Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 13461

Cruise Datang 3 Menteri Menyambut

0
foto: cruiseadvice.com.au

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi menjemput cruise perdana di Tanjung Benoa, Bali, 13 April 2017.

Mereka didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose. Mereka menyambut kedatangan perdana kapal pesiar Pacific Eden yang berada di bawah group Carnival Corporation & PLC dari Australia.

Para pejabat Kabinet Kerja itu, Menkomar Luhut, Menpar Arief dan Menhub Budi Karya itu langsung ditemui oleh Mr. Sture Myrmell, President of Carnival Australia of Carnival Corporation dan Mr. Mike Drake, Director P&O Australia Carnival Group. Mereka juga disambut oleh kesenian Bali yang tampil khas dengan musik yang dinamis dan para penari yang jelita dengan pakaian adat warna-warna emas.

Mereka menyebut Indonesia punya kekayaan dan keindahan alam yang sulit tertandingi. Indonesia punya segalanya, dan sangat berproapek dikembangkan sebagai destinasi cruise. Mereka sangat tertarik untuk bersandar ke Bali, Lombok, Jakarta sampai Komodo Labuan Bajo NTT.

“Sayangnya, bersandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia itu sangat mahal. Termasuk di Benoa Bali,” sebut Mike Drake, Director P&O Australia Carnival Group. Dia paparkan data benchmark biaya sandar yang 10-15 persen lebih mahal daripada Singapore, Malaysia dan Hongkong.

Tiga menteri itupun bengong dan terbelalak melihat biaya yang mahal itu. “Sementara fasilitas yang disediakan Pelindo III masih sangat minim. Dari soal air bersih, pengolahan sampah, sampai fasilitas di terminal. Strategi harga inilah yang membuat kapal-kapal cruise pindah sandar ke negara tetangga!” kata Luhut bersemangat.

Karena itu, Luhut langsung meminta Menhub Budi Karya untuk memanggil Pelindo III untuk membicarakan soal fee sandar dan lepas sandar di semua pelabuhan di tanah air. “Tolong perbaiki harganya, bechmark dengan Singapore,” jelas Luhut.

Menurut Menkomar, masalah port charges yang tinggi, fuel prices, sampah, air, dan lainnya, sudah bertahun-tahun terjadi. Terminalnya juga harus segera diperbaiki. Inilah critical yang harus segera diselesaikan.

“Tolong segera di deregulasi, dibuat kebijakan yang cepat untuk mengatasi hal tersebut, buat   National Cruise Tourism Strategy,” katanya.

Menkomar Luhut berjanji akan segera membereskan semua problematika di Pelindo III itu, agar bisa mendatangkan cruise lebih banyak lagi. Dia mengingatkan semua pihak agar bekerjasama untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki pernak-pernik hambatan. “Kerjasama antar Kementerian, Pemerintah Daerah, dan lembaga terkait lainnya harus terus bersinergi,” tuturnya di lantai 7 Kapal Pesiar berwarna biru tua itu.

“Semua peraturan yang tidak masuk akal dan mempersulit harus di deregulasi. Benoa ini akan dibangin terminal cruise bertaraf internasional, untuk persiapan IMF-World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018 yang akan dihadiri oleh 13.000 sampai 18.000 peserta dari 189 negara,” kata Luhut.

Menko Luhut menjelaskan, ke depan Bali bisa dijadikan destinasi Fly and Cruise. Terbang ke Bali, lalu sailing dengan yacht mereka ke berbagai pulau di tanah air. Setelah selesai, menjelajahi pulau-pulau indah di Lombok sampai Labuan Bajo, Wakatobi, kembali ke Bali dan terbang ke negaranya

lagi.

Mimpi Menkomar adalah menjadikan Bali sebagai tempat para jet-setter dan orang-orang super kaya dunia.

Menpar Arief Yahya menambahkan cruise di Indonesia menurun jumlahnya, dari 400 calls menjadi 350 calls tahun 2016. “Tetapi jumlah penumpangnya bertambah, dari 200 ribu 2015  naik 260 ribu tahun 2016. Itu menunjukkan cruise yang bergerak ke Indonesia itu ukurannya lebih besar, dari small size ke medium dan big size,” jelas Arief Yahya.

