Senin, 13 April 2026
Beranda blog Halaman 13426

Di Hong Kong “Presiden Jokowi” Promosikan Pariwisata Indonesia

0

Patung lilin “Presiden Jokowi” di Madam Tussauds Museum, Hongkong, 1 Mei 2017 resmi dipamerkan. Sama seperti gaya Presiden Jokowi patung itu mengenakan baju putih, lengan panjang, ditekuk di ujungnya.
“Saya kira ini bagus untuk promosi pariwisata kita! Setiap bulan nanti diganti background-nya dengan Bali, Danau Toba, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan lainnya. Itu akan menjadi promosi yang bagus buat pariwisata Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo, di depan patung lilinnya sendiri “Presiden Jokowi.”

Instruksi Presiden Jokowi yang seolah-olah dimention kepada “Presiden Jokowi” itu pun menjadi momen yang bagus. Dari sisi promosi dan marketing, “Presiden Jokowi” sedang memposisikan dirinsenagai bintang iklan, alias endorser Wonderful Indonesia yang jika divalue, saat ini posisinya paling kuat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya merasa sangat beruntung dengan gagasan original Presiden Jokowi itu. Dia adalah presiden dengan gaya marketing. Sampai soal patung lilin saja, dia arahkan menjadi alat promosi yang memperkenalkan pariwisata di Hongkong dan pengunjung Madam Tussauds Museum.

Ada tiga catatan Menpar Arief Yahya terkait ide Presiden Jokowi dengan mempromosikan destinasi branding di background patung itu. Pertama, pergantian backdrop itu disesuaikan dengan Calender of Events (CoE) di destinasi utama di Indonesia. Tiga Greater, Bali, Jakarta dan Kepri. Lalu destinasi branding dan 10 prioritas atau 10 Bali Baru.

Kedua, background juga bisa menjadi pintu untuk mempromosikan investasi di 10 top destinasi prioritas yang sedang dikembangkan Kemenpar. Ke-10 Bali Baru yang membutuhkan investasi pariwisata itu antara lain Danau Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kep Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulteng dan Morotai Maltara.

Ketiga, proses pergantian itu sendiri bisa diacarakan, bisa dibuat materi pross conference bersama, promosi bersama antara Madam Tussauds Museum dan Wonderful Indonesia.

“Agar menjadi pusat perhatian publik, dibuat kreatifnya, didesain gimmick-nya, diramaikan di media, dan diviralkan di medsos,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Tiga “jurus maut” itu bisa meng-amplifying messages atau pesan yang disampaikan Presiden Jokowi ke seluruh penjuru dunia. Dengan media digital, semua serba mungkin, lebih cepat, lebih high impact, lebih massif, dan bisa dideteksi dengan mudah melalui IT.

Dia mengingatkan, 70 persen travellers itu sudah search and share dengan media digital, dan medsos. Mereka tinggal membagi link, bisa jutaan manusia memviralkan. Karena itu, Arief Yahya yakin, menjadikan Presiden Jokowi sebagai endorser itu sangat kuat.

Mengapa pilihan manajemen Museum Madam Tussauds jatuh ke Presiden Jokowi? Tentu itu juga bukan rekayasa. Mereka pasti telah melakukan survei, akan popularitas, banyaknya fans, engagement-nya kuat, tokoh berprestasi, fenomenal, dan dikagumi penduduk dunia.

“Survei mereka sudah pasti valid! Tidak mungkin dalam memutuskan pilihan tokoh yang dipatungkan itu tidak punya magnit dunia!” ujar Menpar Arief. (*)

 

Abang None 2017 telah Terpilih, Siap Gaungkan Pariwisata

0
foto: harnas.co

Bertempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu, 29 April 2017, terpilih tiga wakil finalis Abnon salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tersebut untuk adu kehebatan di pemilihan Abnon DKI Jakarta.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Hidayat mengatakan, pemilihan Abnon Kepulauan Seribu kali ini mengusung tema Seribu Kontribusi Untuk Satu Destinasi dan digelar dengan konsep rakyat.

Kata Esthy, setelah melalui pertimbangan dan penilaian dewan juri yang cukup kompetitif, akhirnya terpilih sebagai juara 1 Abnon Kepulauan Seribu 2017 yaitu Adi Jaya dan Sabrina.

Kemudian pemenang wakil 1 yaitu Andri Marsyadi Tri Nugroho dan Rifka, lalu pemenang wakil 2 yaitu Satria Kamirah dan Rizki Soraya Diva.

“Kemenangan ini adalah kemenangan Kepulauan Seribu untuk terus mendunia dan pariwisata Indonesia terus bergairah, kami akan satu komitmen dengan pemerintah untuk mendongkrak kunjungan Wisman (Wisawatan Mancanegara,Red),” ujar Adi usai terpilih.

Dalam pemilihan tersebut juga muncul juara harapan 1 yang disabet oleh Evander dan Claudia Annissa, lalu juara harapan 2 diambil oleh Abdul Rochman dan Yuliette Natasha, serta juara favorit dimenangkan oleh Rahaditya dan Angelia Rizki.

Sebelumnya, dari total 121 peserta, yang lolos seleksi berjumlah 119 orang, terdiri dari 42 Abang dan 77 None, dan akhirnya terpilih 30 finalis Abnon.

Setelah itu diambil tiga finalis dari Abnon Kepulauan Seribu yang terpilih sebagai pemenang pertama, pemenang wakil 1 dan wakil 2 untuk berpartisipasi dalam pemilihan Abnon tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pemilihan, kemarin malam, dimulai pada pukul 19.00 ini pun dimeriahkan dengan beragam acara yang melibatkan finalis serta muda mudi berbakat Kepulauan Seribu. Mulai dari pertunjukan marawis, tari tradisional, adu pantun, puisi, live music oleh Omega Band, serta penampilan bintang tamu Marchel Siahaan.

Acara final pemilihan juara Abnon Kepulauan Seribu ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo. Dalam pidatopembukaannya, Budi mengungkapkan jika semua finalis diharapkan dapat  mempromosikan potensi pariwisata di Kepulauan Seribu.

“Sejak jadi finalis, Abnon Kepulauan Seribu ini adalah pemenang, dan dapat menampilkan yang terbaik untuk kemajuan pariwisata di Kepulauan Seribu, terutama mentarget” ujar Budi yang juga diamini Esthy.

Esthy juga berharap agar para finalis Abnon Kepulauan Seribu menjadi endorser pariwisata yang bisa mempromosikan dan menarik turis domestik maupun mancanegara datang ke pulau-pulau wisata yang ada di wilayah Kepulauan Seribu.

Esthy menambahkan, dukungan diberikan Kemenpar lantaran Kepulauan Seribu saat ini merupakan salah satu destinasi wisata prioritas yang masuk ke dalam ’10 Bali Baru’ yang sedang dikembangkan sebagai destinasi kelas dunia oleh Menpar Arief Yahya.

Menurut Esthy, karena merupakan gugusan kepulauan, Kepulauan Seribu tentunya memiliki berbagai potensi wisata yang bisa dikembangkan, terutama dari sektor bahari.

“Jadi, untuk para Abnon Kepulauan Seribu2017 yang nantinya bakal terpilih harus punya wawasan pariwisata yang luas terutama mengetahui betul seluruh potensi wisata yang ada diKepulauan Seribu,” katanya.

“Tujuannya, agar informasi wisata yang disampaikan atau dimuat di medsos-nya tepat dan menarik,” sambung Esthy didampingi Hidayat.

Wawasan dari Abnon ini pun di uji oleh para juri yang diketuai oleh Imron, Spdmm, pada malam final. Seluruh finalis satu persatu diberikanbeberapa pertanyaan berbeda. Salah satunya adalah mengenai cara dan upaya dalam mengembangkan pariwisata di Kepulauan Seribu.

Pertanyaan ini mendapat jawaban yang beragam dari para finalis. Ada yang menjawab dengan cara menonjolkan kebudayaan serta potensi alamnya hingga mempromosikan via media sosial.

Bupati Kabupaten Administrasi Kepuluan Seribu, Budi Utomo pun memberi ucapan selamat kepada para finalis yang telah terpilih untuk mewakili kepuluan seribu.

“Pemenang Abnon ini adalah yang terbaik untuk kita semua, kami berharap partisipasi Abnon terus berlanjut di tingkat Provinsi DKI dan kontribusinya makin baik untuk kemajuan pariwasata Pulau Seribu,” ujarnya saat menutup malam final pemilihan Abnon Pulau Seribu 2017. (*)

Pandeglang Food Festival 2017 Sedot Kunjungan Wisatawan

0

Desa Teluk Kecamatan Labuan, Pandeglang ramai, tak seperti biasa.

Di sana dihelat Pandeglang Food Festival 2017, 28-30 April 2017, lalu.

Festival itu diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjsama dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Pandeglang.

Acara itu didukung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Bidang Wisata Budaya Kemenpar bekerjasama juga dengan Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten.

Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam sambutannya menyampaikan perhelatan yang baru pertama di Pandeglang seperti ini harus dikembangkan dan dijalankan secara berkesinambungan.

“Masyarakat sangat antusias, bisa dikatakan ribuan orang datang ke Desa teluk ini. Ini akan menjadi daya tarik wisatawan baik wisatawan Pandeglang, Nasional, maupun mancanegara,” ujar Bupati Irna.

Lebih lanjut Irna menambahkan, masyarakat yang ikut andil dalam festival ini harus mempromosikan makanan khas yang ada di wilayahnya masing-masing, dan harus bisa membawa kenangan manis kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Wawan Gunawan mengatakan, dengan mulusnya jalan menuju tempat wisata yang notabene adalah jalan milik Pemprov Banten dan pemerintah pusat, dapat dipastikan sektor industri pariwisata di Pandeglang akan semakin maju.

“Alhamdulillah hari ini Pandeglang juga mendapat kunjungan bapak Ari Setiadi Moerwanto (Dirjen Binamarga Kemenpupera) ke Tanjung Lesung, semoga dengan kunjungan pak dirjen (kesini) dapat terus mengkaji kondisi jalan utama untuk pariwisata dan dapat memberikan keberkahan bagi kita semua,” ujar Esthy yang juga diamini Bupati.

Sementara, Ketua PHRI Pandeglang Widi Widiasmanto menjelaskan, “Ini bukan hanya seremonial belaka, disini kita ingin mengangkat ‘Angeun Lada’ sebagai makanan khas Pandeglang yang hampir saja terlupakan apalagi para kaum muda mudi. Dan berharap kedepannya makanan khas Pandeglang dapat menjadi makanan dalam menu utama di setiap restoran di Pandeglang khususnya di Kawasan Wisata, karena setiap wisatawan pasti mencari sesuatu yang khas di daerah tersebut.”

Peserta yang yang kami undang adalah dari lembaga pendidikan, masyarakat umum, para professional pengelola hotel, dan lintas dinas.

“Kami tidak menyangka apresiasi masyarakat yang ingin ikut andil dalam festival ini tidak seperti yang dibayangkan, sampai saat ini peserta yang masuk sudah lebih dari 100 orang,” sambungnya.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati, kegiatan Pandeglang Food Festival 2017 punya potensi besar menjadi wisata kuliner baru di Provinsi Banten sehingga akan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Pandeglang.

“Jika dikemas secara menarik dan bagus, Pandeglang Food Festival akan menghadirkan wisata kuliner baru di Banten,” ungkapnya.

Eneng menambahkan, “Saya sangat mengapresiasi acara kuliner Pandeglang Food Festival yang menghadirkan panganan lokal dan makanan yang terbuat dari sumber karbohidrat lain seperti singkong dan umbi-umbian.” tutur Eneng.

“Kita berharap masyarakat Pandeglang bisa mempersiapkan diri, dengan menjaga sapta pesona salah satu kebersihan lingkungan destinasi, kalau turis melihat kotor nanti kapok untuk datang lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Wisata Budaya Wawan mendukung penuh kegiatan Pandeglang Food Festival tersebut, dan berharap agar kegiatan tersebut dapat dilakukan setiap tahun sehingga mampu mempromosikan Pandeglang khususnya dibidang wisata kuliner secara luas.

“Kemenpar di bawah Pak Menteri Arief Yahya ini mendukung penuh kegiatan serupa dan akan membantu membuat acara ini lebih baik lagi, sehingga promosi Pandeglang akan lebih luas,” harap Wawan.

Kasubid Spa dan Kuliner Kemenpar Suheriyah Kemenpar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perhelatan tersebut. Kata wanita yang biasa disapa Ery itu mengatakan, kuliner menjunjung tinggi hakikat makanan sebagai jati diri bangsa. Keberagaman bukan perbedaan, tapi kesatuan dari pelbagai perbedaan justru membuat bangsa ini menjadi kuat.

“Dari makanan bisa menjadi perekat bangsa polesan seni hanya pemanis buatan agar indah dipandang, balutan budaya ini mencerminkan bangsa yang punya prestasi dibidang makanan dan seni budaya .Keduanya adalah produk budaya yang harus dilestarikan,” kata Ery. (*)

Family Friendly in Aceh

0
foto: myolivetravel

Selama tiga hari 26-28 April, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menawarkan paket wisata yang disebut Family Friendly melalui sales mission di tiga kota besar Malaysia.

Sales mission tersebut merupakan rangkaian promosi Wonderful Indonesia yang dilakukan Kementerian Pariwisata di Seremban, Malaka, dan Johor Bahru.

Aceh yang ikut serta dalam agenda itu langsung menawarkan paket

  • Wonderful Ramadhan in Aceh,
  • Discover Aceh,
  • Aceh Adventure,
  • Aceh Underwater,
  • Tsunami Heritage
  • Banda Aceh-Sabang
  • Wonderful Idul Adha in Aceh,
  • Muharram in Aceh,
  • Muhibbah Sejarah dan Budaya di Aceh, dan lainnya.

“Kegiatan ini juga menjadi strategi pemasaran pariwisata di Malaysia. Ada sejumlah paket wisata yang ditawarkan dalam kegiatan sales mission tersebut, khususnya paket wisata family friendly yang banyak dimiliki Aceh,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi, yang didampingi Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadani, Senin (1/5).

Reza berharap, penawaran paket-paket wisata tersebut, dapat menarik wisatawan Malaysia berkunjung ke Aceh. Apalagi tren kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh meningkat setiap tahunnya.

“Jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh terus meningkat. Tahun 2016 sudah mencapai 30.038 orang, naik dari tahun 2015 yang hanya 21.046 orang. Kami berharap tahun ini jumlahnya meningkat,” papar Reza.

Selain menawarkan paket wisata, sales mission di Malaysia juga menjadi ajang memperbaiki citra Aceh yang selama ini masih negatif oleh sebagian pelaku industri pariwisata di Malaysia. Utamanya terkait peraturan syariat yang dinilai terlalu ketat.

“Pencitraan Aceh selama ini masih negatif di luar negeri. Seperti pemakaian jilbab, masalah keamanan, akses, dan lainnya. Padahal, anggapan negatif tersebut bertolak belakang dengan kenyataannya. Aceh sangat aman dan kondusif,” timpal Rahmadani.

Selain Aceh, Kemenpar memfasilitasi 15 pelaku usaha bidang pariwisata (travel agent) di Indonesia untuk bertemu dengan para travel agent di luar negeri lewat sales mission ini. Pembukaan Sales Mission di Malaysia dimulai dari Saremban. Setelah Seremban, Sales Mission dilanjutkan di Malaka dan Johor Bahru.

“Sebanyak 15 travel agent dari Indonesia bertemu dengan 15 travel agent dari Malaysia. Harapannya, timbul kerjasama antara para travel agent dari kedua negara. Sehingga kita dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ujar Kepala Bidang Misi Penjualan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Pupung Thariq Fadhillah saat pembukaan Sales Mission di Hotel The Royale Bintang Saremban.

Pupung menjelaskan, Malaysia dipilih karena merupakan pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga memiliki kedekatan dengan Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari perspektif sejarah dan budaya pada kedua negara.

“Latar belakang sejarah, semua itu terkait, banyak leluhur-leluhur berasal dari Sumatera Barat datang ke Malaysia. Sebagian cikal bakal orang-orang di sini (Malaysia) berasal dari Indonesia,” kata Pupung.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana menambahkan, saat ini Malaysia masih berada di posisi empat besar pemasok kunjungan wisman terbanyak ke Indonesia setelah Tiongkok, Singapura, dan Australia. Adanya program Sales Mission ini diharapkan dapat meningkatkan wisatawan asal Malaysia.

I Gde Pitana menjelaskan, alasan Kemenpar membidik Seremban, Malaka, dan Johor Bahru pada Sales Mission kali ini, karena ketiga kota tersebut berada di semenanjung barat Malaysia. Seremban dan Malaka adalah kota-kota yang dekat dengan Kuala Lumpur. “Jadi sangat potensial untuk digarap dengan memanfaatkan hubungan Kuala Lumpur,” kata Pitana.

Istilah “wisata halal” oleh rapat di yang dipimpin I Gde Pitana di ATM Dubai, 25 April 2017, diputuskan, untuk kepentingan promosi, rapat mengusulkan menggunakan istilah “Family Friendly” Destination. Itu untuk menggantikan kata-kata Halal Tourism atau Muslim Tourism. Peserta rapat I Gde Pitana, Samsriono Nugroho, Judi Rifajantoro, Nia Niscaya, Rita Sofia, Ayu, VITO KSA, VITO Middle East, VITO Halal.

Menpar Arief Yahya menyebut Pasar Malaysia itu sangat cocok berwisata ke Indonesia. Mereka yang sudah berumur, cocok dengan Bali atau 10 destinasi prioritas. Mereka yang paruh baya bisa bermain golf. Kebetulan sudah ada 114 golf course Indonesia yang standar internasional. Sementara ibu-ibu dan anak-anak mudanya bisa berwisata belanja dan kuliner.

“Ada banyak destinasi menarik yang ditawarkan kepada pasar Malaysia. Dan jangan lupa, Indonesia sudah diakui sebagai ASEAN favourite destination. Berwisata ke Indonesia tidak akan rugi,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Banten Sukses Selenggerakan Festival Golok Day 2017

0
sumber: metrotvnews.com

Banten sukses menggelar Festival Golok Day 2017, 29-30 April kemarin.

Tahun ini, ada kejutan besar berupa golok jumbo sepanjang 5 meter yang ikut dipamerkan di tengah acara. Festival Golok Day ini merupakan upaya pemerintah Kota Cilegon dalam rangka melestarikan dan merayakan senjata tradisional khas Kota Cilegon. Tak hanya itu, event Golok Day juga mendongkrak potensi wisata budaya di Banten dan banyak menarik wisatawan.

Even ini memiliki serangkaian kegiatan eksklusif seperti Seminar Golok, Coaching Clinic Pembuatan Senjata, Demo Penggunaan Senjata, Pawai Pendekar, Festival Pencak Silat Nusantara, Golok Day Award dan Pameran Pusaka Nusantara.

Yang paling nenarik, golok sepanjang 5 meter dipamerkan di Festival Golok Day 2017. Alhasil golok ‘raksasa’ tersebut tak lepas dari ajang swafoto warga yang datang ke festival. Selain memamerkan golok tersebut, beberapa acara juga digelar seperti silaturahmi pendekar Nusantara, pawai pendekar, demo pembuatan senjata, dan pemeran senjata Nusantara. Namun golok raksasa memang menjadi salah satu magnet di festival.

“Dipamerkannya golok raksasa memang sengaja untuk membuat Festival Golok Day lebih menarik dari tahun lalu. Sebelumnya, puluhan pendekar berziarah ke makam mantan orang nomor satu di Kota Cilegon Tb. Aat Syafaat (alm). Beliau merupakan pencetus Golok Day pertama,” kata Ketua Pelaksana Festival Golok Day, Jamhari Sakti.

Pria yang juga Ketua Himpunan Pendekar Persilatan Banten (HPPB) ini menjelaskan, selain golok khas Banten seperti golok Sulangkar peninggalan suku adat Baduy Kabupaten Lebak dan Ciomas Kabupaten Serang, bukan berarti hanya golok khas Cilegon saja yang dimunculkan dalam agenda kebudayaan tersebut. Pihak panitia juga mengundang para perajin khas Banten Selatan dan Banten Utara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati menambahkan, Golok Day merupakan kegiatan yang menjadi salah satu ikon yang dapat mengangkat potensi seni budaya dan pariwisata Kota Cilegon.

“Kita akan dukung terus kegiatan ini. Meski hajat Kota Cilegon, namun esensinya ini milik bersama. Kita berharap kegiatan ini juga dapat mendorong banyak wisatawan datang pada acara tersebut,” kata Eneng.

Dalam kegiatan festival ini, seminar golok menghadirkan para pemateri seperti Dr. Sumiarto Aji, dosen Sejarah Antropologi Universitas Indonesia (UI) yang secara khusus mempelajari mengenai sejarah golok di Indonesia, Master Pembuat Senjata Kang Aken Sutra Sukendar dari Indonesian Blade Community dan dari Kasepuhan Golok Ciomas.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, dalam ajang kebudayaan lokal yang digelar di Kota Cilegon itu, Golok Day diharapkan dapat dimaknaibsebagai ajang kebudayaan tanah jawara yang tak tergerus zaman.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kebudayaan dan kearifan lokal di Banten bisa dipelihara dengan sebaik-baiknya bukan malah tradisi yang bagus dan istimewa ini hilang oleh arus modernisasi,” kata Esthy.

Esthy berharap agar festival kebudayaan ini dapat diselenggarakan lebih meriah pada tahun depan. Pihak Kemenpar dengab senang hati akan membantu mempromosikannya. “Kita akan bantu mempromosikannya melalui media sosial, media berita, baliho, dan lain-lain agar tidak hanya wisatawan lokal saja yang datang, tapi juga wisatawan mancanegara,” ujar Esthy.

Menpar Arief Yahya menyebut Banten kaya akan tradisi dan budaya yang kuat. Banten juga sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Top Destinasi dengan Tanjung Lesung sebagai ikon.

“Dan ada sekarang ada Festival Golok Day 2017. Ingat, wisman datang ke Indonesia itu 60% karena culture, 35% karena nature, dan 5% alasan man made,” papar Menpar Arief Yahya. (*)

Pegawai KSOP Tanjungpinang Terjaring OTT Pungli

0
HS (baju putih), digiring petugas Polisi Tanjungpinang,
Foto: Osias De/batampos

batampos.co.id – HS, Pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Tanjungpinang, di Pelabuhan domestik Sri Bintan Pura (SBP), Senin (1/5) sekitar pukul 13.00 WIB.

Operasi tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan. Dalam operasi itu, selain mengamankan satu orang pegawai KSOP Tanjungpinang, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Informasi yang dihimpun, dugaan pungli yang dilakukan petugas KSOP itu yakni melakukan pungutan liar kepada operator kapal yang hendak berangkat atau berlayar dari Pelabuhan domestik SBP. Adapun, petugas yang diamankan yakni yang bertugas mengecek jumlah penumpang dalam setiap kapal yang berlayar.

Pantauan dilapangan, petugas KSOP tersebut pun langsung digiring ke Polres Tanjungpinang untuk menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pungli tersebut. Selain itu, OTT tersebut pun menjadi tontonan warga yang berada di Pelabuhan SBP.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, membenarkan pihaknya melakukan OTT di Pelabuhan domestik SBP dan mengamankan satu orang pegawai KSOP. Dari operasi tersebut pihaknya menyita sejumlah barang bukti diantaranya uang senilai Rp 2,6 juta.

“Selain uang ada juga catatan jumlah penumpang kapal. Yang diamankan baru satu orang,”ujar Joko, ditemui di kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Dikatakan Joko, oknum yang diamankan pihaknya yakni petugas piket yang melakukan pengecekan terhadap kapal. Modus pungli sendiri yaitu apabila adanya kelebihan penumpang, maka operator kapal membayar kepada mereka.

“Dia yang tukang ceking kapal, jadi agen kapal memberikan uang ke dia (HS), agar dikeluarkan surat jalan,”kata Joko.

Diterangkan Joko, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai KSOP itu. Pihaknya pun juga akan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi lainnya.

“Masih kami periksa dulu. Ini kan kami juga belum tau kemana saja aliran dananya,”terang Joko.

Sementara itu, pantauan di Satreskrim Polres Tanjungpinang. HS, langsung menjalani pemeriksaan di ruang unit Tipikor Polres Tanjungpinang. Sedangkan empat orang saksi yakni Kepala Pos Pelabuhan SBP, Sutoyo dan pegawai KSOP serta agen kapal MV Marina menjalani pemeriksaan diruang lainnya.(ias)

Membuka Wawasan Jurnalis tentang Kebijakan Kepariwisataan

0
Nuansa Borobudur hadir di Homestay Desa Wisata Gnomon Urip, karya Aditya dan tim. Foto: istimewa

Menpar Arief Yahya memiliki jurus Pentahelix Yakni

  • Academician,
  • Business,
  • Community,
  • Government
  • Media-

Jurus ini terus dipupuk oleh Kemenpar.

Karena inilah ekosistem kepariwiaataan yang harus solid, speed dan smart berjamaah.

Inline dengan corporate culture yang dibangun Menteri Arief Yahya dengan istilan WinWay, Wonderful Indonesia Way. Atau benar-benar the way to win! Isi WinWay, dengan solid, speed, smart itu akan diaampaikan dalam Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) serta dari Magelang berlangsung di  Jogjakarta, Kamis (4/5).

Tema workshop ini adalah “Kebijakan Pengembangan Pariwisata 2017: dengan prioritas utama Go Digital, Homestay, dan Aksesibilitas.” Acara ini akan dibuka oleh Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara sekaligus menjadi narasumber bersama Bupati Sleman H.Sri Purnomo, Staf Khusus Menteri Pariwisata bidang Komunikasi dan Media Muh Noer Sadono, Ketua ASITA Provinsi DIY Udhi Sudiyanto, dan Dirut Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) Edi Setijono.

Workshop ini menjadi sangat penting.

Pertama, untuk meningkatkan pemahaman para jurnalis  tentang kebijakan kepariwisataan menuju  target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 265 juta wisatawan nusantara (wisnus) tahun ini 2017. Menuju angka 20 juta wisman dan 275 juta wisnus pada 2019 mendatang.

Kedua, media adalah satu dari 5 unsur pentahelix yang menjadi stakeholder pariwisata. Karena itu, mereka harus mendapatkan update yang aktual.

Ketiga, acara ini dilangsungkan di Jogja, karena berada di satu dari 10 top destinasi, atau 10 Baru. Joglosemar menjadi salah satu pilar dari destinasi prioritas dengan ikon Borobudur. Karena itu pemahaman tentang prioritas itu menjadi sangat mendesak.

Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, pemerintah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena kegiatan pariwisata merupakan cara yang paling mudah, murah, dan cepat untuk meningkatkan devisa, PDB, dan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu; kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas,  pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix. Kerjasama semua unsur pariwisata sebagai Indonesia Incorporated  menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai  leading sector  perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.

Seketaris Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan kali kedua, pertama belum lama ini dilakukan bagi para jurnalis di Greater Bali (Bali, NTB, dan NTT) kemudian dilanjutkan untuk jurnalis Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) serta dari Magelang sebagai kota terdekat  dengan destinasi Borobudur.

