Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13375

Endorser Media, Apa Itu?

0

Menpar Arief Yahya menyebut ada media yang dikategorikan sebagai Endorser Media.

Apa itu?

“Jika selama ini hanya ada Paid Media, Own Media, Social Media, ada satu lagi yang dinamai Endorser Media. Tokoh, bintang, punya pengikut, fans atau penggemar yang besar, followers dalam jumlah banyak dan memiliki engagement yang kuat. Mereka adalah penyampai pesan yang efektif,” kata Menpar Arief Yahya.

Itulah, alasan kuat mengapa Puskompublik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Gathering Wonderful Noon di Abhayagiri Restaurant and Banquet Service, Prambanan Yogyakarta, Rabu (3/5). Restoran yang berada di balik Candi Ratu Boko, di atas bukit, dan bisa menatap Candi Prambanan dari kejauhan.

Acara ini mengangkat tema ‘Click’ The Heritage of Indonesia.” Tidak perlu mengerutkan dahi untuk memahami apa aktivitas gethering itu. Yang pasti seru, berkumpul bersama komunitas netizen.

Gathering tengah hari itu menghadirkan sejumlah nara sumber antara lain; Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara, Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi  Muh Noer Sadono; pejabat Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, dan sejumlah travel blogger, media/community, maupun social media enthusiast.

Para aktivis digital ini selama ini aktif memposting destinasi maupun event festival dan apa saja yang mengundang orang untuk berwisata. Mereka bisa menjadi endorser yang punya pengaruh besar dalam memperkenalkan destinasi unggulan lewat lewat tulisan, kata-kata, visual, video, grafis atau kombinasi dari semuanya.

Sesmenpar Ukus Kuswara mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena kegiatan pariwisata merupakan cara yang paling mudah, murah, dan cepat untuk meningkatkan devisa, PDB, dan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

ilustrasi

“Kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu; kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix. Kerjasama semua unsur pariwisata sebagai Indonesia Incorporated menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai leading sector  perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.

Ukus menjelaskan, tiga program prioritas Kemenpar adalah Go Digital, Homestay Desa Wisata dan Air Connectivity. Di go digital ini, maka komunitas media sosial perlu diajak bergabung, untuk mengamplifikasi promosi Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia melalui Media.

“Kalau zaman dulu, ada pepatah, mulutmu harimaumu! Sekarang jemarimu pesonamu!” kata Ukus Kuswara.

Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi Muh Noer Sadono yang baru saja mendampingi Menpar Arief Yahya di forum WTTC – UNWTO Ministrial Meeting di Bangkok, 24-28 April 2017 menyebut program  “Go Digital” Kemenpar mulai mendapatkan apresiasi positif.

“Dua tokoh pariwisata dunia, Sekjen UNWTO Taleb Rifai dan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kopkarn, sangat terkesan dan ingin belajar dari Kemenpar dalam Go Digital. Padahal, program ini baru diluncurkan akhir tahun 2016 lalu saat Rakornas di Econvention Ancol,” ujarnya.

Data baru lagi, dalam 4 tahun, pengguna OTA Online Travel Agent itu melonjak tajam. Di Spanyol, dari 18% sekarang sudah 75%. Di Prancis sudah menembus 62%. “Hampir 70% travellers search and share menggunakan online dan digital. Nah, ekosistem yang mempengaruhi digital online ini menjadi semakin strategis, termasuk di dalamnya, komunitas media sosial,” katanya.

Kegiatan gathering Wonderful Noon diikuti sekitar 100 peserta di antaranya para travel blogger, fashion and beauty blogger, vlogger dan selebgram kenamaan yang memiliki ribuan follower tersebut dimeriahkan dengan berbagai acara menarik digelar para sponsor (Geronimo FM, Marta Tilaar, dan Tauzia Group) antara lain performance (Mila art dance, sendra tari, dan fire dance), food parade, yello hip hop, dan relax corner. (*)

Penyelesaian SJP ADD 2016 Meleset

0

batampos.co.id – Penyelesaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Anggaran Dana Desa (ADD) dari 52 desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas meleset jauh dari target pemda.

Pemerintah daerah menargetkan penyampaian SPJ dana desa seluruh kegiatan pada tahun 2016 silam ditargetkan akan selesai pada akhir Februari tapi kenyataan di lapangan, hingga bulan April hampir habis, masih ada desa yang belum menyampaikan SPJ.

