Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di kawasan Bono. Yang terkenal dengan ombak yang biasa dipakai untuk surfing itu.
Pemerintah Provinsi Riau pun merespon dengan membenahi akses menuju Bono, sebagai destinasi pariwisata andalan Bumi Lancang Kuning.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Riau Fahmizal mengatakan, pihaknya kembali akan membuat atraksi Bekudo Bono pada November mendatang.
“Yang menjadi magnet pariwisata Riau itu kan Bono. Bulan Maret lalu kami sudah bikin atraksinya, Bekudo Bono. Nanti rencana November kami adakan lagi,” ujar Fahmizal saat dihubungi pada Senin (8/5).
Selain menyiapkan event, pemerintah daerah didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga terus membenahi akses jalan menuju kawasan Bono, di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Perbaikan jalan tersebut juga telah diusulkan kelanjutannya pada 2018, baik di APBD maupun APBN. Setidaknya, sudah lebih Rp 170 miliar alokasi APBD maupun APBN untuk memperbaiki jalan menuju Bono.
“Akses jalan ini menjadi tantangan yang kami pikirkan bersama, sebagai bentuk keseriusan pemerintah mendorong Bono menjadi destinasi unggulan. Dan Pak Menpar mengarahkan Bono menjadi KEK Pariwisata,” jelas dia.
Selain Bono, Pemprov Riau juga memiliki atraksi pariwisata lainnya seperti Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi, dan Pacu Jalur di Kuantan Singingi. Dengan fokus pada ketika event itu, dia berharap kunjungan wisatawan mancanegara ke Riau terus meningkat.
“Alhamdulillah dua tahun terakhir tren kunjungan wisman ke Riau sudah meningkat terus. Ini merupakan satu stimulan bagi kami untuk lebih semangat lagi,” tambahnya.
Menpar Arief Yahya senang mendengar keseriusan Pemprov Riau dalam membangun akses ke destinasi pariwisata. Pengembangan destinasi pariwisata itu rumusnya 3A, atraksi, akses dan amenitas. “Bono sebagai atraksi sudah mendunia. Akses dan amenitas harus juga dibangun, agar bisa berkembang,” ungkap Menteri Arief. (*)
Anda sudah pernah berwisata ke pulau tropis terindah se-Asia versi CNN? Nominator Hidden Paradise versi Pesona Indonesia? Ingin menyaksikan festival keren di sana? Bila iya, segera kosongkan jadwal Anda pada 11-13 Mei 2017. Ada Festival Padang Melang 2017 yang siap digelar di sana.
“Silahkan ke Anambas. Surga kecil di barat Indonesia. Ada Festival Padang Melang pada 11-13 Mei 2017,” tutur Buralimar, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Senin (6/5).
Buralimar sangat yakin agenda ini akan memikat banyak wisatawan. Maklum, agendanya digelar di pulau tropis terindah se-Asia versi CNN. Penilaiannya dilakukan dengan sangat detil. Dilakukan superserius dengan melibatkan Herman Ho, managing editor Boath Asia 2012 dan Stuart McDonald yang merupakan pendiri dan editor travelfish.org.
Hasilnya? Pesona keindahan alam Anambas dinilai terbaik di Asia. Posisinya ada di atas Koh Cang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Teluk Halong (Vietnam), dan Similand Islands (Thailand). “Bahkan menurut Peter Michael Timmer, seorang berkebangsaan Amerika yang juga pemilik PT. Tembesu Development, Laguna Pulau Bawah adalah salah satu yang terbaik di dunia. Levelnya sekelas Bora-Bora di Tahiti. Kebetulan Peter sudah berpengalaman mengunjungi banyak Laguna di dunia,” tambah Buralimar.
Dua pengakuan dari CNN dan Peter Michael Timmer itu memang sangat beralasan. Pertama, coastal zone atau wisata bentang pantai Anambas sangat oke. Anambas memiliki banyak pulau dengan hamparan pasir putih yang indah. Kedua, under water atau wisata bawah laut yang menjadi obyek wisata selam atau diving dan snorkeling yang keren. Semua sudah kelas dunia. Bump Head Fish, Napoleon, beberapa jenis Manta, dan Whale Shark, ada di sana.
Pecinta big fish, bisa langsung menuju area koral terluar yang berarus kuat. Sedangkan bagi para diver yang berminat menyelam di malam hari, dan menyukai macro photography, bisa mengarahkan pandangan ke lokasi yang sangat dekat dari penginapan hotel.
Satunya lagi, sea zone atau wisata antarpulau yang superkeren. Itu juga bada di Anambas. Di sini para yachters bisa dengan mudah berlayar dari satu pulau ke pulau yang lain. “Anambas punya 238 pulau dengan pantai dan pasir putih yang sangat cantik. Beberapa pulau di antaranya juga terkenal sebagai habitat penyu. Selain itu Anambas juga punya Pulau Bawahn yang terkenal dengan Lagunanya. Airnya berwarna biru jernih. Pemandangan di dasar laguna termasuk ikan-ikan dapat terlihat jelas dari permukaan air,” ungkap Buralimar.
Dengan sejumlah fakta tadi, Buralimar mengaku sangat pede bisa menggiring 5000 wisatawan untuk menyaksikan Festival Padang Melang 2017. Apalagi, lokasi Anambas sangat strategis. Lokasinya yang menjorok ke utara arah Laut Cina Selatan, sangat dekat dengan Pahang dan Terengganu di Malaysia. Jika dibuat direct flight, Anambas juga dekat dengan Ho Chi Minh-Vietnam, Bangkok-Thailand, Kamboja, Laos, dan kota-kota di Semenanjung Malaysia. “Targetnya 5000 wisatawan,” tandas Buralimar.
Yang penasaran, ingin menyimak, silakan ke Anambas, 11-13 Mei nanti. Acaranya dimulai pada libur panjang Nasional. Di tengah puncak bulan purnama, even ini akan akan dimeriahkan dengan pesta Lampion Terbang dan ditutup dengan malam hiburan artis Ibukota. “Acara juga akan diisi dengan berbagai perlombaan olahraga pantai seperti lomba kano, jongkong dan lopek, renang, volly pantai serta permainan rakyat lainnya,” timpal Kadisparbud Anambas, Iwan K Roni.
