Personil Basarnas Natuna sedang mencari 3 warga yang dinyatakan hilang usai sepekan mencari Gaharu di Hutan Bukit Bedung. Basarnas Natuna untuk Batam Pos
batampos– Tiga warga Natuna dinyatakan hilang saat mencari Gaharu di Hutan Bukit Bedung, Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.
Identitas korban yakni Didik Setiawan (41), Nur Gais Sugito (44), dan M. Hasanuddin (35).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman membenarkan kabar hilangnya korban. Menurutnya, korban hilang dan tidak kembali kerumah sejak sepekan terakhir.
“Diketahui korban berangkat mencari Gaharu pada 1 Juli pukul 06.00 WIB dan belum kembali ke rumah setelah satu minggu hingga sekarang,” ujar Abdul Rahman, Sabtu, (12/7).
Saat ini, kata dia, Tim Rescue telah berangkat menuju Bukit Bedung, dimana lokasi kejadian tersebut terletak di Kec. Bunguran Timur Laut, Natuna dengan koordinat 4° 0.991’N – 108° 13.000’E.
“Estimasi waktu tempuh mencapai satu jam sepuluh menit menuju lokasi kejadian,” ucap Abdul Rahman.
Basarnas Natuna dalam melakukan pencarian korban menurunkan 5 orang personil dan dibantu oleh 3 orang dari unsur TNI-Polri.
“Dengan hadirnya personel kami diharapka menambah kekuatan pencarian terhadap ketiga orang tersebut dan survival dapat ditemukan segera dan kembali ke rumah dengan selamat,” harap Abdul Rahman.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka. (*)
Gubernur Ansar Ahmad menyaksikan penandatanganan dokumen pengesahan RPJMD Provinsi Kepri 2025-2029.(Enji/Diskominfo Kepri)
batampos- Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025–2029 disahkan, dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri digelar Jumat (11/7/2025).
Rapat paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, T Afrizal Dachlan, serta dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan para anggota dewan.
Panitia Khusus (Pansus) Ranperda RPJMD melalui laporan akhir yang dibacakan oleh Wakil Ketua Pansus, Onward Siahaan, menekankan pentingnya RPJMD sebagai dokumen pondasi pembangunan lima tahunan yang berfungsi sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih, serta instrumen sinkronisasi kebijakan antara daerah dan nasional.
“RPJMD Kepri 2025–2029 disusun secara komprehensif dan responsif,” ujar Onward.
Kepri merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga serta memiliki tantangan tersendiri pada sektor maritim, perdagangan, dan infrastruktur transportasi memerlukan RPJMD yang komprehensif serta responsif.
Pansus juga memberikan sejumlah catatan strategis untuk penguatan dokumen RPJMD, terutama terkait proyeksi fiskal daerah ke depan.
Dalam laporannya, Pansus mendorong perlunya langkah-langkah inovatif untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, termasuk melalui optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini dianggap penting agar visi dan misi pembangunan yang telah dirumuskan dapat tercapai secara maksimal dalam lima tahun mendatang.
Selain itu, Pansus turut menekankan pentingnya penggunaan data sosial ekonomi yang terintegrasi dan akurat dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan, guna meningkatkan ketepatan sasaran program dan efektivitas perencanaan daerah.
Didasari Berbagai Regulasi dan Pedoman Nasional
Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad dalam pidatonya menyampaikan bahwa RPJMD Kepri 2025–2029 telah disusun berdasarkan berbagai regulasi dan pedoman nasional, termasuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, serta telah diselaraskan dengan RPJPD Kepri 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.
Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan kata sambutan. (Enji/Diskominfo Kepri)
“RPJMD ini menjadi jembatan antara visi-misi kepala daerah dan rencana kerja tahunan. Penyusunannya melibatkan berbagai pihak secara teknokratik dan partisipatif, termasuk pemerintah pusat, masyarakat, akademisi dan dunia usaha,” ujar Gubernur Ansar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD, terutama Fraksi-Fraksi dan Pansus, atas komitmennya dalam menyempurnakan dokumen RPJMD yang akan menjadi panduan arah pembangunan Kepri dalam lima tahun ke depan.
