Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13434

Tidore Berusia 909 Lautan Manusia Rayakan di Lapangan Kadato Tie

0

Lautan manusia hadir di Lapangan Kadato Kie, Kesultanan Tidore, Kepulauan Tidore, (12/4/2017). Mereka merayakan puncak ulang tahun ke 909 Tidore.

Acara tersebut merupakan rangkaian acara dari Festival Tidore 2017 yang sudah dimulai sejak tanggal 29 Maret 2017 hingga acara puncak pada tanggal 12 April 2017.

Dalam acara yang penuh khidmat dan unsur budaya tersebut, Sultan Tidore H.Husein Syah didampingi perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Pengembangan Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan.

Nampak hadir juga Walikota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim dan  Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman.

”Saya sudah berkoordinasi dengan bapak Walikota agar kita semua semakin terbuka dengan pariwisata. Potensi alam Bahari kita semua punya, sejarah kelautan ada di kita semua, Presiden Soekarno saja sampai dua kali datang ke Tidore. Tidore punya alam dan budaya, maka dari itu silahkan datang ke Tidore,” ujar Sultan Tidore, Husein Syah di acara puncak ulang tahun Tidore.

Dengan terbukanya Tidore, Sultan menghimbau kepada masyarakat dan rakyatnya untuk menjunjung tinggi Sadar Wisata bagi kemajuan pariwisata Indonesia.

”Seperti pak Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Presiden Jiko Widodo katakan, bahwa Pariwisata merupakan core ekonomi bangsa, masyarakat harus lebih sejuk, lebih ramah bahkan harus melayani wisatawan dengan baik yang nantinya akan berimbas kepada kemakmuran masyarakat kita sendiri,” ujar Sultan.

Walikota Tidore, Ali Ibrahim juga mengatakan hal yang sama. Kata dia, silahkan para investor juga untuk datang, menyambangi, menyaksikan bahkan investasi di wilayahnya.

”Perkebunan kami menurun, tambang kami menurun, semua kami anjlok. Semoga pariwisata membangkitkan kami, karena potensi pariwisata di Tidore juga berkualitas,” kata Ali.

Dinas Pariwisata Tidore Kepulauan, Yakub Husain menambahkan, saat ini sudah ada investor yang mendekat ke Tidore. Salah satunya nantinya akan membangun amenitas yakni berupa penginapan.

”Ada dari Dubai Uni Emirat Arab akan membuat Villa di sini, lebih bagus lagi jika nantinya ada Hotel. Karena kami punya 10 spot under water yang menarik dan indah, ada sejarah Benteng dan semua bangunan yang bersejarah dan memiliki budaya tinggi di kami. Karena kami kesultanan, maka akan banyak cerita di sini. Bahkan kami banyak bukti dokumentasi kedatangan Presiden Soekarno dan sebagainya,” kata Yakub.

Wawan Gunawan, yang hadir mewakili Kemenpar, mengaku sangat terkejut dengan keramahan dan pesona alam di Tidore. Selain masyarakat yang ramah, Tidore juga memiliki Budaya yang juga jika semakin dilestarikan maka semakin membanggakan dan menarik wisatawan.

”Namun jangan lupa, sekarang jaman digital, mari semua komponen masyarakat pariwisata Tidore di manapun untuk meningkatkan promosi melalui Digital, begitu juga para pelaku usahanya. Karena ini generasi milenal, yang harus beriringan dengan cepatnya digital. Hal ini juga sudah diamanatkan oleh pak Menteri Pariwisata Arief Yahya di berbagai kesempatan. Saya bangga hadir di sini, di Gedung bersejarah ini. Karena dengan menggunakan pakai adat ini, kegagahan dan sejarah budaya Tidore, semakin dirindukan oleh kami,” kata Wawan dalam sambutannya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya di berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa   60 persen wisman ke Indonesia karena culture  atau ingin merasakan atmosfer budaya lokal. Sisanya, 35 persen faktor alam atau nature, dan 5 persen man made, atau wisata yang di-create orang, seperti sport event, MICE, show music dan lainnya.

“Tidore sudah memiliki kombinasi yang sempurna, antara culture,  nature, dan man made. Tinggal memoles atraksi, amenitas dan akses-nya,” kata Menpar Arief Yahya.(*)                       

Iklim Usaha di Batam Redup, Pak Presiden

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, menilai lesunya ekonomi di Batam bukan saja karena terdampak resesi keuangan global. Namun sejumlah kebijakan domestik yang tak pro investasi diyakini turut memukul dunia usaha di kota industri ini.

“Banyak kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang tak populer,” kata Cahya saat Dinner Talk with Madya Batam di Hotel Planet Holiday Batam, Rabu (12/4) malam.

Dia menyebutkan, kebijakan-kebijakan tersebut antara lain kenaikan tarif sewa lahan atau Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dan tarif jasa kepelabuhanan.

