Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 13500

Kasus Belum Terungkap, Polisi Akan Gali Kubur Chyntia

0

batampos.co.id – Masih ingat kasus pembunuhan Try Chintya Prasetya, wanita muda yang jenazahnya ditemukan di parit Hotel Vista, Batam?. Polisi berencana menggali kuburannya untuk mengambil DNA janin dalam kandungan Chintya.

“Perkembangan dari hasil penyelidikan kasus pembunuhan tahun 2015 itu ada tiga korban. Satu diantaranya sudah dalam persidangan yakni Nia. Hingga saat ini, masih ada dua korban lagi yang belum terungkap,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, Sabtu (2/4/2017) lalu.

Dari hasil penyelidikan dua kasus yang belum terungkap tersebut, penyidik telah menemukan beberapa petunjuk dalam kasus pembunuhan Chintya. Salah satu petunjuk itu adalah ketika penyidik mengetahui Chintya meninggal dalam kondisi hamil.

“Tentunya penyidik berencana menggali makamnya untuk mengambil DNA dari janin bayi yang informasinya telah berusia enam sampai tujuh bulan itu,” katanya.

Dikatakan Helmy, perkembangan penyelidikan hingga saat ini telah mengarah pada satu nama. Ia tidak lain adalah Wardiaman Zebua, yang saat ini statusnya telah menjadi terpidana seumur hidup atas pembunuhan Nia.

Adapun dugaan tersangka pembunuhan Chyntia mengarah pada Wardiaman Zebua berdasarkan dari pola luka pada tubuh Chintya dan waktu kejadiannya juga hampir sama dengan kasus pembunuhan Nia. Selain itu, Wardiaman juga diketahui berada di lokasi kejadian pada saat itu.

“Ini harus di ambil DNA nya, kemudian di cocokkan dengan Wardiaman, apakah dia bapak biologis dari janin yang didalam kandungan itu. Jika nantinya ada kecocokan, ini akan membuat penyidik tambah yakin jika saudara Wardiaman tersangkanya,” tuturnya.

Namun, jika nantinya DNA dari janin itu menunjukkan ketidak cocokan, tentunya penyidik akan kembali melakukan penyelidikan lebih mendalam lagi dengan beberapa petunjuk yang telah dikumpulkan selama dua tahun ini.

“Jika tidak (cocok), penyidik akan bekerja kembali untuk mencari dugaan tersangka lain yang menyebabkan meninggalnya chyntia,” imbuhnya. (cr1)

Batik Trusmi, Ya, Cirebon …

0

klikhotel.com
Batik Trusmi, begitu menyebut namanya maka khayalan kita pun melayang ke Cirebon.

Batik ini telah menjadi daya tarik wisata Cirebon. Kini, BT Batik Trusmi memasuki usia yang ke enam.

Acara peringatan ulang tahun pun digelar pada Jumat (31/3) di Pusat Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan hari jadi Kabupaten Cirebon ke 535.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, Cirebon memang sudah tak bisa dilepaskan dari Batik Trusmi.

Saat mendengar Cirebon, ujar Esthy, piikirannya akan langsung menerawang ke berbagai hal seperti Nasi Jamblang, Empal Genthong, Tahu Gejrot dan Batik Trusmi.

“Kekayaan seperti Batik Trusmi inilah yang ingin diangkat Kemenpar. Kemenpar ingin, Cirebon juga ikut dikenal dunia,” ungkap Esthy.

Wawan mengatakan, dengan memiliki Batik Trusmi, potensi wisata yang ditawarkan Cirebon menjadi sangat lengkap. Potensi itu meliputi wisata budaya, alam, religi, kuliner maupun sejarah.

“Karena itu, kami bahkan sudah mempromosikan Cirebon hingga ke tingkat dunia, guna menarik wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Cirebon,” ujarnya.

Ibnu Riyanto, owner BT Batik Trusmi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenpar atas perhatian dan dukungannya. Setelah enam tahun mewarnai industri kreatif di Cirebon, Ibnu berharap Trusmi Group bisa semakin tumbuh berkembang lagi. Sehingga dimasa depan, Batik Trusmi tetap bisa dijadikan destinasi wisata budaya, wisata buatan, wisata belanja batik dan kuliner Cirebon.

Kita juga berusaha bisa mempekerjakan lebih banyak karyawan lagi, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, katanya.

