Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyerahkan bantuan dana zakat secara simbolis kepada penerimanya di Masjid Al Sakinah, Bintan Center, Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (30/4). F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk batampos..
batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanjungpinang menyerahkan dana zakat kepada 74 penerima (mustahiq) di Masjid Al Sakinah, Bintan Center, Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (30/4). Penyerahan dana zakat periode pertama itu dilakukan secara seremonial oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.
Lis mengatakan bantuan dana yang diberikan Baznas ini berasal dari pezakat (muzaki) se Kota Tanjungpinang pada 2016 lalu. Namun untuk pembagiannya akan dilakukan dalam beberapa tahap atau periode. Khusus untuk periode pertama yang berhak mendapatkannya sebanyak 74 orang.
“Dana yang terkumpul sepanjang 2016 sebesar Rp 701 juta. Kesemua dana itu akan diberikan kepada penerima yang berhak. Namun akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Dengan terkumpulnya dana zakat sebesar Rp 701 juta ini, kata Lis membuktikan adanya peningkatan pembayar zakat sebesar Rp 501 juta dari 2015 lalu yang hanya terkumpul Rp 200 juta.
Kenaikan itu, lanjut Lis akan berdampak juga pada peningkatan penerimanya. Diharapkan dana itu dapat dipergunakan atau dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari maupun sebagai modal usaha.
“Jika bisa gunakanlah dana itu untuk mengapai keinginan penerima selama ini. Yang penting berikhtiarlah agar usaha yang dilakukan bisa terwujud,” katanya.
Ketua Baznas Kota Tanjungpinang, Muqtafin mengaku dana yang berhasil dikumpulkan dari pezakat di Kota Tanjungpinang terus meningkat setiap tahunnya. Begitu juga penerima dana zakat tersebut akan mengalami penambahan.
“Untuk priode pertama ini kami serahkan dana zakat kepada 74 penerima. Selebihnya akan diberikan kepada periode selanjutnya,” sebutnya.
Mutaqin menambahkan jika Baznas Tanjungpinang menargetkan 2017 ini dana yang dikumpulkan bisa mencapai Rp900 juta. Agar target itu tercapai, dihimbau kepada masyarakat muslim dikota ini untuk menyalurkan kewajibannya membayar zakat, infak dan sadakah.
“Jika target itu tercapai kami yakin masyarakat fakir di Tanjungpinang akan terbantu semuanya. Jadi kami harapkan masyarakat muslim salurkan kewajibannya ke baznas,” ungkapnya. (ary)
batampos.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau terus bertekad membenahi kualitas madrasah agar punya daya saing dengan sekolah umum lain. Tidak pelak ini lantas berimplikasi pada komitmen untuk memberikan bantuan sarana prasarana sebagai prasyarat sebuah lembaga pelaksana pendidikan yang berkualitas.
Pada tahun ini, Kanwil Kemenag Kepri memberikan 38 paket bantuan sarana prasarana kepada 38 lembaga yang ada di Kepri. Namun, sebelum bantuan itu diberikan, pihak Kemenag menginginkan kepada lembaga yang menerima bantuan tersebut memahami petunjuk teknis agar dalam pelaksanaannya bisa berlangsung efektif.
“Saya harap komitmennya tinggi untuk menyelesaikan semua pekerjaan, jangan ada masalah dan segera membuat laporan lengkap. Laporan yang disusun pun harus sudah sesuai dengan petunjuk teknis, ada standarnya. Percayalah jika laporan tidak disampaikan maka pasti akan timbul masalah,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kepri, Abu Sufyan, kemarin.
Abu Sufyan menambahkan, pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan stimulus kepada madrasah swasta. Untuk itu, ia meminta pihak penerima bantuan untuk segera menyisir semua potensi masalah yang mungkin muncul sejak dini agar dapat dicarikan solusinya bersama.
Lebih lanjut dia pun meminta pengelola madrasah untuk memanfaatkan sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan mutu madrasah.
“Jika masih ada kekurangan tolong disempurnakan sendiri, jangan menunggu bantuan lagi, dan berikan kami laporan secara periodik selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung dan di akhir pekerjaan berikan laporan yang lengkap,” ujar Abu Sufyan.
Kasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kanwil Kemenag Kepri Jangga Hasibuan menambahkan, sarana dan prasarana yang memadai, Kemenag Kepri ingin menciptakan madrasah yang berkualitas, unggul dan dapat memenuhi ekspektasi dan harapan masyarakat terutama masyarakat yang menitipkan anaknya untuk dididik di madrasah.
Menurut Jangga, pada prinsipnya setiap pembangunan gedung baru maupun rehab madrasah harus memenuhi ekspektasi masyarakat. Ekspektasi masyarakat yang besar terhadap madrasah harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang cukup dan seimbang di madrasah. “Tujuan akhirnya adalah madrasah menjadi lembaga yang bisa mengungguli sekolah umum dan meningkatkan daya saingnya,” pungkas Jangga. (aya)
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) siap mendukung pariwisata Indonesia. Ini ialah bagian dari semangat Indonesia Incoporated Menpar Arief Yahya. Aih, macam mana ya?
Kepala ANRI Mustari Irawan mengatakan pihaknya akan menjaga semua arsip yang berkaitan dengan Pariwisata dan budaya Indonesia agar kekayaan intelektual itu bernilai guna tinggi dan terjaga dengan baik.
“Termasuk semua arsip penting terkait dengan Pariwisata. Seperti validitas tarian tanah air, prestasi-prestasi Pariwisata Indonesia, semua penghargaan, raihan, dokumen itu kami punya arsipnya. Itu semua kami pegang dan kami simpan, agar tidak ada klaim dari negara lain dan untuk kebaikan bangsa dan pariwisata Indonesia,” ujar Kepala ANRI Mustari Irawan.
Hal itu disampaikan Mustari dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan tajuk Pengelolaan Arsip Aset Nasional yang digelar di Hotel Grand Hatika Belitung, 27 hingga 28 April 2017.
Acara tersebut juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Asdep Bisnis dan Pemerintah Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar. Maka dari itu, imbuh Mustari, demi kemajuan pariwisata Indonesia, Rakor tersebut menjadi sangat strategis.
“Tujuannya agar dokumen atau arsip bidang ekonomi, kekayaan alam pariwisata kita, kekayaan budaya kita, bidang politik kita, bidang pertahanan, kekayaan intelektual yang bernilai guna tinggi serta bersifat vital bisa terjaga dengan baik, teridentifikasi dengan baik, tertata dan terawat, tersedianya data base, mudah diakses dan terselamatkannya aset negara dari indikasi penyalahgunaan kepemilikan,” beber Mustari.
Pengelolaan aset nasional ini, lanjut dia, juga mengemban amanat undang-undang nomer 43 tentang kearsipan dan peraturan pemerintah nomer 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan undang-undang nomer 43 tentang kerarsipan.
Mustari didampingi Ketua Panitia Pelakasana Rakor Gunawan Hasan juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang serius menggulirkan spirit incorporated. Kata dia, selain sekitar 200 peserta yang hadir dari seluruh Indonesia bisa melakukan Rakor dengan baik, para peserta juga bisa menikmati keindahan Bangka Belitung yang juga masuk menjadi salah satu destinasi prioritas Kemenpar.
Para peserta diajak mengunjungi negri “Laskar Pelangi” terutama ikon Belitung, Tanjung Tinggi dan menyebrang ke Pulau Lengkuas.
“Bangka Belitung sangat indah, sangat tepat Kemenpar menjadikan Tanjung Kelayang sebagai salah satu destinasi prioritas atau 10 Bali Baru. Kami senang melaksanakan Rakor sambil menikmati keindahan Belitung,” ujar Gunawan.
Gunawan menambahkan, kegiatan ini adalah bentuk sinergitas yang sangat baik yang dilakukan Kemenpar dengan ANRI. “Kami juga sangat setuju karena setelah acara, ada sesi city tour atau culinary tour, mengunjungi satu tempat paling menarik di kota tempat MICE dilangsungkan. Ini yang membuat bisa menggerakkan ekonomi. Semua roda ekonomi terkait dengan MICE dan tour-nya bisa hidup dan berkembang, Rakor berhasil, pariwisata meningkat,” katanya.
Seperti diketahui, Kemenpar terus konsisten menjaga pergerakan wisatawan mancanegara maupun nusantara di bidang MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu mendukung acara Rapat Koordinasi (Rakor) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan tajuk Pengelolaan Arsip Aset Nasional yang digelar di Hotel Grand Hatika Belitung, 27 hingga 28 April 2017.
