Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13390

Wonderful Indonesia Menggoda Warga Tiongkok

0

Consumer Selling Tiongkok tahap II yang berlangsung 22-23 April 2017 di Xizhimen Capital Mall, Beijing. Penampilan Tim Kesenian musik tradisional Sasando dan Biola serta Jember Fashion Carnaval dengan kostum adat Toraja dan Kencono Ungu pun turut bikin heboh.

Belum ditambah penampilan Barista Indonesia yang memperkenalkan kopi khas Indonesia (Luwak, Toraja, Flores dan Gayo), makin membuai pengunjung yang diperkirakan mencapai 1500 orang dalam dua hari ini.

Booth Indonesia tak pernah sepi pengunjung, terutama saat ada pertunjukan musik dan penampilan JFC di panggung utama. Di sudut lain, barista juga selalu sibuk menyajikan kopi,” ungkap Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang juga didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu.

Dalam Consumer Selling Tiongkok tahap II ini, terdapat 5 Sellers dari Beijing yakni Jet Tour, CITS, Qulv Travel, Tuniu dan Ido99 yang menjual paket Indonesia khususnya Bali. Nampak booklet dan map yang disediakan banyak diambil pengunjung.

“Tidak hanya itu, dalam Consumer Selling kali ini juga menggunakan VR (Virtual Reality) Operator. Dengan alat VR yang dibawa, pengunjung bisa melihat lebih dekat keindahan destinasi wisata Indonesia antara lain Bali, Lombok, Yogyakarta, dan Jakarta,” papar Pitana.

Pitana menjelaskan, fungsinya VR, pengunjung dapat diberikan pengalaman yang didapat akan lebih nyata dibanding sekadar menonton video, apalagi gambar tak bergerak. Ini menyajikan gambar keindahan Indonesia yang terlihat nyata bila menggunakan VR.

Vinsensius Jemadu menambahkan, dengan menggunakan teknologi VR ini, membuat calon wisatawan makin penasaran. Tampak banyak orang yang mengantri ingin mencoba teknologi VR yang bisa menyaksikan 360 derajad ini.

“Tak hanya menonton, pengunjung pun senang mencoba bermain congklak dan dart yang disediakan. Ditambah kuis pengetahuan Indonesia yang berhadiah tiket Beijing-Bali PP serta paket wisata 3 hari 2 malam, menyedot massa yang berkerumun di depan panggung utama,” ungkap Vinsensius.

Sekadar informasi, jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia terus meningkat. Data menunjukkan, tahun lalu ada 1.452.971 wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Nusantara.

Persentase kenaikannya menakjubkan: 27,31 persen! Memang angka itu masih ada di bawah capaian Mesir, Bahrain, dan India, tapi perlu dicatat bahwa kenaikan itu melonjakkan Tiongkok sebagai kontributor wisman terbesar kedua.

Pada 2015, tiga besar kontributor wisman adalah: Singapura, Malaysia, dan Tiongkok. Tahun lalu urutannya menjadi: Singapura, Tiongkok, baru Malaysia. Perlu dicatat pula, kenaikan itu terjadi saat angka kunjungan wisatawan Malaysia dan Singapura turun.

“Prestasi ini bisa dicapai berkat promosi tak kenal lelah dan pengembangan aksesibilitas. Seperti diketahui, semakin banyak penerbangan dari dan ke Tiongkok. Ini kita harus jaga bahan harus ditingkatkan,” kata Arief Yahya.

Salah satu yang tumbuh pesat adalah rute ke Manado. Pada 2015 hanya ada 19.758 wisman yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi. Berkat dibukanya penerbangan Tiongkok ke Manado, pada tahun lalu saja sudah ada 25.230 wisatawan Tiongkok yang masuk lewat Bandara Sam Ratulangi. Itu sudah melewati angka total wisman seluruh negara tahun sebelumnya!

Oleh sebab itu, Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya pun mencanangkan target ambisius pada tahun ini: mendapatkan 2.037.000 kunjungan dari Tiongkok. Mengincar pertumbuhan 40 persen. (*)

Mengembangkan Sangiran seperti Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko

0

Situs Manusia Purba di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah akan  dijadikan salah satu dari empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya telah menyiapkan beberapa strategi yang akan direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.

