Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13477

Kartini 4 dan Autoshow di Kepri Mall

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Pameran Autoshow yang digelar Batam Pos telah bisa dinikmati masyarakat di atrium Kepri mall, Sabtu (1/4). Dimana setiap stand otomotif menawarkan keunggulan dan promo menarik bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kendaraan pribadi.

Stand Mitsubishi misalnya, menawarkan produk unggulan mereka, yakni All New Pajero Sport keluaran tahun 2017 Diesel Dakar HP 4×2 8A/T. Selain penampilan lebih sporty, Pajero juga didesain canggih dan nyaman dengan teknologi terbaru. Serta mampu menghasilkan tenaga besar hingga 181 PS pada 3500 rpm, namun tetap efesien dalam penggunaan bahan bakar.

“Perbedaan dengan yang lama ada pada “handle break” (rem tangan) nya. Dulu manual, sekarang sudah cukup dengan tombol atau kita sebut electrical handle,” jelas Sales Marketing, Andi Fermana disela pameran, kemarin.

Menurut dia, pihaknya memberi penawaran kepada masyarakat yang ingin memiliki Pajero Sport tahun 2017. Dimana ada dua pilihan yakni potongan Rp 5 juta ditambah spoiler atau bonus karpet rambut ditambah talang air serta body Cover.

“Harga yang ditawakrkan untuk Pajero ini Rp 505 juta. Untuk CC pun lebih rendah yakni 2400 cc, yang tentunya lebih irit,” jelasnya.

Sementara itu, Assisten Manajer Event Organizer Batam pos, Heri Anton mengatakan pendaftaran untuk lomba Kartini 4 masih dibuka hingga 9 April. Dimana ada dua jenis perlombaan yang bisa diikuti oleh anak usia 4 hingga 9 tahun. Yakni lomba fashionshow dan mewarnai.

“Hadiah total untuk lomba ini jutaan rupiah. Pendaftaran lomba dengan membayar biaya administrasi Rp 50 ribu, sudah termasuk snack dan lucky draw,” terang Heri. (she)

Di Batam, Merokok di Sembarang Tempat Termasuk Tindak Pidana

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam mulai serius menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (Perda KTR).

Tidak hanya sosialisasi, dalam waktu dekat akan ditegakkan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap perokok di kawasan yang telah ditetapkan bebas asap rokok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan setelah satu tahun disahkan, Perda KTR belum memberikan dampak yang cukup signifikan kepada perokok aktif.

“Selama ini masih banyak kami temui, perokok tidak mengindahkan Perda KTR ini, terutama di kawasan yang telah kami tetapkan,” kata Didi, Sabtu (1/4).

Beberapa lokasi yuang menjadi KTR diantaranya kawasan mal, sekolah, kantor pemerintahan, dan ruang publik lainnya.

“Sebagian sudah mulai menerapkan seperti sekolahan, mal juga telah menyediakan ruangan khusus bagi perokok, termasuk hotel dan bandara,” ujarnya.

Didi menambahkan, sebagai langkah awal penerapan Tipiring, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pihak dari Bogor yang telah berhasil menerapkan Perda ini.

“Kami telah undang Satpol PP dari Bogor, dan mereka telah membagi ilmu cara menerapkan Perda KTR,” sebut dia.

Mantan direktur RSUD Bintan ini mengungkapkan penerapan Tipiring ini merupakan salah satu solusi yang sudah direncakan dari awal pembentukan Perda KTR.

“Batam harus berani menindak dan langsung mengimplementasikan aturan hukum agar percepatan penerapan lebih mengena,” tambahnya.

Disinggung mengenai Tim yang akan bekerja mengawal Perda KTR ini. Didi menyatakan masih mempersiapkan Tim dimana nanti penegakkan Perda ini terdiri dari Satpol PP, kepolisian, kejaksaan, dan instansi lain yang berhubungan dengan Perda KTR ini.

“Sedang dalam pembahasan, tentunya kami juga harus melaporkan kepada pimpinan terkait rencana ini. Nanti akan di SK-kan walikota juga,” ungkapnya.

Dia berharap ke depan penerapan Perda KTR ini benar- benar bisa maksimal. Sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan saat berada di kawasan bebas rokok.

“Semoga secepatnya bisa terlaksana, karena warga berhak mendapatkan udara yang bersih dari asap rokok,” katanya.(cr17)

Penculikan Leng Leng Murni Pemerasan

0
Korban penculikan yang berhasil dibebaskan.

batampos.co.id – Polisi Diraja Malaysia (PDRM) memeriksa empat tersangka penculik Khuang Leng Leng (WNA Malaysia) di Ditreskrimum Polda Kepri, Nongsa, Sabtu (1/4).

Pemeriksaan ini terkait untuk menyinkronkan pernyataan empat tersangka yang diamankan oleh PDRM di Malaysia. “Semua pelaku sudah tertangkap, empat di sini empat di sana,” kata Staf Ahli Konsulat RI di Johor, AKBP Wino Sumarso yang mendampingi empat orang penyidik PDRM, kemarin.

Ia mengatakan pemeriksaan ini juga untuk proses mencari keterangan tambahan dari empat WNI yang terlibat dalam penculikan WNA Malaysia tersebut. Disebutkannya pihak PDRM sedang mengajukan berkasnya ke kejaksaan, sehingga membutuhkan data yang komprehensif.

“Samalah kayak pengadilan kita di sini. Supaya cerita ini bisa nyambung semua kan,” tuturnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa suami korban sempat menyiapkan uang sebanyak 2 juta dolar Singapura.

“Uang cash sudah disiapkan,” imbuhnya.

Salah seorang anggota PDRM menyikapi pertanyaan adanya unsur penculikan tersebut direkayasa. Dimana terlihat dari rekaman CCTv Leng Leng terlihat tidak ketakutan. Malah terkesan santai dan biasa saja. “Tak ada, ini penculikan,” ucap
Asp (AKP) Masnizar penyidik Polisi Draja Malaysia (PDRM).

Ia mejelaskan dalang dari kasus ini adalah WN Malaysia. Namun untuk pemimpin eksekusi di lapangan adalah AT yang merupakan WNI.

“Otak pelakunya orang Malaysia, keturunan Cina,” ucapnya.

“Satu dari tiga pelaku WN Malaysia sebagai otak pelaku, tersangka WNI (AT) otak pelaku esekusi di bawah perintah satu tersangka otak pelaku WN Malaysia, ya keturanan Chinese,” kata dia kembali.

Hal yang senada diucapkan oleh penyidik senior PDRM lainnya Asp Nik Zakmi kemungkinan itu gayanya Leng Leng, yang tak ingin terlihat ketakutan di depan para penculik.

“Kan waktu itu juga ada senjata,” tuturnya.

Saat ditanya apakah mereka pemain baru atau pemain lama. Wino meminta para wartawan menilai sendiri keempat orang pelaku. “Lihat saja, tak ada penekanan kan,” ucapnya singkat.

Keempat orang WNI yang diperiksa tersebut yakni C alias Y,21, H alias M,32, Dd,37 dan Kms,28. Kasus ini cukup menarik perhatian, karena para penculik meminta uang tebusan sebesar 5 juta dolar Singapura pada suami Kuang Leng Leng yang bekerja pemilik perusahaan ketenagakerjaan di Johor. (ska)

Sistem Host to Host untuk Cegah Bocor, Sistem Host to Host Ditolak

0
Ilustrasi kapal angkutan kontainer. Foto: istimewa

batampos.co.id – Regulasi dan kepastian hukum di Batam sangat diperlukan untuk menciptakan dunia maritim yang kompetitif. Namun saat ini berbagai regulasi yang ada malah menghambat pembangunan pelabuhan di Batam untuk menjadi bertaraf internasional.

“Untuk menjadi pelabuhan berstandar internasional, perlu dukungan infrastruktur yang memadai juga regulasi yang sederhana, cepat, dan transparan,” ungkap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Makruf Maulana, Kamis (1/4).

Hal itu sangat diperlukan mengingat dari sisi pelayanan dan tarif kepelabuhanan harus bersaing dengan pelabuhan dari negara tetangga yang menawarkan beragam insentif.

“Beberapa keluhan tersebut antara lain kenaikan tarif jasa pelabuhan yang dapat dilihat pada Peraturan Kepala (Perka) BP Nomor 17 Tahun 2016,” jelasnya lagi.

Ia mengatakan banyak pengusaha pelayaran mengadu kepadanya tentang kenaikan sewa tarif. Contohnya sewa konter loket di Pelabuhan Punggur dan Sekupang naik dari Rp 60 ribu per meter menjadi Rp 300 ribu per meter.

Dan salah satu masalah lain adalah penerapan sistem host to host. Banyak pengusaha menganggap sistem ini sangat memberatkan.

“Sistem host to host selain lambat, kami juga keberatan karena harus bayar deposit sebesar 125 persen dari estimasi biaya jasa kepelabuhanan,” ungkapnya lagi.

Ia ingin Badan Pengusahaan (BP) Batam mau berkoordinasi dengan pengusaha pelayaran karena banyak harapan yang dititipkan pengusaha.”Kita mesti punya strategi yang komprehensif agar pemilik kapal mau berlabuh ke Batam,” ujarnya.

Senada dengan Makruf, Ketua Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan (ATAK) Batam, Sunaryo mengatakan ia sangat berharap agar BP Batam mau menggandeng pihaknya untuk bisa memberikan masukan.

“Di sini banyak Penanam Modal Asing (PMA) dan mereka banyak memakai jasa kami untuk pengurusan dokumen lalu lintas barang. Sehingga kami berharap BP Batam mau melibatkan kami dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Selama ini pihaknya mengakui birokrasi cukup rumit untuk mengurus lalu lintas barang karena selain mengurus ke kantor Bea Cukai juga harus ke BP Batam. “Ya, kami berharap birokrasi yang tidak diperlukan bisa dikikis untuk kemajuan Batam,” katanya lagi.

Di tempat yang berbeda, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono menjelaskan bahwa sistem host to host sangat efektif untuk mencegah kebocoran, karena sebelumnya banyak kapal yang kabur tanpa membayar.

“Sistem ini akan terus berjalan,” imbuhnya.

Sedangkan mengenai tarif, menurut Andi, tarif di Batam lebih murah jika dibandingkan dengan pelabuhan lainnya di Indonesia. “Tarif kita dulu lebih rendah dari Pelabuhan Malahayati Aceh, padahal Pelabuhan Batuampar itu kelas satu,” ujarnya.

Walaupun tarif sekarang tinggi, ia mengatakan ada peningkatan pelayanan yang akan dibuat BP Batam.

“Kan sekarang banyak perbaikan infrastruktur, sistem online pun dibenahi. Dan nanti akan diadakan pengadaan gentry crane,” ujarnya.(leo)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun Dukung Pariwisata Indonesia

0
ilustrasi Foto: istimewa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turut berperan serta dalam pembangunan Pariwisata tanah air.

Segala hal yang terkait pembangunan infrastruktur pariwisata, bakal dikawal ketat oleh kementerian yang diremote Basuki Hadimuljono itu.

Ada banyak yang didukung pembangunan infrastruktur pariwisata. “Salah satunya jalan tol,” ungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Herry Trizaputra Zuna, pada sela Rakornas I Pariwisata 2017.

Herry menyebut, tahun 2017 ini, sudah ada enam usulan ruas jalan tol menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Semuanya untuk mendukung pariwisata.

  1. Pasuruan-Probolinggo (31 kilometer)
  2. Probolinggo-Banyuwangi (170 km) diusulkan untuk mendukung tujuan wisata Bromo dan Banyuwangi.
  3. Yogyakarta-Solo (40 km)
  4. Yogyakarta-Bawen (72 km) akan mendukung tujuan wisata di Yogyakarta, Prambanan, Borobudur, dan Dieng.
  5. Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Prapat -Kuala Tanjung (140 km) yang akan mendukung Danau Toba – kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi ‘10 Bali Baru’.
  6. Sukabumi-Ciranjang-Padalarang (62 km) untuk mendukung wisata Puncak, Jawa Barat.

Nantinya, 6 ruas tol tadi akan menggenapi keberadaan dua ruas tol pendukung pariwisata yang sudah masuk ke dalam PSN. Yang pertama, Pandaan-Malang (38 km) untuk mendukung kawasan wisata Kota Batu.

Satunya lagi Serang – Panimbang (84 km) yang mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung – destinasi yang juga sudah masuk ke dalam ‘10 Bali Baru’.

“Teori pak Menpar untuk membuat pariwisata sustainable kan 3A (Akses, Atraksi, Amenitas, Red) harus kuat. Jadi kami support infrastrukturnya,” ucap Herry.

Fokus utamnyanya tentu ke 10 Destinasi Prioritas atau yang biasa disebut ‘10 Bali Baru’. Itu artinya, Yogyakarta-Bawen, Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Prapat-Kuala Tanjung, dan Probolinggo-Banyuwangi, dipercepat realisasinya.

“Proses realisasi ruas tol tersebut berbeda-beda. Ruas tol Pandaan-Malang telah masuk ke tahap konstruksi. Ruas Serang Panimbang, pemerintah telah menetapkan konsorsium Wijaya Karya sebagai pemenang lelang. Sementara ruas Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Prapat akan dilakukan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Menpar Arief Yahya sepakat, rencana jalan tol adalah salah satu kunci utama untuk akses pariwisata.

“Ketika akses, amenitas dan atraksinya sudah siap, Kemenpar akan promosikan besar-besaran untuk mendatangkan wisman dan juga wisnus,” kata Arief sambil mengucapkan terima kasih pada spirit “Indonesia Incorporated” Kemen PU PR. (*)  

 

Dukungan Kemenhub untuk Pariwisata Indonesia

0

Kementerian Perhubungan mendukung program Kemenpar, konektivitas. Kemudahan akses, kenyamanan dan keamanan, menjadi prioritas yang digeber Kemenhub untuk mendukung program Menpar Arief Yahya itu.

“Arah kerja kami sekarang “melayani” pariwisata. Ini sudah menjadi backbone perekonomian Indonesia. Harus disupport penuh,” ungkap Wihana Kirana Jaya, Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Investasi Transporasi Kementerian Perhubungan, dalam sambutannya pada Rakor I Pariwisata 2017, di Hotel Borobudur, Kamis (29/3).

Arah kebijakannya sejalan dengan Menhub Budi Karya Sumadi yang berhalangan hadir lantaran harus menyoliasasikan Peraturan Menhub terkait pengaturan kendaraan umum berbasis online di hotel yang sama. Kemudahan akses, kenyamanan dan keamanan, menjadi prioritas yang digeber. Gaya-gaya Pak Menpar sedikit banyak mulai kita tiru. Kalau di pariwisata ada Indonesia Incorporated, di Kemenhub pakai Manajemen Pengelolaan Incorporated. Kami juga melakukan percepatan kerangka peraturan konektivitas pendukung pariwisata melalui pilot project serta melibatkan BUMN dan BUMD, swasta, dalam Investasi, terangnya.

Gol-nya, mengarah ke World Class Standart dan memaksimalkan economic value.

“Kalau mau menarik wisman ya standarnya harus kelas dunia. Terminalnya, toilet, landasan pacu, bandara, karantina, imigrasi, jam layanan, kemudahan akses, semua harus kelas dunia,” tambahnya.

Dan Kemenhub tak hanya sekedar berwacana. Action nyata sudah mulai dilakukan. Tengok saja KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Danau Toba. Di salah satu destinasi prioritas itu, Kemenhub sudah mulai membangun jalur Kereta Api Rantau Prapat – Pinang, sepanjang 12 kilometer dan 8 jembatan. KSPN Kepulauan Seribu Jakarta, juga sama. Di sana sudah hadir pelayanan angkutan laut perintis, Ada juga Trayek Sunda Kelapa – Kepulauan Seribu.

KSPN Tanjung Kelayang Belitung juga ikut disentuh. Dari mulai pembangunan terminal, pemenuhan standar runway strip dan peralatan keamanan penerbangan di Bandara Hanandjoeddin, semua sudah dilakukan.

Di KSPN Wakatobi Sulawesi Tenggara, ada peningkatan dan pengembangan kapasitas Bandara, Di antaranya Bandara Matahora di Wangi-wangi, dan juga kapasitas Bandara Halu Oleo yang sebelumnya bernama Bandar Udara Wolter Monginsidi di Kendari. Selain itu, ada juga pengembangan kapasitas Bandara Beto Ambari di Kota Baubau.

Di KSPN Borobudur Joglosemar, ada program pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, ruas Jalan Kaperekan-Borobudur. DED reaktivasi jalur KA Yogya – Magelang, lalu pengerukan alur masuk Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, 359.000 M3.

KSPN Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, ini sedang ada program Penyusunan Studi Kelayakan Bandar Udara Purbaya (Malang Selatan). KSPN Labuan Bajo Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Direncanakan untuk peningkatan dan pengembangan kapasitas Bandara Komodo. KSPN Morotai, pengembangan kapasitas bandara Kuabang Kao, di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

KSPN Tanjung Lesung, Banten, sedang Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), Pembangunan Jalur Kereta Api, Rangkas Bitung – Saketi – Labuan. Dan, KSPN Mandalika, Lombok International Airport, NTB. “Sekali lagi, mindsetnya adalah melayani pariwisata. Kalau ini disupport, saya yakin hasilnya akan luar biasa,” ucap dia.

Bagaimana dengan wisman? Soal ini, Kementerian Perhubungan juga sudah melakukan banyak hal. Di antaranya, lewat 27 bandara yang sudah dibuka dan beroperasi untuk internasional airport.

  • Sultan iskandar muda Banda Aceh
  • Maimun Saleh Sabang.
  • Kualanamu Deli Serdang,
  • Minangkabau, Padang,
  • Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru,
  • Hang Nadim, Batam,
  • RH Fisabilillah, Tanjung Pinang,
  • SM Badarudin II, Palembang,
  • Husein Sastranegara, Bandung,
  • Soekarno-Hatta, Tangerang,
  • Halim Perdanakusumah, Jakarta,
  • Adi Sumarmo, Solo,
  • Ahmad Yani, Semarang,
  • Adi Sutjipto, Yogyakarta,
  • Juanda, Surabaya,
  • Supadio, Pontianak,
  • Sepinggan, Balikpapan,
  • Juwata, Tarakan,
  • Sam Ratulangi, Manado,
  • Sultan Hasanudin, Makassar,
  • Pattimura, Ambon,
  • Frans Kaisiepo, Biak,
  • Sentani, Jayapura,
  • Mopah, Merauke.

Yang kelasnya lebih tinggi lagi, ada Bandara International untuk ASEAN Open Sky.

Kualanamu, Medan Soekarno Hatta, Jakarta, Juanda Surabaya, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Hasannudin Makassar, sudah terjamah layanan dengan standar kelas dunia.

Prinsipnya memaksimumkan nilai ekonomi melalui economic of scale, economic of scope dan cost complementary. Semangatnya Indonesia Incorporated . Dan komitmennya multi stakeholders dalam melakukan implementasi pembiayaan, ucapnya.

Karenanya, maskapai-maskapai penerbangan nasional ikut dirangkul untuk rute penerbangan international.

Saat ini, sudah ada 25 rute penerbangan Internasional yang menghubungkan 26 kota dari 12 negara.

Itu belum termasuk 43 perusahaan penerbangan asing yang melakukan 97 rute penerbangan Internasional, dan menghubungkan 46 kota dari 22 negara. Mudah-mudahan upaya ini bisa memperkuat pariwisata Indonesia, harapnya. (*)

Kemenpar Tuntaskan Tiga Prioritas Utama

0

Tiga prioritas utama Kemenpar:

  1. Go Digital,
  2. Homestay Desa Wisata,
  3. Air Connectivity!

“Rakornas I Tahun 2017 ini kami menuntaskan konektivitas udara,” kata Menpar Arief Yahya pada Rakornas Kepariwisataan I 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/3/2017)

Go Digital, lanjut Arief Yahya, sudah dijalankan di Rakornas akhir tahun lalu. ITX – Indonesia Tourism Xchange bahkan sudah 6000 industri pariwisata yang bergabung, dalam platform digital yang mempertemukan buyers dan sellers.

“Homestay akan kami agendakan di Rakornas Triwulan II tahun 2017, tiga bulan ke depan,” ungkap Menteri Arief.

Soal Go Digital itu, Menpar Arief sudah semakin blak-blakan. Tidak basa basi lagi, bahwa tanpa digital, industri akan titik! Tidak pakai koma lagi.

“Dulu selama di Telkom, kami punya 124.000 wartel di Indonesia. Walk in service seperti itu akan mati, dan sudah terbukti, begitu teknologi GSM hadir. Sekarang wartel itu sudah sama sekali tidak berbekas,” ungkapnya.

“Suasana itu sama, dengan saat ini! 70 persen travellers sudah memanfaatkan teknologi online. 50% travel agent konvensional, gulung tikar. Karena itu ITX kami sediakan untuk memberi kesempatan industri untuk bertransformasi ke digital. Pemerintah dalam hal ini Kemenpar yang memfasilitasi,” jelas Arief.

Digital lifetyle, sebut Arief Yahya, menggabungkan look, book, pay, ke dalam satu selling platform.

“Kalau tidak ada Pak Luhut, saya singkat LBP, Luhut Binsar Pandjaitan. Tapi karena ada beliau, saya langsung saja, Look, Book, Pay,” kata Arief yang langsung disambut gelak tawa sekitar 500 audience, termasuk Menkomar Luhut, di kursi paling depan.

Semua stake holder top 3 program kerja Kemenpar yang terkait konektivitas hadir dan berdiskusi. Semangatnya sama dan seirama dengan tema acara: “Indonesia Incorporated: for Better Tourism Connectivity.”

Arief Yahya menggunakan benchmark sukses Jepang dilengkapi kajian UNWTO, soal air connectivity tersebut.

Soal konektivitas, Menpar Arief Yahya memang menghadapi problem superserius. Tetapi dia bersyukur, kementerian dan lembaga lain yang terkait dengan kepariwisataan sangat support. Kemenhub, Kemen-PUPR, Kemen BUMN, Kemen LHK, Angkasa Pura I dan II, Airnav, perusahaan airlines, dan pemda yang concern dengan pariwisata. “20 juta wisman 2019 itu target Presiden Joko Widodo. Kalau presiden sudah menentukan arah ke pariwisata, tidak ada pilihan lain, kita harus mencari jalan terbaik menuju ke sana!” ungkapnya.

Semua unsur yang terkait konektivitas udara, darat dan laut, ikut disentuh. Konektivitas udara adalah titik paling krusial, karena hampir 80 persen wisman masuknya lewat udara. Problem  seats capacity yang sangat terbatas, harus  cepat-cepat dituntaskan.

Sadar tak bisa berjalan sendirian, kementerian dan lembaga lain pun ikut diajak bergotong royong untuk menuntaskan masalah ini. Istilahnya Indonesia Incorporated. Menko Kemaritiman, diharapkan menjadi system integrator, dengan Menteri Perhubungan, Menteri PU PERA, Menteri BUMN, Menteri LHK, Menteri ATR. “Terima kasih Bu Menkes Nila F Moeloek, hadir di Rakornas kami,” ucapnya.

Begitu juga dengan Dirjen Perhubungan Udara , Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura, Dirut Airnav, Dirut Garuda Indonesia Group, Dirut Lion Air Group, Dirut Air Asia Indonesia dan Dirut Sriwijaya Air Group. “Target 2017 adalah mengejar 15 juta wisman. Masih minus 4 juta seats capacity. Kita perlu sinergi 3A, Airport, Airline, Authority. Dibutuhkan total collaboration dengan Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura. Dan kebetulan, semuanya ikut hadir di Rakornas I Pariwisata 2O17.

Konektivitas darat juga ikut menjadi sorotan. Pembangunan iInfrastrukturnya diarahkan ke percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas. Danau Toba; Tanjung Kelayang; Tanjung Lesung; Kepulauan Seribu; Candi Borobudur; Bromo Tengger Semeru; Mandalika; Labuan Bajo; Wakatobi; dan Morotai, semua disentuh. Begitu juga dengan 14 destinasi unggulan lainnya.

Caranya bervariasi. Dari mulai pembangunan akses jalan raya dan tol, reaktivasi dan pengembangan jalur KA hingga pembagian peran pusat dan daerah, semua ikut dibahas. Dan hal ini dikawal langsung oleh Dirjen Hubdar, Dirjen Perkeretaapian, Dirjen Bina Marga, Kepala BPIW, Kepala BPJT, Dirut Jasa Marga, dan Dirut Waskita Karya, dan Dirut PT KAI.

Satunya lagi konektivitas laut. Ini juga terlihat seksi mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dirjen Hubla, Dirut PELNI, Dirut ASDP, Dirut Pelindo I, Dirut Pelido II, Dirut Pelindo III, Dirut Pelindo IV, turun langsung menjadi panelis. Semuanya ikut mencari solusi mengatasi pembagian peran/otoritas Pelni, ASDP, Pelindo, dan Pemda. Semuanya ikut mengupayakan; percepatan pembangunan dermaga/marina serta mencari cara menambah rute dan kapasitas angkut kapal wisata.

Rakornas Pariwisata I-2017 diikuti sekitar 500 peserta terdiri dari; menko dan menteri; panelis diskusi/workshop (dirjen, CEO, dan Kepala lembaga); kepala daerah (Pemprop/kota/kabupaten) 10 destinasi prioritas dan 14 destinasi unggulan, SKPD Kepala Daerah terkait;.Kadispar Prop/ Kota/ Kabupaten; pejabat Internal Kemenpar (Ess.1 sd 4 , stafsus, advisor, Tim Percepatan, 2dan Tenaga Ahli Kemenpar); asosiasi industri pariwisata, akademisi, komunitas, VITO (Visit Indonesia Tourism Office), dan media.

Apalagi kalau Bukan Konektivitas!

0

Apalagi kalau bukan konektivitas! Ya, apalagi kalau bukan konektivitas. Itulah fokus utama 3 program kerja Kemenpar.

Itupula yang jadu bahasan utama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I, triwulan 1 tahun 2017, yang bakal dilangsungkan 30-31 Maret di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta.

Tema besarnya “Indonesia Incorporated: for Better Tourism Connectivity.”

Menteri Arief menyadari 1000%, bahwa critical success factor untuk mengejar target tahun 2017, dengan 15 juta wisman itu ada di air connectivity.

Seats capacity kita masih minus 4 juta tahun ini. Karena itu, jika faktor kritis ini tidak dibereskan tahun ini juga, mustahil kita capai target itu,” jelas Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Sementara, connectivity itu bukan tidak bisa ditangani sendiri oleh Kemenpar. Karena itu, perlu sinergi antar kementerian dan lembaga, agar program 20 juta 2019 yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo bisa tercapai dengan mulus.

“Kita perlu sinergi 3A, Airport, Airline, Authority dalam hal ini Kemenhub. Beruntung, dengan ketiganya kami bisa duduk bareng mencari solusi bersama,” kata Menteri Arief.

Rakornas akan dibuka sekaligus sebagai keynote speech oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Di Rakornas nanti, bukan hanya koneksitas udara, tetapi juga darat dan laut.

Menko Maritim Luhut B.Panjaitan menegaskan pariwisata ditetapkan sebagai leading sector, karena itu  pembangunan infrastruktur diprioritaskan untuk mendukung percepatan pembangunan destinasi pariwisata terutama 10 destinasi prioritas yang akan menjadi daya tarik baru dalam meningkatkan kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia  pada 2019.

