Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13469

Sukses, Atambua Adventure Offroad Diminati Offroader Nasional dan Internasional

0

Untuk pertama kalinya, Atambua Adventure Offroad (AAO) 2017 yang dihelat 22-23 April 2017 diikuti banyak peserta dan wisatawan mancanegara (Wisman).

Inilah hasil manis dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di perhelatan Sport Tourism yang berada di Crossborder.

Bupati Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Willybrodus Lay mengatakan, acara ini berhasil melaksanakan debut manisnya karena untuk pertama kalinya dengan waktu yang sangat mepet, perhelatan AAO sukses mengumpulkan 70 Mobil dari 14 tim yang pesertanya terdiri dari berbagai wilayah di Indonesia dan negara tetangga Timor Leste.

“Terima kasih kepada Kemenpar yang telah mendukung acara kami ini. Ke depannya akan kami buat ini menjadi agenda rutin, karena acara ini juga diminati oleh negara tetangga Timor Leste, ini acara pertama, namun sudah sangat meriah,” ujar Bupati yang biasa disapa Willy itu.

Dalam acara AAO, Willy pun langsung terjun langsung ke tempat acara. Bahkan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir di sesi pertama hari pertama pelaksanaan AAO. Willy menambahkan, pihaknya sangat setuju dengan apa yang dikumandangkan Kemenpar betapa berpotensinya Wisman Crossborder untuk mengangkat perekonomian rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh stakeholder dan pelaku pariwisata di Atambua untuk ikut mempromosikan Atambua salah satunya dengan cara digital.

“Rencananya kami akan bermain di Sosmed membuat hastag Atambua Kota Festival. Kami akan membuat kalender Pariwisata yang tetap dan akan buat acara-acara selama setahun untuk menghidupkan Atambua dan menjadikan Atambua sebagai destinasi yang baru. Kami akan promosikan di sosial media. Ini juga berkat Kemenpar yang terus menjadikan Atambua menjadi kota festival dan destinasi Pariwisata, yang membuat kami siap membranding kota ini,” ujar Willy.

Willy berjanji akan juga melibatkan daerah sekitar Belu dan wilayah tetangga di Atambua, tujuan utamanya jelas membuat acara yang menarik yang mampu memantik kedatangan negara tetangga Timor Leste ke wilayah tanah air.

“Nanti akan kami release acara apa saja, yang penting program Crossborder berjalan baik dan sukses,” katanya.

Kemenpar melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Asdep Pasar Segmen Personal Kemenparndi hari perdana berjalan lancar dan menarik.

Rute start Lapangan Simpang 5 Atambua menuju Air Terjun Mauhalek di kec Lasiolat, lanjut ke padang Fulan Fehan di Kec Lamaknen, dan ke Benteng Ranu Hitu di Kec Lamaknen, terus melintasi pegunungan Perbatasan RI-Timor Leste di kec Lamaknen dan kec Lamaknen Selatan.

Pemandangan bukit nan indah Padang Fulan Fehan menjadi arena yang sangat menarik. Selain branding nasional Kemenpar Pesona Indonesia bertebaran di Atambua, keindahan alam Fulan Fehan juga menjadi daya tarik yang tiada duanya.

“Semua bisa dilaksanakan di tempat ini, Paralayang, Golf, dan semua Sport Tourism. Kita akan buat berkelas international,” kata Willy.

Untuk hari kedua (23 April) rencananya akan start dari Desa Naekasa di kec Tasifeto Barat, menuju kec Kakuluk Mesak, batas kab TTU, kembali menuju arah kota Atambua, finish di Lapangan Simpang Lima Atambua, dilanjutkan dengan malam hiburan dan acara penutup.

Menteri Pariwisata Arief yahya menegaskan bahwa pihaknya ingin terus menghidupkan cross border, atau dekat dengan negara tetangga. Atambua cukup berpotensi, sebagai destinasi crossborder, kalau diperbanyak kegiatan di area perbatasan itu.

“Jika tiap akhir pekan ada kegiatan rutin, itu bisa menjadi atraksi yang mendorong pengembangan industri pariwisata di sana. Hotel, restoran, cafe, rent a car, homestay, souvenir, semua bisa berkembang di sana. Industri akan cepat bergerak, ketika menemukan marketnya,” jelas dia.

Seperti Malaysia juga banyak border tourism, terutama dari Singapore, karena tidak perlu menyeberang, bisa ditempuh dengan jalur darat. Eropa apa lagi? Mereka besar karena crossborder, jalur daratnya hidup, semua bisa ditempuh dengan jalur darat. “Event yang berkelas internasional,” katanya. (*)

Yang Nak Mudik ke Banyuwangi Bisa Mendarat di Bandara Blimbingsari

0

Bandara Blimbingsari yang berkonsep green airport siap beroperasi penuh sebelum Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Untuk mengawali operasional, terminal di bandara ini akan melayani direct flight dari Jakarta dan Surabaya.

Saat ini, Bandara Blimbingsari memiliki runway sepanjang 2.250 meter. Sepanjang 1800 meter di antaranya memiliki ketebalan PCN (pavement classification number) 27. Untuk mengakomodir pesawat Boeing PCN 27 akan ditingkatkan menjadi 40.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pembangunan Green Airport Blimbingsari sengaja dilakukan sebagai salah satu upaya menarik wisatawan. Terlebih, terminal baru Bandara Blimbingsari merupakan terminal bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia.

“Bandara yang unik akan menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi daerah kami. Apalagi tahun ini Banyuwangi punya 72 agenda pariwisata yang menarik. Kunjungan wisatawan pasti meningkat karena bandara beroperasi sebelum Lebaran,” jelas Anas, saat dihubungi, Minggu (23/4).

Bagaimana ide green airport ini muncul? Anas menceritakan dirinya sudah lama mencari ide untuk memulai pengembangan bandara. Beberapa waktu silam, dia bertemu dengan sejumlah eksekutif muda yang bisnisnya baru beranjak tumbuh.

Mereka menyarankan untuk membangun bandara penuh kaca, sehingga tampak modern. Namun, saat bertemu dengan pengusaha senior papan atas, dia malah disarankan untuk membangun bandara yang berkarakter lokal, hijau, dan tidak mewah dengan kayu-kayu bekas.

“Saya sempat berpikir keras dengan dua pilihan itu. Pertimbangan kuat saya, pengusaha-pengusaha senior itu sudah pengalaman keliling dunia. Mereka bilang sudah banyak bandara dengan desain banyak kaca. Akhirnya kami pilih desain sederhana tapi pesannya kuat dengan arsitektur yang unik dan hijau agar tidak kalah bersaing dengan bandara modern,” ungkap Anas.

Bandara dengan terminal berkapasitas 250.000 penumpang per tahun ini, diharapkan menjadi ikon baru yang mendukung pariwisata. Selain tampil dengan arsitektur penuh estetika, terminal ini mengedepankan penghematan energi dengan pendekatan konsep rumah tropis yang mengutamakan penghawaan udara alami alias tanpa air conditioner/AC, namun tetap sejuk dengan penanaman berbagai jenis tanaman dan konservasi air.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kinerja Banyuwangi dalam mengembangkan bandara. Pemkab Banyuwangi dinilai kreatif. Bandara dikembangkan bukan semata-mata sebagai sarana aksesibilitas, tapi juga estetika pendongkrak atraksi wisata.

“Bandara Banyuwangi itu bisa menjadikan ikon wisata, bukan semata-mata infrastruktur transportasi. Ini memberikan harapan baru bagi pariwisata Indonesia yang oleh Presiden Joko Widodo sudah ditetapkan sebagai core ecokomy bangsa,” ujar Menpar Arief Yahya yang juga kelahiran Banyuwangi ini.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, di tengah fokus pemerintah pusat yang sedang gencar mengembangkan pariwisata melalui air connectivity, munculnya inisiasi green airport ini sangat menunjang perkembangan wisata di Indonesia. Banyuwangi sudah membuktikan sebagai daerah yang sukses mentransformasi dari agriculture ke tourism.

Jika daerah ingin sukses men-switch haluan pembangunan daerahnya ke sektor pariwisata, kuncinya CEO Commitment. Bupati Banyuwangi Azwar Anas sudah membuktikan itu. “Silakan belajar sendiri, bagaimana Banyuwangi membangun kreasi menjadikan kawasan wisata? Silakan ke Banyuwangi,” papar Arief Yahya.

“Saat kami dari pusat menggencarkan konektivitas udara, saya merasa ide green airport ini sangat hebat. Detail-detail pengerjaannya sangat cantik bikin pikiran fresh,” katanya.

Menpar Arief menilai, terminal baru Green Airport Blimbingsari mewakili desain bandara yang Indonesian Style atau bergaya nusantara. Untuk itu, bandara Blimbingsari telah menjadi percontohan pembangunan bandara yang khas Indonesia.

“Satu-satunya bandara dengan konsep Indonesian Style yang pernah dibangun. Terminal ini luar biasa, bagus sekali, sangat terasa Indonesianya. Terminal baru yang bagus ini akan menjadi percontohan nasional,” ujarya.

Sekadar informasi, bandara yang diarsiteki Andramatin ini desainnya mengadopsi kearifan lokal, yaitu arsitektur khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi. Dimana Atap terminal mengadopsi penutup kepala khas masyarakat Suku Osing, udeng. Selain itu, terminal baru Bandara Blimbingsari banyak menggunakan ornamen kayu yang juga dilengkapi dengan ornamen khas Banyuwangi. Bandara ini dibangun menggunakan dana APBD Banyuwangi sebesar Rp 40 miliar.

Bandara Blimbingsari berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dengan kapasitas 250 ribu penumpang. Setiap harinya, terdapat 3 flight yang melayani rute Banyuwangi – Surabaya pp. Tercatat penumpang melonjak hingga 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015). Hingga November 2016, bandara tersebut telah melayani lebih dari 102.000 penumpang. (*)

Titip Promosi Labuan Bajo kepada Siswa Sesparlu

0

Keindahan alam di destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, membuat peserta Sekolah Staf Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-18 yang merupakan para diplomat RI terkesima.

Shana Fatina selaku person in charge (PIC) Labuan Bajo dari Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menuturkan, para peserta Sesparlu Angkatan ke-18 juga bertemu dan berdiskusi dengan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula pada Kamis (20/4) malam. Dalam kesempatan itu, Agustinus menyampaikan apresiasi sekaligus harapan kepada para peserta Sesparlu yang bakal menjadi diplomat RI.

Agustinus sangat berharap para diplomat RI bisa ikut mengenalkan dan memopulerkan Labuan Bajo yang kini sudah masuk dalam daftar destinasi prioritas Kemenpar.

“Beliau (Agustinus, red) menegaskan kesiapan Labuan Bajo untuk terus memajukan sektor pariwisata sebagai salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia,” ujar Shana.

Lebih lanjut Shafa -panggilan akrab Shana- menambahkan, Direktur Sesparlu Odo Rene Mathew Manuhutu dalam kesempatan itu menuturkan, ada tiga hal penting yang ditangkap pada diplomat di Labuan Bajo.  Yakni keindahan alam, kekayaan budaya dan potensi sumber daya manusia.

Shafa menjelaskan, pejabat Kemlu itu menyatakan bahwa tiga hal tersebut merupakan potensi yang bisa melambungkan nama Labuan Bajo. Syaratnya, ketiga hal itu dikombinasikan dan dikembangkan secara baik.

Selain itu, peserta Sesparlu juga bertemu dan berdiskusi dengan Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong sekaligus memperingati Hari Kartini pada 21 April 2017. Pada hari yang sama, para diplomat peserta Sesparlu ambil bagian dalam “Weekly Clean Up” di Labuan Bajo bersama warga lokal dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati lingkungan.

Sebelumnya, para diplomat peserta Sesparlu tiba di Labuan Bajo pada 16 April lalu. Keesokan harinya, mereka langsung berkunjung ke Pulau Padar, Pulau Komodo dan Pulau Mawan.

Bahkan ada kegiatan di Taman Bacaan Pelangi di SDN Lancang. “Pihak Pusdiklat Kemenlu menyumbangkan sejumlah buku yang dikumpulkan dari para peserta untuk disumbangkan ke perpustakaan Taman Bacaan Pelangi,” tutur Shafa.

Namun, kata Shafa, hal yang terpenting adalah komitmen para diplomat peserta Sesparlu untuk iktu memopulerkan Labuan Bajo. Apalagi kegiatan itu juga diikuti diplomat asing dari Australia, China, Myanmar, Fiji, Laos, Cambodia dan Papua New Guinea.

