Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13375

Kompak Sukseskan Dieng Culture Festival 2017

0
Suasana homestay di Dieng.

Dieng Culture Festival (DCF) 2017 yang digelar 4-6 Agustus 2017

Paguyuban Homestay Dieng Kulon yang beranggotakan 140 homestay siap menyukseskan festival itu.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Homestay Dieng Fortuna Dyah Setyowati, Minggu (30/4).

Kesiapan ditunjukkan dengan menyiapkan tempat penginapan, kordinasi dengan panitia penyelenggara hingga renovasi dan penambahan kamar baru. Hal tersebut bisa terlihat di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Sejumlah homestay tampak dibongkar, ditambah ruang, kamar mandi ataupun sekadar dicat.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik. Melayani para tamu hingga mereka punya kenangan indah pada Dieng. Karena bagi kami, DCF tidak untuk sekali ditonton, sekali didatangi. Tahun-tahun yang akan datang masih akan berjalan,” ujar Tina, panggilan akrab Fortuna Dyah.

Sejumlah homestay yang melakukan renovasi misalnya Cassablanca, Acacia dan Adenium. Bau cat baru juga tercium di Kenanga Homestay.

Cassablanca menambah kamar di lantai atas. Acacia merombak salah satu kamarnya yang menghadap ke arah Kompleks Candi Arjuna.

“Diganti kaca besar sehingga saat bangun tidur, tamu bisa langsung melihat pemandangan yang indah,” kata Alif, pemilik Acacia yang juga Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa.

Sedangkan pemilik Adenium mengatakan akan membongkar homestay-nya.

“Menambah kamar di lantai bawah maupun atas. Yang lantai atas jadi kamar double bed dengan kamar mandi dalam,” ungkap Siti Cholifah, pemilik Adenium.

Penambahan kamar itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan saat DCF. Pada tahun 2016 lalu, pengunjung DCF mencapai 150 ribu orang. Mereka memang menginap tidak hanya di Dieng Kulon tetapi juga di Dieng Wetan, Kepakisan, Pathak Banteng dan desa-desa di sekitar.

Namun, Dieng Kulon sebagai tuan rumah DCF harus lebih siap. Termasuk menerima tamu dengan penuh keramahan.

Dieng Culture Festival 2017 dengan tema The Spirit of Culture berisikan sejumlah acara. Di antaranya Sendratari Rambut Gembel, Jazz Atas Awan, Festival Caping Gunung, Ritual Cukur Rambut Gembel, Akustik Atas Awan, Kirab Budaya, Parade Kesenian, Pesta Lampion, Ekspo UKM dan Purwaceng.

Menpar Arief Yahya menempatkan homestay desa wisata itu sebagai top three atau 3 program utamanya. Selain Go Digital dan Air Connectivity. Homestay itu adalah sharing economy yang diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat, karena di pariwisata itu benefit langsung dirasakan oleh masyarakat.

Homestay itu, menurut Menteri Arief Yahya, harus dikembangkan lebih banyak dan cepat di tanah air. Pertama, jumlah kamar hotel untuk target 20 juta wisman 2019, pasti tidak cukup. Sedangkan membangun hotel baru, juga tidak bisa cepat, dan tidak bisa masif.

“Homestay adalah solusinya!” kata Arief Yahya yang menyebut sharing economy atau dalam bahasa Presiden Jokowi disebut ekonomi gotong royong.

Kedua, homestay memperkuat karakter ke-Indonesiaan dengan arsitektur nusantara. Memgembalikan ciri khas budaya lokal, dari heritage building, yang bisa memperkuat atraksi wisata di daerah.

“Di Jawa, misalnya menggunakan konsep joglo pendopo. Di Sumbar dengan begonjong. Di Sumateri Bagian Utara dengan rumah panggung Melayu, dan lainnya,” kata Menteri Arief.

Menpar Arief Yahya bahkan meminta, ada karakter ke-Indonesiaan dari bahan bangunannya. Gunakan bambu, pohon nyiur, rotan, atau produk asli Indonesia lain yang tidak akan kesulitan mencari bahan bakunya. Lebih eco-green, lebih mudah dan murah maintenance-nya.

“Tetapi tetap artistik dan menjadi atraksi yang kuat karena culture-nya,” kata dia.

Ketiga, digitalisasi homestay desa wisata. Kemenpar memfasilitasi semua homestay dan pondok wisata untuk go digital. Free mendapatkan website developer yang sudah commerce. Free booking system dan payment engine. Free asistensi sampai bisa mengelola sendiri web untuk promosi.

