Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 13330

Ladies, Berikut Cara Simpan Daging yang Baik dan Benar

0
Warga sedang memilih daging di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (8/5). Harga daging beku masih normal menjelang bulan puasa Rp 80.000. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok, seperti daging sapi dan ayam potong sangat memberatkan masyarakat. Karena itu, perlu diupayakan kiat-kiat penting dalam menyimpan daging secara benar.

Universitas Gajah Mada (UGM) memberikan edukasi kepada masyarakat cara menyimpang daging dan ayam agar tetap segar.

“Menjelang hari besar keagamaan, masyarakat biasanya mendapatkan daging yang cukup melimpah. Karena itu, kiat menyimpan daging secara benar perlu dilakukan agar nutrisi di dalam daging tidak hilang dan tetap terjaga kesegarannya,” kata Kepala Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Fakultas Peternakan UGM, Jamhari, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5).

Kiat 1
Masyarakat harus mengenali daging yang baik. Sebelum menyimpan daging, ada baiknya masyarakat mengenali terlebih dahulu daging yang baik. Secara umum, daging yang sehat berwarna merah segar, tidak berlendir, dan memiliki bau khas daging. Apabila daging telah mengalami perubahan warna yang tidak semestinya, daging tersebut tidak layak dikonsumsi.

“Kalau daging berwarna gelap, bisa disebabkan ternak kurang diistirahatkan sebelum dipotong. Proses istirahat diperlukan karena akan memengaruhi warna dan keempukan daging,” jelas Jamhari.

Kiat 2
Masyarakat sebaiknya menyimpan daging dalam plastik food grade. Sebelum dimasukkan ke kulkas, disarankan daging dipotong-potong sesuai takaran konsumsi. Sehingga, ketika akan mengolah daging tidak perlu mengeluarkan semua. Daging sebaiknya dimasukkan ke dalam plastik transparan yang tergolong food grade dan hindari menyimpan daging dalam kantong plastik berwarna-warni.

“Tidak dianjurkan untuk memasukkan kembali ke dalam kulkas daging beku yang sudah dikeluarkan hingga encer. Dalam kondisi seperti ini mikrobia semakin banyak dan akan mempercepat proses pembusukan,” katanya.

Kiat 3
Masukkan dan keluarkan daging secara bertahap. Setelah hewan dipotong, akan terjadi kontraksi atau “rigor mortis” pada daging. Sebaiknya, kontraksi ini ditunggu hingga selesai kemudian daging dimasukkan ke dalam kulkas. Daging dimasukkan ke dalam kulkas secara bertahap, yaitu diletakkan di  kulkas bagian refrigerator terlebih dahulu selama 24 jam. Kemudian, pindahkan daging ke dalam freezer. Hal ini untuk menghindari temperature shock yang dapat menyebabkan daging alot.

“Ketika mengeluarkan daging dari kulkas, juga disarankan untuk dilakukan secara bertahap. Pertama, pindahkan daging dari freezer ke bagian refrigerator kulkas dan biarkan sampai mencair. Setelah itu, keluarkan daging dari bagian refrigerator dan daging dapat dimasak,” ungkapnya.

Kiat 4
Pisahkan daging dan jeroan, karena jeroan lebih cepat rusak dibandingkan daging, sehingga disarankan untuk menyimpan di freezer yang berbeda.

“Jeroan dan daging harus disimpan dalam freezer yang berbeda untuk menghindari adanya kontaminasi silang. Meskipun daging disimpan dalam wadah yang berbeda tetapi masih dalam satu freezer, akan terjadi kontaminasi silang,” terang Jamhari.

Kiat 5
Simpan daging dengan suhu yang tepat. Sebab daging yang disimpan di kulkas bagian refrigerator dapat bertahan 3-4 hari. Di dalam freezer pada temperatur di bawah -180C daging dapat bertahan hingga enam bulan dengan tidak terjadi perubahan dari sisi nutrien. Temperatur -180C, menyebabkan seluruh air di dalam daging membeku sehingga tidak dapat dimanfaatkan mikrobia untuk tumbuh.