“Kami dukung acara ini karena pertimbangannya adalah acara ini kegiatan MICE yang sangat berpotensi untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara. Dengan MICE, perekonomian masyarakat di Bangka Belitung secara otomatis akan terangkat, karena MICE itu digelar dengan banyak wisatawan, pengeluaran uangnya banyak, dan dengan waktu yang cukup lama,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Hidayat.
Lebih lanjut Hidayat mengatakan, dari pengalamannya MICE memang terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi. MICE jadi makin terlihat seksi lantaran jumlah pesertanya banyak, partisipannya adalah decision marker, length of Stay-nya panjang, media coverage-nya luas dan spendingnya sangat tinggi.
“Dari Meeting, Incentives, Conferences, Exhibitions, membawa berkah yang tidak sedikit. Hotel, restoran, venue, rental mobil, handycraft, destinasi wisata, yang kami sebut ring satu, semua kebagian rezeki. Kalau pameran lebih bagus lagi. Selain ring satunya dapat, ring duanya juga kebagian,” ujar Hidayat. (*)
Vokalsi Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin menghibur 1.200 turis asal Singapura di gedung Sumatra Expo, Batamcentre, Sabtu (29/4). Wali Band khusus diundang oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dispar Provinsi Kepri dan Dispar Kota Batam ke Batam untuk menghibur para turis dengan tema Wonderful Indonesia. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Wali, tampil excellent. Venue di Sumatera Expo Center Batam pun sukses membius sekitar 900 wisman asal Singapura.
Perhelatan Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar), 29 April 2017, berakhir manis.
“Happy ending. Wisman Singapura terhibur dengan konser Wali yang digelar Kemenpar,” ungkap Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri, Minggu (30/4).
Event crossborder itu memetik sukses besar. Dari sisi kemasan acara yang oke punya, artis kenamaan yang menjadi favorit wisman Singapura, hingga impact ekonomi, semuanya hadir di Batam. Semuanya ikut membungkus event Music Festival Crossborder Batam. Bayangkan, 900 wisman Singapura menyeberang ke Batam hanya untuk menyaksikan Wali.
Mereka tak segan membeli paket perjalanan wisata yang di arrange Al Firdaus Travels Pte Ltd dan VITO Singapura, Sulaiman Shehdek. “Bagus, keren, memuaskan! Everybody happy,” kata Shahdek.
Ratusan wisman tadi juga tak segan mengeluarkan uang untuk menyewa 3 kapal ferry, 22 bus, menginap di Golden View Hotel Batam, hinnga memberi santunan kepada panti asuhan dan anak yatim di Batam, Kepri.
“Bahkan rangkaian acara penyambutannya pun mereka arrange sendiri. Dari mulai qasidahan di Sekupang hingga marching band yang melibatkan 100 anak-anak sekolah di Batam, semua dibayar dengan uang mereka sendiri. Belum lagi keperluan belanja setelah acara, makan dan cost menginap di hotel. Ini memberi dampak ekonomi yang besar bagi Batam,” ungkap Esthy.
Dalam perhelatan Sabtu (29/4) sore, seluruh wisman Singapura terlihat happy bergoyang sambil terus berteriak Wonderful Indonesia yang dipandu oleh Wali. Selama 1 jam, semuanya fokus menyimak 12 lagu yang dibawakan Wali. Bahkan, ratusan wisman tadi ikutan kompak menyenandungkan sejumlah tembang andalan Wali seperti Dik, Cari Jodoh, Jodi, Tomat (Tobat Maksiat), Aku Bukan Bang Thoyib, hingga Baik Baik Sayang. Backgound video promosi pariwisata
“Wali sangat ngetop di Singapura. Basis fansnya besar. Lihat saja mereka sampai rela menyewa tiga ferry ke Batam, Bahkan komunitas penyandang cacat yang tuna netra sampai ikutan rela membeli paket wisata Crossborder Batam hanya untuk mendengarkan Faang (vokalis Wali, red) nyanyi,” timpal Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri.
Dan kebetulan, Kemenpar tak ingin membuang peluang sekecil apapun untuk mendatangkan wisatawan demi target 15 juta wisman di 2017. “Kuncinya adalah musik, seni-budaya, dan kuliner untuk menggaet pasar negara tetangga. Dan mereka bisa masuk ke Indonesia dengan bebas visa kunjungan (BVK),” kata Gayatri.
