Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13469

Tinggalan Dalem Jumenengan Keraton Solo

0

Prosesi Budaya Keraton ‘Tinggalan Dalem Jumenengan’ ke-13 Pakubuwono XIII dilaksanakan tahun ini.
Sesuai kepercayaan Keraton, Tinggalan Dalem Jumenengan dinilai menjadi ritual paling sakral dan bermakna penting. Agenda tahunan ini untuk memperingati hari ulang tahun kenaikan takhta Raja, sesuai dengan arti Tinggalan Dalem Jumenengan itu sendiri.  Prosesi acara ini berlangsung mulai pukul 10:00 -12:00 WIB.

Gending gamelan Jawa mengiringi kirab pasukan Keraton sebagai pembuka acara, berlanjut dengan tarian sakral Bedoyo. Sembilan penari wanita membawakan tarian tradisional ini. Iringan gamelan laras pelog menambah suasan sakran Tinggalan Dalem Jumenengan di Keraton Solo.

Sekitar 4000 undangan menghadiri acara Tinggalan Dalem Jumenengan ini, termasuk dari kalangan pemerintah pusat dan daerah, seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Bahkan, Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomihardjo menyaksikan ritual ini.

Kementrian Pariwisata di bawah Menteri Arief Yahya pun melihat ritual tahunan di Solo ini sebagai salah satu agenda pariwisata dengan nilai jual tinggi untuk mempercepat destinasi Joglosemar (Yogya-Solo-Semarang).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti menilai, acara ini bukan hanya bisa menjadi wisata budaya dengan nilai jual tinggi. Lebih dari itu, Tinggalan Dalem Jumenengan ini di mata Esthy bisa mempersatukan Keluarga Keraton Solo setelah dilanda konflik internal berkepanjangan.

“Acara Jumenengan ini semoga bisa persatukan kembali Keluarga Keraton Solo dengan penuh keharmonisan. Menjalin kesepakatan bersama untuk melestarikan merawat dan menjaga tinggalan budaya adiluhung,” ujar wanita berjilbab ini.

Presiden Joko Wdodo sendiri sangat concern dengan budaya. Karena Solo sudah menjadi kawasan pariwisawa –Joglosema–, maka Kemenpar, bersama Kementrian Dalam Negeri dan Kemendikbud agar memberikan dukungan agar Keraton Kasunan Surakarta tetap eksis sebagai salah satu wisata dan cagar budaya bernilai sejarah tinggi.

Presiden Jokowi juga meminta agar semua pihak melestarikan warisan budaya ini dengan wujud berupa fisik bangunan keraton, benda-benda artefak, seni budaya dan ritual -ritual di dalam Keraton. “Eksistensi sekarang ini adalah hasil dari proses perjalanan panjang dan terminal akhir dari perjalanan budaya Karaton Surakarta,” ujar Esthy.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyempatkan diri hadir dalam acara Tinggalan Dalem Jumenengan ini mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung acar, termasuk Kemenpar

Menurut Tjahjo, Kemenpar telah memberikan manfaat besar pada Keraton dan masyarakat di Surakarta Tjahjo Kumolo datang ke acara ini  sebagai utusan Presiden Jokowi untuk menyampaikan beberapa amanat tentang pelestarian Kebudayaan Bangsa, di mana telah tertuang dalam UUD.

“Keraton merupakan warisan para leluhur bangsa dengan makna dan nilai sangat adiluhung sebagai jati diri bangsa, Keraton sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan bersama,” kata Cahyo Kumolo mengenakan pakaian adat khas Solo, lengkap dengan blangkon. (*)

Pramuka Sedunia Kagum dengan Bali

0

Sekitar 150 peserta dari 30 delegasi Pertemuan Pimpinan Pramuka se-Asia Pasifik ke-9 (the 9th Asia-Pacific Regional Scout Leaders Summit) 2017 mengaku terpesona dengan keindahan alam Pulau Dewata ini.

Elena Cabezas Alcala, delegasi tamu dari Spanyol, adalah salah satunya. Ia mengaku senang bisa ikut kegiatan ini sekaligus menikmati panorama alam Bali yang mendunia itu. “Ini moment yang sangat langka,” katanya (23/4).

Sejak kecil Elena mengaku hidup di kota. Jadi terbiasa dengan kebisingan dan gedung-gedung yang tinggi. Makanya ketika  educational tour dan diajak ke Jatiluwih dan Tanah Lot, matanya pun berbinar penuh antusiasme.