Acara ini antara lain diisi dengan rebranding logo, dengan memperkenalkan logo BT Batik Trusmi baru. Logo Batik Trusmi yang dulunya memiliki latar belakang warna kuning, kini menjadi berwarna hitam dengan tulisan BT Batik Trusmi berwarna emas.

Acara juga dimeriahkan berbagai atraksi seni pertunjukan tari dan musik khas Cirebon. Penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba festival musik dan dongeng pun mengakhiri acara tersebut. Hadiah itu berupa piala yang dipersembahkan oleh Kemenpar.

Selain beberapa pejabat Kemenpar dalam acara ini hadir juga beberapa undangan seperti perwakilan Pemda Jabar, Bupati Cirebon, Walikota Cirebon, DPRD Kab. Cirebon, Sekjen PAN DPR RI. Kepala Dinas Porbudpar Kota Cirebon dan Kepala Disparbudpora Kab. Cirebon.

Hadir pula para tokoh penting dari Kasultanan Sepuh, Kasultanan Kanoman, Sulltan Kacirebonan, Sultan Kaprabon, Kapolres Cirebon, Dandim Cirebon, Hipmi Jabar, Kadin Jabar, Presiden TDA serta para pengusaha Batik Trusmi se Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kehadiran Batik Trusmi memperkuat perpaduan antara cultural value dengan commercial value dalam pariwisata Cirebon. Hal itu berpotensi membuat Cirebon semakin menarik banyak wisatawan.

“Cirebon itu sudah kuat di budaya. Tetapi budaya saja tidak cukup, harus ditemukan commercial value-nya, sehingga menghasilkan kombinasi yang serasi, dan menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi terbaik ,” ungkap peraih penghargaan “Marketeer of the Year” 2013 itu.

Cirebon sendiri makin memikat wisatawan dalam tiga tahun terakhir. Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Cirebon mencatat selama tahun 2015 sebanyak 6.831 wisatawan asing mengunjungi Kota Cirebon. Angka itu menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan asing ke kota udang tersebut sebesar 75% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.710 orang.

Panti Pijat di Batuaji Beroperasi Bermodalkan SKDU

0


batampos.co.id – Panti pijat atau massage di wilayah Kecamatan Batuaji masih banyak yang beroperasi. Padahal dari puluhan panti pijat yang ada tersebut, hanya 18 yang memiliki izin operasi dari Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP) Kota Batam.

Camat Batuaji, Frid Kalter menuturkan panti pijat yang beroperasi tanpa izin itu umumnya hanya bermodalkan surat keterangan domisili usaha (SKDU) yang dikeluarkan pihak kecamatan. “Padahal SKDU itu bukan izin, hanya surat pengantar untuk mendapatkan izin dari BPM PTSP,” ujar Frid Kalter, kemarin.

SKDU yang berlaku seumur hidup itu kerap disalah gunakan oleh pengelolah panti pijat sebagai surat izin yang sah. “Itulah yang kami temukan selama ini. SKDU jadi pegangan mereka padahal itu bukan izinnya,” kata Camat.

Ada puluhan panti pijat yang menjalankan bisnis tak jujur seperti itu dan selama ini sudah ditegur dan diperingati pihak kecamatan. Namun karena wewenang penutupan di tangan BPM PTSP, teguran dan peringatan itu tidak digubris oleh pengelolah panti pijat. “Kami sudah sampaikan persoalan ini ke pihak BPM PTSP agar segera ditindak,” ujar Frid.

Tidak itu saja, imbas dari maraknya penyalahgunaan SKDU itu, pihak kecamatan saat ini juga menghentikan pengurusan KSDU baru.Baik untuk panti pijat ataupun warnet yang kerap dikeluhkan selama ini.”Karena banyak yang bandel. Termasuk warnet juga,” ujar Frid.

Imbas dari kejadian seperti itu, selain kerap dikomplain masyarakat karena melanggar aturan operasional yang ada seperti menggelar praktek protitusi dan beroperasi hingga larut malam, keberadaan panti pijat dan warnet tak berizin sama sekali tidak memberikan kontribusi kepada negara. “Gimana mau ada kontribusi, SKDU gratis.  Kecuali mereka urus izin baru ada kontribusi. Kalau nggak salah ada izin HO sebesar Rp 200 ribu pertiga bulan. Tapi kalau tak punya izin gimana mereka mau kontribusi buat negara,” kata Frid lagi.