“Joglosemar merupakan pintu masuk (entry gate) bagi wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah dan Jogjakarta, sedangkan Borobudur yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas menjadi magnet utama dalam membangun kerjasama pariwisata Joglosemar,” kata Ukus Kuswara.

Ukus Kuswara menjelaskan, kesiapan Joglosemar sebagai destinasi unggulan terlihat dari aksesibilitasnya antara lain memiliki 3 bandara internasional (Bandara Achamad Yani, Bandara New Yogyakarta, dan Bandara Adi Soemarmo). Dan sebentar lagi akan segera memiliki bandara terbaru, terbesar, terbesar, di Kulonprogo.

Joglosemar sudah lama menjadi  detinasi favorit bagai wisatawan kapal pesiar (cruise) dunia yang singgah di pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Semarang- Borobudur–Solo-Yogyakarta) serta menjadi destinas favorit bagi wisman Eropa yang mengikuti paket tour Java-Bali Overland.

“Kesiapan ini menjadikan Joglosemar ditetapkannya sebagai destinasi wisata yang dibranding (destination branding) oleh Wonderful Indonesia; selain Greater Jakarta, Greater Bali, Greater Kepri (Kepulauan Riau), Wakatobi Bunaken, Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, dan Bandung.

Dengan ditetapkan sebagai destination branding, Kemenpar gencar melakukan strategi branding dan integrated marketing communication Joglosemar bersama Wonderful Indonesia ke mancanegara.

Joglosemar mempunyai Borobudur sebagai magnet utama dalam menarik kunjungan wisman. Borobudur sebagai UNESCO Heritage Site setelah menjadi destinasi prioritas atau menjadi “Bali Baru” dengan sistem pengelolaan single management diharapkan kunjungan wisman ke sana akan meningkat pesat.

Sebagai perbandingan (banch marking) tahun 2014 Borobudur dikunjungi sebanyak 254.082 wisman, sedangkan Angkorwat Kamboja dan Georgetown Penang Malaysia juga sebagai UNESCO Heritage Site masing-masing dikunjung 2,3 juta dan 720 ribu wisman.

Top 3 Program Kemenpar 2017

Staf Khusus Menteri bidang Komunikasi dan Media Muh Noer Sadono menjelaskan Top 3 Program Kemenpar 2017;  digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas udara yang diterapan tahun ini.

“Saat ini kita berada di era digital. Aktivitas keseharian kita tidak lepas dari digital. Bangun tidur yang dicari pertama; handphone dan yang dipencet pertama button WA, IG, FB, Twitter, Line, dan sebangsanya. Kita baru sadar bahwa kita ini hidup di dua alam; dunia nyata dan dunia maya keduanya  harus eksis. Inilah digital lifestye,” kata Don Kardono.

Don menjelaskan, digital lifestyle telah merubah perilaku para traveler menjadi lebih; mobile, personal, dan interactive.

“Data menunjukkan bahwa 70% traveler melakukan search dan share melalui media digital,” kata Don Kardono seraya mengatakan, termasuk dalam me-search dan share informasi atau berita pariwisata terbaru mereka sudah digital.

Laporan TTCI 2017 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menyebutkan, pariwisata Indonesia berada di ranking 42 dunia atau naik 8 peringkat dari posisi tahun 2015 yang lalu di ranking 50 dunia. Sementara itu Malaysia turun 2 peringkat di posisi 26, Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di ranking 34.

“Target pariwisata  Indonesia tahun 2019 berada di peringkat 30 dunia. Ini menjadi tantangan besar untuk mewujudkan target tersebut dan memperlukan peran serta semua semua pihak dalam Indonesia Incorporated,” jelasnya.

Secara umum TTCI 2017  melaporkan, pariwista Indonesia naik di peringkat 42  dengan skor 4,16 dari posisi tahun 2015 berada di peringkat 50 dengan skor 4,04. Kenaikan skor tersebut karena ada 14 pilar penilaian  beberapa di antaranya mengalami kenaikan antara lain; Business Environment naik 3 trap, dari 63 ke 60. Health and Hygiene naik 1 level, dari 109 ke 108.

“Tertinggi adalah International Openess naik drastis, dari 55 ke 17 karena faktor kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang gencar disosialisasikan dalam dua tahun terakhir ini.  Selain itu Prioritization Travel and Tourism juga naik dari 15 ke 12,” kata Don Kardono.

Workshop yang diinisiasi Komblik Kemenpar ini akan dikkuti 50  jurnalis media cetak, online, dan elektronik dari Semarang, Yogyakarta, Solo dan Magelang (Forum Wartawan Joglosemar) dan Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta. Kegiatan  workshop sebelumnya juga dilasanakan di Kuta Bali, baru-baru ini dan  diikuti jurnarlis Great Bali (Bali, NTB, dan NTT) dan perwakilan media asing  di Bali. (*)                 

Festival Pesona Batu Pinagut akan Pecahkan Rekor Bakar Tinadal Terpanjang

0

Pesona Batu Pinagut akan digelar 15-20 Mei oleh  Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara.

Pada kesempatan ini bakal ada pemecahan rekor Bakar Tindalal (makanan khas) terpanjang.

Event nasional Pesona Batu Pinagut, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata demi memajukan perekonomian masyarakat. Untuk itu atraksi yang diadakan diperbanyak mulai dari Festival Kuliner, Festival Budaya, dan Festival Permainan Tradisional.

“Selain itu juga ada aneka perlombaan seperti lomba foto, lomba Kutinting Race, dab lomba perahu hias. Di puncaknya juga bakal ada pameran pembangunan Bolmut Expo, pameran Anggrek, Pemilihan Boulo Vuyu, seminar pariwisata dan pemecahan rekor Bakar Tindalal,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bolaang Mongondow Utara SH Ponongoa, Minggu (30/4).

