Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13353

Kuliner Indonesia Diminati di Eropa, Buka Restoran Nusantara Yuk…

0

Kepala Bidang Luar Negeri APJI (Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia), Reny Feby telah melakukan pertemuan dengan Isadora Tan (Diaspora Indonesia di Madrid). Pertemuan untuk menjajaki peluang dalam membuka restoran Indonesia di Madrid.

Selain itu, APJI juga melaksanakan negosiasi dengan perusahaan Kunandia SL dalam rangka pembukaan restoran Indonesia di Las Palmas. Seperti diketahui, Las Palmas merupakan salah satu destinasi turis utama di Spanyol, di mana pada tahun 2016, tercatat sebagai daerah di Spanyol yang menerima kunjungan turis terbanyak.

Tak hanya kesempatan membuka restoran Indonesia di Spanyol, nilai transaksi pada pameran ini memberikan capaian yang sangat besar bagi perusahaan makanan kemasan dan minuman Indonesia yang bernilai USD 201.000.

Perusahaan-perusahaann Indonesia telah menampilkan produk makanan kemasan  dan kopi serta produk maskan kuliner yang diharapkan dapat menembus pasar internasional  khususnya Spanyol.

Yup, Penampilan stan Indonesia di Pameran Internasional Salon de Gourmet ke-31 di Spanyol 24-29 April 2017 berbuah manis.  Saat pameran, telah memberikan daya tarik tersendiri  melalui penyajian berbagai menu kuliner Indonesia seperti nasi kuning, ayam goreng kremes, rendang, mie dan  dan bihun goreng serta sate ayam bumbu kacang goreng oleh Chef APJI.

Para pengunjung yang mencicipi sajian tersebut menyatakan kekagumannya atas nikmat rasa masakan Indonesia, sekaligus menyayangkan tidak adanya restoran Indonesia di Madrid.

Partisipasi Indonesia diikuti oleh Atase Perdagangan KBRI Madrid, ITPC Barcelona dan 2 perusahaan asal Indonesia yakni PT. Tiga Pilar Sejahtera Foods, Javaro Coffee dan APJI  dengan menempati area 30 m2 pada Hall 8 Paviliun G37.

Pameran Gourmet yang pertama kali diikuti Indonesia ini merupakan platform yang efisien bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memasuki gerbang baru bagi produk-produk kuliner Indonesia dan memperluas jalinan dan networking kontak bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari Spanyol dan 30 negara. Di antaranya Argentina, Belgia, Belanda, Hungaria, Italia, Inggris, Jepang, Jerman, Kolombia Latvia, Meksiko, Swedia, Serbia, Swiss, Perancis, Portugal, Peru, dan Kanada. Kanada telah menjadi  negara guest of honor.

Salon Gourmet ke-31 yang memiliki 5 Hall telah menghadirkan 1.500 peserta pameran, 37.500 produk dan 1.200 produk baru dan menghadirkan 85.000 pengunjung dari berbagai dunia. Diperkirakan ekspetasi transaksi (ransaksi (direct and indirect) senilai € 200 Juta.

“Karenanya, tujuan ujuan utama keikutsertaan Indonesia adalah untuk menerobos pasar di bidang makanan dan minuman serta kuliner di wilayah Spanyol dan Eropa lainnya serta Medeterania, Amerika latin dan Afrika. Selain memperkenalkan produk makanan kemasan dan kuliner Indonesia yang siap menyaingi produk-produk Internasional lainnya, Indonesia juga memperkenalkan potensi industri makanan dan minuman Indonesia yang telah memenuhi standar internasional,” tegas Dubes RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso, Sabtu (6/5).

Dalam pernyataannya menyambut keikutsertan Indonesia yang dihadiri Ketua Umum APJI, Ibu Ayu Muliadi, Duta Besar Yuli Mumpuni Widarso mengapresiasi dan mendukung keikutsertaan Indonesia khususnya perusahaan-perusahaan Indonesia.

Mengingat pentingnya pameran yang berbobot internasional yang menawarkan banyak peluang dan potensi bagi pemasaran produk makanan dan minuman Indonesia serta mendorong produk-produk makanan dan minuman Indonesia masuk ke pasar-pasar Eropa sehingga dapat meningkatan produk ekspor Indonesia ke Spanyol.

Pameran yang diikuti oleh perusahaan produk makanan dan minuman dari berbagai negara telah diresmikan oleh H.E. Sra. Isabel Garcia Tejerina, Menteri Pertanian dan Perikanan Spanyol.

Pada pembukaan acara Menteri Isabel telah melakukan kunjungan ke stand-stand pada 4 paviliun dan menemukan makanan dan minuman yang lebih mencermikan sektor makanan Spanyol yang memiliki variasi, style dan kualitas internasional, seperti produk makanan olahan dan makanan kemasan, makanan laut, daging, produk unggas, produk susu, bahan tambahan makanan dan bahan-bahan peralatan roti, kembang gula, anggur, minuman keras, kopi teh dan lain-lain.

Menpar Arief Yahya dua tahun lalu pernah bertemu Menteri Isabel di Madrid. Salah satu yang dibicarakan adalah industri perhotelan, sekolah pariwisata dan heritage building. “Spanyol adalah negara dengan jumlah wisman besar di Eropa, kita perlu belajar dari mereka,” kata Menpar Arief. (*)

#GenPISumsel Baru Saja Diresmikan, Eh, Sudah di Puncak Twitterland

0

GenPI –Generasi Pesona Indonesia– Sumatera Selatan (Sumsel) lebih dari 9 jam, menduduki posisi paling puncak dalam daftar trending topic nasional di Twitter sejak ia diluncurkan.

“Istimewa! Terima kasih para netizen, bloggers, vloggers, youtubers, selebgram dan semua aktivis media sosial yang turut menyemarakkan peluncuran GenPI Sumsel di media online dan media sosial,” ucap Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga di Hotel Arista, Palembang, Sabtu, 6 Mei 2017.

