Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13363

Indonesian Cultural Festival Dekatkan Indonesia pada Publik Inggris

0

Di tengah kesibukan mengerjakan tugas-tugas kuliah, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Inggris, khususnya di Kota Manchester masih berkegiatan untuk mengenalkan pariwisata Indonesia. Terutama wisata kuliner, yang menjadi bagian dari wisata budaya, yang dikembangkan Menpar Arief Yahya.

Ya, mereka yang bergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI-GM) menggelar festival seni budaya bertajuk Indonesian Cultural Festival (ICF) 2017 pada hari Jumat (28/4) di gedung Academy 1, Universitas Manchester, Inggris.

Pada festival ini, para pelajar Indonesia tersebut menampilkan berbagai keunikan dan keragaman Indonesia melalui bazar makanan, pameran destinasi wisata, permainan tradisional, dan ditutup dengan acara puncak pertunjukan seni budaya.

Menurut Koordinator Acara ICF 2017 Alif Kurnia Rahman, ICF 2017 mendapat sambutan meriah dari ratusan warga dan pelajar internasional di Manchester. Mereka berasal dari Inggris, Italia, Jerman, Perancis, Tiongkok, Korea, Jepang, Mesir, Turki, Iran, hingga Ekuador.

“Para pengunjung memadati delapan stall yang menjual lebih dari 50 menu kuliner khas Indonesia seperti nasi rendang, sate padang, bakso, mie ayam, pempek, siomay, martabak, mie aceh, hingga es cendol,” kata Alif.

Selain merasakan kenikmatan masakan Indonesia, para pengunjung juga mendapat informasi tentang destinasi pariwisata melalui booth-booth pameran interaktif serta mencoba baju adat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Julie Nam, salah seorang pengunjung dari Korea, menyatakan bahwa ICF 2017 membuat dirinya tertarik untuk mengunjugi pulau Sulawesi dan Papua yang terkenal akan keindahan bawah lautnya.

Pada acara puncak di malam hari, ICF 2017 menampilkan pertunjukan seni budaya yang terdiri atas fashion show baju adat, paduan suara lagu daerah, angklung, dan tarian tradisional dari lima pulau di Indonesia yakni Saman, Rentak Bulian, dan Piring (Sumatera), Empat Etnis (Sulawesi), Bambu Gila (Maluku), Kecak (Bali) dan Sajojo (Papua).

“Pertunjukan seni budaya ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh 250 orang yang terdiri dari pelajar internasional maupun warga Indonesia yang bermukim di Inggris,” ujar Ketua PPI-GM, Muhammad Fidhzariyan.

Laki-laki yang biasa disapa Aya ini menyatakan bahwa ICF 2017 digelar untuk semakin memperkuat citra positif Indonesia kepada komunitas internasional.

“Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata yang perlu dipromosikan oleh para pelajar yang sedang berkuliah di luar negeri. Semoga melalui acara ICF 2017, para pelajar internasional yang ada di Inggris, dan Manchester khususnya, akan semakin tertarik untuk berwisata atau pun mempelajari kebudayaan Indonesia,” ucap alumnus Hubungan Internasional UGM ini.

Kegiatan ini didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London dan beberapa perusahaan Indonesia seperti Bank Mandiri dan Indofood.

Menpar Arief Yahya memang punya cita-cita menjadikan kuliner nusantara sebagai alat berdiplomasi budaya. Dengan mengenal kuliner asli Indonesia, orang akan mengenal tradisi turun temurun dan filosofi makanan itu dibuat dan diciptakan.

“Terima kasih para diaspora di Manchaster,” kata Arief Yahya.

“Belajar dari Thailand, mereka sukses membangun ribu restoran Thai di seluruh dunia, dengan teste yang standart. Di mana saja selalu ada Thai Resto. Kita ingin menuju kr sana, kuliner menjadi pintu promosi wisata Indonesia,” ungkap Menteri Arief.

Ada 5 jenis makanan yang menjadi ikon kuliner nusantara. Nomor satu soto. Empat lainnya adalah sate, nasi goreng, rendang dan gado-gado.

