Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13431

Panti Pijat Diduga Dijadikan Tempat Prostitusi

0
Di kamar ini pijat dilakukan, di kamar ini pula si pemijat tidur sehari-hari. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menutup panti pijat (massage) yang diduga beroperasi sebagai tempat prostitusi.

Kepala bidang (Kabid) Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan non Perizinan BPM-PTSP, Agus Haryono, mengatakan rencana penutupan panti pijat yang diduga menyalahi izin operasional tersebut, dikarenakan pihaknya sering menerima laporan dari masyarakat bahwa tempat itu juga mengoperasikan prostitusi terselebung.

“Jika memang terbukti bermasalah akan kami tutup. Untuk proses hukumnya diserahkan kepada pihak berwajib. Karena bukan kewenangan kami.  Untuk penertibannya kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan instansi terkait lainnya,”ujar Agus, Minggu (16/4).

Dikatakan Agus sesuai data yang ada dipihaknya. Ada puluhan panti pijat yang tersebar di Tanjungpinang. Dari sekian banyak, panti pijat tersebut banyak yang belum memiliki izin.

“Sepengetahuan kami, panti pijat yang menyediakan layanan esek-esek itu ada tulisannya panti pijat tradisional. Saat kami hendak turun dan bertindak, informasinya bocor. Jadi pas turun tidak ditemukan dan tidak bisa kami tutup,” kata Agus.

Sementara itu, saat ditanya pengawasan terhadap panti pijat tersebut, Agus menyebutkan pengawasan bukan tanggung jawab pihaknya. Melainkan diserahkan kepada pihak instansi yang memberikan rekomendasi dan perangkat RT/RW setempat, serta Satpol PP Pemko Tanjungpinang.

“Kami juga kesulitan untuk membedakan panti pijat yang diduga sebagai tempat prostitusi terselubung,”ucapnya.

Sedangkan untuk pemberian izin, sambung Agus, BPM-PTSP hanya memberikan izin secara administrasi sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Pariwisata, RT, RW dan Kelurahan setempat.

“Untuk itu kami meminta kepada semua pihak agar melaporkan dan memberikan informasi terkait panti pijat yang dijadikan sebagai tempat prostitusi,”sebut Agus.(ias)

Indonesia Butuh 21 Ribu Guru Agama Islam

0
ilustrasi F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) ngebut menyiapkan guru agama berkualitas.

Kemenag memroyeksikan kebutuhan guru agama Islam di sekolah mencapai 21 ribu orang.

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan ada dua poin penting dalam rencana reformasi kampus keguruan di bawah bendera Kemenag. Pertama adalah penguatan kolaborasi kampus keguruan dengan madrasah bidanaan.

’’Hampir semua kampus di Kemenag memiliki jurusan keguruan. Jadi semuanya LPTK,’’ katanya di Jakarta kemarin (15/4).

Dia menuturkan pertumbuhan kolaborasi antaran kampus keguruan dengan madrasah binaan cukup bagus. Guru besar UIN Alauddin Makassar itu berharap semakin banyak kampus keguruan yang menggandeng madrasah binaan. Sehingga mahasiswa calon guru memiliki wahana untuk mengasah kemampuan mengajarnya. Saat ini madrasah binaan kampus yang memiliki kualitas bagus adalah Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah.

Poin kedua reformasi kampus keguruan oleh Kemenag adalah porsi kuliah. Menurut Kamaruddin saat ini koposisi kuliah cenderung fokus pada pegnuatan pedagogik atau ilmu kependidikan.

’’Sementara penguasaan materi yang akan diajarkan lemah,’’ tuturnya. Ke depan menurut Kamaruddin, kemampuan pedagogik dan penguasaan materi harus seimbang.

Kamaruddin berharap dengan reformasi ini kampus di bawah Kemenag mampu mencetak calon guru berkualitas. Khususnya guru agama untuk ditempatkan di sekolah. Menurutnya kekurangan guru agama di sekolah umum mencapai 21 ribu orang. Kekurangan ini cukup riskan jika diisi oleh guru agama dengan kompetensi yang lemah. Dia menegaskan salah satu kompetensi guru agama ideal versi Kemenag adalah yang mampu menebar Islam yang rahmatan lil alamin.

Senior Manager USAID Prioritas Ajar Budi Kuncoro mengatakan, mereka diajak kolaborasi menjalankan reformasi kampus keguruan di bawah naungan Kemenag. Budi mengatakan ada dua masukan dari USAID Prioritas kepada Kemenag. ’’Pertama memang benar harus diperkuat hubungan kampus dengan madrasah atau sekolah binaan,’’ paparnya. Kemenag tidak perlu membangun madrasah baru. Tetapi bisa menggandeng madrasah yang sudah ada.

Masukan kedua adalah penguatan aspek keilmuan dan pedagogik. Menurutnya materi pedagogik bagi calon guru sebaiknya diperbanyak dalam wujud praktik mengajar langsung. Selama ini dia menilai masih banyak kemampuan pedagogik yang diajarkan sebatas materi. Sehingga saat berada di hadapan siswa langsung, calon guru tidak memiliki performa bagus.

