Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13474

Pentahelix ala Menpar Arief Yahya

0

Pentahelix! itulah jurus lima unsur yang oleh Menpar Arief Yahya disebut sebagai penentu kesuksesan pariwisata.

“Rumusnya ABCGM, Academician, Business, Community, Government, Media. Lima unsur itu harus kompak, saling support, membangun iklim pariwisata yang kondusif,” sebut Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, pun menterjemahkan konsep pentahelix itu dari menyamakan persepsi soal branding dan PR-ing di berbagai daerah. Terutama di 10 top destinasi prioritas maupun destinasi branding.

“Di Lombok, kami adakan Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia, 1-4 April 2017,” sebut Esthy didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara, Hariyanto, di Lombok.

Di unsur pemerintahnya, Kemenpar ikut didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat. Akademisinya, ada Politeknik Pariwisata Negeri Lombok dan STP Bandung. Dari kalangan komunitas, ada GenPI Lombok Sumbawa, perwakilan GenPI Maluku, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Barat yang ikut digandeng. Sementara dari kalangan bisnis ada ASITA NTB. Satunya lagi, perwakilan media nasional. Semua akan berbaur jadi satu mengikuti beragam agenda seru dan kreatif yang sudah disiapkan.

“Sinergi ini biasa kami sebut dengan Pentahelix. Semua kami rangkul untuk mengembangkan pariwisata Indonesia, khususnya dalam mewujudkan target 2017 hingga 2019,” ujar Esthy.

Nantinya, semua unsur ini akan diajak untuk melihat, menyentuh, merasa, mendengar dan menemukan langsung sensasi keajaiban alam di Lombok. Lokasi yang dipilih, Gili Subak. Ini adalah pulau kecil yang diselimuti pasir putih. Destinasinya kaya terumbu karang dan ikan
warna warni. “Semua kami ajak untuk melihat, menyentuh, merasa, mendengar dan menemukan langsung sensasi keajaiban alam di sana,” sambung wanita berkerudung itu.

Semua unsur yang hadir di Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia itu kebagian tugas mempromosikan kekuatan pariwisata pada dunia melalui sosial media. Setelah snorkling, melihat kehidupan bawah laut yang eksotis, semua diajak memotret , memvideokan, cerita di blog masing-masing dan memviralkannya ke seluruh dunia.

Lantas mengapa promosinya harus dengan kekuatan sosial media? Jawaban Esthy sangat clear dan tegas. Alasan utamanya, kita hidup di era digital. “Indonesia masuk peringkat keenam terbesar di dunia dalam hal pengguna internet. Dan pengguna terbesarnya adalah anak muda. Jadi ini sangat efektif karena mereka melek teknologi dan sangat terbiasa dengan dunia sosial media,” ungkapnya.

Dan faktanya,saat ini dunia memang sudah serba digital. Termasuk sektor pariwisata. Mau traveling tinggal booking tiket dan hotel via online. Mau cari informasi event tahunan, kuliner setempat, atau tempat wisata pun, pilihan pertama pasti searching di internet.
Negara-negara lain juga sudah mulai mengubah pola promosinya dan beralih ke sosial media sebagai alat promosi dan memang terbukti lebih hemat dan tepat sasaran.” Jadi memang tak ada pilihan lain selain memanfaatkan internet semaksimal mungkin,” tambah Esthy.

Selain memanfaatkan digital, unsur pemerintah, kalangan bisnis, akademisi, media dan komunitas GenPI tadi juga diajak mengikuti
Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia. Di sini semuanya akan dibekali dengan materi pengembangan pariwisata NTB sebagai destinasi halal, creative strategic for tourist acceleration,eksistensi dan peran politeknik pariwisata Lombok sebagai institusi Kemenpar, hingga branding Pesona Indonesia.(*)

Pelangi Travel Mart 2017 Diikuti oleh Negeri Jiran

0

Jiran (tetangga) terdekat Indonesia Singapura dan Malaysia, akan ikut meramaikan perhelatan Pelangi Travel Mart 2017 pada 9-12 Mei mendatang.