“Perkenalkan minimal 5 jenis masakan khas Indonesia itu. Sebagaimana Thailand punya sup asam pedas Tom Yam dan mie Patthai,” ujar Arief Yahya. (*)

Jogja International Air Show Sukses !

0
sumber: netralnews.com

Jogja International Air Show (JIAS) 2017 berlangsung sukses.

Hari keempat pergelaran JIAS di Alun-Alun Utara Yogyakarta dipadati ribuan penonton. Mereka sudah menunggu sejak pagi.

Sepertinya mereka penasaran dengan atraksi-atraksi yang sebelumnya telah disuguhkan di Gunungkidul, Prambanan, dan Kulonprogo. Lewat berbagai media mainstream maupun media sosial, mereka sudah mendapatkan info berbagai macam atraksi yang memukau. Maka, saat tiba jadwal di Kota Jogja, warga pun tak menyia-nyiakan.

Sabtu (29/4/2017) warga kota Yogya pun bersiap  menikmati suguhan spektakuler atraksi JIAS 2017 yang berlangsung di depan kraton Yogyakarta tepatnya di alun-alun utara Yogyakarta.

Tepat pukul 09.00 WIB, enam pesawat jenis KT-1 Wong Bee dari Jupiter Aerobatic Team, muncul dan  memperagakan kebolehannya bermanuver di atas langit kota Yogya. Tepuk tangan pun bergemuruh.

Wajah-wajah kagum terlihat di muka penonton, terutama para remaja. Sesekali mereka  bersorak, bertepuk, setiap menyaksikan suguhan-suguhan manuver yang begitu atraktif dan mendebarkan.

Berbagai manuver diperagakan Tim Aerobatik kebanggaan negeri ini. Seperti manuver membentuk hati, manuver menyilang, manuver olak-alik dan meluncur tegak lurus ke atas dengan mengeluarkan asap di ekornya. Semua itu membuat para penonton tak berhenti untuk terus memberikan tepuk tangan.

Salah seorang penonton yang menyaksikan atraksi keenam pesawat Tim Aerobatik Jupiter itu  mengaku deg-degan. “Gila! Bikin deg-degan aja. Tapi yakin aja aman karena pilotnya pasti benar-benar terampil,” kata Zaky.

Selain di Alun-Alun Utara, atraksi JIAS Sabtu (29/4) juga berlangsung di Borobudur Magelang. Atraksi berupa terjun payung. “Rencana awal, terjun payung di Borobudur hari Jumat sore. Tapi karena hujan, kita batalkan dan baru dilaksanakan Sabtu pagi,” jelas Kepala Seksi Binportdirga Iwan Setiawan S, AP saat dihubungi.

JIAS 2017 di Alun-Alun Utara Yogyakarta ini berlangsung hingga Minggu malam. Diisi dengan bazar Multiproduk mulai pukul 07.00, pawai dirgantara (pukul 13.00), drum band AAU, dan terjun payung oleh Tim TNI AU (pukul 14.00). Pawai dirgantara yang melibatkan 800 peserta melintas dari jalan Malioboro menuju Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Sabtu sore, jalan-jalan menuju Malioboro dan Alun-Alun Utara Yogyakarta dari sejumlah arah sempat ditutup. Jalur Malioboro hingga Titik Nol Alun-Alun Utara sudah penuh dengan penonton.

JIAS di Alun-Alun Utara ini akan berlangsung hingga Minggu malam. Puncaknya diakhiri dengan penampilan Band Kotak.

Sedangkan atraksi JIAS di Hari Minggu (30/4) berlangsung di Pantai Depok, Bantul. Yang ingin menyaksikan kembali atraksi Tim Aerobatik Jupiter bisa datang ke Pantai Depok sejak pagi.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan JIAS itu.

“Atraksinya oke, viral di media, dan menghibur baik warga Jogja sendiri atau wisatawan yang sedang berada di Kota Jogja. Saya lihat, masyarakat sangat antusias dengan berbagai permainan dirgantara itu,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Akrobat udara di JIAS 2017 itu, lanjut Menpar Arief, bahkan bisa dipromosikan secara khusus jauh hari sebelumnya agar bisa menarik wisman.