Jatiluwih adalah desa wisata yang terkenal dengan sawah berundak dan tarian okokannya yang sangat sacral. Berjarak 54 km dari Denpasar, pemandangan indah sawah terasering ini bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Sedangkan Tanah Lot adalah dua pura di atas batu besar di pinggir pantai yang paling banyak dijadikan ikon di Bali. Tanpa datang ke Tanah Lot yang indah ini kita bisa dianggap belum datang ke Bali

Diiringi dengan makan siang dan foto bersama, educational tour diakhiri dengan menikmati penampilan Tari Kecak Bali di sebuah restoran. “Fantastis, lucu dan berkesan. Tempatnya juga indah,” ujar Gholin Tshering, Pimpinan Pramuka asal Bhutan. Narator tari kecak memang kocak dengan bahasa Inggris dan Jepangnya.

Selain pergi ke tempat wisata, peserta juga diajak untuk mengunjungi Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Bali. Rombongan diantar langsung oleh Ketua Kwarda Bali, Ketut Wija, dan disambut ratusan anggota Pramuka.

Seluruh rombongan, termasuk beberapa petinggi APR Scout Leader Summit, seperti Paul Parkinson, JR Panggilinan, dan Ketua Komite Kepramukaan Dunia, Joao Armando, tampak antusias bertemu dengan anak-anak pramuka Bali yang aktif menampilkan kebolehan keterampilan kepramukaannya.

“Kita juga meminta kepada setiap delegasi untuk menanam pohon Bumi Perkemahan Margarana. Ini untuk menjaga keseimbangan alam Bali, karena pohon adalah bagian dari mahkluk Tuhan perlu dijaga dan dirawat,” ujar Ketua Kwarda Bali, Kak Ketut Wija.

Menpar Arief Yahya menyebut, Bali adalah ikon pariwisata Indonesia. Kalau ASEAN punya Thailand, maka Indonesia punya Bali. Ketika TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi nokor satu pilihan travellers, lengkap sudah julukan Bali sebagai destinasi yang tidak tertandingi. (*)

 

Penerjun dari 18 Negara Ikut Jogja Internasional Air Show 2017

0

Anda yang ingin menikmati pentas dirgantara, aerobatik show Tim Jupiter pada Jogja Internasional Air Show (JIAS) 2017, jangan lupa tanggal dan lokasinya.

Catat nih! Tanggal 26 April (hari Rabu), JIAS mulai digelar di Gunungkidul. Tepatnya di Lapangan Terbang Gading. Di sini penonton ada peluang untuk ikut terbang dengan pesawat anggota Jogja Flying Club (JFC).

Tanggal 27 April (Hari Kamis), JIAS beraksi di Candi Prambanan. Yang mau mengabadikan penerjun dengan background Candi Prambanan bisa hadir di sini.

Tanggal 28 April (Hari Jumat), atraksi udara dilakukan di atas Alun-alun Wates, Kulonprogo. Atraksi udara pagi hari di Kulonprogo dan sore harinya di kawasan Borobudur.

“Tanggal 29 April (Sabtu) JIAS tampil di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Dan tanggal 30 April (Minggu) di Pantai Depok, Bantul,” ujar Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Indan Gilang Buldansyah.

Kemeriahan JIAS di masing-masing daerah tersebut akan dilengkapi dengan kegiatan pendukung. Misalnya karnaval, pawai dirgantara, senam, dan sebagainya.

Untuk Kota Yogyakarta, JIAS di Alun-Alun Utara Yogyakarta berlangsung dua hari, Sabtu-Minggu (29-30 April). Pada hari Sabtu digelar Bazar Multiproduk mulai pukul 07.00, pawai dirgantara (pukul 13.00), drum band AAU, dan terjun payung oleh Tim TNI AU (pukul 14.00).

Sedangkan pada hari Minggunya (30/4), diawali dengan senam massal (pukul 06.00) dan Bazar Multiproduk. Kemudian pada sore harinya ada TNI AU perform (mulai pukul 18.00) dan lanjut dengan konser musik. Konser musik ini akan diisi dengan penampilan Naif, Dyho Haw. Lalu diselingi Elora dan Ezzi Show.

Menurut Indan, puncak acara konser musik dimeriahkan oleh band Kotak. “Ini bentuk kerjasama Lanud Adisucipto dengan event organizer,” tambahnya.

Selama acara di Alun-Alun Utara Yogyakarta ini, 20 Foodtruck akan memeriahkan suasana. Mereka datang dari Yogya, Solo, Semarang dan Bandung.  Pengunjung tak hanya akan mendapatkan tontonan wisata udara, mereka yang beruntung bisa membawa pulang motor dan produk elektronik lainnya. Senam dan Pawai Dirgantara berhadiah barang-barang seperti itu.