Untuk cruise, lanjut Menpar Arief, Indonesia itu hanya mendapatkan 1 juta wisman, nilai devisanya USD 1 Miliar. Angka itu terlalu kecil dibandingkan potensi Indonesia senagai negara Bahari atau Maritim.

“Bandingkan dengan Malaysia, yang sudah 8 juta wisman, kita terlalu kecil kalau hanya 1 juta. Maka proyeksi kami akan menjadi 4 juta wisman atau USD 4,” katanya.

Group Carnival Corporation & PLC ini, memiliki 10 brand kapal pesiar dan 100 kapal, dan mengangkut lebih dari 10 juta wisatawan. Carnival juga mengagregat kapal-kapal besar, seperti AIDA, Carnival, Cunard, Holland America Line. fathorn, P&O Cruise, Princess Cruises & Seabourn.

Sepanjang 2017 itu, Carnival akan merapat ke Tanjung Benoa, Lombok, Komodo, Jakarta dan Purbalingga.(*)

 

Lets Capture, Latihan Motret agar Tak Asal Jepret

0

Pada 20 April 2017 nanti, Kementerian Pariwisata tak ragu menggelar” Lets Capture.

Turisme dan fotografi berjalan seiring. Tanpa fotografi, promosi turisme sulit dilakukan. Di sisi lain, fotografi juga makin maju karena adanya pariwisata.

Lantas apa sih Lets Capture itu? Mengapa juga itu ikut digelar Kemenpar?

“Ini semacam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi fotografer kementerian. Pesertanya nggak cuma dari Kemenpar.Fotografer profesional dan tim dokumentasi Kementerian dan Lembaga Negara lainnya juga ikut kami undang. Jadi ada unsur kerjasama lintas sektor, dalam rangka Indonesia incorporated,” tutur Plh Karo Komblik Kemenpar Iyung Masruroh, Kamis (13/4).

Arbain Rambey, fotografer yang difollow 82.600 orang di Instagram ikut diundang. Begitu juga Darwis Triadi, Oscar Matulloh, Adek Berry, Edy  Santoso,  Angga Sasongko hingga Jozz Fellix. Nuansanya nanti disebut-sebut seperti ‘lebarannya’ fotografer nasional karena nama-nama top hadir semua.

Bahkan fotografer Kemenlu, Kemenko Kemaritiman, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, Kemenkominfo, Kemen PUPR, Kemenhub, Kemendikbud, Kemenpora, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemen PAN-RB, Kemenkop dan UKM, BNPB, juga ikut diundang ke acara.

Semua akan berbaur jadi satu bersama tim fotografi Kementerian Pariwisata RI. “Kerjasama  Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatannya. Ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” katanya.

Kebetulan, promosi turisme sedang dipacu habis-habisan. Dan fotografi ikut menjadi ‘mata’ dari semua promosi yang dilakukan. Semua keindahan, panorama keren, menjadi jendela sebelum orang memutuskan berwisata ke suatu daerah.

Menpar Arief Yahya menyebut agenda Lets Capture ini cukup strategis. Dasarnya jelas! Fotogafi sudah menjadi lifestylenya dari turisme. Tanpa fotografi, promosi turisme sulit dilakukan. Di sisi lain, fotografi juga makin maju karena adanya pariwisata.

“Dulu orang memotret, dicetak, disimpan. Sekarang orang memotret langsung share ke Instagram, Facebook dan Twitter. Ini juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan koordinasi tim dokumentasi Kementerian Pariwisata dengan tim dokumentasi Kementerian dan lembaga negara lainnya, serta fotografer profesional,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Output yang dicari, tentu foto-foto berkualitas. Yang punya ‘ruh’, punya sisi humanis, dramatik dan bisa mempoplerkan Pesona Indonesia kemana-mana.

“Jadi setelah acara jangan lupa eksplorasi sudut-sudut keindahan Pesona Indonesia. Jangan lupa viralkan ke dunia maya,” tuturnya. (*)                       

 

Festival Banyuwangi Kuliner 2017, Ehm… Ada Chef Juna

0
foto: kabar banyuwangi

Sejak 12 hingga 16 April mendatang, pecel pithik tak henti-hentinya dipromosikan di Festival  Banyuwangi Kuliner 2017.

Tak tanggung-tanggung, Banyuwangi ikut menggandeng juru masak Junior Rorimpandey, yang akrab disapa Chef Juna, untuk mempromosikan masakan khas daerah berjuluk Sunrise of Java itu.

“Kehadiran Dhef Juna sendiri jadi atraksi yang menarik lebih banyak pengunjung ke Festival Banyuwangi Kuliner,” tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (13/4).

Jurus Bupati Azwar Anas itu pun langsung mengena. Masyarakat dan wisatawan langsung ‘menyerbu’ Festival Banyuwangi Kuliner 2017. Ada yang antusias menonton aksi Chef Juna, membuat Vlog dengan latar belakang Chef Juna, sebagian ada juga yang juga yang berselfie ria dan memviralkan ke dunia maya.

Semua seakan tak ingin melewatkan momentum kedatangan ‘Arjuna’nya kuliner saat memasak masakan khas Banyuwangi. Pesona chef berwajah tampan dan bergaya cuek dan cool itu sukses menghipnotis pengunjung Festival Banyuwangi Kuliner.

“Chef Juna itu kan branding kuliner lokal. Fansnya banyak. Karena itu kami berani menjadikan Chef Juna sebagai endorser untuk mempromosikan kuliner Banyuwangi. Ini upaya kami membranding kuliner lokal, sehingga warung-warung rakyat bisa makin laris,” tegasnya.

Chef Juna pun mengaku happy diundang ke Banyuwangi. Kolabrotasi warga yang ramah, kuliner enak dan alam yang indah, diyakininya akan mampu menyedot lebih banyak lagi wisatawan untuk plesiran ke kabupaten berjuluk Sunrise of Java itu.

“Warganya ramah, kulinernya unik-unik. Aspek perpaduan bumbu dan perpaduan jenis makanannya juga sangat oke. Rasanya sangat enak. Tugas saya, membuat kuliner Banyuwangi yang sudah lezat ini terlihat menarik. Untuk pariwisata, ini sangat bagus,” kata Chef Juna..

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Alief Kartiono menjelaskan festival kuliner itu melibatkan 190 pemilik warung, restoran dan jasa boga yang menyajikan pecel pitik dan masakan khas daerah lainnya. Semuanya berlomba menyajikan cita rasa pecel pitik yang enak, bersih, lengkap dengan cara penyajiannya.

“Maksudnya dilombakan agar standar rasa dan penyajian penjual pecel pitik ini juga ikut naik, sehingga wisatawan merasa puas,” kata Alief.

Meski puncak acara Banyuwangi Kuliner berlangsung pada 12 April, para pengunjung bisa menikmati pecel pitik dan masakan khas Banyuwangi lainnya hingga 16 April di Taman Blambangan.

“Yang belum sempat datang, silakan ke Banyuwangi. Ada banyak kuliner lezat yang bisa dinikmati di Festival Banyuwangi Kuliner 2017,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji kreativitas Banyuwangi untuk mempopulerkan kuliner khas di sana. Baginya, kreativitas dan pengalaman akan menajamkan sensitivitas dalam membaca peluang pengembangan pariwisata. “Banyuwangi itu contoh kongkret. Bupatinya menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya,” katanya.

Menurut Arief Yahya, makanan bisa membuat orang ketagihan, jatuh cinta, dan kangen untuk mencari dengan jenis makanan itu lagi.  Karenanya, dia berharap, beragam keseruan Festival Banyuwangi Kuliner langsung di share ke media sosial. Bisa via Facebook, Twitter, Google+, Instagram, Pinterest, Youtube, dan semua platform medsos.