Selain Singapura dan Malaysia, event kreasi DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bangka Belitung itu juga akan diikuti travel agent dari lokal dan nasional.

“Pelangi Travel Mart 2017 menargetkan 50 seller dan 100 buyer. Saat ini sudah ada 70 peserta yang mendaftarkan diri. Untuk seller masih difokuskan ke stakeholder lokal seperti hotel, toko oleh-oleh, dan rumah makan. Rencananya akan diikuti travel agent dari Malaysia dan Singapura. Dan bila tidak ada halangan, beberapa negara tetangga juga ikut. Mereka datang dengan niat menjual paket untuk mempromosikan Babel,” kata ketua ASPPI Babel, Agus Pahlevi, Sabtu (1/4/2017).

Selain hard selling, kegiatan ini juga akan diisi dengan kunjungan ke destinasi wisata di tiga kabupaten/kota. Bangka Selatan, Pulau Lepar, Bangka Tengah, Namang, dan Kota Pangkalpinang, dijadikan pilihan untuk city tour. Selain mengenalkan wisata bahari, Pelangi Travel Mart juga akan menyajikan atraksi budaya seperti Barongsai, Dambus, tari-tarian tradisional, dan Hadroh.

“Tetap wisata bahari yang kita tonjolkan, karena ini memang sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Tapi kita coba tampilkan atraksi budaya, jadi mereka tahu Babel itu tidak cuma pantai dan laut. Kami mulai dari Pulau Lepar, jadi nanti orang dari Belitung ke Bangka bisa berwisata ke pulau-pulau yang ada penduduknya,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, Lepar merupakan centra wisata unggulan di Bangka Selatan (Basel). Masyarakatnya memiliki potensi yang luar biasa untuk mengembangkan pariwisata kemasyarakatan. Dan kebetulan, Lepar juga memiliki atraksi budaya rutin seperti Muang Jong.

“Dari Pulau Lepar, baru menuju ke pulau sekitarnya, ada Pulau Kelapan dan Pulau Mercusuar. Selain itu, juga ada desa wisata Tukak, yaitu desa wisata daur ulang selain barang bekas. Di sana sekarang juga sedang mengembangkan wisata mangrove, pusat kota Toboalianya, Benteng Toboali, Batu Belimbing dan klenteng,” beber Agus.

Selain bekerjasama dengan Pemprov Bangka Belitung, Pelangi Travel Mart 2017 juga didukung Kementerian Pariwisata, Perhimpunan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI), dan Himpunan Pramuwista Indonesia (HPI).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuty mengatakan, mempromosikan obyek wisata baru yang menarik di tanah air antara lain melalui pameran yang digelar dalam Pelangi Travel Mart 2017, patut diberi apresiasi dan dukungan karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pergerakan wisatawan mancanegara.

“Wisnus menjadi kekuatan pariwisata Indonesia karena kontribusinya berupa pengeluaran mereka sangat menentukan pendapatan devisa negara. Dan ini jadi makin menarik lantaran menawarkan paket wisata di seluruh penjuru Bangka Belitung. Para pelaku usaha jasa wisata yang rata-rata anak muda dan berani mengambil resiko membuka destinasi baru yang belum dikenal. Mereka gencar mempromosikan paket wisata melalui media online atau internet,” pungkas Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif akan penyelenggaraan travel mart itu. Dia mengapresiasi keberanian anak-anak muda untuk membuka destinasi baru yang belum dikenal. “Saran saya, segera bergabung ke ITX Indonesia Tourism Xchange, digital market place yang diendors oleh Kemenpar, agar pelaku bisnis pariwisata kita di seluruh Indonesia ini bermain di online,” ungkap Menteri Arief.

Arief Yahya bahkan di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan mengulang kembali, bahwa travel agent konvensional akan semakin berat. Karena customers sudah berubah. Mereka 70% sudah online digital, mereka sudah look, book, pay, menggunakan cara digital. “Dulu ada 124.000 wartel di Indonesia, ketika era digital hadir, mereka langsung menghilang, karena lifestye customers nya dalam berkomunikasi juga berubah,” ujar Arief Yahya. (*)

Bila ke Sleman, Kampung Flory Bisa Jadi Pilihan

0

Desa Wisata Kampung Flory, sudah pada kenal?!