Selain itu, ada juga Pameran Rumah Budaya, Parade Panggung Budaya, Bazar Kuliner, oleh-oleh dan kerajinan UKM, Pagelaran Kemilau Batik Cual serta Tour de Jemaja Island. Di Tour de Jemaja Island, pengunjung akan dimanjakan dengan kesejukan air terjun Neraja dan Air Biru, ketenangan area persawahan Bukit Padi, keindahan pantai Kusik dan Padang Melang, pesona terumbu karang pulau Ayam, pulau Blusan, pulau Merbak, serta wisata sejarah peninggalan perkampungan Vietnam di pulau Kuku dan pulau Nguan.
“Nanti juga akan digelar Pementasan Tari Gubang, yang melibatkan pemakaian 1000 Topeng Gubang. Di samping itu akan ada pemecahan Rekor MURI untuk pelepasan 5000 ekor Tukik (anak penyu),” tambah Iwan.
Anambas yang ada di Kepri juga terlihat istimewa di mata Menpar Arief Yahya. Arah Kepri ke depan, menurutnya, harus ke pariwisata. Ini inline dengan apa yang dimaui Presiden Joko Widodo akan core economy bangsa Indonesia ke depan.
“Pak Presiden sudah menetapkan DNA Indonesia yang bisa bersaing di global level hanya ada di pariwisata! Paling enak, paling mudah, ikut sama arah yang sedang dituju Presiden, karena pasti sejalan,” ujar Menpar Arief Yahya.
Dan kebetulan, Kepri sudah punya modal kuat. Saat ini Kepri top 3 wisman terbesar di Indonesia dengan persentase 20%, setelah Bali 40% dan Jakarta 30%. Selain itu, Kepri juga sudah ditetapkan sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Satunya lagi, Kepri juga masuk dalam program crossborder.
“Jadi ini sudah tepat. Mengelar event besar di Anambas yang notabene merupakan pulau tropis terindah se-Asia versi CNN. Setelah arah dipastikan, kerahkan seluruh sumberdaya manusia dan budgeting menuju ke arah tersebut,” paparnya. (*)
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian -F Cecep Mulyana
batampos.co.id – Selain penangkapan Kastaker Pelabuhan Batumpar ini. Polda Kepri sebelumnya sudah menangani sebanyak 15 kasus pungli denganb 24 tersangka dan barang bukti uang sebanyak Rp 135 juta. “Kasus yang kami tangani ini, baik di Polres, Polresta maupun langsung ditangai Polda Kepri,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, kemarin.
Ia menjabarkan kasus-kasus pungli yang ditangani Polda kepri yakni pada Kamis 10 Oktober 2016 Tim Saber Pungli Polda Kepri mengamankan dua orang di Ruko Botania Batam. Keduanya meminta sejumlah uang kepada calon TKI yang akan dikirimkan ke Malaysia. Lalu tak berapa laam, pada selasa 17 Oktober 2016, pihaknya mengamanakan dua orang tersangka terkait pungli di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Pada 5 Desember 2016, pihak kepolisian mengamankan dua orang di Green Land Batam. Keduanya meminta sejumlah uang pada seorang pengusaha Batam. Pihak kepolisian pada 17 Februari 2017 mengamankan dua orang tersangka, atas kasus pungli pasar bintan center. Keduanya merupakan pegawai BUMD Tanjungpinang.
Tak hanya luar kepolisian saja, Sam mengatakan pihaknya juga mengamankan oknum polisi yang meminta pungli kemasyarakat. “Pada 13 Oktober 2017, kami amankan satu orang (oknum polisi,red). Lalu pos polisi Simpang Dam Mukakuning, kasusnya sudah p21,” ucapnya.
Pada 19 April, pihak kepolisian kembali mengungkapan pungli di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur. Ada dua orang ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti Rp 82,152 juta.
“Tak hanya Polresta Batam dan Polda saja. Polres-polres lainnya juga mengungkap beberapa kasus pungli. Polres Tanjungpinang menangani tiga kasus, Polres Karimun dua kasus, Polres Bintan satu kasus, Polres Lingga satu kasus dan Polres Natuna satu kasus,” tuturnya.
Ia mengatakan pengungkapan kasus pungli ini, bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas hal itu. (ska)
Sejumlah pekerja melakukan pengerjaan proyek jalan layang Simpang Jam Baloi, Rabu (8/3). Pembangunan jalan layang bertujuan dalam mengatisipasi kemacetan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. F Cecep Mulayana/ Batam Pos
batampos.co.id – Mulai besok, Rabu (10/5), jajaran Sat Lantas Polresta Barelang akan menutup jalur dari arah Sekupang menuju Batamcenter dan sebaliknya. Penutupan ini dilakukan karena adanya aktifitas penimbunan jalan di bawah Fly Over Simpang Jam yang diidentifikasi terdapat titik banjir.
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Andar sibarani menyatakan, penutupan ini berlangsung hingga satu bulan lebih. Pengendara yang dari arah Sekupang hendak menuju ke Batamcenter akan dialihkan ke kiri atau menuju ke Simpang Indomobil.
“Yang ditutup itu dari arah Tiban dan Batamcenter. Karena dibawah itu, akan dilakukan peninggian jalan. Makanya dia minta kita untuk menutup jalan dari arah Batamcenter dan Sekupang,” katanya, Senin (8/5) siang.
Sementara, jalur dari arah Simpang Kepri Mall menuju ke Simpang Indomobil dan sebaliknya tidak ditutup oleh kepolisian. Sementara, lajur dari arah Simpang Kepri Mall menuju Simpang Indomobil dan sebaliknya, akan jalan terus.
“Jalanan dari arah Bandara menuju Batuampar dan sebaliknya, akan menggunakan satu lajur. Sementara di dua lajur akan dilakukan pengerjaan,” katanya.
Dijelaskan Andar, kepadatan di Simpang Jam pada saat peninggian jalan itu tidak akan terhindarkan. Untuk mengurai padatanya kendaraan, polisi melarang kendarat berat untuk melintas selama pengerjaan jalan berlangsung.
“Dikhawatirkan, kendaraan berat itu melintas akan menambah kepadatan di sana. Makanya, untuk kendaraan berat tidak diperbolehkan melinyas,” katanya.
Andar menambahkan, pemberitahuan penutupan lajur dari arah Sekupang menuju ke Batamcenter dan sebaliknya telah disebarkan melalui beberapa sepanduk yang sudah mulai terpasang. Selain sepanduk, pemberitahuan juga telah disebar melalui media elektronik maupun cetak.
