Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 13332

Walikota Batam Bicara tentang KEK, bila Itu Terjadi Ia Minta Kewenangan untuk….

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Jika pemerintah resmi menetapkan status Batam jadi KEK, Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta urusan menyangkut masyarakat termasuk tentang lahan harus dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Yang diluar KEK semua ke kami, termasuk lahan harus ke kami,” ucap Rudi kepada Batam Pos usai menghadiri acara Dharmasanti Waisak Batam di Pasifik Hotel, Minggu (21/5).

Menurutnya, keinginan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya terkait lahan selama ini tidak dikelola Pemko Batam. Walau demikian, dia mengaku persoalan tersebut tak membuat pihaknya tidak melakukan pembangunan dan melayani masyarakat.

“Pelayanan ke masyarakat selama ini sudah jalan, hanya lahan yang hari ini tak jalan,” katanya.

Sementara itu, segala urusan yang berkaitan kawasan dalam KEK, Rudi mengaku siap menyerahkan ke pihaknya yang kelak yang akan mengelola KEK atau Badan Pengusahaan (BP) Batam. Komitmen penyerahan tersebut telah dia sampaikan ke pemerintah pusat.

“Saya sudah komit ke menko (perekonomian), dia tanya kalau jadi KEK anda (saya) siap serahkan kekuasaan. Saya bilang bikin sekarangpun saya tandatangan,” katanya.

Dia berharap keputusan terkait tumpang tindih kewenangan di Batam cepat terealisasi. Untuk itu, dia melapor ke Menko Perekonomian Darmin Nasution juga Presiden Joko Widodo tentang ekonomi Batam yang tengah lesu.

“Apa kondisi ini harus bertahan terus, tidakkan kasihan rakyat menjerit. Apa tindakan menko (setelah dilapor) saya tak bisa dahului beliau, tapi saya minta tindakan lebih cepat,” harapnya.

Dia mengatakan sembari menunggu transisi menuju KEK, hal yang kini perlu diperbaiki dengan segera adalah perizinan. Agar ekonomi tetap stabil, ia meminta tak boleh ada perizinan yang mandek di semua lembaga pemerintah di Batam.

“Misal, transisi enam bulan jangan tunggu enam bulan baru yang lain jalan. Layanan di mana saja, saya tak sebut organiknya (instansi), seperti IPH itu tak boleh mandek,” ucap dia.

Dia pun mengaku tak gusar jika komposisi KEK kelak banyak, asal pihak yang ditunjuk mengelola KEK mampu. Menurutnya, semakin banyak industri menggairahkan ekonomi Batam.

“Semakin banyak KEK, semakin jalan industri, semakin suka saya. Kalau ini jalan uang kita berputar, rakyat bisa kerja. Yang penting jelas kewenangannya,” pungkasnya. (cr13)

Menelusuri Harta Bawah Laut Bawean (2)

0
Bagian mesin dan tuas pemutar masih terlihat utuh di kedalaman tujuh meter. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

batampos.co.id – Kapal karam yang berada di antara Pulau Nusa dan Pulau Cina itu sudah sering diganggu para penambang besi tua. Sebagian besar bagian kapal telah dicuri. Dari bangkai kapal yang tersisa tersebut, peneliti Balai Arkeologi Jogjakarta berupaya merangkai asal usul dan sejarah kapal.
——
Penyelaman dilakukan setelah tim menembus hujan dan ombak selama dua jam Sabtu (6/5/2017). Sesampainya di lokasi penyelaman, buoy atau bola pelampung dilemparkan sebagai penanda koordinat. Sepuluh meter dari bola berwarna oranye itu, kru perahu melempar jangkar.

Buoy itu terhubung dengan tali tambang yang diberi pemberat batu karang seukuran bola basket. Tali yang bergelantungan tersebut menjadi titik pandu para penyelam. Di sanalah titik selam sekaligus titik kembali ke permukaan.

Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul 12.30. Sinar mentari beberapa kali menghilang terhalang mendung. Karena itu, pengambilan gambar di bawah laut membutuhkan bantuan lampu senter. Tim pengambil gambar sudah menyiapkannya.

Seluruh arkeolog segera menyiapkan peralatan menyelam mereka. Tabung scubasiap dipasang dengan slang dan masker selam. Sebelum peralatan itu terpasang, para peneliti harus melakukan pemanasan ringan di atas geladak perahu yang goyang-goyang.

Ada dua tim penyelam yang terjun. Fotografer Jawa Pos Guslan Gumilang mendapat kesempatan pertama mengabadikan bagian-bagian kapal yang tersisa. Dia ditemani Ahmad Surya Ramadhan yang bertugas sebagai safety diver dan Fauzi Hendrawan sebagai teknisi. Fauzi membawa berbagai alat bantu penelitian seperti alat tulis bawah air, roll meter (meteran gulung), hingga busur skala.

