Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13510

Gelar Melasti, Umat Hindu Diminta Mencintai Sesama

0
Umat Hindu Batam melangsungkan upacara keagamaan, Melasti di Dam Sei Ladi, Minggu (26/3). Melasti merupakan upacara pembersihan diri sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Umat Hindu di Tanah Air menggelar upacara Melasti jelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 pada esok hari, Selasa (28/3). Di Batam, ritual untuk menyucikan diri ini digelar di Dam Seiladi, Minggu (26/3/2017) sore.

Pemangku Pura Agung Amerta Buana Batam, Pinandite Putu Satria Yasa, menjelaskan upacara Melasti me­rupakan momen sakral. Ini salah satu rangkaian perayaan Nyepi. Air merupakan media utama dalam ritual ini. Sebab air menggambarkan esensi dari Melasti, yakni proses membersihkan dan menyucikan diri.

”Segala kotoran dilebur di laut dan semua menjadi kembali bersih,” kata Putu Satria, kemarin.

Itulah sebabnya, dalam ritual ini ada prosesi memercikkan air suci dari para pemangku pura. Ini merupakan simbolis membersihkan diri dari sifat dan pikiran buruk. Sehingga seluruh umat Hindu diharapkan menjadi suci kembali sebelum merayakan Hari Raya Nyepi.

Selain membersihkan diri dari sifat buruk, upacara Melasti juga dimaksudkan untuk membersihkan perangkat-perangkat keramat peribadahan. Seperti arca, pratima, dan pralingga dari pura. Sebenarnya, menyuci perangkat peribadatan ini selalu dilakukan setiap jelang perayaan hari besar Hindu, bukan hanya Nyepi.

”Tapi kalau Nyepi yang merupakan hari besarnya, pembersihannya lebih detail lagi,” kata Putu.

Putu menjelaskan, dalam perayaan Nyepi Tahun Saka 1939 ini, tema yang digaungkan umat Hindu se-Indonesia sama. Yakni momentum penyucian diri ini diharapkan kian memperkukuh kesatuan dalam bingkai kebhinekaan. Semangat menjaga kerukunan ini yang, kata Putu, ditanamkan kepada seluruh umat Hindu di Indonesia.

”Agama adalah cara manusia mendekatkan diri pada Tuhan-nya, pada semestanya. Dan sebagai sesama manusia kita harus saling mencintai dan mendukung satu sama lain,” pungkas Putu.

Upacara Melasti di Seiladi kemarin diikuti ribuan umat Hindu yang berdiam di Batam. Mereka berjalan beriringan dari Pura Agung Amerta Buana menuju Dam Seiladi.

Dengan mengenakan atasan putih dan bawahan yang ditutup balutan kain, mereka berjalan dambil diiringi dentuman gong, dentingan lonceng, dan bunyi-bunyian gamelan lainnya. Kehadiran barong dan leak juga memberikan warna sendiri pada rombongan yang berjalan jelang matahari mulai tenggelam itu.

Rombongan menuju lokasi Melasti pun turut menarik perhatian banyak orang. Warga yang melintas sibuk mengeluarkan gawainya. Terlebih fotografer, yang beramai-ramai ingin mengabadikan momen sakral tersebut.

Sesampai di lokasi, goyangan lonceng yang hanya dimiliki oleh para pemangku tak lantas berhenti. Doa-doa pun kian kencang dialunkan.
Ritual Melasti pun diakhiri seiring matahari yang kian tak tampak lagi di ufuk barat. (aya)

33 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia

0

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 33 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang akan menuju Malaysia, Sabtu (25/3) lalu.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI, Irawan, menjelaskan upaya penggagalan penyelundupan ini bermula dari ditemukannya 3 TKI yang sedang berenang di alur pelayaran Pelabuhan Bandar Bentan Telani, oleh tim WFQR yang pada saat itu sedang melakukan patroli laut.

“Saat ditemukan ketiga TKI ini mencoba mencari bantuan di tengah laut, sambil berteriak minta tolong,” jelas Irawan saat menggelar ekspose di Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Lagoi, Minggu (26/3).

Lanjut Irawan, WFQR Lantamal IV langsung melakukan proses evakuasi terhadap ketiga TKI tersebut, menuju Posmal Lagoi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut.

“Berdasarkan keterangan yang didapatkan. Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia, karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,” ungkapnya.

Ia menuturkan setelah dilakukan pendalaman dan analisa dari keterangan yang diberikan oleh ketiga TKI tersebut, didapatkan informasi ternyata masih ada 30 TKI ilegal lain yang saat itu masih berada di Pulau Panjang.

“Begitu mendapat informasi lanjutan. Tim langsung bergerak kembali menjemput 30 TKI itu menggunakan Patkamla Lingga,” sebutnya.

Komandan Lantamal IV ini juga menghimbau kepada TKI yang akan berangkat ke luar negeri, agar menggunakan agen penyalur yang resmi, dengan demikian keberadaan mereka diluar negeri, tentunya terdata dan terpantau oleh pemerintah.

“Sudah banyak kecelakaan laut yang menimpa TKI. Bahkan merenggut nyawa mereka. Hendaknya ini bisa dijadikan pelajaran untuk menghentikan pengiriman TKI secara ilegal,” ujarnya.

Mantan Komandan Satuan komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar tersebut menegaskan tim WFQR Lantamal IV, tidak akan pernah lelah untuk terus menjaga dan mengawal keamanan setiap jengkal perairan Kepri.

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Laantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri. Semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh negara,” tegasnya.

Irawan menambahkan, tim WFQR akan melakukan pendalaman terhadap 33 TKI untuk mengungkap siapa yang menjadi aktor dibalik pengiriman TKI Ilegal tersebut.

“Lantamal IV akan melakukan koordinasi dengan instansi BNP2TKI untuk penanganan lebih terhadap 33 TKI ini,” imbuhnya. (cr20)

BP3TKI Masih Periksa 33 TKI

0
33 TKI Ilegal yang diamankan oleh Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang. F Choky

batampos.co.id – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang, masih melakukan pemeriksaan terhadap 33 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ditemukan oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (25/3) lalu.

“Saat ini kami masih memeriksa seluruh kelengkapan yang dimiliki 33 TKI ini. Sebelum akhirnya nanti, mereka (TKI, red) dipulangkan ke daerah masing-masing. Rencananya besok, Rabu (29/3),” ujar Kepala BP3TKI Tanjungpinang, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Senin (27/3).

Ahmad menjelaskan, untuk proses pemulangan TKI, pihaknya telah berkordinasi dengan BP3TKI luar daerah yang menjadi tempat asal masing-masing TKI yang menjadi korban.

“Salah satunya kami sudah komunikasikan ke BP3TKI Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena hampir dari seluruh korban TKI ini jumlahnya didominasi dari NTB yakni sebanyak 21 orang,” jelasnya.

Terkait dengan penindakan, BP3TKI juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi penegak hukum untuk mencari tahu siapa dalang yang melakukan pengiriman TKI secara ilegal tersebut, mulai dari Polda Kepri, Lantamal IV Tanjungpinang, serta Imigrasi.

“Kami hanya bertugas memberikan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI, serta pencegahannya. Namun penindakan sepenuhnya kewenangan kepolisian yang didukung dengan instasi lainnya,” sebutnya.

Ahmad tak menampik pengiriman TKI ilegal marak terjadi di Batam. Hal ini karena wilayah Batam sangat berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura. Sehingga memungkinkan Batam sebagai akses utama untuk pengiriman TKI.

“Ini permasalahan yang sudah sering terjadi. Jadi harus diselesaikan bersama-sama. Kita harus bersinergi dengan instansi di daerah luar Kepri, karena hampir kebanyakan TKI yang masuk dari luar Kepri,” tuturnya.

“Untuk itu, perlu pengawasan yang lebih ekstra lagi dari masing-masing pihak, agar pencegahan tersebut bisa dilakukan secara efektif,” imbuhnya. (cr20)

Lahan Parkir di Batam Sebanyak 555 Titik

0

batampos.co.id – Titik lahan parkir di jalan umum mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Survei Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam memastikan jumlah titik parkir di Batam bertambah. Jika semula lokasiparkir hanya 202 titik, kini naik jadi 555 titik atau bertambah 353 titik.

Kepala Dishub Kota Batam, Yusfa Hendri menyebutkan titik parkir jalan umum di Batam akan terus bertambah seiring pembangunan Batam. “Kalau ada wilayah baru yang tumbuh, titik parkir baru juga akan tumbuh,” kata Yusfa kemarin (26/3/2017).

Menurutnya, pertumbuhan titik parkir ini merupakan kabar baik. Pasalnya, tahun ini target retribusi parkir cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 4 miliar. “Target kita tahun ini besar nih, Rp 30 miliar,” sebutnya.

Dia mengatakan, survei titik parkir merupakan satu tahapan perbaikan perparkiran di Batam. Setelah survei ini, pihaknya akan melakukan survei potensi. Tahapan ini dilakukan untuk melihat potensi retribusi yang bisa diambil di masing-masing titik. “Kalau sudah kita lakukan (survei potensi), kita bisa memetakan target potensi tiap titik parkir,” ucapnya.