“Kepada pengendara, saya himbau kalau bisa untuk menghindari Simpang Jam. Misalnya dari Bandara menuju ke Simpang Gelael, langsung saja belok ke kanan saat di simpang Kepri Mall,” imbuhnya. (cr1)
batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengkaji pembangunan jalan tol dari Batuampar melewati Mukakuning dan berakhir di Bandara Hang Nadim, Batam. Total jarak yang ditempuh mencapai 25 kilometer.
“Nantinya ruas tol tersebut akan ditawarkan sebagai jalan tol prakarsa badan usaha dan juga masuk sebagai salah satu proyek strategis nasional dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016,” ucap Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono, Senin (8/5).
Batam merupakan wilayah yang dipersiapkan untuk menjadi kawasan industri. Sehingga pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus transportasi barang dari pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim menuju kawasan industri yang banyak terdapat di Mukakuning.
“Selain itu, pembangunan jalan tol bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di persimpangan. Sekaligus memisahkan kendaraan berat dan ringan demi keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya.
Lajur atau trase jalan tol yang akan digunakan nanti adalah trase jalan arteri atau jalan utama yang sudah ada saat ini. Kemudian nanti akan dilebarkan.
Makanya saat ini, Kementerian PUPR tengah melebarkan jalan raya dari Batubesar Nongsa menuju Batuampar menjadi tujuh meter.”Nantinya saat pembangunan jalan tol dilakukan, lebar jalan akan menjadi 11,6 meter,” tambahnya.
Selain jalan tol, ternyata Kementerian PUPR ternyata memiliki agenda untuk membangun jalan layang atau flyover di empat persimpangan setelah flyover Simpangjam.
Setelah flyover Simpangjam sepanjang 165 meter selesai pada akhir 2017 nanti, maka Kementerian PUPR akan melanjutkannya dengan pembangunan flyover Simpangkabil sepanjang 430 meter, diteruskan dengan flyover Simpangpunggur sepanjang 310 meter, kemudian flyover Simpang KDA sepanjang 123 meter, lalu flyover Jalan Sudirman sepanjang 150 meter.
Dari kelima flyover tersebut, flyover Simpangjam ditargetkan akan selesai tahun ini. Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 59,43 persen. Pembangunannya dimulai sejak akhir 2015 dengan anggaran sebesar Rp 180 miliar.
“Tahun depan kami rencanakan dimulai pembangunan Flyover Simpang Kabil. Jarak Simpang Jam dengan Simpang Kabil hanya 3 Km. Bila belum dimulai, arus lalu lintas yang sudah lancar akan menumpuk di perempatan Simpang Kabil,” tambahnya.
Ditambahkannya FO Simpang Jam nantinya akan menjadi ikon baru Kota Batam dimana dindingnya akan dibuat artistik dan lampu-lampu. (leo)
ANGGARAN pembangunan fisik Kebun Raya Batam (KRB) cukup fantastis. Untuk melihat Kebun Raya Batam layaknya sebuah kebun raya, butuh anggaran Rp 800 miliar.
“Benar, dana pembangunan fisik sampai selesai sekitar Rp 800 miliar,” kata Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemko Batam, Gintoyono Batong, Jumat (5/5) siang.
Ini belum termasuk dana untuk tanaman koleksi kebun. “Dana tanam tumbuh itu Kebun Raya Bogor dan LIPI yang tahu,” tambahnya.
Namun mantan kepala Dinas Tata Kota (Distako) Batam ini mengaku tidak tahu berapa besar anggaran tanam tumbuh tersebut.
Ditanya berapa jumlah anggaran yang kini sudah terserap, Gintoyono juga mengaku tidak tahu, pasalnya pengerjaan fisik oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Yang pasti dia tahu yakni pembangunan fisik akan berlanjut tahun ini.
“Sempat vakum dua tahun kan karena berkasus (kasus korupsi). Tahun ini baru lanjut lagi setelah tidak lagi ada kendala terkait hukum,” sebutnya.
Tidak menunggu waktu lama, setelah perbaikan tahun ini tuntas, rencananya akhir tahun 2017 Kebun Raya Batam akan di-launching.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (KemenPUPR) sudah menggelontorkan dana awal Rp 21,8 miliar di awal pembangunan tahun 2014. Namun Rp 6,947 dikorupsi. Sisanya telah digunakan untuk membangunn sejumlah fasilitas, termasuk kantor pengelola, namun kondisinya kini banyak yang rusak.
Tahun ini, tepatnya mulai Juli 2017 mendatang, KemenPUPR akan menggelontorkan kembali dana Rp 5 miliar untuk perbaikan fasilitas yang rusak. Menyusul anggaran berikutnya di tahun 2018 dan seterusnya hingga Kebun Raya Batam benar-benar layak disebut kebun raya.
Soal status lahan, Gintoyono memastikan tidak ada masalah. Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menetapkan lokasi tersebut untuk kebun raya. “Tak ada kendala, lanjut terus. Luasnya 86 hektar,” sebutnya.
Berdasar pada maket, selain sarana perkantoran pengelola, perpusatakaan hingga ruangan bagi pengunjung Kebun Raya Batam juga dilengkapi berbagai sarana lain seperti Laboratorium, Gedung Konservasi, Botanocal Viewing Tower, Gedung Herbarium, Botanical Skyway, Danau Buatan, Kolam Air hingga Gazebo.
Tidak hanya itu, di kebun tersebut juga ada zonanya, diantaranya Zona Sunda Land, Wallacea, New Guinea, Oceania, Other World Hutan Magrove, Botanical Signage, flower Garden, Maeze Garden dan lain-lain.
Kantong Semar Jadi Andalan
Pendamping Kebun Raya Batam_LIPI, Cindy Yoeland Violita mengatakan tumbuhan di Kebun Raya Batam akan jadi tempat koleksi tanaman pesisir dan pulau-pulau kecil se Kepri. Yang paling khas yakni Kantong Semar atau Nepenthes.
“Di Kebun Raya Batam saja sudah ada lima. Nephentes Gracilis, Nephentes Ampularia, Nepenthes Tricocharpa, Nepenthes Rafflesiana, Nepenthes Hokeriana,” kata dia, Rabu (3/5).
Menurutnya, jumlah yang kini ada di KR Batam tersebut merupakan kantong semar yang sudah ada sejak awal. Seiring eksplorasi tanaman ke berbagai wilayah di Kepri, koleksi kantong semar dipastikan akan bertambah.