Lokasi pertama yang mereka terjuni adalah dua bongkahan terbesar yang ada di tengah kapal. Terdapat mesin kapal dan dua buah boiler atau ketel uap. Tidak banyak terumbu karang yang menempel di dinding besi mesin itu. Karang-karang tersebut sudah dirusak oleh para penambang besi tua.

Madha, panggilan akrab Ramadhan, mengambil rollmeter yang dibawa Fauzi. Dia mengukur panjang mesin dan boiler kapal itu. Panjangnya mencapai 18 meter. Besinya begitu tebal sehingga para penambang tidak sempat memotongnya. Mesin tersebut terhubung dengan tuas dan propeller atau baling-baling di sisi utara.

Di sisi selatan terdapat dua bongkahan tangki boiler. Bentuknya persegi panjang dengan sisi kanan-kiri yang melengkung. Terdapat ruangan gelap di dalam boiler itu. Masing-masing boiler memiliki panjang 4,5 meter dengan lebar 3 meter. Tidak begitu jelas berapa tingginya. Sebab, beberapa bagiannya telah terbenam ke dasar laut.

Butuh Perlindungan (Grafis: Erie Dini/Jawa Pos/JawaPos.com)

Sebelum ada penambangan (yang tentu liar), banyak sekali batu karang yang tumbuh bersama anemon di sana. Ada ikan badut yang berenang di antara rumbai-rumbai anemon yang beracun itu. Ikan-ikan kecil dengan berbagai macam warna juga berseliweran mengitari terumbu karang yang tumbuh sehat. Pemandangan tersebut tidak terlihat lagi di sana.

Namun, peneliti tampaknya mulai menemukan harapan baru. Karang-karang mulai tumbuh lagi di dalam tangki boiler. Setelah tiga tahun ditinggal oleh para penambang besi, sebuah karang api (fire coral) mulai tumbuh tersembunyi.

Karang itu memiliki banyak cabang yang menjulur seperti semburan api. Terdapat sejumlah ikan kecil yang berlindung di karang yang cukup tajam tersebut. Dibutuhkan puluhan tahun agar besi-besi kapal itu kembali diselimuti terumbu karang yang sehat. Syaratnya, tidak ada lagi aktivitas penambangan di sana.

Tak jauh dari lokasi penyelaman, Fauzi tampaknya penasaran dengan bongkahan berbentuk kotak di dasar laut. Warna merah kecokelatan terlihat dari perairan hijau itu. Bongkahan kotak tersebut mulai ditumbuhi lapisan karang tipis.

Setelah diangkat, bongkahan itu ternyata batu bata. Namun, ukurannya lebih besar ketimbang batu bata yang ada saat ini. Dia menaikkan batu tersebut ke atas perahu untuk diteliti nanti.

Batu itu lalu menjadi tontonan bagi tim peneliti yang tidak ikut menyelam.

”Lho ini mirip bata yang ada di benteng Lodewijk di Mengare Gresik,” ujar Iling Khairil Anwar, arkeolog asli Bawean, secara spontan.

Pria yang juga menjabat Kasi Purbakala dan Kesejarahan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gresik itu sangat girang. Batu tersebut bisa jadi alat untuk melacak informasi tentang kapal itu. Setelah diukur, batu tersebut memiliki lebar 14 sentimeter dengan panjang 23 sentimeter. Batu bata itu tidak terlalu tebal. Hanya 4 sentimeter tingginya.

Untuk membuktikan batu itu sama dengan yang dipakai di benteng tersebut, perlu dilakukan penelitian lanjutan. Batu itu bakal diteliti di laboratorium untuk memastikan kandungannya.

’’Dari hasil laboratorium itu, bakal diketahui informasi darimana batu tersebut diproduksi. Bisa juga diketahui akan dibawa ke mana batu-batu itu,” terang alumnus Universitas Udayana tersebut.

Fauzi kembali diminta mencari batu bata lain. Saat kembali ke permukaan, dia sudah membawa bongkahan lain. Wujudnya berupa ubin marmer yang sudah pecah. Ya, hanya dua batu itulah yang ditemukan. Diduga, masih banyak muatan yang belum terekspos. Sebab, sebagian besar bagian kapal sudah terendam lumpur dan pasir.

Pertanyaan selanjutnya, akan dibawa ke mana material bangunan itu? Bila melihat lokasi baling-baling kapal di sisi utara, kapal tersebut jelas menuju ke selatan. Artinya, kapal itu hendak menuju ke Pulau Bawean.