’’Dosen-dosen fakultas keguruan juga harus ditingkatkan kapasitasnya,’’ jelasnya. Menurut Budi dosen bagi mahasiswa keguruan memiliki peran utama. Dia mencontohkan ketika para dosen cenderung mengajar dengan gaya kuliah, maka nanti akan diikuti oleh mahasiswanya. Ketika sudah menjadi guru, mereka juga mengikuti model ceramah. (wan/JPG)

Bangunan Sekolah Batam belum Penuhi Standar

0
Ira, guru SDN 008 Batuaji saat proses belajar mengajar. Ruang kelas yang sempit membuat siswa belajar dengan duduk tidak teratur. Saat ini siswa menumpang di sekolah SDN 002 Batuaji.F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan kondisi sekolah yang ada di Batam hampir 90 persen belum memenuhi persyaratan.

“Dari segi luas saja sekolah kita belum standar,” kata Muslim, Sabtu (15/4).

Kebijakan Menteri Pendidikan mengenai pendanaan pembangunan sekolah di daerah. Batam, menurutnya masih terkendala dengan ketersediaan lahan.

Muslim menjelaskan untuk sekolah dasar persyaratannya harus memiliki luas 3.600 meter persegi, 6.000 meter persegi untuk sekolah menengah pertama, dan satu hektar untuk sekolah menengah atas (SMA).

“Batam hanya beberapa sekolah yang memenuhi syarat ini,” ungkapnya.

Masalah keterbatasan lahan ini, membuat pembangunan sekolah juga terbatas saat proses pembangunan sekolah dimulai. Jika lahan sesuai mungkin sekolah akan memiliki ruang kelas yang cukup banyak untuk menampung siswa.

“Kenyataanya tidak, pembangunan sekolah menyesuaikan lahan, dan tidak bisa mengkaver daya tampung siswa,” sebutnya.

Tingginya minat masuk sekolah negeri ini membuat sekolah dan guru juga kewalahan.

“Terutama di sekolah yang menerapkan tiga shift, tidak terbayang bagaimana menghadapi murid yang banyak, sedangkan SDM kita masih terbatas,” jelasnya.

Tidak seimbangnya jumlah peserta didik dengan jumlah guru ini juga diakui Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

“Kami masih butuh banyak tenaga guru,” kata Rudi usai menghadiri peringatan TB Internasional, Kamis (13/4). (cr17)

Kepala BP Batam: Hanya Ada 780 Hektare Lahan Tersisa

0
ilustrasi lahan. foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro mengaku bingung waktu mempromosikan Batam keluar negeri.

Mengapa?

Karena Batam hanya punya sedikit lahan lagi yang bisa dialokasikan.

“Masalahnya sekarang adalah ketika saya keluar untuk undang investor, Batam tak punya tanah lagi,” jelasnya, Sabtu (15/4).

Menurut Hatanto, saat ini pihaknya hanya bisa mengalokasikan lahan seluas 780 hektare. Dan itu lokasinya tersebar tidak merata di Batam.

“Ada 780 hektare dan itu tersebar dimana-mana, saya harus berhati-hati sekarang,” ungkapnya.

Untungnya, Hatanto mengaku BP Batam sudah memiliki peta lahan yang mampu melihat keseluruhan lahan yang ada di Batam.

“Untung saya sudah punya peta yang kami buat dengan program drone. Karena setiap lokasi lahan sudah ada datanya,” jelasnya.

Hatanto mengaku pihaknya butuh ketenangan bekerja untuk menata Batam.

BP Batam sekarang harus lebih taktis supaya lebih harmonis, lebih tenang dan lebih menarik di mata investor.

“Bersabarlah,” ujarnya. (leo)

Ini Bukan Famtrip Biasa, Surabaya, Lombok lalu Bali

0
foto: garuda-indonesia.com

Kementerian Pariwisata (kemenpar) sudah terbiasa mengelola Familitrazion Trip atau Famtrip. Namun kali ini agak berbeda atau sebuat saja bukan biasa.

Kali ini dilakukan secara zigzag. Tidak langsung dibawa ke Bali. Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu memasukkan agenda ke Majapahit Travel Fair (MTF) Surabaya dulu, lalu ke Lombok, setelah itu endingnya di Bali.

Kamis (13/4) mereka mengeksplorasi Kota Pahlawan Surabaya dan Jumat (14/4) serta Sabtu (15/4) berlayar ke Gili Gili, Lombok.

“Supaya TA/TO yang diajak Famtrip dan semua klien wisatawan mancanegara mereka asal Arab Saudi tahu, bahwa ada destinasi yang bisa didatangi, bisa diatur paketnya dengan wisata belanja di Jakarta dan Surabaya serta mampir ke Lombok. Paketnya bisa dikombinasikan untuk mendatangi Surabaya dan Lombok dulu sebelum ke Bali,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana melalui Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Kemenpar, Nia Niscaya.

Seperti diketahui, 10 Rombongan Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) asal Timur Tengah diajak Kemenpar untuk Napak Tilas Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Jakarta dan Bali. Famtrip dilaksanakan sejak 11 hingga 18 April 2017 dengan agenda ke Bali namun dikombinasikan dengan zigzag ke Surabaya dan Lombok.

“Kami juga membawa mereka untuk hadir di Majapahit Travel Fair. Disitu para TA/TO bisa ikut menjadi buyers dan melihat paket-paket destinasi di Indonesia selain jalur destinasi saat Raja Salman ke Indonesia,” tambah Nia. MTF dilaksanakan sejak 13 hingga 16 April 2017 di Grand City Convex Surabaya, Jawa Timur. Acara yang digelar ke-18 kalinya ini mengambil tema “Adventure Tourism”.

“Ini merupakan pameran, tapi dalamnya berbagai kegiatan selain Travex ada juga Famtrip. Ada 120 buyer dari 23 negara, termasuk rombongan Timur Tengah juga hadir, dan mereka semua terlihat sangat antusias,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty.

Hal senada diungkapkan oleh Maged Musthopa  (Al Noor Wings). Satu dari 10 peserta yang diboyong Kemenpar itu mengatakan bahwa acara MTF merupakan acara yang megah dan sudah cukup lama dilaksanakan di Indonesia.

“Acara yang sudah sangat besar karena dilaksanakan selama 18 kali, acaranya sangat megah dan kami sudah menyimpan beberapa destinasi unggulan Indonesia selain Bali, Surabaya juga tempat belanja yang bagus,” kata Maged.

Setelah rampung di Surabaya, rombongan TA/TO tersebut langsung terbang menuju Lombok dan mendarat pada tanggal 14 April 2017 .

Rombongan dua malam menginap di Lombok. Satu malam menginap di Hotel Svarga, Senggigi Lombok pada hari Sabtu (15/4), dan satu malam mereka nyebrang ke Gili Air, Gili Meno dan terakhir menginap di Jambuluwuk Resort, Gili Trawangan. Esok harinya rombongan berpindah ke Bali hingga tanggal 18 April 2017.

“Gili pantai yang indah, pantai yang sangat bersih dan orang-orang yang ramah. Ternyata ada daerah di dekat Bali yang seindah ini. Ini bagus untuk dibuatkan paket,” kata Maged sumringah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kunjungan Raja Salman itu adalah promosi yang luar biasa bagi Arabian Travellers ke Bogor, Jakarta dan Bali. Kinjungan Raja Salman dan keluarga bulan Maret lalu itu sudah berhasil membuat perhatian masyarakat Arab Saudi tertuju ke destinasi yang dikunjungi Raja Salman, yakni Bali dan Bogor.

“Kita harus memanfaatkan momentum ini, juga dengan menawarkan daerah lain selain Bali. Biar mereka merasakan keindahan alam kita secara langsung, dengan mata kepalanya sendiri, dan setelah itu bercerita yang baik tentang negara kita, setelah itu mereka akan membawa Wisman ke tanah air,” ujar pria asli Banyuwangi itu. (*)

Indonesia Gabung World Travel and Tourism Council Global Summit 2017 di Bangkok-Phuket, Thailand

0

Berbagai agenda telah dipersiapkan sebagai materi pembahasan maupun perjanjian demi kemajuan pariwisata tanah air.

Untuk itu Indonesia akan mengambil bagian dalam World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit 2017 dihelat di Bangkok-Phuket, Thailand, pada 24-28 April 2017.

WTTC Global Summit ke-17 tahun ini merupakan program unggulan WTTC dalam kerangka perayaan “2017 International Year of Sustainable Tourism for Development”.

WTTC Global Summit 2017 diselenggarakan WTTC bekerjasama dengan Pemerintah Thailand. Fokus diskusi pada Global Summit adalah peran pariwisata dalam mentransformasi dunia, dalam tema besar “Transforming our World”.

Nantinya akan ditetapkan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh sektor pariwisata untuk memastikan kontribusi positif untuk masa depan yang berkelanjutan. Tema ini sendiri sejalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, mempertimbangkan latar belakang pertumbuhan penduduk. Bagaimana dunia akan tampak pada 2030, dan apa yang perlu sektor pariwisata sadari dari pertumbuhan demografi serta peran spesifik bidang travel and tourism.

Pembicaranya berasal dari para CEO, vice chair industri terkait pariwisata, mantan Perdana Menteri Inggris, Menteri Pariwisata Thailand, juga perwakilan universitas dan jurnalis.

“WTTC Global Summit 2017 menjadi agenda penting bagi Indonesia untuk membina dukungan pemangku kepentingan pariwisata peserta yang hadir. Tentu, dalam pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Forum ini juga akan membangun kepercayaan dan hubungan yang saling menguntungkan melalui jejaring kerja dengan seluruh peserta untuk mempromosikan kepariwisataan serta berbagi informasi mengenai isu-isu terkini terkait pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan. Dan, tidak kalah penting adalah mempromosikan pariwisata Indonesia melalui pemberitaan pada media dengan kehadiran Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Indonesia akan terlibat secara aktif dalam setiap agenda WTTC Global Summit 2017,” kata Menpar Arief Yahya.

Pertama, berdiskusi dengan pemangku kepentingan pariwisata yang hadir terkait beberapa isu pengarusutamaan pariwisata terkini dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs) serta kebijakan nasional untuk pencapaian target 20 juta wisman.

“Di antaranya membahas kemudahan visa, pengembangan aksesibiltas internasional maupun domestik, serta deregulasi lainnya seperti Asas Cabotage dan CAIT (Clearance Approval for Indonesian Territory),” jelas Menpar Arief Yahya.

Kedua, menawarkan peluang kerjasama investasi di 10 Destinasi Wisata Prioritas Indonesia kepada para CEO perusahaan di level atas yang berpartisipasi dalam pertemuan ini.

“Beberapa hal yang perlu disampaikan antara lain kemudahan berinvestasi, deregulasi bidang investasi, Ketersediaan SDM pariwisata yang tersertifikasi, potensi sumber daya alam yang besar di destinasi prioritas, dan konektivitas yang terus dibangun dari dan ke destinasi prioritas,” tambah Menpar Arief Yahya.

Ketiga, menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Thailand dalam pemasaran pariwisata dan peluang menerapkan strategi “mengail di kolam ikan” mengingat tingginya kunjungan wisman ke Thailand.

Keempat, menjajaki kerjasama dengan Thai Airways terkait pengembangan konektivitas dan promosi on board untuk mendukung kunjungan wisman ke Indonesia.

“Yang bisa dipertimbangkan untuk kerjasama dengan Thailand dan Thai Airways, di antaranya promosi Wonderful Indonesia di Bandara Internasional Svarnabhumi, Bangkok; peluang berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan pariwisata di Thailand (pameran dan festival); promosi Wonderful Indonesia di armada-armada Thai Airways; dan penambahan jalur Thai Airways ke Destinasi lain di Indonesia, seperti Lombok, Medan, dan lain-lain,” paparnya.

Dan kelima, benchmarking destinasi pariwisata Thailand (Phuket) pengembangan pariwisata yacht melalui Sail Phuket, Sabang, dan Langkawi.

Terkait pengembangan pariwisata yacht melalui Sail Phuket, Sabang, Langkawi, Menteri Pariwisata Arief Yahya akan membahasnya secara khusus pada hari ke-3 WTTC Global Summit 2017.

Rencananya dilakukan penandatanganan kerjasama antara Menteri Pariwisata Indonesia, Menteri Pariwisata Thailand, dan Menteri Pariwisata Malaysia. Pihak-pihak terkait yang diundang hadir dalam penandatangan ini, di antaranya Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Phuket Yacht Club (Ao Chalong), Royal Langkawi Yacht Club, dan Phuket Boat Lagoon.

Untuk informasi, WTTC selaku penyelenggara WTTC Global Summit 2017, adalah sebuah forum para pimpinan perusahaan dan sektor swasta lain yang bergerak di bidang industri perjalanan dan wisata. Organisasi ini didirikan pada 1990 dan berkantor pusat di London, Inggris. WTTC bekerjasama dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesadaran arti pentingnya industri perjalanan dan wisata.
Kegiatan WTTC antara lain penelitian tentang dampak ekonomi dan kebijakan pariwisata serta bersama-sama United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mengkampanyekan industri pariwisata melalui penyampaian “Open Letter” kepada para pimpinan negara. Keanggotaan WTTC adalah para CEO industri pariwisata dan industri terkait pariwisata, seperti hotel, maskapai udara, operator tur, dan lain-lain. (*)

Surfing International Krui Pro 2017, Lampung, Diikuti Puluhan Peselancar Kelas Dunia

0

Pantai Tanjung Setia Krui menjadi saksi kehebatan peselancar terbaik dunia melalui lomba surfing internasional Krui Pro 2017, 14-16 April 2017.

“Dari keseluruhan peserta lomba, 51 peselancar berasal dari beberapa negara yang memiliki peselancar kelas dunia seperti Australia, Brasil, Selandia Baru, Korea Selatan, Yunani, Amerika Serikat, Jepang dan Hawaii. Sisanya peselancar tuan rumah Indonesia, terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar, Red) yang telah mendukung acara ini,” kata Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal saat melakukan jumpa pers di Hotel Horison, Bandar Lampung, Jumat (14/4).

Agus menambahkan, untuk event ini, Pemda Lampung Barat, selain bekerjasama dengan Kemenpar dengan World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC) serta Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Sementara itu, Kemenpar yang diwakili Ratna Suranti, Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar memaparkan strategi marketing dan mempromosikan pantai Tanjung Setia yang begitu sempurna karena ketinggian ombaknya mencapai 7 meter dan panjang mencapai 200 meter.