Pemerintah dalam program pembangunan 5  tahun ke depan fokus pada sektor; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional.

Dari lima sektor tersebut  pariwisata ditetapkan sebagai leading sector karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif.

Hal ini terlihat peran pariwisata dunia dalam memberikan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencapai 9,8%; kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1%;  serta pariwisata membuka lapangan kerja yang luas yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata. Pertumbuhan positif pariwisata dunia tersebut memberi dampak positif terhadap pariwisata Indonesia.

Presiden Joko Widodo mentargetkan pertumbuhan pariwisata nasional dua kali lipat pada 2019. Tahun 2019, pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata  sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta  dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

Menpar Arief Yahya mengatakan, konektivitas udara  menjadi salah satu kelemahan pariwisata Indonesia. Untuk memenangkan  persaingan global kelemahan ini  harus segera diperbaiki dan ditingkakan kualitasnya karena sekitar 90% kedatangan wisman ke Indonesia via udara.

“Tersedianya seat yang memadai untuk mendukung target 15 juta wisman tahun ini dan akan meningkat menjadi 20 juta pada 2019 merupakan persoalan yang harus segera dipecahkan dengan melibatkan semua elemen (pentahelix) pariwisata,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pariwisata ditetapkan menjadi core business Indonesia karena memiliki banyak keunggulan kompetitif dan komperatif  di antaranya  unggul dalam menghasilkan devisa serta penciptaan lapangan kerja.  Keunggulan komperatif pariwisata Indonesia, menurut Arief Yahya, adalah terbaik di kawasan regional bahkan melampaui ASEAN.

“Pesaing utama pariwisata Indonesia adalah Thailand, sedangkan negara ASEAN lainnya mudah dikalahkan. Ini terlihat dari country branding Wonderful Indonesia yang semula tidak masuk ranking branding dunia,  sekarang berada di ranking 47 mengalahkan Truly Asia Malaysia berada di posisi 97  dan Amazing Thailand diposisi 83 sekaligus  sehingga  positioning dan differentiating Indonesia di tingkat dunia,” kata Arief Yahya.

Keunggulan komperatif lainnya, pariwisata Indonesia mudah menjadi destinasi utama dunia sekaligus  tourism hub, sedangkan untuk menjadi trade dan investment hub akan terlalu sulit bagi Indonesia untuk mengalahkan Singapura.

“Dengan  menjadi tourism hub  akan  menciptakan people-to-people relationship  yang kemudian diikuti tumbuh pesat  trade dan investment” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai core business negara, maka alokasi sumber daya  terutama anggaran harus diprioritaskan termasuk anggaran untuk membangun infrastruktur di destinasi pariwisata yang ada di kementerian/lembaga terkait.

“Komitmen kementerian/lembaga terkait dalam mendukung percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas (Danau Toba; Tanjung Kelayang; Tanjung Lesung; Kepulauan Seribu; Candi Borobudur; Bromo Tengger Semeru; Mandalika; Labuan Bajo; Wakatobi; dan Morotai)  dan 14 destinasi unggulan kita jadikan sebagai topik bahasan dalam Rakornas Pariwisata I-2017,” kata Menpar Arief Yahya.

Dalam diskusi panel/workshop tersebut sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain; Menhub Budi Karya Sumadi, MenPU-Pera  Mochamad Basoeki hadimoeljono, dan MenBUMN Rini Soemarno mepaparankan program  dukungan dan komitmen dalam membangun konektivitas udara, laut, dan darat pada 10 destinasi prioritas dan 14 destinasi unggulan.

Rangkaian kegiatan Rakornas Pariwisata I-2017 antara lain diisi dengan diskusi/workshop seputar upaya meningkatkan konektivitas udara, laut dan darat berserta permasalahan dan solusinya dengan menghadirkan nara sumber sebagai panelis dari intansi terkait, pelaku bisnis, serta otoritas bandara, pelabuhan, maupun perkeretaapian.

Diskusi untuk meningkatkan konektivitas udara; dibahas sejumlah topik menarik antara lain;  upaya meningkatkan kapasitas bandara; upaya menambah airlines seat capacity dan program stimulus; serta kecukupan air service agreement & kecepatan ijin pembukaan rute baru dengan menghadirikan para panelis  antara lain; Dirjen Hubud KemenHUB, CEO AP1, CEO AP2, CEO Airnav Indonesia, CEO Garuda Indonesia, CEO Lion Air Group, CEO Air Asia Indonesia, dan CEO Sriwijaya Air.

Sementara itu diskusi upaya meningkatkan konektivitas jalan darat; membahas sejumlah topik menarik antara lain; upaya percepatan pembangunan akses jalan raya dan tol; upaya peningkatan akses melalui reaktivasi dan pengembangan jalur KA; serta pembagian peran pusat dan daerah dengan menghadirkan para panelis antara lain; Dirjen Hubdar, Dirjen Perkeretaapian, Dirjen Bina Marga, Kepala BPIW, Kepala BPJT, Dirut Jasa Marga, dan Dirut Waskita Karya, dan Dirut PT KAI.

Diskusi upaya peningkatan konektivitas laut membahas sejumlah topik menarik antara lain; pembagian peran/otoritas Pelni, ASDP, Pelindo, dan Pemda; upaya percepatan pembangunan dermaga/marina, serta upaya menambah rute dan kapasitas angkut kapal wisata dengan menghadirkan para panelis antara lain; Dirjen Hubla, Dirut PELNI, Dirut ASDP, Dirut Pelindo I, Dirut Pelido II, Dirut Pelindo III, Dirut Pelindo IV.