“Kami berharap RPJMD ini menjadi pedoman tidak hanya bagi pemerintah provinsi, tetapi juga kabupaten/kota dalam menyusun RPJMD masing-masing, sehingga cita-cita Kepri yang maju, makmur, dan merata dapat kita wujudkan bersama,” pungkas Ansar.
Dengan ditetapkannya RPJMD 2025–2029 menjadi Peraturan Daerah, maka Provinsi Kepulauan Riau resmi memasuki tahap perencanaan pembangunan jangka menengah yang terstruktur, berkesinambungan, dan berbasis karakteristik daerah kepulauan serta potensi maritim sebagai bagian dari poros maritim dunia. (*)
batampos – Sebanyak 40 duta keselamatan berkendara Astra Honda mengikuti kalibrasi kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara di AHM Safety Riding & Training Center, Deltamas, Cikarang. Para peserta yang terdiri dari duta Safety Riding Lab (SRL) dan figur guru PAUD hadir dalam gelaran Safety Riding Camp (SRC) Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM).
SRC 2025 yang digelar pada 8–10 Juli 2025 hadir melalui tema “Sejuta Inspirasi, Generasi #Cari_aman”. Peserta dipilih melalui proses seleksi regional yang diikuti oleh 144 peserta. Sebelum melaju ke tingkat nasional, ratusan peserta tersebut beradu keterampilan dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara melalui saluran komunikasi media sosial. Para duta SRL dan figur Safety Riding terpilih di tingkat nasional mendapatkan pelatihan dan kalibrasi kompetensi mengajar serta adu kampanye kompetisi keselamatan berkendara.
Pada SRC 2025 tingkat nasional, sebanyak 33 duta SRL dan 7 figur guru PAUD mendapatkan pelatihan safety riding dengan berbagai metode, seperti melalui simulasi Honda Riding Trainer (HRT) dan praktik langsung di test course. Seluruh pelatihan dan kalibrasi langsung diberikan oleh para Instruktur Safety Riding Astra Honda yang telah tersertifikasi Astra Honda License Instructor (AHLI). Selain kemampuan dan memberikan pelatihan berkendara, para peserta juga dilatih dan ditantang dalam kreativitas mengkampanyekan keselamatan berkendaraan di media sosial.
Untuk memperkuat kompetensi, para peserta SCR 2025 mendapatkan pelatihan public speaking sebagai bekal dalam mengedukasi kampanye keselamatan berkendara. Mereka juga mendapatkan pelatihan tingkat lanjut dalam berkomunikasi di media sosial, pembuatan vlog kreatif, video reels, konten edukatif, hingga membuat lagu pembelajaran untuk anak bertema keselamatan berkendara.
Setelah mendapatkan berbagai pembekalan, para peserta unjuk kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara dan terpilih enam terbaik untuk duta SRL bagi siswa dan guru serta tiga terbaik untuk figur guru PAUD. Karya terbaik dipilih berdasarkan kreativitas, kekuatan pesan, jangkauan dampak yang dihasilkan dari masing-masing karya, serta kinerja kampanye keselamatan berkendara selama periode tahun 2024-2025.
“Saya bersyukur mendapat pengalaman luar biasa ini. Saya belajar banyak, mulai dari teknik berkendara yang aman hingga cara menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang menyenangkan. Saya siap menjadi generasi #Cari_aman yang menginspirasi ke sekolah dan lingkungan saya,” Gede Esa Jaya Nugraha, pemenang SRC 2025 sekaligus duta SRL sekolah SMAN Bali Mandara.
Senada dengan itu, Danti Ita Arsanti peraih juara Figur Guru PAUD terbaik menyampaikan, “Kegiatan ini memberi banyak inspirasi baru. Saya kini lebih percaya diri menyampaikan edukasi budaya dan etika berlalu lintas kepada anak didik usia dini melalui pendekatan kreatif yang menyenangkan.”
Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari 6 SRL binaan Yayasan AHM yaitu SMK Mitra Industri MM2100 Bekasi Jawa Barat, SMK Teknik Panca Abdi Bangsa Binjai Sumatera Utara, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang Jawa Timur, SMAN Bali Mandara, SMKN 1 Bulakamba Brebes Jawa Tengah, dan SMKN 4 Tasikmalaya Jawa Barat. Sementara itu, para guru PAUD berasal dari wilayah DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Karawang Jawa Barat.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan Safety Riding Camp bukan sekadar kompetisi namun investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia, terutama dalam memberikan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan untuk masyarakat.
“Kami meyakini bahwa menjalankan budaya keselamatan berkendara butuh sinergi yang kuat. Kami berkolaborasi dengan duta dan figur keselamatan berkendara dari berbagai kalangan untuk mengembangkan budaya keselamatan berkendara dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh para pengguna jalan raya di Indonesia,” ujar Muhib.
Merujuk data Yayasan AHM, SRC yang diselenggarakan pertama kali pada 2017 telah mengedukasi sekitar 80.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah maupun swasta. Para figur etika keselamatan berkendara di TLLA juga telah berbagi ilmu dalam mengedukasi sekitar 35.000 usia 4 – 9 tahun terkait dasar-dasar keselamatan berlalu lintas melalui rambu-rambu lalu lintas, media praktik berupa sepeda push bike dan edukasi melalui permainan ular tangga.
SRC 2025 turut didukung oleh PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia. Yayasan AHM akan terus mendorong para alumni program untuk menyebarkan nilai-nilai keselamatan berkendara di komunitas masing-masing, serta memperkuat gerakan #Cari_aman di seluruh Indonesia. (*)
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto. Foto. BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin kualitas air baku di Kota Batam terus digencarkan. Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Duriangkang seluas 10 hektare, Jumat (12/7).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto.
Kolaborasi ini digagas oleh Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam sebagai komitmen menjaga kelestarian hutan di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang.
Diketahui, Waduk Duriangkang memiliki volume tampung mencapai 101,2 juta meter kubik dengan kapasitas produksi air sebesar 3.000 liter per detik. Rehabilitasi hutan di sekitarnya dinilai sangat krusial untuk menjaga kualitas dan kuantitas air baku yang menjadi sumber utama layanan air bersih bagi warga Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyambut positif kerja sama ini. Ia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam menjaga sumber daya air kota industri ini.
“Melalui MoU dengan instansi atau lembaga terkait, BP Batam terus mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga kualitas air baku. Tujuannya agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Amsakar.
Sementara itu, Hadjad Widagdo mengungkapkan bahwa Batam tidak memiliki aliran sungai permanen, sehingga seluruh kebutuhan air bergantung pada curah hujan yang ditampung di waduk melalui catchment area. Karena itu, kualitas kawasan tangkapan air harus dijaga secara serius.
“Tanpa kualitas hutan yang baik di sekitar DTA, kualitas air baku kita akan terganggu. Salah satu dampaknya adalah erosi yang menyebabkan sedimentasi di waduk. Maka, BP Batam terus berupaya menjaga catchment area dengan menggandeng berbagai pihak,” jelas Hadjad.
Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada BPDAS Sei Jang Duriangkang atas dukungan dan komitmen dalam mendukung rehabilitasi hutan lindung di kawasan strategis tersebut.
“Kami berharap seluruh proses rehabilitasi di lapangan dapat berjalan lancar tanpa kendala,”* tambah Hadjad.
Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto juga menyatakan optimismenya terhadap keberhasilan kerja sama ini. Ia berharap sinergi dengan BP Batam dapat menjadi langkah konkret dalam pelestarian lingkungan di Batam.
“Kami terus berikhtiar menjalin kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian hutan. Melalui MoU ini, harapannya kita bersama-sama dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan, khususnya di Batam,” ujar Haris.
Penandatanganan MoU ini turut dihadiri Wakil Direktur Pengelolaan Air Minum, Tumirah, Manajer Perencanaan dan Operasional Hulu, Lusy Novita, serta sejumlah pejabat tingkat IV di lingkungan BP Batam.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat Batam. (*)
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto. Foto. BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin kualitas air baku di Kota Batam terus digencarkan. Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Duriangkang seluas 10 hektare, Jumat (12/7).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto.