Bahkan Kemlu dalam kegiatan itu mencanangkan tanda pagar (tagar) atau hashtag khusus, yakni #sesparlugoestobajo, #wonderfulindonesia dan #pesonaindonesia.

“Jadi setiap peserta wajib untuk mengunggah kegiatan dalam bentuk vlog, foto, dan kicauan di Twitter,” ujar Shana.

Soal memasarkan destinasi di luar negeri, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga tak henti-hentinya meminta peran serta para diplimat RI. Menteri asal Banyuwangi itu berharap kepada para diplomat RI di mancanegara untuk aktif mempromosikan Wonderful Indonesia.

“Para diplomat itu adalah ujung tombak di mancanegara. Kami sangat terbantu dalam promosi pariwisata dan investasi,” katanya. (*)

Ingat, International Jazz Day 2017 di Batam

0

30 April mendatang, Kementerian Pariwisata menggelar International Jazz Day 2017 di Batam.

Event musik ini menjadi puncak perayaan Hari Jazz Internasional.

Bukan cuma gelaran musik jazz, Kemenpar juga menggelar pertunjukan musik, talkshow dan berbagai kegiatan lain berhubungan dengan aliran musik dari New Orleans, Amerika Serikat ini.

Konser musik jazz berskala dunia ini akan diisi sejumlah musisi seperti Sheila Majid, Soukma, Geliga, Asian Rhythm Project, Lightcraft, Ikkubaru dan grup jazz dari Batam sendiri.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Jazz di Batam ini. Menurutnya, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini.

Pertama,  dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Batam.

Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Indonesia.

Selain itu, agenda musik ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia.

Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya.

ilustrasi

Gardiana, sekaligus Ketua Batam Jazz Society (BJS) mengaku, selalu merayakan perayaan International Jazz Day setiap tahun sejak 2014. Sebagai salah satu komunitas pencinta musik jazz di Indonesia, BJS secara resmi mendapat kesempatan UNESCO & Thelonius Monk (Institute of Jazz) sebagai salah satu kota di Dunia  menjadi mitra dalam penyelenggaraan International Jazz Day.

Perayaan International Jazz Day tahun ini di Batam, akan digelar di Goodies Poolside Restaurant, mulai Pukul 17.00-23.00 WIB. Selain komunitas pecinta jazz, para ekspatriat yang berdomisili di Batam akan meraimakan acara ini.

Target kami mendatangkan ratusan wisatawan tetangga asal Singapura dan Malaysia,” ujar pria dengan sapaa akrab Dian ini.

Selama ini, Batam terkenal dengan industri wisata dan bahari. Dengan gelaran jazz festival ini, Kemenpar berharap, menjadi magnet bagi para wisatawan untuk bertandang ke Batam. Lebih dari itu, jazz festival ini sebagai ajang promosi pariwisata di Batam.

“Event ini sangat cocok untuk menjaring wisman karena potensi pariwisata di Batam yang mumpuni, semoga event ini berkelanjutan menjadi event nasional,” katanya. (*)

Pulau Weh Memukau Peserta Sabang Marine Festival 2017

0

Yachtist (sebutan pelayar) dari 20 negara peserta Sabang Marine Festival 2017 mengeksplore sejumlah keindahan kepulauan Sabang, termasuk pulau Weh.

Tidak tanggung-tanggung, pada hari pertama SMF pihak Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) ini memboyong 54 yachtist untuk melihat keindahan Marina Lhok Weng yang merupakan salah satu lokasi pelabuhan khusus untuk kapal layar yacht. Di sana mereka disambut dengan penampilan tarian kolosal dari Sanggar Nol Kilometer.

“Pada hari pertama agenda Sabang Marine kita mulai pukul 14.00 WIB, peserta diajak menuju lokasi Marina Lhok Weng dari dermaga CT 1 BPKS dengan menggunakan beberapa boat yang dikawal oleh Polair dan Custom. Disana mereka disambut dengan tarian kolosal serta hiburan dari berbagai tembang nusantara,” ujar Ketua Panitia SMF, Fauzi Umar, Jumat (21/4).