Untuk itu Frid berharap agar pengelolah panti pijat sadar untuk segera perizinan yang sah agar usahanya terdaftar dan tidak menyalahi aturan yang ada.

Kepala BPM PTSP Kota Batam, Gustian Riau juga menuturkan hal yang sama. Banyak warnet dan panti pijat di Batuaji yang beroperasi tanpa izin.”Padahal izin itu bukan saja untuk mendapatkan PAD tapi juga mengatur operasional warnet atau panti pijat misalkan ruang penyekat hanya boleh setinggi 30 centimeter dan beroperasi tidak boleh sampai larut malam. Nah kalau tak ada izin gimana mereka tahu aturan itu,” ujar Gustian.

Sebagai tindak lanjut atas temuan-temuan itu, pihaknya sudah turun ke lapangan untuk menutup dan menyegel warnet dan panti pijat yang melanggar aturan tersebut. “Kemarin (Kamis,30/3) sudah kami turun ada tiga panti pijat dan empat warnet yang kami tutup. Kami akan datangi semua tapi bertahap,” ujar Gustian. (eja)

TNI AL Pesan Kapal BCM di Batam

0

batampos.co.id – Jajaran TNI Angkatan Laut kembali memesan kapal operasional TNI AL di Batam. Kali ini Kapal Bantu Cair Minyak (BCM) yang akan dikerjakan oleh PT Batamec di Tanjunguncang, Batuaji.
Pengerjaan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tersebut resmi dimulai setelah Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Mulyadi melakukan first steel cutting atau pemotongan plat baja pertama sebagai tanda dimulainya pengerjaan di galangan kapal PT Batamec, Jumat (31/3/2017) sore lalu.

Dalam arahannya Mulyadi menuturkan, pemesanan kapal BMC ini bertujuan untuk menunjang aktifitas kapal-kapal operasional TNI AL yang sudah ada. Fungsi kapal tersebut untuk mengangkut keperluan bahan bakar minyak bagi kapal-kapal operasional TNI AL.  “Ini semacam kapal tanker yang akan mengisi BBM untuk kapal-kapal lain di laut,” ujar Mulyadi.

Kapal serupa, kata Mulyadi, baru dua yang sudah ada sehingga memang belum mencukupi untuk melayani semua kapal operasional TNI AL yang ada selama ini.”Makanya ini diadakan lagi agar kapal operasional yang bisa berkerja maksimal nantinya,” tutur Mulyadi.

Kepada pihak PT Batamec, Muyadi berharap agar memegang kesepakatan yang ada dan kapal tersebut dikerjakan dengan baik dan tepat waktu. “Kami juga akan awasi pengerjaan kapal ini kedepan. Satuan tugas (Satgas) khusus dari kami juga akan ditempatkan di sini sampai kapal diserahterimakan nanti,” ujarnya.

Direktur PT Batamec, Mulyono Adi menyambut baik atas kepercayaan itu. Dia bertekad akan menjaga kepercayaan tersebut dengan mengutamakan mutu produksi dan bisa selesai tepat waktu. “Sudah lama kerja sama ini terjalin, dan kami tak akan ciderai kepercayaan ini. Dua tahun waktu yang diberikan cukup bagi kami untuk membangun kapal ini,” ujarnya.

Selama ini PT Batamec memang sudah beberapa kali melakukan perbaikan kapal atau docking untuk kapal-kapal operasional TNI AL dan semuanya berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan. “Kalau pembangunan kapal baru memang ini kali pertama, tapi kalau perbaikan sudah sering dan hasilnya memuaskan,” ujar Muloyono.

Project Manager PT Batamec Damar menerangkan, kapal BCM pesanan TNI AL tersebut merupakan kapal pengangkut bahan bakar minyak. Spesifikasi yang akan dibangun diantaranya panjang kapal 122,40 meter, panjang antara garis tegak (LBP) 115,00 meter, lebar 19,50 meter, tinggi 9,00 meter, sarat air (desain) 6,10 meter serta mesin penggerak utama 2x 7000 Hp.