GenPI Sumsel, menurut Irene Camelyn memang diikuti oleh para netizen yang sudah lama berkolaborasi dengan tim Dispar Sumsel. Persisnya sejak Februari 2016, atau lebih dari setahun lalu. Karena itu, ketika diaktivasi dalam wadah GenPI, mereka langsung tune in.

Selain itu, hadir para “pendekar medsos” dari GenPI Aceh, GenPI Sumbar, GenPI Jateng, GenPI Lombok Sumbawa, GenPI Maluku, GenPI Jabar dan GenPI Jatim yang turut menyaksikan peresmian GenPI Sumsel itu. “Terima kasih, GenPI menjadi motor penggerak untuk mempromosikan pariwisata, mengangkat potensi alam, budaya dan buatan di Sumsel,” jelas Irene.

Presiden Joko Widodo memang sempat merasakan, greget Palembang sebagai host Asian Games 2018 bersama Jakarta, sangat kurang. Suasana menjelang pesta olahraga Negara-negara se Asia itu masih jauh dari yang diharapkan. “GenPi Sumsel ini akan menjadi salah satu media untuk menghebohkan kesiapan daerah dengan destinasi wisatanya,” harapnya.

Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi, Don Kardono menjelaskan GenPI adalah komunitas netizen yang memiliki perhatian khusus di bidang pariwisata. Sebagai community, sekaligus berperan sebagai media endorser yang dalam Pentahelix (ABCGM) –Academician, Business, Community, Government, Media– menempati dua folder sekaligus.

Satu lagi, lanjut Don Kardono, sebagai media (M), karena mereka juga semakin efektif menyampaikan message atau pesan, reportase, dan bisa membuat viral. Media adalah penyampai pesan ke publik, dan mereka bisa melakukannya. Channel-nya media sosial. Juga bisa menjadi community (C), karena mereka punya minat yang sama, berada di alam digital yang sama, dan sama-sama concern di pariwisata.

Di mana letak asyiknya bergabung dengan  GenPI? Sementara, itu adalah pekerjaan volenteer, tidak dibayar, tidak menghasilkan uang secara langsung? Don menjelaskan panjang lebar soal benefit dan intengible assets yang bisa divalue.

“Pertama, networking! Dunia medsos itu asyiknya adalah networking, semakin banyak followers, subscribers dan friends di dunia maya, dengan engagement yang kuat, dia akan menjadi trendsetter. Punya pengikut yang fanatik, dan ditandai dengan comments, repost, retweet, nge-tag, nge-like. Ketika punya pertemanan yg kuat, maka mereka laku menjadi endorser yang kuat pula,” ungkap Don Kardono.

Kedua, GenPI adalah aktualisasi seseorang di era digital, sebagai gaya hidup digital. Pariwisata adalah digital lifestyle.

“Anak-anak muda sekarang, tidak menabung untuk membeli rumah atau tanah. Mereka mengumpulkan duit untuk bisa selfie dan nge-vlog di Raja Ampat, Labuan Bajo, Wakatobi, Lombok Sumbawa, Bali, Kepri, Borobudur, dan destinasi lainnya!” kata Don.

Kalau di Instagram, Facebook, Path, Twitter, Youtube, WA status –layanan terbaru WhatsApp–, penuh dengan foto-foto destinasi yang eksklusif, alam yang keren, budaya yang khas, tidak semua orang bisa ke sana, semakin bergengsilah pemilik akunnya. Semakin di-follow banyak netizen lain.

“Itulah ciri khas digital lifestyle, ketemu apa saja, mengutamakan foto dan selfie, lalu di share di media sosial,” ungkap Don.

Ketiga, apa asyiknya GenPI? Presiden Jokowi di banyak forum resmi meyampaikan bahwa core economy bangsa ini adalah pariwisata. Sektor yang paling bisa berkompetisi di level dunia. Sampai-sampai Menpar Arief Yahya menyebutnya pariwisata adalah cara yang paling cepat dan paling murah, untuk mendapatkan devisa, menaikkan PDB dan menyerap tenaga kerja.

“Karena itu, kalau punya interest di pariwisata, dan aktif di medsos, silakan bergabung di komunitas GenPI! Generasi Pesona Indonesia,” ajak Menpar Arief Yahya.

Apa saja aktivitasnya? Stafsus Menpar Don Kardono menyebut: populerkan apapun juga soal pariwisata. Patokannya, Calender of Events (CoE) dari masing-masing daerah. Lebih menarik, lebih heboh, lebih asyik.

“Golnya adalah menjadi pembicaraan publik, yang biasanya menjadi trending topic di medsos,” katanya.

Kalau di jurnalistik ada istilah Kode Etik Jurnalistik, maka di GenPI pun ada kode etiknya. Hindari SARA, hindari Hoax, lebih ke sharing informasi seputar pariwisata, baik destinasi, pemasaran, maupun kelembagaan atau SDM.

Ketua GenPI Jateng, Shafigh Pahlevi yang diberi waktu mempresentasikan aktivitas netizen Jateng juga menyampaikan testimoninya. Dulu, saat pembentukan GenPI Jateng juga bisa menahan trending topic hingga 9 jam.

“Kami bangga berada di komunitas GenPI yang asyik ini,” ujar Shafigh yang sudah langganan bikin trending topic itu.

Ketua GenPI NTP Siti Khotijah, yang populer dengan akun Jhe Ipul itu juga mempresentasikan perjuangan hebatnya memulai komunitas ini, hingga punya anggota 300 orang ini. GenPI Lombok Sumbawa inilah salah satu cerita sukses dari Halal Destination Award Lombok tahun 2015 dan 2016.