Pantai Batu Pinagut diandalkan pemerintah untuk menarik wisatawan berkunjung, sebab memiliki keindahan yang luar biasa. Hamparan pasir putihnya sangat panjang, sehingga membuat pengunjung leluasa untuk menikmati indahnya alam di pesisir pantai.

Di kawasan pantai ini, juga telah dibangun gazebo, dengan akses jalan memadai dan bisa dijangkau pengunjung dengan mudah, sebab berada di Ibu Kota Boroko.

Ponongoa menjelaskan, Pemerintah Pemkab Bolmut tidak henti-hentinya mempromosikan Pesona Festival Batu Pinagut. Terakhir, Bandara Samratulangi, Manado dipenuhi materi iklan yang menggambarkan menariknya Festival Pesona Batu Pinagut.

“Pemkab Bolmut sangat berterima kasih pada PT Angkasa Pura sebagai pengelola Bandar udara Samratulangi yang membantu promosi secara gratis. Kami akan terus berupaya agar Bolmut sama dan sejajar dengan daerah berkembang lainnya di Sulawesi Utara (Sulut) pada lingkupnya,” sambung Ponongoa.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengatakan, festival ini merupakan komitmen pemerintah, salah satunya untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas, karena daerah ini memang punya potensi di sektor pariwisata.

Lewat Festival Pesona Batu Pinagut, Esthy berharap acara yang sudah menjadi agenda nasional tersebut mampu menarik wisatawan lokal atau mancanegara.

“Kegiatan ini untuk pengembangan daerah yang punya potensi pariwisata. Kita punya banyak potensi wisata yang luar biasa yang harus kita kunjungi, sehingga bisa menyampaikan pada dunia bahwa potensi wisata kita tak kalah dengan mancanegara,” kata Esthy.

Dalam Festival Pesona Batu Pinagut, Esthy senang beragam atraksi seni budaya dan potensi daerah dipamerkan. Menurutnya hal ini akan membangkitkan semangat daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Jangan hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) saja yang merasakan dampak positif dari festival ini, tapi masyarakat Kabupaten Bolmut juga. Makanya perlu digaungkan secara luas, sehingga bisa berlangsung sukses,” pungkas Esthy. (*)

Tanjung Lesung Genjot Daya Saing

0
Peresmian Mongolian Culture Center Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (26/11/2016) lalu. Foto: istimewa

Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten jaraknya dari Jakarta hanya sekitar 160 kilometer.

Saat ini, prioritas dalam memoles Tanjung Lesung dengan rumus 3A Menpar Arief Yahya, yakni akses atau aksesibilitas. Pemerintah bahkan telah menetapkan akses ke Tanjung Lesung harus bisa ditempuh melalui darat dan udara.

“Untuk menghidupkan pariwisata Tanjung Lesung, saya minta ke Presiden Jokowi, dibangun tol 84 km dari Serang-Panimbang, dan saat ini progress,” kata Arief Yahya.

Untuk akses darat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah diinstruksikan Presiden Jokowi untuk mewujudkan tol Serang-Panimbang. Ida Irawati selaku person in charge (PIC) Tanjung Lesung pada Pokja 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan, progres untuk tol Serang-Panimbang saat ini dalam tahap detail engineering design (DED).

Seiring tahap DED oleh Kementerian PUPR, lahan untuk jalan tol pun mulai dibebaskan. “Untuk pelaksanaan pembebasan lahan dikoordinasi BPN (Badan Pertanahan Nasional, red),” ujar Ida.

Tapi karena realisasi jalan tol Serang-Panimbang masih cukup lama, maka Ketua Tim Pokja Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar Hiramsyah S Thaib mendorong perbaikan jalan nasional. Ida menuturkan, Hiramsyah pada 26 April lalu bertemu dengan pihak Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Sinyal positif pun muncul dari kementerian yang dipimpin Basuki Hadimoeljono itu. Saat ini fokus Ditjen Bina Marga dalam melaksanaan program infrastruktur adalah perbaikan jalan nasional  berbasis  destinasi wisata.

“Yakni dengan memperhatikan spot unggulan daya tarik wisata, termasuk dalam program perbaikan Jalan Nasional Citeureup-Tanjung Lesung sampai ke arah Ujung Kulon dan menuju ke objek wisata Pelabuhan Ratu dan seterusnya,” tutur Ida.

Lantas bagaimana dengan akses udara? Pada 4 Mei mendatang akan ada pertemuan antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten dan stakeholder lainnya termasuk Kementerian Perhubungan, Perhutani dan Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Jika tak ada kendala, maka bandara baru di Pandeglang untuk mempercepat akses ke Tanjung Lesung akan dibangun di lahan Perhutani di Desa Kutamekar, Kecamatan Sobang. Tapi yang paling memungkinkan untuk dikebut adalah pembangunan airstrip atau  landas pacu sepanjang 1.200 meter dengan lebar 23 meter.

Meski akses belum sepenuhnya beres, tapi amenitas di Tanjung Lesung terus berkembang. Hal itu terlihat dari pembangunan vila dan resort yang terus berkembang.

Hal yang menarik di Tanjung Lesung adalah wisata bahari. Karenanya, amenita untuk memanjakan pecandu wisata bahari pun benar-benar digarap serius. “Untuk yacht club dan dive center sedang tahap develope (pengembangan, red),” sebut Ida.

Tapi ada yang menggembirakan dari Tanjung Lesung. Yakni perbaikan indeks daya saing pariwisatanya.