“Di pulau Batam, yang paling banyak di daerah Galang. Kalau di Kepri lebih banyak lagi, karena persilangan alamiah dari dua jenis spesies bisa ada spesies lain,” terangnya.
Menambah koleksi tanaman untuk KR Batam kini pihaknya terus lakukan eksplorasi. eksplorasi pertama dilakukan di Bintan periode Maret-April lalu. Sementara kini yang tengah berlangsung atau April-Mei di lakukan di Karimun.
“Di Bintan dapat 275 nomor koleksi dengan jumlah 1.966 spesies. Eksplorasi kedua targetnya 2000 nomor koleksi,” ucapnya.
Tidak hanya tanaman se Kepri dengan Kantong Semar-nya yang unik, Kebun Raya Batam juga menampung tanaman dari daerah lain se-Indonesia, termasuk dari Kebun Raya Bogor. Belakangan disebut tanaman dari daerah lain selain Kepri disebut ‘Sumbangan’.
Selain menambah koleksi tanaman, LIPI yang mendapat tugas pengembangan Kebun Raya Batam dengan membuat dua taman tematik. Satunya taman tematik warna warni seluas 7.434 meter persegi yang dimulai pengerjaannya Februari lalu. Satu lagi taman palem seluas 8.857 meter persegi yang mulai dikerjakan April.
“Targetnya, sebelum launching Kebun Raya Batam, tamannya harus selesai,” harapnya.
Urip seorang pekerja sedang mengerjakan tugu nama Kebun Raya Batam di Kselurahan Sambau Kecamatan Nongsa, Kamis (4/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Pihaknya berharap, semua elemen yang terlibat dalam Kebun Raya Batam yang direncanakan jadi tempat edukasi, penelitian hingga pariwisata tersebut dapat bersinergi agar pengerjaannya dapat sesuai rencana dan memuaskan semua pihak.
“Kalau LIPI sih siap, yang kami harapkan sinergisitas itu,” ucapnya.
Sementara itu, seorang Peneiliti LIPI, Savitri Dyah mengatakan bukan tidak mungkin KR Batam berisi satwa alias tidak hanya sekedar berisi tanaman.
“Ada faunanya juga bisa, kami fleksibel saja. Tergantung Pemko Batam. Kebun Raya ada juga yang ada faunanya contohnya di Wamena,” ungkapnya.
Soal launching yang ditargetkan akhir tahun ini Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkintam) Kota Batam, Herman Rozie, mengatakan tergantung kesiapan KemenPUPR dan LIPI.
“Kami siap-siap saja, jangan nanti pas mau launching tapi sarana belum siap,” ucap dia.
Untuk diketahui, kata Herman, berkenaan dengan pembangunan fisik Kebun Raya Batam merupakan domain KemenPUPR. Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam hal ini hanya pengelola, sementara pengembangan dikerjasamakan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kebun Raya Bogor.
Dia menambahakan, sembari menunggu kesiapan KemenPUPR, pihaknya pada Kamis (18/5) mendatang akan melakukan perpanjangan nota kesepahaman terkait pengembangan kebun raya.
“Yang lama, yang ditandatangani oleh pak Ahmad Dahlan (mantan Wali Kota Batam) itu kan tahun 2012 berakhir 2017 ini,” katanya.
Dia mengatakan, Kebun Raya Batam merupakan proyek yang kelak multifungsi. Dari fungsi pendidikan atau edukasi, penelitian hingga pariwisata.
“Tahun ini, khusus kami Pemko juga buat taman labirin, ke depan mungkin saja ada objek wisata lain. Kita akan pikirkan kebun raya ini akan menarik wisatawan,” ucap dia.
Kini, Kebun Raya Batam memiliki 10 ribu koleksi tanaman. Jumlah ini akan diyakini terus bertambah, pasalnya tim LIPI terus menambah koleksi tanaman yang akan ditempatkan di kebun tersebut.
“Sampai saat ini mereka (LIPI) masih lakukan eksplorasi ke Karimun, Bintan, dan daerah lainnya untuk menambah jumlah koleksi tanaman,” tutupnya. (cr13)
batampos.co.id – Tim Operasi Tangkap Tangan Polda Kepri, kembali mengamankan satu orang terduga pungli di Pelabuhan Batuampar, pada Senin (8/5). Satu orang yang diamankan tersebut yakni Kepala Satuan Kerja Terminal Umum, Kantor Pelabuhan Laut BP Batam, Adil Setiadi.
Dari tangan terduga pungli ini, polisi berhasil mengamankan uang senilai Rp 16 juta, tiga unit ponsel dan satu unit mobil avanza hitam.
“Benar kami amankan satu orang terkait pungli di Pelabuhan Batuampar,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian pada Batam Pos, Senin (8/5).
Ia mengatakan pungli sudah lama tercium oleh pihak kepolisian. Oleh sebab itu, tim OTT melakukan penyelidikan sekitar satu minggu. Dari penyelidikan tersebut, polisi menemukan adanya dugaan pungli. Modus operandi yang digunakan oleh Adil yakni meminta uang pelicin kepada perusahaan yang melakukan bongkar muat untuk mengeluarkan barang dari Kawasan Industri Batuampar.
“Saat diamankan, terduga ini meminta fee dari perusahaan yang ingin mengeluarkan barang berupa module,” ujar Sam.
Padahal segala administrasi perusahaan tersebut sudah diselesaikan. Bahkan, kata Sam perusahaan itu telah menyetorkan sejumlah uang untuk penerimaan negara, dan ditrasnfer langsung ke rekening BP Batam.
“Walau uang untuk negara sudah dibayarkan, pihak satker pelabuhan masih tetap meminta uang lagi,” kata jendral bintang dua itu.
Uang pelicin yang diminta oleh satker pelabuhan itu, kata Sam sebanyak Rp 10 juta.
“Untuk dapat membongkar (mengeluarkan) module tersebut dari tempat produksi yang berlokasi di Kawasan Industri Batuampar,” ungkap Sam.
Mengenai status Adil, Sam mengatakan pihaknya masih melakukan pendalam dan pengembangan terhadap kasus tersebut.
Dari pantauan Batam Pos, Adil diamankan pihak kepolisian pada Senin (8/7) disalah satu hotel kawasan Batuampar, saat sedang transaksi pembayaran uang pelicin bongkar muat tersebut. Saat diamankan Adil pasrah, setelah itu pihak kepolisian membawanya ke Polsek Batuampar untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.