Pantauan di lapangan, pada tanggl 18 April lalu, masih ada 11 desa yang belum menyampaikan SPJ. Namun setelah berjalan sekitar 10 hari sampai sekarang, masih ada dua lagi yang belum menyampaikan SPJ. Kedua desa tersebut yakni desa Kuala Maras dan desa Genting Pulur. Keduanya merupakan desa yang ada di kecamatan Jemaja Timur.

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSP3PD) Awaluddin, mengatakan, kalau desa-desa yang telah menyampaikan SPJ lebih awal, maka proses ferifikasi bisa melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSP3PD). Tapi kalau sudah diberikan toleransi waktu tapi tidak mau berusaha lebih cepat, maka Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan memeriksa langsung berkasnya.

Sebenarnya berkas SPJ desa Kuala Maras dan Genting Pulur sudah ada di pemkab Anambas tapi keinginan BPK agar kepala desa terkait harus ada saat pemeriksaan berkas. Jadi kepala desa yang bersangkutan harus hadir. “Maunya BPK, kepala desa harus hadir langsung saat pemeriksaan berkas,” ungkapnya.

Dirinya mengaku sudah memanggil dua kepala desa yang bersangkutan agar datang secepatnya menemui BPK. Jika tidak, maka pihaknya akan memanggil paksa kepala desa dengan bantuan Satpol PP. “Kita sudah kasih tahu kalau tidak datang akan dijemput paksa oleh satpol PP,” ungkapnya.

Diakuinya jika penyerahan berkas SPJ tahun 2016 tidak segera diselesaikan, maka hal ini akan berdampak pada pembangunan desa lantaran pencairan tahap pertama atau triwulan pertama tidak bisa cair karena syarat muthlak untuk mencairkan ADD tahap pertama suatu desa harus menyelesaikan SPJ tahun berikutnya. Begitu juga untuk pencairan triwulan kedua, maka SPJ triwulan pertama harus diselesaikan.

“Kalau begini terus akan berdampak pada pembangunan desa yang pada akhirnya kepala daerah yang akan disalahkan,” ungkap Awaluddin. (sya)

Pamerkan Terumbu Karang dan Pesona Bawah Laut di MIDE 2017 Kuala Lumpur

0

Malaysia International Dive Expo (MIDE) 2017 pada tanggal 12 hingga 14 Mei 2017 di Tun Razak Hall 1, Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur-Malaysia akan menjadi ajang menmamerkan keistimewaan tersembunyi dan semakin sulit tertandingi di jagat underwater world.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizky Handayani mengatakan, Wonderfil Indonesia akan hadir di sana. Pihaknya akan memfasilitasi industri yang bergerak di pasar wisata bahari, terutama dari destinasi yang menggarap keindahan bawah laut.

‘’Di pameran ini kami akan menawarkan berbagai terumbu karang, ikan dan makhluk lainnya, juga terletak di segitiga karang dunia dengan hamparan laut yang indah. Kita memang juara dalam urusan kekayaan bawah laut Indonesia,” ujar Rizki Handayani yang  diamini Deputi Pitana.

Rizki memaparkan, pada keikutsertaannya kali ini, pavilion Indonesia berada di Hall 1 Dewan Tun Razak, PWTC No. Booth 901-910 (90 sqm). Kemenpar akan membawa 20 industri potensial dari destinasi diving yang ada di Indonesia.

“Kemenpar juga akan berpartisipasi pada main stage MIDE untuk memaparkan tentang keindahan alam bawah laut Indonesia, kita akan buat pameran ini semakin lengkap dengan paparan-paparan kami,” katanya.

Kata wanita yang bisa disapa Kiki ini, pada acara pameran MIDE selama 3 hari, akan ada banyak kegiatan menarik di Pavilion Indonesia. Katanya,  pengunjung dapat menikmati kopi khas Indonesia, spa, gimmick danquiz serta paparan mengenai destinasi selam di Indonesia diselingi dengan pembagian voucher yang menarik selama kegiatan berlangsung dan gift redemption menarik apabila membeli paket ke Indonesia.