Kolaborasi ini digagas oleh Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam sebagai komitmen menjaga kelestarian hutan di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang.
Diketahui, Waduk Duriangkang memiliki volume tampung mencapai 101,2 juta meter kubik dengan kapasitas produksi air sebesar 3.000 liter per detik. Rehabilitasi hutan di sekitarnya dinilai sangat krusial untuk menjaga kualitas dan kuantitas air baku yang menjadi sumber utama layanan air bersih bagi warga Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyambut positif kerja sama ini. Ia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam menjaga sumber daya air kota industri ini.
“Melalui MoU dengan instansi atau lembaga terkait, BP Batam terus mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga kualitas air baku. Tujuannya agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Amsakar.
Sementara itu, Hadjad Widagdo mengungkapkan bahwa Batam tidak memiliki aliran sungai permanen, sehingga seluruh kebutuhan air bergantung pada curah hujan yang ditampung di waduk melalui catchment area. Karena itu, kualitas kawasan tangkapan air harus dijaga secara serius.
“Tanpa kualitas hutan yang baik di sekitar DTA, kualitas air baku kita akan terganggu. Salah satu dampaknya adalah erosi yang menyebabkan sedimentasi di waduk. Maka, BP Batam terus berupaya menjaga catchment area dengan menggandeng berbagai pihak,” jelas Hadjad.
Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada BPDAS Sei Jang Duriangkang atas dukungan dan komitmen dalam mendukung rehabilitasi hutan lindung di kawasan strategis tersebut.
“Kami berharap seluruh proses rehabilitasi di lapangan dapat berjalan lancar tanpa kendala,”* tambah Hadjad.
Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto juga menyatakan optimismenya terhadap keberhasilan kerja sama ini. Ia berharap sinergi dengan BP Batam dapat menjadi langkah konkret dalam pelestarian lingkungan di Batam.
“Kami terus berikhtiar menjalin kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian hutan. Melalui MoU ini, harapannya kita bersama-sama dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan, khususnya di Batam,” ujar Haris.
Penandatanganan MoU ini turut dihadiri Wakil Direktur Pengelolaan Air Minum, Tumirah, Manajer Perencanaan dan Operasional Hulu, Lusy Novita, serta sejumlah pejabat tingkat IV di lingkungan BP Batam.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat Batam. (*)
Ilustrasi. Penumpang memadati konter maskapai penerbangan saat akan melakukan check-in di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam hingga kini belum tampak wujud fisiknya sejak peletakan batu pertama. Padahal, proyek ini merupakan salah satu syarat utama dalam kerja sama pengelolaan bandara antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan PT Bandara Internasional Batam (BIB) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) beberapa tahun lalu.
Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, menjelaskan perjanjian kerja sama antara BIB dan BP Batam merupakan hasil tender sejak 2019. Dalam perjanjiannya, BIB diminta untuk renovasi Terminal 1, membangun Terminal 2, mengoperasionalkan terminal kargo baru, hingga meningkatkan lalu lintas penerbangan baik domestik maupun internasional.
“Yang diharapkan BP Batam saat itu adalah menjadikan Batam sebagai pusat logistik di Sumatera dan meningkatkan konektivitas internasional. Ini yang terus kami kejar bersama konsorsium kami,” kata Annang.
Menurut dia, saat ini BIB telah menyelesaikan renovasi besar-besaran pada Terminal 1 yang sudah bisa dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari lobby keberangkatan, area check-in, security checkpoint, hingga ruang tunggu dan area kedatangan telah ditata ulang lebih modern dan nyaman.
Namun, untuk pembangunan fisik Terminal 2, prosesnya belum berjalan karena masih menunggu sinkronisasi komitmen dari kedua belah pihak. Dimana Groundbreaking sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
“Saat ini kami dari BIB, terus mengupayakan untuk segala kewajiban kami selesaikan. Untuk itu kami mengejar target untuk pembangunan di 2026. Jadi kami terus berkoordinasi dengan BP Batam,” tegasnya.