“Berbagai kebahagian, keseruan, selfie di Festival Banyuwangi Kuliner akan menginspirasi banyak orang untuk datang ke Banyuwangi. Jadi jangan sampai lupa upload ke media sosial,” kata menteri asal Banyuwangi itu. (*)                       

 

PT Pelindo Gesa Pembangunan Dermaga

0
batampos.co.id – PT Pelabuhan Indonesaia (Pelindo) I Cabang
Tanjungpinang sedang menggesa peroyek pembangunan dermaga bongkar muat peti kemas (kontainer) sepanjang 80 meter di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kabupaten Bintan. Perpanjangan dermaga itu untuk mengantisipasi lonjakan bongkar muat peti kemas dari tiga pelayaran kapal yang datang melalui Pelabuhan Belawan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Kapal muatan kontainer dari Aceh, Medan dan Kalimantan akan
bertolak melalui Pelabuhan Belawan. Maka untuk mengantisipasi
lonjakan bongkar muat kita perpanjang dermaga dari 240 meter
menjadi 320 meter,” ujar Kepala Perwakilan PT Pelindo I Cabang
Tanjungpinang Divisi Kijang, Khoiruddin Lubis ketika
dikonfirmasi, kemarin.
Selain memperpanjang dermaga untuk bersandarnya kapal muatan peti kemas, kata Khoiruddin PT Pelindo juga memasang Fix Crane (Crane duduk berkapasitas besar) untuk membongkar muatan kapal didermaga tersebut. Sebab selama ini PT Pelindo hanya mengandalkan satu unit reachstaker (mobil crane) untuk
aktivitas bongkar muatan kapal. Bahkan juga dibantu dengan
crane yang dimiliki kapal lain.
Dengan Fix Crane itu, lanjut Khoiruddin aktivitas bongkar
muatan akan berjalan lancar. Sebab crane itu mampu mengangkat bobot peti kemas seberat 150 ton. Jadi peti kemas yang mampu  diangkut dengan crane tersebut bisa dua sampai tiga sekaligus.
“Tahun ini kami akan datangkan crane itu. Sehingga aktivitas
bongkar muat bisa berjalan lancar. Kami juga optimis dengan
semua fasilitas itu bongkar muat kontainer akan naik 20
persen,” bebernya.
Ditanya muatan yang diangkut tiga pelayaran kapal dari
Pelabuhan Belawan, Khoiruddin mengaku kapal dari Aceh, Medan
dan Kalimantan akan membawa muatan komoditas buah-buahan, sayur mayur dan berbagai jenis makanan ke Pelabuhan Sri Bayintan.
Muatan itu diperuntukan memenuhi kebutuhan masyarakat yang
berada di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Hadirnya ketiga pelayaran kapal itu, sambung Khoiruddin
sekaligus meningkatkan aktivitas bongkar muat peti kemas. Sebab PT Pelindo memprediksikan akan terjadi kenaikan 2.500 sampai 3.500 peti kemas pertahunnya. Dari 11.500 peti kemas selama 2016 akan bertambah menjadi 14.000 sampai 15.000 peti kemas ditahun ini.
“PT Pelindo Pusat sudah datang kesini. Mereka mengecek agar
pembangunan dan pengadaan crane sesuai dengan SOP. Jadi kita
tinggal menyelesaikannya saja,” ungkapnya. (ary)

Promo Pariwisata sebelum Deklarasi di Majapahit Travel Fair

0
ilustrasi

Sejak Rabu (13/4) petang hingga malam hari, barisan anak muda yang hobi digital ini sudah mulai merapatkan barisan, sharing info, pengalaman dan gagasan untuk memajukan pariwisata Jawa Timut via digital.

Mereka ialah laskar digital Jawa Timur.

Sebelum deklarasi Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jatim, Kamis (13/4) malam, anak-anak muda tadi sudah lebih dulu berinteraksi dan menyusun strategi untuk mengibarkan pariwisata Indonesia ke level dunia.

“Pariwisata ini adalah masa depan Indonesia, Jadi harus dikawal sama-sama,” ungkap Inggit Erlianto, travel blogger asal Gresik, Jawa Timur.