Belum lagi, kata dia, mandeknya perizinan atau layanan di BP Batam. Kondisi ini diperburuk dengan seringnya pimpinan BP Batam mengeluarkan pernyataan yang membuat gaduh.

Menurut Cahya, kenaikan tarif layanan dan ruwetnya prosedur perizinan di Batam bertolak belakang dengan semangat pemerintah pusat. Di mana Presiden Joko Widodo selalu mengkampanyekan penyederhanaan birokrasi perizinan untuk mempermudah kegiatan usaha.

“Banyak yang naik. Satu saja yang tak naik, yakni kinerja,” sindirnya.

Cahya berharap semua kebijakan yang merugikan dunia usaha ini segera dievaluasi dan diakhiri. Jika tidak, dia pesimis Batam bisa berkembang menjadi lokomotif ekonomi nasional seperti yang digadang-gadang selama ini.

“Ini harus diakhiri. Kalau tidak, selamat tinggal Batam,” katanya.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan, yang juga hadir sebagai panelis dalam diskusi ini juga menilai Batam kini masih ‘sakit’.

Contoh sederhana, menurutnya adalah banyak toko tutup hingga kedai kopi sepi. Bahkan beberapa perusahaan hanya sanggup kontrak karyawan satu bulan sampai tiga bulan.

“Perlu regulasi yang tepat dan konsisten dari pemerintah utuk dunia usaha,” sebut Abidin.

Dia menilai, jika dulu Cina belajar ke Batam terkait penerapan Free Trade Zone (FTZ), kini malah Cina yang lebih maju. Kemajuan serupa juga dicapai Kawasan Industri Iskandar Syah, Johor, Malaysia. Padahal, sebelumnya Malaysia yang mengadopsi sistem FTZ di Batam.

“Kita tahu Cina memberikan fasilitas khusus bagi pengusaha lokal. Sisi lain, apakah kita sanggup urus izin singkat, kalau iya mungkin ada harapan,” ujarnya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Ekaputra, menyampaikan kondisi ekonomi Kepri secara umum memang sedang redup. Menurutnya, pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Kepri rendah yakni hanya 3,2 persen karena krisis global. Lalu bangkit beberapa tahun setelahnya rata-rata 6,5 persen atau melebihi pertumbuhan nasional yang hanya sekitar 5,9 persen. Namun pada 2016 kembali turun menjadi 5,03 persen.

“Tahun 2016 titik terendah kedua, pertumbuhan nasional justru membaik dari 4,8 persen jadi 5,02 persen,” kata dia.

Daerah yang memberikan kontribusi terbesar untuk ekonomi Kepri yakni Batam sekitar 80 persen.

Managing Director Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang, meminta semua pihak tidak berdiam diri menghadapi situasi ekonomi Batam saat ini.

“Kita tidak ingin terus Batam begini. Tapi mudah mudahan tahun ini membaik,” katanya.

Sementara Direktur Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan, berpendapat peran media juga cukup penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu daerah, termasuk soal informasi investasi. Namun demikian, jika kondisi ekonomi terpuruk media juga mempunyai tugas untuk menyodorkan informasi yang benar.

“Yang konstruktif itu harus disuarakan juga. Konstruktif yang benar, pers harus jadi lokomotif mendorong pertumbuhan. Yakin saja (tentang investasi) masih ada cahaya di terowongan ini,” kata dia.

Dalam acara tersebut Kantor Pajak Madya Batam memberikan penghargaan kepada 100 penyetor pajak terbesar. Penerimanya antara lain PT Schneider Electric Batam, PT PLN Batam, Panbil Group, Batamindo Investement Cakrawala, McDermott, dan PT ATB Batam.

“Ini hanya beberapa yang mewakili, yang kami panggil ini bukan sesuai urutan. Semua yang hadir adalah kontributor terbesar di kantor Madya Batam,” kata Kepala Kantor Madya Batam Amran Imran.

Acara juga dihadiri Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau dan Kepri, Jatnika. (cr13)

Transaksi Narkoba di Indonesia Rp 72 Triliun Setahun, Wow….

0
(Dari kiri) Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa, Kepala BNN RI Komjen Pol Budi Waseso, dan Direktur Jawa Pos Leak Kustiya, kemarin di Ballroom Hard Rock Hotel, Kuta. Acara sosialisasi bertajuk Media Masa dan Penanganan Darurat (MIFTAHUDDIN/JAWA POS RADAR BALI)

batampos.co.id – Transaksi narkoba di Indonesia mencapai Rp 72 Triliun setahun.

”Indonesia ini mengerikan. Mafia jaringan narkoba itu orang gila, karena untuk mengungkapnya harus pula berpura pura jadi orang gila,” demikian pengakuan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Budi Waseso yang memimpin BNN sejak 2015.

Ini diungkapkan pada acara sosialisasi bertajuk Media Massa dan Penanganan Darurat Narkoba bersama Jawa Pos Group yang dihadiri sekitar 150 anak perusahaan seluruh Indonesia. Acara berlangsung di Ballroom Hard Rock Hotel, Jalan Pantai Kuta, Rabu  (12/4).