“Kapal ini dirancang dengan baling-baling ganda sebagai kapal ocean going tangker yang mampu mengakut 5500 ton minyak dengan kecepatan 18 knot,” terang  Damar. (eja)

Kepulauan Karimunjawa, Surga Bahari yang Terpendam

0

Kepulauan Karimunjawa, 3,5 jam dengan kapal ke arah utara Semarang memiliki sekitar 27 pulau yang pasir dan bawah lautnya cukup wow.

Menpar Arief Yahya sudah memasukkan destinasi yang punya penangkaran hiu ini sebagai KSPN, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, bersama Borobudur, Dieng dan Sangiran.

Menuju Karimunjawa itu bisa dilakukan dengan dua moda transportasi. Pertama dengan angkutan laut, 3-3,5 jam. Ada juga chartered flight dengan pesawat kecil dari Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) provinsi Jawa Tengah juga menyebut pulau Karimunjawa sebagai destinasi Wisata Kepeminatan Khusus. Penentuan ini diambil setelah melakukan kajian tentang Daya Tarik Wisata (DTW) apa yang cocok untuk pengembangan Karimunjawa ke depan.

“Konsepnya wisata kepeminatan khusus, yaitu wisata eksklusif yang dikonsep untuk orang orang khusus,” kata Urip Sihabudin, Kepala Disporpar Jateng.

Karena dari fakta yang ada, pulau Karimunjawa memiliki spot spot khusus seperti gugusan 27 pulau pulau kecil, hamparan pantai pasir putih, keindahan bawah laut, dan spot lainya.

Sebagai obyek wisata khusus, wisatawan baik asing maupun lokal yang berkunjung kesana juga karena punya hobi atau kepuasan khusus. Misalnya snorkeling, diving, atau berjemur di pantai yang membutuhkan waktu lama.

“Pokoknya kalau sudah kesana, apapun konsekuensi dan berapapun ongkos yang harus ditanggung tidak jadi masalah. Itulah peminat wisata khusus”, kata Urip Sihabudin.

Memang, eksotisme wisata bahari Karimunjawa tak kalah dengan destinasi wisata di kepulauan lainnya di Indonesia. Bahkan karena masih asri menjadikan kawasan yang dihuni oleh 27 pulau kecil ini kerap disebut sebagai “surga bahari yang terpendam”.

Pasir putih halus menghampar luas di banyak pantai yang masih perawan. Keindahan bawah lautnya menjadi pilihan utama bagi wisatawan khusus di Karimun jawa. Provinsi Jawa Tengah pun kini mentasbihkan Karimunjawa sebagai satu dari empat masterplan kawasan wisata yang menjadi prioritas Jawa Tengah, selain Borobudur, Sangiran, dan Dieng.

Wisata minat khusus itulah yang menjadi fokus Disporpora Jateng dalam mempromosikan Karimunjawa. Pulau yang masuk Kabupaten Jepara ini bukanlah kebanyakan tempat wisata sejenis yang mengkonsep mass tourism (wisata massa) seperti Bali, Lombok, atau wisata massa lainnya.

“Kalau mass tourism, Karimunjawa bisa rusak karena disana masih menjadi wilayah konservasi. Itu menjadi daya tarik juga karena bisa menjelajah hutan mangrove yang lebat, dengan akses yang bagus seperti jalan dan jembatan kayu saat menyusur hutan mangrove,” ujarnya.

Menurutnya wisata minat khusus saat ini banyak diminati wisatawan mancanegara. Terutama dalam menjelajah bawah lautnya seperti snorkeling dan diving. Karena itu pihaknya juga tengah mengeksplorasi beberapa pulau kecil di kepulauan Karimunjawa seperti Pulau Nyamuk, Pulau Kecil, Pulay Gosong, dan Pulau Parang. Tempat tempat tersebut memberikan suguhan keindahan yang berbeda dari destinasi wisata lainya.

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang masuk Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan + 1.500 hektare dan perairan + 110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. Terdapat 242 jenis ikan hias, serta 133 genera fauna akuatik yang terdapat di pulau ini. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau.

Karimun berasal dari bahasa Jawa yaitu kremun yang artinya kabur atau samar-samar. Diberi nama tersebut karena kepulauan ini terlihat samar-samar dari Pulau Jawa yang disebabkan letaknya yang cukup jauh dari Pulau Jawa. Untuk mencapai Karimunjawa memakan waktu sekitar 4 sampai 6 jam dari daratan Pulau Jawa dengan menggunakan Kapal Motor Cepat dari Semarang atau Jepara.

Kepulauan Karimunjawa menjadi surga dari para penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang, menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan. Keindahan terumbu karang serta ikan berwarna-warni di dalam laut akan menjadi daya tarik untuk bermain-main di dalam air.

Air laut di Karimunjawa sangat jernih dan bening, sehingga Anda bisa melihat dasar laut dengan jelas. Pantai-pantai di Karimunjawa sebagian besar berpasir putih dan bersih sehingga cocok untuk berjemur. (*)

Tak Berizin Polisi Tutup Ozon Pub

0
Petugas Kepolisian Melakukan Pemeriksaan di Ozon Pub yang diduga tidak memiliki izin, F Osias De/batampos

batampos.co.id – Jajaran Polres Tanjungpinang, Minggu (2/4) dinihari, menutup salah satu Pub di kawasan Komplek Bintan Plaza, Kelurahan Tanjung Unggat. Ditutupnya Pub yang bernama Ozon tersebut karena melakukan pungutan ilegal sebesar 15 sampai 25 persen dari tamu yang melakukan pemesanan makan dan minum.

Pantauan di lapangan, puluhan petugas Polres Tanjungpinang, baik itu yg berpakaian dinas lengkap dan pakaian preman mendata seluruh pengunjung dan karyawan Pub tersebut. Selain itu, petugas juga mengumpulkan sejumlah bill pesanan para pengunjung di meja kasir.

Masih pantauan di lapangan, setelah dimintai data. Baik itu pengunjung, karyawan dan penanggung jawab Pub tersebut pun dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk dimintai keterangannya.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sengaja memasang garis polisi di Pub tersebut. Hal itu, karena Pub tersebut tidak mempunyai izin dari awal buka sampai saat ini.

“Dia buka dari bulan Januari lalu sampai sekarang ini gak ada izin,”ujar Joko.

Dikatakan Joko, selain tidak mempunyai izin. Pub tersebut melakukan pungutan secara tidak resmi kepada tamu yang datang kesana. Yakni memungut 10 sampai 25 persen dari apa yang dipesan baik itu makanan dan minuman.

“Tidak ada izin, kok berani memungut uang service seperti itu. Makanya kami tutup dan pasangi garis polisi,”kata Joko.

Diterangkan Joko, saat ini pihaknya masih memintai keterangan sejumlah orang yang terdiri dari tamu, karyawan dan pengelola Pub tersebut. Untuk itu, ia pun belum bisa menjelaskan secara detail hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Tidak tertutup kemungkinan ini arahnya ke OTT Saber Pungli. Karena memungut retribusi, sementara operasionalnya tidak punya izin,”pungkas Joko.(ias)

Santri Harus Kuasai Bahasa Inggris

0
Wali Kota Batam, HM Rudi mewisuda 1.763 santri dalam Wisuda Akbar Taman Pendidikan Quran (TPQ) tingkat Kecamatan Batamkota yang dipusatkan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Minggu (2/4/2017).

batampos.co.id – Wali Kota Batam, HM Rudi mewisuda 1.763 santri dalam Wisuda Akbar Taman Pendidikan Quran (TPQ) tingkat Kecamatan Batamkota yang dipusatkan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Minggu (2/4/2017).

Dalam sambutanya Rudi mengatakan pentingnya mempelajari Alquran bagi anak-anak sedari kecil dan juga diperkaya dengan mempelajari serta penguasaan Bahasa Inggris.

“Melihat tantangan perkembangan dunia sekarang, disamping menguasai Alquran, santri-santri Kota batam juga harus dapat menguasai Bahasa Inggris sedari dini. Sebab, Bahasa Inggris sangat dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan dan dan pekerjaan hingga ke luar negeri “ ujarnya.

Selain itu, Rudi juga menyampaikan perlunya orangtua santri tetap menjaga kebersamaan, dan dapat menciptakan rasa kedamaian antara sesama umat Muslim maupun umat beragama lainya di Kota Batam.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ Kota Batam, Ustaz H. Deden Sirozuddin, MPd  menyampaikan agar jangan berhenti belajar Alquran setelah mendapat sertifikat kelulusan.

“Santri harus terus mempelajari Ilmu Alquran. Orangtua santri diharapkan terus mensupport, jangam berhenti setelah mendapatkan sertifikat saja,” sebutnya.

Wisuda santri TPQ ini dilaksanakan setiap tahunya di Kota Batam dalam rangka untuk  melakukan evaluasi pelajaran sekaligus memotivasi masyarakat muslim Kota Batam agar selalu mecintai Alquran. Karena ini sejalan dengan visi Kota Batam sebagai Bandar Dunia yang Madani. (mta)

Kemenpar Goda Diving Operator dan Media Malaysia – Singapura

0

Media massa plus dive operator dari Singapura dan Malaysia diundang untuk melihat, menyentuh, merasa, mendengar dan menemukan langsung sensasi keajaiban alam dan budaya di destinasi kelas dunia.

Semua akan dikemas dalam program Fam Trip Diving 29 Maret – 4 April 2017. Sasarannya, destinasi diving Sabang, NAD dan Ambon, Maluku.

“Jumlah total yang mengikuti Fam Trip Diving ada 12 orang. Sebanyak 10 orang merupakan perwakilan operator diving di Malaysia dan Singapura. Dua orang Lainnya adalah media Singapura. Nantinya para peserta akan dipecah 4 orang akan menyelami Sabang dan 8 orang lainya menyelami Ambon,” jelas Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani Mustafa, Selasa (28/3).

Awak media Singapura nantinya akan diset untuk membuat reporting kepada pembaca dan pemirsanya, melalui tulisan, foto-foto, dan gambar bergerak atau video. Dan langsung terkoneksi dengan media sosial. “Mereka adalah influencers yang bisa mempengaruhi orang lain yang membaca laporan kesaksian mereka dari Labuan Bajo,” kata wanita berkerudung itu.

Sedangkan untuk dive operators,, kata Rizki, mereka bisa merasakan sensasinya, lalu membuat paket-paket tur sampai ke Aceh dan Ambon. “Ketika mereka sudah merasakan, mereka bisa menceritakan dan menjual paket dengan lebih gamblang. Kami berani begitu, karena alam atau nature kita memang world class. Tidak perlu diragukan lagi,” ungkapnya.

Soal kualitas, underwater Aceh dan Ambon memang surganya para penyelam. Di Sabang setidaknya ada 20 titik spot diving yang biasa dikunjungi wisatawan asing dan dalam negeri. Di antaranya bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, Seulako Drift. “Kemudian, Sumur Tiga, Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. Hampir semua kekayaan bawah laut tersebut terbentuk dengan sendirinya dan masih alami tanpa polesan manusia,” tambahnya.

Destinasi menyelam di Ambon pun tak kalah kaya dan menakjubkan. Ambon juga punya sekitar 21 titik penyelaman, tersebar mulai dari Tanjung Sial di bagian utara Ambon hingga Malilana di timur. Ekosistem terumbu karang tumbuh sehat dengan spektrum biota laut yang warna-warni.

Setiap tempat memang mempunyai keistimewaan tersendiri akan tetapi spot terbaiknya ada di empat tempat antara lain Batu Lompa, Hukurila Cave, Aquila Wreck dan Laha. “Dua destinasi itu adalah representative destinasi dive di wilayah Barat dan Timur Indonesia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana mengatakan Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman dan informasi (update) terbaru terkait destinasi kepada wisatawan. Alasan lainnya adalah sebagai ajang promosi Sabang dan Ambon sebagai top 10 dive destinations. “Karenanya media dan dive operator yang diundang semuanya punya nama besar. Kami ingin fam trip ini punya ‘daya ledak’ yang kuat,” ungkap Pitana.

Karenanya, dive operator sekelas Aqua Gems (Malaysia), Scuba Guide (Malaysia), Scuba Ace (Malaysia), Extreme Outdoor Adventure (Malaysia) Seamonkey Dive Center (Malaysia), Scuba Symphony (Malaysia), Great Ocean Diver (Malaysia), Scuba Institute (Singapura), dan Boxfish Studio LLP (Singapura), ikut dilibatkan. Begitu juga dengan media massa Singapura yang datang dari Televisi Program UW360.