Puluhan anak muda yang punya hobi sama dengan Inggit juga ikut mengamini. Raka Raki, yang notabene merupakan duta-duta wisata Jawa Timur yang ikut hadir di acara itu juga ikut sepakat. Interaksi  dan diskusi yang digelar di Restoran Al Hamra, Surabaya itu pun langsung semarak. Semua seakan tak sabar untuk segera mendeklarasikan GenPi Jatim yang akan digelar di sela Majapahit Travel Fair 2017.

Lantas mengapa anak-anak muda Jatim ini begitu antusias membahas isu pariwisata? Mengapa juga mereka ingin ikut serta menjadi voulenteer untuk memajukan kepak sayap Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia?

“Karena pariwisata itu masa depan bangsa ini. Ini menjadi mesin utama membawa Indonesia take off menuju persaingan global,” tutur Juara I Raki Jatim 2016, Tita Oxa Anggrea.

Karenanya, dia pun tak ingin ketinggalan mensupport pariwisata. Presenter JTV itu ingin ambil bagian dalam memajukan pariwisata daerahnya.

“Ada banyak ide dan gagasan yang bisa dituangkan lewat gerakan dunia maya. Pokoknya pariwisata harus maju supaya daerah juga bisa merasakan manfaatnya,” ucapnya.

T. Rahmadi, anggota Tim Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas Kemenpar ikut menyemangati GenPI Jatim. Menurutnya, perkembangan internet telah mengubah wajah pariwisata dunia.

“Kini semuanya serba digital, mencari informasi wisata, membeli tiket dan booking hotel serba online. Wisata halal Lombok bisa juara dunia seperti sekarang salah satunya lewat perjuangan di dunia maya. Jadi mari sama-sama kita mulai berpromosi di dunia maya, kita pajang foto dan video wisata yang memesona,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi semangat anak-anak muda Jatim tadi. Dia yakin, dengan semangat dan kreativtas dunia maya, GenPI Jatim akan sukses ‘mengguncang’ dunia.

“Tugas anak-anak muda nih, promosikan pariwisata Indonesia,” ungkapnya.

Benchmarkingnya sudah ada. Sebelum Jatim, GenPI Jateng sukses membuat event pesta diskon besar-besaran di SemarGres heboh di dunia maya. Dua hastag Semargres berhasil menjadi trending topik nasional pada Minggu, 9 April 2017.

“Saya yakin Jatim juga bisa seperti itu. Terima kasih supportnya, salam Pesona Indonesia!” kata Menteri Arief Yahya. (*) 

Warga Singapura Suka ke Indonesia

0

“Pasar pariwisata ke Indonesia itu sangat bagus untuk kelas menengah Singapura. Kami sudah terbang ke 12 destinasi. Ternyata tujuh laku keras. Yang kami push di SilkAir Roadshow 2017 hanya lima destinasi. Semuanya kami pasarkan dengan harga murah untuk menarik minat warga Singapura ke Indonesia,” tutur Tan Lay Choo, Senior Sales Executive SilkAir, Kamis ((13/4).

Balikpapan, Bali. Lombok, Makassar, Palembang, Surabaya dan Pekanbaru masuk ke dalam radar destinasi yang laku keras.

Selain berwisata, warga Singapura juga kerap berbisnis di sejumlah destinasi tadi.

“Jadi kami tidak perlu menurunkan harga lagi. Semuanya laku keras karena alamnya bagus. Infrastruktur pariwisatanya juga menunjang,” ucapnya.

Sementara Medan, Manado, Yogyakarta, Semarang dan Bandung termasuk yang di push penjualannya di SilkAir Roadshow 2017. Tiket Singapura ke Medan dibanderol dengan 99 Dolar Singapura. Setelah itu Singapura-Bandung SIN 139, Singapura-Semarang SIN 139 dan Singapura-Manado SIN 359.

Lantas mengapa 5 destinasi tadi kurang diminati kelas menengah Singapura? Padahal Bandung dan Semarang punya banyak destinasi wisata yang keren. Amenitasnya oke. Kuliner dan belanjanya pun cukup ngebhits. Medan juga sama. Ada Danau Toba, kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi ‘’10 Bali Baru” di sana. Manado apalagi.

Belakangan destinasi ini banyak diburu turis China. Kawasan ini juga punya Bunaken yang punya underwater kelas dunia.