“Dengan memerhatikan saran kami diatas tentang kiat-kiat menyimpan daging secara benar, diharapkan kesehatan masyarakat tetap terjaga. Khususnya selama berpuasa,” tutup Jamhari. (cr1/JPG)

Base Landing Sacofa Akan Dibongkar Paksa

0
Sedanau pasca kebakaran beerapa waktu lalu, masih terlihat bangunan yang hangus bersama tujuh bangunan lain. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Base landing point kabel fiber optik milik perusahaan Malaysia di Pesisir pantai Penarik Kecamatan Bunguran Selatan Natuna, bakal dibongkar paksa Pemerintah.

Hal ini tindak lanjut setelah base landing point kabel fiber optik disegel Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Natuna Raja Darmika menyatakan, upaya bongkar paksa tersebut setelah dikeluarkannya surat keputusan Direktorat jenderal perhubungan dan keputusan hasil rapat bersama Kemenko Polhukam terkait keberadaan landing stasuin fiber optik PT Sacofa di Natuna.

Keputusan tersebut kata Darmika, keberadaan base landing point kabel optik PT Sacofa dinilai melanggar perjanjian United Nations Convention on the Law of the Sea (Unclos). Perusahaan tersebut adalah milik BUMN Kerajaan Malaysia.

“Dari hasil rapat pertemuan bersama Ditjen Perhubungan laut dan Kemenko Polhukam, base landing stasiun fiber optik PT Sacofa akan dibongkar paksa dalam waktu dekat ini. Bukan hanya di Natuna, termasuk di Anambas,” sebut Darmika kemarin.

Seperti diketahui, base kabel optik PT Sacofa tidak hanya di Natuna, tetapi terdapat di Anambas. Kabel optik tersebut membantang antara Malaysia Barat dan Malaysia Timur. Melintasi Pulau Natuna dan Anambas. Sejak lama sudah dioperasikan dan mendapat izin, namun baru saat ini Pemerintah menyatakan melanggar perjanjian Unclos.

Darmika menyebutkan, upaya bongkar paksa dilakukan ini setelah Kemenko Polhukam mempersoalkan tidak adanya maaf dan komunikasi dari pihak Sacofa. Dan menyalahi perjanjian Unclos yang sudah meratifikasi menjadi undang-undang nomor 1 tahun 1983. Setiap negara memiliki hal untuk melintas negara lain baik menggelar kabel bawah laut, namun tidak untuk didaratkan, seperti base landing kabel optik di Penarik maupun di Anambas.

“Sejauh ini Kemenko polhukam sudah meminta PT Sacofa untuk mengamankan peralatannya yang berada di landing station Anambas dan Natuna,” sebut Darmika.

Sementara Pemkab Natuna kata Darmika, akan bertindak selaku penyedia peralatan yang diperlukan untuk membongkarnya. Seperti alat berat, truk angkut dan peralatan lain yang dibutuhka untuk membongkar base landing kabel optik tersebut.

“Sebenarnya keputusan Pemerintah ini perlu ditindak lanjuti pihak Sacofa dan membongkar sendiri, karena milik perusahaan dan tanggung jawabnya. Tapi berkoordinasi dengan TNI dan unit kepelabuhanan kelas III Tarempa Anambas,” ujar Darmika. (arn)

Nurdin Ajak Perangi Kemiskinan dan Kebodohan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberikan penghargaan saat peringatan hari Pendidikan Nasional, yang disejalankan dengan hari kebangkitan nasional,, Senin (22/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batampos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun menegaskan untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Kepulauan Riau. Baik pembangunan mental SDA, spiritual, ekonomi hingga infrastruktur.

Hal ini disampaikan Gubernur dalam amanatnya saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hari Pendidikan Nasional yang disejalankan dengan Hari Kebangkitan nasional tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017 di lapangan kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Senin (22/5).