Sosialisasi penanganan darurat narkoba yang berlangsung di tengah rapat evaluasi triwulan 2017 Jawa Pos Group itu banyak dipaparkan ragam cerita tentang narkoba.

Buwas memaparkan didampingi Kepala BNNP Bali , Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa. Juga Direktur Jawa Pos, Leak Kustiya, yang berlangsung hangat, disisipi joke, canda tawa. Buwas, mantan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri ini sebut menyatakan bahwa sangat berat menjadi kepala BNN. Menurutnya lebih berat daripada menjabat Kabareskrim. Ini karena narkoba bisa menghancurkan bangsa dan generasi muda.

Untuk itu sudah seharusnya peran media masa sangat penting untuk melakukan sosialisasi. Karena tidak semua orang tahu akan dampak yang dialami nanti jika mengonsumsi barang haram yang hingga kini jumlahnya mencapai 800 jenis itu. Dari catatan jajaran penindakan BNNP, sampai saat ini ada 11 negara yang bekerja untuk menyuplai narkoba ke Indonesia.

Menurut Buwas, Dari 11 negara itu, teridentifikasi ada 72 jaringan operasi internasional yang bekerja di Indonesia. Dengan jaringan besar itu, mereka punya kemampuan bergerak ke seluruh Indonesia. Menyasar beragam kalangan. Dari usia SD, SMP SMA dan Perguruan Tinggi bisa dimasuki jaringan pengedar narkoba. Bahkan fakta di lapangan, orang miskin yang hidupnya susah tapi dia bisa gunakan narkoba yang harganya Rp 2 jutaan.

Biasanya, untuk menarik perhatian, dikasih gratis. Begitu sudah ketagihan, jadi ketergantungan, selanjutnya bisa dijadikan sebagai pengedar. Apalagi sudah kecanduan, diapakan saja juga mau. Narkoba sangat bahaya. Kehidupan seseorang akan hancur berujung dengan kematian sebab hal itu berhubungan dengan kehancuran saraf otak. Hal itu pula yang mendasari peredaran narkoba di lapas. Yaitu, karena terkait dengan jaringan finansial yang sangat kuat.

Narkoba harus ditangani dengan militan. Kerja keras, militan, seperti militansi wartawan dalam mencari berita, yang disebutnya militansi luar biasa.

“ Transaksi belanja narkoba di Indonesia Rp 72 triliun per tahun,” tuturnya.

“Kondisi ini sangat menakutkan. Cara kerja jaringan pengedar sangat lihai didukung kondisi masyarakat Indonesia yang masih banyak yang apatis. Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada proxy war melalui narkotika,” paparnya.

“Bayangkan, dari kalangan RT sampai pejabat tinggi kena juga. Tidak heran, plesetan BNN di Indonesia ini jadi Bandar Narkoba Nasional,” kelakarnya, disambut tawa peserta.

Perputaran uang dalam lingkar narkoba menurut Buwas sangat luar biasa. Sehingga untuk menyogok atau menyuap petugas dengan pengeluaran Rp 1 miliar itu sangat gampang. Bahkan untuk kurir, ada yang sampai mendapatkan penghasilan Rp 2 miliar untuk sekali transaksi. Jadi nilai finansial yang ditawarkan memang sangat menggiurkan.

“Saya pernah dipanggil RI 1 secara khusus setelah jadi kepala BNN. Beliau bertanya perkembangan, akhirnya saya ceritakan semua. Yakni cara jaringan mencari pengedar dan pemakai,” akunya.

“Mereka bisa segala cara. Di lapas salah satunya. 72 jaringan itu aku sebut mereka orang gila. Karena itu, saya sendiri pun sampai saat ini kerap berpura-pura menjadi orang gila juga untuk mengungkap kasus tersebut,” tuturnya.

Walaupun demikian, kerja keras itu untuk mengungkap kasus ini, disebutnya, harus ada anggaran. Jika anggaran ala kadarnya, makan hasilnya pun ala kadarnya. Karena itu Buwas juga ingin membangun moril anggota, jiwa korsa, ikhlas dan bertanggung jawab.

“Di sini aku akan curi ilmu wartawan soal jiwa militansi. Dulu aku jadi Kabareskrim itu, selalu dibuntuti wartawan sampai dapat. Banyak pintu keluar. Tapi, mereka tunggu di tiap-tiap pintu itu. Bahkan di parkiran kendaraan pun mereka ngumpet di sana. Karena itu aku bilang wartawan itu hebat. Wartawan bukan abdi negara. Tapi, jiwanya luar biasa. Ilmu ini akan aku terapkan kepada anggota saya,” tukas perwita tinggi yang lahir dari keluarga TNI tersebut.

Untuk memerangi narkoba, Buwas berharap selain masyarakat dan media membantu dalam melakukan sosialisasi, TNI juga ikut memerangi.