“Masih belum yakin dengan GenPI? Please deh! Pariwisata Indonesia ini pangas mendapat support para netizen untuk menjadi nomor satu di dunia!” kata Jhe Ipul.

Para ketua dan aktivis GenPI lain pun, ikut mengamini. Mereka adalah Aries Purnama (Sumbar), Inggit Erlianto, Yelli Sustarina, Shafigh Pahlevi (Jateng), Wahyudi (Jateng), Fajra, Agus Wibowo dan Robby Sunata Ketua GenPI Sumsel yang terbaru. (*)

Diplomasi Kuliner untuk Gaet Turis Prancis

0

Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Perancis, yang akan berkolaborasi dengan Quartiers du Monde untuk hadir di Pameran bergengsi Taste of Paris yang mempunyai audiensi pengunjung 35 000 orang pada tanggal 18 hingga 21 Mei 2017.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika (ETTAA) Nia Niscaya mengatakan Wonderful Indonesia akan menjadi partner exclusive Quartiers du monde, dimana stand Quartiers du Monde akan dihiasi gambar-gambar Pemandangan indah di Indonesia yang akan berlangsung selama 4 hari tersebut.

“Quartiers du Monde merupakan Tour specialist yang menjual paket-paket tour thematic ke seluruh dunia, salah satunya tour gastronomi ke Indonesia. Quartiers du Monde juga mengeluarkan paket program Tour Gastronomi Java Bali yang akan dipromosikan selama pameran,” ujar I Gde Pitana yang diamini Nia Niscaya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (6/5).

Nia Niscaya menambahkan, jurus promosi Wonderful Indonesia juga dikencangkan, untuk meramaikan kehadiran Indonesia di pameran Taste of Paris. VITO Perancis sebagai perwakilan Kemenpar di pameran ini, akan menyumbang empat macam makanan Indonesia, yang akan ditawarkan sebagai degustasi makanan khas Indonesia.

“Setiap hari akan dibuat session tasting berbeda. Pada tanggal 18 Mei akan ada degustasi kue Wingko Babat, sementara pada tanggal 19 Mei VITO Perancis akan menjajakan degustasi Lumpia, pada tanggal 20 Mei, degustasi lapis legit yang terpilih sebagai “the best Indonesian cake voted by CNN” turut disajikan, sedangkan dihari terakhir 21 Mei kuliner khas jawa tengah Klepon juga turut dihidangkan,” ujar Nia.

Sementara itu, VITO Kemenpar di Prancis Eka Moncarre menjelaskan, ini merupakan strategi yang dipakai oleh VITO Perancis untuk mempromosikan Indonesia di Perancis.

“Jika kita ingin membuat orang jatuh cinta kepada Indonesia, kita harus membuat mereka jatuh cinta dengan makanan Indonesia dulu. Jika mereka suka dengan makanan Indonesia, maka membuat mereka tertarik untuk pergi mengunjungi Indonesia,” tutur Eka.

Lebih lanjut Eka menambahkan, warga Prancis sangat terikat dengan semua hal yang berbau gastronomi, dan merupakan cara yang jitu yang untuk memikat hati orang-orang Perancis. Tidak heran jika festival gastronomi Indonesia yang pertama kali diadakan oleh VITO bekerjasama dengan AGI bulan February yang lalu di Hotel Shangrila Paris bersama dengan Chef William Wongso, bisa mendatangkan 756 orang selama 6 hari.

“Perancis ditargetkan tahun ini untuk mendatangkan 330 000 vistors ke Indonesia, dan semoga dengan pameran ini, target yang ditetapkan akan tercapai,” ujar Eka.

Mentri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi aktifnya VITO Perancis mengikuti bursa- bursa wisata di negara itu, terbukti meningkatkan kunjungan turis dari Perancis ke Indonesia tahun lalu sekitar 20 % mencapai 250.921 orang dan target tahun ini ditargetkan mencapai 330 ribu wisatawan Prancis. (*)

Tiru Film Kartun, Bocah 7 Tahun Terjun dari Lantai 10 Menggunakan Payung

0

batampos.co.id – Bapak-ibu pembaca batampos.co.id percayalah, tidak semua film kartun selalu baik untuk membangun karakter anak-anak.

Di Suzhou, Tiongkok, baru-baru ini, seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun melompat dari lantai sepuluh apartemen, tempat keluarganya berdomisili.

Dia dilaporkan keluar dan melompat dari jendela, setelah menonton film kartun dimana ada adegan melompat dari tempat tinggi menggunakan payung sebagai parasut.

Di film kartun yang dia tonton, payung bisa memperlambat jatuhnya karakter yang dia lihat di layar kaca. Namun kenapa harus engkau coba dari lantai sepuluh, Nak?!

Si bocah jatuh terkapar, dengan tangan masih berpegangan pada payung. Untungnya, dia masih selamat meski dengan luka parah. Tak disebutkan seberapa parah cedera yang dialami. (dota allstar/adk/jpnn)

Dokter Eropa Terpesona Budaya dan Alam Indonesia

0

Sebanyak 100 dermatology Jerman, Belanda, Austria, Swiss, Kamboja dan Singapura, dibuat terpana dengan penampilan Ramayana Ballet di Candi Prambanan, Jumat (5/3) malam.

Merekna menikmati cultural night yang digelar pada sela Conference on Tropical And Clinical Dermatology 2017 di The Alana Hotel and Convention Center, Sleman, Yogyakarta.

Imbasnya, mereka memutuskan untuk stay dua minggu agar bisa mengeksplore culture dan nature Indonesia.

“Ini sangat luar biasa. Culture dan nature seperti Indonesia inilah yang disuka kolega-kolega saya di Jerman, Belanda, Austria dan Swiss. Saya bisa pastikan seluruh delegasi Eropa akan stay dua minggu di Indonesia,” terang Prof. Dr. Med. Dr. Thomas Ruzicka, spesialis Medical Doctor di Universitas di Dűsseldorf, Sabtu (6/3).