Beban berat pada kapal jelas membuat lambung kapal lebih masuk ke air. Saat melintasi perairan dalam, tentu hal itu bukan masalah. Namun, Bawean punya banyak gugusan terumbu karang.

Nakhoda yang tidak mengetahui seluk-beluk perairan Bawean pasti tidak bisa memilih jalur mana yang lebih aman. Kapal sepanjang 70 meter lebih itu pun akhirnya tersangkut. Lambung kapal robek.

Saat membentur karang, nakhoda tampaknya berusaha memutar haluan ke barat. Akibatnya, kapal tersebut sedikit condong ke barat daya. Namun, Bawean masih jauh. Pulau Nusa dan Cina yang ada di dekat lokasi kecelakaan juga tidak berpenghuni. Tidak ada pertolongan yang datang.

Ketua tim penelitian arkeologi maritim Bawean Hery Priswanto ikut menyelam di tim kedua. Dia juga mengumpulkan foto-foto detail pecahan kapal. Dia menerangkan, informasi-informasi yang didapat akan diteliti begitu tim kembali ke Jogjakarta. Foto-foto kapal tersebut bakal ditanyakan kepada ahli perkapalan.

”Nanti kami serahkan kepada ahlinya,” jelas pria asal Surabaya itu.

Hari itu, tim kembali dengan senyum lebar. Penyelaman kali ini membuahkan hasil yang memuaskan. Esok penyelaman masih dilakukan di barat Bawean. Namun,penyelaman selanjutnya lebih berat. Mereka akan mencari kapal di laut dalam. (*/c6/dos)

Menelusuri Harta Bawah Laut Bawean (1)

0

Hery Priswanto (tiga dari kanan) melakukan briefing kepada tim peneliti arkeologi maritim Pulau Bawean 2017 akan meneliti bawah laut tentang kapal karam abad 19. Dari kiri, Heny Budi, Alifah, Khairil Anwar (kanan) dan Ahmad Surya Ramadhan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

PAGI benar tim Balai Arkeologi Jogjakarta berkumpul di Pelabuhan Gresik. Azan Subuh saja belum berkumandang pagi itu, Kamis (4/5/2017). Mengapa harus buru-buru? Toh, kapal cepat Express Bahari juga baru berangkat ke Bawean pada pukul 09.00.

Kedatangan pagi itu beralasan. Mereka harus mencuri waktu untuk memasukkan barang. Ruang bagasi kapal harus benar-benar kosong untuk mendapatkan tempat paling oke.

Sebab, bawaan seabrek. Terdapat delapan scuba set (peralatan selam) yang harus diangkut dengan dua mobil. Ada baju selam, sepatu katak, tabung oksigen beserta regulator dan slang penghubungnya. Alat-alat itu masih ditambah tas dan koper pribadi milik 12 anggota rombongan peneliti dan penyelam.

Semuanya harus dikumpulkan jadi satu. Sebab, bila ada tas yang terbawa orang, agenda ekspedisi Pulau Bawean bisa kacau. Misalnya, tabung-tabung sudah terbawa, tapi regulatornya hilang. Agenda penyelaman tak bisa terwujud. Padahal, inti perjalanan itu adalah penelitian bawah laut.

Setelah seluruh barang terkumpul di bagasi, tim itu mampir ke rumah Iling Khairil Anwar. Iling adalah arkeolog asal Bawean yang kini menjadi kepala Seksi Purbakala dan Kesejarahan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gresik. Pengetahuan Iling tentang Pulau Putri, sebutan lain Bawean, menjadi kompas bagi tim Balar.

Kapal akhirnya berangkat pukul 09.02. Hampir tidak ada satu pun kursi yang tersisa. Setelah satu jam perjalanan, Pulau Jawa dan Madura perlahan hilang dari pandangan. Yang terlihat hanya lautan. Tanpa batas. Seolah menyatu dengan angkasa di sudut-sudutnya.

Setelah tiga setengah jam berlayar, kami akhirnya menapakkan kaki di Bawean. Pulau Seribu Bukit itu diselimuti mendung. Awan kelabu menutupi puncak-puncak bukit nan hijau tersebut. Tim balar berharap cuaca ganas tidak menemani selama penelitian.

Di pinggir dermaga, sinar mentari masih sedikit menyinari. Sudah banyak buruh angkut yang menunggu di dermaga. Mereka sudah dipesan penduduk asli Bawean yang pulang kampung.

Cara Sampai ke Bawean (Grafis: Erie Dini/Jawa Pos/JawaPos.com)

Untung, tim balar sudah menyewa mobil jauh-jauh hari. Bila tidak, perjalanan 5 kilometer menuju penginapan harus ditempuh dengan jalan kaki.

Saking banyaknya barang, mobil pengangkut harus dua kali bolak-balik. Setelah itu, giliran orang-orangnya yang diangkut.