“Next, kami akan support di news dan marketing agar acara ini juga dihadiri penonton dari mancanegara. Gengsi event akan naik, dan coverage medianya bisa lebih luas,” kata Arief Yahya. (*)

Nelayan Natuna Dibajak, Ditodong AK 47

0

batampos.co.id – Dua orang nelayan Desa Sepempang Natuna, dirompak delapan orang menggunakan senjata AK 47 di tengah laut saat menangkap ikan di periaran Natuna, Kamis (27/4).

Dua nelayan yang jadi korban ini adalah Muin bersama anaknya Ujang. Mereka dipepet tugboat dan dipaksa merapat. Beruntung kemudian mereka dilepas, namun dua fiber ikan dirampas.

Menurut pengakuan Muin, seperti biasa kapal Tugboat lalu lalang di lepas pantai. Siang itu posisi mereka sekitar 60 mil lepas pantai Ranai. Tiba-tiba tugboat menghadang dan sekitar delapan orang gunakan sebo bersenjata AK 47 menodong ke arah pompong.

“Saya tak bisa mengontak minta tolong lewat radio. Kami sudah ditodong pakai senjata lengkap. Ada 8 orang di tugboat, orangnya bertato dan pakai sebo,” ungkap Muin Minggu (30/4).

Selama tiga jam mereka dinaikkan ke tugboat. Ditanyai bos ikannya. Lalu diancam agar tidak menangkap ikan lagi  di wilayah tersebut.

“Kejadian itu, kami berada sekitar 60 mil lepas pantai sebelah Timur pulau Bunguran. Mereka mengakunya dari Malaysia. Tapi logat bahasanya bukan Malaysia,” ujar Muin.

Sekretaris Desa Sepempang Hadri membenarkan kejadian yang menimpa nelayan di Desanya. Namun secara resmi korban belum menceritakan kejadianya.

Pihak Lanal Ranai sendiri menyatakan, belum menerima laporan resmi dari nelayan yang menjadi korban pembajakan tersebut.

Sementara sejumlah nelayan di Ranai mengaku cemas atas kejadian pembajakan tersebut. Ishak nelayan Desa Tanjung mengaku, kejadian tersebut sebelumnya tak pernah terjadi.

“Tugboat sudah biasa lalu lalang di perairan Natuna, 30 mil sampai 50 mil kepas pantai. Nelayan juga biasa memancing ikan, pembajakan ini kami juga cemas,” ujar Ishak.(arn)

Kabupaten Semarang Latih 50 Pemandu Wisata

0
Museum Ambarawa, salah satu obyek wisata di Kabupaten Semarang.
foto: yopiknik.com

Kabupaten Semarang, Jawa Tengah melatih para pemandu wisata yang ada di wilayahnya. Tujuanya meningkatkan kualitas pemandu wisata yang bisa bersaing di era MEA

“Kegiatan ini mendukung program pemerintah untuk meningkatkan layanan industri pariwisata kita,”kata Partono SH MM,  Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang.

Kegiatan dengan tema “Pelatihan Pemandu Wisata” ini ditangani Dinas Pariwisata Bidang Industri Pariwisata kabupaten Semarang. Dengan narasumber fasilitator desa wisata, Aris Widyanto.

Kegiatan digelar dua kali selama bulan April. Para peserta diambil dari para pemandu wisata dan biro travel yang ada di sejumlah obyek wisata berjumlah 50 orang.

“Pesertanya dari pemandu desa wisata, pokdarwis, dan biro/agen perjalanan wisata di wilayah kabupaten Semarang,” imbuhnya.

Pelatihan pertama 13 April 2017, di Gedung Dinas Pertanian Ungaran kabupaten Semarang. Dengan materi teori dan praktek lapangan di Obyek Wisata Bukit Cinta kabupaten Semarang. Lalu praktik Lapangan kedua, 28 April 2017, di Obyek Wisata Kota Surakarta. Pada praktek kedua ini peserta juga dievaluasi kompetensi kemampuan sebagai Pemandu Wisata.