Menpar Arief Yahya juga ikutan happy. Kebetulan, dia memang berusaha menghidupkan crossborder dengan memperbanyak event dan acara yang bisa dinikmati oleh tetangga negara seperti Singapura.
“Jika sangat sering ada kegiatan rutin yang dibuat masyarakat daerah itu sendiri dan itu bisa menjadi tujuan negara tetangga, akan sangat bagus dan efektif sebagai border tourism yang bisa menaikkan jumlah wisman ke tanah air,” kata Arief Yahya, Menpar RI
Kebetulan, Kepri menjadi salah satu fokus Menpar Arief untuk terus dikembangkan. Hal iut bukan tanpa sebab, pertama, Kepri ini top three wisman terbesar di Indonesia dengan persentase 20 persen, setelah Bali 40 persen dan Jakarta 30 persen.
“Kedua, Kepri sudah ditetapkan sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia, karena posisi geografis yang dekat dengan Singapore dan riilnya wisatawan yacht atau perahu wisata itu masuk dari sana,” ujar Menteri Arief.
Dan poin ketiganya, Kepri masuk dalam program crossborder. Penyeberangan ke Batam, Bintan, Tanjung Balai Karimun, dari dan menuju Singapura sangat dekat dan cepat. Akses penyeberangan juga semakin banyak. “Karena itu akan banyak event internasional di Kepri untuk menghidupkan industri pariwisata di sana,” ujar Arief Yahya. (*)
Vokalsi Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin menghibur 1.200 turis asal Singapura di gedung Sumatra Expo, Batamcentre, Sabtu (29/4). Wali Band khusus diundang oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dispar Provinsi Kepri dan Dispar Kota Batam ke Batam untuk menghibur para turis dengan tema Wonderful Indonesia. F. Dalil Harahap/Batam Pos
“Tiga jempol untuk Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam. Batam jadi makin ngetop di Singapura. Dampak ekonominya pun sangat besar. Terimakasih Kemenpar,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Pebrialin, Minggu (30/4).
Penyelenggaraan Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam, Kepri, membawa dampak positif untuk pariwisata Indonesia. Ekonomi Batam pun langsung berdetak kencang. Rental bus, hotel, restoran, pengisi acara, sampai ke panti asuhan dan anak yatim, semua ikut merasakan impact positif even yang digelar Kemenpar itu. Semuanya langsung memberi emoji tiga jempol untuk Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam.
Setiap akhir pekan menyapa, sejatinya Batam sudah sangat crowd dengan serbuan wisman Singapura. Sebanyak 34 ribu kamar hotel yang ada di Batam, hampir bisa dipastikan selalu fully booked. Libur panjang akhir pekan ini pun juga sama. Semua kamar hotel full.
Ditambah lagi, ada Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder yang menyapa. Batam makin terlihat seksi. Tua-muda, laki laki-perempuan asal Sngapura, semua berlomba-lomba memesan paket berlibur di Batam.
Masyarakat Batam pun seperti ketiban durian runtuh. Detak perekonomian langsung berdetak kencang. Warung makanan, warung kopi, toko kelontong, sampai hotel, kewalahan menerima pesanan.
Golden View Hotel misalnya. Hotel yang dijadikan tempat menginap 900 wisman Singapura yang menyaksikan Konser Wali itu penuh.
Enam pilihan kamar yang tersedia dari mulai Superior room, Deluxe room, Family room, Suite room, Grand Suite dan Chalet, habis dipesan wisman Singapura.
“Semua penuh sampai tanggal 1 Mei. Ini berkah besar bagi kami,” tutur Sekretaris GM Golden View Hotel, Rossy Tobing.
Restoran yang berada di sekitar Golden View Hotel juga ikutan sumringah. Setelah konser Wali, Ballroom Golden Prawn Seafood Restaurant dibooking khusus oleh wisman asal Singapura. Bahkan, mereka sampai rela membayar marching band hanya untuk mengantarkan perjalanan mereka dari hotel menuju lokasi santap malam di Golden Prawn Seafood Restaurant.