Dalam amanatnya Gubernur mengatakan bahwa salah satu wujud kebangkitan bangsa adalah dengan meratanya pembangunan di berbagai sektor. Semua sektor harus terus dibangun demi meningkatkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Misalnya pembangunan di sektor Infrastruktur, dan sektor konektivitas.

“Kepri memiliki wilayah yang strategis. Maka pembangunannya juga perlu perhatian yang strategis, wilayah kita yang berupa kepualauan ini dituntut untuk memiliki infrastruktur yang memadai serta jaringan konektivitas komunikasi yang baik. Ini merupakan kebutuhan pokok yang sangat di inginkan oleh masyarakat,” ujar Gubernur.

Peringatab Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional 2017 di Kepri kali ini mengangkat tema ‘Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional’. Tema ini, lanjut Nursin pesan yang seyogyanya tidak hanya tertanam di dalam hati, namun juga segera diwujudkan melalui strategi, kebijakan, dan implementasi dalam pelayanan kita kepada masyarakat.

Dilanjutkan Nurdin bahwa Kebangkitan Nasional di wujudukan dengan kemampuan kita bangkit dalam memerangi berbagai hal, seperti kemiskinan, kebodohan, pengangguran. Tidak hanya itu ancaman dan hambatan dari luar juga patut di cermati, budaya yang tidak sesuai dengan ideologi dasar bangsa serta memerangi narkoba dan korupsi.

Tidak hanya dari segi pembangunan saja, peningkatan pendidikan juga patut terus digesa, pendidikan yang merata serta berkualitas merupakan tujuan yang harus dicapai demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kedepan untuk Pendidikan, diharapkan Kepri bisa lebih maju dan mampu berkompetisi. Karena mengubah bangsa peran nya dimulai dari para generasi muda kita, para pendidik juga perlu perhatian khusus. Maka berbagai elemen tersebut perlu ditingkatkan agar kota mampu berdaya saing dan peka terhadap perubahan dan perkembangan zaman,” ujar Nurdin.

Upacara sendiri berlangsung dengan tertib dan khidmat, pada kesempatan ini didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada Purna Bhakti pendidik se Provinsi Kepri berjumlah 15 orang, Pemberian penghargaan kepada Pendidik dan tenaga pendidikan yang telah menyelesaikan studi S3 berjumlah 7 orang serta pemberian penghargaan kepada siswa/siswi berprestasi se Provinsi Kepri baik ditingkat nasional maupun internasional yang berjumlah 25 orang.

Selesai upacara Sekretaris Dareah TS. Arif Fadillah meninjau pasar tani karya Dinas Ketahanan Pangan yang berada berdekatan di lokasi upacara. Pasar tani tersebut memajang beragam hasil panen diantarnya cabai, telur, sayur dan tanaman hijau lainnya.

Hadir juga pada kesempatan ini Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, Anggota DPRD Provinsi Kepri Teddy Jun Askara, Ketua BP3KR Huzrin Hood, OPD, Perwakilan PNS, Mahasiswa/i serta Siswa/i SD, SMP dan SMA/SMK Se-Provinsi Kepri, peserta Kapal Pemuda Kepri juga tamu undangan lainnya. (bni)

Rini Masih Cari Dukungan Menjadi Kandidat Cawagub

0

batampos.co.id – Putri Almarhum Muhammad Sani, Rini Fitrianti masih bergerak untuk mendapatkan dukungan dari partai politik (Parpol) pengusung Sani-Nurdin (Sanur). Menurut Rini, peluang dirinya untuk menjadi kandidat Cawagub masih terbuka.

“Peluang masih terbuka, tentu harus terus berjuang untuk mendapatkan dukungan dari masing-masing Parpol pengusung Sanur,” ujar Rini Fitrianti disela-sela menghadiri pengukungan Kepengurusan Pelaut Kepri di Hotel CK, Tanjungpinang, Senin (22/5).