Rakornas Pariwisata I-2017 diikuti sekitar 500 peserta terdiri dari; menko dan menteri; panelis diskusi/workshop (dirjen, CEO, dan Kepala lembaga); kepala daerah (Pemprop/kota/kabupaten) 10 destinasi prioritas dan 14 destinasi unggulan; SKPD Kepala Daerah terkait;.Kadispar Prop/ Kota/ Kabupaten; pejabat Internal Kemenpar (Ess.1 sd 4 , stafsus, advisor, Tim Percepatan,  dan Tenaga Ahli Kemenpar);  asosiasi industri pariwisata;  akademisi, komunitas, VITO (Visit Indonesia Tourism Office), dan  media. (*)

Jadwal Pemadaman Listrik Sabtu, 01 April 2017 Pukul : 20.00 – 22.00 WIB

0

PT Palma,
Maju Jaya,
MC Connel,
trans batam,
pel sagulung,
miggases,
polsek tg uncang,
tunas regency,
pesona indah 1,2,
griya permai,
pgri,
saguba,
sei lekop,
dinamika logam mulia,
elisabet,
citra ss,
sunteck,
puskemas dan sekitarnya.

Bengkong Bengkel,
Bengkong PBN,
Bengkong Pertiwi,
Pesona Mantang,
Bengkong Dalam,
Bengkong Seken ,
Bengkong Harapan Bawah
Bengkong Permai,
Wico / Cosmic,
Perumahan Sarmen Raya,
Bengkong Abadi Kavling,
Golden Prawn/GOLDEN VIEW,
Kecamatan Bengkong,
Pantai Gading,
Pantai Gading 2,
Kav .Tanjung Puntung,
Golden Prima,
Masyarakat Tj Puntung,
Hotel Golden View,
Bengkong Mahkota Blok C,
Bengkong Palapa Swadaya,
Bengkong Green Town,
Bengkong Jaya, Top 100,
Bengkong Harapan 1 (blok F),
Bengkong Harapan 2 dan sekitarnya.

Kantor Camat ,
Baloi Persero,
Polsek lbk baja,
Ruko glass center,
Baloi Blok 2-6,
komp windsor Flat,
nagoya permai,
bukit mas,
komp.batam park,
Baricon dan sekitarnya.

Indosat Mata Kucing,
PJU Bukit Mata Kucing,
BTS Telkomsel (delta villa),
PJU Sei Temiang,
Gracia,
Mk Paradise,
City Point,
Sakinah,
Bukit Kencana,
PT Gurindam Menon Jaya / perum Gurindam Raya,
Mitra Raya Aviari,
Mitra Mall Batu Aji,
Mutiara Indah,
Perum Villa Paradise,
Perum Permata Hijau,
Paradise Bay Golf,
Bina Umma,
RKT,
Bumi Agung,
Rindang Garden,
Mukakuning Alam Lestari,
Perum Bukit Indah,
Purimas Batu Aji dan sekitarnya.

Muka kuning pratama,
Batu aji asri,
KV Seraya,
M.Kuning Pratama,
Teratai,
B,Aji Asri1,2,
Artha,
Phoenix,
Rhabayu,1,2,
B,Aji Residence,
Batavia dan sekitarnya.

Kp Tengah,
Kp Mangga,
Kp Lembang,
Pr Cita Mas,
Pr Nongsa Asri/ Cibajas,
Pr Karana Rejasa,
Kantor BNN,
Intan Residance,
Permata Bandara,
Puri Asri,
PJU Pemko Simpang Taiwan Industrial,
PJU Pemko SUTM,
Kabil Simpang Suar,
Radar Pol,
Rusun Jamsostek,
Kp Tengah,
Kp Mangga,
Kp Lembang,
Citra Mas,
Nongsa Asri,
Griya Amanda,
Sambau 1,2,3,
Teluk Mata Ikan,
Pondok Pesantren AlFateh,
Lion Air,
Taman Yose,
BTS Satelindo,
Panti Rehab Kavling Teluk Bakau,
STO Telkom Kabil,
PT. Kabil Indonusa (Rumah Sakit Kabil),
Kampung Jabi,
Kapung Melayu dan sekitarnya,
Batu Besar Lapangan Bola*,
BTS Telkomsel Batu Besar,
PT Citra Lautan Teduh,
Gedung SKKL Indosat,
Moratelindo,
Masyarakat Tanjung memban,
Rusun Jamsostek dan sekitarnya.

PT Yosan,
Genta 1,
Blk Genta,
Aviari TM dan TR,
RSUD Embung Fathimah,
Tripuri,
Pemda 1-2,
Griya Prima,
Giant Express,
Naga Jaya,
Buana raya,
Batu aji centre dan sekitarnya.

Depag,
Gedung Beringin,
Rusunami,
Indosat,
Satelite,
Rusun Sekupang,
ACCACIA,
SD 003 Patam,
Kav Patam,
SMKTA Kartini Patam,
Indah Puri,
Good Luck dan sekitarnya.

Perumahan Pemko,
Sugi raya,
Bukit Surya Indah,
Taman Raya ,
Valensia,
Buana regency,
Graha Nusa,
Dotamana,
marbella,
Botania 1,23,
PR Geysa,
Nadim Raya,
Bunga Raya,
Odesa,
Buana Vista,
Garden Raya,
Panorama,
Bukit raya,
Selebriti,
Yasmin ,
BCL,
Ameria,
PR Arira,
Pr Kapital Plaza,
Valley Park dan sekitarnya.