“Ini merupakan new area, Destinasi baru wisata, pantai yang memiliki ombak terbaik bagi peselancar sepanjang musim. Kita akan terus meng eksplore dan mempromosikan area ini menjadi surga bagi peselancar yang berkelas dunia” katanya.

Wanita berkacamata ini menambahkan dukungan promosi Kemenpar di event ini, selain mengenalkan spot baru ini kepada peselancar dunia yang telah menjadikan Bali sebagai second home, juga mengembangkan konsep 3A yakni Akses, Atraksi dan Amenitas.

“Lampung tidak jauh jaraknya dari Jakarta, jika naik pesawat turun ke Kota Lampung juga cuma 35 menit. Jika respons surfing ini bagus, secara otomatis, pebisnis akan mengembangkan destinasi Lampung Selatan.

Nah, rumus 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas akan menentukan untuk mengembangkan destinasi di sana. Atraksi yang istimewa bisa men-drive Akses dan Amenitas di sana,” paparnya Kata Ratna, pemerintah daerah setempat bisa memiliki keramahan serta bisa menjadi gaet yang baik bagi para turis mancanegara yang datang.

“Jadi, ketika para surfer datang, bisa mendapatkan penjelasan yang jelas. Di mana lokasinya, tempat menginap dan lain sebagainya,” ujar Ratna.

Ratna juga menambahkan, Kemenpar akan terus menyumbangkan apa yang bisa dilakukan. Seperti mempromosikan dan mengangkat even tersebut sebagai agenda tahunan.

Kejuaraan surfing ini sendiri akan mempertandingkan kelas World Surf League (WSL) QS 1000 Men’s And Women’s Surfing Competition, yang babak penyisihannya akan dibuka langsung Gubernur Lampung M. Ridho.

Seperti diketahui, Kemenpar perkenalkan spot baru surfing yang terhitung world class di Lampung Selatan. Persisnya di Kabupaten Pesisir Barat, Kawasan Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Lampung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, ada tiga hal strategis, dukungan promosi Kemenpar di event ini. Pertama, penggemar surfing ini adalah wisman yang kebanyakan berasal dari Australia. Mereka sudah menjadikan Bali sebagai the second home, karena surfing. Mereka susah familiar berselancar di ombak Kuta Bali.

“Marketnya sudah jelas, mereka sudah ke Bali, tinggal diperkenalkan Spot baru itu ke Bali dan diinformasikan ke negaranya,” kata Arief Yahya.

Kedua, prinsip dalam sport tourism juga harus dipakai. Di event-nya sendiri, mungkin tidak besar direct impact-nya, tetapi indirect-nya, atau media value nya pasti jauh lebih tinggi.

“Dari media value itulah opportunity baru terbangun. Kalau wisman sudah jatuh cinta, mereka akan datang lagi bersama keluarga dan rombongannya. Rata-rata sport tourism itu 60% menjadi repeater,” ujarnya.

Di event ini, Pemda Lampung Barat, bekerjasama dengan World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC) serta Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Dari turnamen ini diprediksi akan diikuti oleh ratusan Wisman dari berbagai negara.

“Lokasinya juga sudah diakui dunia. Bukti paling baru adalah Tim dari ASC sudah melihat lokasi pantai kami dan menyatakan Kabupaten Pesisir Barat, khususnya Pantai Tanjung Setia dan Pantai Mandiri merupakan kandidat yang layak sebagai Venue Surfing ASIAN Games XVIII Tahun 2018 dan event tingkat internasional lainnya. Jadi, potensi pantai ini sudah cocok melaksanakan event international,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Reko Astuti. (*)

Lapis Legit Salah Satu Kue Terlezat di Dunia versi CNN

0

Membanggakan, kue lapis legit termasuk salah satu kue terlezat di dunia versi CNN.

Dari 17 makanan kue paling heboh, lapis legit masuk nomor 4, setelah Pavlova (Selandia Baru), Swedish Prince Cake (Swedia), dan Victoria Sponge (Inggris Raya).

Nomor 4 baru Lapis Legit (Indonesia). Lalu Kransekage (Denmark/Norwegia), Lamingtons (Australia), Pandan Cake (Singapura/Malaysia), Black Forrest Cake (Jerman), Postre Chaja (Uruguay), Tiramisu (Italia), Madeleines (Prancis), Baklava (Turki) Kaiserschmarrn (Austria), Cheese Cake (USA), Dorayaki (Jepang), Ma Lai Go (Hong Kong), Tres Leches (Meksiko).

“Bagus, satu lagi ikon kuliner kategori kue yang mulai mendunia dari Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Kue lapis legit, kalau dilihat dari penampilannya tidak sesederhana seperti kerumitan proses pembuatannya. Tidak berlebihan jika kue lapis ini dinobatkan sebagai salah satu kue terlezat di dunia, dan patut dilestarikan pada anak cucu negeri ini.

Kue lapis kerap hadir sebagai suguhan wajib pada berbagai perayaan seperti Idul Fitri dan Natal, momen kumpul keluarga, maupun sekadar teman ngemil bersama minuman hangat. Pas jika kue lapis dikatakan sebagai kue nasional.

Hampir semua orang Indonesia mengenal lapis legit. Kue ini pun mudah ditemui di toko-toko kue di Indonesia. Pada kenyataannya, lapis legit sering dijadikan buah tangan oleh saudara-saudara kita yang tinggal di Singapura, Australia, bahkan Eropa.

Kelezatan lapis legit diakui oleh CNN sebagai 1 dari 17 kue terlezat di dunia.

Mengutip CNN, sekalipun resep modifikasi kue ‘zebra’ ini banyak beredar, rasa orisinalnya tetap dirindukan. Sesuai resep klasiknya, pembuatan lapis legit memang tergolong ‘wah’ dan butuh kesabaran ekstra. Bagaimana tidak, adonan sponge cake tipis berwarna kekuningan dan kecokelatan dituang satu per satu, tipis-tipis, dan berulang-ulang.

Belum lagi, tiap lapisan harus punya tingkat kematangan sama, tak gosong di bagian terbawah dan matang sempurna di bagian teratas. Begitu pula ketebalan lapisan kuning dan lapisan cokelat harus sama, bertumpuk selang-seling hingga 18 lapis.

“Proses pembuatan kue lapis legit membutuhkan kesabaran dan ketelitian, mencerminkan jiwa para pembuatnya. Saya kagum pada siapapun pelaku industri pastry yang masih melestarikan budaya memasak kue lapis,” kata Ketua Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar, Vita Datau, Sabtu (15/4/2017).

Yang membuat lapis legit istimewa, ada cita rasa rempah yang samar-samar tercecap. Kombinasi kayumanis, spekuk, cengkih, dan biji pala berpadu sempurna dengan kocokan mentega dan telur yang membuat per lapisnya lebih kenyal.

“Aslinya kue ini dibuat oleh orang Belanda yang tinggal di Indonesia, tapi menggunakan rempah-rempah yang ada di Indonesia, yaitu kayu manis,” kata dia.

Lantas, apa yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dengan makin terkenalnya lapis legit di kancah internasional? Momentum ini harus dimanfaatkan dengan melestarikan lapis legit.

“Perlu dijaga dengan mengajarkan kepada anak-anak kita untuk bangga akan kekayaan rempah Indonesia melalui kue yang lezat dan digemari banyak orang ini,” ujar Vita.

Beberapa fakta menarik dimiliki oleh lapis legit.

Pertama, lapis legit dibuat dari 30 butir telur. Bahkan, beberapa toko kue mengaku menggunakan hingga 40 butir telur untuk membuat tekstur kue ini sangat lembut. Meskipun menggunakan banyak telur, aromanya tidak berbau amis. Lapis legit dapat bertahan hingga sepekan lebih di dalam lemari pendingin, dengan tekstur yang tidak akan berubah.

Kedua, harga lapis legit fantastis mengingat pembuatannya yang rumit serta menggunakan bahan-bahan berkualitas dengan takaran cukup banyak.

Ketiga, lapis legit disebut juga kue seribu lapis karena banyaknya lapisan kue ini. Umumnya, lapis legit berjumlah 18 lapis, ada juga yang membuat sampai 20-22 lapis.

Keempat, spekkoek juga merupakan nama lain lapis legit.

Kue ini pertama kali dibuat pada masa penjajahan Belanda di Indonesia sehingga mendapat pengaruh dari negara tersebut.

Awal mula dibentuknya kue ini, Belanda memberikan nama spekkoek yang artinya kue berlemak. Lapis legit atau spekkoek dibuat dari telur dan mentega dengan takaran yang sangat banyak sehingga kue ini mengandung lemak yang cukup tinggi. (*)

Ayo Jangan Kehilangan Momen Annual Meeting IMF-World Bank 2018, 18 Ribu Orang akan Datang

0
Inilah kapal pesiar pertama yang merapat di Indonesia. Foto diambil saat berlabuh di Benoa, Bali.

2018 annual meeting IMF – World Bank akan dilaksanakan di Bali. Dua tahun sekali pertemuan tahunan itu dilaksanakan di luar Amerika. Ini kesempatan emas untuk pariwisata kita.

Dulu, Mancu Picu Meksiko terkenal dan menjadi destinasi tersohor dunia juga karena Annual Meeting IMF – World Bank itu. Pemerintah sangat cerdas memanfaatkan momentum, ketika forum itu digelar, sekaligus mempopulerkan destinasi wisatanya.

“Kini Mancu Picu menjadi salah satu ikon destinasi budaya di Meksiko, Amerika Latin,” kata Arief Yahya.

Tahun 2018, annual meeting itu dilangsungkan di Bali. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun maju ke pemerintahan Presiden Jokowi untuk memuluskan pembangunan berbagai fasilitas fisik menjelang pertemuan IMF-World Bank itu. Karena akan ada 18.000 orang atau wisman baru yang masuk ke Bali dalam waktu bersaman.