Ke depannya Situs Manusia Purba Sangiran akan dipromosikan sebagai objek wisata budaya dunia dari wilayah Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar).

“Seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko, situs Manusia Purba Sangiran akan dikembangkan sebagai objek wisata budaya dunia. Jadi saat datang ke Joglosemar, wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di Candi Borobudur atau Candi Prambanan saja,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Hari Untoro Drajat, Minggu (24/4).

Hari menjelaskan, Kemenpar memiliki perhatian khusus untuk mengembangkan wilayah yang sangat luas itu, karena yang sekarang menjadi pusat yang dikunjungi baru satu. Di samping terus melakukan pengembangan secara terpadu, pemerintah juga berkewajiban melaksanakan pelestarian secara sistematis terhadap Situs Manusia Purba Sangiran, sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 1996 lalu.

Dalam rangka pelestarian dan pengembangan Situs Manusia Purba Sangiran, maka pada 2004 telah diselesaikan Rencana Induk Pengembangan Sangiran (Master Plan), yang diikuti dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED) Pelestarian Situs Sangiran pada 2007, yang antara lain memuat kebijakan-kebijakan pengembangan situs, dengan melibatkan para stake-holders di daerah dan para pakar (termasuk dari kalangan universitas).

Pemerintah mengembangkan Museum Sangiran menjadi lima klaster, yaitu Museum Purba Sangiran Klaster Krikilan, Museum Purba Sangiran Klaster Ngebung, Museum Purba Sangiran Klaster Bukuran, Museum Klaster Purba Sangiran Dayu, dan Museum Lapangan Manyarejo,” papar Hari.

Namun, lanjut Hari, dari kelima klaster tersebut, saat ini baru Klaster Krikilan yang masih menjadi pusat kunjungan para wisatawan. Klaster Krikilan memang sudah dilengkapi dengan sarana penunjang aktivitas wisata, seperti area kantin, toko souvenir sampai tempat parkir.

“Perlu adanya sistem transportasi yang terintegrasi dari satu klaster ke klaster lainnya, agar jumlah kunjungan wisatawan bisa merata dan lebih meningkat. Karena wisatawan banyak yang belum tahu atau bingung mengenai cara mengunjungi klaster lainnya,” kata Hari.

Hari menambahkan, pemerintah juga mendorong masyarakat Sangiran untuk meningkatkan potensi wisata di kawasannya.

“Budaya masyarakat Sangiran itu sangat menarik, memiliki ciri khas. Konsep wisata berbasis komunitas sangat bisa diterapkan di sini,” pungkas Hari.

Untuk informasi, Kemenpar mengembangkan sektor pariwisata di Jawa Tengah dan Yogyakarta didorong lewat pembangunan empat kawasan strategis pariwisata nasional. Keempat KSPN tersebut yakni Borobudur, Sangiran, Karimunjawa dan Dieng.

“Sesuai janji saya, penyusunan master plan keempat KSPN tersebut telah diselesaikan akhir 2016 lalu. Di Semarang yang akan dibangun pelabuhannya, di Karimunjawa bandara dan sementara untuk Dieng kita akan renovasi bandara yang di Purbalingga,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dengan adanya penambahan akses perhubungan tersebut, dia optimistis sektor pariwisata di kedua daerah tersebut akan mampu melonjak dengan cepat.

Menpar Arief Yahya juga mengajak maskapai penerbangan untuk membuka jalur penerbangan internasional ke Solo. Saat ini, Air Asia telah bersedia mengoperasikan rute Kuala Lumpur-Solo.

Tantangan selanjutnya, kata Arief, yakni membuka penerbangan Bangkok-Solo.

“Beberapa maskapai penerbangan sudah mau membuka rute ke Solo. Dan itu akan menghidupkan denyut pariwisata dan ekonomi di Solo dan sekitarnya,” jelas Arief Yahya. (*)

FGD untuk Munculkan Magnet bagi Turis

0
Presiden Joko Widodo. Foto: jawapos

Presiden Jokowi menetapkan  ‘10 Bali Baru’.

Pemenang terbaik Asia Destination Marketing (Organisasi Pariwisata Nasional) 2016 versi Travel Weekly Asia itu memperdalam kajian yang berfokus pada Pedoman Pemantauan dan Evaluasi 10 Destinasi Prioritas.

Agar di 10 Top Destinasi Prioritas itu keluar, atraksi budayanya. Yang berkelas dunia, dan bisa menjadi magnit yang kuat bagi destinasi yang sedang dalam proses membangun itu.

Yang terbaru, digelar FGD Penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program 10 Destinasi Prioritas Bidang Promosi Wisata Budaya. Agendanya siap digelar di Hotel Akmani, 25-27 April 2017.

Bukan rahasia lagi, 10 destinasi prioritas semakin memiliki masa depan menjanjikan. Karenanya, segala hal yang terkait pendataan, pendalaman, dan perumusan langkah besar apa saja untuk percepatan pembangunan kawasan tersebut harus digarap serius. Begitu juga dengan Pedoman Pemantauan dan Evaluasinya.

“Selama ini belum ada Pedoman Pemantauan dan Evaluasi 10 Destinasi Prioritas. Itu sebabnya FGD ini digelar. Bidikan awal, adalah Bidang Promosi Budaya di 10 Destinasi Prioritas,” ungkap Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Kemenpar, Hariyanto, Senin (24/4).

Lantas mengapa harus budaya? Apa istimewanya faktor budaya di ‘10 Bali Baru’ ?

Alasan yang dipaparkan Esthy sangat clear dan jelas. Yang utama, faktor budaya menjadi hal penting dan menentukan sukses tidaknya program percepatan ini. Dan ini bukan hanya sekedar retorika. Ada data yang mendukung ini. Dari data Kemenpar, 60 persen wisman yang datang ke Indonesia karena budaya. Sebanyak 35 persen karena alam atau nature, dan 5 persen man made, seperti MICE -meeting, incentive, conference-exhibition, lalu sport tourism, showbiz, dan buatan manusia yang lain.

“Indonesia dan 10 Destinasi Prioritas itu punya budaya berkelas dunia. Dan ada rumus yang konsisten disampaikan Menpar, bahwa semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Kita sudah pasti memiliki budaya adilihung yang tinggi. Karenanya penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program 10 Destinasi Prioritas Bidang Promosi Budaya itu sangat penting dilakukan. Ini harus terus dikawal agar semakin mensejahterakan,” ucap wanita berkerudung itu.

Misi besarnya ada di pelestarian budaya. Titik beratnya akan mengarah ke sana. Karenanya, pelaksanaan FGD Pemantauan dan Evaluasi juga dikonekkan dengan even budaya. Cantolan yang dipilih, momentum HUT Grup kesenian Miss Tjitjih.

Nah, bagi yang belum tahu, Miss Tjitjih ini adalah salah seorang tokoh budaya nge-hits dari tanah Pasundan. Sudah banyak artis beken yang ditetaskan dari sana. Nama-nama seperti Ebet Kadarusman, Pohang lawak dan Sule, bisa ngetop lantaran ditempa gedung kesenian Miss Tjitjih.

“FGD-nya akan dibarengi HUT Grup Kesenian Miss Tjitjih. Jadi selain alat ukur pemantauan dan evalusi, kami juga bisa sekaligus ikut mengambil bagian pelaksanaan dalam pementasannya,” tambahnya.

Karena ingin mendapatkan hasil maksimal, seluruh unsur yang terkait dengan budaya di 10 Destinasi Prioritas ikut diundang ke acara ini.

Dari mulai Sesdep Pengembangan Pemasaran Nusantara, Asdep Analisis Data Pasar Nusantara, Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Nusantara, Asdep Pengembangan Pasar Personal, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis Pemerintah, Asdep Pengembangan Destinasi Budaya, Dispar Prov DKI Jakarta,  Komunitas Jelajah Budaya,  Komunitas Sahabat Budaya Indonesia, Pecinta Museum, hingga tim kesenian Miss Tjitjih, semua ikut digandeng.

Begitu juga dengan Kabid Profil Pasar, Kabid Target Pasar, Kabid Perancangan dan Kerjasama, Kabid Pemantauan dan Evaluasi, semua juga ikut digiring hadir ke tengah acara.

Narasumber yang dihadirkan juga kompeten di bidangnya. Dari birokrasi, ada Hariyanto, Plt Asdep Pengembangan Strategi Nusantara Kemenpar. Bidang 10 Destinasi Prioritas, diwakili Dody Riadi. Sementara dari kalangan praktisi budaya, ada Imas Darsih yang bakal ikut serta menularkan pengalamannya di bidang seni budaya.