Pria kelahiran 12 Januari 1952 di Prague, Republik Ceko itu mengaku sangat takjub menyaksikan Ramayana Ballet. Apalagi, shownya dilakukan di pelataran Candi Prambanan, yang notabene merupakan Candi Hindu terbesar di dunia. Show budaya dengan latar belakang candi setinggi 47 meter itu menjadi ajang selfie seluruh dermatology yang hadir.

“Kami benar-benar dimanjakan dengan pertunjukan Ramayana Ballet yang dipadukan dengan pemandangan latar indah berupa batu Candi Prambanan. Ini mahakarya budaya Hindu yang luar biasa. Tahun depan saya akan ikut Internetional Conference di Jogja lagi,” ungkapnya.

Dr Rosemarie Moser juga sama.. Selain mengeksplor budaya, konsultan di Dermatovenerology dalam praktik medis pribadinya di Eisenstadtkelahir itu mengaku ingin merasakan berwisata ke Raja Ampat. “Setelah ini saya ke Raja Ampat. Saya ingin melihat langsung snorkling site terbaik dunia 2015,” ucap wanita kelahiran 15 Agustus 1965 itu.

Statemen ketakjuban juga ikut disuarakan Prof. Isaak Effendy. Pria berdarah Indonesia yang sudah 30 tahun tinggal di Jerman itu malahan mengaku siap membantu Kementerian Pariwisata dalam mendatangkan lebih banyak lagi dermatology Eropa ke Indonesia.

“Budaya dengan story telling seperti ini yang disuka masyarakat Eropa. Ini sangat menarik, karena sangat jarang sekali dijumpai di negara-negara lainnya. Tahun besok, saya akan bawa lebih banyak lagi dermatology Eropa ke Indonesia,” ungkapnya.

Soal ini, Kepala dan Konsultan Dermatologi di Departemen Dermatologi di Rumah Sakit Kota Bielefeld itu mengaku sangat pede. Dalihnya simpel. Sebelum acara digelar, hanya Jerman dan Belanda yang siap mengirimkan perwakilannya ke Jogjakarta. Ternyata setelah mendengar nama Jogjakarta, Austria, Swiss, Kamboja dan Singapura ikutan mengirimkan delegasinya.

“Tahun besok Austria datang lengkap dengan komunitas dermatologynya. Semua antusias karena sekarang mereka tidak diribetkan lagi dengan urusan visa. Kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang dicetuskan Kementerian Pariwisata itu sangat membantu mobilitas kami-kami ini yang ada di Eropa,” ungkapnuya.

Beragam Ketakjuban tadi membuat Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Asturi, ikut sumringah. Dia langsung memberikan apresiasi tinggi pada Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi yang telah bersusah payah menyiapkan suguhanbcultural night kelas dunia di Candi Prambanan.

“Terima kasih atas pujian-pujiannya. Ini kerja keras seluruh tim Pemasaran Nusantara, terutama Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi. Mudah-mudahan ini bisa menyebar ke Eropa,” harap Esthy.

Perpaduan eksotisme Candi Prambanan ini dengan Ramayana Ballet itu juga ikut dikomentari Menpar Arief Yahya. Menonton Ramayana Ballet dengan ditemani desiran angin dan tata cahaya lampu yang menyorot ke candi Hindu terbesar di dunia, Prambanan, menurutnya, bisa menjadi jembatan diplomasi budaya dalam memperkuat branding nasional.

“Ini menjadi ajang promosi branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, ikon pariwisata tanah air. Dermatology Eropa itu bisa menjadi endorser,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief yakin, kedatangan dermatology Eropa ke Indonesia itu akan berdampak positif. Kunjungan wisatawan Eropa bisa meningkat tajam.

“Tidak hanya meningkat, kita punya kesempatan besar mengalahkan negara-negara tetangga kita kalau kita bisa menyenangkan mereka. Ini akan menjadi promosi dari mulut ke mulut yang baik ketika mereka kembali ke negaranya,” ujarnya. (*)

Bermain bersama Dewi Pule

0
foto: slemanonline

AIR sungai yang jernih mengalir. Pohon-pohon salak pondoh tumbuh merata di kebun. Rumah-rumah rapih berjejer. Sapaan ramah menyapa. Di Kejahuan Gunung Merapi tampak kokoh berdiri.

Begitulah suasana Desa Wisata Pulesari atau yang dikenal sebagai Dewi Pule.

Suasana seperti itulah yang akan dirasakan oleh siapa pun yang datang ke Pulesari, Wonokerto, Turi kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebuah anugerah yang bisa disyukuri oleh seluruh warga Desa Wisata Pulesari.

Mereka ingin berbagi kebahagiaan tinggal di Lereng Merapi, di ketinggian 400-900 meter di atas permukaan laut itu kepada lebih banyak orang. Maka pada 9 November 2012 mereka sepakat meluncurkan Pulesari sebagai Desa Wisata Budaya dan Tradisi.

Ya, di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Ada kegiatan rutin tradisi tahunan yaitu Upacara Adat Pager Bumi yang selalu dilaksanakan setiap Bulan Sapar Rabu Pungkasan. Kesenian lokal seperti Kubro Siswo, Tari Salak, jathilan, karawitan, bisa dinikmati di Pulesari.

Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian dan sistem sosial turut mewarnai sebuah kawasan desa wisata. Dengan sedikit polesan, penambahan sarana dan prasarana bermain, mempercantik lingkungan, berubahlah Pulesari sebagai Dewi Pule. Desa Wisata Pulesari.

Memanfaatkan sungai jernih yang hanya berjarak 200-300 meter terpisah jalan dan kebun salak, dilengkapilah sarana outbond, fun game maupun treking. Kemudian kekayaan berupa kebun salak pondoh dijadikan inspirasi untuk menjadi atraksi. Selain wisata memetik salak, kemudian dibuatlah paket mengolah salak menjadi berbagai produk olahan.