Kampung Flory yang terletak di Dusun Jugang, Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengandalkan budi daya sektor pertanian, perikanan dan perkebunan.

Salah satu keunikannya, di tempat ini pengunjung bisa melakukan terapi ikan. Di sini tersedia kolam terapi ikan yang begitu luas. Dan tidak hanya satu lokasi. Ada sejumlah kolam disediakan untuk terapi ikan ini. Tempat untuk duduk berupa batu-batu kali yang ditata di pinggir atau tengah kolam.

Dengan lahan seluas 4 hektare, Kampung Flory menyediakan berbàgai fasilitas homestay Desa Wisata yang lengkap. Layanan homestay ada dua macam. Live-in di rumah warga ada 10 unit. “Dan Homestay Ayem-Ayem yang berada di kawasan Kampung Flory ada 4 unit.

“Untuk acara pertemuan ada Limasan berkapasitas 200 orang di Sekretariat, satu unit Joglo Limasan Kembar berkapasitas 300 orang dan dua unit Omah Kampung berkapasitas 80 orang. Kemudian ada 22 unit kamar mandi,” jelas Atun, petugas piket Sekretariat Kampung Flory, Sabtu (1/4).

Fasilitas parkir kendaraan juga sangat lapang. Bisa menampung 4 bus besar, 60 mobil, 100an sepeda motor.  Lahan 4 hektare tersebut dibagi ke dalam 3 zona. Zona 1 “Taruna Tani” seluas 1 Hektare bergerak di bidang usaha tanaman hias, tanaman buah dan kuliner.

Zona 2 “Dewi Flory” seluas 1 Hektare sebagai kawasan desa wisata yang menyajikan jasa penginapan (homestay), outbond dan pelatihan kewirausahaan agrobisnis. “Zona 3 Agro Bush seluas 2 hektare menyajikan wisata petik bush langsung, wisata edukasi dan pelestarian lingkungan,” tambah Atun.

Menurut Bendahara Wisata Kampung Flory Sutrisno Widiyanto, didirikannya wisata pertanian ini, agar bisa memikat kembali generasi muda untuk tertarik ke dunia pertanian yang mampu memberikan kesejahteraan.

Menurut dia, Wisata Kampung Flory dirintis sebagai pusat pembibitan dan budi daya tanaman buah unggul dan tanaman hias untuk memasok kebutuhan tanaman di DIY. “Kampung Flory ini dirintis sejak dua tahun lalu. Karena kami ingin bisa menjadi sentra bibit tanaman hias dan buah-buahan di DIY,” katanya.

Selain itu, Kampung Flory diharapkan menjadi maskot wisata unggulan baru di wilayah DIY. Upaya ini sudah mulai nampak hasilnya. Jadwal kunjungan di bulan April ini sudah lumayan padat. Sejumlah sekolah menjadwalkan untuk outbond di Kampung Flory. Ada yang hanya 30 siswa hingga yang 200 anak.

Di Kampung Flory yang memanfaatkan tanah kas desa ini pengunjung bisa belajar mengenai dunia pertanian. Mengenal jenis tanaman, bagaimana perawatannya, hingga cara menata tanaman hias di pekarangan rumah. Juga ada taman edukatif, tanaman buah/bunga dalam pot (tabulampot), sayur mayur, dan tanaman obat keluarga.

“Pohon-pohon besar yang ada di sini, pun kita beri plang jenis namanya. Kalau untuk `memedi` (hantu) sawah itu, jumlahnya 31. Untuk menonjolkan bahwa ini merupakan dunia pertanian,” katanya.

Ia mengatakan pengunjung juga tidak perlu meragukan mengenai pengetahuan dari edukator di tempat ini. Semuanya masih muda dan berlatar belakang yang beragam, namun sudah mendapatkan banyak pembekalan. “Kami sudah dapat pembekalan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Serta, dapat bantuan juga dari Provinsi DIY,” katanya.

