrastruktur, Benjamin mengatakan hal tersebut berkaitan dengan lokasi hardware dan software. Berikut juga dengan regulasi dan efisiensi dari pemerintahan.

“Gudang, pabrik dan hal umum lainnya menurut saya seluruhnya sudah baik,” pungkasnya.(leo)

Pemko Luncurkan Aplikasi Apekesah, Media Keluhan Masyarakat

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Batam, Salim menilai hingga saat ini wadah pengaduan yang disediakan Pemerintah Kota Batam belum memberikan dampak yang signifikan.

“Hal ini terlihat masih banyak warga yang mengadu di media sosial,” kata Salim, Rabu (24/5).

Menyikapi hal ini, Pemko Batam tengah menyiapkan aplikasi khusu untuk menampung seluruh aspirasi, kritikan, serta masukan dari masyarakat terhadap kebijakan Pemko Batam.

Aplikasi bernama Apekesah ini bisa diakses melalui android atau website. Melalui aplikasi ini pihaknya akan mendata seluruh keluhan yang masuk, dan akan cepat ditanggapi hingga ditemukan penyelesaian permasalahannya.

“Selama ini banyak pesan masuk langsung ke pimpinan, sehingga tidak terakomodir semua, karena banyaknya pesan yang masuk. Nah, ke depan tidak lagi, dengan aplikasi ini diharapkan penanganan bisa lebih cepat, dan masukan bisa dari generasi muda juga,” terangnya.

Salim menambahkan aplikasli Apekesah ini masih dalam tahap sosialisasi, diperkirakan Juli mendatang sudah aktiv dan bisa diakses. Melalui Apekesah seluruh lapisan masyarakat bisa menyampaikan ide untuk kemajuan Batam yang madani.

“Ini salah satu upaya dari kami untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, dan seluruh keluhan akan terecord, dan akan menjadi acuan dalam pembangunan Batam,” tutupnya.(cr17)

Batam Targetkan Rp 108,4 Miliar dari PBBKB

0
ilustrasi

batamkota.co.id – Kota Batam menargetkan Rp 108,4 miliar dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) non subsidi sepanjang tahun 2017. PBBKB ini merupakan dana bagi hasil dari Provinsi Kepri untuk masing-masing kabupaten dan kotanya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang mengatakan, 30 persen dari PBBKB masuk ke provinsi. Sementara 70 persen lainnya dibagi ke setiap kabupaten kota. Dari bagi hasil inilah, Batam mendapatkan 30 persen, atau sebesar Rp 108,4 miliar.

“Angka ini sudah diatur di pergub, Batam mendapatkan 30 persen PBBKB,” kata Sallon, Selasa (23/5).

Apakah karena jumlah kendaraan di Batam lebih banyak dibanding kabupaten dan kota lainnya di Kepri, ia mengaku tidak mengetahui. Namun yang jelas dana bagi hasil wewenangnya berada di propinsi. Sementara Kabupaten dan kota hanya menerima.

Ditambahkan Sallon, PBBKB ini nantinya masuk dalam lain-lain pendapatan yang sah pendapatan asli daerah (PAD) kota Batam.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam, Raja Azmansyah mengaku tak terlalu mengetahui terkait dana bagi hasil provinsi. Namun begitu, ia mengakui, target PBBKB Kota Batam tahun 2017 ini sebesar Rp 108,4 miliar.

“Kalau masalah dana bagi hasil provinsi itu diurus bagian keuangan Pemko Batam. Pak Malik ya,” kata Raja.

Berdasarkan realisasi anggaran Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah triwulan I kemarin diketahui PBBKB Kota Batam belum ada terealisasi. Padahal sampai akhir Maret, idealnya sudah berada diangka 21 persen atau sebesar Rp 27,1 miliar.

“Nah itu belum bisa komentari, karena wewenangnya bagian keuangan. Ada skema dari mereka,” jelas Raja singkat. (rng)

Tarif Logistik Mahal, Hambat Investasi

0
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menganggap bahwa tarif logistik yang tinggi dari Singapura ke Batam sangat menghambat pertumbuhan investasi dan alur ekspor impor di Batam.

“Untuk kapal yang membawa 100 kontainer berukuran 20 feet dari Batam ke Singapura memakan biaya 500 Dolar Singapura. Sedangkan dari Jepang, Korea dan China ke Singapura hanya 250 Dolar Singapura,” kata Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, Selasa (23/5).

Mengapa tarifnya begitu mahal. Penyebabnya adalah kapasitas pelabuhan Batuampar yang sangat kecil. Gusmardi menuturkan banyak kapal yang datang membawa puluhan ribu kontainer menuju Batam, namun tidak bisa langsung masuk ke Batuampar karena pelabuhannya hanya dapat menampung 100 kontainer, sangat jauh jika dibandingkan dengan kapasitas Pelabuhan Tanjungpriuk yang bisa menampung 8500 kontainer.

Sehingga banyak kapal tersebut berlabuh terlebih dahulu ke Singapura untuk menurukan kontainer yang kemudian dimuati ke kapal-kapal kecil agar bisa ke Pelabuhan Batuampar.

“Jika makin besar kapasitas makin turun biaya, makanya kami datang untuk memperbaiki pelabuhan,” jelasnya.

Tarif logistik mahal juga dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan (ATAK) Batam, Sunaryo. Tarif logistik sangat tinggi dan itu disebabkan karena minimnya kapasitas pelabuhan Batuampar.