Menurut dia, salah satu kendala dalam memulai konstruksi Terminal 2 adalah trafik penumpang yang belum kembali ke kondisi sebelum pandemi. Saat ini, trafik Bandara Hang Nadim baru menyentuh angka 3,8 hingga 3,9 juta penumpang per tahun, di bawah capaian 2019 yang sempat mencapai 4,2 juta.
“Padahal, kapasitas Terminal 1 hanya 3,5 juta penumpang. Kalau sudah menyentuh angka 5 juta, maka mau tidak mau harus ada terminal baru karena level of service pasti turun,” jelas Annang.
Namun, pembangunan Terminal 2 dengan kapasitas hingga 10 juta penumpang tetap akan dilakukan sebagai bagian dari rencana jangka panjang. Meski begitu, keberlanjutan bisnis bandara sangat bergantung pada pertumbuhan trafik yang stabil dan ekosistem pendukung seperti pariwisata dan logistik.
Dilain hal sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan trafik, BIB terus menambah rute internasional. Sejak Oktober 2024, penerbangan Jeju Air ke Korea Selatan sudah dibuka, disusul rute Kuala Lumpur pada awal 2025. Bahkan, penerbangan langsung umrah ke Jeddah juga sudah mulai berjalan dari Bandara Hang Nadim.
“Ke depan kami dorong pembukaan rute-rute internasional lainnya. Kami tidak bisa kerja sendiri, harus bersama travel agent, BP Batam, Dinas Pariwisata, Imigrasi, Bea Cukai dan semua stakeholder lainnya membentuk satu ekosistem,” tegas Annang.
Untuk terminal kargo baru, BIB saat ini juga tengah memfinalisasi operasionalnya. Terminal kargo lama akan dibongkar setelah kargo baru siap digunakan, karena lokasi itu nantinya akan menjadi tempat dibangunnya Terminal 2.
“Kami ingin ketika bangunan sudah tersedia dengan kapasitas 10 juta penumpang, trafiknya juga tumbuh. Jangan sampai bangunan megah, tapi sepi. Maka itu ekosistem ini yang harus dibangun bersama sejak sekarang,” pungkas Annang. (*)
Permohonan praperadilan yang diajukan M. Faiyuli bin Sardini, Kapten kapal Rizki Laut melalui tim kuasa hukumnya, Agustinus Nahak dan Yanuar Nahak yang berlangsung di PN Batam, Jumat (11/7). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Upaya hukum yang diajukan tersangka M. Faiyuli bin Sardini, Kapten kapal Rizki Laut untuk menggugurkan status tersangkanya kandas. Pengadilan Negeri (PN) Batam secara tegas menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan melalui tim kuasa hukumnya, Agustinus Nahak dan Yanuar Nahak.
“Menolak permohonan praperadilan dari pemohon untuk seluruhnya,” ujar Hakim Tunggal Vabiannes Stuart Wattimena saat membacakan amar putusan dalam persidangan yang berlangsung di PN Batam, Jumat (11/7).
Dalam pertimbangannya, Hakim Wattimena menyatakan bahwa penetapan status tersangka terhadap Faiyuli oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau telah sesuai secara hukum, baik dari sisi administratif maupun substansi.
“Putusan ini bersifat final dan mengikat,” kata Wattimena sambil mengetuk palu menandai akhir persidangan yang terbuka untuk umum dan turut dihadiri oleh kuasa hukum kedua belah pihak serta Panitera Pengganti, Silvan DM.
Sidang praperadilan ini tercatat dalam register perkara Nomor: 356/Pid.Pra/2025/PN Btm dengan pemohon M. Faiyuli yang diwakili tim kuasa hukumnya, dan termohon dari pihak Polda Kepri cq. Ditreskrimsus yang diwakili oleh Iptu Zainal dan Yudi Yudarma dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Kepri.