Perempuan yang duduk sebagai Staf Khusus Gubernur tersebut mengaku tengah menjalin komunikasi politik ditingkat Pimpinan Daerah. Disinggung mengenai sudah mengerucutnya dua nama Isdianto dan Agus Wibowo. Menyikapi hal itu, Rini menegaskan keputusan tersebut masih belum final.

“Politik itu dinamis, sehingga masih ada kemungkinan yang akan terjadi. Yang penting sekarang adalah berusaha untuk mendapatkan dukungan dan melengkapi persyaratan,” paparnya.

Dikatakan Rini, kuatnya keinginan dirinya untuk menjadi Cawagub Kepri, karena masih ada secercah harapan dirinya untuk menuntaskan mimpi-mimpi orang tuanya (Muhammad Sani,red) dalam membangunan Provinsi Kepri. Disebutkannya, keinginannya ini juga sudah mendapatkan dukungan dari Ibunda, Aisyah Sani.

“Masih ada tugas yang harus dilanjutkan. Hal itulah yang menjadi motivasi kenapa saya kuat berjuang mendapatkan dukungan partai pengusung Sanur,” tutup Rini yang semakin kompak dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Sementara Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku persoalan Cawagub Kepri ia serahkan pada mekanisme dan aturan yang berlaku. Menurut Nurdin, semua Cawagub yang diusulkan partai pengusung bagus serta memiliki kemampuan dan keunggulan masing-masing.

Ditanya mengenai sosok Rini Fitrianti, Mantan Bupati Karimun tersebut menilai Rini adalah perempuan yang luar biasa. Nurdin mengaku dirinya sudah dekat dan menganggap Rini seperti adik dan saudara. Kembali ditanya, masih adakah peluang Rini untuk menjadi dua calon tetap.

“Sekarang yang sedang proses dua nama (Isdianto dan Agus Wibowo). Kita tunggulah Pansus bekerja dan apa hasilnya,” ujar Nurdin.(jpg)

Pelaku Pembunuhan Ditangkap

0
Heri, tersangka pembunuhan saat diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Senin (22/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang berhasil meringkus Heri, 26, tersangka pembunuhan pekerja seks komersial (PSK) bernama Tina Sumartini, 44, di jalan Kuantan Tanjungpinang, Sabtu (20/5) lalu.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro menerangkan setelah dilakukan pemeriksaan saksi saksi, identifikasi dan olah Tempat kejadian perkara (TKP) serta hasil visum, terdapat tanda tanda kekerasan di leher korban. Selain itu, kasus tersebut terungkap berdasarkan petunjuk dari ponsel korban yang dibawa lari oleh pelaku usai melakukan pembunuhan.
“Kami melacak ponsel milik korban yang dibawa pelaku sehingga menjadi petunjuk bagi petugas untuk melakukan penangkapan,” terang Joko.
Joko menjelaskan, pada hari naas tersebut, korban diboking oleh pelaku untuk berkencan. Saat hendak berhubungan badan di kamar kos korban, pelaku merasa tersinggung dan emosi karena ucapan korban yang mengatakan alat kelamin pelaku tidak ereksi dan impoten.
“Pelaku dalam keadaan mabuk langsung mencekik korban, disekap mulut dan hidungnya menggunakan seprai hingga meninggal dunia dan Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri,” ungkapnya.
Akibat perbuatan kejinya, pelaku yang bekerja sebagai buruh harian lepas dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara atau 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman 7 tahun penjara.
“Kami juga memasukkan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan sehingga menyebabkan kematian dengan ancaman penjara 15 tahun,” pungkas Joko.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, wanita asal Garut, Jawa Barat tersebut, ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidur didalam rumah kos milik Ani, 50, di Jalan Bintan, Kelurahan Tanjungpinang Kota, Rabu (17/5) sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat ditemukan, jasad Tina dalam posisi terlentang dengan menggunakan baju cokelat serta menggunakan celana pendek warna hitam dan terlihat wajah korban membiru serta tangan kanan memegang dada.
Informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kos yang curiga karena tidak keluar rumah untuk makan. Sebab biasanya, korban selalu makan ditempat Ani.
“Awalnya saya panggil dia (korban,red) dari luar. Tapi tak keluar-kelur dari dalam. Karena curiga saya pegang pintu kamarnya ternyata tak terkunci dan saya lihat dia seperti tertidur,”ujar Ani.
Dikatakan Ani, melihat korban tertidur. Ia pun memegang tubuh korban. Saat dipegang badan korban dingin dan terlihat pucat. “Saya langsung melaporkan ke ketua RT,” kata Ani.
Sebelum menemukan korban tak bernyawa, sambung Ani, dirinya melihat korban bersama dengan teman lelakinya keluar dari dalam kosnya, saat subuh hari.
“Waktu subuh itu saya duduk depan rumah dan saya lihat ada laki-laki masuk kedalam kos  korban. Korban juga pernah cerita ke saya bahwa dia punya penyakit maag,”ucapnya. (odi)