Indan Gilang Buldansyah menjelaskan sampai saat ini sudah tercatat 62 penerjun dari 18 negara. Yaitu Amerika Serikat, Rusia, Norwegia, Kanada,  Malaysia, Thailand, Korsel, China, Philipina, Italia, Perancis, German, Irlandia, Belgia, UAE, Belanda, Finlandia dan Singapura.

Event tahunan yang menjadi ajang silaturahmi bagi atlit penerjun dan kedirgantaraan nasional maupun mancanegara ini diharapkan dapat menarik minat wisman datang ke Yogyakarta. Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Aris Riyanto mengatakan, event ini diharapkan dapat menaikkan jumlah kunjungan wisatawan asing sebesar 15 %.

“Ya bisa naik sebesar 10-15 persen dari jumlah peningkatan di bulan yang sama. Bisa jadi 356 ribu per tahun. Kalau dibagi 12 bulan, 15 ribu jadi tambah 15 persen ya jadi 25 ribu,” ujarnya.

Aris mengatakan di bulan April jumlah pengunjung wisman mulai bertambah. Wisman dari Eropa maupun Asia mulai banyak yang berkunjung ke Yogyakarta. Diharapkan dengan adanya event ini semakin menambah jumlah kunjungan wisman.

Ke depan jumlah Wisman makin meningkat. Karena, beberapa atlet penerjun mancanegara yang ikut dalam kegiatan ini, pasti akan memberikan informasi kondisi pariwisata Yogyakarta ke lingkungan mereka. Sehingga cerita itu dapat menarik minat wisatawan asing untuk datang ke sini.

Menpar Arief Yahya mengaku gembira dengan semakin banyak events internasional dengan berbagai fans di Jogja. Tiada hari tanpa atraksi di Kota Gudeg yang sebentar lagi bakal memiliki Bandara Internasional Baru itu.

“Lanjutkan terus, makin kreatif, makin mendunia,” ujar Arief Yahya. (*)

Wonderful Indonesia Menggoda Warga Tiongkok

0

Consumer Selling Tiongkok tahap II yang berlangsung 22-23 April 2017 di Xizhimen Capital Mall, Beijing. Penampilan Tim Kesenian musik tradisional Sasando dan Biola serta Jember Fashion Carnaval dengan kostum adat Toraja dan Kencono Ungu pun turut bikin heboh.

Belum ditambah penampilan Barista Indonesia yang memperkenalkan kopi khas Indonesia (Luwak, Toraja, Flores dan Gayo), makin membuai pengunjung yang diperkirakan mencapai 1500 orang dalam dua hari ini.

Booth Indonesia tak pernah sepi pengunjung, terutama saat ada pertunjukan musik dan penampilan JFC di panggung utama. Di sudut lain, barista juga selalu sibuk menyajikan kopi,” ungkap Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang juga didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu.

Dalam Consumer Selling Tiongkok tahap II ini, terdapat 5 Sellers dari Beijing yakni Jet Tour, CITS, Qulv Travel, Tuniu dan Ido99 yang menjual paket Indonesia khususnya Bali. Nampak booklet dan map yang disediakan banyak diambil pengunjung.

“Tidak hanya itu, dalam Consumer Selling kali ini juga menggunakan VR (Virtual Reality) Operator. Dengan alat VR yang dibawa, pengunjung bisa melihat lebih dekat keindahan destinasi wisata Indonesia antara lain Bali, Lombok, Yogyakarta, dan Jakarta,” papar Pitana.

Pitana menjelaskan, fungsinya VR, pengunjung dapat diberikan pengalaman yang didapat akan lebih nyata dibanding sekadar menonton video, apalagi gambar tak bergerak. Ini menyajikan gambar keindahan Indonesia yang terlihat nyata bila menggunakan VR.

Vinsensius Jemadu menambahkan, dengan menggunakan teknologi VR ini, membuat calon wisatawan makin penasaran. Tampak banyak orang yang mengantri ingin mencoba teknologi VR yang bisa menyaksikan 360 derajad ini.

“Tak hanya menonton, pengunjung pun senang mencoba bermain congklak dan dart yang disediakan. Ditambah kuis pengetahuan Indonesia yang berhadiah tiket Beijing-Bali PP serta paket wisata 3 hari 2 malam, menyedot massa yang berkerumun di depan panggung utama,” ungkap Vinsensius.

Sekadar informasi, jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia terus meningkat. Data menunjukkan, tahun lalu ada 1.452.971 wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Nusantara.

