
batampos.co.id – Memberikan perawatan rambut secara cuma-cuma kepada para janda tentara di Tanjungpinang cara Partai Perindo Tanjungpinang merayakan Hari Kartini 21 April kemarin.

batampos.co.id – Memberikan perawatan rambut secara cuma-cuma kepada para janda tentara di Tanjungpinang cara Partai Perindo Tanjungpinang merayakan Hari Kartini 21 April kemarin.

batampos.co.id – Dua perwakilan lokalisasi Bukit Indah Kilometer 24, yakni Ayu 22, dan Rena 20, berhasil memberikan tampilan memukau, yang mampu mencuri perhatian dari penonton yang hadir dalam acara fashion show yang digelar untuk menyemarakkan peringatan Hari Kartini di Kelurahan Toapaya Asri, Jumat (21/4).


batampos.co.id – Belum tuntasnya penanganan banjir di Kota Batam, tidak lepas dari sistem drainase yang buruk. Harus ada perhatian serius dari dinas terkait. Sebab, permasalahan banjir menjadi penyakit kronis yang belum bisa teratasi sampai saat ini.
“Melihat kondisi Kota Batam saat ini harusnya kita sudah memiliki drainase besar yang membelah Kota Batam. Jadi ketika banjir, air hujan dari masing-masing daerah akan masuk ke saluran ini,” ujar anggota komisi III DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, kemarin.
Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) memiliki peran sangat penting mengatasi banjir ini. Jadi, bila perencanaan ini diterapkan, maka bisa diketahui topografi dan ketinggian masing-masing daerah. Sehingga pembuatan sistem drainase induk ini bisa disesuaikan.
Permasalahan anggaran tentunya bisa saja diangsur-angsur. Asalkan ada kemauan pasti pembangunan drainase induk bisa diwujudkan.
“Tidak susah kok, hanya kemauan saja. Apalagi Batam daratannya tidak tebal dan luas. Maka ketika air masuk ke saluran induk ini, bisa dialiri ke pantai,” tuturnya.
Anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak mengakui, Pemko Batam akan kesulitan untuk mengatasi hal ini. Karena, seluruh wilayah sudah tertutup pemukiman dan industri. “Selain sulit, memakan waktu dan anggaran yang cukup besar,” kata Jefri.
Jefri menyarankan, guna merampungkan masalah banjir, pemko harus bersinergi dengan BP Batam. Bila tidak segera diselesaikan, banjir akan menjadi permasalahan rutin. Beberapa wilayah yang berada di daerah rendah akan selalu menjadi langganan banjir.
Seperti diketahui, pemko Batam mengkucurkan Rp 43,5 miliar untuk program pengendalian banjir dan perbaikan jaringan pengairan di tahun 2017 ini. Anggaran ini dibagi per lima wilayah. Wilayah pertama Batuampar dan Bengkong Rp 10,2 miliar, wilayah dua Lubukbaja dan Batamkota Rp 8,098 miliar dan wilayah tiga, Seibeduk, Nongsa, dan Galang Rp 6,69 miliar.
wilayah empat Sagulung Rp 9,4 miliar dan wilayah lima Sekupang, Batuaji, dan Belakangpadang Rp 3,86 miliar. Untuk pemeliharaan rutin drainase Batam sendiri dianggarkan sebesar Rp2,22 milar. Sedangkan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) drainase Kota Batam senilai Rp 2,52 miliar. (rng)

batampos.co.id – Sosok Raden Ajeng Kartini memang sangat menginspirasi, khususnya pada hari kelahiran RA Kartini pada 21 April yang kini diabadikan sebagai Hari Kartini.
Dalam rangka memperingati jasa-jasa perjuangan sosok pahlawan nasional itu, Organisasi sayap partai NasDem Garda Wanita Malahayati (Garnita) Kepri menggelar nonton bareng (nobar) film “Kartini” yang diperankan oleh aktris ternama Dian Sastrowardoyo di Studio XXI Mega Mall Batamcentre, Jumat (21/4).
Para anggota dan pengurus (Garnita) Kepri bersama sejumlah kalangan tampak antusias menyaksikan film yang disutradarai Hanung Bramantyo itu. Ketua Garnita Kepri, Bedi Dwika Wati ditemui Batam Pos mengaku terharu setelah selesai menyaksikan film Kartini.
“Saya sangat terharu dengan kisah ini, sampai hampir nangis, mungkin yang lain juga terharu saat menyaksikan film ini,” katanya.
Bedi Dwika Wati mengatakan nobar ini sengaja diadakan sebagai ajang silaturahmi, sosialisasi, dan
memaknai Hari Kartini dengan kerja nyata.
“Napak tilas membuka kembali sejarah perjuangan Kartini, diharapkan dengan menonton filmnya bisa memotivasi perempuan Indonesia, Kepri khususnya untuk terus berbuat dan lebih maju lagi untuk Indonesia,” katanya.
Selain itu, tambahnya, Nobar ini juga bentuk kecintaan terhadap produk film Indonesia.
“Dengan menonton film ini setidaknya masyarakat bisa tahu dan mengenal bagaimana perjuangan Kartini. Jadi lewat film ini bisa memberi sedikit pengaruh tentang kesetaraan kepada perlakuan perempuan Indonesia,” ujarnya.
Acara yang dilaksanakan dengan sederhana tapi penuh makna ini juga dijadikan ajang berkompetisi dengan dilakukannya lomba best kebaya, best kartini, best style, best make up, dan miss unique yang dilakukan secara spontan.
“Jurinya pengunjung lain yang hadir di sini, lomba ini kita lakukan dengan spontan, semoga kedepan kegiatan positif akan terus bisa kita buat dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” ujar Ning Isbandian selaku koordinator acara nobar sekaligus Sekretaris Garnita Kepri. (iwa)

batampos.co.id – Pusat Layanan Autis (PLA) Batam telah mengikat kerjasama dengan Politeknik Negeri Batam, Rabu (19/4). Kerjasama dalam hal penelitian dan produksi alat terapi autis ini berlangsung di Gedung Politeknik Negeri Batam, Batamcenter.
Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto mengatakan telah berkunjung dan melihat fasilitas dan alat di PLA Batam. “Banyak alat yang sebenarnya sederhana, tapi kendalanya tidak diproduksi secara nasional,” kata Eko setelah menandatangani nota kerjasama.
Maka seharusnya, lanjut Eko mahasiswa Politeknik Batam bisa memproduksi dan ada alat atau temuan baru yang bisa diproduksi.
Kerjasama ini juga diharapkan bisa membantu PLA Batam yang terkendala kurangnya tenaga terapis. “Kita saat ini memang tidak bisa bantu dalam hal pemenuhan tenaga terapi, tapi hal ini bisa jadi alternatif penyelesainnya,” ungkapnya.
MoU ini memang berisi tentang kerjasama terkait penelitian mahasiswa dan cipta alat. “Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan ada kerjasama dengan perguruan tinggi lain, dalam pemenuhan tenaga terapi di PLA Batam,” katanya.
Kepala PLA Batam, Riniatun merasa lega karena dapat bekerjasama dengan Politeknik selama 5 tahun ke depan. “Alhamdulilah, kami sudah jauh- jauh hari mempersiapkan kerjasama ini dan hari ini bisa berjalan lancar,” kata Rini.
Ada beberapa alat yang menjadi prioritas yakni alat terapi wicara dan alat fisioterapi yang dari merupakan produksi luar negeri. “Dari kerjasama ini, mudah-mudahan Mahasiswa Politeknik Negeri Batam bisa memproduksi dan bisa mengembangkan alat yang sudah ada,” harapnya.
Rini juga mengatakan mudah-mudahan dengan tenaga terapis terbaik yang ada saat ini dan kerjasama dengan Politeknik Batam, menjadi langkah awal dalam peningkatan kualitas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Ke depan diharapkan kerjasama ini, bisa mendapatkan temuan baru dalam segi hal alat bantu terapi untuk anak-anak autis,” pungkasnya. (cr18)

batampos.co.id – Polisi tetapkan Ameng, Direktur PT Sere Trinitas Pratama (STP) sebagai tersangka kasus penggelapan uang muka konsumen perumahan Darussalam.
Pada Jumat (21/4) Ameng diserahkan pihak kepolisian ke kejaksaan negeri Batam.
Ameng diduga telah membuat nasib ratusan konsumen yang sudah bayar menjadi terkatung-katung.
“Benar sudah kami kirimkan tersangka beserta barangbuktinya, hari ini,” kata Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol, Eko Puji Nugroho pada Jumat (21/4).
Eko mengatakan bahwa uang konsumen perumahan yang digelapkan oleh tersangka ini sebanyak miliaran rupiah. Dimana uang yang didapat tersangka dari penjulan 559 unit rumah di Perumahan Darussalam. Dari ratusan rumah itu, beberapa konsumen yang sudah membayar setengah dari harga rumah.
“Ada juga yang bayar sebesar 10 persen, dan 20 persen dari harga rumah,” ucapnya.
Walau sudah ada pembayaran uang muka dibayarakan oleh konsumen, perumahan tersebut baru dibangun sebanyak 70 unit saja. Berdasarkan hasil audit uang yang digelapkan tersebut pada kisaran Rp 16 miliar.
Eko mengatakan dari kasus ini masih ada satu orang tersangka lagi yakni Abdul Haq selaku Ketua Yayasan Darussalam Residence.
“DPO dia,” ungkap Eko.
Perumahan Darussalam ini bermotokan cicilan tanpa bunga. Dimana para konsumen dapat menyicil rumah, tanpa harus dibebankan bunga. Sehingga hal inilah menarik para konsumen untuk menyicil rumah tersebut. Tapi dalam perjalanannya uang yang distorkan para konsumen ini, tak disetorkan dengan pemilik yang membangun Perumahan Darussalam.
“Pelapornya adalah managemen PT STP yang baru, yang merasa sangat dirugikan dengan tindakan para tersangka,” ujar Eko. (ska)
batampos.co.id – Sebanyak 70 pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Usaha Pariwisata Indonesia (ASPPI) melakukan kunjungan kerja ke Bintan, Kamis (20/4).
Kunjungan kerja para pelaku usaha pariwisata ini bertujuan untuk melihat potensi destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Bintan, sekaligus mengenalkan gerakan kepariwisataan yang digagas oleh ASPPI, yakni Triangle Tourism Travel Mart (3TM).
“Lewat 3TM ini, ASPPI ingin mencoba menggali dan meng-explor pariwisata yang ada di propinsi Kepulauan Riau, khususnya Bintan, untuk dipromosikan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Bintan, Adi Prihantara, di Aula kantor bupati bintan.
Adi mengaku senang, Bintan bisa terpilih menjadi salah satu tujuan kunjungan bagi para pelaku usaha pariwisata. Kunjungan ini juga sekaligus sebagai bentuk ajang silaturahmi diantara Pemkab Bintan, dengan para pelaku usaha pariwisata.
Adi menjelaskan dalam meningkatkan pariwisata, tentunya perlu adanya sebuah media promosi yang baik dan terorganisir, seperti yang dilakukan oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), yang memang didalamnya banyak pelaku usaha pariwisata dari berbagai kota di indonesia untuk dapat memberikan indormasi terkait destinasi-destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Bintan.
“Kunjungan ini sangat membantu Pemkab Bintan, untuk bisa mensukseskan program Pemerintah Pusat, dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Dimana capaian target Bintan, tahun ini (2017,red) sebanyak 350.000 kunjungan wisatawan,” terangnya.
Menurutnya kawasan pariwisata Bintan untuk pasar domestik saat ini memang belum banyak dikenal, karena selama ini target promosi yang dilakukan oleh pengusaha perhotelan di Kawasan Lagoi, kebanyakan dipromosikan di luar negeri. Maka dari itu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, saat ini sedang menggenjot promosi khusus wisatawan domestik.
Adi berharap kedepan, dengan banyaknya pelaku-pelaku usaha pariwisata, seperti yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Tentunya dapat memberikan nilai tambah kunjungan wisatawan yang akan berkunjung ke Bintan.
“Pemkab Bintan akan terus berupaya melakukan pembenahan terhadap destinasi-destinasi wisata yang masih butuh pembenahan, agar dapat dijadikan tujuan wisata. Terlebih bagi para wisatawan domestik yang akan berkunjung di pulau Bintan,” imbuhnya. (cr20)

Mustar, bersama keluarganya, tidur pulas di trotoar jalan depan Hotel Novotel Jl. R Soekamto Palembang.
Istri dan anaknya tidur di dalam gerobak yang dianggap sebagai rumah sekaligus tempat mereka mengantungkan nasib mencari barang bekas menyambung hidup hari demi hari.
Keluarga Besar Mustar mengaku terpaksa melakukan ini karena tuntutan ekonomi, mereka keliling mencari barang bekas kemana kaki melangkah, terkadang malam telah larut dan kaki tak sanggup untuk pulang ke rumah sewaan di daerah Kertapati mereka terpaksa bermalam di jalan.
Menjelang subuh mereka kembali kerumah karena kedua anaknya yang masih kecil harus sekolah di SDN 74 Kertapati Palembang.
Foto : Evan Zumarli/Sumatera Ekspres