Selama satu jam pemeriksaan di Polsek Batumpar, sekitar pukul 17.00 penyidik membawa Adil ke Kantor Pelabuhan Satker Batuampar. Disana pihak kepolisian kembali mememeriksa dan menanyakan beberapa pertanyaan. Sekaligus mencari dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Setengah jam berada di dalam kantor tersebut, polisi membawa Adil ke Mapolda Kepri.
Operasi Tangkap Tangan Pungli kali ini, dipimpin langsung oleh Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto bersama dengan Kasubdit III Ditreskrimsus AKBP Arif Budiman.
“Nanti akan kami sampaikan, saat ini masih dalam pendalaman,” tutur Budi. (ska)
batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Pencegahan membedah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri. Sudah sepekan di Tanjungpinang, dan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu yang ada di lingkungan Pemprov Kepri.
Hal ini dibenarkan Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bakhtiar. Menurut Mirza, FGD yang dilakukan KPK bukan karena adanya temuan penyalahgunaan anggaran. Melainkan tindakan pencegahan yang diberikan KPK. Masih kata Mirza, bukan hanya soal pelaksanaan APBD 2017 yang dikupas. Tetapi juga menyangkut pelayanan publik yang diberikan Pemprov Kepri kepada masyarakat.
OPD yang dilibatkan adalah FGD KPK bersama inspektorat Kepri yakni Biro layanan pengadaan, Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD-SDM), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dimiliki Pemprov Kepri.
“Memang OPD yang dilibatkan adalah OPD yang punya tanggungjawab strategis dalam hal pelaksanaan anggaran 2017 ini,” papar Mirza.
Ada tujuh personel KPK yang terlibat dalam FGD tersebut. Diungkapkannya juga, KPK juga melakukan kegiatan yang sama dengan Sekretariat Dewan (Sekwan ) DPRD Kepri.(jpg)
Impian Batam memiliki kebun raya sudah di depan mata. Lahan seluas 86 hektare di Nongsa mulai disulap sejak 28 Agustus 2014 lalu. Namun impian itu nyaris hancur. Anggaran dikorupsi, pembangunan terhenti 2 tahun. Bagaimana kondisinya kini?
Menemukan Kebun Raya Batam (KRB) sebenarnya tak sulit. Cukup memacu kendaraan ke arah Nongsa. Setelah melalui Mapolda Kepri ada pertigaan, ambillah jalan ke kiri menuju arah Motigo Resort dan Batam View. Tepatnya jalan Hang Lekiu KM 4 di sebelah kanan jalan.
Bisa juga mengambil jalan lurus menuju Turi Beach Resort dan Nongsa Point Marina. Beberapa kilo meter dari dua resort itu bisa ditemukan lokasi Kebun Raya Batam di kiri jalan.
Menurut data Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertamanan Kota Batam, jika start dari Bandar Hang Nadim jaraknya hanya 11 Km, dari Batam Centre 21,8 Km, dari Nagoya 24 Km, dan dari Nongsa Point Marina hanya berjarak 1,5 Km.
Namun jangan terkejut dan jangan menyangka jika area Kebun Raya Batam itu sudah seperti Kebun Raya Bogor yang memiliki pohon menjulang, tumbuhan lebat, danau, jembatan, dan hamparan hijau dengan beragam ukuran rusa di hamparan hijau itu. Kebun Raya Batam masih berbentuk semak belukar. Bahkan di beberapa sudut terlihat bukit-bukit gersang. Belum tampak seperti kebun raya.
Satu-satunya petunjuk kalau area itu Kebun Raya Batam adalah gerbang masuk yang bertuliskan: Kebun Raya Batam. Letter board ini terbuat dari beton berukuran besar yang baru dibuat setelah prahara kasus korupsi di pembangunan kebun raya ini rampung.
Sebelumnya, sejak dimulai pembangunan 28 Agustus 2014 lalu, tidak ada palakat yang menunjukkan kawasan itu adalah Kebun Raya Batam.
Saat Batam Pos berkunjung, Kamis (4/5) pekan lalu, pemandangan menyedihkan tersaji di area Kebun Raya Batam ini. Saat memasuki pintu gerbang, langsung dihadapkan kondisi jalan masuk yang belum beraspal, bahkan tergerus oleh air hujan hingga menyisakan alur aliran air dan lubang yang mengangga.
Sekitar sepuluh meter dari jalan utama, ditemukan bangunan kantor pengelola yang kondisinya kurang terawat. Bahkan menjadi sarang burung. Beberapa dindingnya retak.
Ada area parkir yang tak terawat. Dari tempat ini bisa melihat secara kesuluruhan Kebun Raya Batam yang gersang itu. Dari sana juga terlihat sebuah embung, sejenis daerah tangkapan air hujan yang luasnya sekitar 2 hektare. Dari sanalah sumber air untuk menyiram tanaman di area pembibitan kebun raya tersebut.
Didekat embung terdapat bedeng-bedeng kecil yang menjadi tempat istirahat para pekerja yang memelihara tanaman. Di sana juga terdapat ribuan tanaman yang akan ditanam. Hanya area pembibitan tanaman ini yang tampak hijau dan terurus karena memang ada beberapa orang dari Kebun Raya Bogor yang memberi perhatian di area pembibitan.
Sedangkan di rumah kaca kondisinya lebih parah. Lampu-lampu di rumah kaca sudah tak ada lagi. Karena jatuh dan pecah.
Secara umum, fasilitas fisik di area ini banyak yang rusak. Padahal pada 28 Agustus 2017 mendatang sudah 3 tahun sejak peletakan batu pertama oleh Almarhum HM Sani.
Praktis hanya ada empat bangunan fisik yang telah berdiri. Yakni bangunan kantor yang luasnya tak lebih dari luas kantor camat Nongsa. Area pembibitan aneka tumbuhan termasuk rumah kaca, dan bangunan kecil tempat istirahat pekerja, dan embung.
Padahal, kebun raya ini digadang-gadang jadi tempat edukasi ilmu tumbuhan dan pariwisata. Seluruh jenis tumbuhan yang ada di Kepri bakal mudah ditemukan di kebun raya yang dibangun atas kerjasama KemenPUPR, BP Batam, Pemko Batam, LIPI, dan Kebun Raya Bogor.