Dalam putusannya, majelis hakim menyebutkan telah mempertimbangkan seluruh dokumen resmi sebagai dasar penetapan tersangka, antara lain Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/31/V/2025/Ditreskrimsus tanggal 29 Mei 2025, serta Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: B/29/V/2025/Ditreskrimsus** pada tanggal yang sama.
Tak hanya itu, hakim juga menyoroti kelengkapan penyidikan melalui pemeriksaan saksi-saksi termasuk penyidik serta dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan hasil gelar perkara yang dilakukan secara internal oleh penyidik.
“Dari pemeriksaan dokumen dan bukti yang diajukan, ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa pemohon diduga kuat terlibat dalam tindak pidana di bidang pelayaran dan/atau migas,” kata Wattimena.
Lebih lanjut, hakim menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan oleh penyidik telah sesuai dengan prosedur hukum acara pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
“Hakim tidak menemukan adanya pelanggaran prosedural atau bentuk penyalahgunaan kewenangan oleh penyidik. Oleh karena itu, permohonan praperadilan dinyatakan tidak dapat diterima dan ditolak seluruhnya,” ujarnya. (*)
Direktur PT Roda Mas Makmur Aleng bersama Branch Manager Suzuki Indomobil Batam Rudy Wijaya Melepas kendaraan Suzuki Fronx yang sudah diserahkan kepada konsumen pada acara Handover Ceremony Suzuki Fronx di Segara Seafood Bengkong, Sabtu (12/7). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama PT Rodamas Makmur Motor resmi menyerahkan 20 unit perdana mobil SUV Compact terbaru mereka, Suzuki Fronx, kepada para konsumen di Batam, Sabtu (12/7). Prosesi serah terima ini menjadi momentum penting yang menandai sambutan positif masyarakat terhadap produk anyar dari Suzuki tersebut.
“Sejak peluncuran Suzuki Fronx pada 28 Mei 2025, hari ini kami menggelar seremoni penyerahan unit kepada para konsumen, khususnya yang berada di Kota Batam,” ungkap Rudi Wijaya, Branch Manager Suzuki PT Rodamas Makmur Motor.
Menurutnya, Fronx hadir sebagai SUV Compact yang dirancang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat urban saat ini. Dengan desain yang stylish dan teknologi mutakhir, Suzuki Fronx diharapkan menjadi pilihan utama bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan, efisiensi, dan keamanan berkendara.
“Suzuki juga dikenal sebagai merek dengan layanan purna jual yang terpercaya, didukung oleh ketersediaan suku cadang dan jaringan bengkel resmi yang tersebar luas dan mudah dijangkau. Hal ini memberikan rasa nyaman dan nilai lebih bagi konsumen kami,” tambah Rudi.
Salah satu daya tarik utama dari Suzuki Fronx adalah fitur Suzuki Safety Support sebuah sistem keselamatan canggih berbasis Advanced Driving Assistance System (ADAS) yang untuk pertama kalinya disematkan pada lini produk Suzuki di Indonesia. Sistem ini membantu pengemudi dengan memberikan peringatan hingga melakukan tindakan preventif guna menjaga keselamatan selama perjalanan.
“Teknologi ini merupakan komitmen Suzuki dalam menjawab kebutuhan konsumen terhadap fitur keselamatan berkendara yang modern dan andal,” ujarnya.
Dapur pacu Suzuki Fronx ditenagai mesin K15C berkapasitas 1.500 cc yang dipadukan dengan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Kombinasi ini diklaim mampu menyeimbangkan performa mesin dengan efisiensi bahan bakar serta mendukung pengurangan emisi gas buang.
Tersedia dalam tiga varian, yaitu SGX, GX, dan GL Suzuki Fronx dibanderol dengan harga kompetitif untuk wilayah Batam, yakni mulai dari Rp 223 juta hingga Rp 286 juta (On The Road Batam).
Bagi konsumen yang melakukan pembelian hingga September 2025, Suzuki memberikan program spesial senilai Rp 10 juta untuk seluruh varian Fronx. Informasi lengkap terkait program ini dapat diperoleh langsung di showroom Suzuki Indomobil Batam.