Jika sudah jatuh hati dengan pameran bawah laut Indonesia ? tidak perlu khawatir karena Indonesia sudah mengatur  regulasi dengan baik. Seperti diketahui, Kemenpar telah mengeluarkan peraturan No 7/2016 sebagai pedoman penegakan wisata selam.

ilustrasi

“Dengan peraturan ini, semua penyelam akan dijamin aman dan nyaman selama mereka tinggal dan menyelam di Indonesia. Kami juga terus menggenjot infrastruktur dan pembangunan destinasi prioritas pengembangan destinasi kelautan,” katanya.

Ada 10 destinasi prioritas pengembangan destinasi kelautan yang akan dikembangkan oleh Kemenpar, diantaranya adalah Bali, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Alor (Nusa Tenggara Timur), Derawan (Kalimantan Timur), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Ambon (Maluku), and Raja Ampat (Papua Barat).

“Kami juga terus menggenjot peningkatan konektivitas dan aksesbilitas pengembangan bandara baru di 15 kota, meningkatkan 27 kapasitas bandara dengan memperluas landasan pacu, merenovasi terminal di 13 bandara dan mengembangkan marina baru,” kata Kiki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mentargetkan pada tahun 2017 Wisatawan Mancanegara (Wisman) sebanyak 15 juta Wisman. Mantan Direktur Utama Telkom itu menyadari potensi bahari republik ini tidak terkalahkan dibandingkan dengan belahan dunia manapun.

Memang selama ini, potensi bahari belum dioptomalisasi. Sedangkan, keindahan bahari itu punya daya dongkrak yang luar biasa.

“7 dari 10 destinasi prioritas atau Bali Bali baru didesain untuk wisata bahari. Punya pantai, bawah laut dan antarpulau yang bagus,” ujar  Arief Yahya.

Saat berkunjung ke Boat Point, Phuket, Thailand, 28 April 2017, Menteri Arief menginap di kawasan marina itu. Tiap tahun ribuan yachters memarkir perahu pesiarnya di sana, ada bengkel, dan semua fasilitas yang diperlukan untuk menghidupkan kompleks marina itu.

“Saya sudah hitung, di Phuket saja, yang parkir dalam setahun lebih dari 2.500 yachts termasuk super yachts yang besar. Spendingnya rata-rata 1 Miliar rupiah, yang super yacht bisa 3-4 kali lebih besar,” ujar Menpar Arief.

Apalagi, keunggulan perairan Indonesia itu lebih jernih, lebih banyak terumbu karangnya, banyak ikan-ikannya, meskipun hanya di dermaga.

“Jauh lebih asyik. Saya yakin, ini sangat mungkin, destinasi kita akan lebih menarik,” katanya. (*)

 

Siap-siap Hadir pada Festival Pesona Mandeh

0

Pembaca, catat ya,… Kementerian Pariwisata (kemenpar) bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bakal menggelar Festival Pesona Mandeh (FPM) yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-7 Mei 2017 di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat Raseno Arya mengatakan, persiapan FPM 2017 sudah 98 persen, promosi pra event juga gencar dilakukakan sebelum event berlangsung. Untuk mencapai kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai 20 ribu orang.

“Target 20 ribu di event perdana kami optimis tercapai, berbagai persiapan sudah kita kerjakan, baik pada saat pembukaan hingga penutupan sudah disiapkan secara matang di lapangan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti komunitas, pegiat pariwisata, warga setempat dan rekan-rekan media massa cetak dan elektronik,” ujar Esthy.

Apa yang seru di Festival Pesona Mandeh 2017? Berbagai kegiatan akan hadir pada festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini, terang Raseno, lebih lanjut ia mengatakan akan menampilkan beberapa kegiatan seperti festival kuliner, seni tradisi dan festival rabab serta lomba foto bawah air.

“Dalam event yang dipusatkan di kawasan Mandeh ini nantinya juga diadakan festival rabab yang akan memecahkan rekor MURI dengan peserta terbanyak, lalu ada Mandeh Joy Sailing, lomba perahu tradisional dan atraksi diving. Tidak hanya itu, Kegiatan pendukung FPM lainnya yang tidak kalah seru adalah pembukaan dan penutupan dihadiri artis ibu kota, para motor, eksebisi jump cliff, dan jet ski,” ujar Esthy yang diamini Raseno.

“Pada tanggal 5 Mei nanti, juga akan ada parede yang seru, sekitar 250 perahu tradisonal dengan bermacam corak dan ragamnya melintasi seputaran kawasan Mandeh yang sangat menakjubkan,” ujar Raseno.