Saat bertemu awak media di dalam Cruise Pasific Eden, Menpar Arief Yahya menjelaskan, jika momen Annual Meeting IMF world bank dibali pada Oktober 2018 menjadi ajang untuk mepromosikan Bali, Bali and Beyond, dan Wonderful Indonesia secara konkret.

“Kita punya satu setengah tahun sebelum Annual Meeting IMF. Ini waktunya memberbaiki regulasi dan intrastruktur, lakukan deregulasi secepatnya. Jangan saat menjadi tuan rumah ini, justru mengecewakan karena layanan fan fasilitas wisata yang di bawah standar.” ujar Menpar Arief Yahya sesaat setelah penyambutan wisatawan di Pelabuhan Benoa, Kamis (13/4).

Ia juga memaparkan, pihaknya sudah merancang paket wisata yang akan dipromosikan melalui tripadvisor dan menggunakan platform ITX-Indonesoa Tourism Xchange.

“Kita dorong industri untuk memiliki paket-paket untuk destinasi wisata Indonesia yang kita tawarkan kepada seluruh delegasi yang jumlahnya 15-18 ribu delegasi itu. Bali sendiri harus dieksplore. Lalu di luar Bali yang bisa ditembus dengan sekali flight, seperti Borobudur Joglosemar, Labuan Bajo NTT, dan destinasi Jakarta,” katanya.

Masih ada lagi uang cruise keliling Pulau Bali, dan Lombok dan Banyuwangi. Destinasi yang layak ditempuh dengan cruise.

“Lalu yang jauh dan membutuhkan transit, seperti Tanah Toraja Sulawesi dan Danau Toba Sumut,” kata Arief Yahya.

Menpar Arif Yahya menjabarkan, saat ini devisa dari wisata bahari Indonesia baru menghasilkan 1 milliar USD pertahun.

“Tahun lalu kita hanya 1 juta pengunjung atau 1 milliar dollar devisa yang kita dapat, bandingkan saja dengan malaysia yang memperoleh 8 miliar, berarti kita lebih sedikit, untuk tahun ini kita menargetkan dari 1 milliar dolar menjadi 4 miliar dollar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menpar memberi contoh agar bisa jadi benchmark ke depan.

“Malaysia itu devisa nya dari wisata bahari 8 milliar USD, 8 kali lipat lebih besar dari yang masuk ke Indonesia, mengapa bisa seperti itu? Padahal Indonesia memiliki garis pantai terpanjang ke 2 di dunia, tidak hanya itu keindahan coral dunia, 2/3 nya ada di Indonesia atau sekitar 70% nya, terutama berada kawasan Indonesia Timur, Indonesia memiliki kedua itu, masa kalah dengan Malaysia” katanya.

Oleh sebab itu, menurut Arief Yahya, masalah regulasi seperti itu harus kita selesaikan dan itu sudah disepakati tadi dengan menko maritim dan menhub. Untuk bersama-sama menuntaskan masalah tersebut supaya bisa mempromosikan wisata bahari lebih baik lagi.

“Paket cruising di Bali itu sudah ada, dan nanti kita juga akan membuat paket cruising ke lombok dan labuan bajo yang akan siapkan. Mementum Annual Meating IMF world bank yang akan kita laksanakan pada Oktober 2018 nanti agar digunakan dengan benar oleh industri pariwisata dan pemerintah di Bali terutama. Untuk memberbaiki regulasi, lakukan deregulasi jangan kita memberikan pelayanan dengan biaya yang sangat mahal,” katanya.

Masalah infrastruktur terutama memang masih menjadi masalah untuk datangnya cruise ke Indonesia terutama destinasi yang di prioritaskan seperti Labuan Bajo.

“Bagaimana cruise datang ke Labuan Bajo, kita belum punya pelabuhan disana, waktunya cukup hingga oktober 2018, kita akan tanya ke pak Menhub, boleh tidak jika kita menggunakan pelabuhan logistik di Labuan Bajo untuk bersandarnya kapal-kapal cruise, dan itu pasti akan terlihat bagus,” ujar Menpar Arief Yahya.

Selain Indonesia bagian Selatan, Arief Yahya mengatakan, yang berpotensi mendatangkan cruise untuk di Asia tepatnya datang dari Cina.

“Yang menggunakan cruise dari cina itu 52%, seminggu yang lalu saya bertemu dengan pengelola cruise yang ada di GuangZho, mereka berencana akan datang ke Indonesia. Jangan khawatir yang dari Cina juga high end market, dimana pelanggan cruise dari sana biasanya middle up, dan harus kita buat balance antara wisatawan yang menggunakan cruise dari selatan seperti Australia denga dari Cina,” katanya. (*)

Menpar Arief Yahya, Besok, Road Show ke Maskapai dan Angkasa Pura II

0
ilustrasi

Menpar Arief Yahya memberi contoh ke semua pejabat Eselon I Kemenpar, dan Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata untuk road show ke kantor pusat maskapai penerbangan (airlines) Indonesia ( PT Garuda Indonesia  Tbk., AirAsia Indonesia, dan Sriwijaya Air) dan PT Angkasa Pura (AP) II di Jakarta, Senin (17/4).