“Ada 12 olahan salak yang dikembangkan di sini. Di antaranya dodol salak, bakpia, wingko, enting-enting, kerupuk, nastar, madumongso, bakwan, sambal, oseng-oseng, nogosari dan kolak,” ujar Didik Irwanto, Ketua Desa Wisata Pulesari.

Apa yang disajikan Dewi Pule ternyata sangat diminati. Treking sungai dan belajar 12 olahan salak pondoh menjadi favorit. Kini, ratusan orang, mulai dari anak-anak SD, siswa SMP dan SMA, para mahasiswa maupun pekerja kantoran, berdatangan ke Pulesari. Ada yang hanya satu hari beraktivitas di sini, banyak pula yang menginap. Dengan 46 homestay yang ada, 600 orang rombongan pun bisa di tampung di Dewi Pule.

Sejumlah paket “bermain” maupun live in dengan harga yang sangat hemat bisa didapat di Dewi Pule. Sewa homestay mulai dari sewa satu homestay untuk 10 orang dengan harga Rp 150 ribu ( hanya Rp 15.000/orang) hingga yang satu kamar Rp 50 ribu untuk dua orang.

Paket bermain atau satu hari di Pulesari mulai dari Paket Tradisi seharga Rp 50 ribu (minimal 25 pax) hingga yang seharga Rp 100 ribu (minimal 25 pax). Murahnya paket one day tour seharga Rp 50 ribu bisa dilihat dari fasilitas yang akan diperoleh yakni welcome drink (jahe sereh), snack 1x Fun Game, Ice Breaking, Outbound, bumbung bocor, jembatan goyang, titihan bambu, serta makan dan minum sekali.

Sedangkan Paket Live In, mulai dari Paket Tradisi seharga Rp 175 ribu ( minimal 25 pax) hingga harga Rp 265 ribu (minimal 25 pax). Paket seharga Rp 175 ribu ini juga sangat murah karena akan mendapatkan fasilitas welcome drink, snack 2x, makan – minum tiga kali (malam, pagi, siang), pertunjukan seni, menginap di homestay, senam, outbound, bumbung bocor, jembatan goyang, dan titihan bambu.

Menginap di Pulesari, berarti para pengunjung pun turut merasakan suasana pedesaan yang masih asli dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ada enam pendopo yang tersebar di desa wisata ini. Pendopo-pendopo inilah yang dipakai untuk kegiatan tamu. Makan bersama untuk tamu disediakan di pendopo-pendopo ini.

Makanan untuk tamu disiapkan oleh ibu-ibu kelompok Dasa Wisma. “Jadi semuanya terlibat karena Desa Wisata Pulesari memang dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Pariwisata harus menyejahterakan warga,” tegas Didik.

Banyak alasan untuk datang dan menginap di Dewi Pule, desa wisata yang pernah mendapatkan Juara I Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2014. Dewi Pule juga merupakah salah satu perwakilan dari Yogyakarta berpartisipasi dalam mengikuti Community Based Tourism (CBT) Award ASEAN.

Menpar Arief Yahya tambah yakin bahwa Sleman, Jogjakarta bisa melompat lebih tinggi dalam memajukan desa wisata dengan homestaynya. Kesadaran sebagai Kota Wisata, Kota Seni Budaya dan Kota Pendidikan sangat kuat. (*)

Kemenpar Tingkatkan Kapasitas SDM Tanjung Kelayang

0
foto: bwsuitebelitung.com

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menempatkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci penting dalam mengelola destinasi yang kondang karena keindahan pantainya itu.

Pada 26-27 April lalu, Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar menggelar bimbingan teknis (bimtek) dalam rangka penguatan kelompok sadar wisata. Namanua bimtek Sapta Pesona dan Sadar Wisata.

“Pesertanya adalah 60 kelompok sadar wisata se-Kabupaten Belitung dan Belitung Timur,” ujar Larasati selaku person in charge (PIC) Tanjung Kelayang pada Pokja Destinasi Prioritas Kemenpar.

Selain itu, Kemenpar juga menggalakkan penggunaan platform Indonesia Travel Xchange (ITX) di kalangan pemilik homestay di Belitung. Dalam rangka itu pula Kemenpar menggelar workshop penggunaan ITX untuk pemasaran homestay secara digital.

Menurut Laras, worskshop pemanfaatan ITX kepada para pemilik homestay itu digelar pada 28-29 April lalu. “Pesertanya 40 pengelola homestay,” sebutnya.

Lebih lanjut Laras mengatakan, objek wisata di Belitung bukan hanya pantai-pantai indah seperti Keciput Alam Indah di  Desa Keciput di Kecamatan Sijuk, Belitung. Sebab, di Desa Keciput juga ada wisata religi yang bisa dikembangkan.

“Ada wisata religi untuk mengetahui sejarah panjang proses penyebaran agama Islam ke Pulau Belitung. Wisatawan bisa akan mengunjungi makam-makam kuno penyebar agama Islam di Belitung,” tutur Laras.

Selain itu, ada pula wisata edukasi bagi wisatawan yang ingin mengenal berbagai jenis kayu dan pepohonan yang sudah tertata rapi, wisata outbound hingga kuliner. “Ada makanan dan oleh-oleh khas Belitung,” sebutnya.

Laras menambahkan, jika tak ada hambatan maka penerbangan internasional menuju Belitung akan segera terealisasi. Sebab, Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjungpandan sejak 22 Desember lalu telah berstatus international airport.

Nantinya akan ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia ke Belitung. “Penerbangan internasional masih menunggu kesiapan Pertamina menyuplai avtur dan slot di bandara Kuala Lumpur,” katanya.