Aris Widyanto menyampaikan, para pemandu dan pelaku wisata memang harus terus ditingkatkan baik jumlah maupun kualitasnya. Ini penting mengingat pemerintah saat ini sedang memfokuskan pembangunan industri pariwisata sebagai salah satu tulang punggung pendapatan negara.

Karena itu para pelaku wisata harus  digembleng kemampuanya. Tidak saja manajemen tapi juga kemampuan teknis terkait pelayanan kepada pengunjung.

“Selama latihan itu, selain kita beri paparan dan latihan di ruangan, peserta juga praktek di obyek wisata Bukit Cinta dan Keraton Solo, termasuk praktek kepemanduan di dalam bis (meeting on the bus),” jelas Aris.

Menurutnya, meningkatkan pengetahuan pemandu wisata lokal harus melalui mekanisme yang berstandar sertifikat. Karena itu pelatihan yang mereka gelar juga dalam rangka fasilitasi persiapan untuk menghadapi sertitifikasi pemandu wisata.

“Dari kegiatan ini harapan kami bisa mendukung program unggulan di Kab. Semarang, yaitu Intanpari. Yang menekankan pembangunan Industri, Pertanian dan Pariwisata.”

Dari 50 peserta yang ikut, hasilnya cukup bagus. Sehingga layak untuk diberi sertifikat kemampuan kepemanduan wisata. “Setelah pelatihan pastilah kemampaun mereka bertambah, kualitas juga bertambah sehingga bisa memberi pelayanan yang lebih baik,” tambahnya.

Menpar Arief Yahya menyarankan agar daerah-daerah segera menaikkan kapasitas dan kemampuan industrinya, lakukan sertifikasi kompetensi. Minimal sesuai dengan standart ASEAN.

“Namanya, ASEAN Mutual Recognition Arrangements (MRAs). Kemenpar punya program pelatihan ini di Deputi Kelembagaan dan SDM,” kata Arief Yahya.

Selain itu, yang paling penting adalah prinsip bahwa sejak sekarang harus menggunakan global standart. Standart internasional, yang bisa menjamin industri pariwisata nasional mampu bersaing ke level global.

“Jika ingin menjadi global player, maka harus jadi global standart,” ungkap Arief Yahya. (*)

Dua Nelayan Vietnam Tahanan Kejaksaan Kabur

0

batampos.co.id – Dua nelayan asing kewarganegaraan Vietnam yang menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Ranai kabur, Kamis (27/4) kemarin. Hingga saat ini keduanya belum ditemukan. Diduga nelayan Vietnam tersebut kabur menggunakan kapal pompong nelayan.

Kajari Natuna Afrianto membenarkan, dua nelayan asing asal negara Vietnam yang kabur adalah tahanan dari Kacabjari Anambas akan mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Ranai.

“Kami masih melakukan usaha pencarian,” ujar Afrianto, Minggu (30/4).

Dua nelayan Vietnam yang melarikan diri adalah Huang Annh Chrong merupakan nakhoda kapal BTH 98996. TS dan Truong Van Tjom nahoda BD 95244 TS. Mereka diduga kabur gunakan pompong nelayan, pasalnya pada hari yang sama, sebuah pompong milik Izhar hilang di sungai kampung Air Kolek Ranai.

Izhar mengaku, ia mendapati pompongnya hilang sekitar pukul 07.00 WIB yang ditambat di sungai. Rencananya ia akan menguras air di dalam pompongnya. Setelah dicari bersama rekan nelayan, namun tidak menemukannya.

Akhirnya, Izhar melaporkan kehilangan ke Lanal Ranai, karena curiga dibawa kabur nelayan Vietnam yang dikabarkan melarikan diri dari Kejaksaan Negeri Ranai. Dan didekat pompong ditemukan sepeda motor yang digunakan nelayan Vietnam. Kaburnya dua nelayan Vietnam tersebut, kini sedang dilakukan pengejaran, baik dari Kepolisian, Lanal Ranai dan Kejaksaan.