Lebih lanjut Pitana menjelaskan, sebelum mengunjungi spot spot terbaik di masing-masing destinasi, para peserta Fam Trip Dive juga diajak mengikuti B2B Session dengan sellers dari Indonesia. Selain itu, mereka juga akan diajak merasakan atmosfir event diving terbesar se-Asia yakni Deep and Extreme 2017. Acara ini yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC).

Deep and Extreme Indonesia 2017 akan dihadiri oleh sellers dari seluruh Indonesia dan buyers dari negara-negara Asia Tenggara (Singapura dan Malaysia) dan Asia Pasifik. Selain itu, dihadiri oleh penyedia jasa dan product diving dan olahraga outdoor lainnya. “Dalam rangkaian kegiatan, peserta akan diperkenalkan dengan dive spots, obyek wisata dan dive operator lokal di Sabang dan Ambon,” tambahnya.

Tanggapan Menteri Pariwisata Arief Yahya? Sangat positif. Underwater Indonesia, menurut dia, sudah sering menjadi langganan juara dunia dalam kontes apapun. “Potensi wisata bahari kita memang world class semua. Sudah banyak destinasi selam yang sudah menjadi

langganan tampil di top 5 destinasi selam terbaik di Asia Pasifik, bahkan dunia. Karenanya, Fam Trip ini akan memperkaya pemahaman orang tentang potensi Wisata Bahari di Aceh dan Ambon,” ucapnya. (*)

Kemenpar Promosi ke Vietnam

0
ilustrasi Foto: kemenpar

Indonesia Tourism Table Top akan digelar di dua kota besar di Vietnam, yakni Ho Chi Minh City tanggal 3 April 2017 dan Hanoi pada tanggal 5 April 2017.

Rencananya, mereka akan membawa 20 sellers.

“Untuk di Ho Chi Minh City akan dilaksanakan di hotel Sheraton Palace sedangkan di Hanoi akan dilaksanakan di Melia Hotel. 20 seller akan bertemu dengan 40 buyers asal kota Vietnam terutama Ho chi Minh City dan Hanoi,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani.

Rizki menjelaskan, ke-20 sellers akan diboyong dari Kepri, Jakarta, Jawa-Barat, Bali dan DIY.

Destinasi yang sudah siap dipasarkan, selain menjual objek wisata favorit masing masing daerah, misi kali ini juga mengedepankan konten produk destinasi wisata Joglosemar (Jogjakarta, Solo dan Semarang). Terutama salah satu destinasi prioritas atau biasa disebut 10 Bali Baru yakni Candi Borobudur yang ditawarkan kepada para buyers dari Vietnam.

“Selain sebagai candi terbesar di Dunia, Candi Borobudur dipilih karena kecenderungan wisatawan Vietnam yang berkunjung meningkat. Selain sekedar mengagumi candi, banyak wisatawan Vietnam terutama umat Budha yang sengaja datang untuk berwisata religi atau sembahyang. Actionnya adalah para Sellers asal Indonesia agar menawarkan Candi Borobudur and beyond dengan paket mengunjungi destinasi yang ready dan menarik” tambah Rizki.

Ia menambahkan secara garis dalam pelaksaan dua misi Table Top di negeri Vietnam tersebut terbagi dalam 5 program. Diantaranya, update presentasi pariwisata indonesia yang disertai tanya jawab, presentasi destinasi oleh para Sellers, B to B Meeting (Table Top), Jamuan makan dan Doorprize, dan pertunjukan kebudayaan. Sebagai pembuka acara di dua event tersebut, kata sambutan kan diberikan oleh Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Hanoi dan Konsulat Jendral di Ho Chi Ming City.

“Tidak hanya memaparkan tentang destinasi wisata, kami juga mendatangkan pakar kuliner dan belanja dari Indonesia yakni Vita Datau Mesakh. Selain itu kami akan mengumumkan penghargaan dari dua kategori yakni The Most Valuable Buyer – ITTT Vietnam 2017, The Most Valuable Seller – ITTT Vietnam 2017,” tambahnya.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana telah melakukan program Sales Mision ke Vietnam sejak tahun 2015. Pada bulan Maret tahun 2016 juga diselenggarakan Sales Mission ke dua kota yang sama di Vietnam. Hasilnya terjadi kenaikan total transaksi sales mission sebesar 17,9% dengan jumlah 1.715 pax dan nilai transaksi sebesar Rp. 5.689.530.000. Sebelumnya pada tahun 2015 nilai transaksinya adalah 4.822.300.000.