Wisata Kampung Flory dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 21.00. Tanpa ada hari libur, kecuali ketika libur besar. “Pada malam hari dari pukul 18.00 sampai 21.00, masih bisa menikmati santapan kulinernya. Di sini ada masakan khas `iwak kali` (ikan sungai),” katanya.

Harga yang ditawarkan terbilang standaruntuk harga makanan disebuah restoran di kawasan wisata. Secara keseluruhan Kampung Flory dapat menjadi alternatif pilihan berwisata bersama keluarga sambil melihat tanaman hias, terapi ikan atau kegiatan outbound.

Apa kata Menpar Arief Yahya mendengar greget dan semangat warga membangun homestay, desa wisata dengan segala kreasi yang menjadi atraksi tersendiri bagi wisatawan itu? “Bagus! Kreatif! Kompak, dan membentuk ekosistem kepariwisataan yanh makin tumbuh subur,” jawab Menteri Arief.

Lebih jauh, Menpar Arief Yahya menyarankan agar semua homestay dan desa wisata itu segera bergabunh dan mendaftar ke ITX, untuk digitalisasi. ITX atau Indonesia Tourism Xchange adalah digital market place, atau pasar online yang mempertemukan supplier dan distributor atau buyers – sellers ke dalam satu platform. “Dengan begitu, industri pariwisata, baik homestay, desa wisata, akses, atraksi dan amenitas bisa bertemu dengan global market dari mana saja di seluruh dunia secara langsung,” kata Arief Yahya.

Mereka punya akses ke pasar internasional, baik wholeseller maupun individual travellers. Mereka akan mendapatkan fasilitas website yang sudah commerce, untuk berpromosi dan menjadi etalase bagi paket-paket wisata yang dibuat. Mereka juga sekaligus memperoleh booking system dan payment engine. “Sehingga langsung bertransaksi via online, dan fasilitas teknologinya free,” sebut Menpar Arief yang mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.(*)

Jawara Seri Kedua Motoprix Region 1 Sumatera ialah ….

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Ketua IMI Kepri Usep RS dan undangan berfoto dengan pemenang kelas MP5 (bebek 4T 150cc standart injeksi), Ferdy Hans (Sumatera Utara) dari tim Al Fattah Pen Techno tercatat sebagai pemenang pertama dengan catatan waktunya 13 menit 9,494 detik dari 11 laps, di Temenggung Abdul Djamal Muka Kuning, Minggu (2/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

 

batampos.co.id – Pembalap-pembalap asal Sumatera Barat mendominasi Seri Kedua Motoprix Region 1 Sumatera dengan menempati podium di 5 kelas utama.

Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal, Batam yang  memiliki trek lintasan sepanjang 1,3 km menjadi saksi serunya ajang balap nasional motoprix yang baru pertama kali dilaksanakan di Kepri ini.

Pada kelas yang paling bergengsi, yakni MP1 (bebek 4T 150cc tune up injeksi), Ivon Nanda (Sumatera Barat) dari tim Indako Honda berhasil meraih podium satu setelah mencatatkan waktu 22 menit 28,600 detik dalam 20 laps.

Padahal, Ivon Nanda memulai start dari posisi 12 dari 16 pembalap yang ikut serta di kelas ini.

Posisi kedua ditempati pembalap Firman Farera (Sumatera Utara) dari tim Honda Indako KYT dengan catatan waktu 22  menit 29,974 detik.

Disusul pembalap Deri Irfandi (Sumatera Utara) dari tim Honda Indako KYT di posisi ketiga dengan torehan waktu 22 menit 30,097 detik.

“Sirkuit yang sangat menantang, ini pertama kali kita balap di sini, jadi semua pembalap punya kans jadi juara karena belum terbiasa dengan kondisi sirkuit,” ujar Ivon kepada Batam Pos, Minggu (2/4).
—————–
Pada kelas MP2 (bebek 4T 125cc tune up injeksi), pembalap Erwin Ridwansyah (Sumatera Selatan) dari tim Bintang Centula berhasil menempati podium satu setelah menjadi yang tercepat dalam 20 laps dengan catatan waktu 22 menit 39,347 detik.