“Namun disamping itu, tarif yang tinggi juga didorong oleh tarif mahal yang ada di dalam tarif jasa pelabuhan BP Batam. Disini sangat mahal, belum lagi pungutan – pungutan tak jelas,” katanya.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono juga mengatakan hal ini menjadi dilema bagi BP Batam. Sama seperti ketika ingin mengetahui apakah ayam atau telur yang ada pertama kali.

“Istilahnya seperti industri dan pelabuhan. Jika industri digedein maka tak bisa juga karena pelabuhannya kecil. Begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Makanya BP Batam mengambil langkah untuk memprioritaskan pembangunan keduanya yakni industri dan pelabuhan secara bersamaan untuk menjawab tantangan pengembangan investasi di Batam.

Ada juga dugaan lain bahwa tingginya tarif logistik Batam-Singapura merupakan permainan kartel. Hal tersebut bisa dilihat dari aktivitas lalu lintas barang di pelabuhan.

Banyak kapal yang tidak bisa merapat karena kapasitas pelabuhan Batuampar yang kecil. Sehingga untuk memperlancar usahanya, terpaksa mereka menurunkan barang di Singapura dan kemudian menggunakan jasa perusahaan shipping untuk mengantarkan kontainer-kontainernya dengan kapal kecil agar bisa berlabuh di Batuampar. Maka terjadilah monopoli harga karena tidak ada pilihan lain.

Andi mengatakan mereka tidak mengetahui mengenai hal tersebut.”Makanya kami fokus saja mengenai pengembangan pelabuhan biar bisa menampung kontainer dalam jumlah banyak,” tuturnya. (leo)

Keramba Ikan Waduk Monggak Ditertibkan

0

batampos.co.id – Tim terpadu kembali menerbitkan keramba ikan di Waduk Monggak, Rempang, Senin (22/5) hingga Selasa (23/5). Penertiban ini dilakukan dalam upaya untuk menjaga kawasan resapan air baku dari kegiatan ilegal.

“Kami melaksanakan penertiban khususnya di Dam Monggak selama dua hari terhadap bekas keramba ikan yang ada disana,” kata Kasubdit Pengamanan Aset Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nasrulliza.

Tim terpadu yang menertibkan Dam Monggak terdiri dari 180 personil yang berasal dari Ditpam BP Batam, TNI, Brimob, Polsek, Satpol PP, aparat kecamatan dan kantor air BP Batam.”Total luas wilayah yang ditertibkan mencapai 10 hektare,” tambah Nasrulliza.

Penertiban ini merupakan agenda rutin dari tim terpadu dalam rangka penertiban dan pengamanan terhadap aset-aset milik BP Batam terutama di daerah tangkapan air (DTA) seperti Waduk Duriangkang dari bangunan serta kegiatan ilegal lainnya.”Ini merupakan bagian dari upaya pelayanan memberikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” jelasnya.

Upaya penertiban ini akan terus berlanjut. Hari ini (24/5), tim terpadu akan melanjutkan penertiban ke Rindu Malam I di DTA Duriangkang.

“Karena di sana masih ada ternak babi yang dapat mencemari waduk Duriangkang,” tuturnya.

Waduk sangat penting untuk menjamin kebutuhan air masyarakat di Batam.”Untuk itu kami akan terus menjaganya dan meminta kesadaran masyarakat dalam menjaga DTA dari keramba liar dan kegiatan ilegal lainnya,” pungkasnya. (leo)

Dua Motor Kecelakaan Akibat Terobos LampuMerah

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Kecelakaan lalu lintas antara dua pengendara sepeda motor terjadi di simpang Masjid Raya Batamcenter, Rabu (24/5) siang. Dua kendaraan ini terlibat kecelakaan karena menerobos lampu merah.

Kapolsek Batamkota Kompol Arwin yang ditemui dilokasi kejadian menuturkan, kecelakaan yang melibatkan dua pengendara sepeda motor itu karena salah satu pengendara sepeda motor menerobos lampu merah sehinga menabrak pengendara lainnya.

“Saat kejadian itu sedang turun hujan yang lumayan lebat. Mungkin terburu-buru karena hujan, mereka menerobos lampu merah,” ujarnya.

Kecelakaan trsebut melibatkan sepeda motor Honda Beat yang tanpa dilengkapi dengan nomor polisi dan sepeda motor Honda Supra Fit BP 3541 EF. Arwin mengatakan, kecelakaan tersebut tidak menyebabkan para pengendara tewas.

“Pengendaranya mengalami luka dan sepeda motornya mengalami rusak. Paling parah rusaknya itu sepeda motor Beat yang tidak dilengkapi dengan nomor polisi itu,” tuturnya.

Karena mengalami luka-luka, dua pengendara langsung dibawa ke klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama dan kendaraan yang digunakan pengendara itu dievakuasi oleh polisi ke Unit Laka Lantas Polresta Barelang.

“Setelah di obati, selanjutnya mereka kita bawa ke Unit Laka Polres,” imbuhnya. (cr1)

Bukan Banjir tapi Genangan

0

Sebuah kendaraan berusaha menerobos genangan air yang meluap dijalan Duyung Batuampar, Rabu (24/5/2017). Genangan air hujan yang menggenang karena saluran pembuangan yang kecil .

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos