Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13392

JICT Sanggup Layani Kapal Raksasa

0

batampos.co.id – Jakarta International Container Terminal (JICT) melayani kapal “CMA CGM Otello”, kapal peti kemas terbesar  milik perusahaan pelayaran Perancis, Compagnie Maritime d’Affretement – Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM). Sebelumnya, 2 kapal berukuran besar lainnya yakni CMA CGM Titus dan Tancredi juga sukses dilayani dengan produktivitas pelabuhan yang prima di JICT, yakni 27-30 Mph (gerakan per jam).

“Kapal-kapal CMA CGM ini dilayani dengan kecepatan dan produktivitas yang sangat handal. Mereka yang terbesar sepanjang sejarah Priok berdiri,” ujar Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa kepada wartawan, Minggu (23/4).

Kunjungan kapal terbesar itu menandakan era baru kapal-kapal yang akan singgah di Priok. Menurut Gunta, sejarah baru tersebut menandakan kesiapan JICT dalam menyediakan layanan pelabuhan kelas dunia.

“JICT bersama stakeholders pelabuhan melakukan tugasnya dengan baik sehingga perusahaan pelayaran global mempercayakan kapalnya dilayani di sini. Sudah pasti respons terminal untuk memberikan yang terbaik,” kata Gunta.

Kapal CMA-CGM Otello memiliki panjang 334 meter dan melakukan bongkar muat peti kemas sebanyak 1.551 TEUs.

Menurutnya CMA-CGM telah sepakat menjalin kerjasama dengan PT. JICT dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express Services/ Java SEA Express Services/ JAX Services.

“Service dengan jadwal satu kali setiap minggu ini akan melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat. Layanan perdana JAX Services dilakukan pada 9 April 2017 dengan kapal CMA-CGM Titus. Harapan kami eksportir dan importir di tanah air dapat mengoptimalkan layanan ini,” demikian Gunta. (ian/rmol/mam/JPG)

Tak Sengaja Telan Jarum Pentul, Gadis 18 tahun Lakukan Operasi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim Medis Rumah Sakit Paru Dr M Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, Bogor berhasil mengangkat dan mengeluarkan jarum pentul dari dalam paru-paru seorang pasien.

Sebuah jarum pentul bertahun-tahun bersarang di paru seorang pasien berinisial A, 18, di Bogor, Jawa Barat. Pasien perempuan tersebut tak sengaja menelan jarum.

Ketua Komite Medik RSPG dr Alvin Kosasih mengatakan jarum sudah bersarang lebih kurang lima tahun di paru pasien tersebut. Bahkan jarum nampak sudah berkarat.

“Jarum berhasil diangkat oleh dr Neni Sawitri,” ujar dr Alvin dalam rilis yang diterima Radar Bogor, Jumát (21/04).

Tindakan yang sangat beresiko itu, lanjutnya, dilakukan Tim medis secara profesional dengan waktu yang sangat singkat. Mulai pukul 15.25 WIB hingga 15.40 WIB.

Alvin mengaku sangat terkesan dengan tindakan operasi yang dilakukan tanpa tindakan pembedahan besar, melainkan operasi dengan menggunakan bronchoscopy paru biasa.

“Keseluruhan proses sangat efektif dan efisien,” tukasnya.

Sementara itu Direktur Utama RSPG dr Wuwuh Utami Ningtyas mengungkapkan seluruh civitas RSPG sangat mengapresiasi kinerja tim medis RSPG yang profesional, melakukan tugas penyelamatan pasien dan kepuasan pasien dengan kualitas pelayanan yang utama.

“Semoga RSPG senantiasa tetap dapat menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan. Fokus utama adalah ada pada kepuasan dan keselamatan pasien,” pungkasnya. (cr4/pj/yuz/JPG)

Baru 42 Persen Warga Kabupaten Lingga Peserta JKN-KIS

0
Ilustrasi; Peserta BPJS Kesehatan menunjukkan kartu keanggotaan. Foto; dok. jpnn/jpgrup

batampos.co.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Lingga hanya sebesar 42 persen dengan jumlah peserta yakni 43,410 dari total penduduk sebesar seratus dua ribu jiwa. Untuk itu, sebagai operator, Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial ( PJS) Kesehatan terus melakukan terobosan untuk mempermudah masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Kantor Wilayah Provinsi Kepri dr Lenny Marlina Tiurma Uli Manalu dalam jumpa persnya menyampaikan, telah menemui Kepala Daerah Kabupaten Lingga untuk memberikan bantuan terhadap masyarakatnya agar mudah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Karena sesuai amanat UU, pemerintah wajib memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakatnya. Jika masyarakat miskin masih ada sebenarnya dana APBD Lingga dapat membantu mereka untuk menjadi peserta JKN-KIS,” ujar Lenny dalam jumpa persnya di Ball Room Hetel One, Dabo Singkep, Kamis (20/4) siang.

Selain itu, ini Lenny juga membuat trobosan yakni dengan meletakkan sejumlah kotak agar masyarakat dapat meletakkan persyaratan untuk menjadi peserta JKN-KIS.

Lenny juga mengatakan untuk masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS hanya Kartu Keluarga (KK), KTP dan buku rekening. Pendaftaran dapat dilakukan di Bank BRI dan Bank Mandiri sebagai mitra BPJS Kesehatan saat ini. Namun kedepan  masih banyak tempat pendaftaran seperti bank lainnya yang akan berkerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Kantor Pos dan Pegadaian juga mitra BPJS Kesehatan untuk masyarakat agar lebih mudah mendaftar,” ujar Lenny.

Lenny juga memastikan pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS gratis tanpa biaya apapun. Peserta hanya diwajibkan membayar iyuran sesuai klasifikasi yang dipilih peserta yakni tarif iyuran bagi peserta kelas satu sebesar Rp 80 ribu, kelas dua sebesar Rp 51 ribu dan kelas tiga sebesar Rp 25 ribu dibayar perbulan. (wsa)

Tunjangan Pejabat Kuras APBD

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan puluhan miliaran APBD Kepri dalam satu tahun anggaran hanya dihabiskan untuk membayar tunjangan pejabat. Atas dasar itu, Gubernur Kepri diharapkan melakukan peninjauan kembali atas Peraturan Gubernur (Pergub) tentang tambahan penghasilan bagi pejabat.

“Pergub ini menjadi celah, untuk mendapatkan APBD. Sehingga menjadi pundi-pundi pendapatan diluar gaji dan tunjangan yang jelas didapat oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujar Rudy Chua menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (23/4) di Tanjungpinang.

Dimasih kata Rudi, tahun lalu untuk setiap bulannya sekitar Rp18 miliar APBD Kepri dipergunakan untuk membayar gaji. Artinya dalam setahun mengahabiskan anggaran sebanyak Rp216 miliar. Tentu jumlah ini, merupakan angka yang fantastis. Padahal sebelumnya, Gubernur berjanji untuk melakukan evaluasi.

“Kenyataanya tahun ini, tidak ada evaluasinya. Ini yanf membuat pendapatan pejabat berlipat ganda,” papar Rudi.

Politisi Partai Hanura itu menyebutkan, tunjangan yang diberikan kepada pejabat adalah berupa tunjangan struktural, prestasi kerja, tunjangan kelanggan profesi, honor (Pengguna Anggaran , Kuasa Pengguna Anggaran, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan). Selain itu ada juga tunjangan beban kerja. Akan tetapi tunjangan beban kerja hanya dinikmati sejumlah Organisasi Perangkat Daerah.

Menurut Rudy, OPD tersebut adalah Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang), Biro Pembangunan, Inspektorat, Badan Pengelola Pendapatan dan Retrebusi Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, dan Badan Kepegawai n Daerah dan Sumber Daya Manusia. Meskipun diatur dalam peraturan Gubernur, kebijakan ini menimbulkan kecemburuan sosial bagi OPD yang lain.

“Kalau berbicara beban kerja, semua OPD punya beban kerja. Artinya jelas, kebijakan yang dibuat tidak tepat sasaran,” jelas Rudy.

Ditegaskan Rudy, dengan adanya perbedaan ini, terkesan ada OPD yang dianak tirikan. Lebih lanjut katanya, lewat Surat Keputusan Gubernur nomor 188 tahun 2017 yang dikeluarkan pada 17 Februari lalu tambahan penghasilan berdasarkan prestasi kerja. Bagi pejabat eselon I mendapatkan Rp20 juta, eselon IIA Rp8 juta, eselon IIB Rp7 juta, eselon III Rp5,5 juta, eselon IV Rp3,5 juta. Kemudian untuk golongan IV Rp2,7 juta, golongan III Rp2,5 juta, Golongan II Rp1,5 juta, dan golongan I Rp1,2 juta.

“Memang pemberian tambahan pendapatan ada aturannya, yakni melihat kemampuan anggaran daerah. Tetapi bukan dipaksakan, akhirnya ketika terjadi defisit rencana pembangunan yang dikorban, bukan tunjangan,” tegas legislator Dapil Tanjungpinang tersebut.

Terpisah, Pejabat Eselon IV Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Sumantri Ardi mengatakan, kebijakan adanya tunjangan beban kerja memang menimbulkan berbagai reaksi di berbagai OPD. Karena yang mendapatkan tunjangan tunjangan tersebut adalah OPD yang terlibat dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri. Ditegaskannya, semua OPD punya beban kerja.

“Daripada menimbulkan kecemburuan sosial, lebih baik ditiadakan sama sekali,” cetus Sumantri Ardi. (jpg)

Gubernur Kepri Sedih, Sampah Bertebaran di Laut

0

batampos.co.id – Membuang sampah ke laut adalah tindakan buruk, di lihat dari sudut pandang apa pun. Dari sudut kesehatan sudah pasti iya lantaran terjadi pencemaran lingkungan. Termasuk juga citra pariwisata yang amat mengedepankan kebersihan dan kenyamanan.

Di wilayah kepulauan, kebiasaan buruk ini menjadi penyakit sebagian masyarakat yang memerlukan penanganan ekstra untuk menghilangkannya.

“Sedihnya bagi beberapa orang itu sudah menjadi kebiasaan. Makanya menjadi sedikit lebih sulit, meski sudah diingatkan dampaknya,” tutur seorang remaja warga Penyengat, Nur.

Kebiasaan membuang sampah di laut kerap kali dilakukan masyarakat yang melintas atau sedang berada di pantai tepian laut dan wilayah perairan lainnya. Sebagian lagi, dilakukan oleh para warga yang bertempat tinggal di rumah panggung. Yang dalam hal ini, tak sedikit jumlahnya di Kepri.

Untuk di ibu kota provinsi Kepri sendiri, wilayah pasar yang berada dekat dengan lautan pun mengendap berbagai sampah sisa dagangan hingga plastik yang sering terbawa arus hingga ke pemukiman seberang. Tak terlihat saat laut sedang pasang. Namun muncul saat sedang surut.

“Agak gimana ya sebenernya pas surut, duuh sampah entah dari jaman kapan keliatan di bawah pelantar. Di pasar dekat pelabuhan bongkar pasang juga numpuk,” ucap warga Tanjungpinang Anti, kala melintas pelantar usai berbelanja.

Merusak dan berbahaya bagi masa depan laut, membuang sampah dengan melemparkannya ke lautan, mengembalikan dampak yang buruk bagi masyarakat pesisir.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

“Ini merugikan. Yang sudah terlanjur, harus mulai dibenahi dan yang masih terjaga harua dipertahankan,” tutur Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam kesempatan belum lama ini.

Sampah di lautan pun, memengaruhi pariwisata di Kepri yang mengandalkan keindahan laut dan pesisirnya.

Beragam cara dilakukan guna mencegah penumpukan sampah di laut. Masing-masing kabupaten/kota turut mengerahkan tenaga untuk pembersihan sampah lautan. Menyediakan tempat pembuangan sementara di sekitar perairan. Hingga memasang berbagai papan imbauan yang mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di lautan. Nurdin mengaku perlu adanya cara yang lebih tegas lagi untuk menyembuhkan kebiasaan buruk ini.

“Menggunakan pergub salah satunya. Ini salah satu upaya yang akan dikeluarkan,” tutur Nurdin.

Meski belum memberikan keterangan lebih rinci, pria berkumis ini memastikan dirinya akan mengeluarkan Peraturan Gubernur untuk menjaga kebersihan lautan Kepri.

“Secepatnya, untuk menjaga laut Kepri,” tegas Nurdin. (aya)

Tak Punya KTP, 31 Warga Diamankan Satpol PP

0
ilustrasi F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam menerima limpahan 31 orang warga sipil yang tak memiliki kartu identitas yang terjaring razia gabungan TNI dan Polri yang menggelar di sejumlah tempat hiburan malam di Nagoya, Sabtu (22/4) malam lalu.

Setelah didata dan dipanggil pihak keluarga ke 31 warga sipil itu dipulangkan, Minggu (23/4) pagi.

Kasi Trantib Sat Pol PP Batam Imam Tohari mengatakan, pihaknya tidak bisa menahan lebih lama ke 31 warga tanpa kartu identas tersebut sebab keluarga mereka cukup kooperatif mau menjemput dan menjamin mereka yang diamankan itu.

“Memang mereka tak punya KTP atau kartu identitas lain, tapi ada keluarga yang jemput makanya dipulangkan,” ujar Imam, kemarin.

Sebelumnya mereka memang menahan 31 warga sipil itu karena memang tak memiliki kartu identitas apapun. Ini bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

“Yang razia tim gabungan TNI dan Polisi, tapi karena warga sipil yang mereka diserahkan ke kami,” ujar Imam.

Mereka yang sempat diamankan itu juga telah didata agar dan diperingati agar secepatnya melengkapi kartu identitas mereka.

“Sebagai warga negara yang baik harus punya KTP lah,” imbau Imam.

Seperti yang diketahui, beberapa malam terakhir ini, POM TNI dan Polisi rutin melakukan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan di Nagoya dan Jodoh. Razia dengan sasaran anggota TNI dan Polri yang terlibat narkoba ataupun menikmati hiburan malam itu, tim gabungan malah mengamankan sejumlah warga yang tak memiliki kartu identitas. Mereka kemudian diserahkan ke Satpol PP kota Batam untuk didata dan ditindak lanjut. (eja)

Sukses, Atambua Adventure Offroad Diminati Offroader Nasional dan Internasional

0

Untuk pertama kalinya, Atambua Adventure Offroad (AAO) 2017 yang dihelat 22-23 April 2017 diikuti banyak peserta dan wisatawan mancanegara (Wisman).

Inilah hasil manis dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di perhelatan Sport Tourism yang berada di Crossborder.

Bupati Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Willybrodus Lay mengatakan, acara ini berhasil melaksanakan debut manisnya karena untuk pertama kalinya dengan waktu yang sangat mepet, perhelatan AAO sukses mengumpulkan 70 Mobil dari 14 tim yang pesertanya terdiri dari berbagai wilayah di Indonesia dan negara tetangga Timor Leste.

“Terima kasih kepada Kemenpar yang telah mendukung acara kami ini. Ke depannya akan kami buat ini menjadi agenda rutin, karena acara ini juga diminati oleh negara tetangga Timor Leste, ini acara pertama, namun sudah sangat meriah,” ujar Bupati yang biasa disapa Willy itu.

Dalam acara AAO, Willy pun langsung terjun langsung ke tempat acara. Bahkan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir di sesi pertama hari pertama pelaksanaan AAO. Willy menambahkan, pihaknya sangat setuju dengan apa yang dikumandangkan Kemenpar betapa berpotensinya Wisman Crossborder untuk mengangkat perekonomian rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh stakeholder dan pelaku pariwisata di Atambua untuk ikut mempromosikan Atambua salah satunya dengan cara digital.

“Rencananya kami akan bermain di Sosmed membuat hastag Atambua Kota Festival. Kami akan membuat kalender Pariwisata yang tetap dan akan buat acara-acara selama setahun untuk menghidupkan Atambua dan menjadikan Atambua sebagai destinasi yang baru. Kami akan promosikan di sosial media. Ini juga berkat Kemenpar yang terus menjadikan Atambua menjadi kota festival dan destinasi Pariwisata, yang membuat kami siap membranding kota ini,” ujar Willy.

Willy berjanji akan juga melibatkan daerah sekitar Belu dan wilayah tetangga di Atambua, tujuan utamanya jelas membuat acara yang menarik yang mampu memantik kedatangan negara tetangga Timor Leste ke wilayah tanah air.

“Nanti akan kami release acara apa saja, yang penting program Crossborder berjalan baik dan sukses,” katanya.

Kemenpar melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Asdep Pasar Segmen Personal Kemenparndi hari perdana berjalan lancar dan menarik.

Rute start Lapangan Simpang 5 Atambua menuju Air Terjun Mauhalek di kec Lasiolat, lanjut ke padang Fulan Fehan di Kec Lamaknen, dan ke Benteng Ranu Hitu di Kec Lamaknen, terus melintasi pegunungan Perbatasan RI-Timor Leste di kec Lamaknen dan kec Lamaknen Selatan.

Pemandangan bukit nan indah Padang Fulan Fehan menjadi arena yang sangat menarik. Selain branding nasional Kemenpar Pesona Indonesia bertebaran di Atambua, keindahan alam Fulan Fehan juga menjadi daya tarik yang tiada duanya.

“Semua bisa dilaksanakan di tempat ini, Paralayang, Golf, dan semua Sport Tourism. Kita akan buat berkelas international,” kata Willy.

Untuk hari kedua (23 April) rencananya akan start dari Desa Naekasa di kec Tasifeto Barat, menuju kec Kakuluk Mesak, batas kab TTU, kembali menuju arah kota Atambua, finish di Lapangan Simpang Lima Atambua, dilanjutkan dengan malam hiburan dan acara penutup.

Menteri Pariwisata Arief yahya menegaskan bahwa pihaknya ingin terus menghidupkan cross border, atau dekat dengan negara tetangga. Atambua cukup berpotensi, sebagai destinasi crossborder, kalau diperbanyak kegiatan di area perbatasan itu.

“Jika tiap akhir pekan ada kegiatan rutin, itu bisa menjadi atraksi yang mendorong pengembangan industri pariwisata di sana. Hotel, restoran, cafe, rent a car, homestay, souvenir, semua bisa berkembang di sana. Industri akan cepat bergerak, ketika menemukan marketnya,” jelas dia.

Seperti Malaysia juga banyak border tourism, terutama dari Singapore, karena tidak perlu menyeberang, bisa ditempuh dengan jalur darat. Eropa apa lagi? Mereka besar karena crossborder, jalur daratnya hidup, semua bisa ditempuh dengan jalur darat. “Event yang berkelas internasional,” katanya. (*)

Yang Nak Mudik ke Banyuwangi Bisa Mendarat di Bandara Blimbingsari

0

Bandara Blimbingsari yang berkonsep green airport siap beroperasi penuh sebelum Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Untuk mengawali operasional, terminal di bandara ini akan melayani direct flight dari Jakarta dan Surabaya.

Saat ini, Bandara Blimbingsari memiliki runway sepanjang 2.250 meter. Sepanjang 1800 meter di antaranya memiliki ketebalan PCN (pavement classification number) 27. Untuk mengakomodir pesawat Boeing PCN 27 akan ditingkatkan menjadi 40.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pembangunan Green Airport Blimbingsari sengaja dilakukan sebagai salah satu upaya menarik wisatawan. Terlebih, terminal baru Bandara Blimbingsari merupakan terminal bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia.

“Bandara yang unik akan menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi daerah kami. Apalagi tahun ini Banyuwangi punya 72 agenda pariwisata yang menarik. Kunjungan wisatawan pasti meningkat karena bandara beroperasi sebelum Lebaran,” jelas Anas, saat dihubungi, Minggu (23/4).

Bagaimana ide green airport ini muncul? Anas menceritakan dirinya sudah lama mencari ide untuk memulai pengembangan bandara. Beberapa waktu silam, dia bertemu dengan sejumlah eksekutif muda yang bisnisnya baru beranjak tumbuh.

Mereka menyarankan untuk membangun bandara penuh kaca, sehingga tampak modern. Namun, saat bertemu dengan pengusaha senior papan atas, dia malah disarankan untuk membangun bandara yang berkarakter lokal, hijau, dan tidak mewah dengan kayu-kayu bekas.

“Saya sempat berpikir keras dengan dua pilihan itu. Pertimbangan kuat saya, pengusaha-pengusaha senior itu sudah pengalaman keliling dunia. Mereka bilang sudah banyak bandara dengan desain banyak kaca. Akhirnya kami pilih desain sederhana tapi pesannya kuat dengan arsitektur yang unik dan hijau agar tidak kalah bersaing dengan bandara modern,” ungkap Anas.

Bandara dengan terminal berkapasitas 250.000 penumpang per tahun ini, diharapkan menjadi ikon baru yang mendukung pariwisata. Selain tampil dengan arsitektur penuh estetika, terminal ini mengedepankan penghematan energi dengan pendekatan konsep rumah tropis yang mengutamakan penghawaan udara alami alias tanpa air conditioner/AC, namun tetap sejuk dengan penanaman berbagai jenis tanaman dan konservasi air.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kinerja Banyuwangi dalam mengembangkan bandara. Pemkab Banyuwangi dinilai kreatif. Bandara dikembangkan bukan semata-mata sebagai sarana aksesibilitas, tapi juga estetika pendongkrak atraksi wisata.

“Bandara Banyuwangi itu bisa menjadikan ikon wisata, bukan semata-mata infrastruktur transportasi. Ini memberikan harapan baru bagi pariwisata Indonesia yang oleh Presiden Joko Widodo sudah ditetapkan sebagai core ecokomy bangsa,” ujar Menpar Arief Yahya yang juga kelahiran Banyuwangi ini.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, di tengah fokus pemerintah pusat yang sedang gencar mengembangkan pariwisata melalui air connectivity, munculnya inisiasi green airport ini sangat menunjang perkembangan wisata di Indonesia. Banyuwangi sudah membuktikan sebagai daerah yang sukses mentransformasi dari agriculture ke tourism.

Jika daerah ingin sukses men-switch haluan pembangunan daerahnya ke sektor pariwisata, kuncinya CEO Commitment. Bupati Banyuwangi Azwar Anas sudah membuktikan itu. “Silakan belajar sendiri, bagaimana Banyuwangi membangun kreasi menjadikan kawasan wisata? Silakan ke Banyuwangi,” papar Arief Yahya.

“Saat kami dari pusat menggencarkan konektivitas udara, saya merasa ide green airport ini sangat hebat. Detail-detail pengerjaannya sangat cantik bikin pikiran fresh,” katanya.

Menpar Arief menilai, terminal baru Green Airport Blimbingsari mewakili desain bandara yang Indonesian Style atau bergaya nusantara. Untuk itu, bandara Blimbingsari telah menjadi percontohan pembangunan bandara yang khas Indonesia.

“Satu-satunya bandara dengan konsep Indonesian Style yang pernah dibangun. Terminal ini luar biasa, bagus sekali, sangat terasa Indonesianya. Terminal baru yang bagus ini akan menjadi percontohan nasional,” ujarya.

Sekadar informasi, bandara yang diarsiteki Andramatin ini desainnya mengadopsi kearifan lokal, yaitu arsitektur khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi. Dimana Atap terminal mengadopsi penutup kepala khas masyarakat Suku Osing, udeng. Selain itu, terminal baru Bandara Blimbingsari banyak menggunakan ornamen kayu yang juga dilengkapi dengan ornamen khas Banyuwangi. Bandara ini dibangun menggunakan dana APBD Banyuwangi sebesar Rp 40 miliar.

Bandara Blimbingsari berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dengan kapasitas 250 ribu penumpang. Setiap harinya, terdapat 3 flight yang melayani rute Banyuwangi – Surabaya pp. Tercatat penumpang melonjak hingga 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015). Hingga November 2016, bandara tersebut telah melayani lebih dari 102.000 penumpang. (*)

Titip Promosi Labuan Bajo kepada Siswa Sesparlu

0

Keindahan alam di destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, membuat peserta Sekolah Staf Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-18 yang merupakan para diplomat RI terkesima.

Shana Fatina selaku person in charge (PIC) Labuan Bajo dari Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menuturkan, para peserta Sesparlu Angkatan ke-18 juga bertemu dan berdiskusi dengan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula pada Kamis (20/4) malam. Dalam kesempatan itu, Agustinus menyampaikan apresiasi sekaligus harapan kepada para peserta Sesparlu yang bakal menjadi diplomat RI.

Agustinus sangat berharap para diplomat RI bisa ikut mengenalkan dan memopulerkan Labuan Bajo yang kini sudah masuk dalam daftar destinasi prioritas Kemenpar.

“Beliau (Agustinus, red) menegaskan kesiapan Labuan Bajo untuk terus memajukan sektor pariwisata sebagai salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia,” ujar Shana.

Lebih lanjut Shafa -panggilan akrab Shana- menambahkan, Direktur Sesparlu Odo Rene Mathew Manuhutu dalam kesempatan itu menuturkan, ada tiga hal penting yang ditangkap pada diplomat di Labuan Bajo.  Yakni keindahan alam, kekayaan budaya dan potensi sumber daya manusia.