“Selain harga yang menarik, unit Suzuki Fronx juga sudah tersedia dan siap dikirim. Semua unit adalah hasil produksi dalam negeri dengan sistem CKD, sehingga kualitas dan kecepatan distribusinya sangat terjamin,” kata Rudi.
Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Suzuki Fronx diprediksi akan menjadi salah satu primadona baru di pasar otomotif Batam dan sekitarnya. (*)
Karina Rasmita Sembiring, pendiri Focus Inter Media asal Batam dinobatkan sebagai penerima The Best Inspiring and Creativity Women Award 2025 dalam sebuah ajang prestisius yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto Karina untuk Batam Pos
batampos – Sosok Karina Rasmita Sembiring kembali membuktikan bahwa perempuan Indonesia, khususnya dari Batam, mampu bersinar di kancah internasional. Founder Focus Inter Media ini sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni The Best Inspiring and Creativity Women Award 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Asia Most Creativity Women Leadership Award 2025 di Bali.
Kehadiran Karina dalam dua ajang bergengsi ini tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengangkat citra perempuan kreatif Indonesia di tingkat global.
“Dengan segenap rasa syukur, saya bangga mengumumkan bahwa saya telah menerima anugerah ‘The Best Inspiring and Creativity Women Award 2025’,” ujar Karina, Jumat (11/7).
Menurut Karina, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan terhadap dirinya secara individu, tetapi lebih sebagai simbol dari perjuangan dan potensi besar perempuan Indonesia yang terus tumbuh dalam berbagai bidang.
“Ini bukan hanya pengakuan untuk saya, tetapi juga untuk semua wanita hebat di seluruh Indonesia. Ini adalah bukti bahwa tidak ada impian yang terlalu besar jika kita berjuang dengan sepenuh hati,” tuturnya.
Acara penganugerahan di Kuala Lumpur disebut sebagai langkah nyata menuju level internasional. Penyelenggara menyebutkan bahwa pemilihan lokasi luar negeri bukan sekadar perubahan tempat, melainkan bagian dari strategi “Go Internasional”.
“Event ini memberikan eksposur global, standar profesional kelas dunia, dan pengakuan internasional. Bagi saya, ini memberikan nilai tambah luar biasa seperti kredibilitas, peluang networking regional, hingga memperkuat jejak digital,” ujar Karina.
Tak berhenti di sana, Karina kembali mencatat prestasi dengan menerima Asia Most Creativity Women Leadership Award 2025 dalam seremoni yang digelar di Bali pada 28 Juni 2025.
“Malam ini, Bali jadi saksi bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar! Di tengah pesona Bali, saya menerima penghargaan ini sebagai bukti pencapaian yang luar biasa,” katanya dengan penuh semangat.
Ia menegaskan, capaian tersebut adalah milik seluruh perempuan Indonesia yang terus menunjukkan kepemimpinan dan kreativitas sebagai kekuatan utama.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk setiap wanita hebat di Indonesia yang telah membuktikan bahwa kreativitas serta kepemimpinan adalah kekuatan yang mengubah dunia,” imbuhnya.
Karina juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, atas dukungan moril yang ia terima selama ini.
“Saya sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari Ibu Wakil Wali Kota Batam, Ibu Li Claudia, yang memberikan semangat dan inspirasi untuk terus berkarya,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Karina berharap prestasi ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda, khususnya perempuan, agar tak ragu bermimpi besar dan mewujudkannya.
“Mari buktikan bersama, bahwa dengan kerja keras dan keberanian, batasan hanyalah sebuah mitos,” pungkasnya. (*)
Ketua Umum DPD Perbasi Kepri yang juga anggota DPRD Kepri, Suhadi saat akan melakukan shooting yang disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Perbasi, Nirmala Dewi, Wakil Ketua Pelaksana 3X3 PP Perbasi, Alvin Kennedy, Kadispora Kepri, Dr. Darson, anggota DPRD Kepri Asmin Patros, Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS dan undangan lainnya pada pembukaan Kejuaraan Sirkuit Nasional Basket 3X3, di GOR Hi Test Arena, Batam Center , Sabtu (12/7). Foto. Cecep Mulyana/Batam
batampos – Kejuaraan Sirkuit Nasional 3X3 kelompok umur (KU) 16 dan KU18 resmi digelar di GOR Hi Test Arena, Batam Center Sabtu (12/7). Sebanyak 30 tim, beberapa diantaranya dari luar Kepri saling unjuk kemampuan dalam turnamen yang menjadi ajang seleksi menuju grand final nasional tersebut.