Imperium,
Apartemen Queen Victoria,
Komp. Bumi Riau Sei Panas,
Ruko Repindo Sei Panas,
PT. Sentral Sejuk Sejati (Es Kristal),
Komplek Tanah Mas,
Giant Express,
Komplek Inti Batam,
Komplek Tanjung Trisakti 2,
Pondok Asri,
Komplek Tanjung Trisakti 1 (beton),
Bengkong Excecutive,
Perumahan Taman Buana,
Kampung Boyan/Baloi Harapan,
Villa Mas,
Puskesmas Bengkong,
Bengkong Indah Atas,
Bengkong Indah Bawah dan sekitarnya.

Kualifikasi Seri 2 Motoprix Region 1 Sumatera 2017

0
foto: octo / batampos

batampos.co.id – Gelaran seri kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap Motoprix Region 1 Sumatera 2017 yang berlangsung di Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal, Batam telah dimulai.

Para pembalap se-Sumatera dan lokal Kepri melakukan sesi latihan bebas dan kualifikasi Motoprix Region 1 Sumatera 2017 dilaksanakan Sabtu (1/4).

Sesi latihan bebas dilakukan agar para pembalap bisa beradaptasi dengan lintasan sirkuit sepanjang 1,4 km ini.

“Sedangkan sesi kualifikasi untuk menentukan posisi mereka di race pada Minggu (2/4) ini,” ujar Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri, Usep RS kepada Batam Pos, Sabtu (1/4).

Usep mengaku bersyukur Kepri bisa ikut berpartisipasi dengan menjadi tuan rumah penyelenggaran ajang balap nasional ini.

“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME, karena ini pertama kali Kepri menjadi penyelenggara Motoprix,” katanya.

Ia pun berharap, kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik sampai race atau balapan utama pada Minggu (2/4) ini.

IMI Kepri yang dipercaya sebagai panitia seri kedua Motoprix Region 1 Sumatera 2017 ini telah melakukan pelbagai persiapan yang matang guna kesuksesan acara ini.

“Kami dari panitia, semoga bisa menjaga nama baik IMI Kepri sehingga tahun depan kami bisa menggelar lagi,” imbuh Usep.

Sementara itu, di sesi kualifikasi pada kategori MP1 (bebek 4T 150cc injeksi), pembalap dari tim Wiratoco Racing Boy NHK FDR, Agung Febri Ramadhan (Aceh) berhasil meraih waktu tercepat dengan 1 menit 9,263 detik. Disusul Zefri Adi (Sumatera Utara) dari tim Honda Deli Indako dengan catatan waktu 1 menit 9,764 detik. Di posisi tiga ditempati pembalap dari tim Bintang Centula, Erwin Ridwansyah (Sumatera Selatan) dengan catatan waktu 1 menit 9,842 detik. Dengan begini, Agung berhak menempati posisi pertama dari 16 pembalap di kategori MP1 ini pada race nanti.

Agung Febri Ramadhan yang juga mengikuti kategori MP2 (bebek 4T 125cc injeksi) kembali menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi dengan mencatat waktu 1 menit 9,386 detik. Disusul pembalap dari tim CV Salam Sejahtera, Becky (Lampung) dengan catatan waktu 1 menit 9,710 detik. Di posisi ketiga ditempati pembalap dari tim Honda Deli Indako, Zefri Adi (Sumatera Utara) dengan catatan waktu 1 menit 10,306 detik. Alhasil, Agung akan memimpin start dari urutan pertama dari 14 pembalap di kategori MP2 ini pada race nanti.

Di sesi kualifikasi kategori MP3 (bebek 4T 1500cc tune up mix), pembalap dari tim Honda Deli Indako, Deri Satio Sunarso (Sumatera Utara) berhasil meraih waktu tercepat dengan 1 menit 11,834 detik. Disusul Danial (Sumatera Barat) dari tim Yamaha Yamalube Canasta dengan catatan waktu 1 menit 12,028 detik. Di posisi tiga ditempati pembalap dari tim Suhandi Padang Sari, Arif Murizal (Sumatera Barat) dengan catatan waktu 1 menit 12,310 detik. Dengan begini, Deri berhak menempati posisi pertama dari 11 pembalap di kategori MP3 ini pada race nanti.

Sesi kualifikasi kategori MP4 (bebek 4T 125cc tune up mix), pembalap dari tim Yamaha Yamalube Canasta, Danial (Sumaera Barat) berhasil meraih waktu tercepat dengan waktu 1 menit 11,159 detik. Disusul pembalap dari tim Suhandi Padang Sari, Arif Murizal (Sumatera Barat) dengan catatan waktu 1 menit 11,216 detik. Di posisi ketiga ditempati pembalap dari tim Indela Aswari, Benny Klep (Sumatera Selatan) dengan catatan waktu 1 menit 12,384 detik. Alhasil, Danial akan memimpin start dari urutan pertama dari 13 pembalap di kategori MP4 ini pada race nanti. Sementara itu Pembalap muda Kepri, Bima Febrinda Arifin harus puas menempati posisi 9 dengan catatan waktu 1 menit 15,902 detik.

Pada sesi kualifikasi kategori MP5 (bebek 4T 150cc standart injeksi), pembalap dari tim Al Fattah Pen Techno, Ferdy Hans (Sumatera Utara) berhasil meraih waktu tercepat dengan 1 menit 13,688 detik. Disusul Ahmad Saffah (Aceh) dari tim Sea Dragon dengan catatan waktu 1 menit 14,529 detik. Di posisi tiga ditempati pembalap dari tim Yamaha Yamalube, Ahmad Syaefullah (Sumatera Barat) dengan catatan waktu 1 menit 14,554 detik. Dengan begini, Ferdy berhak menempati posisi pertama dari 6 pembalap di kategori MP5 ini pada race nanti.

“Race pada Minggu (2/4) ini akan dibuka Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak,” pungkas Usep. (cr16)