Kemenpar bahkan menggandeng MarkPlus untuk menggelar workshop dalam rangka peningkatan daya saing KEK Tanjung Lesung. Workhop itu digelar pada 20-22 April lalu.

Salah satu rekomendasi workshop adalah mendorong Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkab Pandeglang untuk merancang strategi pemasaran. “Karena indeks daya saing merupakan indikator global dalam mengevaluasi peningkatan dan pengembangan destinasi pariwisata. Ada peningkatan indeks daya saing Tanjung Lesung,” tegasnya.

Hal menggembirakan lainnya dari Tanjung Lesung adalah dukungan pemerintah dan warga setempat. Yakni terkait kebersihan dan sanitasi.

Akan ada hibah lahan dari PT Banten West Java (BWJ) untuk program penanganan sanitasi. “Salah satunya toilet pariwisata di KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, red) Tanjung Lesung,” pungkasnya.(*)

Kompak Sukseskan Dieng Culture Festival 2017

0
Suasana homestay di Dieng.

Dieng Culture Festival (DCF) 2017 yang digelar 4-6 Agustus 2017

Paguyuban Homestay Dieng Kulon yang beranggotakan 140 homestay siap menyukseskan festival itu.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Homestay Dieng Fortuna Dyah Setyowati, Minggu (30/4).

Kesiapan ditunjukkan dengan menyiapkan tempat penginapan, kordinasi dengan panitia penyelenggara hingga renovasi dan penambahan kamar baru. Hal tersebut bisa terlihat di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Sejumlah homestay tampak dibongkar, ditambah ruang, kamar mandi ataupun sekadar dicat.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik. Melayani para tamu hingga mereka punya kenangan indah pada Dieng. Karena bagi kami, DCF tidak untuk sekali ditonton, sekali didatangi. Tahun-tahun yang akan datang masih akan berjalan,” ujar Tina, panggilan akrab Fortuna Dyah.

Sejumlah homestay yang melakukan renovasi misalnya Cassablanca, Acacia dan Adenium. Bau cat baru juga tercium di Kenanga Homestay.

Cassablanca menambah kamar di lantai atas. Acacia merombak salah satu kamarnya yang menghadap ke arah Kompleks Candi Arjuna.

“Diganti kaca besar sehingga saat bangun tidur, tamu bisa langsung melihat pemandangan yang indah,” kata Alif, pemilik Acacia yang juga Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa.

Sedangkan pemilik Adenium mengatakan akan membongkar homestay-nya.

“Menambah kamar di lantai bawah maupun atas. Yang lantai atas jadi kamar double bed dengan kamar mandi dalam,” ungkap Siti Cholifah, pemilik Adenium.

Penambahan kamar itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan saat DCF. Pada tahun 2016 lalu, pengunjung DCF mencapai 150 ribu orang. Mereka memang menginap tidak hanya di Dieng Kulon tetapi juga di Dieng Wetan, Kepakisan, Pathak Banteng dan desa-desa di sekitar.

Namun, Dieng Kulon sebagai tuan rumah DCF harus lebih siap. Termasuk menerima tamu dengan penuh keramahan.

Dieng Culture Festival 2017 dengan tema The Spirit of Culture berisikan sejumlah acara. Di antaranya Sendratari Rambut Gembel, Jazz Atas Awan, Festival Caping Gunung, Ritual Cukur Rambut Gembel, Akustik Atas Awan, Kirab Budaya, Parade Kesenian, Pesta Lampion, Ekspo UKM dan Purwaceng.

Menpar Arief Yahya menempatkan homestay desa wisata itu sebagai top three atau 3 program utamanya. Selain Go Digital dan Air Connectivity. Homestay itu adalah sharing economy yang diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat, karena di pariwisata itu benefit langsung dirasakan oleh masyarakat.

Homestay itu, menurut Menteri Arief Yahya, harus dikembangkan lebih banyak dan cepat di tanah air. Pertama, jumlah kamar hotel untuk target 20 juta wisman 2019, pasti tidak cukup. Sedangkan membangun hotel baru, juga tidak bisa cepat, dan tidak bisa masif.

“Homestay adalah solusinya!” kata Arief Yahya yang menyebut sharing economy atau dalam bahasa Presiden Jokowi disebut ekonomi gotong royong.

Kedua, homestay memperkuat karakter ke-Indonesiaan dengan arsitektur nusantara. Memgembalikan ciri khas budaya lokal, dari heritage building, yang bisa memperkuat atraksi wisata di daerah.

“Di Jawa, misalnya menggunakan konsep joglo pendopo. Di Sumbar dengan begonjong. Di Sumateri Bagian Utara dengan rumah panggung Melayu, dan lainnya,” kata Menteri Arief.

Menpar Arief Yahya bahkan meminta, ada karakter ke-Indonesiaan dari bahan bangunannya. Gunakan bambu, pohon nyiur, rotan, atau produk asli Indonesia lain yang tidak akan kesulitan mencari bahan bakunya. Lebih eco-green, lebih mudah dan murah maintenance-nya.

“Tetapi tetap artistik dan menjadi atraksi yang kuat karena culture-nya,” kata dia.

Ketiga, digitalisasi homestay desa wisata. Kemenpar memfasilitasi semua homestay dan pondok wisata untuk go digital. Free mendapatkan website developer yang sudah commerce. Free booking system dan payment engine. Free asistensi sampai bisa mengelola sendiri web untuk promosi.

“Saya masih siapkan aplikasi untuk buat laporan keuangab, laba rugi, neraca dan cashflow. Tiga itu sudah cukup untuk menaikkan level cara berpikir sebagai industri,” kata Arief Yahya. (*)