“Tiket LCC ke lima destinasi tadi lebih mahal bila dibanding destinasi serupa di Asia Tenggara. Flight LCC masih sedikit jadi sulit bersaing,” ungkapnya.

Komparasinya bisa dilihat dari destinasi ke Phuket, Langkawi dan Penang yang dibandrol dengan harga  99. Jarak menengahnya, ada Cebu, Davao dan Kalibo yang menjadi pesaing berat bagi Manado. Bila tiket Manado dibandrol $359, Cebu hanya SIN 179. Sementara Davao dan Kalibo SIN 259. Marginnya lumayan besar meski Manado dan destinasi wisata Filipina berdekatan dengan Cebu, Davao dan Kalibo.

Fakta diatas menandakan bidikan “anak panah” yang dilesakkan Menpar Arief Yahya di SilkAir Roadshow 2017 langsung menghujam sasaran target yang tepat. Dari 12 destinasi, hanya 5 destinasi yang dijual dengan discount besar-besaran. Tujuh lainnya tetap laku keras dan tidak ada ada yang diturunkan harganya.

Menpar Arief Yahya berterimakasih atas masukan yang diberikan Tan tadi. Solusi pun akan segera dirumuskan untuk memenangkan pasar wisata di ASEAN. Untuk membalikkan kondisi ini,

“Ketika sudah tahu titik lemahnya, maka kita tinggal berkonsentrasi memperbaiki lebih serius di titik-titik itu. Sekarang tinggal mendesain You Get More, You Pay Less! Membayar dengan harga yang sama, tetapi mendapat fasilitas dan keunggulan yang besar,” tegas Menpar Arief Yahya. (*)                       

 

Datang dan Ikuti Festival Ikan Nusantara dan Lomba Masak Ikan

0
foto: hasbi / batampos

Festival Ikan Nusantara (FIN) dan lomba masak ikan nasional di Muara Angke Jakarta, 20-21 Mei 2017. Ikutan yuk…

Kenapa harsu masak ikan? Sebab Indonesia kaya ikan. Indonesia gudangnya ikan. Karena itulah, event menjadi sangat menarik.

“Ini sekaligus mempopulerkan wisata kuliner di Muara Angke Jakarta,” kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Rapat koordinasi ini sudah dilakukan bersama antara Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menpar Arief Yahya, Kepala Bekraf Triawan Munag, Femina Group, media nasional (Indosiar dan SCTV) dan pihak terkait lainnya. Mereka terus mematangkan persiapannya event yang tujuan akhirnya mengajak masyarakat gemar makan ikan.

Selain itu, misinya, membuat even yang berbarengan dengan Kebangkitan Nasional itu dilirik dunia.

Soal kuliner, pemerintah memang tak ingin main-main menggarapnya. Potensinya sangat besar. Variannya masuk ke dalam tiga subsektor dalam industri kreatif yang memberikan sumbangan terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.Kuliner ada di posisi nomor satu dengan sumbangan sebesar Rp 209 triliun atau 32,5 persen. Setelah itu fashion  sebesar Rp 182 triliun atau 28,3 persen dan kerajinan sebesar Rp 93 triliun atau 14,4 persen.

Ketiga subsektor ekonomi kreatif yang mulai menunjukkan kontribusinya terhadap PDB ini sangat mungkin dikolaborasikan dengan sektor pariwisata yang sudah mapan. Sektor yang yang sudah menyumbang sepuluh persen dari total PDB.

Karenanya, Menpar Arief Yahya langsung bersemangat saat diajak rapat membahas Festival Ikan Nusantara (FIN) dan lomba masak ikan nasional. Rancangan festival, strategi pemasaran,publikasi, semuanya dipersiapkan dengan matang.

Misinya jelas, untuk mendorong kuliner nusantara untuk tampil di pentas dunia. Tak boleh kalah dari Thailand, Vietnam dan Malaysia yang sudah lebih dahulu menggunakan rasa makanan sebagai alat promosi dan diplomasi pariwisata.

