Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13401

Enam Tim Arkeologi Meneliti Tiga Situs Sejarah Bintan

0
Enam Tim Arkeologi bersama Disbudpora Bintan melihat lokasi penelitian di Dapur Arang di Sungai Kecil, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Enam tim ahli arkelogi yang diundang Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) melakukan penelitian terhadap tiga situs sejarah yang ada di Kabupaten Bintan, Rabu (19/4). Penelitian yang dilakukan dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB itu bertujuan untuk peningkatan setatus menjadi benda cagar budaya.

Keenam tim arkelogi itu, Peneliti dari Ikatan Ahli Arkeologi Medan, Rita Margareta Setianingsih, Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banda Aceh, Deni Sutrisna, Peneliti dari Balai Cagar Budaya Batu Sangkar, Fitria Arda, Akedemisi Perguruan Tinggi (PT) Stisipol Raja Ali Haji, Nurbaiti Hoesni Siam, Pakar Peduli Kebudayaan Bintan, Herry Hoesni dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan, Luki Zaiman Prawira.

Peneliti dari Ikatan Ahli Arkeologi Medan, Rita Margareta Setianingsih mengatakan penelitian ini dilakukan untuk penetapan situs sejarah menjadi benda cagar budaya yang diakui secara nasional. Sebab melalui penetapan itu, benda cagar budaya akan mengantongi prodak hukum untuk perlindungan dan pelestariannya.

“Kami langsung meninjau ketiga situs sejarah itu. Mulai dari Bukit Kerang di Kelurahan Kawal, Rumah Tua di Tanjung Berakit, dan Dapur Arang di Sungai Kecil,” ujar Rita.

Dijelaskan Rita, dari hasil penelitian ketiga situs itu memiliki usia lebih dari 50 tahun. Kemudian juga memiliki sejarah panjang yang sangat kental dan nilai karakteristik yang tinggi. Bahkan keberadaan ketiga situs itu sangat langka di Indonesia.

Memang, kata Rita ketiga situs itu sudah memenuhi unsur-unsur untuk dijadikan cagar budaya. Namun timnya ingin mengetahui lagi secara sepesifik potensi yang dapat diberikan jika sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Kami ingin pastikan jika banyak potensi yang dihasilkan dari penetapan cagar budaya. Mungkin dari segi pengetahuan, pendidikan maupun destinasi wisata baru di Indonesia,” bebernya.

Hal senada dikatakan Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banda Aceh, Deni Sutrisna. Dia mengakui jika untuk usia ketiga situs itu sudah melampaui unsur ketetapan. Bahkan juga memenuhi unsur lainnya seperti nilai sejarah, pendidikan, budaya, serta berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata baru.

“Kami akan merembuk, menggodok dan memberikan rekomendasi. Sehingga hasil itu dapat diusulkan ke Pak Bupati (Apri Sujadi) hingga mendapatkan register cagar budaya nasional dari Pemerintah Pusat,” akunya.

Dengan ditetapkannya ketiga situs sejarah sebagai benda cagar budaya, menurut Deni perlindungan dan pelestariannya akan dijamin undang-undang (uu). Karena benda cagar budaya akan mengantongi SK Register Nasional. Sehingga lahan yang ada disekitarnya akan dilarang keras untuk digunakan aktivitas lain.

“Setelah disetujui Pak Bupati. Kami akan membantu Disbudpora untuk membahas ketingkat selanjutnya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurahman mengucapkan terimakasih kepada tim ahli dan media lokal yang berperan penting dalam penetapan situs sejarah menjadi benda cagar budaya. Karena melalui penetapan inilah situs sejarah itu akan terlindungi, terlestarikan dan terabadikan.

“Jika tidak ditetapkan sebagai cagar budaya pastinya situs-situs akan hancur termakan jaman serta terusik oleh aktivitas lainnya.