Menanggapi FGD itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, upaya melejitkan 10 Destinasi Prioritas melalui budaya memang harus melalui pemantauan dan evaluasi. Dan hal itu, harus ada sinergi dari semua pihak.

“Pertimbangan budaya itu hal yang sangat penting, untuk membangun sebuah kawasan pariwisata. Karena itu sejak mendesain awal, kami melihat sisi budaya sebagai sebuah kekuatan,” jelas Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini melihat data wisman yang masuk ke Indonesia. Angkanya masuk akal untuk menjadikan budaya sebagai faktor sukses. “Maju serentak dalam konsep Indonesia Incorporated. Pemantauan dan evaluasi harus dilaksanakan untuk memenangi persaingan,” katanya.(*)

Asyik…. Festival Halo Sultra 2017 Diperpanjang

0

Festival Halo Sultra dilaksanakan lebih lama, lebih heboh, lebih meriah.

Pasalnya, Sepanjang 2016, wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara diperkirakan mencapai 2,5 juta orang.

Festival Halo Sultra dilaksanakan setiap tahun sejak 2008. Dan dalam lima tahun terakhir, pelancong yang berkunjung ke Sultra menunjukan peningkatan signifikan. Bahkan secara perlahan, jumlah wisatawan yang berlibur dan ingin menikmati pesona objek wisata sudah hampir menyamai total penduduk Sultra. Sepanjang 2016, jumlahnya ditaksir mencapai 2,5 juta wisatawan.

Menteri Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Festival Halo Sultra 2017 itu. Menurut Arief, Festival Halo Sultra mampu menjadi wujud dari optimalisasi potensi pariwisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Memang, kunci pengembangan destinasi terletak pada 3A; Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas,” kata Menpar Arief.

Menpar Arief mencontohkan Kabupaten Sangihe, Sultra. Menurutnya, terdapat dua hal yang mampu dijadikan potensi untuk ditingkatkan dari sektor pariwisata Sangihe. Keduanya adalah bidang budaya dan juga daya tarik alam, yang dalam hal ini adalah wisata bahari.

“Pengembangan sebuah destinasi membutuhkan 3A untuk dapat mengoptimalkan sebuah destinasi wisata di tengah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik,” tambah dia.

Festival Halo Sultra sendiri mendapatkan animo luar biasa. Ribuan masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya memadati kawasan Tugu Religi Sultra Kendari untuk menyaksikan acara pembukaan Festival Halo Sultra 2017, Minggu (23/4), pukul 19.30 WITA.

Acara pembukaan festival untuk memperingati HUT Sultra ini dimeriahkan oleh tiga tarian. Di antaranya opening dance dari Buton Selatan, kemudian tarian musik etnik Rambi Takawa, dan Tari Kreasi Baru Kangkeni Akono Adhati.

Selanjutnya, masyarakat menikmati berbagai macam pameran yang menjadi rangkaian acara Festival Halo Sultra 2017. Terdapat 135 booth yang tersebar di area Tugu Religi, di antaranya menampilkan paket wisata dan produk, juga pagelaran seni etnik dan budaya.

foto: amabeltravel

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, mengatakan bahwa Kemenpar memasukkan Festival Halo Sultra dalam kalendar tahunan. Fokus dan dukungan akan didapatkan dari Kementerian Pariwisata.

“Sebagai agenda tahunan, kami melihat ada banyak perubahan yang terjadi. Warga dan pemerintah sama-sama melestarikan budaya dengan baik, seperti membangun infrastruktur yang bagus dan mengemas acara dengan sangat baik,” katanya saat memberikan sambutan.

Festival Halo Sultra 2017 rencananya digelar selama lima hari berturut-turut, 23-27 April, dari pagi hingga malam hari. Namun, melihat animo dan besarnya dampak acara bagi penambahan wisatawan ke Sultra, maka ditambah dua hari dan akan berakhir pada 29 April 2017.

“Setiap harinya kami targetkan sekitar 10 ribu orang akan datang ke festival ini. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini bisa membuat target 3 juta wisatawan berhasil ditembus pada 2018,” ujar Gubernur Sultra Dr H Nur Alam MSi, pada kesempatan sama.