Agenda hari pertama berakhir sampai malam ditutup dengan sajian barbeque untuk menikmati sajian laut dari perairan Sabang. Sementara pada hari kedua, semangat dari yachtist untuk melihat destinasi Pulau Weh semakin terasa, terlebih mereka diajak berkeliling city tour serta berbaur dengan masyarakat setempat.

Berbagai tempat yang dikunjungi mulai dari pukul 09.00 WIB pagi tidak henti-hentinya bidikan kamera poket dan gawai mereka abadikan mulai dari kunjungan ke Museum Sabang hingga ikut berenang di air terjun Pria Laot.

“Hari kedua peserta ikut serta dalam city tour, kita juga melibatkan peserta untuk berbaur bersama warga disini dan mengunjungi sekolah. Beberapa objek wisata saat city tour kita mulai dari Museum Sabang lalu berlanjut ke Tugu Walikota, Pantai Sumur Tiga, Bunker Jepang Anoi Hitam, Kelok Seribu, Wisata Gunung Berapi Jaboi, lalu makan siang di Gua Sarang hingga kunjungan penutup di air terjun Pria Laot,” ujar Fauzi.

Peserta SMF 2017 dari New Zealand, Hilbrand mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan city tour dan baginya menjadi pengalaman mengenal warga setempat.

“Menurut saya city tour ini sangat bagus dan juga sangat bermanfaat terutama untuk mengenal kehidupan di Sabang, terutama penduduknya. Hal yang sangat saya perhatikan salah satunya infrastruktur, seperti jalanan dan bangunan disini, saya juga memperhatikan bagaimana penghidupan orang-orang di kota Sabang,” akunya.

Ditanya soal perjalanan city tour yang paling berkesan, Hilbrand tanpa ragu menyebut langsung museum, air terjun dan keramahan warga kota.

“Yap, saya suka air terjun Pria Laot dan juga museum, seperti yang kita lihat tadi, anak-anak sangat antusias dan senang berada di dalamnya, itulah alasan kami suka travelling, kebahagiaan dan keramah-tamahan penduduknya. Banyak pemandangan indah di Malaysia, di Thailand, di Filipina, tapi kita berbicara tentang masyarakatnya, bagaimana cara mereka memperlakukan tamu dan wisatawan, dan penduduk di Sabang memperlakukan tamu dengan sangat baik,” ujarnya.

Pengalaman yang serupa juga diungkapkan oleh yachtist lainnya asal Australia, Lynita yang menjadi momen pertamanya menginjak kaki di Sabang, mengaku menyenangkan dengan adanya kegiatan city tour.

“Sangat mengagumkan dan luar biasa bagi kami, mengingat kami lebih banyak menghabiskan waktu di boat dan sangat susah berkeliling menikmati panorama alam di sini, tapi hari ini kami berkesempatan mengelilingi seluruh pulau dan ini sangat menyenangkan,” ujarnya.

Soal objek wisata favorit, Lynita juga seiya dengan Hilbrand, yang sama-sama menyukai air terjun.

“Tentu saja air terjunnya, kami bisa berenang, air yang bersih, lokasi yang bersih dan bebas sampah. Terlebih kami tidak bisa mandi dengan air sebersih itu di dalam kapal, jadi, ya, di air terjun kami bisa mandi dengan segar,” celutuknya sembari tertawa senang.

Usai SMF, Lynita sendiri akan berada di Sabang selama sepekan. Ia ingin menjelajahi lebih banyak lagi tempat-tempat indah di Pulau Weh ini.

“Kami akan berada di sini mungkin selama seminggu setelah festivalnya berakhir, kami berharap bisa mengunjungi lebih banyak tempat, seperti Pulau Rubiah, dan melakukan snorkling bersama keluarga,” katanya.

Menpar Arief Yahya terus mencari cara agar bisa menghidupkan wisata bahari Sabang, Aceh. Salah satu agenda acara di Phuket pekan depan, adalah membuat jalur regata Phuket, Langkawi, Sabang, agar bisa menghidupkan bisnis di ujung barat Indonesia itu.