Makhfur berharap situs itu segera ditetapkan sebagai benda cagar budaya tahun ini juga. Karena keberadaan ketiga situs itu langka sehingga sangat berpotensi besar dikembangkan sebagai objek pariwisata sejarah di Bintan bahkan Indonesia.(ary)

Selamat Datang Kolonel Ribut, Terimakasih Laksma TNI S Irawan

0
Pangarmabar Laksamana Muda Aan Kurnia (tengah) melakukan salam komanda bersama Danlantamal IV Kolonel Ribut Eko Suyatno dan pejabat lama Laksamana pertama S. Irawan (kiri) di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Jumat (21/4/2017).
Foto.Yusnadi/ Batam Pos

batampos.co.id – Jabatan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Tanjungpinang resmi berganti. Jabatan yang sebelumnya diamanahkan kepada Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, diserahterimakan kepada Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno.

Serah terima jabatan (Sertijab) tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, di lapangan Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Lantamal IV Tanjungpinang, Jumat (21/4) pagi.

Laksma TNI S Irawan yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Lantamal IV sejak (1/2) tahun 2016 lalu, akan menempati jabatan baru sebagai Kadispamal di Mabes TNI AL.

Sedangkan Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, sebelum dilantik menjadi Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, menjabat sebagai Kasubdit Binpuan Dispotmar di Mabes TNI AL.

Dalam sambutannya, Pangarmabar mengatakan Komandan Lantamal IV harus bisa melaksanakan operasi di wilayah kerjanya yang membawahi lima Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) dan satu Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Menteri. Karena letak geografis kerja Lantamal IV sangat strategis.

“Tugas yang berhubungan dengan patroli keamanan seperti di Selat Malaka, Selat Singapura dan perairan laut Natuna harus ditingkatkan,” ujar Aan.

Aan Kurnia, juga mengapresiasi kinerja pada saat Laksma TNI S Irawan menjabat sebagai Danlantamal IV Tanjungpinang. Banyak prestasi yang telah ditorehkan tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, yang mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

“Dibawah kepemimpinan Laksma Irawan mampu menjaga keamanan laut dikawasan Kepri. Berbagai aksi kriminalitas mampu dituntaskan,”kata Aan.

Pangarmabar berharap, kepada Danlantamal IV Tanjungpinang yang baru mampu meningkatkan prestasi yang telah dilaksanakan bila perlu ditingkatkan.

“Terima Kasih kepada pejabat lama atas dedikasinya selama menjabat Komandan Lantamal IV Tanjungpinang. Untuk pejabat baru pertahankan prestasi yang ditorehkan, bila perlu ditingkatkan,”pungkasnya.(ias)

Bukan Sekolah yang Paksa, begitu Kata Guru di SMKN 2 Batam

0

batampos.co.id – Kebijakan pengenaan denda bagi siswa yang tidak lulus ujian akhir sekolah (UAS) di SMKN 2 kembali mendapat keluhan siswa dan orangtua. Rosa, siswi SMK Negeri 2 Batam mengaku kaget, lantaran denda berupa uang itu dinilai memberatkan.

“Saya kaget sekali ketika saya dan teman-teman remedial harus membayar denda,” keluh siswi kelas XII tersebut,” Kamis (20/4).

Ia menceritakan, ada sejumlah denda yang dikenakan kepada siswa yang tak lulus UAS. Setiap mata pelajaran dipatok Rp 20 ribu.

Bentuknya beragam. Misalnya jika tidak lulus bahasa inggis diwajibkan membeli keramik. Siswa yang tidak lulus seni rupa wajib membayar denda membeli baju tari sekolah, speaker serta tanaman hidroponik dengan dalih memberikan efek jera bagi siswa.

“Sekolah negeri setahu saya tidak dipungut biaya apapun,” ungkapnya.

Rosa menilai denda itu cukup memberatkan. Apalagi bagi orang yang tidak mampu seperti dirinya.

“Bagi siswa seperti kami jelas sangat memberatkan. Denda ini untuk satu mata pelajaran. Katanya peganti remedial. Tapi jangan kayak ini caranya,” kata Rosa.

Ia berharap ketegasan pemerintah perihal denda yang tidak masuk akal ini.

“Kami juga sudah laporkan ke Komisi IV DPRD Batam,” ungkapnya.

Selain Rosa, Indra salah seorang wali murid yang mengaku mengalami hal tersebut merasa keberatan karena sanksi yang diberikan sekolah tidak masuk akal.

“Bukannya diberikan remedial, sekolah malah mewajibkan pembayaran dalam bentuk denda,” ungkapnya.

Indra mengaku anaknya yang duduk di kelas kelas XII mengaku diwajibkan membayar keramik dan bola kaki seharga Rp 600 ribu.

“Bukan anak saya saja. Ada puluhan murid yang tak lulus UAS,” kesal Indra.

Ia menilai denda ini hanya akal-akalan pihak sekolah saja. “Standar nilainya 75. Di bawah itu harus bayar denda. Padahal untuk standar nilai ujian nasional saja tak sampai segitu,” kata Indra.

Bahkan siswa kelas X sampai XII juga diwajibkan menjual sembako dengan dalih pelajaran kewirausahaan. Sembako harus dijual ke pihak lain, sekolah beralasan lebih murah dari harga eceran. Tapi kenyataannya harga sembako itu sangat mahal.

“Ujungnya anak-anak yang harus nombok beli sendiri sembako lantaran tidak ada yang mau membeli karena mahal,” tuturnya.

Waka Kurikulum SMKN 2, Hisnanelih menguturkan, pihak sekolah tidak pernah meminta apapun kepada siswa baik itu berupa barang, keramik, atau seperti apa yang diberitakan.

“Kami tidak pernah minta, itu inisiatif mereka sendiri,” kata Hisna saat dihubungi Batam Pos, Kamis (20/4).

Menurutnya, pemberian beberapa jenis barang itu merupakan inisiatif dari siswa yang tidak berhasil menuntaskan ujian mereka.

“Mereka sudah dua hingga tiga kali ujian namun tidak lulus juga, karena itu mereka berinisiatif mengganti nilai dengan beberapa barang, tapi tidak ada paksaan,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, anak yang telah memberikan barang- barang tersebut memang mendapatkan nilai dan tidak mengikuti remedial atau ujian kembali.

Disinggung mengenai pratik ini apakah melanggar atau tidak, dia menegaskan tidak pernah memaksa siswa.

Intinya kami tidak pernah meminta. Orangtua harusnya berdiskusi dengan sekolah bukan malah keluar jika keberatan atas apa yang dilakukan anak- anak mereka,” terangnya. (cr17)

Habis Diperkosa, Mia Diceburkan ke Sumur

0
Tersangka pemerkosa bersama polisi melihat barang bukti berupa pakaian dalam korban yang ditemukan di lokasi kejadian. F. Aulia/Batampos

batampos.co.id – Nasib Mia, 20 gadis Desa Sedarat Baru Kecamatan Batubi Natuna, sangat miris. Ia di perkosa Joko Ngambul, 21 teman pria yang baru dikenalinya lalu diceburkan ke sumur.

Kejadian tersebut, setelah keduanya janjian jalan bareng dengan sepeda motor, Rabu (19/4) kemarin. Sepeda motor Supra X milik kòrban dikendarai pelaku langsung menuju tempat pondok sepi tepi pantai di kampung Semitan.

Kapolres Natuna AKBP Charles Sinaga mengatakan, di pondok itulah pelaku melancarkan niat jahatnya. Mulut korban langsung dibekap menggunakan topi bayi dan disemprotkan parfum ke wajah. Korban pun pingsan.

“Kejadinya masih pagi. Anggota Polsek Bunguran Timur terima informasi sekitar pukul 10.30 WIB. Info awalnya korban curat dan dirawat di puskesmas setempat. Ternyata korban di perkosa juga,” kata Kapolres, Kamis (20/4).

Dikatakan Charles, setelah korban menceritakan kejadiaan. Pelaku langsung diburu dan berhasil ditangkap di tengah hutan kampung Air Kijang Desa Sungai Ulu sekitar pukul 15.00 WIB.

Dikatakan Charles, kondisi korban sempat trauma. Karena setelah pingsan, korban langsung memperkosanya. Setelah selesai, korban diceburkan sumur yang tidak jauh dari pondok kosong.

Beruntung saat akan diceburkan sumur dalam yang penuh air, korban tersadar dari pingsannya. Dan berhasil berpegangan pada bibir sumur dan teriak minta tolong.

“Korban sempt minta tolong. Joko Ngambul kabur. Dan bawa kabur sepeda motor korban,” ujar Charles.

Dalam olah tempat kejadian sambung Charles, ditemukan kutang dan tentop korban di semak semak yang dibuka paksa Joko. Perbuatan pelaku bisa dipastikan dijerat hukuman berlapis, yakni perampokan, pemerkosaan dan percobaan pembunuhan.

“Pelakunya warga Kecamatan Bunguran Tengah. Sudah diproses, ” kata Charles. (arn)

Dirjen Peternakan Buat Program di Lingga

0
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, I Ketut Diarmita didampingi Bupati Lingga Alias Wello melakukan inseminasi buatan di Tanah Putih. F. Wijaya satria/Batampos.

batampos.co.id – Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, I Ketut Diarmita melakukan inseminasi buatan sekaligus memberikan bantuan rumput pakan ternak di Tanah Putih, Kabupaten Lingga, Kamis (20/4) siang. Banguan tersebut ditujukan agar Kabupaten Tanah Bunda Melayu menjadi daerah mandiri terhadap pakan ternak.

“Jika diberi bantuan sapi langsung tentunya akan berdampak gagal jika pakan di daerah tersebut tidak terpenuhi,” ujar Diarmita dalam sambutannya.

Sementara itu, walau tidak memberikan janji, Diarmita berupaya agar tahun depan, Pemkab Lingga mendapat bantuan sapi. Pasalnya, 2018 dengan dana APBN Pusat, akan membeli sapi dari negara lain sebanya 4500 ekor sapi yang akan dibagi-bagikan kesejumlah daerah termasuk Kabupaten Lingga.

Dalam kesempatan itu Diarmita mengatakan, kelemahan yang sering terjadi pada warga negara ini adalah lemahnya managemen. Sehingga bukan mengalami peningkatan, biasanya beberapa bantuan malah mengalami kemerosotan. Untuk itu, Diarmita juga meminta Bupati Lingga Alias Wello agar lebih fokus dalam hal pengembangan bantuan tersebut.

“Saya juga tidak mau berakhir diujung jeruji, untuk itu mari sama-sama kita rawat dan perhatikan semua bantuan dari Pemerintah,” ujar Diarmita.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello memastikan jika Pemkab Lingga fokus pada pengembangan empat sektor. Yakni, pertanian, peternakan, perikanan dan Pariwisata, sehingga semua program yang telah dibuat tentunya menjadikan Kabupaten Tanah Bunda Melayu ini menjadi kawasan lumbung pangan di daerah perbatasan.

Alias Wello juga menjelaskan kalau program penanaman tanaman indigofera sebagai salah satu bentuk persiapan Kabupaten Lingga sebagai kawasan mandiri pakan ternak. Tidak hanya menyuplai kenutuhan lokal, Bupati yang sering disapa Awe ini juga memastikan kwalitas indigofera sangat baik hingga berkelas bahan ekspor.

“Ini bentuk dari persiapan Kabupaten Lingga sebagai daerah yang mandiri terhadap pakan ternak,” ujar Awe. (wsa)

Turis Ikut Semarakkan KasmaRUN 2017

0

batampos.co.id – KasmaRUN 2017 yang digelar PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) di Area Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Sabtu (22/4) mendatang, dipastikan akan berjalan sukses dan lancar. Sebab event berlari sambil menabur bubuk pewarna (color fun run) ini akan diikuti seluruh warga penjuru Provinsi Kepri.

“Sampai saat ini sudah 600an lebih yang mendaftar. Mereka semua berasal dari wilayah Kepri dan turis asing,” ujar Manager Bisnis Devlopment (BD) PT BRC, Lidia Endang Sumartini ketika dikonfirmasi, Kamis (20/4).

Jumlah peserta yang akan mengikuti beragam acara di KasmaRUN 2017 dipastikan akan terus bertambah. Karena pihak penyelenggara masih membuka pendaftaran sampai hari pelaksanaannya tiba.

Acara yang disuguhkan dalam event tahunan ini, kata Lidia lebih banyak dan beda dibandingkan tahun sebelumnya. Diantaranya, disediakan kostum menarik, bubuk lima warna (5 color), dan gelang karet berlebel KasmaRUN. Kemudian juga penampilan Disc Jockey terkenal (DJ performance), penampilan dance, dan zumba.

“Kami juga menyediakan permainan menarik. Bahkan juga ada hadiah menarik bagi peserta yang beruntung,” katanya.

Bagi yang mengikuti acara ini, sambung Lidia akan melewati enam zona yang seru dan penuh tantangan. Diantaranya zona color atau area bubuk berwarna, zona splash atau area air berwarna, zona foam atau area berbusa, zona kasmaRUN box atau area pencarian jodoh, zona run voting atau area pemilihan suara slogan cinta, dan zona melow rain atau area hujan.

“Peserta juga akan mendapatkan makanan dan minuman. Kemudian juga bisa menikmati indahnya taman lampion (lantern park). Jadi jika ingin meremaikannya segera mendaftarkan diri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan KasmaRUN merupakan kombinasi olahraga lari dengan hiburan. Mulai dari beragam permainan dan beragam jenis penampilan musikalisasi.

“Kemenpar juga mendukung acara ini. Sebab telah menjadi brand baru di Indonesia. Sehingga diyakini akan menarik animo ribuan peserta,” katanya.

KasmaRUN ini, kata Luki telah menjadi agenda tahunan di Lagoi. Bahkan sudah ketiga kalinya acara ini digelar PT BRC. Sehingga banyak warga maupun turis mancanegara yang ingin memeriahkannya.

Dilihat dari animo peserta yang ingin mengikutinya, lanjut Luki diperkirakan Area Lagoi Bay akan dipadati 1500an orang. Karena ketika agenda ini dipromosikan melalui media sosial (medsos), baik di Instagram (IG), dan Facebook (FB) serta penyebaran brosur di Singapura banyak yang berminat mengikutinya.

“Kami yakin tiket yang disediakan akan ludes terjual. Jadi bagi yang ingin mengikutinya segera membeli tiketnya,” ungkapnya. (ary)

Pak Walikota Batam, Jalan di Kawasan Kantor Kelurahan Tanjung Uncang Banjir

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Hanya 30 menit hujan mengguyur kawasan Batuaji pagi tadi berhasil membuat banjir di dua jalur Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (22/4).

Banjir setinggi lutut orang dewas ini mengakibatkan jalan dua jalur itu lumpuh.

Pengendara tidak berani melintasi jalan yang tidak jauh dari kantor Lurah Tanjunguncang tersebut.

Pengendara banyak yang berhenti menunggu air surut. Ada sebagian memberanikan diri menyeberanginya karena takut telat kerja.

Ada juga yang mengambil jalur alternatif arah Pelabuhan Sagulung tembus Komplek Tunas Regency, Sagulung.

“Rina, salah satu pengendara mengatakan, belum pernah loh banjir di sini. Kok banjir seperti ini”, katanya dengan nada terkejut.

Puluhan sepeda motor pada mogok masuk air dan sebagian mendorong motornya lewat taman jalan untuk menghindari banjir.  (ali)

Kemenpar Akan Gelar FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari di Wakatobi

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada pertengahan bulan Mei 2017 nanti akan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari di Wakatobi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Hariyanto mengatakan, acara ini sangat penting dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan target pasar wisata bahari di 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo dan Kemenpar atau yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru.

“Ini kami lakukan untuk membuat proyeksi target pasar tahun 2017 dan tahun 2018 pada tujuh provinsi yang menjadi destinasi wisata bahari melalui pengukuran secara kualitatif dan kuantitatif di masing-masing wilayah,” ujar Esthy yang juga diamini Hariyanto.

Seperti diketahui, 7 provinsi bahari yang menjadi destinasi wisata bahari di 10 Bali Baru adalah Wakatobi, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Mandalika Lombok, Labuan Bajo, dan Morotai. Tiga destinasi lainnya bukan destinasi bahari yakni Bromo, Borobudur dan Danau Toba.

“Tujuannya nanti pasca FGD dapat dijadikan referensi dalam menyusun target pasar wisata bahari di tahun berikutnya, dan membuat rekomendasi strategi yang tepat dalam melakukan pemasaran wisata bahari di 10 Bali Baru,” katanya.

Untuk pesertanya, Kemenpar mempersiapkannya tidak main-main. Tim survey pun dikirim oleh Kemenpar yang terdiri dari tim Asdep Strategi Pemasaran Kemenpar yakni Artadi dan Primadita Dian Putri Irnanda. Selain itu ada juga PIC Wakatobi Pokja Percepatan 10 Bali Baru Kemenpar Gemma Pratama, R Roro Vemmi Kesuma Dewi dari Konsultan untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Wakatobi sejak tanggal 19 hingga 21 April 2017.

“Nantinya semua unsur penthahelix diharapkan hadir dan bisa berkumpul di pertengah Mei nanti. Semua unsur pariwisata di Wakatobi harus sama-sama satu tujuan dalam membuat proyeksi target pasar tahun 2017,” ujar Hariyanto.

Menpar menghadiri acara peluncuran Calendar of Events Wakatobi 2017 di Balairung Soesilo Sudarman Gedung Sapta Pesona Jakarta (20/4/2017)

PIC Wakatobi Pokja Percepatan 10 Bali Baru Kemenpar Gemma Pratama mengatakan, penyusunan target pasar wisata bahari di 10 destinasi prioritas sangat penting dilaksanakan karena nantinya (kita, dihilangkan) semua pelaku pariwisata di Wakatobi bisa membaca, kebiasaan, siapa saja, dan apa saja yang dibutuhkan untuk menyambut wisatawan mancanegara yang datang ke Wakatobi.

“Ini juga menjadi bagian dari percepatan destinasi dan juga dalam rangka mengejar target Wisman,” ujar Gemma.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industrasi Pariwisata Wakatobi La Ode Kaslan berjanji akan menghadirkan banyak peserta yang kompeten untuk acara Kemenpar tersebut.

“Kami sangat senang dan berterima kasih dengan dukungan Kemenpar, kita akan undang lebih dari 30 orang industri pariwisata, masyarakat, serta seluruh pihak terkait yang langsung bersentuhan dengan pariwisata di Wakatobi. Keempat pulau yang ada di Wakatobi akan dihadirkan semua oleh kami, karena tujuannya untuk pariwisata kami yang harus terus meningkat,” beber pria yang biasa disapa Kaslan itu.

Seperti diketahui, Wakatobi itu mewakili empat pulau yakni, Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan alam bawah lautnya Indonesia memang juara termasuk dengan alam bawah laut Wakatobi.

Bukan rahasia lagi, selain Wakatobi, banyak tempat wisata bahari yang juga ternama di dunia. Buktinya, majalah Dive Magazine memasukkan lima spot underwater Indonesia ke dalam Top World Diving Destinations 2017 cukup beralasan. Raja Ampat Papua, Alor NTT, Pulau Komodo NTT, Lembongan Bali, dan Lembeh Sulawesi Utara, ternyata memang sudah menjadi langganan tampil di top 5 destinasi selam terbaik di Asia Pasifik, dan dunia. “Potensi wisata bahari kita memang world class semua,” kata Menpar Arief Yahya.

Sejak 2012, nama Indonesia kembali diperhitungkan. Dalam top 100 kategori resort, bar, destinasi serta segala hal yang terkait kehidupan bawah laut, lima wakil Indonesia masuk ke dalam kategori pilihan pembaca terbaik tingkat dunia. Bunaken National Marine Park, Indonesia, terpilih menjadi Best Marine Park. Setelah itu, ada Wakatobi House Reef, Indonesia, yang dinobatkan menjadi The Best Shore Dive. Untuk kategori Best Topside, gelar terbaiknya dipegang Bali, Indonesia.

Untuk kategori Macro Life, Overall Rating of Destination, Health of Marine Environment serta Underwater Photography, Indonesia ada di urutan nomor 1 Indo-Pasific.

“Berbagai penghargaan itu diberikan tidak sembarangan, itu mempertaruhkan reputasi mereka jika tidak credible. Karena itu penghargaan itu juga menaikkan credibility destinasi selam kita. Ini harus dijaga termasuk di Wakatobi, jaga terus alam kita,” kata Arief Yahya.

“Itu sebabnya spot selam Indonesia sudah dikenal dunia. Banyak award yang sudah diberikan ke Indonesia. Banyak juga yang secara periodic mengulas tentang kedahsyatan diving site di Indonesia. Ini membuat Value dan trust kita semakin naik, dan kita harus menjaganya di semua aspek,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Dongkrak Pariwisata Nusantara, Kemenpar Berbagi Trik Berpromosi di Luar Negeri

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar roadshow bimbingan teknis (Bimtek) di tiga kota guna mendongkrak promosi pariwisata tanah air di mancanegara.

Bimtek yang digelar oleh Kedeputian Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar itu diselenggarakan di tiga kota, yani Palembang, Makassar dan Surabaya.

Peserta bintek dari unsur pemerintah daerah (pemda) ataupun swasta. Dari unsur pemda ada kepala dinas pariwisata, kepala bidang pemasaran di dinas pariwisata ataupun staf yang menangani promosi. Sedangkan dari kalangan swasta ada unsur PHRI, pelaku industri turisme dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Untuk bimtek di Palembang telah digelar pada 17-18 April dengan peserta meliputi stakeholder pariwisata wilayah Sumatera, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, serta Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas dan Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar.

Sedangkan untuk bimtek di Makassar akan digelar pada 21-22 April 2017. Pesertanya mencakup stakeholder pariwisaya di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Sedangkan bimtek ketiga akan di Surabaya akan digelar pada 2-3 Mei 2017. Untuk pesertanya adalah stakeholder pariwisata di DIY, Jatim, Bali, NTB dan NTT.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, bintek itu merupakan upaya sinkronisasi kegiatan promosi pariwisata di luar negeri.

“Tujuannya memberikan bimbingan teknis mengenai beragam aktivasi promosi pariwisata Indonesia di luar negeri melalui empat jenis kegiatan utama yaitu pameran, misi penjualan, festival, dan familiarization trip atau wisata pengenalan destinasi serta implementasi branding Wonderful Indonesia,” ujarnya.

I Gde Pitana

Menurut Pitana, strategi pemasaran pariwisata di mancanegara pada 2017 lebih banyak menitikberatkan pada kegiatan hard selling, terutama melalui pelaksanaan pameran dan misi penjualan. Untuk periode Januari hingga Desember 2017, Kemenpar mengadakan 54 kali kegiatan hard selling ke luar negeri.

Pitana memerinci, 54 hard selling itu terdiri dari 30 kegiatan pameran dan 24 misi penjualan.

“Selain itu, untuk tetap mem-back up bobot hard selling, kami juga akan beraktivitas promosi dalam 30  festival dan menyelenggarakan 51 kali familiarization trip atau yang biasa kami sebut dengan fam trip,” katanya.

Guru besar ilmu pariwisata di Universitas Udayana Bali itu menjelaskan, Kemenpar sejak dua tahun terakhir atau 2015-2017 telah mengadopsi konsep branding, advertising dan selling (BAS) sebagai strategi pemasaran pariwisata. Hasilnya pun terlihat nyata.

“Kita bisa merasakan implikasi dari hasil branding dan advertising yang menggembirakan dengan Wonderful Indonesia yang semakin dikenal di luar negeri. Simply, we are on the right track (mudahnya, kita di jalur yang benar, red),” tuturnya.

Sedangkan untuk hard selling, sambung Pitana, memang lebih banyak bergantung pada kemauan dan kemampuan para pelaku industri pariwisata dalam menjual. Karenanya, Kemenpar tetap merasa terpanggil untuk mem-back up pelaku industri pariwisata  melalui branding dan advertising.

“Branding dan advertising ini  tetap perlu dijalankan untuk mencapai target 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2017,” sebutnya.

Selain itu Pitana juga mengatakan, melalui melalui bimtek promosi pariwisata di luar negeri maka pemda dan pelaku industri pariwisata di daerah akan memperoleh gambaran yang lebih luas dan detail mengenai bentuk aktivasi promosi yang rutin dilakukan.

“Harapannya melalui acara ini akan lebih tercipta sinergitas kegiatan promosi pariwisata di luar negeri antara Kemenpar, para Dinas Pariwisata terkait dan para pelaku industri pariwisata dalam rangka pencapaian target kunjungan 15 juta di tahun 2017,” katanya. (*)

Banten Travel Mart 2017 Sukses Besar

0

Sukses!!!

Ya, Banten Travel Mart (BTM) 2017 sukses menghadirkan buyers jauh lebih banyak dibanding sellers. Bahkan Buyers luar negeri mendominasi sebanyak 42 orang!!!

Acara yang digelar di Tanjung Lesung Beach Hotel, Pandeglang, Banten 19-21 April 2017 itu ialah momentum mempromosikan branding Wonderful Indonesia dalam strategi BAS (Branding, Advertaising, dan Selling).

“Event perdana ini harus berkelanjutan, karena responnya bagus. Dinas Pariwisata bersama ASITA berhasil membranding Banten. Tercatat buyers 170 dan seller 30, ini bagus,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty yang didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Hendri Karnoza Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar, Rabu (19/4).

Dari 170 buyers yang hadir, 30 orang dari Malaysia, 4 orang dari Tiongkok, 4 orang dari Singapura, 4 orang dari Mongolia, dan sisanya dari Indonesia, termasuk DPD ASITA.

“Ini satu implementasi dari salah satu strategi untuk mendorong Tanjung Lesung sebagai prioritas untuk pengembangan destinasi. Kemudian juga untuk bagaimana salah satu destinasi ini punya share untuk pencapaian target wisman atau wisnus,” kata Esthy.

Provinsi Banten yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.

“Kami akan bantu untuk promosi pariwisata di Banten karena semua pihak harus berpartisipasi dari mulai eksekutif dan legislatif, antara buyers dan sellers nanti juga harus bisa mendapatkan banyak transaksi di Tanjung Lesung, imbasnya Tanjung Lesung semakin mendunia,” jelas Esthy.

Pantai Sawarna merupakan Hidden Paradise dan msh sangat alami terletak di Banten

Ketua ASITA Banten Mukhlis Ikhsor Gatot menambahkan, sejak ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai 10 destinasi prioritas pemerintah, diharapkan BTM 2017 bisa meningkatkan 100% kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Banten pada tahun ini.

“Akan ada kerjasama antara pelaku bisnis dalam dan luar negeri. Ini bisa meningkatkan peran industri wisata untuk kesejahteraan masyarakat Banten,” ujar Mukhlis.

Melihat animo peminat BTM 2017, lanjut Mukhlis, acara ini diputuskan menjadi agenda tahunan. Menurutnya, Provinsi Banten tidak hanya dikenal karena keindahan wisata alamnya, ternyata Banten juga dikenal dengan wisata budaya dan religinya, karena Banten memiliki kearifan lokal budaya dan religi yang kuat.

“Ini akan menjadi tahunan. Sellers harus menciptakan paket-paket wisata yang mampu menahan wisatawan tinggal lebih lama di Banten. Banyak destinasi-destinasi yang bisa ditawarkan,” kata Mukhlis.

Sedemikian eksotisnya hingga banyak yang membuat penilaian berdasarkan keunikan dan popularitasnya, yakni sebagai Tujuh Keajaiban Banten (7 Wonders of Banten). Antara lain Banteng Lama, Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Sangiang, Suku Baduy, Pulau Umang, Gunung Krakatau, dan Rawadano.

Sementara, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati menilai, penyelenggaran kegiatan ini memiliki economic value yang terbukti dapat menjadi daya tarik yang berdampak langsung pada bidang kepariwisataan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan sektor-sektor lainnya yang saling terkait, khususnya dalam pembangunan pariwisata.

“Tidak hanya Tanjung Lesung yang dijual. Karena dalam menuju Tanjung Lesung, kita melewati banyak destinasi wisata dari jalur mana pun. Ini yang harus dimanfaatkan. 7 Wonders of Banten sangat bisa untuk dijual,” jelas Eneng.

Selain itu, Banten juga memiliki kekuatan dalam bidang kuliner dan kerajinan UMKM yang sangat menarik dan diminati wisatawan. “Banten kaya kuliner, dan hasil seni UMKM-nya memiliki nilai seni yang tinggi,” ucapnya.

“Selamat dan sukses Banten Travel Mart 2017! Terus bangun atraksi baru di destinasi unggulan Banten, agar wisman yang berkunjung ke sana bisa memperoleh banyak pilihan untuk berwisata. Salam Pesona Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya, yang semakin detail memantau pengembangan destinasi itu. (*)