“Dan mereka juga ikut membayar pajak hotel dan restoran loh. Itu belum termasuk belanja. Kalau masing-masing mengeluarkan Rp 1,5 juta per hari, sudah berapa uang yang dikeluarkan mereka selama di Indonesia. Ditambah lagi ada misi sosialnya. Ratusan wisman Singapura ini juga ikut memberi sumbangan ke panti asuhan dan anak yatim di Batam. Efek dominonya sangat besar,” timpal Visit Indonesia Toursim Officer (VITO) Singapura, Sulaiman Sulaiman Shehdek, yang ikut mengkoordinir mobilitas 900 wisman Singapura tadi.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar sampai ikutan nimbrung mengawal acara. Dia mengaku sangat happy. Semua lini langsung mencicipi manisnya Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam. “Tidak sia-sia, festival ini sukses dan berimbas mendatangkan wisman. Sangat konkret,” kata Buralimar.
Menpar Arief Yahya juga ikut memberikan jempol. Lewat skema pengaturan dan koordinasi yang lumayan menyita waktu dan perhatian, hasilnya ternyata sangat booming. “Ini sangat bagus. Pelaksanaannya lancar, tidak ada hambatan, dan semua puas dengan Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam,” katanya.
Apalagi, Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam juga berimbas pada Batam. Suasana Batam menjadi lebih ramai, heboh, dan hidup. Ekonomi masyarakat pun ikut terdongkrak. Bahkan, ada permintaan agar event seperti ini jangan berhenti di tengah jalan.
“Cross border tourism itu pasar yang sangat potensial. Tinggal bagaimana daerah membangun destinasi di wilayahnya, agar lama hari tinggal wisman dari negeri tetangga lebih panjang. Semakin banyak orang berwisata, semakin maju daerahnnya, semakin makmur masyarakatnya,” kata Arief Yahya. (*)
Di tengah kesibukan mengerjakan tugas-tugas kuliah, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Inggris, khususnya di Kota Manchester masih berkegiatan untuk mengenalkan pariwisata Indonesia. Terutama wisata kuliner, yang menjadi bagian dari wisata budaya, yang dikembangkan Menpar Arief Yahya.
Ya, mereka yang bergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI-GM) menggelar festival seni budaya bertajuk Indonesian Cultural Festival (ICF) 2017 pada hari Jumat (28/4) di gedung Academy 1, Universitas Manchester, Inggris.
Pada festival ini, para pelajar Indonesia tersebut menampilkan berbagai keunikan dan keragaman Indonesia melalui bazar makanan, pameran destinasi wisata, permainan tradisional, dan ditutup dengan acara puncak pertunjukan seni budaya.
Menurut Koordinator Acara ICF 2017 Alif Kurnia Rahman, ICF 2017 mendapat sambutan meriah dari ratusan warga dan pelajar internasional di Manchester. Mereka berasal dari Inggris, Italia, Jerman, Perancis, Tiongkok, Korea, Jepang, Mesir, Turki, Iran, hingga Ekuador.
“Para pengunjung memadati delapan stall yang menjual lebih dari 50 menu kuliner khas Indonesia seperti nasi rendang, sate padang, bakso, mie ayam, pempek, siomay, martabak, mie aceh, hingga es cendol,” kata Alif.
Selain merasakan kenikmatan masakan Indonesia, para pengunjung juga mendapat informasi tentang destinasi pariwisata melalui booth-booth pameran interaktif serta mencoba baju adat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Julie Nam, salah seorang pengunjung dari Korea, menyatakan bahwa ICF 2017 membuat dirinya tertarik untuk mengunjugi pulau Sulawesi dan Papua yang terkenal akan keindahan bawah lautnya.
Pada acara puncak di malam hari, ICF 2017 menampilkan pertunjukan seni budaya yang terdiri atas fashion show baju adat, paduan suara lagu daerah, angklung, dan tarian tradisional dari lima pulau di Indonesia yakni Saman, Rentak Bulian, dan Piring (Sumatera), Empat Etnis (Sulawesi), Bambu Gila (Maluku), Kecak (Bali) dan Sajojo (Papua).
“Pertunjukan seni budaya ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh 250 orang yang terdiri dari pelajar internasional maupun warga Indonesia yang bermukim di Inggris,” ujar Ketua PPI-GM, Muhammad Fidhzariyan.
Laki-laki yang biasa disapa Aya ini menyatakan bahwa ICF 2017 digelar untuk semakin memperkuat citra positif Indonesia kepada komunitas internasional.
“Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata yang perlu dipromosikan oleh para pelajar yang sedang berkuliah di luar negeri. Semoga melalui acara ICF 2017, para pelajar internasional yang ada di Inggris, dan Manchester khususnya, akan semakin tertarik untuk berwisata atau pun mempelajari kebudayaan Indonesia,” ucap alumnus Hubungan Internasional UGM ini.