Di peringkat kedua, diraih pembala Hafid (Sumatera Barat) dari tim Honda Menara Agung dengan catatan waktu 22 menit 43,722 detik.

Disusul posisi ketiga yang diduduki pembalap Becky (Lampung) dari tim GGRT CV Salam Sejahtera dengan waktu 22 menit 44,227 detik.

Sebelumnya, Erwin mengawali start dari posisi 6 dari 14 pembalap di kelas ini.
——————
Sementara di kelas MP3 (bebek 4T 150cc tune up mix), pembalap Tofani Wijaya (Sumatera Barat) dari tim Honda Menara Agung menempati podium satu dengan catatan waktu 17 menit 5,090 detik dari 15 laps.

Pada peringkat dua, diraih pembalap Deri Satio Sunarso (Sumatera Utara) dari tim Honda Deli Indako dengan waktu 17 menit 17,035 detik.

Disusul peringkat ketiga, oleh pembalap Arif Murizal (Sumatera Barat) dari tim Suhandi Padang dengan torehan waktu 17 menit 31,541 detik.

Sebelumnya, Tofani mengawali start dari posisi 8 dari 11 pembalap di kelas ini.
—————–
Di kelas MP4 (bebek 4T 125cc tune up mix), lagi-lagi Tofani membuktikan kualitasnya setelah berhasil juga menjadi juara satu di kelas ini gengan catatan waktu 17 menit 12,173 detik dari 15 laps.

Pada peringkat dua ditempati pembalap Agus Setiawan (Aceh) dari tim ABHLM FDR dengan torehan waktu 17  menit 18,178 detik.

Disusul peringkat tiga yang diduduki pembalap Deri Satio Sunarso (Sumatera Utara) dari tim Honda Deli Indako dengan waktunya 17 menit 41,363 detik.
—————–
Di kelas terakhir, MP5 (bebek 4T 150cc standart injeksi), podium satu berhasil diraih pembalap Ferdy Hans (Sumatera Utara) dari tim Al Fattah Pen Techno dengan waktunya 13 menit 9,494 detik dari 11 laps.

Pada posisi dua, ditempati pembalap Ahmad Syaefullah ( Sumatera Barat) dari tim Yamaha Yamalube dengan waktu 13 menit 12,541 detik.

Peringkat ketiga diduduki pembalap Isma Ramadano (Sumatera Barat) dari tim Honda Menara Agung dengan waktu 13 menit 20,951 detik.

Ferdy Hans berhasil mempertahankan posisi satunya sepanjang balapan ini karena berhasil mengawali start di posisi satu. (cr16)

Kejurnas Motoprix seri 2 di Batam

0

Dua pembalap dikelas bebek 150cc saling memacu kendraannya pada kejuaraan nasional Motoprix  seri 2 di sirkuit Temenggung Abdul Djamal Muka Kuning, Minggu (2/4).

Pada kelas bebek 150 cc standar Ferdy Hans Tanuwijaya asal Sumatera Utara berhasil meraih juara pertama.

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

BP Batam akan Tata Ulang GOR Temenggung

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berniat untuk menata ulang Stadion Temenggung Abdul Jamal. Tujuannya adalah agar minat olahraga masyarakat Batam yang besar bisa tersalurkan dengan baik.

“Kita akan tata lagi. Stadion akan diperbaiki karena ternyata minat masyarakat Batam sangat besar terhadap olahraga,” ungkap Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Sabtu (1/4).

Tumenggung merupakan bagian dari perencanaan pembangunan kota Batam.

“Bahwa sebagai kawasan industri, Batam harus punya fasilitas pendukung seperti stadion ini,” katanya.

Batam yang direncanakan sebagai kota industri pasti akan dipenuhi oleh kalangan pekerja.

“Jadi pekerja dapat hiburan sehingga bisa tingkatkan kinerja mereka. Makanya Temenggung itu masuk dalam master plan kami,” jelasnya.

Robert kemudian menyatakan pihaknya saat ini masih dalam tahap perundingan dengan salah satu klub sepakbola asal Kepri. Klub tersebut berniat menjadikan Temenggung sebagai markas utama.