Turnamen 3X3 ini akan berlangsung dua hari, hingga Minggu (13/7), dengan sistem gugur. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Perbasi, Nirmala Dewi mengatakan hadir untuk memantau pelaksanaan dan kesiapan tuan rumah. Kepri menjadi kota pertama dari rangkaian sirkuit nasional yang akan digelar di sejumlah daerah di Indonesia.
“Event ini memang kami bikin 3X3 Sirkuit Nasional. Juara-juara dari setiap kota nantinya akan bertanding kembali di grand final. Belum diputuskan akan digelar di mana, tapi kami datang untuk melihat langsung kompetisi dan memastikan pelaksanaannya berjalan baik,” ujar Nirmala.
Menurut dia, turnamen di Batam mempertandingkan kategori KU16 dan KU18, dengan peserta dari Jakarta, Medan, Sumatra Utara, serta berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Selain kejuaraan sirkuit nasional, tuan rumah juga menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang menjadi ajang pencarian bibit unggul lokal. “Kami juga akan melakukan pembinaan untuk atlet,” kata dia.
Ketua Umum DPD Perbasi Kepri yang juga anggota DPRD Kepri, Suhadi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kepri sebagai tuan rumah pembuka. Ia menyebut ini menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang untuk mengangkat prestasi basket 3X3 di daerah.
“Kalau basket lima lawan lima, dominasi masih di Jawa. Maka 3X3 ini menjadi ruang bagi kita membangun kekuatan sendiri. Harapannya, atlet Kepri bisa lolos ke PON atau bahkan ajang internasional ke depan,” katanya.
Ia Optimis Batam mampu menjadi tuan rumah ajang basket 3X3 tingkat internasional pada tahun depan. Dan ia pun telah mengusulkan hal itu dengan dukungan dari PP Perbasi dan Kemenpora.
“Kami akan mendorong agar tahun depan bisa gelar 3X3 level internasional. Tentu butuh dukungan pusat dan sponsor. Tapi dari kesiapan teknis dan semangat daerah, saya yakin Batam sangat layak,”tegasnya
Meski basket selama ini dianggap olahraga eksklusif, Suhadi optimistis perkembangan 3X3 akan mendorong minat lebih luas di tengah masyarakat. Terlebih, 3X3 kini menjadi salah satu nomor resmi yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan juga masuk kalender kompetisi internasional FIBA.
“Lewat event seperti ini, kami ingin turun langsung ke bawah. Basket bukan milik segelintir orang. Anak-anak di Kepri juga harus punya panggung,” katanya.
Wakil Ketua Pelaksana 3X3 PP Perbasi, Alvin Kennedy, menilai penyelenggaraan di Batam sudah sangat proper. Ia berharap dari sirkuit nasional ini muncul atlet-atlet muda yang bisa dibina berjenjang hingga tingkat nasional.
“Kami ingin ada keberlanjutan dari kompetisi ini. Harus banyak event seperti ini agar pembinaan berjalan. Dan saya kira Batam sudah menunjukkan kesiapan itu,” ucap Alvin.
Sementara itu, Ketua KONI Kepri Usep RS menyambut positif gelaran tersebut. Menurutnya, cabang basket 3X3 kini menjadi salah satu nomor resmi di PON, dan Kepri memiliki peluang besar mencetak atlet andalan dari ajang-ajang seperti ini.
“Dukungan dari semua pihak, baik Dispora, Perbasi, sponsor seperti Wuling, sangat penting. Karena ini bukan sekadar pertandingan, tapi bagian dari investasi olahraga prestasi,” kata Usep. (*)