Namun, mobil tidak langsung bertolak ke utara, menuju penginapan Bahagia di dekat Alun-Alun Bawean, tempat tinggal kami.

Kami terus saja ke timur menuju pesanggrahan milik Pemkab Gresik. Sudah ada jamuan makanan laut yang melimpah di gedung peninggalan Belanda tersebut. Cumi-cumi, cakalang asap, sup kepala ikan, dan sambal udang. Cocok dengan perut yang sudah minta diisi. Menu itu pun nyaris tak bersisa. Terlebih, hidangan tersebut dilengkapi minuman dingin gula aren khas Bawean.

Tiga puluh menit setelah mengisi perut, tim langsung melakukan rapat koordinasi. Rapat dilakukan di ruang belakang pesanggrahan.

***

Hery Priswanto adalah ketua penelitian arkeologi maritim Pulau Bawean. Karena itu, dia sudah tidak asing lagi dengan pulau yang berjarak 120 kilometer di utara Gresik tersebut. Sudah tiga kali dia menyambangi Pulau Putri.

Proyek jangka panjang itu dirintisnya sejak 2015 hingga 2019. Tahun lalu peneliti mendapatkan hasil signifikan. Ada satu kapal yang ditemukan di dasar laut, di timur Bawean.

Kapal itu ditemukan di antara Pulau Gili dan Pulau Nusa. Selain itu, ditemukan sebaran keramik asing di sejumlah desa. Mulai di Sawah Mulya, Sungai Rujing, Pudakit, Kumalasa, Gunung Teguh, Sidogedungbatu, Teluk Dalam, dan Kepuh Teluk. Nah, penelitian kali ini mendalami temuan sebelumnya.

Namun, beberapa anggota tim terbilang baru. Meski begitu, ilmu mereka mumpuni. Punya pemahaman khusus di masing-masing bidang ilmu.

Wakil Kepala Balar Jogjakarta Tri Marhaeni punya keahlian tentang keramik kuno. Ada juga Alifah, anggota tim yang ahli di bidang arkeologi prasejarah. Dia adalah pakar zaman batu. Pakar tentang zaman batu. Bukan pakar dari zaman batu, hehehe… Dan, peranti purba itu juga ditemukan di Bawean.

Heny Budi, peneliti Institut Teknologi Yogyakarta (INY) jurusan teknik kelautan, juga turun tangan. Dia bertugas mengidentifikasi karakter terumbu karang, jenisnya, hingga biota laut yang hidup di ekosistem tersebut.

”Karang masif itu karang yang berbahaya bagi kapal. Apa di sini banyak karang jenis itu?” tanya Heny kepada Hery yang sedang menjelaskan peta Bawean. ”Nanti bisa lihat sendiri saat survei lapangan, Mbak,” jawab Hery.

Pria asal Surabaya itu menerangkan rute penelitian dari Bawean bagian barat. Tepatnya, di dekat Pulau Cina dan Pulau Nusa. Di sana ada sisa bangkai kapal yang ditemukan tahun lalu. Pecahan kapal tersebut membentuk serpihan yang memanjang hingga 72 meter. Tapi, sisa kapal apa itu? Entah. Masih belum teridentifikasi.

Nah, tugas tim penelitian adalah menentukan jenis dan asal kapal. ”Nanti tim merekam data fisik, bentuk, dan karakter tinggalan arkeologi bawah air di sana,” ujar Hery. Jarinya bergerak menunjuk titik penyelaman di peta Bawean yang tertempel di dinding pesanggrahan.

Sementara itu, di sisi timur Pulau Bawean terdapat kapal karam yang teridentifikasi sebagai SS (steam ship) Bengal. Bangkai kapal uap tersebut ditemukan dua tahun lalu.

Menurut catatan Dictionary of Disaster at the Sea during the Age of Steam karya Charles Hocking, pada 1969, terdapat empat kapal yang tenggelam di perairan Bawean. Selain SS Bengal, terdapat kapal Janbi Maru, Langkoeas, dan Leeds City. Tiga terakhir tidak diketahui keberadaannya.

”Kapal-kapal itu masih misteri,” ujar alumnus Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Posisi kapal-kapal tersebut sejatinya sudah diincar dengan memakai titik koordinat. Dan itu rahasia. Tujuannya, tidak ada pencuri yang memanfaatkan data tersebut untuk menggarong bangkai kapal.

Namun, titik tersebut bisa saja meleset. Karena itu, penyelaman tersebut juga dibantu para nelayan Bawean yang mengantar kami.