“Saya masih siapkan aplikasi untuk buat laporan keuangab, laba rugi, neraca dan cashflow. Tiga itu sudah cukup untuk menaikkan level cara berpikir sebagai industri,” kata Arief Yahya. (*)

Kisah Cinta Pak Gubernur Kepri Diunggah The StraitTimes

0

batampos.co.id – Kisah cinta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bersama Noor Lizah Mohamed Taib, menarik bagi negeri tetangga, Singapura. StraitTimes menuliskannya untuk pembaca di sana.

Tentu saja kita bisa membacanya sebab dimuat pula pada versi online media ternama di negeri jiran itu.

Gara-gara sambal belacan kedua anak manusia yang mempunyai hubungan saudara ini jatuh cinta.

Nurdin muda malu untuk mengungkapkan perasaannya, hingga suatu saat momen itu tiba.

Nurdin menangkap sinyal dari Noor Lizah kala gadis berusia 18 tahun itu datang ke desanya di Karimun.

Nurdin mengungkapkan perasaannya paa gadis pujaannya pukul 11 malam.

“Anda tahu dimana ia ungkapkan rasa? Di pekuburan,” ungkap Noor Lizah seperti yang dimuat Strait Times. (ptt)

Belasan Rumah di Tanjung Riau Diterjang Angin Kencang

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Belasan rumah di Tanjungriau, Batam pada pukul 10 wib siang tadi roboh diterjang angin puting beliung.

Tiada korban dalam kejadian ini.

Saat itu hujan tengah mengguyur perkampungan di bibir laut itu. Angin ikut menyertai.

Walikota Batam, Rudi  dan Wakil walikota Amsakar langsung meninjau lokasi kejadian. Mereka berdua didampingi pejabat Polisi dan TNI. (ali)

Imigrasi Wacanakan E-Manifes, Tanpa Antri Dan Menunggu

0

batampos.co.id – Kantor Imigrasi kelas I khusus Batam akan bekerjasama dengan pihak Singapura dalam perlintasan warga negara kedua belah pihak. Dimana akan diwacanakan diberlakukannya E-Manifes. Sehingga kedua warga negara saat saling berkunjung, tak lagi mengantri di loket-loket imigrasi setempat.

“Kemarin saat saya berkunjung ke Singapura, ada rencana seperti itu,” kata Kepala Kantor Imigrasi kelas I khusus Batam, Teguh Prayitno, beberapa waktu lalu.

Dengan adanya E-Manifes ini dapat mempermudah kunjungan warga negera Indonsia ke Singapura atau sebalaiknya. Sebelumnya banyaknya keluhan dari WNI ke Singapura harus menunggu lama dan mengantri saat memasuki Singapura.

Kadang setelah mengantri lama, WNI juga harus melalui pemeriksaan yang memakan waktu tak kalah lamanya. Sehingga hal ini membuat pihak Imigrasi mencetuskan ide E-Manifes.

Secara umum, Teguh menjelaskan bahwa E-Manifes ini adalah saat penumpang dari Batam menuju ke Singapura. Pihak imigrasi Batam, sudah mengirimkan data-data penumpang yang menaiki kapal yang akan berlayar tersebut. Sehingga pihak Singapura sudah mengetahui siapa saja yang berada di kapal tersebut.

“Bila ada orang-orang yang berada dalam daftar cekal atau bermasalah, maka pihak Singapura tinggal langsung mengamakannya. Tanpa harus membuat warga lainnya mengantri, begitu juga sebaliknya. Kita juga akan tau, siapa saja yang masuk Batam dari Singapura,” tutur Teguh.

Mengenai E-Manifes ini, Teguh mengatakan masih dalam proses penyempuraan pihaknya. Dimana nantinya bila kedua belah pihak, maka akan membuat MoU.

“Bila sudah ok, nanti pak Dirjen yang datang langsung,” tuturnya.

Seperti yang sudah diketahui, arus perlintasan Singapura Batam atau Batam Singapura cukup padat. Di Indonesia, tak hanya warga Batam saja yang menyeberang ke Singapura. Tapi warga daerah lainnya, memafaatkan kedekatan kedua wilayah untuk bisa melancong atau berkunjung ke Singapura. (ska)

Tak Sulit Mencari Miryam

0

Strategi Miryam S. Haryani yang menghindari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan masih ada titik lemah di dalam sistem pengawasan tersangka lembaga antirasuah. Hal itu berisiko terhadap kelancaran penanganan perkara-perkara korupsi besar, seperti kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang ditangani KPK saat ini.