Kegiatan ini didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London dan beberapa perusahaan Indonesia seperti Bank Mandiri dan Indofood.
Menpar Arief Yahya memang punya cita-cita menjadikan kuliner nusantara sebagai alat berdiplomasi budaya. Dengan mengenal kuliner asli Indonesia, orang akan mengenal tradisi turun temurun dan filosofi makanan itu dibuat dan diciptakan.
“Terima kasih para diaspora di Manchaster,” kata Arief Yahya.
“Belajar dari Thailand, mereka sukses membangun ribu restoran Thai di seluruh dunia, dengan teste yang standart. Di mana saja selalu ada Thai Resto. Kita ingin menuju kr sana, kuliner menjadi pintu promosi wisata Indonesia,” ungkap Menteri Arief.
Ada 5 jenis makanan yang menjadi ikon kuliner nusantara. Nomor satu soto. Empat lainnya adalah sate, nasi goreng, rendang dan gado-gado.
“Perkenalkan minimal 5 jenis masakan khas Indonesia itu. Sebagaimana Thailand punya sup asam pedas Tom Yam dan mie Patthai,” ujar Arief Yahya. (*)
Jogja International Air Show (JIAS) 2017 berlangsung sukses.
Hari keempat pergelaran JIAS di Alun-Alun Utara Yogyakarta dipadati ribuan penonton. Mereka sudah menunggu sejak pagi.
Sepertinya mereka penasaran dengan atraksi-atraksi yang sebelumnya telah disuguhkan di Gunungkidul, Prambanan, dan Kulonprogo. Lewat berbagai media mainstream maupun media sosial, mereka sudah mendapatkan info berbagai macam atraksi yang memukau. Maka, saat tiba jadwal di Kota Jogja, warga pun tak menyia-nyiakan.
Sabtu (29/4/2017) warga kota Yogya pun bersiap menikmati suguhan spektakuler atraksi JIAS 2017 yang berlangsung di depan kraton Yogyakarta tepatnya di alun-alun utara Yogyakarta.
Tepat pukul 09.00 WIB, enam pesawat jenis KT-1 Wong Bee dari Jupiter Aerobatic Team, muncul dan memperagakan kebolehannya bermanuver di atas langit kota Yogya. Tepuk tangan pun bergemuruh.
Wajah-wajah kagum terlihat di muka penonton, terutama para remaja. Sesekali mereka bersorak, bertepuk, setiap menyaksikan suguhan-suguhan manuver yang begitu atraktif dan mendebarkan.
Berbagai manuver diperagakan Tim Aerobatik kebanggaan negeri ini. Seperti manuver membentuk hati, manuver menyilang, manuver olak-alik dan meluncur tegak lurus ke atas dengan mengeluarkan asap di ekornya. Semua itu membuat para penonton tak berhenti untuk terus memberikan tepuk tangan.
Salah seorang penonton yang menyaksikan atraksi keenam pesawat Tim Aerobatik Jupiter itu mengaku deg-degan. “Gila! Bikin deg-degan aja. Tapi yakin aja aman karena pilotnya pasti benar-benar terampil,” kata Zaky.
Selain di Alun-Alun Utara, atraksi JIAS Sabtu (29/4) juga berlangsung di Borobudur Magelang. Atraksi berupa terjun payung. “Rencana awal, terjun payung di Borobudur hari Jumat sore. Tapi karena hujan, kita batalkan dan baru dilaksanakan Sabtu pagi,” jelas Kepala Seksi Binportdirga Iwan Setiawan S, AP saat dihubungi.
JIAS 2017 di Alun-Alun Utara Yogyakarta ini berlangsung hingga Minggu malam. Diisi dengan bazar Multiproduk mulai pukul 07.00, pawai dirgantara (pukul 13.00), drum band AAU, dan terjun payung oleh Tim TNI AU (pukul 14.00). Pawai dirgantara yang melibatkan 800 peserta melintas dari jalan Malioboro menuju Alun-Alun Utara Yogyakarta.
Sabtu sore, jalan-jalan menuju Malioboro dan Alun-Alun Utara Yogyakarta dari sejumlah arah sempat ditutup. Jalur Malioboro hingga Titik Nol Alun-Alun Utara sudah penuh dengan penonton.