Masalah aksestabilitas, tambah Raseno jadi perhatian tersendiri, untuk menuju kawasan Mandeh dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari Kota Padang. “Sudah terselesaikan pembebasan lahan sekitar kawasan Mandeh yang nantinya akan bangun jalan, tinggal pemrov dan pemkab yang selanjutnya memperbaiki infrastruktur jalan, agar jalan menuju Mandeh bagus, sehingga jarak tempuh dari kota Padang bisa memakan waktu cukup 40 menit,” Raseno yang juga berdarah Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Pessel, Zefnihan mengatakan, FPM ini merupakan sebuah media promosi dan memperlihatkan kesiapan kawasan Mandeh kepada wisatawan untuk dikunjungi. Masyarakat di Mandeh juga bersiap dalam menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional.

Masyarakat Mandeh juga telah diajak bersiap menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional. “Untuk festival kuliner kita menghadirkan 50 stand kuliner yang menyajikan beragama kuliner enak khas Ranah Minang. Pembukaan akan ada hiburan artis ibu kota diiringi pesta kembang api,” ujar Zefnihan.

Tidak hanya itu, Zefnihan menambahkan, FPM ini merupakan ajang promosi wisata bersama Kemenpar bersama Pemkab Pessel. Selain melibatkan komunitas, masyarakat dan pegiat wisata serta stakeholder, even ini juga akan diikuti sekitar 60 travel agent yang akan diajak berlayar dan melihat dari dekat potensi wisata di Mandeh.

“Sebelumnya kami juga sudah selenggarakan Familiarization Trip (Fam Trip) yang diikuti sekitar 60 travel agent sehingga mereka bisa melihat langsung dan membuat paket wisata untuk dijual ke wisatawan domestik dan mancanegara. Dengan begitu, diharapkan ke depan berefek pada peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” katanya..(*)

 

Kedapatan Narkoba Langsung Diberhentikan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan menindak tegas oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang nakal terutama pegawai yang telah terbukti mengkonsumsi narkoba.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, saat ini telah memerintahkan sekda untuk menindaklanjuti mengenai hukuman bagi oknum yang tersandung kasus tersebut. Pasalnya selama ini dirinya mengaku belum mendapatkan laporan mengenai sangsi tegas yang telah diberikan kepada pegawai nakal.

“Kita tidak ada tawar-menawar terkait narkoba. Sebaiknya, kalau dia PNS ajukan surat pemberhentian. Kalau dia PTT, jangan di perpanjang lagi kontrak kerjanya, “ungkap Haris kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Haris, jika hal ini tidak ditindak tegas dan dibiarkan, dirinya khawatir akan berdampak pada aparatur lainnya untuk berbuat yang sama. Untuk itu, Dia meminta kepada para pegawai masih mau bekerja segera hentikan tindakan itu. “Kalau masih ada, bertaubatlah. Sebab, jika itu sudah mendarah daging fatal akibatnya,” papar Haris.

Pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada Polres Anambas untuk dapat memberantas peredaran narkoba di Anambas sampai keakar-akarnya. “Tidak hanya dari kita, keinginan Pak Kapolres juga sama seperti kita,” ungkapnya.

Perang terhadap narkoba bukan kali ini saja digalakkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Beberapa waktu lalu, bagi ASN yang ingin menduduki jabatan eselon diwajibkan menjalani tes narkoba. Hal ini untuk memastikan bahwasanya pejabat esselon di Anambas harus bebas narkoba.

Sementara itu Kapolres Anambas AKBP Junoto, mengakui jika pihaknya juga memiliki misi yang sama dengan pemerintah daerah yakni konsen terhadap penanganan narkoba. “Tunggu saja ekspos dari kami,” kata Kapolres Anambas, AKBP.Junoto SIK kepada sejumlah awak media sambil tersenyum di Mako Polres Anambas, Rabu (27/4). (sya)

Rakor untuk Menyamakan Visi Sustainable Tourism Development

0
ilustrasi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatukan pandangan tentang Sustainable Tourism Development.

Caranya, dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Program Pengembangan Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) bersama 34 Dinas Pariwisata Provinsi, 20 dinas pariwisata Kabupaten/Kota di Hotel Alila, jakarta, Rabu 26 April 2017. Dalam rakor ini juga diluncurkan logo Pariwisata Berkelanjutan Indonesia.