“Kalau soal perang kan TNI. Di sini TNI mempunyai peran sebagai ujung tombak. Polisi cari bukti TNI yang perangi, berantas bandarnya. Ini aku akan usulkan,” papar pengganti Komjen Pol Anang Iskandar sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.

Di Singapura, lanjut perwira humoris ini menyebut di negara tetangga itu dihukum gantung. Di Indonesia, seperti Freddy Budiman, dihukum mati. Walau demikian, narkotika terus berkembang dengan segala cara.

“Karena itu saya ingin TNI ikut terlibat memerangi narkoba. Polri dan BNN bekerja harus mencari barang bukti lebih dahulu. Kalau TNI memosisikan bandar jaringan itu sebagai musuh, sehingga diperangi,” tandasnya.

Kepada Grup Jawa Pos dia mengapresiasi sebagai rekan erat BNN dalam melancarkan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Harapan BNN kepada pelaku media massa saat ini. Tantangan bagi pelaku media massa untuk menyajikan berita seputar upaya pencegahan yang memiliki nilai berita dan menarik,” sebutnya.

“Media perlu memberitakan secara seimbang antara berita demand reduction dan supply reduction supaya keduanya memiliki bobot pengaruh (informasi dan edukasi ) yang sama kepada publik. Diperlukan komitmen bersama terkait edukasi tentang bahaya narkoba di masyarakat,” tutupnya.(dre/zul/pit/JPG)

Di Batam, PT Butuh 60 Tenaga Kerja yang Daftar Ribuan Orang

0

batampos.co.id – PT Sumitomo membuka kesempatan kerja di Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Seibeduk, Batam, Kepri, Rabu (12/4) siang. Yang dibutuhkan hanya 60 orang yang daftar ribuan.

Ribuan pencari kerja (pencaker) itu berdesak-desakan memasukan lamaran terlibat saling dorong sehingga kericuhan tak terhindarkan.

Kericuhan tersebut tak meluas sebab petugas keamanan kawasan Industri cepat mengamankan situasi.

Informasi yang diterima, kericuhan terjadi karena ribuan pencaker baik pria maupun wanita itu terlalu lama menunggu giliran seleksi lamaran.

Lamaran yang masuk harus melalui seleksi diantaranya kelengkapan lamaran, tinggi badan, umur dan lain sebagainya. Satu pelamar bisa memakan waktu hingga lima menit, sehingga pelamar yang lain yang sudah antre sejak pagi geram karena sudah terlalu lama berdesak-desakan menanti giliran untuk diseleksi lamaran mereka.

“Jumlahnya ribuan, setiap lamaran dicek dan ukur tinggi badan ya lamalah jadinya. Ada yang tak sabar makanya terjadi dorong-dorongan,” ujar Erna salah satu pencaker yang dijumpai di lokasi MPH, kemarin sore.

Akibat keributan itu, sebagian pelamar yang belum mendapat giliran memasukan berkas lamaran tak bisa memasukan lamaran mereka sebab manajemen PT Sumitomo memilih menutup penerimaan berkas lamaran tersebut.

“Karena ribut itulah langsung pergi orang PT-nya. Yang belum masukan lamaran ya disuruh pulang karena sudah tutup,” kata Rici, pencaker lainnya.

Pencaker yang mendatangi lokasi MPH sepanjang hari ini diinformasikan mencapai angka 2.000 orang. Sementara lowongan kerja yang ada di papan lowongan hanya satu perusahaan saja yakni PT Sumitomo.

Manajemen PT Sumitomo hanya menerima sekitar 60 orang karyawan saja.

Suasana pendaftar kerja.

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang meminta setiap ada lowongan para pencari kerja tidak ribut.

“Harap tertib,” katanya pada Batam Pos, kemarin.

Karena dengan kondisi sulit saat ini, memang tak banyak perusahaan yang buka lowongan pekerjaan. Sebab bila pencaker ribut dan ricuh, hal ini akan menambah beban juga bagi masyarakat. Dimana perusahaan akan berhati-hati dalam menerima pekerja.

“Coba bayangkan, bila ricuh saat ribuan orang ini mendaftar. Dan membahayakan perusahaan itu, ke depan mereka akan berpikir untuk buka lowongan (secara terbuka,red),” tuturnya.

Potensi ricuh ini, dijelaskan OK sangat terbuka lebar saat loker dibuka. Karena orang-orang yang tak diterima kerja, pasti sangat putus asa ditengah beban hidup yang makin berat dari hari ke hari di Batam.

“Sedikit saja provokasi, jadilah. Akhirnya apa jadinya, perusahaan pasti akan bilang OK pending saja (lokernya dibuka,red). Rugi siapa nantinya,” ungkapnya.

Mengenai loker yang makin sulit ini,  Wakil Koordinoator HKI Kepri, Tjaw Hioeng mengatakan hal ini terjadi akibat kesempatan kerja dengan lowongan pekerjaan sangat minim.

“Tiap tahunnya angkatan baru lulus  banyak, belum lagi yang datang ke Batam. Makin menambah jumlah pencaker,” tuturnya.

Selain itu sedikitnya jumlah loker yang ada, kata Hioeng akibat belum pulihnya perekonomian di dunia dan Batam. Sehingga banyak perusahaan yang mengurangi operasional produksinya. Sehingga perusahaan tak banyak merekrut tenaga kerja, malah ada beberapa perusahaan yang mengurangi jumlah pekerjanya. (eja/ska)

Jawa Pos Grup Komit Perangi Narkoba

0
Buwas, (kiri) dengan Azrul Ananda

batampos.co.id – Pemberitaan mengenai langkah-langkah pencegahan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menghindari jeratan narkotika.

”Selama ini, pemberitaan media masih didominasi langkah-langkah penindakan. Bicara berapa kilo narkotika yang diamankan, dan berapa pengedar yang ditembak,” jelas Kepala BNN Budi Waseso dalam pemaparannya di sela-sela rapat evaluasi triwulan I 2017 Jawa Pos Group (JPG) di Hard Rock Hotel Bali, Rabu (12/4). ”Padahal, pencegahan tidak kalah penting untuk mencegah masyarakat tidak terjebak dalam penggunaan barang haram itu,” lanjutnya.

Untuk itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak semua pihak untuk bersinergi memerangi peredaran narkotika. Itu harus dilakukan karena peredaran narkotika sudah sampai pada tahapan yang sangat mengkhawatirkan. Tanpa dukungan semua pihak, BNN akan kesulitan menyelamatkan jutaan warga yang telah kecanduan.

Menurutnya, kelompok media seperti JPG, harus turut andil dalam upaya pemberantasan narkotika demi menghindarkan Indonesia dari lost generation akibat barang haram tersebut.

”Duduk di hadapan pemimpin Jawa Pos dan jajaran, saya serasa jadi presiden saja,” kata Buwas, sapaan Budi Waseso, disambut tepuk tangan pemimpin redaksi dan top management JPG.

”Ini mewakili semua daerah di Indonesia,” lanjutnya.

Buwas menyebut, sinergi BNN dengan media sangat penting dalam upaya pemberantasan nakotika. Ekspos mengenai penindakan yang dilakukan bisa menimbulkan efek jera.

Buwas memprediksi narkotika yang beredar di masyarakat beratnya sudah berton-ton. Demikian besar, karena Indonesia menjadi salah satu pasar utama peredaran internasional. Baik dari Eropa, India, Taiwan, Filipina, dan Tiongkok. Paling besar di antara importer narkotika itu adalah Tiongkok.

Indonesia menjadi sasaran empuk karena penduduk Indonesia sangat besar, 250 juta jiwa. Selain itu, masuknya narkotika ke tanah air relatif lebih mudah. Itu tidak lepas dari panjang pantai Indonesia yang begitu panjang. Sehingga pengawasan pelabuhan-pelabuhan tikus sangat sulit dilakukan.

”Teknologi scanner kita di pelabuhan-pelabuhan juga kurang canggih.   Sehingga narkotika dalam jumlah besar bisa disisipkan dalam mebel, tiang pancang, atau barang-barang proyek lain,” jelas jenderal bintang tiga tersebut.

Memiliki 173 media cetak, 43 media elektronik, dan 21 manufaktur, JPG menurut Buwas akan mengambil peranan penting dalam perang melawan narkotika.

”Di daerah peredaran narkotika juga canggih. Seperti di Gorotalo, dimana saya pernah jadi kapolda di sana. Sosialisasi akan bisa dilakukan dengan maksimal oleh media yang berbasis di sana seperti yang ada dalam jaringan Jawa Pos,” paparnya.

Perang melawan narkotika menurut mantan kabareskrim itu tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Karena korban meninggal setiap hari mencapai 50 orang. Dan jutaan lainnya kini kecanduan.

”Ini bahaya yang lebih besar dari terorisme sekalipun. Kita bisa mengalami lost generation jika tidak mampu menanggulangi,” tandasnya.

Azrul Ananda, Presiden Komisaris JPG, sepakat dengan Buwas. Narkotika adalah bahaya terbesar yang dihadapi Indonesia. Pria yang concern pada anak muda itu menyatakan semua aktivitas untuk membangun generasi yang lebih baik akan rusak karena narkotika.

”Kami akan support kampanye BNN dalam penanggulangan bahaya narkotika melalui laporan khusus dan pemberitaan di JPG,” kata Azrul.

Menanggapi masukan dan pertanyaan dari JPG, Buwas menegaskan bahwa narkotika adalah high risk crime. Kejahatannya sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Karena itu, penangannya pun harus luar biasa.

