batampos.co.id – Kantor Imigrasi kelas I khusus Batam akan bekerjasama dengan pihak Singapura dalam perlintasan warga negara kedua belah pihak. Dimana akan diwacanakan diberlakukannya E-Manifes. Sehingga kedua warga negara saat saling berkunjung, tak lagi mengantri di loket-loket imigrasi setempat.
“Kemarin saat saya berkunjung ke Singapura, ada rencana seperti itu,” kata Kepala Kantor Imigrasi kelas I khusus Batam, Teguh Prayitno, beberapa waktu lalu.
Dengan adanya E-Manifes ini dapat mempermudah kunjungan warga negera Indonsia ke Singapura atau sebalaiknya. Sebelumnya banyaknya keluhan dari WNI ke Singapura harus menunggu lama dan mengantri saat memasuki Singapura.
Kadang setelah mengantri lama, WNI juga harus melalui pemeriksaan yang memakan waktu tak kalah lamanya. Sehingga hal ini membuat pihak Imigrasi mencetuskan ide E-Manifes.
Secara umum, Teguh menjelaskan bahwa E-Manifes ini adalah saat penumpang dari Batam menuju ke Singapura. Pihak imigrasi Batam, sudah mengirimkan data-data penumpang yang menaiki kapal yang akan berlayar tersebut. Sehingga pihak Singapura sudah mengetahui siapa saja yang berada di kapal tersebut.
“Bila ada orang-orang yang berada dalam daftar cekal atau bermasalah, maka pihak Singapura tinggal langsung mengamakannya. Tanpa harus membuat warga lainnya mengantri, begitu juga sebaliknya. Kita juga akan tau, siapa saja yang masuk Batam dari Singapura,” tutur Teguh.
Mengenai E-Manifes ini, Teguh mengatakan masih dalam proses penyempuraan pihaknya. Dimana nantinya bila kedua belah pihak, maka akan membuat MoU.
“Bila sudah ok, nanti pak Dirjen yang datang langsung,” tuturnya.
Seperti yang sudah diketahui, arus perlintasan Singapura Batam atau Batam Singapura cukup padat. Di Indonesia, tak hanya warga Batam saja yang menyeberang ke Singapura. Tapi warga daerah lainnya, memafaatkan kedekatan kedua wilayah untuk bisa melancong atau berkunjung ke Singapura. (ska)
Strategi Miryam S. Haryani yang menghindari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan masih ada titik lemah di dalam sistem pengawasan tersangka lembaga antirasuah. Hal itu berisiko terhadap kelancaran penanganan perkara-perkara korupsi besar, seperti kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang ditangani KPK saat ini.
Peneliti Hukum dan Kebijakan Transparency International Indonesia (TII) Reza Syawawi mengatakan, pengawasan terhadap tersangka mestinya menjadi perhatian serius KPK. Apalagi, bila posisi tersangka itu merupakan salah satu saksi kunci korupsi seperti Miryam.
”Agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari,” ujarnya, Minggu (30/4).
Reza menyebutkan, dugaan hilangnya mantan anggota Komisi II yang kini duduk di Komisi V DPR itu memang erat kaitannya dengan strategi “melindungi” para politisi Senayan yang diduga terlibat dalam kasus berjamaah e-KTP senilai Rp 2,3 triliun tersebut.
”Ini dugaan saja, apalagi posisi Miryam sebagai anggota DPR yang tentu paling mengetahui proses penganggaran e-KTP,” tuturnya.
Karena itu, pihaknya mendesak pihak terkait, khususnya Polri, serius mencari Miryam dan menyerahkannya ke KPK. Apalagi, dengan kekuatan jajaran kepolisian, mulai tingkat polsek hingga polda, sejatinya bukan hal sulit mendeteksi keberadaan politikus Partai Hanura tersebut.
”Petugas imigrasi juga perlu diintensifkan agar yang bersangkutan tidak ke luar Indonesia,” imbuhnya.