“Rakor ini untuk sosialisasi Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Juga ada penandatanganan komitmen pembangunan pariwisata berkelanjutan, fasilitator dan lokal partner pariwisata berkelanjutan,” ujar Ketua Pokja Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kemenpar, I Gede Ardika, Jumat (28/4).

Ardika menjelaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Program pengembangan berkelanjutan Indonesia ini selaras dengan program sustainable development goals dunia.

“Keberagaman dan pemeliharaan lingkungan harus menjadi modal utama pembangunan pariwisata Indonesia. Sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan memperhatikan hal tersebut,” kata Ardika.

Pada Rakor ini, telah disepakati rencana aksi bahwa daerah harus menyiapkan dan menyusun Sustainable Tourism Strategy dan Master Plan. Destinasi pariwisata harus siap menjadi laboratorium pariwisata berkelanjutan.

“Selain itu perlu diinisiasi pembentukan Sustainable Club tempat di mana para stakeholder berbagi pengalaman dalam membangun destinasi berkelanjutan,” jelas Ardika.

Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kemenpar, Frans Teguh menjelaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan memiliki tiga program utama, yaitu sustainable tourism destination, sustainable tourism observatory, dan sustainable tourism certification.

“Pedoman ini telah diturunkan dalam sebuah panduan teknis yang menjadi pedoman dalam sertifikasi. Dengan kesiapan dokumen ini dan dewan juri yang telah terbentuk, Kemenpar siap menyelenggarakan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) perdana pada tahun 2017,” jelas Frans.

Frans menambahkan, ISTA sangat selaras dengan ASEAN Tourism Sustainable Award (ASTA) yang akan diselenggarakan pada tahun 2018. Semua destinasi diharapkan dapat berpartisipasi dalam ajang penghargaan ini sebagai wujud semangat destinasi meningkatkan kualitasnya. ISTA dapat diakses melalui website Kemenpar dan Indonesia.Travel.

“Melalui ISTA, mutu destinasi akan diklasifikasikan dalam warna Hijau, Biru, Kuning, dan Merah. Hijau merupakan nilai tertinggi dan diikuti warna lainnya. Penilaian ISTA akan sangat terbuka dan transparan. Destinasi yang terbaik akan diajukan untuk ikut serta dalam ASTA,” papar Frans.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dikolaborasikan dengan Green Hotel Award dan Anugerah Homestay. Kategori penghargaan, di antaranya Kategori Umum, Kategori Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Kategori Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, Kategori Pelestarian Budaya Bagi Masyarakat dan Pengunjung, dan Kategori Pelestarian Lingkungan.

Frans menjelaskan, ISTA dirancang sebagai alat untuk merecognisi dan mendorong penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan oleh destinasi-destinasi pariwisata di Indonesia. Di antaranya, mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk-produk pariwisata berkelanjutan, partisipasi dan kerjasama sektor publik maupun swasta, dan ajang promosi serta branding bagi destinasi pariwisata baik di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka peningkatan kunjungan wisatawan.

“Secara garis besar, keempat kriteria dimaksud adalah pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, dan pelestarian lingkungan,” pungkas Frans.

Menteri Pariwisata (menpar) Arief Yahya menyebutkan, Indonesia memiliki penilaian yang bagus terkait sustainable tourism. Bahkan, kata dia, Indonesia menempati peringkat kedua setelah China dalam hal dimaksud, seperti diungkapkan pada pembukaan PATA Travel Mart 2016. Prestasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi daerah di destinasi untuk terus menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Bicara pariwisata, tidak hanya tentang destinasi melainkan juga pengembangan infrastruktur secara keseluruhan dan berkelanjutan. United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mendefinisikan pariwisata berkelanjutan secara sederhana sebagai pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat,” jelas mantan Dirut PT Telkom ini.

Praktek manajemen dan pedoman pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktifitas pariwisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk pariwisata massal dan berbagai jenis kegiatan pariwisata lainnya.

“Untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang, maka keseimbangan antar prinsip-prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan harus dibangun dengan baik,” kata menpar Arief Yahya. (*)

Kemenpar Gelar Misi Pemasaran di Tokyo dan Sendai

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melirik Jepang sebagai target pasar pariwisata.