Menpar Arief memang tidak mau kecolongan soal manajemen waktu.

“Sudah tidak ada waktu lagi. Harus ngejar target waktu dengan actions,” kata Arief Yahya, yang makin detail memantau percepatan shadow management-nya itu.

Road show itu dalam rangka membangun komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder khususnya dari unsur 3A (airlines, airports, dan authorities) dalam mendukung target pariwisata tahun 2017 hingga 2019 mendatang.

Seperti diketahui, Kemenpar menetapkan top 3 program; diantaranya digital tourism, homestay desa wisata dan konektivitas udara yang harus dilaksanakan tahun ini dalam mewujudkan target pariwisata 2017. Yakni 15 juta wisman dan 265 juta pergerakan wisnus di Tanah Air kemudian akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan 275 juta pergerakan wisnus pada 2019 mendatang.

“Sekitar 80% kedatangan wisman ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara sehingga tersedianya seat pesawat (seat capacity) yang cukup menjadi kunci untuk mencapai target 2017 hingga 2019 mendatang,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, komunikasi dan koordinasi dengan arilines dan otoritas bandara (PT AP I, PT AP II, dan AirNav Indonesia) dalam upaya meningkatkan air-connectivity baik internasional maupun domestik.

“Implementasi program konektivitas udara kita diskusikan secara khusus dengan unsur 3A untuk mengetahui apa kendala dan hambatan serta bagaimana solusinya. Hasil road show serta rekomentasi Rakornas pariwisata yang digelar belum lama ini akan diaudensikan dengan Kemenhub sebagai langkah untuk mempercepat penambahan seat capacity tahun ini” kata Arief Yahya.

Dalam mempercepat penambahan seat capacity ada tiga hal penting yang perlu dikoordinasikan dengan unsur 3 A yakni; Pertama, traffic right (ASA) dan ijin rute harus mengakomodir kebutuhan pasar DOT (destination, original, dan time) masa sekarang dan mendatang serta simplifikasi dan kecepatan ijin rute baru.

Kedua, flight movements dan kapasitas slot bandara harus ditingkatkan melalui pengoptimalan slot manajemen, peningkatan jam operasional, memanfaatkan IT dan HR, serta ekspansi kapasitas fisik.

Ketiga; kolaborasi win-win dengan airlines/whole sellers untuk mengembangkan rute baru dalam meningkatkan kunjungan wisman.

“Dengan airlines/whole sellers kita mempunyai dua skema insentif; joint promotion untuk regulet flight yang menjanjikan growth dan cash incentive/pax untuk charter flight dengan rute baru,” kata Arief Yahya.

Ia menegaskan, tersediaannya kapasitas seat sebanyak 19,5 juta oleh perusahaan maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing saat ini hanya cukup untuk menenuhi target kunjungan 12 juta wisman pada 2016, sedangkan untuk target 15 juta wisman tahun 2017 masih membutuhkan tambahan 4 juta seat.

Sementara itu untuk mencapai target pariwisata 2018 sebanyak 18 juta wisman membutuhkan tambahan 3,5 juta seat atau menjadi 7,5 juta seat, sedangkan untuk mendukung target 20 juta wisman pada 2019 perlu tambahan 3 juta seat  atau totalnya menjadi 10,5 juta seat.

“Dalam memenuhi kebutuhan seat kita lakukan peningkatan kapasitas airport  dengan strategi; tanpa pembangunan  fisik bandara; pengembangan bandara secara terbatas; dan pembangunan bandara baru,” kata Arief Yahya.

Peningkatkan kapasitas bandara tanpa pembangunan fisik bandara (tahun 2017) dilakukan dengan penataan slot time; perpanjangan jam operasional; melakukan deregulasi, dan pemanfaatan IT dan SDM, sedangkan pengembangan bandara secara terbatas selama satu tahun (tahun 2018) meliputi; rapid exit runway & apron Bali; percepatan pekerjaan (overlay/runway, taxiway, apron; CKG, SUB, TNJ, SRG); dan perluasan terminal CKG (Bandara Soekarno-Hatta), MDC (Bandara Internasional Sam Ratulangi), dan LOP (Bandara Internasional Lombok.

Untuk peningkatan kapasitas airport dalam 2-3 tahun ke depan (tahun 2019) perlu dilakukan pembangunan bandara baru yakni; New JOG (Yogya) ; New Bali; New Banten, New BDO (Bandung).

Kegiatan roadshow Menpar Arief Yahya ke unsur 3 A kali ini  merupakan yang kedua kalinya. Roadshow pertama dilakukan tahun 2016 yang kemudian ditindaklanjuti dengan MoU dengan airlines, airports, dan authorities untuk mendukung target pariwisata 2019. (*)