Berikut rangkaian acara Festival Halo Sultra 2017:

Senin, 24 April, Gelar Sultra Tenun Karnaval, Penampilan Gelar Seni Budaya dari Kabupaten Kolaka, Muna, konkep, Kendari, Konsel, dan Koltim serta penampilan artis Ibu Kota.

Selasa, 25 April, penampilan gelar seni budaya dari Kabupaten Konut, Bombana, Konawe, Buteng, Kolaka Utara dan Bau Bau, dan penampilan artis Ibu kota.

Rabu 26 April, Pemilihan Putra Putri Pariwisata Sultra 2017, penampilan gelar seni budaya Kabupaten Wakatobi dan Muna Barat.

Kamis 27 April, upacara peringatan HUT Sultra ke-53, festival kuliner.

Jumat, 28 April, penampilan gelar seni budaya dan penampilan artis Ibu Kota

Sabtu, 29 April, pengumuman lomba Halo Sultra, penampilan pemenang paduan suara, dan penutupan.(*)

Nekad Kirim Foto Bugil, Pemuda Ini Dipolisikan 

0
Setelah mengirim foto bugilnya pada seorang perempuan melalui WA, Nasa kini dicari polisi untuk menjalani proses hukum.

batampos.co.id – Aksi cabul seorang remaja di Sungai Buluh sangat mengejutkan. Pasalnya, remaja yang diduga bernama Nasa, tinggal di Desa Paya Luas, Singkep Barat ini, berani mengirim foto bugil dirinya sendiri melalui jejaring sosial Whatsapp kepada seorang wanita, sebut saja namanya Nona, walau belum saling kenal satu dengan yang lainnya.

Bukan mendapat sambutan hangat, aksi miring Nasa tersebut malah dibawa Nona ke ranah hukum. Nona melaporkan Nasa ke Polsek Singkep Barat, Minggu (16/4).
Menurut pengakuan Nona, dia tidak akan menerima sembarang pertemanan di seluruh akun media sosial miliknya. Namun akhir-akhir ini, sejak Nona berkecimpung dalam dunia sosial, dia membuka luas akses akun media sosialnya. Hal ini dilakukan Nona agar dapat menghimpun dana lebih banyak untuk membantu para sesama yang lagi membutuhkan.
“Saya tidak kenal dan belum pernah membalas sapaan pria itu di WA. Karena WA saya hanya untuk penggalangan dana saja,” ujar Nona.
Namun Nona merasa terkejut dengan aksi yang dilakukan Nasa kepadanya. Pemuda itu mengirimkan foto tanpa sehelai benangpun kepada Nona. Harapan Nasa mungkin berujung kenikmatan, namun yang didapat Nasa kini menjadi orang yang sangat dicari di seputaran Singkep Barat.
Nona bersama sejumlah pria dan teman-temannya, sempat mendatangi Nasa kerumahnya di Desa Paya Luas, Kelurahan Raya Singkep Barat. Melihat Nona dan sejumlah pemuda mendatanginya, Nasa langsung menghilang lari entah kemana.
“Hingga saat ini dia (Nasa, red) belum juga ketemu,” ujar Nona.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Singkep Barat Iptu Asien Wirga mengatakan, belum ada laporan resmi yang masuk ke meja kerjanya. Namun dia telah mendengar kejadian tersebut dan turut mencari keberadaan si pengirim gambar mesum tersebut.
“Mungkin kemarin belum selesai laporan mereka. Tapi kami akan tangani jika ada laporan ke kami. Saya kira ini terkait uu IT,” ujar Asien. (wsa)

Apri Pimpin DPD Demokrat Kepri

0
Bupati Bintan, (kiri) Apri Sujadi, menerima pataka dari Sekjen DPP Demokrat, Hinca Panjaitan, saat dilantik menjadi Ketua DPD Demokrat Provinsi Kepri, di Lapangan Relief Antam, Kijang, Minggu (23/4). F. Choky Nainggolan/batampos.

batampos.co.id – Apri Sujadi, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Kepri.