Hampir di seluruh kawasan Bawean memang ada kapal yang tenggelam. Usianya sudah tua banget. Ada yang menghuni dasar lautan selama seabad lebih. Sebab, banyak kapal yang karam pada era 1800-an. Saat Belanda menjadikan Bawean sebagai pangkalan laut. Semakin tinggi lalu lintas laut, kemungkinan kapal karam juga kian tinggi.

Bawean memegang peran penting dalam jalur pelayaran masa lalu. Bukan karena kekayaan alamnya yang bisa diperjualbelikan. Melainkan letaknya yang strategis sebagai tempat transit pelayaran masa lalu. Tidak mengherankan, pulau kecil itu diperebutkan sejak zaman Majapahit.

Banyak sisa perdagangan masa lalu. Salah satunya fragmen keramik dari Dinasti Ming dan Qing yang berserakan di Teluk Diponggo. Diduga, pecahan keramik itu berasal dari kapal karam yang berada tak jauh dari bibir pantai.

Namun, harta yang dikuak memang masih banyak. Berserak di dalam lautan. Menunggu dikunjungi, menanti dilestarikan… (Salman Muhiddin/c6/dos)

Suplai Premium Turun 100 KL Per Hari

0
Ilustrasi dokumen jpnn

batampos.co.id – Penyaluran rata-rata harian premium di Batam yang sebelumnya 450 kilo liter (KL) perhari, kini tiba-tiba turun jadi 350 KL perhari. Officer Communication & Relations Pertamina Sumbagut, Arya Yusa Dwicandra menyebutkan tren tersebut terjadi sejak seminggu terakhir.

“Kalau mau tahu berapa potretnya sekarang ya segitu, perminggu ini (penyalurannya turun),” kata Arya, saat dikonfirmasi Sabtu (20/5).

Ia mengatakan, semenjak premium tidak lagi disubsidi perubahan suplai premium merujuk pada permintaan atau kebutuhan premium, semakin tinggi permintaan semakin tinggi juga pertamina menyalurkan premium. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya sebelum disubsidi premium masih ditentukan kuotanya.

“Sistem bukan seperti dulu waktu subsidi yang pakai kuota, sekarang berapa demand-nya segitulah yang kita supply. Misalkan hari ini Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) minta sekian, kita kirim (yang sesuai),” terang dia.

Menurutnya, dengan mekanisme yang demikian, jumlah penyaluran premium pada suatu kondisi bukan hal yang mutlak. Artinya sewaktu-waktu akan berubah sesuai dengan permintaan pasar. “Penyaluran kita potretnya mingguan, artinya naik turun itu bukan berarti potret tahunan. Waktu 450 KL disampaikan saat tingginya kebutuhan premium. Jadi nggak bisa dibanding dengan tahun lalu berapa atau beberapa waktu lalu,” papar dia.

Ke depan, angka penyaluran pun demikian akan berubah sesuai dengan kebutuhan. Arya mencontohkan, penurunan akan terjadi seperti menjelang ramadan sekarang. Ini merupakan tren rutin tahunan. “Nanti naik lagi H-3 hingga H+4, ini puncaknya penyaluran,” terangnya.

Ditanya, apakah ada penurunan suplai premium seiring desas desus premium dihapus, Arya menolak berkomentar banyak, pasalnya yang punya wewenang terkait hal tersebut merupakan ranahnya pemerintah dalam hal ini Kementrian energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Yang pasti sesuai dengan Peraturan Presiden 191 tahun 2014 premium masih tetap ada karena jenis bahan bakar ini merupakan penugasan pemerintah, walau tidak disubsidi lagi,” kata dia, Jumat (19/5).

Arya menambahkan, kini angka penyaluran premium juga masih tinggi banding pertalite. Jika premium 350 KL perhari, pertalite yakni 265 KL perhari. ” Kalau mau dihapus? buktinya sekarang penyaluran premium masih diatas pertalite,” ucapnya.

Dia mengatakan, kekosongan premium yang kerap terjadi di beberapa SPBU di Batam selama ini disebabkan karena arus distribusi yang terhambat. Mengingat Kepri tempat Batam berada merupakan daerah kepulauan. “Ini kendala utamanya, mau tak mau kapal harus jadi transportasi utama,” imbuhnya. (cr13)

Polisi Tangkap Pencuri Ponsel di Warnet

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang pemuda harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran mencuri ponsel di warnet Style 2, Kamis (4/5) lalu. Tersangka adalah Piromli alias Romli, 37 warga Perumahan Karisma, Sagulung.

“Pelaku berhasil ditangkap pada malam yang sama saat dia melakukan pencurian,” ujar Kapolresta Barelang AKBP Hengki.

Tersangka mencuri sebuah ponsel milik salah seorang pengunjung warnet, Teguh Arda Cahyono. Awalnya tersangka mendatangi warnet sebagai seorang konsumen untuk bermain game. Sedangkan korban berada tepat di depan korban.