“Festival Ikan Nusantara mendukung pengembangan Wisata Kuliner Indonesia. Yang tinggal dipikirkan adalah bagaimana mengemasnya menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value. Dorong Muara Angke jadi destinasi wisata kuliner. Andalan masakan berbahan utama ikan digarap Bekraf, standar restoran yang diandalkan dari Kemenpar,” tutur Menpar Arief Yahya, yang asli Banyuwangi itu.

Alasan yang sangat bisa diterima nalar mengingat plelesiran tak pernah luput dari kuliner. Bila suatu kawasan memiliki alam yang sangat indah, hal lain yang dicari wisatawan baik domestik maupun asing adalah kuliner.

“Dan 60 persen pariwisata ditunjang oleh industri kreatif. Jadi kuliner sangat berpengaruh bagi pariwisata,” katanya.

Jurus ampuhnya sudah disiapkan. Saat ini, Menpar Arief Yahya ingin mengendorse 10 restoran yang berada di luar negeri sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia. “Kemenpar akan melakukan branding 10 restoran nasional Indonesia di target pasar utama pariwisata dan pusat gastronomi dunia. Sepuluh restoran yang berada di luar negeri diendorse sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia,” ungkap mantan Dirut Telkom itu.

Menteri Arief juga akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi  gastronomi terbaik Asia dengan sertifikasi UNWTO. Pilot projectnya, Bali, Joglosemar dan Bandung.

“Restoran yang menjamur saat ini di mana-mana restoran Tiongkok dan restoran Thailand. Itu tandanya mereka berhasil menggaet masyarakat negara lain untuk mengenal dan suka dengan kuliner tradisional mereka. Indonesia bisa seperti ini, turis akan mengenal Indonesia lewat makanan kemudian datang ke sini,” tambah Arief. (*)

175 Berkas Calon Anggota Polri Diverifikasi

0
batampos.co.id – Berkas 175 orang pendaftar calon anggota
Polri tahun 2017, yang terdiri dari Akpol, Bintara dan Tamtama,
yang mendaftar melalui Polres Tanjungpinang diverifikasi tahap
awal.
Verifikasi berkas tersebut dilakukan pihak Polres Tanjungpinang
dengan melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dinas
Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dinas Pendudukan dan catatan
sipil Kota Tanjungpinang serta beberapa Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM).
Adapun berkas 175 pendaftar calon siswa Polri tersebut terdiri
dari 7 orang calon Akademi Kepolisian (Akpol), 137 orang
Brigadir Polisi laki-laki, 19 orang Brigadir Polwan, dan 12
orang Tamtama.
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro melalui Kabag Sumda, Kompol Hotlan Butar-Butar, mengatakan verifikasi berkas dilakukan selama tiga hari kedepan. Verifikasi dilakukan
sebelum pendaftar dinyatakan lulus.
“Untuk mereka yang lulus verifikasi tahap awal, nanti akan
menadatangani fakta integritas di Polda. Sabtu nanti gladi
resminya dilakukan di Polres,”ujar Hotlan, Kamis (13/4).
Dikatakan Butar-Butar, dilibatkannya Instansi terkait dan LSM
dalam verifikasi berkas pendaftar calon anggota Polri, baik
Akpol, Bintara dan Tamtama. Karena penentu kelulusan verifikasi
tahap awal tidak hanya dari Kepolisian.
“Jadi penentu kelulusan tahap awal tidak hanya dari Polres,
makanya dilibatkan instansi dan LSM. Selain itu, masyarakat
juga harus tau. Bahwa penerimaan anggota Polri tidak di pungut
biaya sepersen pun. Jika ada anggota Polri yang mencoba menjadi calo maka akan diberikan sanksi tegas,”kata Perwira bunga satu dipundaknya itu.
Diterangkannya, untuk mereka yang lulus verifikasi tahap awal.
Nantinya, akan diseleksi kembali di Polda Kepri. Kelulusan
selanjutnya, pihak Polda Kepri yang menentukan.
“Yang lulus nanti disini (Polres Tanjungpinang), itu belum
final. Finalnya nanti setelah seleksi di Polda
Kepri,”ucapnya. (ias)