Peneliti Hukum dan Kebijakan Transparency International Indonesia (TII) Reza Syawawi mengatakan, pengawasan terhadap tersangka mestinya menjadi perhatian serius KPK. Apalagi, bila posisi tersangka itu merupakan salah satu saksi kunci korupsi seperti Miryam.

”Agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari,” ujarnya, Minggu (30/4).

Reza menyebutkan, dugaan hilangnya mantan anggota Komisi II yang kini duduk di Komisi V DPR itu memang erat kaitannya dengan strategi “melindungi” para politisi Senayan yang diduga terlibat dalam kasus berjamaah e-KTP senilai Rp 2,3 triliun tersebut.

”Ini dugaan saja, apalagi posisi Miryam sebagai anggota DPR yang tentu paling mengetahui proses penganggaran e-KTP,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya mendesak pihak terkait, khususnya Polri, serius mencari Miryam dan menyerahkannya ke KPK. Apalagi, dengan kekuatan jajaran kepolisian, mulai tingkat polsek hingga polda, sejatinya bukan hal sulit mendeteksi keberadaan politikus Partai Hanura tersebut.

”Petugas imigrasi juga perlu diintensifkan agar yang bersangkutan tidak ke luar Indonesia,” imbuhnya.

Berkaca pada kasus-kasus penangkapan tersangka korupsi yang menjadi buronan, pihak kepolisian dan Interpol sebenarnya memiliki catatan positif. Seperti menangkap Gayus Tambunan dan Samadikun Hartono. Namun, hal itu belum tentu berlaku bagi KPK saat ini. Itu menyusul lambatnya pengungkapan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan.

Miryam S. Hariyani

”Kita patut memotivasi polisi untuk secepatnya melakukan tindakan hukum yang diperlukan (KPK),” terangnya.

Sebagai catatan, KPK juga meminta bantuan Polri untuk mengungkap pelaku penyiraman Novel. Namun, sampai sekarang aparat kepolisian belum menemukan titik terang siapa pelaku dan aktor intelektual dibalik penyiraman yang terjadi pada medio April lalu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi tentang keberadaan Miryam. Termasuk soal kemungkinan Miryam kabur ke luar negeri. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis aparat kepolisian yang dibantu tim dari KPK bisa segera menemukan Miryam.

”Kami yakin masih bisa,” tuturnya. (tyo/jpgroup)

Meriahkan May Day SPSI PUK PT Shimano Jalan Santai Keliling Batamindo

0

batampos.co.id – Seribuan anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pimpinan unit kerja (PUK) PT Shimano Batam meriahkan hari May Day dengan jalan santai keliling kawasan Industri Batamindo, Senin (1/5) pagi.

Kegiatan yang bertujuan untuk menjalin kekompakan sesama pekerja ini juga diisi dengan berbagai pertunjukan seperti pentas seni, atraksi debus, stand up comedy serta pertunjukan band yang dibawakan anggota SPSI PUK PT Shimano.

Seribuan pekerja yang didominasi kaum wanita itu sudah kumpul di lokasi Community Center (CC) Batamindo, sejak pukul 07.00 WIB. Kegiatan buruh pabrik itu dikawal ketat oleh ratusan personil gabungan Polisi dan TNI.

Ketua SPSI PUK PT Shimano Eko Sugiarto mengatakan, kegiatan tersebut memang dimotori oleh PUK PT Shimano yang anggotanya mencapai sekitar 800 orang, namun karena ada partisipasi dengan anggota PUK dan tamu undangan lain total yang ikut dalam kegiatan tersebut mencapai 1000 san orang.

“Termasuk perwakilan tenan-tenan di Batamindo, perwakilan manajemen kawasan (Batamindo) dan tamu undangan lainnya dari pemerintah,” ujar Eko.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan sesama anggota PUK PT Shimano agar lebih kompak lagi kedepannya.

“Yang turun bersama serikat untuk menyampaikan aspirasi tetap ada perwakilan dari kami,” ujar Eko.

Meskipun fokus pada acara jalan santai bersama itu, PUK PT Shimano tetap menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah melalui perwakilan yang diutus untuk bergabung bersama SPSI ke kantor wali kota Batam.

“Tuntutan kami banyak. Diantaranya selesaikan kemelut upah minimun sektoral, keberatan terhadap kenaikan tarif listrik dan lain sebagainya,” ujar Eko.

“Itu sangat memberatkan. 50 persen penduduk Batam adalah pekerja jadi tidak adil dengan kebijakan kenaikan tarif listrik itu,” ujarnya.