Namun demikian, seiring bertambahnya titik parkir, untuk sementara ini tidak ada penambahan jumlah juru parkir (Jukir). Kini pihaknya masih berpatokan pada jumlah jukir yang terdata di Dishub Batam, yakni sebanyak 477 jukir. “Tetap 477 itu (jukir), belum ada penambahan. Mereka nanti akan dibayar sesuai UMK (upah minimum kota),” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura berharap penambahan titik parkir tersebut bisa memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir. “Kita harapkan demikian (PAD bertambah, red),” ucapnya.

Dia menambahkan, bila target tahun ini akan terpenuhi, tidak tertutup pada tahun 2018 mendatang juga targetnya naik. “Potensi ini harus dioptimalkan,” tegasnya. (cr13)

Suhu Udara di Batam Capai 34 Derajat

0
Petugas BMKG memantau kondisi cuaca. Foto: istimewa

batampos.co.id –  Cuaca panas bersuhu 33-34 derajat celcius  melanda wilayah Kota Batam beberapa hari terakhir. Hawa panas ini diperkirakan akan berlangsung dua atau tiga minggu ke depan dengan suhu tertinggi pada pukul 14.00 WIB.

Mulyana warga Batamcenter merasakan suhu panas yang dianggap cukup ekstrim beberapa hari belakangan. Cuaca panas tersebut membuatnya malas keluar ruangan, apalagi di siang hari.

“Panasnya gila. terasa menyengat ke kulit. Apalagi siang hari, malas diluar ruangan,” kata Mulyana, Minggu (26/3).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam, Philips Mustamu membenarkan adanya peningkatan suhu panas cuaca di Batam. Peningkatan suhu panas disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya matahari sedang berada diatas garis khatulistiwa, panas yang berasal dari energi di dalam bumi dan kemudian faktor kelembapan udara.

“Tiga faktor ini menjadi penyebab suhu panas. Tapi faktor utama karena matahari berada diatas khatulisiwa atau disebut global pendek,” terang Philips yang dihubungi, kemarin.

Menurut dia, suhu panas diatas normal ini akan terjadi dua hingga tiga minggu kedepan. Dengan perkiraan suhu mencapai 33-34 derajat celcius pada siang hari. Suhu tertinggi berlangsung pada pukul 14.00 WIB dan kemudian menurun sedikit demi sedikit hingga malam hari.

“Suhu 33-34 derajat ini memang diatas normal. Kalau suhu normal itu biasanya dibawa 33 derajat atau berkisar 24-30 derajat. Itu sudah panas,” imbuh Philips.

Disisi lain, Philips menegaskan jika suhu panas di Batam tidak akan lebih dari 35 derajat, seperti yang terjadi di negara bagian timur. Setelah tiga minggu kedepan, suhu cuaca diperkirakan akan normal kembali.

“Suhu tak akan lebih dari 35 derajat,” sebut Philips mengakhiri. (she)

Pelajaran untuk Kita, Waspadalah…. Waspadalah…..

0

batampos.co.id – Ana, warga Batam Center mengalami kerugian mencapai Rp 15 juta saat sedang menikmati makan malam di sebuah rumah makan seafood yang berada di Bukit Beruntung, Kecamatan Batam Kota, beberapa waktu lalu.

Di dalam tas Ana, selain uang tunai juga ada dokumen penting lainnya. Ana melaporkan kejadian itu ke Polsek Batam Kota setelah terlebih dulu bertanya kepada pengunjung rumah makan lainnya.

Kanit reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Ikhtiar Nazara membenarkan laporan tersebut.

“Usai kejadian, korban langsung melaporkannya ke Polsek Batamkota,” ujarnya, Minggu (26/3).

Ia menjelaskan, korban yang hendak menikmati santapannya dengan sengaja meletakkan tasnya di kursi dekat korban.

“Lagi asyik-asyiknya makan, gak tahunya tas lewat (diambil pencuri),” jelasnya.

Saat ini kasus ini dalam penyelidikan polisi. Ikhtiar menghimbau masyarakat agar tetap waspada.

“Semua kembali ke sikap waspada kita, jangan sampai lengah dengan barang berharga,” imbuhnya. (nji)

Pak Polisi, Tolong Tempati Pospol Tunas Regency Dong….

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Warga Sagulung dan Batuaji ingin polisi agar segera mengaktifkan Pos Polisi (Pospol) yang berada di depan taman Tunas Regency, Sagulung. Pasalnya di lokasi taman yang ramai dikunjungi warga itu kerap terjadi aksi pemalakan ataupun aksi kejahatan lainnya.

Aksi kejahatan terakhir menimpah Feri Anto warga Batamcenter yang dibacok oleh orang tak dikenal di dekat pos polisi tersebut, Sabtu (25/3).