“Dengan begitu, masyarakat bisa salurkan hobi bolanya,” pungkasnya. (leo)

Syahbandar Sekupang Ingatkan bahwa Cuaca saat ini masih Buruk

0
ilustrasi Foto:. Bambang Irawan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari ini membuat syahbandar Sekupang meningkatkan kewaspadaan pelayaran di Perairan Sekupang.

“Cuaca cukup ektrem, misalnya hari ini hujan lebat, petir serta kabut melanda,” kata Syahbandar Sekupang, Denny Cahyadi, Sabtu (4/1).

Denny menambahkan, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan syahbandar tujuan beberapa jam sebelum kapal berangkat.

“Itu penting, karena cuaca bisa berubah sewaktu-waktu,” kata dia.

Nahkoda juga harus terus memantau kondisi cuaca ketika sudah di perairan kemudian memberikan laporan ke Stasiun Radio Pantai.

“Agar semua petugas bisa mengetahui keadaan di laut,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan ketersediaan jaket pelampung demi keselamatan penumpang selama diperjalanan.

“Di pintu keberangkatan juga telah ada spanduk dan imbauan mengenai keselamatan pelayaran. Jadi semua kapten kapal dan awak sudah standby,” jelasnya.

Dia menambahkan hujan yang turun kurang lebih satu jam tidak menyebabkan penundaan pelayaran, hal ini disebabkan karena saat hujan terjadi tidak ada jadwal keberangkatan kapal.

“Alhamdulillah, masih aman sampai sekarang, walupun sempat hujan dan angin, namun jarak pandang masih normal, sehingga pelayaran bisa berjalan dengan lancar,” sebutnya.

Sebelumnya Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Batam menginformasikan cuaca buruk akan melanda Batam selama tiga hari. Semua diminta waspada terutama pelayaran.(cr17)

Di Tanjungpinang, Harga Cabai Turun 40 Persen

0
Harga cabe merah mengalami penurunan. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Selama dua pekan terakhir, harga cabai di Tanjungpinang turun. Bila sebelumnya pe­me­das masakan ini bisa men­capai lebih dari Rp 80 ribu per satu kilogramnya, kini lebih murah 40 persen.

Pantauan Batam Pos di Pasar Baru Tanjungpinang, Jumat (31/3) , harga seki­logram jenis cabai setan hanya Rp 50 ribu untuk satu kilog­ramnya.

“Padahal biasanya paling murah buat cabai impor ini Rp 80 ribu lho,” kata Rajas, seorang pedagang cabai di pasar.

Penurunan harga cabai tidak sekadar varian impor. Harga cabai hijau lokal dari petani Bintan juga turun sekitar 40 persen. Bila sebelumnya harga mencapai Rp 60 ribu paling murah, kini kata Rajas, cabai hijau ini bisa dibeli cukup Rp 22 ribu per kilogramnya.

“Kalau cabai Jawa sekarang harganya Rp 34 ribu dan cabai rawit Rp 48 ribu,” ungkap Rajas.
 
Penuruna harga ini, disinyalir Rajas lantaran panen cabai melimpah di sejumlah wilayah penghasil. Kemudian juga dipengaruhi tekstur cabai yang tidak bisa disimpan dalam waktu cukup lama. Sehingga membuatnya harus habis dalam waktu tertentu ketim­bang membusuk.

“Ya kalau dita­han lama-lama, semuanya rugi. Mau itu petani, distri­butor, atau pun pedagang,” kata Rajas.

Turunnya harga cabai ini membuat beberapa pembeli belanja dalam skala lebih banyak dari biasanya. Seperti yang dilakukan Widia, seorang ibu rumah tangga.

“Lumayan kalau turun segini. Saya lang­sung beli dua kilo, saya simpan di kulkas. Takut kalau cuma beli setengah kilo eh besok naik lagi,” ungkap warga Batu Tiga ini. (aya)

Babi di Duriangkang masih belum Dimusnahkan

0
Babi yang diternak warga di Dam Duriangkang yang diduga mencemari air Dam Duriangkang, Seibeduk, Minggu (22/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rencana pe­nertiban peternakan babi di area Hutan Dam Duriangkang hingga kini belum direa­lisa­sikan. Hampir sebulan surat perintah bongkar dikeluarkan, BP Batam belum bergerak.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Andi Antono bera­lasan, BP Batam masih bingung me­ngenai tata cara pemus­na­han ribuan babi yang berada di Dam Duriangkang.