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Demokrat, Hinca Panjaitan, dengan melakukan penyerahan pataka, di Monumen Antam Relief, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, Minggu (23/4).
Pelantikan yang disaksikan langsung oleh seluruh kader partai Demokrat, ini berlangsung meriah, dimana sekaligus dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan lomba jalan santai dan lari yang turut dimeriahkan oleh ribuan masyarakat Provinsi Kepri.
Apri mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh pengurus partai Demokrat yang sudah mempercayai dirinya untuk memegang amanah menjadi Ketua DPD Demokrat di Provinsi Kepri.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Bupati Bintan, ini amanah yang di berikan ini, tentunya merupakan tanggungjawab besar. Namun ia percaya dan yakin kedepannya dibawah kepemimpinannya partai Demokrat ini akan tetap selalu menjadi partai yang besar dan dibanggakan masyarakat, terkhususnya di Provinsi Kepri.
“Terimakasih buat seluruh pengurus Demokrat, sudah mempercayai saya untuk memegang amanah ini. Dengan semangat yang kita miliki bersama akan menjadi kekuatan kedepannya untuk membesarkan partai ini (Demokrat, red). Dan juga membentuk kader muda terbaik yang cinta masyarakat,” ungkapnya.
Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan dengan terbentuknya struktur baru dibawah kepemimpinan Apri Sujadi, ini, diharapkan kedepannya partai Demokrat di Provinsi Kepri, akan semakin maju, dan yang paling utama bisa menjadi pendamping bagi seluruh masyarakat.
“Mudah-mudahan kedepannya Demokrat akan tetap jaya. Dan kadernya bisa selalu dekat bagi masyarakat, sesuai dengan visi dan misi di Partai Demokrat,” harapannya.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Komunitas Indonesia Berlari 2045’ ini juga turut dihadiri Agus Harimurti Yudhoyono yang tampak ikut bersama dengan masyarakat melakukan kegiatan jalan santai yang dimulai sejak pukul 05.00 pagi.
Selain itu, kegiatan ini juga menyuguhkan hiburan dengan penampilan tiga artis dangdut ibukota yang turut memeriahkan suasana diantaranya, Nassar, Zaskia Gotik, dan Ike Nurjanah. Mereka membawakan beberapa tembang lagu spesial untuk menghibur seluruh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Tak hanya itu, puluhan hadiah menarik juga dibagikan dalam kegiatan ini diantaranya, 1 unit rumah, motor, dan juga sepeda.(cr20)

Habiskan Akhir Pekan di Pusat Bermain

0
batampos.co.id – Akhir pekan panjang terjadi berturut-turut di pengujung April ini. Jika pekan sebelumnya Jumat menjadi libur nasional, pada kali ini hari Senin yang bertepatan dengan peringatan Isra Miraj menjadikan hari pertama dalam seminggu ini sebagai libur nasional.
Hal ini menjadikan aktivitas di sejumlah tempat keramaian di Tanjungpinang mengalami lonjakan. Menariknya, jika sebelumnya keramaian kunjungan terjadi di taman-taman atau destinasi luar ruang, pada libur akhir pekan panjang kali ini malah sebaliknya. Pusat bermain anak-anak yang ada di mal sudah ramai sejak pagi.
Sejumlah alasan jadi pertimbangan. “Takut tiba-tiba hujan. Soalnya dari pagi sudah mendung. Nanti liburannya bisa batal dong,” kata Livia Yanti, ibu tiga anak yang mengajak anak-anaknya bermain di Mall Tanjungpinang City Centre, kemarin.
Memang, diakui Livia, beban pengeluaran ketika bermain di area semacam itu bertambah, namun tidak mengurangi keasyikan dalam menghabiskan liburan berkualitas bersama keluarga. Anak-anak, kata Livia, juga sedang bosan diajak ke pantai. “Karena yang libur panjang kemarin sudah ke Trikora, mereka mau main aja di Mal,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan pasangan muda yang ditemui di sana. Ananda beserta suaminya memang sedang menghindari aktivitas liburan yang menguras stamina fisik. Pasalnya, Ananda sedang hamil enam bulan. Membuatnya tidak boleh terlalu letih. Sehingga disiasati akhir pekan panjang ini dengan bersenang-senang dalam ruang.
“Lumayan serulah main di sini. Teringat zaman pacaran,” kata Ananda ditimpali anggukan sang suami.
Diperkirakan keramaian di pusat bermain dalam ruang di mal semacam ini akan terus terjadi sampai Senin ini, ketika menjadi hari akhir dari libur panjang bagi para pegawai maupun karyawan. (aya)