Shafa menjelaskan, pejabat Kemlu itu menyatakan bahwa tiga hal tersebut merupakan potensi yang bisa melambungkan nama Labuan Bajo. Syaratnya, ketiga hal itu dikombinasikan dan dikembangkan secara baik.

Selain itu, peserta Sesparlu juga bertemu dan berdiskusi dengan Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong sekaligus memperingati Hari Kartini pada 21 April 2017. Pada hari yang sama, para diplomat peserta Sesparlu ambil bagian dalam “Weekly Clean Up” di Labuan Bajo bersama warga lokal dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati lingkungan.

Sebelumnya, para diplomat peserta Sesparlu tiba di Labuan Bajo pada 16 April lalu. Keesokan harinya, mereka langsung berkunjung ke Pulau Padar, Pulau Komodo dan Pulau Mawan.

Bahkan ada kegiatan di Taman Bacaan Pelangi di SDN Lancang. “Pihak Pusdiklat Kemenlu menyumbangkan sejumlah buku yang dikumpulkan dari para peserta untuk disumbangkan ke perpustakaan Taman Bacaan Pelangi,” tutur Shafa.

Namun, kata Shafa, hal yang terpenting adalah komitmen para diplomat peserta Sesparlu untuk iktu memopulerkan Labuan Bajo. Apalagi kegiatan itu juga diikuti diplomat asing dari Australia, China, Myanmar, Fiji, Laos, Cambodia dan Papua New Guinea.

Bahkan Kemlu dalam kegiatan itu mencanangkan tanda pagar (tagar) atau hashtag khusus, yakni #sesparlugoestobajo, #wonderfulindonesia dan #pesonaindonesia.

“Jadi setiap peserta wajib untuk mengunggah kegiatan dalam bentuk vlog, foto, dan kicauan di Twitter,” ujar Shana.

Soal memasarkan destinasi di luar negeri, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga tak henti-hentinya meminta peran serta para diplimat RI. Menteri asal Banyuwangi itu berharap kepada para diplomat RI di mancanegara untuk aktif mempromosikan Wonderful Indonesia.

“Para diplomat itu adalah ujung tombak di mancanegara. Kami sangat terbantu dalam promosi pariwisata dan investasi,” katanya. (*)

Ingat, International Jazz Day 2017 di Batam

0

30 April mendatang, Kementerian Pariwisata menggelar International Jazz Day 2017 di Batam.

Event musik ini menjadi puncak perayaan Hari Jazz Internasional.

Bukan cuma gelaran musik jazz, Kemenpar juga menggelar pertunjukan musik, talkshow dan berbagai kegiatan lain berhubungan dengan aliran musik dari New Orleans, Amerika Serikat ini.

Konser musik jazz berskala dunia ini akan diisi sejumlah musisi seperti Sheila Majid, Soukma, Geliga, Asian Rhythm Project, Lightcraft, Ikkubaru dan grup jazz dari Batam sendiri.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Jazz di Batam ini. Menurutnya, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini.

Pertama,  dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Batam.

Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Indonesia.

Selain itu, agenda musik ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia.

Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya.

ilustrasi

Gardiana, sekaligus Ketua Batam Jazz Society (BJS) mengaku, selalu merayakan perayaan International Jazz Day setiap tahun sejak 2014. Sebagai salah satu komunitas pencinta musik jazz di Indonesia, BJS secara resmi mendapat kesempatan UNESCO & Thelonius Monk (Institute of Jazz) sebagai salah satu kota di Dunia  menjadi mitra dalam penyelenggaraan International Jazz Day.

Perayaan International Jazz Day tahun ini di Batam, akan digelar di Goodies Poolside Restaurant, mulai Pukul 17.00-23.00 WIB. Selain komunitas pecinta jazz, para ekspatriat yang berdomisili di Batam akan meraimakan acara ini.

Target kami mendatangkan ratusan wisatawan tetangga asal Singapura dan Malaysia,” ujar pria dengan sapaa akrab Dian ini.

Selama ini, Batam terkenal dengan industri wisata dan bahari. Dengan gelaran jazz festival ini, Kemenpar berharap, menjadi magnet bagi para wisatawan untuk bertandang ke Batam. Lebih dari itu, jazz festival ini sebagai ajang promosi pariwisata di Batam.

“Event ini sangat cocok untuk menjaring wisman karena potensi pariwisata di Batam yang mumpuni, semoga event ini berkelanjutan menjadi event nasional,” katanya. (*)