Berkaca pada kasus-kasus penangkapan tersangka korupsi yang menjadi buronan, pihak kepolisian dan Interpol sebenarnya memiliki catatan positif. Seperti menangkap Gayus Tambunan dan Samadikun Hartono. Namun, hal itu belum tentu berlaku bagi KPK saat ini. Itu menyusul lambatnya pengungkapan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan.
Miryam S. Hariyani
”Kita patut memotivasi polisi untuk secepatnya melakukan tindakan hukum yang diperlukan (KPK),” terangnya.
Sebagai catatan, KPK juga meminta bantuan Polri untuk mengungkap pelaku penyiraman Novel. Namun, sampai sekarang aparat kepolisian belum menemukan titik terang siapa pelaku dan aktor intelektual dibalik penyiraman yang terjadi pada medio April lalu.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi tentang keberadaan Miryam. Termasuk soal kemungkinan Miryam kabur ke luar negeri. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis aparat kepolisian yang dibantu tim dari KPK bisa segera menemukan Miryam.
batampos.co.id – Seribuan anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pimpinan unit kerja (PUK) PT Shimano Batam meriahkan hari May Day dengan jalan santai keliling kawasan Industri Batamindo, Senin (1/5) pagi.
Kegiatan yang bertujuan untuk menjalin kekompakan sesama pekerja ini juga diisi dengan berbagai pertunjukan seperti pentas seni, atraksi debus, stand up comedy serta pertunjukan band yang dibawakan anggota SPSI PUK PT Shimano.
Seribuan pekerja yang didominasi kaum wanita itu sudah kumpul di lokasi Community Center (CC) Batamindo, sejak pukul 07.00 WIB. Kegiatan buruh pabrik itu dikawal ketat oleh ratusan personil gabungan Polisi dan TNI.
Ketua SPSI PUK PT Shimano Eko Sugiarto mengatakan, kegiatan tersebut memang dimotori oleh PUK PT Shimano yang anggotanya mencapai sekitar 800 orang, namun karena ada partisipasi dengan anggota PUK dan tamu undangan lain total yang ikut dalam kegiatan tersebut mencapai 1000 san orang.
“Termasuk perwakilan tenan-tenan di Batamindo, perwakilan manajemen kawasan (Batamindo) dan tamu undangan lainnya dari pemerintah,” ujar Eko.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan sesama anggota PUK PT Shimano agar lebih kompak lagi kedepannya.
“Yang turun bersama serikat untuk menyampaikan aspirasi tetap ada perwakilan dari kami,” ujar Eko.
Meskipun fokus pada acara jalan santai bersama itu, PUK PT Shimano tetap menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah melalui perwakilan yang diutus untuk bergabung bersama SPSI ke kantor wali kota Batam.
“Tuntutan kami banyak. Diantaranya selesaikan kemelut upah minimun sektoral, keberatan terhadap kenaikan tarif listrik dan lain sebagainya,” ujar Eko.
“Itu sangat memberatkan. 50 persen penduduk Batam adalah pekerja jadi tidak adil dengan kebijakan kenaikan tarif listrik itu,” ujarnya.
Suasana kegiatan jalan sehat. foto: eusebius / batampos
Perwakilan kawasan Industri Batamindo Edward, dalam arahanya menyambut baik kegiatan yang digelar oleh PUK PT Shimano itu. Daripada turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa, jalan santai dan pentas seni yang digelar oleh PUK PT Shimano lebih bermanfaat bagi sesama.
“Kalau begini kan jadi lebih nyaman kita semua. Mari kita pertahankan ini dan jaga selalu perkembangan industri di kota Batam agar baik bagi kita semua,” ujar Edward. (eja)
batampos.co.id – Penderita kanker di Kepulauan Riau mengalami tren yang terus meningkat sejak 2016. Catatan yang terangkum oleh RSUP Kepri Raja Ahmad Thabib, disebutkan bahwa tiap bulannya selalu menerima antara satu sampai tiga pasien penderita kanker.
Menyadari tingginya angka penderita kanker di Kepri, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepri bekerja sama dengan RSUP Raja Ahmad Thabib menggelar seminar dan papsmear dan IVA untuk kanker serviks.