Ya, dua tahun terakhir pembangunan di Kebun Raya Batam ini terhenti. Semua akibat kasus korupsi yang mendera kontraktor dan pejabat terkait pembangunan kebun raya ini.
Sekadar mengingatkan, tahap awal pembangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) telah menggelontorkan dana sebesar Rp 21,8 miliar pada 2014, dari total anggaran sekitar Rp 800 miliar.
Namun, di tahap awal pembangunan itu, KemenPUPR bersama penegak hukum (Kejati Kepri) mencium aroma korupsi setelah mendapati bangunan kantor dan beberapa bagunan lainnya di Kebun Raya Batam tak sesuai dengan spesifikasi.
Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri kemudian ditugaskan melakukan audit. Hasilnya mengejutkan, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 6, 947 miliar.
Tiga orang yang paling bertanggungjawab kemudian diseret ke pengadilan. Mereka adalah One Indirasari merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari KemenPUPR. Kemudian M Zaini Yahya, manager proyek sekaligus subkon PT Arah Pemalang. Terakhir Yusirwan, direktur utama PT Asfri Putra Rora yang menggarap proyek tersebut di Nongsa.
Dalam sidang tuntutan ketiga terdakwa dituntut selama satu tahun enam bulan (18 bulan) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Senin (14/12/2015) lalu.
Selain tuntutan itu, ketiga terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan, serta uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,742 miliar.
Sebelum putusan, Yusirwan mengembalikan kerugian negara senilai Rp 2,742 miliar kepada Kejati Kepri. Zaini mengembalikan Rp 360 juta. Sehingga total keseluruhan uang kerugian negara yang telah dikembalikan para terdakwa mencapai Rp 3,102 miliar dari Rp 6, 947 miliar kerugian negara.
Ketiganya kemudian divonis ringan pengadilan Tipikor Kepripada 29 Desember 2015. Zaini diganjar satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta Zaini dihukum satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.
One Indirasari juga diganjar penjara satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. Sementara Yusirwan divonis hakim lebih berat, yakni penjara satu tahun tiga bulan dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.
Selain hukuman badan, terdakwa Yusirwan juga dijatuhkan hukuman untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 5,028 miliar. Dengan ketentuan jika terdakwa tidak mengganti dalam waktu satu bulan sejak putusan maka harta benda terdakwa akan disita oleh Jaksa.
Vonis ringan itu membuat para koruptor ini sujud syukur. Sementara, selama proses hukum ketiga orang tersebut, pembangunan Kebun Raya Batam terhenti hingga akhir 2016. Padahal, rencananya Kebun Raya Batam ini akan diresmikan pengoperasiannya akhir tahun 2017 ini.
Pengawas pembibitan Kebun Raya Bogor, Supandi, yang ditemui di Kebun Raya Batam Kamis pekan lalu enggan bicara soal kasus korupsi yang melanda proyek di Kebun Raya Batam itu. Baginya, ia dan beberapa orang timnya dari Kebun Raya Bogor khusus bertugas di bagian pembibitan, bukan di bagian pembangunan fisik dan fasilitas kebun raya. “Itu porsinya KemenPUPR,” katanya.
Koleksi 10 Ribu Jenis Tanaman
Terlepas dari kasus korupsi yang membuat pembangunan fisik proyek ini terhenti 2 tahun, masih ada setitik harapan untuk melihat wujud kebun raya ini. Setidaknya bisa dilihat dari penyiapan tanaman yang akan menghijaukan Kebun Raya Batam. Apalagi, yang memimpin bagian pembibitan langsung Pengawas Pembibitan dari Kebun Raya Bogor, Supandi.
“Mungkin saya tak bisa menikmati kebun ini, tapi mungkin anak atau cucu saya bisa melihatnya. Sebab menanam itu dengan hati, jadi tak masalah akan gaji,” ujar Supandi, saat menggali lubang untuk menanam pohon pelindung di sepanjang jalan masuk Kebun Raya Batam, Kamis (4/5).
Supandi sebenarnya utusan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertugas memberikan pengetahuan bagi pemerintah daerah tentang bagaimana cara menyemai bibit, menanam, merawat, dan mengelola kebun raya. LIPI sengaja mendatangkan ahlinya, agar pemerintah daerah bisa mendirikan tonggak pertahanan terakhir alam.
Dijelaskan pria tiga anak tersebut, tonggak terakhir alam itu merupakan pertahanan buatan manusia. Bila suatu saat nanti, hutan-hutan lindung atau hutan cagar budaya rusak, masih ada kebun raya yang menjadi rumah untuk tumbuh-tumbuhan.
“Setidaknya kebun raya ini masih bisa dinikmati generasi masa depan. Mereka bisa tahu kalau tanaman ini pernah ada di hutan-hutan yang saat itu mungkin sudah beralih fungsi menjadi pemukiman,” ucapnya.
Sambil berbincang dengan wartawan koran ini, pria yang akrab disapa Pandi itu terus mengemburkan tanah untuk Pohon Bungur, sejenis pohon yang bisa jadi peneduh bagi pengunjung Kebun Raya Batam nanti.
“Tak gampang membangun kebun raya, tempat saya bekerja saja (Kebun Raya Bogor,red) masih terus berbenah hingga saat ini,” ucapnya.
Untuk membangun kebun raya, kata Pandi, bagian pembibitan cukup memegang peranan penting. Karena akan terlihat menjadi sebuah lelucon, bila kebun raya tanpa tanaman.
Untuk mendapatkan bibit di kebun raya, ada beberapa teknik yang bisa digunakan. Mulai dari pengambilan biji, ekplorasi, side exchange, spontan, dan perbanyakan.
“Ayok kita pindah ke sana,” ujar sambil bergerak menuju sebatang pohon yang cukup rindang.
Walau sudah berumur, tak terlihat raut wajah letih dari pria yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia tumbuh-tumbuhan tersebut. Sesampai di bawah pohon tersebut, Pandi melanjutkan penjelasan tata cara pengambilan bibit.
“Pengambilan biji itu dengan cara menanam biji yang diambil dari suatu tempat. Biasanya sistim pengambilan biji untuk tanaman yang ortodoks relkasitan. Tumbuhan yang bijinya bisa tahan lama,” jelasnya. Sementara sistim ekplorasi, kata Supandi cara mengambil bibit langsung dari alam.