Tahun 2016 kunjungan wisatawan mancanegara asal Jepang turun dari 528 ribu orang menjadi 513 ribu orang. Kemenpar ingin mengembalikan angka ini menjadi pertumbuhan positif.

Promosi akan dilakukan di dua kota sekaligus, yakni Tokyo pada 16 Mei dan Sendai pada 18 Mei 2017. Dalam promosi nanti akan mengundang buyers di Jepang, dan seller dari Indonesia sebanyak 12 Travel Agent yang mayoritas dari Bali dan beberapa dari Sulawesi Utara (Sulut).

“Nantinya akan ada business to business (B2B) meeting agar tercipta kerja sama bisnis sehingga meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Hasil dari kegiatan ini akan dipublikasikan di media Jepang sehingga org tertarik membeli paket-paket harga khusus,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Asia Pasifik Vinsenius Jemadu, Kamis (27/4).

Pitana menambahkan, Selain promosi lewat kegiatan misi penjualan, fam trip, festival, dan pameran, Wonderful Indonesia juga promosi di media seperti Google, Lonely Planet, NatGeo, CNN. Pasang iklan di stasiun kereta dan bandara yang ada di Jepang.

“Pasar Jepang itu sangat seksi. Apabila kita mengundang wisman Jepang ke Indonesia, bukan hanya soal jumlah saja. Lebih dari itu, akan tercipta dan terbuka kesempatan usaha di berbagai bidang nantinya. Upaya ini untuk membuka mata masyarakat Jepang tentang pariwisata Indonesia. Promosi Wonderful Indonesia di Jepang, diharapkan meningkatkan minat masyarakat Jepang berwisata ke destinasi wisata unggulan Bali and beyond di Tanah Air,” ungkap Pitana.

Sebelumnya, Kemenpar bersama 10 operator diving mengikuti kegiatan Marine Diving Fair, yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang dan One World Festival 2017 yang digelar di Kansai TV Ogimachi Square, Osaka, Jepang.

“Kami serius mengejar target wisman asal Jepang. Pada 2017 ini, Kementerian Pariwisata membidik 762.000 wisman dari Jepang untuk mensupport proyeksi total 15 juta wisman pada 2017,” kata Vinsensius.

Vinsensius menjelaskan, Bali masih jadi destinasi utama untuk promosi. Namun Indonesia terus memperkenalkan destinasi lain seperti 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 10 Destinasi Branding misalnya Labuan Bajo, Lombok, dan Bandung

“Patut diperhatikan bahwa kedekatan latar belakang sejarah antara Jepang dengan Indonesia adalah suatu peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar Jepang,” tukas Vinsensius.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Jepang memang stagnan dalam dua tahun terakhir. Jumlah inbound ke Indonesia tidak terlalu melonjak naik. Berbeda dengan China yang sangat agreasif dan saat ini sudah mengalahkan Singapore, Malaysia dan Australia di posisi terbesar. “Tapi kita tidak boleh putus asa untuk menarik wisatawan mancanegara dari Asia Pasifik, termasuk di dalamnya Jepang,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Jarak tempuh Jepang-Indonesia juga tidak terlampau jauh, termasuk jarak menengah yang bisa diterbangi 7-8 jam saja. Tidak lebih dari itu, sehingga untuk traveling, perjalanan selama itu tidak terlalu melelahkan. “Karena itu, kami optimis, bisa mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak lagi,” jelas Menpar Arief Yahya.

Untuk informasi, rerata tinggal wisman Jepang di Indonesia selama 6 hari, dengan rerata pengeluaran USD 1.138. Sementara penggunaan akomodasi hotel berbintang sebanyak 74%. Selama ini, wisatawan asal Jepang mengaku mendapat informasi pariwisata Indonesia dari  word of mouth yang menacapai 47%. (*)

 

Fasilitasi Turis Korsel, Korean Airlines Group Terbang ke Manado dan Lombok

0

Maskapai Jin Air bakal terbang ke Lombok, NTB, salah satu destinasi prioritas yang didorong Kemenpar sebagai Bali Baru itu.

Lombok yang memiliki Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno itu memang memikat dari sisi manapun juga. Lombok punya karakter destinasi yang lengkap. Punya Rinjani, punya kaldera di atas gunung, punya hutan yang hijau, punya sawah ladang yang airnya bagus, punya pantai, antar pulau, sampai kecantilan bawah laut.