“Menjaga kesehatan, merupakan investasi sebenarnya,” ujar Ketua Seksi Pendidikan YKI Kepri, dr. Supartini membuka seminar bertajuk kanker, Jumat (28/4) pagi kemarin.
Atas dasar tersebut, YKI dalam dua sesi seminarnya, mengajak 250 orang tenaga kesehatan dari Tanjungpinang dan Bintan untuk turut serta pada seminar yang tidak dipungut biaya ini.
“Tenaga kesehatan dari kebidanan dan juga puskesmas ini merupakan garda terdepan. Yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” terang Ketua Panitia Seminar Kanker, dr. Asep Guntur.
Sehingga diharapkan para tenaga kesehatan di puskesmas dan kebidanan, dapat langsung mengarahkan pasien teridentifikasi kanker ke rumah sakit. Berhubung hingga kini masih banyak didiapati kasus, penderita kanker yang baru mendatangi rumah sakit saat sudah memasuki stadium lanjut.
“Kalau masih di awal harapan hidup pun akan lebih panjang. Maka itu adanya benjolan sekecil apa pun langsung konsultasi ke fasikutas kesehatan segera mungkin untuk memastikan apakah bahaya atau tidak,” tutur dr Asep.
Selain untuk menyegarkan kembali edukasi mengenai kanker kepada para tenaga kesehatan ini, YKI Kepri mengharapkan para tenaga kesehatan ini menularkan edukasi kepada para masyarakat di sekitarnya. “Dan langsung diarahkan ke rumah dakit untuk perawatan lebih lanjut,” tutup dia. (aya)
batampos.co.id – Kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari gugusan pulau-pulau, sehingga pentingnya kebutuhan alat transportasi dari satu pulau ke pulau lain yang memadai. Termasuk transportasi untuk siswa yang tinggal di pulau kecil.
Ketika anak-anak pulau mempunyai semangat untuk mengenyam pendidikan dengan baik, mereka harus rela menyeberang pulau. Pemandangan ini masih jamak terlihat di wilayah perairan Bintan Timur.
Karena itu, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Hanafi Ekra menuturkan, sudah semestinya DPRD dan Pemprov Kepri menjadikan kebutuhan transportasi siswa ini sebagai sebuah pembahasan serius di bidang pendidikan.
“Jadi tidak melulu bicara bangunan kelas saja. Tapi juga transportasi. Misalnya memberikan bantuan kapal gratis atau subsidi pompong bagi pelajar. Itu pasti membantu,” kata Hanafi, kemarin.
Sebab itu, tentu tidak bisa sekedar pemanis di bibir. Menurut Hanafi perlu diwujudkan dan diupayakan dalam pembahasan APBD Perubahan yang dijadwalkan mulai digesa pada pertengahan tahun ini.
“Nanti kami dari Komisi IV akan coba membicarakannya. Jadi tahun ini kami tidak ingin sekadar perhatian kepada pembangunan RKB saja,” pungkas Hanafi. (aya)
batampos.co.id – Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Aziz Kasim Djou mengatakan terjadinya potensial lost di sektor labuh jangkar penyebabnya adalah ketidakjujuran pengelola labuh jangkar. Pemprov Kepri akan membangun infrastruktur pendukung secara bertahap.
“Kita akui, untuk tahap awal ini sistem pengawasan kita masih belum maksimal. Karena kita belum didukung dengan Stasiun Kontrol Laut (SKL),” ujar Aziz Kasim Djou di Aula Kantor Gubernur, Tanjungpinang, akhir pekan lalu.
Disebutkannya, besarnya potensial lost yang terjadi di perairan Batam dua tahun belakang yang lalu adalah tidak sportifnya para pengelola Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Yakni membuat laporan fiktif, artinya hanya sebagian kapal yang dilaporkan parkir. Sementara sebagian lainnya dilaporkan saat akan berlayar.
“Selain membangunan SKL, kami juga akan menggandeng keamanan laut untuk mencegah terjadinya potensial lost kedepannya,” tegas Aziz.