“Pelaku tiba-tiba datang dari arah depan dan mengambil hape korban dan mengancam korban dengan pisau,” kata Hengki.

Korban yang ketakutan karena mendapatkan ancaman itu, kemudian menyerahkan ponsel miliknya dan pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor. Korban dan beberapa pengunjung lainnya sempat mencoba mengejar tersangka namun tidak berhasil. Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Sagulung.

“Setelah mendapatkan laporan itu, kemudian kita lakukan penyelidikan dan pelaku berhasil kita tangkap tidak lama setelah kejadian,” ucapnya.

Setelah diamankan polisi, tersangka mengaku jika uang hasil penjualan ponsel itu digunakannya untuk keperluannya sehari-hari dan membayar hutang. Ia mengaku telah mencoba untuk meminjam uang kepada teman-temannya, namun uang itu tidak kunjung ia dapatkan.

“Selama ini saya tidak bekerja. Sebelumnya saya kerja kuli bangunan, tapi uangnya tidak cukup untuk makan,” akunya.

Atas perbuartannya, Piromli dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 9 tahun penjara. (cr1)

Polisi Bekuk Tiga Pelaku Perampokan

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji membekuk tiga perampok yang beraksi di jalan raya depan kawasan Bintang Industri III, Batuaji, Sabtu (15/4) lalu. Mereka adalah Hamsa Gosi, 34, Rasiman, 28 dan Doni Abdi, 20. Satu rekan mereka lainnya, Fuad telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki menjelaskan kronologis kejadian ini bermula pada saat korban, Risa Bionia melewati jalan raya depan pintu tiga Bintang Industri bersama dengan rekannya Diva. Kemudian, dua dari orang pelaku langsung memepet sepeda motor korban dan menghentikan korban.

“Saat itu, pelaku langsung menarik kunci sepeda motor korban. Posisinya, pada saat kejadian jalanan sedang sepi,” ujar Hengki.

Setelah mencabut kunci sepeda motor korban, kemudian salah satu pelaku turun dari sepeda motornya dan mendorong sepeda motor korban ke tempat yang sepi. Disana, pelaku mengancam akan membunuh korban dan teman prianya, jika tidak menuruti permintaan pelaku.

“Korban juga diancam diperkosa dan membunuh pacarnya jika berusaha melawan. Pelak mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam,” ucap Hengki.

Mendapati ancaman itu, korban dan rekannya Diva yang ketakutan karena mendapatkan ancaman, kemudian mereka menyerahkan ponsel miliknya masing-masing kepada pelaku. Akibat kejadian ini, kedua korban mengadu ke Polsek Batuaji karena mengalami kerugian sebesar Rp. 4 juta.

“Setelah mendapatkan laporan, kemudian Unit Opsnal melakukan penyelidikan ke tempat pertemuan dengan pelaku apabila hendak melakukan aksinya. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku berhasil kita tangkap pada Selasa tanggal 9 Mei kemarin,” tuturnya.

Pada penangkapan pertama itu, Unit Opsnal berhasil mengamankan Hamsa Gosi dari rumahnya di Perumahan Marina View Batuaji. Dari rumah pelaku, polisi berhasil mengamankan ponsel merek iPhone tipe 5S milik korban Diva.

“Kemudian, langsung kami interogasi tergadap pelaku Hamsda ini. Dari keterangannya, pada malam itu mereka beraksi sebanyak empat orang,” ucapnya.

Dari keterangan Hamsa, Unit Opsnal Polsek Batuaji kembali melakukan penyelidikan dan menangkap dua orang rekan Hamsa di rumah mereka masing-masing yang berada di Perumahan Kota Mas, Batuaji yakni Rasiman dan Doni Abdi ditangkap di kawasan punggur.

“Kita masih mencari satu rekan mereka lagi yang masih belum tertangkap. Dari introgasi terhadap pelaku, mereka telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali di kawasan yang sama,” kata Hengki.

Hengki menambahkan, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekeeeeersan dan diancam selama 9 tahun penjara. (cr1)

BPR Dana Nusantara Perkenalkan ATM

0

batampos.co.id – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Nusantara menggelar fun riding, Minggu (21/5) pagi. Kegiatan ini dikuti 193 peserta dari berbagai komunitas, dan para nasabah BPR Dana Nusantara.

Presiden Direktur BPR Dana Nusantara, Winoto Sumitro mengatakan kegiatan ini dalam rangka memperingati ulang tahun BPR Dana Nusantara ke-15, sekaligus hari kebangkitan nasional.

“Dalam fun riding ini kita juga ingin memperkenalkan jaringan kantor kita dan ATMnya. Karena BPR Dana Nusantara merupakan yang pertama hadir di Batam,” ujar Winoto di lokasi usai acara pembukaan.