Dewan Direksi Korean Airlines Group (KAG) juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terkait penerbangan langsung (direct flight) dari Seoul ke Manado.

Pertemuan Pemprov Sulut dengan Korean Airlines Group itu disaksikan Asdep Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vincensius Jemadu, Pelaksana Tugas Kadis Pariwisata Daniel Mewengkang, Koordinator Satgas Pariwisata Sulawesi Utara Dino Gobel, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sulut Voura Kumendong serta pejabat lainnya.

“Telah ada pertemuan antara direksi Korean Air, Jin Air dan Hanjin Travel terkait dengan rencana ini. Rencananya, penerbangan pertama dari Seoul ke Manado dilakukan 26 Juni 2017. Kami memberikan garansi keamanan serta potensi pariwisata kepada Korean Airlines Group apabila penerbangan itu terealisasi,” kata Wakil Gubernur Steven Kandouw di Manado, Jumat (28/4/2017).

Wagub Steven menjelaskan, penerbangan langsung dari Seoul ke Manado, termasuk penerbangan murah karena lebih dekat bila dibandingkan dengan rute sebelumnya yang harus ke Jakarta dan melanjutkan penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi Manado. Wagub Steven optimistis apabila penerbangan dari Korea Selatan ke Manado terealisasi akan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat Sulut.

Untuk menyambut kedatangan turis-turis asal Kosel nanti, lanjut Wagub Steven, Pemerintah provinsi akan menyiapkan fasilitas pendukung lainnya termasuk melatih penguasaan bahasa Korea Selatan kepada aparat kepolisian, anak-anak serta pemandu wisata.

foto: businesstraveller.com

“Kami akan memberikan kenyamanan kepada setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Manado termasuk dari Korea Selatan. Fasilitas lainnya juga akan kami persiapkan, seperti pemandu wisata yang bisa berbahasa Korea,” ujar Wagub Steven.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vincensius Jemadu mengatakan, upaya Kemenpar yang kerap mendatangkan artis Korsel mengunjungi destinasi wisata Indonesia terbukti efektif manarik minat warga Korsel untuk turut berwisata ke Indonesia.

“Pertemuan membahas penerbangan langsung Korean Airlines Group ke Manado ini dilatar belakangi makin meningkatnya animo keinginan warga Korsel mengunjungi Indonesia. Mereka kerap melihat berita-berita artis Korsel yang sedang liburan ke Indonesia. Selain itu, juga pernah ada syuting acara reality show Korea yang melibatkan artis-artis terkenal di destinasi wisata kita,” ujar pria yang biasa disapa VJ itu.

Vincensius mengungkapkan, reality show populer Korsel, “Law of the Jungle” sempat mengambil lokasi syuting di Kota Manado pada akhir November hingga awal Desember kemarin. Jin (BTS), Cheng Xiao (Cosmic Girls), Sungyeol (INFINITE), Gong Myung (5usprise), Kangnam (M.I.B), Kyungri (Nine Muses), Sol Bi, Kim Min Seok, Yoon Da Hoon, Sleepy (Untouchable), Kang Tae Oh, Yoon Jung Soo, dan Kim Young-chul, adalah deretan selebritas yang turut serta dalam reality show tersebut.

“Hal tersebut memberikan dampak yang besar terhadap pariwisata Indonesia. Karena itu, ke depan akan terus memboyong selebritas Korea lainnya untuk syuting di sejumlah destinasi unggulan tanah air agar warga Korea makin berminat berkunjung ke Indonesia,” kata VJ.

Vincensius mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Seoul Broadcasting System agar mereka kembali syuting sinetron maupun reality show dengan keindahan latar belakang Danau Toba, Pulau Komodo atau Mandeh Sumatera Barat. “Semoga bisa terelisasi dan berdampak hebat untuk ketiga daerah tersebut dan pariwisata Indonesia. Ini kami lakukan setelah kami sukses melakukan di Manado,” katanya. (*)

Danrem 033 Wira Pratama Kunjungi Kundur

0
Danrem 033 WP Brigjen Fachri tengah bersama Camat Kundur Barat Anjitrisno saat berkunjung ke Kundur Barat Kamis kemarin. F.Anjitrisno untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Komandan Resort Militer (Danrem) 033 Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, berkunjung ke Kundur, Kamis (27/4) kemarin. Kedatangan Fachri untuk memantau persiapan pelaksanaan pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kepri yang dipusatkan di Tanjungberlian, Kundur Utara pada 8 Mei mendatang.