Pemko Batam Siapkan Anggaran Rp 4 miliar untuk Revitalisasi Puskesmas

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam akan meningkatkan pelayanan di beberapa puskesmas hinterland atau pesisir menjadi setingkat dengan pelayanan rumah sakit.

“Tahun ini kami mendapatkan dana perbatasan Rp 4 miliar dan itu akan kami gunakan untuk memperbaiki fasilitas, sehingga ke depan bisa ditingkatkan menjadi rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (22/5).

Didi mengungkapkan kebutuhan rumah sakit di daerah pesisir sangat dibutuhkan. Keberadaan puskesmas yang setara rumah sakit tentunya bisa mengurangi keterlambatan pelayanan pasien.

“Jika sudah meningkat maka membutuhkan sedikitnya 100 pegawai, sekarang kita sudah ada 40an pegawai di puskesmas pesisir,” terang Didi.

Anggaran sebesar Rp 4 miliar ini akan digunakan untuk membeli beberapa peralatan medis yang masih kurang, satu unit ambulance lengkap dengan peralatan medisnya, serta revitalisasi bangunan puskesmas.

“Tahun kemarin kami sudah beli beberapa ambulance yang ditempatkan di maindland, tahun ini hinterland,” ujarnya.

Adanya bantuan DAK ini tentunya membantu peningkatan pelayanan masyarakat hinterland, terutama masalah peralatan medis yang masih terbatas. “Kami menargetkan 3-4  puskesmas yang ada di hinterland bisa ditingkatkan pelayanannya setara dengan rumah sakit,” ungkap Didi.

Dia berharap upaya untuk memperbaiki pelayanan bisa membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat Batam. “Bertahap kami memperbaiki, dalam waktu lima tahun ini kami berharap 4 hingga 5 puskesmas bisa setara dengan rumah sakit,” tutupnya. (cr17)

Polisi Bekuk Empat Pengedar Narkoba

0
Empat tersangka pengedar narkoba digiring petugas di Mapolres Tanjungpinang, Senin (22/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Buru Sergap (Buser) Satnarkoba Polres Tanjungpinang berjaya mengamankan empat pengedar narkotika di empat lokasi berbeda. Keempat pelaku tersebut mendapatkan ancaman hukuman yang sama, 20 tahun penjara.

“Dalam kurun waktu satu bulan ini, Satnarkoba Polres Tanjungpinang sudah mengamankan empat pengedar berbagai jenis narkotika di Tanjungpinang,” ujar Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro dalam siaran persnya di Mapolres Tanjungpinang, Senin (22/5).

Kapolres yang dalam persiapan mutasi tersebut menyebutkan, tersangka pertama adalah BK pada tanggal 19 April lalu sekitar pukul 02.00 pagi. Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka berupa 21 butir narkoba jenis ekstasi, satu buah kantong plastik, dan gunting.