Terkejut, Rekening Listrik Tiba-tiba Melonjak

0
batampos.coid – Warga Tanjungpinang terkejut mendapati tagihan listrik bulanannya melonjak. Ngalijo salah satu pelanggan yang baru-baru ini mengalami hal tersebut. Namun tagihan yang memang belum dibayarkannya selama dua bulan ini, mencapai angka yang sangat besar jika dibandingkan penggunaan listrik di rumahnya.
“Listrik bulan Maret memang belum terbayar, berhubung saya keluar kota. Jadi rumah sebenarnya kosong sebulan,” tutur Ngalijo.
Maka tak heran ia kaget bukan kepalang, saat petugas PLN mengirimkan peringatan membayar tagihan untuk Maret dan April, sebesar Rp 951.000 lebih. Padahal menurutnya, jika sekaligus menumpuk tagihan menjadi dua bulan, tagihan yang dibayarkan tak sampai Rp 700 ribu. Padahal selama dua bulan tersebut, listrik tak digunakan penuh.
“Di kertas tidak ada rincian tagihan per bulan. Langsung totalnya saja. Tetap saja tidak rasional, daya rumah 1300 Va selama April hanya sampai pertengahan bulan pun gak banyak digunakan. AC juga rusak, udah lama tak dipakai,” ujar Ngalijo berang.
Setelah mencari-cari informasi ke benerapa rekannya, Ngalijo menuturkan ia tak satu-satunya yang mengalami hal tersebut. Beberapa rekan menceritakan tagihan listrik melonjak tak masuk akal. Ia sendiri pernah mengalami kenaikan yang tak lazim. Namun tak pula sampai setinggi tagihan yang didapat kali ini.
Mencari penjelasan, Ngalijo mendatangi kantor Pelayanan PLN. Untuk mendapatkan angka meteran. “Bener kan rupanya kelebihan meterannya itu,” terang Ngalijo.
Dari penjelasan yang ia dapatkan, kelebihan itu berhubung pihak PLN memperkirakan angka meteran listrik di rumahnya. Sistem PLN otomatis menghitung tiga bulan terakhir. Sehingga angka meteran meningkat drastis. Dan memengaruhi tagihan.
“Mereka pakai kira-kira. Karena rumah kosong dan pagar digembok jadi tidak bisa masuk,” Ngalijo menjelaskan.
Namun yang ia sayangkan, angka tagihan sebesar Rp 900 ribu lebih itu tetap harus dibayarkan. Meski kekeliruan diakui PLN, namun sistem pencatatan tak dapat diubah. “Walhasil dipotong pada tagihan mendatang,” lanjut dia.
Terpisah, anggota legislatif dapil Tanjungpinang, Rudy Chua menuturkan melonjaknya angka tahihan listrik rumahan bisa terjadi karena sistem pencatatan PLN masih menggunakan tenaga manual.
“Salah satu keluhan yang sering terjadi adalah pelanggan mendapat tagihan yang melonjak akibat kesalahan pencatatan bulan sebelumnya. Yang mana pada saat PLN mendapati kesalahan tersebut, mereka membebankan kepada pelanggan di tagihan berikutnya,” tutur Rudy.
Kalau tak salah hitung saat ini, lanjut Rudy, berarti mereka salah hitung bulan sebelumnya. “Dan baru ketahuan sehingga dibebankan ke pelanggan sekarang,” jelasnya. (aya)