“Kalau jalur yacht itu hidup, maka Sabang akan cepat maju dengan wisata baharinya,” kata Arief Yahya. (*)

Ayo, Melancong ke Kota Batu, Malang, Jawa Timur

0

Presiden Jokowi sering menanyakan, apa sebenarnya DNA bangsa ini? Apa yang membuat daerah kita juara dunia? Agriculture, tidak pernah juara, dan makin sulit mengejar reputasi menjadi juara dunia.

Manufacture, juga sulit melawan dominasi China. Teknologi Informasi, kita juga tertinggal dari Amerika, Jepang, Korea, yang sudah lama hidup dengan teknologi.

“Hanya pariwisata yang bisa membuat kita juara dunia!” ujar Arief Yahya, Menpar RI.

Bali sudah membuktikan, jadi destinasi nokor satu dunia. Yang mengumumkan dan memilih adalah travellers di laman milik TripAdvisor. Website yang paling terpercaya untuk tourism community.

Kota Batu, Jawa Timur tampaknya mulai berpikir pariwisata. Lokasinya, memang sudah mendukung sejak zaman penjajahan Belanda. Mulai dari wisata alam sampai dengan wisata buatan tersaji di Kota Batu. Belum lagi wisata kulinernya dan wisata petik apel yang sudah sangat terkenal itu.

Dinginnya Kota Batu, membawa suasana baru bagi para wisatawan. Pantas saja meneer Belanda di masa lalu menyebutnya sebagai De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa.

Itulah sebabnya promosi demi promosi wisatanya mulai digencarkan. Bahkan juga promo wisata ke Malaysia, Maret 2017 lalu. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu juga akan  mengikuti pameran bertajuk Road Show Pariwisata Budaya di Lombok, 18 Mei mendatang. Hal ini dilakukan untuk memperkuat citra Kota Apel ini sebagai kota wisata dan pertanian organik. Terutama, dalam mengenalkan wisata budaya.

Jika tak giat promosi, jumlah kunjungan wisatawan berpotensi bakal turun.

“Karena, semua daerah juga semakin gencar promosi wisata. Selagi ada kesempatan, kami harus manfaatkan sebaik mungkin,” kata Kepala Disparta Kota Batu Sinal Abidin.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota dingin ini terus naik tiap tahun. Pada 2015 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,9 juta orang. Pada tahun 2016, naik menjadi 4,2 juta orang.

Sedangkan, tahun ini, ditargetkan bisa naik sekitar 10 persen dari tahun lalu. Selain itu, Disparta kini sedang gencar sosialisasi dan inventarisasi potensi wisata budaya di 24 desa/kelurahan. Termasuk bakal membuat pertunjukan seni dan budaya untuk wisatawan di Gedung Kesenian Kota Batu.

Dengan ini, disparta berharap, wisatawan bisa punya lebih banyak pilihan tempat wisata alternatif. Sinal menambahkan, kegiatan di Lombok tersebut sebenarnya untuk Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Namun, disparta memanfaatkan momen tersebut untuk promosi potensi Kota Batu. Sehingga, Pemkot Batu tak hanya dapat kegiatan bersama Apeksi, tapi potensi wisatanya juga dikenal semua perwakilan kota di seluruh Indonesia. “Kami juga akan mengajak seniman Batu nanti. Kami akan promosi wisata budaya juga,” tambah pria asal Madura ini.

Lebih lanjut, seniman yang ikut ke Lombok bakal menampilkan berbagai seni dan budaya asal Kota Batu, seperti bantengan. Sehingga, potensi wisata budaya di Batu pun lebih dikenal masyarakat, terutama wisatawan luar kota.

Dalam waktu dekat, Disparta bakal mengadakan pertemuan dengan Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) sekitar akhir April mendatang. Hal ini dilakukan untuk membicarakan konsep dan apa yang akan ditampilkan dalam acara nanti.

Sehingga, persiapan tim yang dibawa ke Lombok lebih matang. “Teknisnya akan kami bicarakan lebih lanjut dengan dewan kesenian (DKKB) nanti,” terangnya. Tak hanya itu, lanjut dia, pihaknya akan mengajak perwakilan dari pelaku usaha Batu dalam acara tersebut.

Seperti dari perwakilan Jawa Timur Park (JTP) Group. Sehingga, para pelaku usaha bisa mengenalkan wahana yang ditawarkan.

“Perwakilan pelaku usaha nanti juga kami ajak,” katanya.