Kemudian pada hari yang sama di waktu yang berbeda, petugas berhasil membeku Mi. Adapun Tempat Kejadian Perkaranya (TKP) adalah Jalan Raya Dompak, Tanjungpinang sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut Joko, dari tangan tersangka barang bukti yang diamankan adalah 6 paket sabu, timbangan digital, kantong palstik, sendok kecil, bong dan satu unit handphone.

Ditegaskan Joko, atas kepemilikan barang haram tersebut, bertentangan dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni melanggar pasal 114 ayat 1 juncto pasal 112 ayat 1, dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara. Tersangka berikutnya adalah MI yang disergap di Jalan Raya Dompak pada

“Kedua tersangka masing-masing dikenakan pasal yang sama dan ancaman hukuman yang sama juga,” tegas Kapolres Joko.

Disebutkannya juga berselang dua pekan kemudian, pihaknya melakukan penggerebekan di Wisma Cahaya Pinang dan mendapati seorang tersangka FF mengantongi 6 paket sabu yang tersimpan dalam sebuah kotak kecil. Barang bukti lainnya adalah berupa alat hisap sabu atau bong, mancis, gunting, dan ponsel.

“Tersangka kita amankan pada Jumat 5 Mei lalu di dalam Wisma Cahaya Pinang sekitar pukul 12.00. Pasal 114 ayat 1 juncto pasal 112 ayat 1, dengan ancaman kurngan 20 tahun penjara,” tegasnya lagi.

Selanjutnya kata Joko, tersangka keempat adalah FA yang ditangkap di Jalan Hutan Lindung pada 15 Mei lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Dari tangan tersangka didapati dua paket sabu, lima paket ganja kering, kantong plastik, guntung, alat hisap dan ponsel. Atas pelanggaran hukum tersebut, tersangka FA dijerat pasal yang berbeda dengan tersangka lainnya.

“Tindakan melanggar hukum yang dilakukan FA bertentangan dengan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Yakni denga ancaman 20 tahun penjara,” paparnya.

Ditanya apakah sudah ada mengantongi calon tersangka lainnya atas penangkapan ini. Kapolres Joko mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan secara mendalam. Karena mereka yakin, masing-masing tersangka mendapatkan narkotika dari tangan yang berbeda.

“Saat ini sedang kita dalami, dan melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap masing-masing tersangka,” tutup Kapolres Joko.(jpg)

Film Gangster Kampung Man Resmi Dirilis

0

batampos.co.id – Film produksi anak daerah yang berjudul Gangster Kampung Man atau dalam bahasa Indonesia berarti “Gangster di Kampungku” akan segera dirilis. Launching perdana film ini akan diputar di Ball Room GGI Hotel Batam pada hari Selasa (23/5) sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengundang sejumlah pejabat yang ada di Kepri.

Film ini mengisahkan kondisi Tarempa yang saat ini mulai berubah dari yang sebelumnya masih asri, aman dan nyaman. Namun kini sudah mulai berubah dengan adanya gangster dan maraknya peredaran narkoba di tempat tersebut.

“Awalnya film ini digagas untuk menggambarkan kondisi Tarempa yang sudah mulai berubah dari dulu hingga sekarang ini, tidak ada unsur sejarah tapi murni ini adalah cerita fiktif,” ungkap inisiator film gangster Kampung Man, Sarman, Selasa (23/5).

Pembuatan film ini memakan waktu kurang lebih satu tahun. Dengan melibatkan aktor dari beberapa pihak yang berpotensi mulai dari anggota polres, pejabat atau pegawai pemkab Anambas dan sebagainya. “Untuk pemeran utamanya yakni dari kepolisian M. Taufan sebagai Man,” ungkap Sarman.

Dengan selesainya film yang diciptakan ini dirinya mengaku berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya satu film yang sudah dirilis tersebut. Karena berkat bantuan dari semua pihak film ini bisa terlaksana hingga akhirnya dapat dirilis.