“Belum lagi (dimusnahkan,red),” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam Andi Antono, Sabtu (1/4).

Hingga kini Ditpam BP Batam masih berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk me­musnahkan peternakan babi ini.

“Masih mendiskusikan dengan seluruh instansi yang berada di Tim Terpadu. Apa (babinya,red) dikumpulin lalu dijerat atau diracun. Ini yang sedang dibicarakan,” ungkapnya.

Walau belum ada kepastian, Andi mengatakan pihaknya pasti menindak. Tapi hanya tunggu mencari jalan keluar da­ri permasalahan saat ini.

Penindakan ini seiring de­ngan langkah BP Batam yang ingin menyeterilkan kawasan Dam Duriangkang dari ber­bagai aktivitas ilegal. Baik itu dari peternakan babi, keramba apung, rumah liar, dan perta­nian liar. Semuanya dilakukan untuk meningkatkan produksi air di Dam Duriangkang.

Seperti yang sebelumnya diberitakan, langkah pener­tiban peternak babi ini setelah ramainya pemberitaan me­ngenai pencemaran air Dam Duriangkang akibat aktivitas peternakan babi.

Direktur Direktorat Pe­ngamanan (Ditpam) BP Batam, Bu­di Santoso  pada saat kon­ferensi pers beberapa waktu lalu, berjanji akan menangani permasalahan peternakan babi liar tersebut.

Dimana bila telah ditertibkan, ia juga berjanji tak akan membiarkan kawasan Dam Duriangkang dijadikan lagi tempat kegiatan ilegal yang mengganggu produktivitas air di dam tersebut.

“Berbagai langkah pencegahan sudah kami ambil, salah satunya membuat portal dan patroli keliling,” ungkapnya. (ska)

Kartini 4 dan Autoshow di Kepri Mall

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Pameran Autoshow yang digelar Batam Pos telah bisa dinikmati masyarakat di atrium Kepri mall, Sabtu (1/4). Dimana setiap stand otomotif menawarkan keunggulan dan promo menarik bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kendaraan pribadi.

Stand Mitsubishi misalnya, menawarkan produk unggulan mereka, yakni All New Pajero Sport keluaran tahun 2017 Diesel Dakar HP 4×2 8A/T. Selain penampilan lebih sporty, Pajero juga didesain canggih dan nyaman dengan teknologi terbaru. Serta mampu menghasilkan tenaga besar hingga 181 PS pada 3500 rpm, namun tetap efesien dalam penggunaan bahan bakar.

“Perbedaan dengan yang lama ada pada “handle break” (rem tangan) nya. Dulu manual, sekarang sudah cukup dengan tombol atau kita sebut electrical handle,” jelas Sales Marketing, Andi Fermana disela pameran, kemarin.

Menurut dia, pihaknya memberi penawaran kepada masyarakat yang ingin memiliki Pajero Sport tahun 2017. Dimana ada dua pilihan yakni potongan Rp 5 juta ditambah spoiler atau bonus karpet rambut ditambah talang air serta body Cover.

“Harga yang ditawakrkan untuk Pajero ini Rp 505 juta. Untuk CC pun lebih rendah yakni 2400 cc, yang tentunya lebih irit,” jelasnya.

Sementara itu, Assisten Manajer Event Organizer Batam pos, Heri Anton mengatakan pendaftaran untuk lomba Kartini 4 masih dibuka hingga 9 April. Dimana ada dua jenis perlombaan yang bisa diikuti oleh anak usia 4 hingga 9 tahun. Yakni lomba fashionshow dan mewarnai.

“Hadiah total untuk lomba ini jutaan rupiah. Pendaftaran lomba dengan membayar biaya administrasi Rp 50 ribu, sudah termasuk snack dan lucky draw,” terang Heri. (she)