“Pada tahun 2016, Sellers yang hadir di hanoi sebanyak 10 industri dan 58 buyers. Sedangkan di Ho Chi Minh City sebanyak 10 Industri dengan 39 buyers. Saat itu Kemenpar juga bekerjasama dengan airlines dalam setiap kegiatan sales mission yang dilaksanakan, bekerja sama dengan Vietnam Airlines pada tahun 2015 dan Singapore Ailines pada tahun 2016,” jelasnya Pitana.

Table top di Vietnam pada saat ini juga bekerja sama dengan Vietnam Airlines yang saat ini adalah maskapai yang melayani penerbangan langsung Indonesia- Vietnam. Rutenya Ho Chi Minh – Jakarta (PP). Ke depannya sedang dijajaki kerja sama dengan Vietjet untuk membuka rute Ho Chi Minh – Jakarta pada bulan April 2017. (*)

Belasan Kapal Asing Dimusnahkan di Perairan Natuna

0
Pemusnahan kapal ikan nelayan asing di Natuna, Sabtu (1/4). F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Tim Satuan Tugas Pemberantas Ilegal Fishing 115 Natuna memunahkan belasan kapal ikan asing di perairan Natuna tepatnya di Kecamatan Pulau Tiga, Sabtu (1/4).

Pemusnahan kapal ikan asing (KIA) di perairan Natuna dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan 513 kilo gram bahan peledak berdaya ledak rendah oleh personel Kopaska Koarmabar. Satu persatu kapal diledakkan dengan mengikuti aba-aba Danalal Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto dari Kapal pengawas Hiu Macan 3605 bersama PSDK Natuna, Kejaksaan, pengadilan negeri Natuna dan SAR dan Bakamla. Tidak terlihat unsur pemerintah daerah dalam angenda pemusnahan kapal ikan asing tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 29 kapal ikan asing akan ditenggelamkan. Namun hanya 13 kapal yang dimusnahkan.

Dikatakan Danlanal Ranai, pemusnahan dilaksanakan bertahap hingga Rabu ini. Menginggat keterbatasan waktu untuk dilaksanakan dihari yang sama. Dari 29 kapal ikan yang ditenggelamkan, 13 kapal ikan adalah tangkapan KRI TNI AL dan 16 kapal tangkapan kapal PSDK.

“Pemunahan hari ini serentak dibeberapa daerah. Untuk Natuna dilaksanakan sampai tanggal 5 April,” ujar Tony.

Dikatakan Tony, pemunahan kapal ikan nelayan asing adalah upaya membuat jera aktifitas pencurian ikan di Natuna pada khususnya.

Ia menjelaskan, pada kegiatan jni terdapat 89 unit KIA yang dieksekusi secara serentak dibeberapa daerah dan di Natuna terdapat 29 KIA. Kapal-kapal ini merupakan kapal yang berhasil ditangkap oleh KRI TNI AL dan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Wilayah yang melakukan penenggelaman secara serentak diantaranya di Aceh, Pontianak, Bali, Sorong, Merauke, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, dan Ambon.

Kasatker PSDKP Tanjung Kumbik Natuna Syamsu mengatakan, saat ini masih ada 4 unit kapal ikan asing yang ditangani Satker PSDKP Natuna, sedang dalam proses hukum. Merupakan tangkapan bulan Maret kemarin.

Selain itu, Satker PSDKP Natuna saat ini juga masih menampung 45 orang tahanan non justisia yang merupakan anak buah Kapal Ikan Asing, serta 4 orang tahanan Justisia, merupakan Nahkoda KIA.

Dikatakannya, Kementerian Kelautan Perikanan akan membangun gedung yang permanen untuk tempat tinggal sementara warga asing (ABK) non justisia di Satker Pulau Tiga.

“Para tahanan kita tempatkan dibarak penampungan sementara di Satker PSDKP Pulau tiga. Karena kita belum memiliki tempat penampungan yang layak,” kata Syamsu,

Syamsu mengatakan, angka pencurian ikan oleh nelayan asing terutama nelayan dari Vietnam, di perairan Natuna semakin bertambah.

“Tampaknya sanksi hukum dan penenggelaman kapal ikan oleh pemerintah Indonesia tidak membuat mereka jera,”sebut Syamsu.(arn)