“Nelayan diketahui hilang sekitar pukul 20.00 WIB Kamis kemarin,” kata Afrianto.(arn)

Walikota Batam Ngaku Beberapa Kali Diundang Presiden dan Kemenkumham untuk Rapat…

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Usulan predisen ketiga Indonesia, Bj Habibie menjadikan Batam, Rempang, Galang (Barelang) sebagai provinsi khusus ekonomi ditanggap dingin oleh Pemko Batam.

Walikota Batam Muhammad Rudi, SE saat diminta tanggapan mengaku tidak terlalu gubris dengan dengan usulan tersebut.

“Kalau soal itu kami tidak terlalu gubris,” ujar Rudi, saat meletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung II di Batuaji, Minggu (30/4).

Pemko Batam baru akan gubris jika usulan tersebut merupakan perintah dari pemerintah pusat.

“Kami ikut saja perintah presiden karena sudah beberapa kali dipanggil rapat oleh Presiden dan Kemenkumham. Kalau iya tinggal laksanakan,” ujar Rudi. (eja)

Pompong Sekolah

0

Pelajar dan guru menaiki pompong dari Tiangwangkang, Tembesi, Batuaji, Kota Batam, Jumat (14/10/2016).

Yang menaiki pompong ini warga Tiangwangkang dan warga Jembatan II.
Mereka setiap hari menaiki pompong ini ke SDN 003 di Pulau Akar, serta SDN 009 dan SMPN 14 di Pulau Panjang.

Meskipun harus berdiri selama setengah jam, para siswa tetap mengejar cita-citanya.

Pompong ini dibiayai oleh Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan antar pulau di Kepulauan Riau.

Ya, ketika di daratan ada bus sekolah, bagi anak pula pompong sekolah, namanya.

Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

SMK Bisa !

0

Guru SMKN 1 Batam, Topan Febrinata (paling kiri) beserta para siswa jurusan teknik mekatronika sedang merakit mesin di Workshop SMKN 1 Batam, Selasa (11/4/2017).

Jurusan mekatronika adalah salah satu jurusan yang menerapkan sistem belajar selama empat tahun dan berkurikulum nasional dipadukan dengan kurikulum Thailand dan Jepang.

Proses belajar mereka benar-benar diawasi melalui layar telekonferens yang terhubung ke sekolah-sekolah lain yang menerapkan kurikulum serupa.

Foto: Dalil Harahap/Batam Pos.

Ribuan Wisman Singapura Nikmati Penampilan Band Wali di Batam

0
Vokalsi Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin menghibur 1.200 turis asal Singapura di gedung Sumatra Expo, Batamcentre, Sabtu (29/4). Wali Band khusus diundang oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dispar Provinsi Kepri dan Dispar Kota Batam ke Batam untuk menghibur para turis dengan tema Wonderful Indonesia. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata menggandeng travel Singapura dalam menyukseskan acara Wonderful Indonesia melalui mini konser band asal ibu kota Wali, bertempat di Gedung Sumatera Expo, Sabtu (29/4).

Kepala Bidang Wisata Buatan Kementerian Pariwisata, Putu Gayatri mengatakan kerjasama ini merupakan salah satu upaya Kemenpar dalam meningkatkan kunjungan wisata, khususnya daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Program crossborder ini memang menitik beratkan kepada kunjungan wisman,” kata dia.

Sebelumnya, pihak Kemenpar dan travel di Singapura telah melakukan survei, dan hasilnya mereka ingin menyaksikan grup band Wali.

Jadi, agen travel menjual paket wisata untuk menonton grup band Wali hingga menginap di Batam. “Saya rasa ini cukup efektif, terbukti dari target 650 yang datang mencapai seribu wisman,” kata Putu.

Kemenpar sendiri memang menaruh harapan yang besar terhadap Kepulauan Riau yang merupakan penyumbang nomor tiga wisatawan ke Indonesia.

“Ada Bintan, Karimun, dan Batam yang menjadi daerah berbatasan langsung dengan negara luar. Ini yang tengah kami gencarkan untuk meningkatkan jumlah kunjungannya,” terang perempuan asal Bali ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepualauan Riau, Buralimar mengatakan event yang digelar ini tentunya memberikan dampak positif terhadap jumlah kunjungan wisata di Batam.