Persentase kenaikannya menakjubkan: 27,31 persen! Memang angka itu masih ada di bawah capaian Mesir, Bahrain, dan India, tapi perlu dicatat bahwa kenaikan itu melonjakkan Tiongkok sebagai kontributor wisman terbesar kedua.

Pada 2015, tiga besar kontributor wisman adalah: Singapura, Malaysia, dan Tiongkok. Tahun lalu urutannya menjadi: Singapura, Tiongkok, baru Malaysia. Perlu dicatat pula, kenaikan itu terjadi saat angka kunjungan wisatawan Malaysia dan Singapura turun.

“Prestasi ini bisa dicapai berkat promosi tak kenal lelah dan pengembangan aksesibilitas. Seperti diketahui, semakin banyak penerbangan dari dan ke Tiongkok. Ini kita harus jaga bahan harus ditingkatkan,” kata Arief Yahya.

Salah satu yang tumbuh pesat adalah rute ke Manado. Pada 2015 hanya ada 19.758 wisman yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi. Berkat dibukanya penerbangan Tiongkok ke Manado, pada tahun lalu saja sudah ada 25.230 wisatawan Tiongkok yang masuk lewat Bandara Sam Ratulangi. Itu sudah melewati angka total wisman seluruh negara tahun sebelumnya!

Oleh sebab itu, Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya pun mencanangkan target ambisius pada tahun ini: mendapatkan 2.037.000 kunjungan dari Tiongkok. Mengincar pertumbuhan 40 persen. (*)

Mengembangkan Sangiran seperti Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko

0

Situs Manusia Purba di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah akan  dijadikan salah satu dari empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya telah menyiapkan beberapa strategi yang akan direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.

Ke depannya Situs Manusia Purba Sangiran akan dipromosikan sebagai objek wisata budaya dunia dari wilayah Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar).

“Seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko, situs Manusia Purba Sangiran akan dikembangkan sebagai objek wisata budaya dunia. Jadi saat datang ke Joglosemar, wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di Candi Borobudur atau Candi Prambanan saja,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Hari Untoro Drajat, Minggu (24/4).

Hari menjelaskan, Kemenpar memiliki perhatian khusus untuk mengembangkan wilayah yang sangat luas itu, karena yang sekarang menjadi pusat yang dikunjungi baru satu. Di samping terus melakukan pengembangan secara terpadu, pemerintah juga berkewajiban melaksanakan pelestarian secara sistematis terhadap Situs Manusia Purba Sangiran, sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 1996 lalu.

Dalam rangka pelestarian dan pengembangan Situs Manusia Purba Sangiran, maka pada 2004 telah diselesaikan Rencana Induk Pengembangan Sangiran (Master Plan), yang diikuti dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED) Pelestarian Situs Sangiran pada 2007, yang antara lain memuat kebijakan-kebijakan pengembangan situs, dengan melibatkan para stake-holders di daerah dan para pakar (termasuk dari kalangan universitas).

Pemerintah mengembangkan Museum Sangiran menjadi lima klaster, yaitu Museum Purba Sangiran Klaster Krikilan, Museum Purba Sangiran Klaster Ngebung, Museum Purba Sangiran Klaster Bukuran, Museum Klaster Purba Sangiran Dayu, dan Museum Lapangan Manyarejo,” papar Hari.

Namun, lanjut Hari, dari kelima klaster tersebut, saat ini baru Klaster Krikilan yang masih menjadi pusat kunjungan para wisatawan. Klaster Krikilan memang sudah dilengkapi dengan sarana penunjang aktivitas wisata, seperti area kantin, toko souvenir sampai tempat parkir.

“Perlu adanya sistem transportasi yang terintegrasi dari satu klaster ke klaster lainnya, agar jumlah kunjungan wisatawan bisa merata dan lebih meningkat. Karena wisatawan banyak yang belum tahu atau bingung mengenai cara mengunjungi klaster lainnya,” kata Hari.

Hari menambahkan, pemerintah juga mendorong masyarakat Sangiran untuk meningkatkan potensi wisata di kawasannya.

“Budaya masyarakat Sangiran itu sangat menarik, memiliki ciri khas. Konsep wisata berbasis komunitas sangat bisa diterapkan di sini,” pungkas Hari.

Untuk informasi, Kemenpar mengembangkan sektor pariwisata di Jawa Tengah dan Yogyakarta didorong lewat pembangunan empat kawasan strategis pariwisata nasional. Keempat KSPN tersebut yakni Borobudur, Sangiran, Karimunjawa dan Dieng.