Buang Sampah di Laut Perburuk Citra Pariwisata

0
batampos.co.id – Di wilayah kepulauan, kebiasaan buruk membuang sampah ke laut, menjadi kebiasaanya sebagian masyarakat yang memerlukan penanganan ekstra untuk menghilangkannya. Selain menyebabkan lingkungan yang tidak sehat, kebiasaan tersebut merusak citra pariwisata yang amat mengedepankan kebersihan dan kenyamanan.
“Sedihnya bagi beberapa orang itu sudah menjadi kebiasaan. Makanya menjadi sedikit lebih sulit, meski sudah diingatkan dampaknya,” tutur seorang remaja warga Penyengat, Nur.
Kebiasaan membuang sampah di laut kerap kali dilakukan masyarakat yang melintas atau sedang berada di pantai tepian laut dan wilayah perairan lainnya. Sebagian lagi, dilakukan oleh para warga yang bertempat tinggal di rumah panggung. Yang dalam hal ini, tak sedikit jumlahnya di Kepri.
Untuk di ibu kota provinsi Kepri sendiri, wilayah pasar yang berada dekat dengan lautan pun mengendap berbagai sampah sisa dagangan hingga plastik yang sering terbawa arus hingga ke pemukiman seberang. Tak terlihat saat laut sedang pasang. Namun muncul saat sedang surut.
“Sampah juga menumpuk di pasar dekat pelabuhan bongkar pasang ,” ucap warga Tanjungpinang Anti, kala melintas pelantar usai berbelanja.
Merusak dan berbahaya bagi masa depan laut, membuang sampah dengan melemparkannya ke lautan, mengembalikan dampak yang buruk bagi masyarakat pesisir.
“Ini merugikan. Yang sudah terlanjur, harus mulai dibenahi dan yang masih terjaga harua dipertahankan,” tutur Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam kesempatan belum lama ini.
Sampah di lautan pun, memengaruhi pariwisata di Kepri yang mengandalkan keindahan laut dan pesisirnya.
Beragam cara dilakukan guna mencegah penumpukan sampah di laut. Masing-masing kabupaten/kota turut mengerahkan tenaga untuk pembersihan sampah lautan. Menyediakan tempat pembuangan sementara di sekitar perairan. Hingga memasang berbagai papan imbauan yang mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di lautan. Nurdin mengaku perlu adanya cara yang lebih tegas lagi untuk menyembuhkan kebiasaan buruk ini.
“Menggunakan pergub salah satunya. Ini salah satu upaya yang akan dikeluarkan,” tutur Nurdin.
Meski belum memberikan keterangan lebih rinci, pria berkumis ini memastikan dirinya akan mengeluarkan Peraturan Gubernur untuk menjaga kebersihan lautan Kepri.
“Secepatnya, untuk menjaga laut Kepri,” tegas Nurdin. (aya)

Penyidik Periksa 13 Orang Saksi

0
batampos.co.id – Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjungpinang, terus menggesa pemberkasan dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) BUMDes Desa Malang Rapat, dengan kembali melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi.
Kasipidsus Kejari Tanjungpinang, Beny, Siswanto, mengatakan dikebutnya pemberkasan kasus penyelewengan dana desa tersebut dilakukan pihaknya, agar berkasnya segera dilimpahkan Pengadilan untuk disidangkan.
“Dari hari Jumat (21/4) lalu, kami periksa saksi-saksi sebanyak 13 orang. Ini memang sengaja kami kebut biar cepat selesai,”ujar Beny, Minggu (23/4).
Dikatakan Beny, para saksi yang diperiksa pihaknya tersebut diantaranya para perangkat desa Malang Rapat dan Pegawai BUMDes. Sebab, mereka disinyalir mengetahui asal usul penggunaan dana desa yang dialokasikan.
“Iya yang jelas pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan,”kata Benny.
Sementara saat ditanya hasil audit BPKP, Beny, mengaku hasilnya belum keluar. Namun, pihaknya mengetahui kerugian negara dalam kasus tersebut.
“Kerugian negara Rp 300 juta. Tersangka dari kasus ini pun sudah kami tetapkan. Karena adanya tindakan melawan hukum,”ucap Beny.
Diterangkan Beny, jika dalam proses penyidikan yang masih berlangsung saat ini. Didapati adanya keterlibatan pihak lain. Maka, pihaknya tidak akan segan untuk menyematkan status tersangka terhadap orang itu.
“Memang baru satu tersangka yang kami tetapkan. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada orang yang juga terlibat jika ditemukan bukti lainnya,”sebut Beny.
Seperti diketahui sebelumnya, Yusron, Kades Malang Rapat, ditetapkan  sebagai tersangka oleh tim penyidik Pidsus Kejari Tanjungpinang atas dugaan korupsi ADD BUMdes tahun anggaran 2016 sebesar Rp 1,7 miliar dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan dilakukan, setelah tim penyidik menemukan adanya kerugian negara berdasarkan audit yang dilakukan BPKP dan Aparat Pemeriksa Internal Pemerintahan (APIP).(ias)