Masih kata Aziz, saat ini laporan yang diterima hanya ada 48 kapal yang melakukan labuh jangkar. Sementara kawasan lainnya masih belum ada laporan. Disebutkannya, tujuan pihaknya menggandeng keamanan laut adalah upaya untuk penata kapal-kapal yang parkir tidak semeraut.
“Sekarang ini kalau kita lihat di perairan Batam, kapal-kapal yang parkir tidak beraturan. Apakah itu masuk kawasan labuh atau tidak. Kalau kita lihat sekarang ini, terkesan tidak tertata,” jelas Aziz.
Disebutkannya, untuk pembangunan SKL membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar. Lewat Tahun Anggaran (TA) 2017 ini, pihaknya sudah mengangsur kebutuhan tersebut. Pembangunan tersebut nantinya juga untuk mendukung pelayanan sistem online. Seperti perizinan bongkar muat.
“Seperti radarlah istilahnya, karena bisa memantau keberadaan kapal disetiap area labuh jangkar yang ada di Provinsi Kepri. Pemprov sudah membuat studi kelayanan sejak 2013 lalu,” ungkap Aziz.
Ditambahkannya, sesuai peraturan pelayaran internasional, kapal-kapal yang muatannya 500 gross tonnage (GT) keatas diwajibkan untuk memiliki Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS).
“Melalui AIS inilah kita bisa memantau titik labuh kapal, maka diperlukan adanya stasiun pelabuhan kontrol laut,” tutup Aziz.(jpg)
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyerahkan bantuan dana zakat secara simbolis kepada penerimanya di Masjid Al Sakinah, Bintan Center, Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (30/4). F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk batampos..
batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanjungpinang menyerahkan dana zakat kepada 74 penerima (mustahiq) di Masjid Al Sakinah, Bintan Center, Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (30/4). Penyerahan dana zakat periode pertama itu dilakukan secara seremonial oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.
Lis mengatakan bantuan dana yang diberikan Baznas ini berasal dari pezakat (muzaki) se Kota Tanjungpinang pada 2016 lalu. Namun untuk pembagiannya akan dilakukan dalam beberapa tahap atau periode. Khusus untuk periode pertama yang berhak mendapatkannya sebanyak 74 orang.
“Dana yang terkumpul sepanjang 2016 sebesar Rp 701 juta. Kesemua dana itu akan diberikan kepada penerima yang berhak. Namun akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Dengan terkumpulnya dana zakat sebesar Rp 701 juta ini, kata Lis membuktikan adanya peningkatan pembayar zakat sebesar Rp 501 juta dari 2015 lalu yang hanya terkumpul Rp 200 juta.
Kenaikan itu, lanjut Lis akan berdampak juga pada peningkatan penerimanya. Diharapkan dana itu dapat dipergunakan atau dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari maupun sebagai modal usaha.
“Jika bisa gunakanlah dana itu untuk mengapai keinginan penerima selama ini. Yang penting berikhtiarlah agar usaha yang dilakukan bisa terwujud,” katanya.
Ketua Baznas Kota Tanjungpinang, Muqtafin mengaku dana yang berhasil dikumpulkan dari pezakat di Kota Tanjungpinang terus meningkat setiap tahunnya. Begitu juga penerima dana zakat tersebut akan mengalami penambahan.
“Untuk priode pertama ini kami serahkan dana zakat kepada 74 penerima. Selebihnya akan diberikan kepada periode selanjutnya,” sebutnya.
Mutaqin menambahkan jika Baznas Tanjungpinang menargetkan 2017 ini dana yang dikumpulkan bisa mencapai Rp900 juta. Agar target itu tercapai, dihimbau kepada masyarakat muslim dikota ini untuk menyalurkan kewajibannya membayar zakat, infak dan sadakah.