“Sesuai janji saya, penyusunan master plan keempat KSPN tersebut telah diselesaikan akhir 2016 lalu. Di Semarang yang akan dibangun pelabuhannya, di Karimunjawa bandara dan sementara untuk Dieng kita akan renovasi bandara yang di Purbalingga,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dengan adanya penambahan akses perhubungan tersebut, dia optimistis sektor pariwisata di kedua daerah tersebut akan mampu melonjak dengan cepat.

Menpar Arief Yahya juga mengajak maskapai penerbangan untuk membuka jalur penerbangan internasional ke Solo. Saat ini, Air Asia telah bersedia mengoperasikan rute Kuala Lumpur-Solo.

Tantangan selanjutnya, kata Arief, yakni membuka penerbangan Bangkok-Solo.

“Beberapa maskapai penerbangan sudah mau membuka rute ke Solo. Dan itu akan menghidupkan denyut pariwisata dan ekonomi di Solo dan sekitarnya,” jelas Arief Yahya. (*)

FGD untuk Munculkan Magnet bagi Turis

0
Presiden Joko Widodo. Foto: jawapos

Presiden Jokowi menetapkan  ‘10 Bali Baru’.

Pemenang terbaik Asia Destination Marketing (Organisasi Pariwisata Nasional) 2016 versi Travel Weekly Asia itu memperdalam kajian yang berfokus pada Pedoman Pemantauan dan Evaluasi 10 Destinasi Prioritas.

Agar di 10 Top Destinasi Prioritas itu keluar, atraksi budayanya. Yang berkelas dunia, dan bisa menjadi magnit yang kuat bagi destinasi yang sedang dalam proses membangun itu.

Yang terbaru, digelar FGD Penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program 10 Destinasi Prioritas Bidang Promosi Wisata Budaya. Agendanya siap digelar di Hotel Akmani, 25-27 April 2017.

Bukan rahasia lagi, 10 destinasi prioritas semakin memiliki masa depan menjanjikan. Karenanya, segala hal yang terkait pendataan, pendalaman, dan perumusan langkah besar apa saja untuk percepatan pembangunan kawasan tersebut harus digarap serius. Begitu juga dengan Pedoman Pemantauan dan Evaluasinya.

“Selama ini belum ada Pedoman Pemantauan dan Evaluasi 10 Destinasi Prioritas. Itu sebabnya FGD ini digelar. Bidikan awal, adalah Bidang Promosi Budaya di 10 Destinasi Prioritas,” ungkap Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Kemenpar, Hariyanto, Senin (24/4).

Lantas mengapa harus budaya? Apa istimewanya faktor budaya di ‘10 Bali Baru’ ?

Alasan yang dipaparkan Esthy sangat clear dan jelas. Yang utama, faktor budaya menjadi hal penting dan menentukan sukses tidaknya program percepatan ini. Dan ini bukan hanya sekedar retorika. Ada data yang mendukung ini. Dari data Kemenpar, 60 persen wisman yang datang ke Indonesia karena budaya. Sebanyak 35 persen karena alam atau nature, dan 5 persen man made, seperti MICE -meeting, incentive, conference-exhibition, lalu sport tourism, showbiz, dan buatan manusia yang lain.

“Indonesia dan 10 Destinasi Prioritas itu punya budaya berkelas dunia. Dan ada rumus yang konsisten disampaikan Menpar, bahwa semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Kita sudah pasti memiliki budaya adilihung yang tinggi. Karenanya penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program 10 Destinasi Prioritas Bidang Promosi Budaya itu sangat penting dilakukan. Ini harus terus dikawal agar semakin mensejahterakan,” ucap wanita berkerudung itu.

Misi besarnya ada di pelestarian budaya. Titik beratnya akan mengarah ke sana. Karenanya, pelaksanaan FGD Pemantauan dan Evaluasi juga dikonekkan dengan even budaya. Cantolan yang dipilih, momentum HUT Grup kesenian Miss Tjitjih.

Nah, bagi yang belum tahu, Miss Tjitjih ini adalah salah seorang tokoh budaya nge-hits dari tanah Pasundan. Sudah banyak artis beken yang ditetaskan dari sana. Nama-nama seperti Ebet Kadarusman, Pohang lawak dan Sule, bisa ngetop lantaran ditempa gedung kesenian Miss Tjitjih.

“FGD-nya akan dibarengi HUT Grup Kesenian Miss Tjitjih. Jadi selain alat ukur pemantauan dan evalusi, kami juga bisa sekaligus ikut mengambil bagian pelaksanaan dalam pementasannya,” tambahnya.

Karena ingin mendapatkan hasil maksimal, seluruh unsur yang terkait dengan budaya di 10 Destinasi Prioritas ikut diundang ke acara ini.