JIAS di Alun-Alun Utara ini akan berlangsung hingga Minggu malam. Puncaknya diakhiri dengan penampilan Band Kotak.
Sedangkan atraksi JIAS di Hari Minggu (30/4) berlangsung di Pantai Depok, Bantul. Yang ingin menyaksikan kembali atraksi Tim Aerobatik Jupiter bisa datang ke Pantai Depok sejak pagi.
Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan JIAS itu.
“Atraksinya oke, viral di media, dan menghibur baik warga Jogja sendiri atau wisatawan yang sedang berada di Kota Jogja. Saya lihat, masyarakat sangat antusias dengan berbagai permainan dirgantara itu,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Akrobat udara di JIAS 2017 itu, lanjut Menpar Arief, bahkan bisa dipromosikan secara khusus jauh hari sebelumnya agar bisa menarik wisman.
“Next, kami akan support di news dan marketing agar acara ini juga dihadiri penonton dari mancanegara. Gengsi event akan naik, dan coverage medianya bisa lebih luas,” kata Arief Yahya. (*)
batampos.co.id – Dua orang nelayan Desa Sepempang Natuna, dirompak delapan orang menggunakan senjata AK 47 di tengah laut saat menangkap ikan di periaran Natuna, Kamis (27/4).
Dua nelayan yang jadi korban ini adalah Muin bersama anaknya Ujang. Mereka dipepet tugboat dan dipaksa merapat. Beruntung kemudian mereka dilepas, namun dua fiber ikan dirampas.
Menurut pengakuan Muin, seperti biasa kapal Tugboat lalu lalang di lepas pantai. Siang itu posisi mereka sekitar 60 mil lepas pantai Ranai. Tiba-tiba tugboat menghadang dan sekitar delapan orang gunakan sebo bersenjata AK 47 menodong ke arah pompong.
“Saya tak bisa mengontak minta tolong lewat radio. Kami sudah ditodong pakai senjata lengkap. Ada 8 orang di tugboat, orangnya bertato dan pakai sebo,” ungkap Muin Minggu (30/4).
Selama tiga jam mereka dinaikkan ke tugboat. Ditanyai bos ikannya. Lalu diancam agar tidak menangkap ikan lagi di wilayah tersebut.
“Kejadian itu, kami berada sekitar 60 mil lepas pantai sebelah Timur pulau Bunguran. Mereka mengakunya dari Malaysia. Tapi logat bahasanya bukan Malaysia,” ujar Muin.
Sekretaris Desa Sepempang Hadri membenarkan kejadian yang menimpa nelayan di Desanya. Namun secara resmi korban belum menceritakan kejadianya.
Pihak Lanal Ranai sendiri menyatakan, belum menerima laporan resmi dari nelayan yang menjadi korban pembajakan tersebut.
Sementara sejumlah nelayan di Ranai mengaku cemas atas kejadian pembajakan tersebut. Ishak nelayan Desa Tanjung mengaku, kejadian tersebut sebelumnya tak pernah terjadi.
“Tugboat sudah biasa lalu lalang di perairan Natuna, 30 mil sampai 50 mil kepas pantai. Nelayan juga biasa memancing ikan, pembajakan ini kami juga cemas,” ujar Ishak.(arn)
Museum Ambarawa, salah satu obyek wisata di Kabupaten Semarang. foto: yopiknik.com
Kabupaten Semarang, Jawa Tengah melatih para pemandu wisata yang ada di wilayahnya. Tujuanya meningkatkan kualitas pemandu wisata yang bisa bersaing di era MEA
“Kegiatan ini mendukung program pemerintah untuk meningkatkan layanan industri pariwisata kita,”kata Partono SH MM, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang.
Kegiatan dengan tema “Pelatihan Pemandu Wisata” ini ditangani Dinas Pariwisata Bidang Industri Pariwisata kabupaten Semarang. Dengan narasumber fasilitator desa wisata, Aris Widyanto.
Kegiatan digelar dua kali selama bulan April. Para peserta diambil dari para pemandu wisata dan biro travel yang ada di sejumlah obyek wisata berjumlah 50 orang.
“Pesertanya dari pemandu desa wisata, pokdarwis, dan biro/agen perjalanan wisata di wilayah kabupaten Semarang,” imbuhnya.