“Terus terang saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak mulai dari seluruh pemain film ini, seluruh crew yang bertugas hingga pemerintah daerah yang telah mendukung terciptanya satu judul film ini,” ucapnya. (sya)

KPPD Lingga Rutin Lakukan Razia

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kabupaten Lingga, Raja Ghazali melalui Kepala Seksi Penerimaan dan Penetapan KPPD Ali Usman komit dengan menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan pencapaian penerimaan pajak baik dari sektor kendaraan maupun dari pajak air permukaan (AP) di Bunda Tanah Melayu pada tahun ini.

“Kami terus melakukan jemput bola penagihan serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar taat membayar pajak, termasuk dengan menggelar razia,” ujar Ali ketika ditemui di ruang kerjanya di Dabo Singkep, Senin (22/5) pagi.

Program tersebut diperkirakan Ali sebagai tindakan pencapaian target pendapatan pajak pada tahun ini yang dipatok sebesar Rp 3.308.087.889.

Kabar baiknya pencapaian penerimaan pajak pada triwulan pertama terbukti meningkat dibanding triwulan pertama tahun lalu. Triwulan pertama tahun ini penerimaan pajak mencapai Rp 767.561.605 sedangkan triwulan pertama tahun lalu hanya berkisar Rp 725.284.276.

Total jumlah pencapaian penerimaan pajak pada triwulan pertama tahun ini adalah total dari seluruh item penerimaan pajak tak terkecuali pembayaran denda. Namun Ali tidak dapat memungkiri penerimaan pajak juga bergabtunh pada kondisi banyak atau surutnya pengurusan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Contohnya sudah terjadi pada tahun 2016 yang penerimaan merosot drastis akibat pengurusan BBBNKB sangat minim,” ujar Ali

Pada 2015 penerimaan pajak BBNKB di KPPD Kabupaten Lingga sebesar Rp 1.048.425.000 sedangkan pada 2016 penerimaan pajak pada item BBNKB anjlok hanya sebesar Rp 875.018.300 saja. Sehingga total penerimaan pajak hingga akhir 2015 sekitar 3.180.107.588 sedangkan pada akhir 2016 penerimaan pajak keseluruhan hanya mencapai Rp 3.153.597.701.

“Intinya kami akan terus berupaya agar meningkatkan penerimaan pajak sejalan dengan kesadaran masyarakat bahwa pajak tersebut akan kembali dipergunakan untuk masyarakat,” ujar Ali.

Saat ini KPPD Lingga sedang fokus mendata alat berat yang ada di Kabupaten Lingga pasalnya, seluruh pemilik alat berat juga harus membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang ada. Kedepan, setelah pendataan selesai, item penerimaan pajak di KPPD Lingga akan bertambah. (was).

Pemkab Lingga Peringati Hari Kebangkitan Nasional

0
Sekda Kabupaten Lingga Abu Hasim membacakan amanat pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional. F Humas Pemkab Lingga untuk Batampos.

batampos.co.id – Pemkab Lingga menggelar upacara dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional ke 109 di lapangan lapangan Kantor Bupati Lingga, Senin (22/5) pagi. Dalam kegiatan itu, Sekda Kabuapten Lingga Abu Hasim selaku Inspektur upacara membacakan amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Dalam amanat tersebut, Rudiantara menginginkan agar seluruh warga negara Indonesia lebih gigih dan bertekat kuat menjaga semangat Kebangkitan Nasional agar tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa kita hari-hari ini.

Sejak 109 tahun silam ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, hingga sampai sekarang hari Kebangkitan Nasional mampu menyatukan dan menyemangati gerak seluruh elemen masyarakat sebagai satu Bangsa dan satu Negara.

“Dengan semangat kebangkitan nasional semoga dapat menepis segala halangan rintangan yang terus menjegal kemajuan Indonesia,” ujar Abu Hasim setelah memimpin upacara tersebut.

Abu Hasim juga menginginkan dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional ini menjadi poros bagi seluruh warga masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Lingga untuk mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok dan golongan.

Dengan semangat tersebut akan terwujud kemajuan pembangunan yang merata berkeadilan sosial. (wsa)