Tenaga Pendamping yang juga didatangkan dari Kebun Raya Bogor, Apep Prihidayat, menambahkan sudah ada beberapa jenis tanaman yang sudah di tanam yakni palem. “Tempatnya sudah ada, bulan ini kami sudah mulai menanam,” tuturnya.
Namun Apep juga enggan berkomentar seputar kasus korupsi yang mendera proyek besar ini. Sebagai pekerja yang mengurusi tanaman, fokusnya hanya pada tanaman.
Ia dan tim bahkan sudah mengumpulkan 10 ribu jenis tanaman dari berbagai daerah di Kepri. Sekitar 3.000 ribu tanaman belum teridentifikasi secara jelas. Namun sebanyak 7.000 sudah diketahui jenis dan genusnya.
Apep menjelaskan 7.000 spesimen teridentifikasi itu terdiri terdiri dari 112 famili, 301 marga, 394 jenis, 526 sp, 65 indermined, dan 3 genup. Lalu ada 404 spesimen anggrek. “Anggrek yang dimiliki ada 1 famili, 24 marga, 30 jenis, 12 spesies,” jelasnya.
Beberapa anggrek dimiliki Kebun Raya Batam, termasuk jenis langka yang dilindungi dan kelak akan jadi primadona di kebun tersebut. Tak hanya itu, pihaknya saat eksplorasi tanaman di Karimun Anak berhasil menemukan satu spesies cukup langka dan termasuk dari keluarga tumbuhan bunga bangkai. “Jenisnya sama, dari keluarga Amorpopalus,” ungkapnya.
Selain Amorpopalus, Kebun Raya Batam memiliki koleksi 10 tanaman yang dilindungi dan langka. Tanaman yang menjadi primadona tersebut yakni Vatica venulosa, Hopea Bancana, Aquilaria Malaccenis, Aquilaria hirta, Calophyllum soulatrii, Instia bijuga, Pteocarpus indicus dan Claderia viridiflora.
“Kalau bahasa daerahnya itu, Meranti, gaharu, Bintangur, Angsana dan Anggrek tanah. Tanaman-tanaman ini akan jadi daya tarik kebun raya,” ujarnya.
Apep mengatakan ada dua jenis tanaman yang ditempatkan dalam satu kawasan yang sama. “Palem dan Nephantes. Kebun Raya Batam juga akan memiliki taman Palem dan Nephantes,” ucapnya.
Selain itu, ada juga taman bakau seluasa 16 haktare. Pohon bakau di area ini tumbuh secara alami. “Ada sekitar 6 jenis bakau, tapi belum dipetakan secara pasti. Di dalamnya juga ada berbagai hewan yang hidup,” tuturnya.
Apep menambahkan, Kebun Raya Batam akan didominiasi oleh tumbuh-tumbuhan yang ada di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang ada di seluruh Kepaulauan Riau. Sehingga fokus ekplorasi diadakan di daerah Kepri.
“Ekplorasi ini kami turun langsung memetakan tanaman apa yang ada di suatu daerah. Contoh Bintan, dari pemetaan kami, daerah yang kaya akan jenis tanaman ada di Gunung Bintan,” ucapnya.
Selain eksplorasi, ada sistim side exchange yakni pertukaran bibit dengan kebun raya lain.”Terakhir itu perbanyakan,” ungkapnya.
Pria lajang tersebut mengatakan, menanam bibit di kebun raya tak sama dengan cara para petani atau peladang. “Tanaman disini semuanya punya KTP loh,” ungkapnya.
Kartu Tanda Penduduk? “Semacam itulah,” jawabnya sembari tersenyum.
Apep yang sudah dua tahun di Batam menemani petugas dari Dinas KP2K Batam menerangkan KTP yang dimaksud hampir mirip dengan kartu pengenal milik warga negara Indonesia.
KTP tanaman yang ada di Kebun Raya Batam, menjadi diberikan pada setiap tanaman yang ada di Batam yang diambil dengan sistem pengambilan biji, eksplorasi, side excange, spontan, dan perbanyakan.
“Masih bingung yah,” ucapnya.
Urip seorang pekerja sedang mengerjakan tugu nama Kebun Raya Batam di Kselurahan Sambau Kecamatan Nongsa, Kamis (4/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Apep mencontohkan bibit yang diambil dengan sistem ekplorasi, waktu pengambilan itu dicatat. Selain itu juga dilakukan pencatatan tingginya saat diambil, koordinat pengambilan, ciri fisik, PH tanah, kelembaban udara, suhu, dan juga nama lokal tanaman tersebut.
“Selain itu disertakan manfaat tanaman itu dan jumlahnya. Nanti akan dicatat dalam bentuk kode. Setelah itu kode itu di gantungkan pada tanaman, itulah KTP mereka,” tuturnya.
Sementara itu, sistim pengambilan biji, tanaman perlu akte. Menurut Apep, akte lahir tanaman ini mencatat kondisi tanaman perpriodenya, mulai dari biji hingga tumbuh tunas dan daun. “Itu sangat penting, sebab akan memudahkan para peneliti atau yang ingin mengetahui proses kehidupan tanaman tersebut,” ujarnya.
Apep menyebutkan bahwa inilah yang dimaksud oleh Supandi, Kebun Raya Batam adalah gudang ilmu pengetahun tumbuhan. “Segala hal tentang tumbuhan, bagaimana cara tumbuhan itu berkembang biak juga kami catat. Sehingga bila Kebun Raya Batam dikunjungi anak sekolahan,maka mereka akan mendapatkan pengetahuan berlimpah,” tuturnya.
Perkataan Apep ini diamini Supandi. “Di Kebun Raya Bogor, tak hanya jadi tempat wisata semata, tapi juga pembelajaran. Bukan mahasiswa IPB saja, tapi anak SMA, SMP, SD, dan juga masyarakat umum lainnya,” ungkap Supandi.
Kebun anggrek kata Apep akan difokuskan di rumah kaca. “Rumah kacanya masih belum bisa didiami, jadi anggreknya kami titipkan dulu di Hutan Mata Kucing,” ungkapnya.
Selain kebun anggrek, nantinya Kebun Raya Batam akan memiliki hutan mangrove seluas 16 haktare. “Hutan ini juga ada lutung, menjadi penyemarak Kebun Raya,” ucapnya.
Baik Apep maupun Supandi, berharap Kebun Raya Batam bisa menjadi sesuatu kebangaan bagi masyarakat Kota Batam. “Kalau bisa mengalahkan dome flowernya milik Singapura, saya tak sabar menantinya,” pungkas Pandi.