“Jika target itu tercapai kami yakin masyarakat fakir di Tanjungpinang akan terbantu semuanya. Jadi kami harapkan masyarakat muslim salurkan kewajibannya ke baznas,” ungkapnya. (ary)
batampos.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau terus bertekad membenahi kualitas madrasah agar punya daya saing dengan sekolah umum lain. Tidak pelak ini lantas berimplikasi pada komitmen untuk memberikan bantuan sarana prasarana sebagai prasyarat sebuah lembaga pelaksana pendidikan yang berkualitas.
Pada tahun ini, Kanwil Kemenag Kepri memberikan 38 paket bantuan sarana prasarana kepada 38 lembaga yang ada di Kepri. Namun, sebelum bantuan itu diberikan, pihak Kemenag menginginkan kepada lembaga yang menerima bantuan tersebut memahami petunjuk teknis agar dalam pelaksanaannya bisa berlangsung efektif.
“Saya harap komitmennya tinggi untuk menyelesaikan semua pekerjaan, jangan ada masalah dan segera membuat laporan lengkap. Laporan yang disusun pun harus sudah sesuai dengan petunjuk teknis, ada standarnya. Percayalah jika laporan tidak disampaikan maka pasti akan timbul masalah,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kepri, Abu Sufyan, kemarin.
Abu Sufyan menambahkan, pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan stimulus kepada madrasah swasta. Untuk itu, ia meminta pihak penerima bantuan untuk segera menyisir semua potensi masalah yang mungkin muncul sejak dini agar dapat dicarikan solusinya bersama.
Lebih lanjut dia pun meminta pengelola madrasah untuk memanfaatkan sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan mutu madrasah.
“Jika masih ada kekurangan tolong disempurnakan sendiri, jangan menunggu bantuan lagi, dan berikan kami laporan secara periodik selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung dan di akhir pekerjaan berikan laporan yang lengkap,” ujar Abu Sufyan.
Kasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kanwil Kemenag Kepri Jangga Hasibuan menambahkan, sarana dan prasarana yang memadai, Kemenag Kepri ingin menciptakan madrasah yang berkualitas, unggul dan dapat memenuhi ekspektasi dan harapan masyarakat terutama masyarakat yang menitipkan anaknya untuk dididik di madrasah.
Menurut Jangga, pada prinsipnya setiap pembangunan gedung baru maupun rehab madrasah harus memenuhi ekspektasi masyarakat. Ekspektasi masyarakat yang besar terhadap madrasah harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang cukup dan seimbang di madrasah. “Tujuan akhirnya adalah madrasah menjadi lembaga yang bisa mengungguli sekolah umum dan meningkatkan daya saingnya,” pungkas Jangga. (aya)
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) siap mendukung pariwisata Indonesia. Ini ialah bagian dari semangat Indonesia Incoporated Menpar Arief Yahya. Aih, macam mana ya?
Kepala ANRI Mustari Irawan mengatakan pihaknya akan menjaga semua arsip yang berkaitan dengan Pariwisata dan budaya Indonesia agar kekayaan intelektual itu bernilai guna tinggi dan terjaga dengan baik.
“Termasuk semua arsip penting terkait dengan Pariwisata. Seperti validitas tarian tanah air, prestasi-prestasi Pariwisata Indonesia, semua penghargaan, raihan, dokumen itu kami punya arsipnya. Itu semua kami pegang dan kami simpan, agar tidak ada klaim dari negara lain dan untuk kebaikan bangsa dan pariwisata Indonesia,” ujar Kepala ANRI Mustari Irawan.
Hal itu disampaikan Mustari dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan tajuk Pengelolaan Arsip Aset Nasional yang digelar di Hotel Grand Hatika Belitung, 27 hingga 28 April 2017.
Acara tersebut juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Asdep Bisnis dan Pemerintah Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar. Maka dari itu, imbuh Mustari, demi kemajuan pariwisata Indonesia, Rakor tersebut menjadi sangat strategis.