Iyeth Bustami Semarakkan Pembukaan Festival Pesona Mandeh 2017

0

Iyeth Bustami mampu membius ribuan pengunjung pembukaan Festival Pesona Mandeh 2017, (4/5/2017).

Berlokasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Carocok Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dalam sambutannya mengatakan, Festival Pesona Mandeh ini akan jadi kebangkitan sektor pariwisata Mandeh.

Pak Bupati menambahkan, dirinya akan terbuka kepada investor baik skala kecil, sedang, dan besar datang untuk turut mengembangkan Mandeh.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah menetapkan Mandeh jadi destinasi nasional. Masyarakat sini pun sudah siap menyambut wisatawan yang akan datang. Begitu juga dengan investor, kami persilakan datang membangun pariwisata di sini,” kata Hendrajoni.

Hendrajoni menyebutkan, seindah apapun sebuah kawasan wisata, jika tanpa promosi mustahil akan dikenal, apalagi menarik kunjungan ribuan wisatawan.

“Kami bersyukur atas dorongan dari Kementerian Pariwisata, Festival Pesona Mandeh yang pertama bisa dilaksanakan,” katanya.

Acara yang dimulai sejak pukul 20.30 WIB ini dibuka dengan tarian khas Sumatera Barat, disusul pemberian penghargaan kepada pengelola tempat wisata, homestay dan UMKM terbaik di Pesisir Selatan.

Iyeth Bustami yang tampil dengan busana anggun warna keemasan, langsung menjadi magnit pengunjung berkumpul di depan panggung. Dengan lagu pertama berjudul “Sabda Cinta”, Iyeth mampu membius penontonnya.

Tidak mau membuang waktu, saat hendak membawakan lagu kedua, Iyeth mengajak Bupati Hendrajoni dan istri naik ke atas panggung. Bersama-sama mereka menyanyikan lagu paling hits milik Iyeth “Laksana Raja Di Laut” yang membuat suasana makin heboh.

Dengan membawakan total 10 lagu, Iyeth Bustami sukses membuka Festival Pesona Mandeh 2017 dengan manis. Dalam penutupannya, Iyeth pun mengajak wisatawan menengok keindahan Mandeh yang menurutnya tidak kalah indah dengan Raja Ampat.

“Datanglah ke Mandeh, ada surga tersembuny di sini. Keindahannya luar biasa, tidak kalah dengan Raja Ampat,” ujar Iyeth Bustami berkampanye.

Event yang berakhir sampai 7 Mei 2017 ini ditargetkan dikujungi 35 ribu wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Berbagai acara akan dihelat, seperti lomba fotografi bawah laut, festival kuliner, seni tradisi dan festival rabab. Khusus Festival Rabab yang dihelat pada Sabtu 6 Mei 2017 akan diikuti 200-an pemain rabab dan akan dicatat dalam rekor MURI.

Khusus lomba foto underwater, sudah dimulai sejak Festival Pesona Mandeh dimulai. Selama tiga hari peserta terus melakukan hunting foto di spot-spot yang sudah ditentukan. Hasil foto dan keputusan pemenang dipajang dan diumumkan pada hari penutupan festival.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Pessel, Zefnihan mengatakan, Festival Pesona Mandeh ini merupakan sebuah media promosi dan memperlihatkan kesiapan kawasan Mandeh kepada wisatawan untuk dikunjungi. Masyarakat di Mandeh juga bersiap dalam menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional.

Masyarakat Mandeh juga telah diajak bersiap menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional. “Untuk festival kuliner kita menghadirkan 50 stand kuliner yang menyajikan beragama kuliner enak khas Ranah Minang. Tidak hanya pembukaan saja kami datangkan artis, nanti di penutupan juga ada artis ibu kota Budi Doremi,” ujar Zefnihan.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat Raseno Arya mengatakan, promosi pra event Festival Pesona Mandeh 2017 gencar dilakukan sebelum event berlangsung. Karena itu dirinya optimistis target kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara akan tercapai.

“Target 35 ribu di event perdana kami optimis tercapai, berbagai persiapan sudah kita kerjakan, baik pada saat pembukaan hingga penutupan sudah disiapkan secara matang di lapangan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti komunitas, pegiat pariwisata, warga setempat dan rekan-rekan media massa cetak dan elektronik,” kata dia.

Kegiatan pendukung Festival Pesona Mandeh 2017 lainnya, tambah Raseno, ada Mandeh Joy Sailing, lomba perahu tradisional dan atraksi diving. “Pada tanggal 5 Mei nanti, akan ada parede yang seru, sekitar 250 perahu tradisonal degan bermacam corak dan ragamnya melintasi seputaran kawasan Mandeh yang sangat menakjubkan,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sudah tiga kali mendatangi Mandeh mengatakan, Mandeh adalah Raja Ampat-nya Sumatera. Untuk menjual wisata Mandeh, menurutnya akan sangat mudah.

“Walaupun tidak masuk dalam destinasi prioritas, tapi Mandeh menjadi destinasi nasional. Itu akan kita perhatikan secara intens. Menjual Mandeh ini akan sangat mudah karena destinasinya indah, atraksinya banyak, kulinernya oke, dan tidak jauh dari Padang yang bandaranya sudah siap. Tinggal amenitasnya saja yang harus digenjot,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Program Magang Kemenkop UKM 2017 Dorong 500 Wirausaha Muda

0

Kementerian Koperasi dan UKM mendorong dunia usaha membuka kesempatan magang bagi pemuda.

Melalui kegiatan ini peserta akan mendapat pengalaman langsung sebagai seorang wirausahawan.

Nantinya, para peserta diharapkan menjadi wirausaha muda yang mandiri atau menjadi mitra usaha di tempat mereka magang.

Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM, Hariyanto mengatakan program yang digagas pemerintah melalui Kemenkop UKM ini bertujuan untuk menularkan mental, jiwa, dan semangat berwirausaha kepada pemuda melalui pemberian pemahaman dan pengalaman praktik-praktik wirausaha pada dunia usaha khususnya UKM sehingga diharapkan dapat tercipta wirausaha muda yang memiliki kompetensi baik.

‘’Program magang dilaksanakan dengan dasar hukum UU Nomor 20 Tahun 2008 pasal 19 ayat 1 yakni dalam rangka memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan, meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial, serta membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan. Intinya, kegiatan ini untuk melakukan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, motivasi, dan kreativitas bisnis, dan penciptaan wirausaha baru,’’ ujar Hariyanto.

“Peserta yang berhak mengikuti program magang ialah peserta yang dijaring oleh panitia seleksi dengan kriteria diantaranya pria dan wanita berumur 17-30 tahun, minimum SMA sederajat, dan lolos seleksi serta bersedia mengikuti tata cara magang yang berlaku”, lanjut Hariyanto.

“Program magang yang berjalan berhasil merekrut sebanyak 100 peserta dan 20 UKM, yang mana setiap satu UKM menampung peserta magang sebanyak 5 orang,’’ ungkap Hariyanto.

Proses magang akan dilaksanakan selama 25 hari. Dimana para peserta akan dibagi dalam kelompok bidang spesifik (produksi UKM) dan manajemen usaha (pembukuan dan lain-lain), serta dilakukan secara intensif melalui proses monitoring. Sebelum mulai magang, para peserta, pendamping dan pemilik UKM diberi pembekalan terkait aktivitas magang dengan cara diberi buku panduan magang dan akan dibagi kelompok bagi setiap UKM yang menerima peserta magang.

“Peserta magang dijaring oleh Dinas Koperasi dan UKM yang nantinya akan merekomendasikan UKM yang berminat menjadi tempat magang, merekomendasikan peserta magang, serta melakukan monitoring pelaksanaan magang,” tandas Hariyanto.

Hariyanto mengatakan, selama proses magang, monitoring dan perekaman akan dilakukan setelah 14 hari berjalannya kegiatan. Pihak kementerian didampingi Dinas Koperasi dan UKM provinsi akan melakukan kunjungan langsung ke UKM pendamping untuk mengevaluasi proses magang yang sedang berjalan.

Dengan begitu, para peserta yang mengikuti program magang diharapkan dapat memahami dan menyelami dunia bisnis praktis, terutama kewirausahaan secara langsung.

“Peserta akan dibekali dengan pelatihan mulai dari proses produksi, kemasan, manajemen usaha hingga pemasaran,” jelasnya.

ilustrasi

Melalui pelatihan magang kali ini, para peserta diharapkan menjadi wirausaha muda yang mandiri yang dapat menjadi mitra usaha ditempat magangnya masing-masing.

”Manfaat melalui program ini peserta yang notabene baru belajar menjadi wirausaha akan mendapatkan informasi praktek kewirausahaan secara langsung. Mereka juga mendapatkan keterampilan yang berguna sebagai bahan pertimbangan rencana masa depan. Program ini diharapkan dapat memotivasi dan memberikan alternatif bagi pemuda apabila berminat membuka usaha,” ujar Hariyanto.

Selain itu, menurutnya, program magang juga mendatangkan manfaat bagi UKM mitra magang yakni menularkan pengetahuan dan metode kepada peserta dan diharapkan dapat mengembangkan usahanya secara teori atau keilmuan.

Di samping itu, dalam program itu ada interaksi dengan akademisi sehingga diharapkan akan memperkaya metode dan alat di dalam menjalankan usahanya.

“Kami berharap melalui program magang dapat terjadi peningkatan kapasitas dan kredibilitas, serta memperluas jaringan usaha UKM,” katanya.

Khusus awal tahun ini, program magang diberikan kepada 500 peserta yang telah lolos seleksi. Peserta akan ditempatkan pada 100 UKM pendamping. Kegiatan ini di laksanakan di 5 (lima) Provinsi yakni Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara.

Jawa Timur

Program Magang Kemenkop dan UKM ditahun 2017 ini diawali dengan dilaksanakannya pembukaan kegiatan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang bersinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan dibuka langsung ketuanya, I Gusti Ayu Bintang Darmawati di pendopo Krido Manunggal Tuban di Jl. Gub. RM. Suryo, Tuban.

Magang diikuti oleh 100 orang peserta dan 20 UKM pendamping. Peserta akan mendapat pelatihan selama 25 hari, mulai Senin (6/3/2017) sampai Jumat, (7/4/2017). Program magang ini akan resmi ditutup Minggu, (9/4/2017).

Bali

Sedangkan di Provinsi Bali, program dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga di Hotel Aston Denpasar, Selasa, (21/3/2017).

Peserta yang mengikuti program sebanyak 100 pemuda dan 20 UKM Pendamping yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar.Program Magang akan dilaksanakan mulai Senin, (27/3/2017) sampai Jumat, (28/4/2017) dan ditutup Kamis, (4/5/2017).

Jawa Tengah

Khusus di Provinsi Jawa Tengah pembukaan magang dilaksanakan pada Rabu, (26/4/2017) di Semarang. Pelaksanaan kegiatannya mulai dilakukan, Kamis, (27/4/2017) sampai Senin (5/5/2017) dan ditutup Sabtu, (10/6/2017). Peserta magang berasal dari 5 kabupaten dengan peserta masing-masing 20 orang dan 5 orang dari UKM di setiap kabupatennya. Kelima kabupaten tersebut ialah Temanggung, Wonosobo, Karanganyar, Wonogiri dan Purworejo.

Yogyakarta

Sementara, Kabupaten Kulonprogo dipilih mewakili Provinsi DI Yogyakarta. Pembukaan Program Magang dibuka Sekretariat Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Nutyanto di Hotel King, Jumat (28/4/2017).