Pemkab Bintan Bentuk Tim Khusus Cegah Kerusakan Lingkungan  

0
batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam mengatakan Pemkab Bintan sudah membentuk tim khusus yang siap diterjunkan untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan yang kian marak terjadi di Kabupaten Bintan. Seperti kebakaran hutan, penimbunan hutan bakau (mangrove) dan lainnya.
“Kita sudah bentuk tim khusus untuk pengawasan terhadap kawasan hutan lindung, serta kawasan lain berdasarkan tata ruas
wilayah. Tim ini tugasnya untuk melakukan penindakan berbagai
aktivitas yang dinilai merusak lingkungan,” ungkap Dalmasri, di
Lapangan Remkas Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (13/4).
Dalmasri, menuturkan saat ini tim yang dibentuk tersebut tengah bekerja keras untuk mengevaluasi hasil dari peninjauan yang sudah dilakukan di beberapa wilayah, yang diduga sengaja
dirusak oleh segelintir orang untuk mencari keuntungan.
“Biarlah tim yang sudah dibentuk itu bekerja dulu, menyelesaikan tugas-tugasnya. Mudah-mudahan dengan adanya tim ini kerusakan lingkungan dapat diminimalisir sekecil mungkin, sehingga ekosistem alam di Kabupaten Bintan, dapat terjaga dengan baik,”  terangnya.
Dalmasri juga menegaskan perusakan terhadap lingkungan dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan. Untuk itu, pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang berani mencoba merusak
lingkungan.
“Kalau salah kita akan tindak. Tidak akan ada ampun dalam hal
ini,” jelasnya.
Meskipun mengatakan akan menindak dengan tegas, namun tindakan apa yang dilakukan belum bisa ia beberkan.
“Tindakan yang diberikan tergantung dari hasil peninjauan
di lapangan. Yang penting ada pelanggaran ada penindakan,”
tegasnya lagi.
Sementara saat ditanya nama tim dan siapa saja yang berada
didalamnya, Dalmasri masih merahasiakannya. (cr20)

“Omong Kosong Ekonomi bakal Membaik”

0
Ketua KPPU KPD Batam, Lukman Sungkar.  Foto:Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Praktik kartel bisa tumbuh subur karena Batam memiliki puluhan pelabuhan tidak resmi (tikus) yang memudahkan masuknya barang dari luar negeri.

Sehingga para kartel sangat mudah mengatur harga komoditas tertentu.

“Ketika dikuasai satu dua orang, harga dapat dengan mudah ditetapkan. Terlebih lagi, Batam bukan daerah penghasil,” kata Lukman saat berkunjung ke Batam Pos mendampingi Ketua KPPU Pusat, Muhammad Syarkawi Ra’uf, Kamis (13/4).

Lukman mengatakan, di antara komoditas yang rawan menjadi permainan kartel adalah komoditas pangan. Selain itu juga komoditas industri, keuangan, kesehatan, dan logistik. Karenanya, kelima bidang itu akan menjadi fokus pengawasan KPPU.

“Berbicara pangan misalnya, harga daging sapi di Indonesia salah satu yang termahal di dunia. Padahal lahan kita banyak, begitu juga dengan gula, dimana harga di Indonesia setengah dari harga di Singapura,” tutur Komisioner KPPU, Nawir Messi.

Begitu juga industri dan keuangan. Tingkat suku bunga di Indonesia menjadi salah satu paling tinggi. Dibanding negara-negara lain, suku bunga ritel modal kerja hanya berkisar di bawah 2 atau 1 persen. Sementara di Indonesia, suku bunga 8 persen saja sudah dianggap rendah.

“Kalau ini tak didorong, omong kosong ekonomi bakal membaik,” tuturnya.

Di Bidang kesehatan, Messi mencontohkan maraknya praktik dokter yang mengarahkan pasien membeli obat dengan merek tertentu saat memberikan resep. Sehingga bukan pasar lagi yang menentukan.

Terkait hal ini, KPPU pernah memberikan saran agar apotek menyediakan obat-obat generik dan sudah disetujui pemerintah.

“Apakah diterapkan atau tidak teman-teman media yang bisa memberikan informasi,” tuturnya lagi. (rng)