“Tujuannya agar dokumen atau arsip bidang ekonomi, kekayaan alam pariwisata kita, kekayaan budaya kita, bidang politik kita, bidang pertahanan, kekayaan intelektual yang bernilai guna tinggi serta bersifat vital bisa terjaga dengan baik, teridentifikasi dengan baik, tertata dan terawat, tersedianya data base, mudah diakses dan terselamatkannya aset negara dari indikasi penyalahgunaan kepemilikan,” beber Mustari.
Pengelolaan aset nasional ini, lanjut dia, juga mengemban amanat undang-undang nomer 43 tentang kearsipan dan peraturan pemerintah nomer 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan undang-undang nomer 43 tentang kerarsipan.
Mustari didampingi Ketua Panitia Pelakasana Rakor Gunawan Hasan juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang serius menggulirkan spirit incorporated. Kata dia, selain sekitar 200 peserta yang hadir dari seluruh Indonesia bisa melakukan Rakor dengan baik, para peserta juga bisa menikmati keindahan Bangka Belitung yang juga masuk menjadi salah satu destinasi prioritas Kemenpar.
Para peserta diajak mengunjungi negri “Laskar Pelangi” terutama ikon Belitung, Tanjung Tinggi dan menyebrang ke Pulau Lengkuas.
“Bangka Belitung sangat indah, sangat tepat Kemenpar menjadikan Tanjung Kelayang sebagai salah satu destinasi prioritas atau 10 Bali Baru. Kami senang melaksanakan Rakor sambil menikmati keindahan Belitung,” ujar Gunawan.
Gunawan menambahkan, kegiatan ini adalah bentuk sinergitas yang sangat baik yang dilakukan Kemenpar dengan ANRI. “Kami juga sangat setuju karena setelah acara, ada sesi city tour atau culinary tour, mengunjungi satu tempat paling menarik di kota tempat MICE dilangsungkan. Ini yang membuat bisa menggerakkan ekonomi. Semua roda ekonomi terkait dengan MICE dan tour-nya bisa hidup dan berkembang, Rakor berhasil, pariwisata meningkat,” katanya.
Seperti diketahui, Kemenpar terus konsisten menjaga pergerakan wisatawan mancanegara maupun nusantara di bidang MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu mendukung acara Rapat Koordinasi (Rakor) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan tajuk Pengelolaan Arsip Aset Nasional yang digelar di Hotel Grand Hatika Belitung, 27 hingga 28 April 2017.
“Kami dukung acara ini karena pertimbangannya adalah acara ini kegiatan MICE yang sangat berpotensi untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara. Dengan MICE, perekonomian masyarakat di Bangka Belitung secara otomatis akan terangkat, karena MICE itu digelar dengan banyak wisatawan, pengeluaran uangnya banyak, dan dengan waktu yang cukup lama,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Hidayat.
Lebih lanjut Hidayat mengatakan, dari pengalamannya MICE memang terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi. MICE jadi makin terlihat seksi lantaran jumlah pesertanya banyak, partisipannya adalah decision marker, length of Stay-nya panjang, media coverage-nya luas dan spendingnya sangat tinggi.
“Dari Meeting, Incentives, Conferences, Exhibitions, membawa berkah yang tidak sedikit. Hotel, restoran, venue, rental mobil, handycraft, destinasi wisata, yang kami sebut ring satu, semua kebagian rezeki. Kalau pameran lebih bagus lagi. Selain ring satunya dapat, ring duanya juga kebagian,” ujar Hidayat. (*)
Vokalsi Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin menghibur 1.200 turis asal Singapura di gedung Sumatra Expo, Batamcentre, Sabtu (29/4). Wali Band khusus diundang oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dispar Provinsi Kepri dan Dispar Kota Batam ke Batam untuk menghibur para turis dengan tema Wonderful Indonesia. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Wali, tampil excellent. Venue di Sumatera Expo Center Batam pun sukses membius sekitar 900 wisman asal Singapura.
Perhelatan Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar), 29 April 2017, berakhir manis.
“Happy ending. Wisman Singapura terhibur dengan konser Wali yang digelar Kemenpar,” ungkap Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri, Minggu (30/4).