”Saya bilang pada jajaran saya, tidak perlu membuang peluru untuk tembakan peringatan. Kalau memang sudah clear dia pengedar dan residivis, arahkan tepat ke dadanya biar tidak berkepanjangan,” tegasnya. (ang/jpgroup)    

Ibu Mertua Abidin Hasibuan Wafat

0
foto: yusuf hidayat / batam pos

batampos.co.id – Ibu mertua Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin, Pang Boh Kio, 80, mengembuskan napas terakhirnya, Rabu (12/4) sekitar pukul 16.20 WIB di kediamannya di Perumahan Livia Garden F9 Batam Kota.

Almarhumah meninggalkan enam anak, dua laki-laki dan empat perempuan. Bagi Abidin, mertuanya merupakan sosok ibu teladan.

“Orangnya baik, sederhana, rajin, dan tidak pernah nuntut apa-apa,” ungkap Abidin saat ditemui di Rumah Duka Marga Tionghoa, tadi malam.

Ini terbukti, lanjutnya, Pang Boh Kio mampu membesarkan anak-anaknya dengan didikan yang baik. “Pendidikan anak-anaknya cukup baik,” katanya.

Pang Boh Kio lahir di Gunung Papan, Tanjungbalai Karimun, 7 Oktober 1935. Menurut Suwardi, 50, anak kelima, ibunya merantau ke Batam sekitar 1980.

“Awalnya tinggal di Baloi Persero,” kata Suwardi yang didampingi adiknya Jhonny Wang, 39.

Anak-anak Pang Boh Kio, selain di Batam, juga ada yang menetap di luar negeri, yakni di Singapura dan Thailand. “Ibu saya pekerja keras dan penyabar,” tutur Suwardi.

Tampak keluarga dan kerabat berkumpul di blok G Rumah Duka Marga Tionghoa. Sebagian kerabat tampak mendandani jasad Pang Boh Kio.

“Ibu akan dikebumikan Minggu (16/4) di Sambau,” ujar Suwardi. (ryh) 

Tanjungsebauk Desa Binaan Zakat

0
Suasana Tanjungsebauk dikala senja. F. Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan bantuan kepada warga Tanjungsebauk, Tanjungpinang, Selasa (11/4) kemarin. Bukan tanpa alasan bantuan tersebut disalurkan kepada warga di ujung Kota Tanjungpinang itu.

Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Kepri Afifah Mardiyah menyebutkan Tanjungsebauk adalah desa binaan zakat yang sudah terbentuk sejak enam tahun lalu.

“Mulai dari tahun 2010, Kanwil Kemenag Kepri telah membina Tanjungsebauk ini,” ungkap Afifah.

Pembinaan yang sudah digiatkan selama enam tahun terakhir di antaranya adalah pengelolaan berkesinambungan atas pelbagai zakat produktif yang disalurkan. Semangat ini, kata Afifah, agar zakat yang diterima tidak lantas habis begitu saja. Akan tetapi dapat terus menghasilkan dari waktu ke waktu.

“Pada awalnya beranggotakan 12 orang sebagai penerima bantuan zakat produktif yang kemudian dikembangkan untuk berbagai jenis usaha seperti jaring nelayan, ternak lele, kue basah, kue kering, toko kelontong, sayur, sarapan pagi, ikan asin dan lain-lain,” ungkap Afifah.

Tahun-tahun ke depan, Afifah menjanjikan pembinaan-pembinaan bakal terus dilakukan. Baik itu berupa pengelolaannya maupun pengembangannya. Hal ini, sambungnya, bakal berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat Tanjungsebauk sebagai desa binaan zakat.

“Saya juga minta agar ada proses pembukuan yang lebih tertata sehingga jelas. Kita hidupkan lagi usaha-usaha yang mengalami kemacetan. Sebagai motivasi hari ini kami berikan bantuan sembilan bahan pokok dan uang tunai kepada 21 anggota agar lebih semangat lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri Erman Zaruddin mengatakan pihaknya sengaja mengemas berbagai kegiatan keagamaan dalam bentuk safari agar lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Hari ini laksanakan safari di Tanjungpinang, besok di Batam dan akan menyusul di Karimun dan daerah lainnya secara bertahap yang dikemas guna memperingati hari-hari besar keagamaan Islam guna merealisasikan slogan bersih melayani, lebih dekat melayani umat,” ujar Erman.

Erman menyebutkan ada dua instrumen sumber ekonomi umat Islam yang terus akan dikembang yakni zakat dan wakaf. Potensi zakat menurut Baznas bisa mencapai Rp 100 triliun, tetapi karena belum diberdayakan dengan baik maka belum bisa mengentaskan kemiskinan umat Islam di Indonesia.

“Tahun 2016 sudah tercatat Rp 6 triliun, namun kami meyakini masih banyak penghimpunan zakat yang dilakukan masyarakat tetapi tidak tercatat,” ujar Erman lagi.