Dari mulai Sesdep Pengembangan Pemasaran Nusantara, Asdep Analisis Data Pasar Nusantara, Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Nusantara, Asdep Pengembangan Pasar Personal, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis Pemerintah, Asdep Pengembangan Destinasi Budaya, Dispar Prov DKI Jakarta,  Komunitas Jelajah Budaya,  Komunitas Sahabat Budaya Indonesia, Pecinta Museum, hingga tim kesenian Miss Tjitjih, semua ikut digandeng.

Begitu juga dengan Kabid Profil Pasar, Kabid Target Pasar, Kabid Perancangan dan Kerjasama, Kabid Pemantauan dan Evaluasi, semua juga ikut digiring hadir ke tengah acara.

Narasumber yang dihadirkan juga kompeten di bidangnya. Dari birokrasi, ada Hariyanto, Plt Asdep Pengembangan Strategi Nusantara Kemenpar. Bidang 10 Destinasi Prioritas, diwakili Dody Riadi. Sementara dari kalangan praktisi budaya, ada Imas Darsih yang bakal ikut serta menularkan pengalamannya di bidang seni budaya.

Menanggapi FGD itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, upaya melejitkan 10 Destinasi Prioritas melalui budaya memang harus melalui pemantauan dan evaluasi. Dan hal itu, harus ada sinergi dari semua pihak.

“Pertimbangan budaya itu hal yang sangat penting, untuk membangun sebuah kawasan pariwisata. Karena itu sejak mendesain awal, kami melihat sisi budaya sebagai sebuah kekuatan,” jelas Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini melihat data wisman yang masuk ke Indonesia. Angkanya masuk akal untuk menjadikan budaya sebagai faktor sukses. “Maju serentak dalam konsep Indonesia Incorporated. Pemantauan dan evaluasi harus dilaksanakan untuk memenangi persaingan,” katanya.(*)

Asyik…. Festival Halo Sultra 2017 Diperpanjang

0

Festival Halo Sultra dilaksanakan lebih lama, lebih heboh, lebih meriah.

Pasalnya, Sepanjang 2016, wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara diperkirakan mencapai 2,5 juta orang.

Festival Halo Sultra dilaksanakan setiap tahun sejak 2008. Dan dalam lima tahun terakhir, pelancong yang berkunjung ke Sultra menunjukan peningkatan signifikan. Bahkan secara perlahan, jumlah wisatawan yang berlibur dan ingin menikmati pesona objek wisata sudah hampir menyamai total penduduk Sultra. Sepanjang 2016, jumlahnya ditaksir mencapai 2,5 juta wisatawan.

Menteri Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Festival Halo Sultra 2017 itu. Menurut Arief, Festival Halo Sultra mampu menjadi wujud dari optimalisasi potensi pariwisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Memang, kunci pengembangan destinasi terletak pada 3A; Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas,” kata Menpar Arief.

Menpar Arief mencontohkan Kabupaten Sangihe, Sultra. Menurutnya, terdapat dua hal yang mampu dijadikan potensi untuk ditingkatkan dari sektor pariwisata Sangihe. Keduanya adalah bidang budaya dan juga daya tarik alam, yang dalam hal ini adalah wisata bahari.

“Pengembangan sebuah destinasi membutuhkan 3A untuk dapat mengoptimalkan sebuah destinasi wisata di tengah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik,” tambah dia.

Festival Halo Sultra sendiri mendapatkan animo luar biasa. Ribuan masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya memadati kawasan Tugu Religi Sultra Kendari untuk menyaksikan acara pembukaan Festival Halo Sultra 2017, Minggu (23/4), pukul 19.30 WITA.

Acara pembukaan festival untuk memperingati HUT Sultra ini dimeriahkan oleh tiga tarian. Di antaranya opening dance dari Buton Selatan, kemudian tarian musik etnik Rambi Takawa, dan Tari Kreasi Baru Kangkeni Akono Adhati.

Selanjutnya, masyarakat menikmati berbagai macam pameran yang menjadi rangkaian acara Festival Halo Sultra 2017. Terdapat 135 booth yang tersebar di area Tugu Religi, di antaranya menampilkan paket wisata dan produk, juga pagelaran seni etnik dan budaya.

foto: amabeltravel

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, mengatakan bahwa Kemenpar memasukkan Festival Halo Sultra dalam kalendar tahunan. Fokus dan dukungan akan didapatkan dari Kementerian Pariwisata.

“Sebagai agenda tahunan, kami melihat ada banyak perubahan yang terjadi. Warga dan pemerintah sama-sama melestarikan budaya dengan baik, seperti membangun infrastruktur yang bagus dan mengemas acara dengan sangat baik,” katanya saat memberikan sambutan.