Suasana kegiatan jalan sehat.
foto: eusebius / batampos

Perwakilan kawasan Industri Batamindo Edward, dalam arahanya menyambut baik kegiatan yang digelar oleh PUK PT Shimano itu. Daripada turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa, jalan santai dan pentas seni yang digelar oleh PUK PT Shimano lebih bermanfaat bagi sesama.

“Kalau begini kan jadi lebih nyaman kita semua. Mari kita pertahankan ini dan jaga selalu perkembangan industri di kota Batam agar baik bagi kita semua,” ujar Edward. (eja)

Tiap Bulan Selalu Ada Penderita Kanker

0
batampos.co.id – Penderita kanker di Kepulauan Riau mengalami tren yang terus meningkat sejak 2016. Catatan yang terangkum oleh RSUP Kepri Raja Ahmad Thabib, disebutkan bahwa tiap bulannya selalu menerima antara satu sampai tiga pasien penderita kanker.
Menyadari tingginya angka penderita kanker di Kepri, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepri bekerja sama dengan RSUP Raja Ahmad Thabib menggelar seminar dan papsmear dan IVA untuk kanker serviks.
“Menjaga kesehatan, merupakan investasi sebenarnya,” ujar Ketua Seksi Pendidikan YKI Kepri, dr. Supartini membuka seminar bertajuk kanker, Jumat (28/4) pagi kemarin.
Atas dasar tersebut, YKI dalam dua sesi seminarnya, mengajak 250 orang tenaga kesehatan dari Tanjungpinang dan Bintan untuk turut serta pada seminar yang tidak dipungut biaya ini.
“Tenaga kesehatan dari kebidanan dan juga puskesmas ini merupakan garda terdepan. Yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” terang Ketua Panitia Seminar Kanker, dr. Asep Guntur.
Sehingga diharapkan para tenaga kesehatan di puskesmas dan kebidanan, dapat langsung mengarahkan pasien teridentifikasi kanker ke rumah sakit. Berhubung hingga kini masih banyak didiapati kasus, penderita kanker yang baru mendatangi rumah sakit saat sudah memasuki stadium lanjut.
“Kalau masih di awal harapan hidup pun akan lebih panjang. Maka itu adanya benjolan sekecil apa pun langsung konsultasi ke fasikutas kesehatan segera mungkin untuk memastikan apakah bahaya atau tidak,” tutur dr Asep.
Selain untuk menyegarkan kembali edukasi mengenai kanker kepada para tenaga kesehatan ini, YKI Kepri mengharapkan para tenaga kesehatan ini menularkan edukasi kepada para masyarakat di sekitarnya. “Dan langsung diarahkan ke rumah dakit untuk perawatan lebih lanjut,” tutup dia. (aya)

Kebutuhan Transportasi Siswa Diupayakan di APBD Perubahan

0
batampos.co.id – Kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari gugusan pulau-pulau, sehingga pentingnya kebutuhan alat transportasi dari satu pulau ke pulau lain yang memadai. Termasuk transportasi untuk siswa yang tinggal di pulau kecil.
Ketika anak-anak pulau mempunyai semangat untuk mengenyam pendidikan dengan baik, mereka harus rela menyeberang pulau. Pemandangan ini masih jamak terlihat di wilayah perairan Bintan Timur.
Karena itu, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Hanafi Ekra menuturkan, sudah semestinya DPRD dan Pemprov Kepri menjadikan kebutuhan transportasi siswa ini sebagai sebuah pembahasan serius di bidang pendidikan.
“Jadi tidak melulu bicara bangunan kelas saja. Tapi juga transportasi. Misalnya memberikan bantuan kapal gratis atau subsidi pompong bagi pelajar. Itu pasti membantu,” kata Hanafi, kemarin.
Sebab itu, tentu tidak bisa sekedar pemanis di bibir. Menurut Hanafi perlu diwujudkan dan diupayakan dalam pembahasan APBD Perubahan yang dijadwalkan mulai digesa pada pertengahan tahun ini.
“Nanti kami dari Komisi IV akan coba membicarakannya. Jadi tahun ini kami tidak ingin sekadar perhatian kepada pembangunan RKB saja,” pungkas Hanafi. (aya)