Fun Riding ini mengambil start di Kepri Mall dan dibuka langsung oleh Walikota Batam, M Rudi, Presiden Direktur BPR Dana Nusantara, Winoto Sumitro, dan Ketua Ikatan Motor Inonesia (IMI) Kepri, Usep RS.

Setiap peserta akan melalui rute sejauh 110 kilometer atau terdiri dari 26 pos yang terdapat ATM BPR Dana Nusantara. Kemudian peserta akan kembali ke Kepri Mall sebagai garis finishnya. “Peserta dibagi dua etape. Kita langsung gandeng IMI untuk tim penilaiannya,” kata Winoto.

Untuk kegiatan fun riding ini, BPR Dana Nusantara mempersiapkan hadiah dengan total Rp 23 juta. Diantaranya untuk juara I Rp 8 juta, juara II Rp 5 juta, juara III Rp 2 juta serta juara hiburan untuk 30 peserta.

Selain menggelar fun riding, peringatan ulang tahun ini dimeriahkan dengan acara indoor di Kepri Mall. Seperti lomba mewarnai untuk anak sekloah, stand up comedy, serta cheerleader.

“Pada malam harin akan ada pelepasan dua ratus lampion. Pelepasan ini sebagai harapan kita ke depannya agar lebih baik,” tutur Winoto.

Winoto menambahkan BPR Dana Nusantara hadir dengan memberikan kemudahan kepada nasabahnya. Diantaranya peminjaman hingga milyaran rupiah dengan proses yang cepat dan murah. Pihaknya juga menerima jaminan, baik dari tanah kavling, rumah ruko, gudang, dan kendaraan.

“Untuk tabungan juga tersedia berbagai produk dengan bunga tinggi setara dengan bunga deposito. Sedangkan penarikan dan transfer sudah gampang, karena tersedia kartu ATM yang bisa digunakan kapanpun dan dimana saja,” paparnya.

Sementara itu, Ketua IMI Kepri, Usep RS menyambut baik kegiatan ini. Menurut dia, kegiatan ini sebagai bentuk pendorong tertib berlalulintas.

“Kegiatan ini juga sebagai pemanasan Kejurnas bulan Oktober mendatang,” katanya. (opi)

PK Golkar Sekupang Gelar Baksos di Panti Asuhan

0

batampos.co.id – Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Sekupang bersama Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kota Batam melaksanakan bakti sosial di Panti Asuhan Istana Yatim Al Jufri, Minggu (21/5).

Ketua Golkar Kecamatan Sekupang, Ir. Syarifudin mengatakan, kegiatan bakti sosial berupa bantuan  sembako ini diharap bisa membantu kebutuhan anak panti asuhan terutama dalam menghadapi momen penting, menyambut bulan suci ramadhan tahun ini.

“Dengan bantuan ini, kita sangat berharap saling berbagi dan bisa meringankan beban mereka selama bulan suci ramadhan ini,” kata Syarifudin.

Menurut dia, bantuan ini disponsori oleh rekan-rekan Partai Golkar PK Sekupang dan KPPG Batam. Di dalam kegiatan ini, PK Sekupang turut mendapat dukungan penuh dari Ketua DPD Golkar Batam, Ruslan Ali Wasyim.SH “Pak Ruslan sangat mensuport. Beliau selalu memberikan arahan yang membangun motivasi para kader untuk bergerak dan berbuat baik pada masyarakat. Golkar adalah suara rakyat,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bakal berkelanjutan. PK Sekupang akan mengunjungi setiap panti asuhan yang berada di wilayah Sekupang. Bakti sosial kali ini adalah yang kedua kali dilakukan PK Golkar Sekupang, sebelumnya telah memberikan sembako kepada sebagian masyarakat yang berada di sekitaran kawasan industri Sekupang. “Selain politik, Golkar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dalam kegiatan ini kami juga didukung senior kami di wilayah Sekupang yang juga wakil I Ketua DPRD Kota Batam, Bapak Zainal Abidin,” kata Syarifudin.

“Beliau selalu berpesan agar selalu mendekatkan diri dengan masyarakat dan selalu berkunjung kepada masyarakat untuk silaturahmi,” tambahnya.

Sekretaris PK Golkar Sekupang, Isrullah menambahkan, kegiatan ini akan terus dilakukan di panti-panti asuhan lainnya. Ia berharap dengan kegiatan ini bisa membantu sesama dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. “Kita berharap momen bulan suci ramadhan menjadi ajang kepedulian terutama dalam berbagi dengan anak-anak yang ada di panti asuhan,” tuturnya.