Jumlah total yang ikut, masih kata Sinal, sekitar 30 orang. Jumlah ini terdiri dari seniman, perwakilan pelaku usaha bidang pariwisata dan tim disparta sendiri. Sedangkan, anggaran untuk kegiatan itu mencapai Rp 225 juta. Saat ini juga masih proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkot Batu.

“Sekitar empat sampai lima hari acaranya nanti,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berpesan pada para Gubernur, Bupati, Walikota di tanah air agar pintar-pintar dalam  menentukan portofolio bisnis daerahnya. Apa karakter daerahnya? Yang kompetitif di level dunia? Yang tidak dimiliki daerah lain, bahkan di belahan dunia manapun! (*)

Wisata ke Malioboro makin Nyaman, akan Miliki Toilet Bawah Tanah

0

Selama ini, Jalan Malioboro menjadi salah satu daya tarik di provinsi Yogyakarta. Malioboro merupakan bagian dari garis imajiner antara Gunung Merapi, Tugu, Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pantai Selatan. Malioboro terletak antara Tugu dengan Keraton.

Malioboro pun terus dipoles. Kini, jalan yang menjadi pusat belanja khas Yogyakarta itu sudah memiliki trotoar yang memanjakan pejalan kaki.

Selain itu, akan ada toilet khusus di dekat Malioboro. Yang istimewa, toilet itu berada di bawah permukaan alias underground.

Menurut Larasati selaku person in charge (PIC) Borobudur dan Joglosemar dari Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menuturkan, proyek toilet underground bintang lima itu sudah memasuki tahap penggalian.

“Penggalian ditargetkan selesai dalam dua pekan pada Minggu 28 April nanti,” ujarnya.

Laras menjelaskan, lokasi proyek toilet underground di Taman Parkir Senopati. Penggalian untuk toilet underground itu sampai kedalaman enam meter.

“Total akan ada 20 toilet, yakni 12 toilet Perempuan, dua toilet difabel dan enam toilet laki-laki,” sebutnya.

Jauh-jauh sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sangat getol membuat pernyataan tentang pentingnya toilet bersih di kawasan wisata. Menurutnya, persoalan toilet sering terabaikan.

ilustrasi

Padahal, katanya, wisatawan juga butuh toilet yang bersih. Sebab, higienis merupakan unsur penting untuk menarik wisatawan.

“Toilet sangat berpengaruh terhadap higienitas dan penting sekali buat pariwisata. Toilet harus diperbanyak di setiap destinasi wisata. Pokoknya, toilet harus bersih,” ujarnya. (*)

Petir Menyambar Pohon, Tumbang Mengenai Didik, Tewas

0

batampos.co.id – Hujan lebat disertai angin dan petir membuat pohon yang berada di danau samping SPBU Bandara tumbang. Akibat tumbangnya pohon itu, satu orang mengalami meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.

Kapolsek Batamkota Kompol Arwin mengatakan, korban yang tewas akibat tertimpa pohon itu adalah Didik Kurniaan, 25. Sementara, koraban yang mengalami luka-luka adalah Agus Prawito, 25, dan Ali Akbar, 41.

“Kejadiannya siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB,” ujar Arwin saat dikonfirmasi, Minggu (23/4) sore.

Arwin menjelaskan, saat kejadian itu, korban bersama keenam temannya sedang berteduh di pondok yang berada di tepi danau. Saat mereka berteduh itu, tiba-tiba angin kencang dan disertai dengan petir menyambar pohon yang telah mati di tengah-tengah danau.

“Pohon tumbang itu mengakibatkan salah satu Korban (Didik) meningal dunia di tempat dengan kondisi kepala pecah dan kaki patah dan dua orang korban lainnya mengalami luka ringan,” katanya.

Atas kejadian ini, korban meninggal atas nama Didik telah dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam, sebelum dibawa pulang ke kampung Halamannya di Jawa Timur.

“Korban yang mengalami luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Santa Elisabeth,” ucapnya.

Sejumlah pohon tumbang melintang di Jalan Ahmad yani Batamcenter, Minggu (23/4). Pohon tumbang tersebut akibat diterpa angin kencang yang disertai hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, Paijah mengatakan, bahwa Didik selama ini bekerja sebagai pembuat tiang profil beton pilar rumah di tepian danau tersebut. Dikatakannya, Didik baru saja berada di Batam sejak awal April 2017 lalu.