Event crossborder itu memetik sukses besar. Dari sisi kemasan acara yang oke punya, artis kenamaan yang menjadi favorit wisman Singapura, hingga impact ekonomi, semuanya hadir di Batam. Semuanya ikut membungkus event Music Festival Crossborder Batam. Bayangkan, 900 wisman Singapura menyeberang ke Batam hanya untuk menyaksikan Wali.
Mereka tak segan membeli paket perjalanan wisata yang di arrange Al Firdaus Travels Pte Ltd dan VITO Singapura, Sulaiman Shehdek. “Bagus, keren, memuaskan! Everybody happy,” kata Shahdek.
Ratusan wisman tadi juga tak segan mengeluarkan uang untuk menyewa 3 kapal ferry, 22 bus, menginap di Golden View Hotel Batam, hinnga memberi santunan kepada panti asuhan dan anak yatim di Batam, Kepri.
“Bahkan rangkaian acara penyambutannya pun mereka arrange sendiri. Dari mulai qasidahan di Sekupang hingga marching band yang melibatkan 100 anak-anak sekolah di Batam, semua dibayar dengan uang mereka sendiri. Belum lagi keperluan belanja setelah acara, makan dan cost menginap di hotel. Ini memberi dampak ekonomi yang besar bagi Batam,” ungkap Esthy.
Dalam perhelatan Sabtu (29/4) sore, seluruh wisman Singapura terlihat happy bergoyang sambil terus berteriak Wonderful Indonesia yang dipandu oleh Wali. Selama 1 jam, semuanya fokus menyimak 12 lagu yang dibawakan Wali. Bahkan, ratusan wisman tadi ikutan kompak menyenandungkan sejumlah tembang andalan Wali seperti Dik, Cari Jodoh, Jodi, Tomat (Tobat Maksiat), Aku Bukan Bang Thoyib, hingga Baik Baik Sayang. Backgound video promosi pariwisata
“Wali sangat ngetop di Singapura. Basis fansnya besar. Lihat saja mereka sampai rela menyewa tiga ferry ke Batam, Bahkan komunitas penyandang cacat yang tuna netra sampai ikutan rela membeli paket wisata Crossborder Batam hanya untuk mendengarkan Faang (vokalis Wali, red) nyanyi,” timpal Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri.
Dan kebetulan, Kemenpar tak ingin membuang peluang sekecil apapun untuk mendatangkan wisatawan demi target 15 juta wisman di 2017. “Kuncinya adalah musik, seni-budaya, dan kuliner untuk menggaet pasar negara tetangga. Dan mereka bisa masuk ke Indonesia dengan bebas visa kunjungan (BVK),” kata Gayatri.
Menpar Arief Yahya juga ikutan happy. Kebetulan, dia memang berusaha menghidupkan crossborder dengan memperbanyak event dan acara yang bisa dinikmati oleh tetangga negara seperti Singapura.
“Jika sangat sering ada kegiatan rutin yang dibuat masyarakat daerah itu sendiri dan itu bisa menjadi tujuan negara tetangga, akan sangat bagus dan efektif sebagai border tourism yang bisa menaikkan jumlah wisman ke tanah air,” kata Arief Yahya, Menpar RI
Kebetulan, Kepri menjadi salah satu fokus Menpar Arief untuk terus dikembangkan. Hal iut bukan tanpa sebab, pertama, Kepri ini top three wisman terbesar di Indonesia dengan persentase 20 persen, setelah Bali 40 persen dan Jakarta 30 persen.
“Kedua, Kepri sudah ditetapkan sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia, karena posisi geografis yang dekat dengan Singapore dan riilnya wisatawan yacht atau perahu wisata itu masuk dari sana,” ujar Menteri Arief.
Dan poin ketiganya, Kepri masuk dalam program crossborder. Penyeberangan ke Batam, Bintan, Tanjung Balai Karimun, dari dan menuju Singapura sangat dekat dan cepat. Akses penyeberangan juga semakin banyak. “Karena itu akan banyak event internasional di Kepri untuk menghidupkan industri pariwisata di sana,” ujar Arief Yahya. (*)