Ketua KPPG Batam, Nina mengaku selain baksos ke depannya Partai berlambang beringin tersebut bakal mengadakan kegiatan sosial lainnya seperti pembagian takjil buka puasa dan pelatihan keterampilan dari bahan daur ulang bagi ibu-ibu. “Kita lakukan mobile. Sehingga ibu-ibu di Batam memiliki keterampilan yang memiliki nilai ekonomis sehingga bisa membantu ekonomi keluarga,” tuturnya. (rng)

Perbarindo Gelar Hari BPR- BPRS Nasional

0
Ribuan peserta mengikuti jalan santai 5K BPR-BPPRS di New Coastarina, Batamcentre, sat acara BPR-BPRS Nasinal, Minggu (21/5). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Kepulauan Riau menggelar acara bertema “BPR – BPRS Bangkit, 100 Persen Indonesia” di New Costarina, Minggu (21/5).

Berbagai acara digelar seperti jalan santai, hingga pengundian lucky draw dengan hadiah utama dua sepeda santai.

Kepala DPD Perbarindo Kepri, Riswandhi Ismail mengatakan kehadiran BPR- BPRS di Indonesia, khususnya Kepri turut berperan serta dalam meningkatkan pembangunan di Kepri.

“Saat ini sudah ada sedikitnya 40 lebih BPR- BPRS yang tergabung di Perbarindo Kepri, dengan capaian aset mencapai 5.8 triliun,” kata Riswandhi usai membuka acara jalan santai 5K di New Costarina.

Hari BPR Nasional bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat umum, regulator dan pemerintah terhadap keberadaan BPR- BPRS di Kepri. Selain itu juga memperkuat branding posist di mata masyarakat, serta mendorong masyarakat dalam menggunakan jasa BPR- BPRS.

“Semua mudah, ayok manfaatkan layanan kami ini, terutama bagi pelaku usaha UKM, selain itu mereka juga bisa menabung di BPR -BPRS,” terang pria berkacamata ini.

Dia berharap lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan jasa BPR- BPRS dalam transaksi perbankan mereka.

Sementara itu, Kepala OJK Kepri, Uzersyah mengatakan perkembangan BPR- BPRS di Kepri cukup baik, hingga saat ini belum ada BPR- BPRS yang bermasalah atau ditutup.

“Alhamdulillah masih sehat, dan memiliki capaian aset cukup baik yakni Rp 5.8 triliun,” kata dia.

Ke depan dia berharap akan ada perkembangan dan inovasi terbaru dari Perbarindo untuk memajukan BPR- BPRS di Kepri.

“Semakin baik dan memudahkab nasabah dalam menggunakan jasa mereka,” harapnya. (cr17)

Pollywood Resmi Beroperasi di Batam

0

batampos.co.id  – PT Pollywood Internasional Indonesia menggelar peresmian kantor di Ruko Nagoya Hill, Sabtu (21/5). Acara ini sekaligus tanda dibukanya perusahaan yang bergerak di bidang konsultan dan proyek penghijauan buatan di Batam.

CEO Pollywood sd.bhd, Rex Wong mengatakan Pollywood telah memiliki perusahaan lebih dari 70 negara di dunia dan saat ini hadir di Batam, Indonesia. Terpilihnya Batam karena letaknya yang strategis dan berdekatan dengan negara tetangga.

“Perusahaan kami memberikan solusi perubahan iklim melalui investasi pengurangan karbon,” kata Rex Wong.

Masyarakat diajak untuk turut menjaga lingkungan namun juga bisa berinvestasi dan mendapatkan keuntungan dari Pollywood ini.

“Menanam pohon dan mendapatkan keuntungan,” sebut dia.

Sementara itu, Direktur Utama Nashruddin mengatakan saat ini Pollywood telah dibuka di beberapa negara diantaranya Cina, Thailand, Laos, Filifina, India, dan sekaran di Batam, Indonesia.

Bersama Pollywood masyarakat bisa menanamkan investasi dalam bentuk penanaman pohon, dimana nanti pohon akan tumbuh memiliki nilai ekonomis dan dijual ke luar negeri.

Saat ini pihaknya tengah mencari lahan yang akan digunakan sebagai lokasi penanaman pohon jenis poliana.

“Begitu lahan dapat, kami akan langsung tanam pohonnya, dan masyarakat bisa ikut bergabung,” kata dia.

Begitu banyak manfaat yang akan didapatkan jika bergabung bersama Pollywood, selain menjaga lingkungan melalui penghijauan, member juga bisa meraih keuntungan dalam waktu yang tidak lama.

“Pohon yang kami akan tanam memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam mengendalikan lingkungan yang diakibatkan pemanasan global,” terangnya.

Dia berharap ini kesempatan ini bisa memberikan dampak yang sangat bagus bagi masyarakata Batam.(cr17)