Pelatihan pertama 13 April 2017, di Gedung Dinas Pertanian Ungaran kabupaten Semarang. Dengan materi teori dan praktek lapangan di Obyek Wisata Bukit Cinta kabupaten Semarang. Lalu praktik Lapangan kedua, 28 April 2017, di Obyek Wisata Kota Surakarta. Pada praktek kedua ini peserta juga dievaluasi kompetensi kemampuan sebagai Pemandu Wisata.
Aris Widyanto menyampaikan, para pemandu dan pelaku wisata memang harus terus ditingkatkan baik jumlah maupun kualitasnya. Ini penting mengingat pemerintah saat ini sedang memfokuskan pembangunan industri pariwisata sebagai salah satu tulang punggung pendapatan negara.
Karena itu para pelaku wisata harus digembleng kemampuanya. Tidak saja manajemen tapi juga kemampuan teknis terkait pelayanan kepada pengunjung.
“Selama latihan itu, selain kita beri paparan dan latihan di ruangan, peserta juga praktek di obyek wisata Bukit Cinta dan Keraton Solo, termasuk praktek kepemanduan di dalam bis (meeting on the bus),” jelas Aris.
Menurutnya, meningkatkan pengetahuan pemandu wisata lokal harus melalui mekanisme yang berstandar sertifikat. Karena itu pelatihan yang mereka gelar juga dalam rangka fasilitasi persiapan untuk menghadapi sertitifikasi pemandu wisata.
“Dari kegiatan ini harapan kami bisa mendukung program unggulan di Kab. Semarang, yaitu Intanpari. Yang menekankan pembangunan Industri, Pertanian dan Pariwisata.”
Dari 50 peserta yang ikut, hasilnya cukup bagus. Sehingga layak untuk diberi sertifikat kemampuan kepemanduan wisata. “Setelah pelatihan pastilah kemampaun mereka bertambah, kualitas juga bertambah sehingga bisa memberi pelayanan yang lebih baik,” tambahnya.
Menpar Arief Yahya menyarankan agar daerah-daerah segera menaikkan kapasitas dan kemampuan industrinya, lakukan sertifikasi kompetensi. Minimal sesuai dengan standart ASEAN.
“Namanya, ASEAN Mutual Recognition Arrangements (MRAs). Kemenpar punya program pelatihan ini di Deputi Kelembagaan dan SDM,” kata Arief Yahya.
Selain itu, yang paling penting adalah prinsip bahwa sejak sekarang harus menggunakan global standart. Standart internasional, yang bisa menjamin industri pariwisata nasional mampu bersaing ke level global.
“Jika ingin menjadi global player, maka harus jadi global standart,” ungkap Arief Yahya. (*)
batampos.co.id – Dua nelayan asing kewarganegaraan Vietnam yang menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Ranai kabur, Kamis (27/4) kemarin. Hingga saat ini keduanya belum ditemukan. Diduga nelayan Vietnam tersebut kabur menggunakan kapal pompong nelayan.
Kajari Natuna Afrianto membenarkan, dua nelayan asing asal negara Vietnam yang kabur adalah tahanan dari Kacabjari Anambas akan mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Ranai.
“Kami masih melakukan usaha pencarian,” ujar Afrianto, Minggu (30/4).
Dua nelayan Vietnam yang melarikan diri adalah Huang Annh Chrong merupakan nakhoda kapal BTH 98996. TS dan Truong Van Tjom nahoda BD 95244 TS. Mereka diduga kabur gunakan pompong nelayan, pasalnya pada hari yang sama, sebuah pompong milik Izhar hilang di sungai kampung Air Kolek Ranai.
Izhar mengaku, ia mendapati pompongnya hilang sekitar pukul 07.00 WIB yang ditambat di sungai. Rencananya ia akan menguras air di dalam pompongnya. Setelah dicari bersama rekan nelayan, namun tidak menemukannya.
Akhirnya, Izhar melaporkan kehilangan ke Lanal Ranai, karena curiga dibawa kabur nelayan Vietnam yang dikabarkan melarikan diri dari Kejaksaan Negeri Ranai. Dan didekat pompong ditemukan sepeda motor yang digunakan nelayan Vietnam. Kaburnya dua nelayan Vietnam tersebut, kini sedang dilakukan pengejaran, baik dari Kepolisian, Lanal Ranai dan Kejaksaan.
“Nelayan diketahui hilang sekitar pukul 20.00 WIB Kamis kemarin,” kata Afrianto.(arn)