Lebih lanjut Erman mengatakan pihaknya sangat berharap warga Desa Binaan Zakat bisa meningkatkan aktivitas ekonomi umat.
“Unit-unit usaha yang sudah kita kembangkan seperti warung-warung yang didirikan melalui dana zakat bisa kita kemas dan perlu dilabeli dengan Warung Desa Binaan Zakat agar orang mengetahuinya. Dan saya minta harga jual di warung Desa Binaan Zakat lebih murah dibanding warung sebelah supaya masyarakat terutama sesama anggota merasa terbantu namun jangan sampai merugi. Keuntungan usaha harus bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi umat,” pesan Erman. (aya)

Peternak Babi di Duriangkang Pernah Diberi Kavling, Eh, Balik lagi ke Dam

0
Tim terpadu yang terdiri dari Ditpam BP Batam , Satpol PP Batam, TNI, Polri melakukan penertiban peternakan babi dikawasan Hutan Lindung Duriangkang, Rabu (12/10/2016), lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Para peternak babi yang ditindak oleh Ditpam BP Batam pada Rabu (12/4), sudah pernah diberi kavling pada beberapa tahun lalu. Kavling tersebut diberikan bentuk santunan, agar mereka bisa pindah dari kawasan Dam Duriangkang.

“Sudah pernah diberi dulu,” kata Direktur Ditpam BP Batam Budi Santoso.

Beberapa saat saja para peternak ini menyingkir dari Dam Duriangkang. Tapi setelah beberapa waktu, mereka kembali. Memulai lagi membuat rumah liar dan peternakan. Tak hanya itu juga mengajak kenalan-kenalan mereka untuk berdomisili di sana. Sehingga jumlah peternak terus bertambah banyak tiap tahunnya.

Oleh sebab itu, Budi mengatakan pihaknya akan menerapkan langkah tegas mencegah kembalinya para peternak yang ditertibkan ini.

“Nanti akan kami bangun parit, portal,” katanya.

Selain itu ia mengatakan akan menyiagakan petugas Ditpam di tempat-tempat masuknya para peternak ini ke dalam kawasan Dam Duriangkang.

“Juga ada patroli rutin nantinya baik dengan sepeda motor, mobil, jalan kaki maupun menggunakan drone,” tuturnya. (ska)

Terima Material, Kecamatan Kebut Cetak Fisik e KTP

0
Ribka, 18, melakukan perekaman E-KTP pemula di kantor Kecamatan Sekupang, Selasa (11/4). KTP pemula di Batam ini sebanayak 1.500 . F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pihak kecamatan telah menerima material untuk pembuatan e KTP. Masing-masing kecamatan mulai mencetak fisik e KTP warga yang berkasnya sudah lama menumpuk.

Kecamatan Batuaji yang menerima 1.114 material fisik e-KTP menargetkan dalam sepekan ini sudah siap dicetak semua. “Lagi kami kerjakan, paling sepekan ini sudah selesai sebab mau ambil lagi yang baru kalau sudah siap cetak semua blangko yang sudah ada ini,” ujar Camat Batuaji Frid Kalter, kemarin.

Material e KTP yang sudah diterima itu kata Frid diutamakan untuk warga yang mengurus e KTP baru pada bulan September dan Oktober tahun 2016 lalu. “Jumlah material cukup terbatas. Kami terima hanya 1.114 sementara berkas yang menumpuk sudah 10 ribuan lebih,” ujarnya.

Untuk warga yang mengurus kehilangan KTP ataupun yang mengurus e KTP diatas bulan Oktober 2016 diharapkan bersabar sebab akan ada pengadaan sesi selanjutnya.

“Makanya kami kebut dulu yang suda ada ini, setelah semuanya dicetak, maka ajukan lagi untuk tahap selanjutnya. Paling dua atau tiga minggu kedepan baru dapat lagi,” ujar Frid.

Senada disampaikan pihak kecamatan Sagulung. Dari total berkas yang sudah bertumpuk sejak pertengahan tahun 2016 lalu sebanyak 13 ribuan mereka hanya terima 1.500 material pembuatan e KTP. Material yang diterima itu rencananya juga akan diutamakan kepada warga yang sudah mengurus e KTP baru pada bulan Oktober dan September.

“Paling seminggu ini juga siap cetak semua dengan material yang kami terima ini. Setelah itu baru diadakan lagi,” ujar Sekretaris Camat Sagulung Hardianus.

Sementara itu warga yang sudah mengurus e KTP sejak September 2016 lalu, sepertinya sudah tak sabar untuk segera memiliki e KTP tersebut. Mendengar kabar jika pihak kecamatan telah menerima material fisik e TKP, puluhan warga di Batuaji dan Sagulung berbondong-bondong ke kantor camat masing-masing. Mereka menanyakan kapan mereka boleh cek atau ambil fisik e KTP yang sedang dicetak itu.

“Saya mau lamar kerja pak, makanya butuh sekali sama KTP itu. Katanya sudah ada material makanya saya kemari untuk cek apakah KTP saya sudah siap atau belum,” ujar Nurdin, warga Dapur 12, Sagulung di kantor Camat Sagulung, kemarin.