“Ceritanya tadi mereka ini mau jalan-jalan ke pantai. Jadi karena hari hujan, mereka duduk dulu disitu,” ucap kerabat terdekat Didik di Batam itu.

Paijah mengatakan, Didik akan segera dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan disana.

“Sore ini kami langsung pulang ke kampung,” ujarnya singkat saat ditemui di lokasi kejadian. (cr1)

Dua Kendaraan Terlibat Kecelakaan, Satu Pengemudi Tewas di Tempat

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Okta Supriyatna, 32, pengendara sepeda motor Satria BP 63XX FH mengalami tabrakan dengan sepeda motor Mio BP 44XX GA yang dikemudikan Deri Rahmad Dani di dekat putaran-U Mitra Raya, Minggu (23/4) pagi.

“Korban atas nama Okta,” ujar Kanit Laka Lantas Polresta Barelang, Iptu Efendi Marpang, Minggu (23/4) siang.

Marpaung menjelaskan, kejadian laka lantas ini terjadi pada Minggu (23/4) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, sepeda motor yang dikendarai oleh Okta datang dari arah simpang Frengki menuju ke arah simpang Gelael.

“Sesampainya didekat U-Turn Mitra raya itu, korban bertabrakan dengan kendaraan motor Yamaha Mio yang datang dari arah yang sama,” katanya.

Akibat tabrakan itu, kepala Okta mengalami pecah akibat terbentur di aspal. Sementara pengendara Yamaha Mio, Deri, mengalami luka lecet di bagian kaki dan tangan, serta mengalami memar di bagian pinggang.

“Korban yang meninggal dunia, telah dibawa ke Rumah Sakit Embung Fatimah Batuaji,” ucapnya.

Marpaung menambahkan, anggotanya telah mendatangi lokasi kecelakaan untuk dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mencari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Selain itu, kendaraan uang terlibat kecelakaan juga sudah dibawa ke unit Laka Lantas Polresta Barelang.

“Kita juga melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Raharja,” imbuhnya. (cr1)

UN SMP Diundur

0
ilustrasi. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMP harus diundur. Ujian yang rencananya diselenggarakan Selasa, (2/5) harus diundur karena peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh ditanggal yang sama.

“Kemarin staff saya sudah ke Jakarta, dan Mendikbud minta penyelenggaraan diundur,” kata Muslim, Sabtu (22/4).

Mundurnya pelaksanaan jadwal ujian ini tidak usah dikhawatirkan. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi dari provinsi tentang penyesuaian jadwal yang baru.

Muslim menjelaskan penyesuaian jadwal UN yang baru ini tidak akan menganggu jalannya ujian nasional, baik yang UNBK maupun yang menggunakan kertas.

“Tidak ada perubahan yang signifikan termasuk mata ujian yang akan diujikan nanti,” sebut pria kelahiran Rempangcate ini.

Untuk sekolah yang ujian menggunakan kertas. Soal ujian akan didistribusikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri ke Disdik Kota Batam. Setelah itu akan dititipkan di masing- masing kantor polisi terdekat dari sekolah.

“Masih sama dengan tahun sebelumnya,” ujar Muslim.

Tahun ini terdapat 22 sekolah yang mengikuti UNBK. Saat ini persiapan sudah selesai, tinggal menunggu pelaksanaan ujian saja. Beberapa sekolah yang digunakan untuk ujian sudah menyiapkan sarana dan prasara berdasarkan jumlah siswa seperti, siswa SMPN 3 yang menumpang di SMAN 1 Batam.

“Secara keseluruhan UN SMP ini dikuti lebih kurang 11 ribu, dimana 3.152 siswa mengikuti UNBK,” ucap pria 59 tahun ini.

Muslim mengimbau, UN bukan lagi penentu kelulusan. Siswa diharapkan bisa menguasai diri untuk tidak terganggu dan terpengaruh dengan apapun yang bisa menjerumuskan siswa sebelum pelaksanaan UN.

“Termasuk bocoran soal, jangan ada yang percaya. Cukup belajar,” imbaunya. (cr17)

)