Sportifitas Badan Usaha Pelabuhan Diragukan

0
batampos.co.id – Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Aziz Kasim Djou mengatakan terjadinya potensial lost di sektor labuh jangkar penyebabnya adalah ketidakjujuran pengelola labuh jangkar. Pemprov Kepri akan membangun infrastruktur pendukung secara bertahap.
“Kita akui, untuk tahap awal ini sistem pengawasan kita masih belum maksimal. Karena kita belum didukung dengan Stasiun Kontrol Laut (SKL),” ujar Aziz Kasim Djou di Aula Kantor Gubernur, Tanjungpinang, akhir pekan lalu.
Disebutkannya, besarnya potensial lost yang terjadi di perairan Batam dua tahun belakang yang lalu adalah tidak sportifnya para pengelola Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Yakni membuat laporan fiktif, artinya hanya sebagian kapal yang dilaporkan parkir. Sementara sebagian lainnya dilaporkan saat akan berlayar.
“Selain membangunan SKL, kami juga akan menggandeng keamanan laut untuk mencegah terjadinya potensial lost kedepannya,” tegas Aziz.
Masih kata Aziz, saat ini laporan yang diterima hanya ada 48 kapal yang melakukan labuh jangkar. Sementara kawasan lainnya masih belum ada laporan. Disebutkannya, tujuan pihaknya menggandeng keamanan laut adalah upaya untuk penata kapal-kapal yang parkir tidak semeraut.
“Sekarang ini kalau kita lihat di perairan Batam, kapal-kapal yang parkir tidak beraturan. Apakah itu masuk kawasan labuh atau tidak. Kalau kita lihat sekarang ini, terkesan tidak tertata,” jelas Aziz.
Disebutkannya, untuk pembangunan SKL membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar. Lewat Tahun Anggaran (TA) 2017 ini, pihaknya sudah mengangsur kebutuhan tersebut. Pembangunan tersebut nantinya juga untuk mendukung pelayanan sistem online. Seperti perizinan bongkar muat.
“Seperti radarlah istilahnya, karena bisa memantau keberadaan kapal disetiap area labuh jangkar yang ada di Provinsi Kepri. Pemprov sudah membuat studi kelayanan sejak 2013 lalu,” ungkap Aziz.
Ditambahkannya, sesuai peraturan pelayaran internasional, kapal-kapal yang muatannya 500 gross tonnage (GT) keatas diwajibkan untuk memiliki Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS).
“Melalui AIS inilah kita bisa memantau titik labuh kapal, maka diperlukan adanya stasiun pelabuhan kontrol laut,” tutup Aziz.(jpg)

Baznas Kumpulkan Dana Zakat Rp 701 Juta

0
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyerahkan bantuan dana zakat secara simbolis kepada penerimanya di Masjid Al Sakinah, Bintan Center, Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (30/4). F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk batampos..

batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanjungpinang menyerahkan dana zakat kepada 74 penerima (mustahiq) di Masjid Al Sakinah, Bintan Center, Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (30/4). Penyerahan dana zakat periode pertama itu dilakukan secara seremonial oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Lis mengatakan bantuan dana yang diberikan Baznas ini berasal dari pezakat (muzaki) se Kota Tanjungpinang pada 2016 lalu. Namun untuk pembagiannya akan dilakukan dalam beberapa tahap atau periode. Khusus untuk periode pertama yang berhak mendapatkannya sebanyak 74 orang.

“Dana yang terkumpul sepanjang 2016 sebesar Rp 701 juta. Kesemua dana itu akan diberikan kepada penerima yang berhak. Namun akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Dengan terkumpulnya dana zakat sebesar Rp 701 juta ini, kata Lis membuktikan adanya peningkatan pembayar zakat sebesar Rp 501 juta dari 2015 lalu yang hanya terkumpul Rp 200 juta.

Kenaikan itu, lanjut Lis akan berdampak juga pada peningkatan penerimanya. Diharapkan dana itu dapat dipergunakan atau dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari maupun sebagai modal usaha.

“Jika bisa gunakanlah dana itu untuk mengapai keinginan penerima selama ini. Yang penting berikhtiarlah agar usaha yang dilakukan bisa terwujud,” katanya.

Ketua Baznas Kota Tanjungpinang, Muqtafin mengaku dana yang berhasil dikumpulkan dari pezakat di Kota Tanjungpinang terus meningkat setiap tahunnya. Begitu juga penerima dana zakat tersebut akan mengalami penambahan.

“Untuk priode pertama ini kami serahkan dana zakat kepada 74 penerima. Selebihnya akan diberikan kepada periode selanjutnya,” sebutnya.

Mutaqin menambahkan jika Baznas Tanjungpinang menargetkan 2017 ini dana yang dikumpulkan bisa mencapai Rp900 juta. Agar target itu tercapai, dihimbau kepada masyarakat muslim dikota ini untuk menyalurkan kewajibannya membayar zakat, infak dan sadakah.

“Jika target itu tercapai kami yakin masyarakat fakir di Tanjungpinang akan terbantu semuanya. Jadi kami harapkan masyarakat muslim salurkan kewajibannya ke baznas,” ungkapnya. (ary)