Begitu juga dengan Magdalena, warga Batuaji, setelah mendapat informasi dari media masa, dia langsung mendatangi kantor Camat Batuaji, pagi kemarin. Dia ingin tahu apakah KTPnya sudah jadi atau belum.

“Sudah dari September 2016 saya urus, makanya pengen tahu apakah sudah jadi atau belum. Kalau sudah saya juga mau tahu kapan bisa diambil,” ujar warga Bukit Tempayan. (eja)

Tiga Jurusan SMKN I Batam Terapkan Empat Tahun Belajar

0
ilustrasi memilih sekolah, SMA atau SMK?

batampos.co.id – Program belajar empat tahun bagi siswa SMK telah ditetapkan sebagai kurikulum nasional. SMKN I Batam salah satu sekolah yang akan menerapkan sistem belajar empat tahun tersebut.

Tahun ajaran baru nanti 2017/2018, ada tiga jurusan yang akan menerapakan sistem belajar empat tahun di SMKN I. Tiga jurusan tersebut adalah

  • Teknik Mekatronika,
  • Teknik Otomasi Industri
  • Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi.

Untuk itu kepala SMKN I Batam Lea Lindrawijaya mengingatkan kepada orangtua atau calon siswa yang akan daftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) nanti tidak lagi kaget dengan kurikulum empat tahun belajar itu.

“Kami sudah berupaya sosialisasikan agar nanti tak ada yang kaget, karena memang kurikulum nasional SMK sudah seperti itu,” ujar Lea, kemarin.

Penerapan sistem belajar empat tahun ini memang belum semua jurusan. Jika ada orangtua atau calon siswa yang keberatan dengan sistem tersebut bisa memilih tiga jurusan lain yang masih menerapkan sistem belajar tiga tahun.

“Yang tiga tahun masih ada cuman tinggal tiga jurusan saja yakni Teknik Permesinan, Teknik Jaringan Komputer dan Teknik Pengelasan,” kata Lea.

Penerapan program belajar empat tahun ini sesuai dengan instruksi dari Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI mencetak lulusan SMK dengan kemampuan yang lebih. Siswa yang belajar selama empat tahun ini bisa diserap sebagai tenaga kerja atau bisa melanjutkan kulia di Poltek langsung ke tahun ajaran kedua.

“Karena pendidikan empat tahun ini sudah setara dengan D3 tapi hanya di Poltek yang sudah ada kerja sama. Poltek Batam salah satunya,” ujar Lea.

Kelas-kelas yang akan dibuka untuk program empat tahun belajar pada tahun ajaran baru nanti tersebut adalah Teknik Otomasi Industri (kelas industri Scneider), Teknik Daya dan Komunikasi (sebelumnya Teknik Elektronik Industri), Teknik Mekatronik Reguler, Teknik Teknik Mekatronik (kelas Industri Epcos), Teknik Mekatronik Kosen dan Teknik Mekatronika Thailand.

“Jadi tiga jurusan itu sudah tak ada pilihan lagi. Mereka yang mau masuk SMKN I ya harus bersedia belajar empat tahun. Itu sudah jadi kurikulum nasional,” terang Lea.

Untuk proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) sendiri memang dilakukan secara on line seperti PPDB pada umum.

Untuk program belajar empat tahun itu, ada dua kelas yang cukup istimewa sebab menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum negara lain. Kedua kelas itu adalah Teknik Mekatronika Kosen yang menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum Kosen dari Jepang serta Teknik Mekatronika Thailanda yang menggabungkan kurikulum nasional dan Thailand.

“PPDB untuk dua kelas ini berbeda memang karena harus dua kali test. Setelah test on line ada test tambahan untuk keahlian dan psikotestnya,” terang Lea.

Kelas Mekatronika Kosen dan Mekatronika Thailand ini juga sudah berjalan setahun belakangan ini. Keduanya memang sedikit berbeda dan istimewah dari kelas empat tahun lain yang akan dibuka tahun ajaran baru nanti. Dua jurusan itu memiliki keunggulan sebab kurikulum yang diterapkan merupakan kurikulum gabungan dengan kurikulum Jepang dan kurikulum Thailand.

“Belajar mereka benar-benar diawasi karena di kelas ada layar telekonfres yang terhubung ke sekolah-sekolah lain yang menerapkan kurikulum serupa,” terang Lea.

Begitu juga dengan fasilitas, dua kelas tersebut juga dilengkapi fasilitas yang lebih seperti televisi untuk telekonfres dan peralatan praktek yang disesuaikan dengan kurikulum yang dipakai.

Di Indonesia sendiri untuk kurikulum Kosen sudah ada 11 SMK dan SMKN I Batam satu-satunya SMK yang berada di luar pulau Jawa. Sementara Teknik Mekatronik Thailand juga ada 12 SMK yang menggunakan kurikulum yang sama. (eja)