“Tujuan utama kegiatan magang ini bagi peserta selain mendapat teori tentang kewirausahaan dan kiat dan strategi didalam kelas, tetapi peserta magang dapat terjun langsung melihat para pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya,” ujar Rully.

Kegiatan diikuti oleh 100 peserta magang dan 20 UKM Pendamping yang dimulai Selasa, (2/5/2017) sampai Rabu (7/6/2017). Program ini akan ditutup Minggu, (11/6/2017).

Kalimantan Utara

Pembukaan program magang di Provinsi Kalimantan Utara akan dilakukan pada Rabu (17/5/2017). Kegiatan diikuti oleh 100 peserta pada 20 UKM pedamping. Peserta magang ini berasal dari Malino dan Tarakan. Pelaksanaan program magang dimulai, Senin (22/5/2017) sampai Jumat, (30/6/2017) dan ditutup pada Rabu, (5/7/2017). (Adv)

Wow, 1.400 Atlet dari 30 Negara Join Bintan Triathlon 2017

0

Bintan Triathlon 2017 bakal memainkan perannya mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) pada 20-21 Mei 2017 di Nirwana Garden Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). .

Sekitar 1.400 atlet dari dalam dan luar negeri bakal melalui tiga jenis rintangan gabungan tiga cabang olahraga (cabor) yakni renang, bersepeda dan lari sambil menikmati indahnya pemandangan alam di Bintan.

“Mereka berasal dari 30 negara seperti Inggris, Australia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat, Jerman, ada juga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan tuan rumah Indonesia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan, Luki Zaiman Prawira, Jumat (5/5).

Luki menjelaskan, untuk olahraga renang, kondisi perairan yang dilintasi memiliki arus yang kecil. Kemudian rute balap sepedanya memiliki rintangan yang sangat menantang karena jalurnya yang berkelok-kelok dan berbukitan.

“Yang spesial rute larinya, akan membuat para atlet kerepotan karena melawan cuaca panas dan lembab di bagian utara khatulistiwa,” tambah Luki.

Ajang ini akan terbagi menjadi lima kategori yaitu,

  • Olympic Distance (renang 1,5 kilometer, balap sepeda 40 kilometer, dan lari 10 kilometer).
  • Sprint Distance terdiri dari (renang 750 meter, sepeda 20 kilometer dan lari 5 kilometer).
  • Youth Distance (300 meter, 12 kilometer, dan 3 kilometer).
  • Fun Race Duo Race Duo Challenge (1,5 kilometer dan 150 meter, serta lari sampai garis finish).
  • Kids Distance atau khusus untuk anak-anak. Jarak renangnya 150 meter, balap sepeda 6 kilometer, dan lari 1,5 kilometer.

“Jadi ini sangat cocok untuk sport tourism keluarga,” ungkap Luki.

Pelaksanaan Bintan Triathlon 2017 merupakan ajang pemanasan para peserta sebelum menuju pelaksanaan Ironman 70.3 yang akan digelar Agustus mendatang.

Untuk sesi perlombaannya, lanjut Luki, seluruh peserta akan mengikuti lomba renang yang diadakan di Pantai Nirwana Gardens Resort. Usai berenang, peserta akan melanjutkan perlombaan balap sepeda. Adapun untuk rutenya dimulai dari jalur Nirwana Gardens Resort-Ria Bintan-Reservior Lagoi-Pasar Ole-ole hingga ke garis finish.

“Para peserta sudah menjalani pemanasan dengan mengikuti acara renang khas atau renang klasik, sehingga saat berlaga kondisi peserta maksimal semua,” tukas Luki.

Sementara, Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengatakan, untuk peserta kunjungan wisatawan dari pelaksanaan Bintan Triathlon dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Bahkan, pesertanya mencapai 90 persen wisatawan asing.

“Even olahraga bertaraf internasional ini sudah 13 kali digelar di Kabupaten Bintan, khususnya di Area Nirwana Gardens Resort. Dalam acara ini akan dipadati 2.000 wisatawan baik itu dari atlet maupun keluarga dan sponsor atlet. Bahkan wisatawan lokal juga ikut serta memeriahkannya,” kata Wahab.

Acara ini diyakini akan naik pengunjungnya karena musim semi yang ditunggu-tunggu seluruh wisatawan di dunia. Apalagi tahun ini, acaranya dikemas dengan sangat menarik yakni posisi triathlon terpanjang di seluruh Asia.

“Bintan Triathlon 2017 akan memberikan pengalaman yang berkesan disertai hiburan bagi para pesertanya,” tambah Wahab.

Menpar Arief Yahya mengibaratkan, jika pariwisata itu celana, maka kantung kanan Bali, kantung kiri Jakarta, kantung belakang Kepri (Bantam, Bintan). Tiga kantung utama itu acap disebut 3 Greater. Selain membuat kantung-kantung baru, salah satu yang didorong Menpar Arief Yahya adalah memperbesar kapasitas kantung yang sudah ada.

“Target besar harus diikuti dengan kesiapan 3A yang besar pula. Akses, Atraksi dan Amenitas,” kata Arief Yahya.

Bintan misalnya? Atraksi manmade-nya, seperti sport tourism dan event tourism sudah popular di Singapura dan Malaysia. Nature-nya, sudah pasti memiliki keunggulan dan menjadi komplementer buat Singapura yang tidak memiliki pantai, hutan, bakau dan bawah laut.

“Perhelatan Bintan Triathlon 2017 di Lagoi Bintan adalah contoh konkret. Begitu ada event, maka kapasitas akomodasinya tidak cukup,” katanya.

“Sekarang sudah ada satu bandara, 12 hotel, 2.000 kamar. Tahun 2019 nanti, ditargetkan 5.000 kamar untuk wisatawan. Harus ditambah amenitas, dan tentu harus melengkapi atraksinya dengan baik,” ujar  Menpar Arief Yahya. (*)