Festival Halo Sultra 2017 rencananya digelar selama lima hari berturut-turut, 23-27 April, dari pagi hingga malam hari. Namun, melihat animo dan besarnya dampak acara bagi penambahan wisatawan ke Sultra, maka ditambah dua hari dan akan berakhir pada 29 April 2017.

“Setiap harinya kami targetkan sekitar 10 ribu orang akan datang ke festival ini. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini bisa membuat target 3 juta wisatawan berhasil ditembus pada 2018,” ujar Gubernur Sultra Dr H Nur Alam MSi, pada kesempatan sama.

Berikut rangkaian acara Festival Halo Sultra 2017:

Senin, 24 April, Gelar Sultra Tenun Karnaval, Penampilan Gelar Seni Budaya dari Kabupaten Kolaka, Muna, konkep, Kendari, Konsel, dan Koltim serta penampilan artis Ibu Kota.

Selasa, 25 April, penampilan gelar seni budaya dari Kabupaten Konut, Bombana, Konawe, Buteng, Kolaka Utara dan Bau Bau, dan penampilan artis Ibu kota.

Rabu 26 April, Pemilihan Putra Putri Pariwisata Sultra 2017, penampilan gelar seni budaya Kabupaten Wakatobi dan Muna Barat.

Kamis 27 April, upacara peringatan HUT Sultra ke-53, festival kuliner.

Jumat, 28 April, penampilan gelar seni budaya dan penampilan artis Ibu Kota

Sabtu, 29 April, pengumuman lomba Halo Sultra, penampilan pemenang paduan suara, dan penutupan.(*)

Nekad Kirim Foto Bugil, Pemuda Ini Dipolisikan 

0
Setelah mengirim foto bugilnya pada seorang perempuan melalui WA, Nasa kini dicari polisi untuk menjalani proses hukum.

batampos.co.id – Aksi cabul seorang remaja di Sungai Buluh sangat mengejutkan. Pasalnya, remaja yang diduga bernama Nasa, tinggal di Desa Paya Luas, Singkep Barat ini, berani mengirim foto bugil dirinya sendiri melalui jejaring sosial Whatsapp kepada seorang wanita, sebut saja namanya Nona, walau belum saling kenal satu dengan yang lainnya.

Bukan mendapat sambutan hangat, aksi miring Nasa tersebut malah dibawa Nona ke ranah hukum. Nona melaporkan Nasa ke Polsek Singkep Barat, Minggu (16/4).
Menurut pengakuan Nona, dia tidak akan menerima sembarang pertemanan di seluruh akun media sosial miliknya. Namun akhir-akhir ini, sejak Nona berkecimpung dalam dunia sosial, dia membuka luas akses akun media sosialnya. Hal ini dilakukan Nona agar dapat menghimpun dana lebih banyak untuk membantu para sesama yang lagi membutuhkan.
“Saya tidak kenal dan belum pernah membalas sapaan pria itu di WA. Karena WA saya hanya untuk penggalangan dana saja,” ujar Nona.
Namun Nona merasa terkejut dengan aksi yang dilakukan Nasa kepadanya. Pemuda itu mengirimkan foto tanpa sehelai benangpun kepada Nona. Harapan Nasa mungkin berujung kenikmatan, namun yang didapat Nasa kini menjadi orang yang sangat dicari di seputaran Singkep Barat.
Nona bersama sejumlah pria dan teman-temannya, sempat mendatangi Nasa kerumahnya di Desa Paya Luas, Kelurahan Raya Singkep Barat. Melihat Nona dan sejumlah pemuda mendatanginya, Nasa langsung menghilang lari entah kemana.
“Hingga saat ini dia (Nasa, red) belum juga ketemu,” ujar Nona.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Singkep Barat Iptu Asien Wirga mengatakan, belum ada laporan resmi yang masuk ke meja kerjanya. Namun dia telah mendengar kejadian tersebut dan turut mencari keberadaan si pengirim gambar mesum tersebut.
“Mungkin kemarin belum selesai laporan mereka. Tapi kami akan tangani jika ada laporan ke kami. Saya kira ini terkait uu IT,” ujar Asien. (wsa)

Apri Pimpin DPD Demokrat Kepri

0
Bupati Bintan, (kiri) Apri Sujadi, menerima pataka dari Sekjen DPP Demokrat, Hinca Panjaitan, saat dilantik menjadi Ketua DPD Demokrat Provinsi Kepri, di Lapangan Relief Antam, Kijang, Minggu (23/4). F. Choky Nainggolan/batampos.

batampos.co.id – Apri Sujadi, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Kepri.

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Demokrat, Hinca Panjaitan, dengan melakukan penyerahan pataka, di Monumen Antam Relief, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, Minggu (23/4).
Pelantikan yang disaksikan langsung oleh seluruh kader partai Demokrat, ini berlangsung meriah, dimana sekaligus dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan lomba jalan santai dan lari yang turut dimeriahkan oleh ribuan masyarakat Provinsi Kepri.
Apri mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh pengurus partai Demokrat yang sudah mempercayai dirinya untuk memegang amanah menjadi Ketua DPD Demokrat di Provinsi Kepri.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Bupati Bintan, ini amanah yang di berikan ini, tentunya merupakan tanggungjawab besar. Namun ia percaya dan yakin kedepannya dibawah kepemimpinannya partai Demokrat ini akan tetap selalu menjadi partai yang besar dan dibanggakan masyarakat, terkhususnya di Provinsi Kepri.
“Terimakasih buat seluruh pengurus Demokrat, sudah mempercayai saya untuk memegang amanah ini. Dengan semangat yang kita miliki bersama akan menjadi kekuatan kedepannya untuk membesarkan partai ini (Demokrat, red). Dan juga membentuk kader muda terbaik yang cinta masyarakat,” ungkapnya.
Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan dengan terbentuknya struktur baru dibawah kepemimpinan Apri Sujadi, ini, diharapkan kedepannya partai Demokrat di Provinsi Kepri, akan semakin maju, dan yang paling utama bisa menjadi pendamping bagi seluruh masyarakat.
“Mudah-mudahan kedepannya Demokrat akan tetap jaya. Dan kadernya bisa selalu dekat bagi masyarakat, sesuai dengan visi dan misi di Partai Demokrat,” harapannya.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Komunitas Indonesia Berlari 2045’ ini juga turut dihadiri Agus Harimurti Yudhoyono yang tampak ikut bersama dengan masyarakat melakukan kegiatan jalan santai yang dimulai sejak pukul 05.00 pagi.
Selain itu, kegiatan ini juga menyuguhkan hiburan dengan penampilan tiga artis dangdut ibukota yang turut memeriahkan suasana diantaranya, Nassar, Zaskia Gotik, dan Ike Nurjanah. Mereka membawakan beberapa tembang lagu spesial untuk menghibur seluruh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Tak hanya itu, puluhan hadiah menarik juga dibagikan dalam kegiatan ini diantaranya, 1 unit rumah, motor, dan juga sepeda.(cr20)

Habiskan Akhir Pekan di Pusat Bermain

0
batampos.co.id – Akhir pekan panjang terjadi berturut-turut di pengujung April ini. Jika pekan sebelumnya Jumat menjadi libur nasional, pada kali ini hari Senin yang bertepatan dengan peringatan Isra Miraj menjadikan hari pertama dalam seminggu ini sebagai libur nasional.
Hal ini menjadikan aktivitas di sejumlah tempat keramaian di Tanjungpinang mengalami lonjakan. Menariknya, jika sebelumnya keramaian kunjungan terjadi di taman-taman atau destinasi luar ruang, pada libur akhir pekan panjang kali ini malah sebaliknya. Pusat bermain anak-anak yang ada di mal sudah ramai sejak pagi.
Sejumlah alasan jadi pertimbangan. “Takut tiba-tiba hujan. Soalnya dari pagi sudah mendung. Nanti liburannya bisa batal dong,” kata Livia Yanti, ibu tiga anak yang mengajak anak-anaknya bermain di Mall Tanjungpinang City Centre, kemarin.
Memang, diakui Livia, beban pengeluaran ketika bermain di area semacam itu bertambah, namun tidak mengurangi keasyikan dalam menghabiskan liburan berkualitas bersama keluarga. Anak-anak, kata Livia, juga sedang bosan diajak ke pantai. “Karena yang libur panjang kemarin sudah ke Trikora, mereka mau main aja di Mal,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan pasangan muda yang ditemui di sana. Ananda beserta suaminya memang sedang menghindari aktivitas liburan yang menguras stamina fisik. Pasalnya, Ananda sedang hamil enam bulan. Membuatnya tidak boleh terlalu letih. Sehingga disiasati akhir pekan panjang ini dengan bersenang-senang dalam ruang.
“Lumayan serulah main di sini. Teringat zaman pacaran,” kata Ananda ditimpali anggukan sang suami.
Diperkirakan keramaian di pusat bermain dalam ruang di mal semacam ini akan terus terjadi sampai Senin ini, ketika menjadi hari akhir dari libur panjang bagi para pegawai maupun karyawan. (aya)