“Seperti hari ini, terdapat tujuh agen travel yang menjual paket nonton Wali Band di Batam, dan berhasil mendatangkan seribu wisman dan mereka hafal lagu dan terhibur dengan penampilan Wali,” ujarnya.

Dia berharap akan ada paket wisata yang bisa digarap antara Kemenpar dan travel asal Singapura, sehingga semakin banyak lagi wisman yang datang ke Batam.

“Banyak momen dan ini yang tengah kami coba manfaatkan,” tutupnya.(cr17)

Badung, Bali Promo Wisata ke Australia, India dan Rusia

0
ilustrasi

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali dalam waktu dekat ini akan melakukan sales mission di tiga negara yaitu Australia, India dan Rusia.

Ketiga negara itu menjadi target promosi pariwisata (sales mission) Kabupaten Badung, Bali, dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah yang memiliki keindahan panorama alam ini.

“Dalam waktu dekat ketiga negara ini akan menjadi target promosi wisata Pemkab Badung agar lebih dikenal luas oleh seluruh masyarakat dunia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra, Sabtu (29/4).

Badra menjelaskan, promosi wisata ke Australia, akan dilakukan pada Juli 2017 dengan menyasar delapan kota di negara Kangguru itu. Di India, promosi akan dilakukan di Kota New Delhi pada Agustus 2017. Sementara di Rusia belum ditentukan targetnya.

“Untuk Australia dan India sudah ditentukan. Sementara promosi wisata di Rusia kami sempat berkoordinasi dengan pusat yang menilai potensi pasar wisatawan dari negara itu cukup bagus,” kata Badra.

Badra meyakini keindahan alam Pulau Bali, khususnya di Kabupaten Badung masih menjadi primadoma para pelancong yang ingin menikmati suasana pantai yang berpasir putih di daerah itu.

“Mudah-mudahan kunjungan wisatawan ke Bali mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, khusunya di Badung dan Bali umumnya,” ujar Badra.

Terkait rencana promosi ini, Dinas Pariwisata Badung sudah melakukan koordinasi dengan Badan Promosi Wisata Daerah beserta PHRI agar mendukung kegiatan itu agar Pulau Dewata lebih dikenal masyarakat dunia.

Sebelumnya, Pemkab Badung telah melakukan promosi wisata ke Negara Tiongkok dengan menyambangi dua kota yakni Tianjin dan Hohhot yang dihadiri 100 buyers dari “top travel agent”.

Dalam promosi wisata tersebut, antusiasme warga Tiongkok untuk berlibur ke Bali sangat tinggi, karena Pulau Dewata menjadi salah satu tujuan wisata primadona bagi masyarakat Negeri Tirai Bambu itu.

Upaya promosi wisata Badung khususnya dan Bali umumnya ke daerah itu, dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang juga diterima langsung Duta Besar (Dubes) Indonesia di Beijing Soegeng Rahardjo.

Selain China, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menilai sudah tepat memilih India untuk promosi. Warga India merupakan salah satu wisatawan mancanegara yang cukup besar berkunjung ke ke Indonesia. Pada tahun 2015, wisatawan outbond India ada 20.380.000 orang, atau tumbuh 11,1 persen dari tahun 2014.

Menpar Arief Yahya mengaku optimis pada tahun 2017 ini, wisatawan dari India akan bertambah, melihat India punya kedekatan budaya yang sangat kuat dengan Indonesia. “Ramayana dan Mahabharata yang sangat populer di Indonesia itu berasal dari India,” kata Menpar Arief Yahya.

Meskipun sampai saat ini tidak ada penerbangan langsung, namun selama ini India sudah menghasilkan hampir 300 ribu wisatawan mancanegara (wisman) setahun. Untuk itu, Arief Yahya berharap agar wisatawan mancanegara dari India digarap secara serius.

“Kalau dibiarkan saja sudah ada angka segitu, maka kalau digarap dengan marketing yang lebih bagus, saya yakin hasilnya akan lebih optimal,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)