Danramil 0317 Kundur Mayor Czi Slamet Wahyudi membenarkan kunjungan Danrem 033 Wira Pratama ke Pulau Kundur. Lebih lanjut dikatakan kehadiran Danrem 033 WP Brigjen TNI Fachri ke Pulau Kundur guna meninjau lokasi yang bakal dijadikan tempat baksos. Kunjungan kali ini sekaligus bersilaturahmi dengan unsur pimpinan kecamatan Kundur, Kundur Utara dan Kundur Barat.

“Persiapan terus dilakukan dan kami siap menyelenggarakan baksos pencanangan kampung KB kesehatan tingkat provinsi Kepri yang dipusatkan di lapangan sepakbola Kundur Utara. Dalam hal ini diharapkan peran aktif seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan tersebut kegiatan ini juga akan dihadiri gubernur Kepri dan Pangdam I Bukit Barisan,” tegas Slamet.

Lebih lanjut dikatakan selain baksos pencanangan kampung KB kesehatan bekerjsama dengan BKKBN Provinsi Kepri juga akan digelar pengobatan gratis. Selain itu juga ada pelayanan KB kesehatan gratis, bantuan kepada penyandang difabel, serta berbagai kegiatan yang lain. Kegiatan ini dalam rangka hari kesatuan PKK ke 45 dan bulan bhakti gotong-royong masyarakat serta dalam rangka TNI manunggal KB Kesehatan. (ims)

PLN Bangkitkan Listrik 10 Mega Watt untuk Morotai

0

Sesungguhnya pariwisata membutuhkan satu kebutuhan dasar, energi!

Tanpa listrik, industri tidak akan hidup sustainable. Destinasi prioritas Morotai siap-siap menjadi terang benderang. Pasalnya, PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik di Pulau Morotai. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto WS mengatakan, pembangkit yang akan dibangun di KEK Morotai bertenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 10 Mega Watt (MW). PLTMG ini ditargetkan beroperasi pada 2019 mendatang.

“Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut. Pembangkit ini akan dikembangkan oleh salah satu pengembang di KEK Morotai,” ujar Haryanto.

Haryanto menjelaskan, sampai dengan saat ini, proses pembangunan PLTMG di KEK Morotai ini baru sampai proses pembebasan lahan. Di KEK Morotai sendiri, saat ini kebutuhan atau beban listrik yang tercatat oleh PLN baru sekitar 2,5 MW. “Namun, perkembangan kawasan tersebut diprediksi akan membutuhkan semakin besar pasokan,” kata.

Menurut Haryanto, biaya pembangunan pembangkit di Desa Juanga, Morotai Selatan ini diambil dari dana internal PLN. Saat ini, PLN juga sudah mengantongi beberapa perizinan terkait lokasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid 350 KW di Desa Wawama, Morotai Selatan, Selasa (5/4). PLTS ini akan mendukung PLT Diesel Daruba.

Sesuai dengan komitmen sebelumnya, saat ini pemerintah sedang merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW). Sebanyak 25% dari target tersebut, atau sekitar 8.800 MW, diupayakan dari energi terbarukan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif rencana pembangunan PLTG ini. Menurutnya, Morotai memiliki potensi sektor unggulan yang bisa dioptimalkan lagi selain pariwisata yakni kelautan, perikanan dan industri pengolahan.

Morotai sebagai daerah terdepan yang langsung memghadap ke pasifik, perlu energi listrik. “Semuanya ini membutuhkan pasokan listrik. Contoh kecil, apabila Morotai bisa mengembangkan sektor pariwisata dan perikanan saja, Morotai bisa maju perekonomiannya,” kata Menpar Arief Yahya.

Dengan adanya pasokan listrik, lanjut Menpar Arief Yahya, para investor tidak akan ragu lagi turut membangun destinasi Morotai. Karena selama ini, yang menjadi kendala pembangunan infrastruktur adalah pasokan listrik dan air bersih.

“Dengan bertambahnya pasokan listrik, pembangunan-pembangunan amenitas seperti hotel, resort, dan homestay akan bisa lebih cepat lagi. Apalagi bandaranya sudah dalam proses menjadi bandara internasional,” tutup Menpar Arief Yahya. (*)