Apep bahkan mengatakan saat ini Kebun Raya Batam sudah memenuhi beberapa fungsinya. Sesuai dengan aturan yang ada, Kebun Raya memiliki fungsi sebagai konservasi lingkungan, penelitian, pendidikan, dan jasa lingkungan. Tinggal fungsi wisatanya yang memang belum jalan.
“Poin pertama hingga terakhir sudah terlaksana di sini. Konservasi sudah dilakukan, penelitian sedang berjalan, pendidikan juga. Karena ada beberapa sekolah datang ke sini,” katanya.
Siapkan Anggaran Rp 5 Miliar
Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono juga prihatin dengan terbengkalainya pembangunan Kebun Raya Batam akibat digerogoti koruptor dari kementerian yang ia pimpin bersama kontraktor pemenang tender proyek tersebut.
“Itu ulah mereka, makanya pembangunan terbengkalai,” kata Basoeki usai peletakan batu pertama pembangunan asrama mahasiswa di Kampus Batan Tourism Politecnic (BTP) di Sekupang, Jumat (5/5) pekan lalu.
Namun Basoeki berjanji akan meneruskan pembangunan Kebun Raya Batam. Tahap pertama ini, pihaknya akan melakukan renovasi bangunan yang telah dibangun sebelumnya.
“Ada beberapa infratruktur seperti pagar, gedung, kantor, dan paranet. Intinya semua yang sudah terbangun beberapa waktu lalu akan kami renovasi,” tegas Basoeki.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra Atmawidjaja menambahkan saat ini masih dalam tahap review desain bagian-bagian yang akan direnovasi. “Setelah itu baru lelang dan diperkirakan pembangunan fisik dimulai pada Juli mendatang,” ujarnya.
KemenPUPR juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2017 ini. Sebelumnya, pemerintah mengajukan Rp 13 miliar namun harus dipangkas karena adanya pembangunan infrastruktur dan sarana Asean Games di Palembang.
Dia menargetkan proses renovasi bisa selesai pada akhir tahun ini, karena Pemerintah Kota Batam bersama dengan LIPI akan melakukan launching dua taman yang tengah dalam pengerjaan.
“Ya minimal harus ada perubahan bentuk dari yang sekarang, apa yang mau dilaunching kalau infrastruktur tidak ada, itulah kan kami kejar pengerjaannya,” terang pria berkemaja putih ini.
Selain proses pembangunan, pihaknya juga sangat berhati-hati dalam memilih kontraktor yang akan mengerjakan proyek Kebun Raya Batam ke depannya, agar tak dikorupsi lagi.
“Karena biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian Kebun Raya Batam tidak sedikit,” sebutnya.
Endra menyebutkan untuk pembangunan fisik saja, bisa menghabiskan dana hingga Rp 50 miliar. Karena itu KemenPUPR sangat berhati-hati dalam lelang kali ini. Dia mengungkapkan Kebun Raya Batam merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, dan kelanjutan pembangunan menjadi perhatian pemerintah.
Kebun Raya Batam akan berisi tanaman pesisir se-Kepri yang menjadi ikon kebun raya ini. Selain itu, Kebun Raya Batam juga akan diisi berbagai tanaman dari daerah lain.
Kebun Raya Batam harus segera digenjot pembangunannya sebab tahun 2018 nanti pihaknya juga akan mengajukan anggaran untuk kelanjutan pembangunan bagian lainnya di kebun raya ini.
“Untuk jumlahnya belum tahu, karena harus melihat masterplan Kebun Raya Batam yang jelas Kebun Raya Batam harus selesai pembangnunannya,” tutup dia. (juanda/osias/yuli/adian)
batampos.co.id – Sumber pendapatan pegawai negeri sipil (PNS) dipastikan akan bertambah. Sebab mulai tahun ini pemerintah berencana memberikan tunjangan kemahalan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) atau PNS. Kebijakan itu sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja menyampaikan, merujuk UU tersebut, pendapatan PNS terdiri atas tiga komponen. Yakni, gaji pokok, tunjangan kinerja, dan biaya kemahalan.
Namun, sejauh ini belum disepakati nominal tunjangan kemahalan yang akan ditetapkan. Yang jelas, besaran itu akan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang indeks harga per daerah. Karena itu, nilainya tidak sama antara PNS satu daerah dan daerah lain. Bergantung daerah tugas. ”Nanti harus dilihat juga kemampuan keuangan negara,” ujarnya.
Selain akan menetapkan tunjangan kemahalan, pemerintah berencana merombak skema perbandingan gaji pokok dan tunjangan. Selama ini, tunjangan lebih besar daripada gaji pokok. Rasio gaji pokok dan tunjangan mencapai 1:3. Nah, hitungan itu diwacanakan untuk diganti hingga rasio 1:12. Belum pasti apakah gaji pokok turun atau tunjangan naik.
Banyak hal yang menjadi pertimbangan atas niat tersebut. Salah satunya adalah beban keuangan negara ke depan. ”Prinsipnya tentu tidak akan mengurangi penghasilan saat ini,” kata Setiawan.
Seluruh keputusan itu belum final. Peraturan turunan dari UU ASN masih terus digodok. Aturan yang akan keluar dalam bentuk peraturan pemerintah (PP) tersebut diharapkan rampung tahun ini. Dengan begitu, aturan tersebut bisa langsung diaplikasikan.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Kementerian PAN-RB Herman Suryatman menambahkan bahwa aturan tentang komponen pendapatan PNS akan di-break down secara detail dalam PP gaji serta tunjangan. Termasuk soal tunjangan yang nanti ditentukan oleh kinerja, tidak terpatok pada satu angka. ”Sudah diharmonisasi dan saat ini sudah di Setneg,” katanya.
Penilaian kinerja ditentukan oleh target dan perilaku PNS. Bobotnya bergantung karakteristik organisasi masing-masing. Untuk komponen target, misalnya, PNS dinilai mencapai target bila sukses menghasilkan inovasi. Nilai target maksimal.
Untuk penilaian kinerja seperti itu, pemerintah akan mengeluarkan aturan tersendiri. Bila semua proses berjalan lancar, PP soal gaji dan tunjangan bisa keluar berbarengan dengan PP kinerja. (mia/c11/ca/jpgroup)