Pelaku pembacokan berhasil kabur. Feri sendiri sekarat dengan luka bacok di lengan kirinya dan masih rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Tidak itu saja, aksi pembunuhan pernah terjadi di lokasi yang sama. Beberapa waktu lalu Laode Agus Tamin tewas ditikam kelompok remaja bersepeda motor di lokasi tersebut, Selasa (28/6/2016). Korban yang sedang lari pagi tiba-tiba diserang oleh para pelaku.

Sandra, pekerja di salah satu toko di lokasi tersebut, mengakui aksi pemalakan juga kerap terjadi di lokasi tersebut.

“Kalau pemalakan sudah sering terjadi. Pelaku umumnya anak-anak remaja bersepeda motor,” ujarnya.

Para pelaku kriminal umumnya beraksi di malam hari saat situasi taman dan jalan itu tidak diterpantau polisi. Polisi patroli dengan mobil patroli sepertinya belum bisa mengatasi persoalan sebab pelaku kriminal bisa mengelak saat polisi lewat atau berada di lokasi taman tersebut.

Warga memintah agar pospol yang sudah lama ada di depan Taman Tunas Regency itu ditempati polisi.

“Minimal malam-malam sajalah. Karena kejahatan sering terjadi di malam hari di sini,” ujar Endang, warga lainnya.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto sebelumnya mengatakan, permintaan warga tersebut belum bisa dipenuhi sebab personil polsek Sagulung cukup terbatas. Namun untuk mengawasi situasi di lokasi taman tersebut, anggota Babinkamtibnas secara rutin melakukan pengaman di sana. (eja)

Pengunjung Kedai Kopi Diserang Pria dengan Pedang

0

batampos.co.id – Feri Anto terkapar bersimbang darah saat menikmati secangkir kopi di salah satu kedai kopi komplek pertokoan Tunas Regency, Sagulung, Sabtu (26/3) sore sekitar pukul 17.30 WIB.

Warga Legenda Malaka, Batam Center itu tiba-tiba diserang oleh seorang pria bersebo dengan sebilah pedang.

Tangan kiri Feri nyaris putus akibat ditebas pelaku yang diduga memiliki dendam dengannya itu.

Suasana di kedai kopi berubah jadi gaduh. Pengunjung kedai kopi berhamburan menyelamatkan diri sebab pria yang menghunuskan samurainya ke arah Feri terlihat cukup bringas.

“Pada takut semua orang. Datang-datang langsung main tebas saja. Siapa yang tak takut,” ujar seorang wanita pekerja di kedai kopi tersebut.

Mulanya kata wanita yang tak mau namanya disebutkan itu, pelaku bersebo itu datang dengan sepeda motor Kawasaki Ninja.

Turun dari sepeda motornya pria tersebut langsung menuju ke meja yang ditempati Feri. Feri yang duduk dengan posisi membelakangi bagian depan kedai kopi langsung diserangnya.

Serangan pertama berhasil dihindar oleh Feri yang mendapat peringatan dari teman-teman semeja yang kebetulan melihat kedatangan pelaku.

“Tebasan pertama kena meja tapi dia (pelaku) serang lagi dan keduanya kena tangan bapak itu,” ujar wanita itu lagi.

Usai menebas tangan korban pelaku langsung tancap gas entah kemana. Rekan-rekan Feri dan pengunjung kedai kopi lainnya hanya bisa menolong Feri yang sudah sekarat bersimbah darah.

Akibat tebasan itu lengan kiri Feri mengalami luka robek yang serius. Bahkan tulang pergelangan lengan juga termakan senjata tajam pelaku.

“Nggak putus (pergelangan tangan), tapi lukanya cukup lumayan. Tebasan itu juga kena tulang lengan Feri,” ujar Geri, teman Feri saat berada di rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.

Geri yang ikut ngopi di lokasi kejadian menuturkan hal yang sama. Tidak tahu secara pasti permasalahan antara korban dan pelaku, namun yang pasti pelaku datang dengan mengenakan sebo dan langsung menyerang korban.

“Itulah kami tak tahu juga apa masalahnya. Orangnya (pelaku) saja tak kenal kami,” ujar Geri.

Feri sendiri belum bisa memberikan keterangan pasti sebab masih menjalani perawatan medis di RSUD sampai siang kemarin. Namun dari informasi yang didapat diduga kuat penyerangan itu karena masalah pekerjaan.

“Dia (Feri) ini penadah besi tua, jadi mungkin masalah itu kali. Pelaku mungkin merasa tersaingi atau gimana nggak ngerti juga,” ujar rekan Feri yang lain di RSUD.

Dengan adanya kejadian itu keluarga Feri berharap polisi segera menangkap pelaku penyerangan itu agar motif dari penyerangan bisa terungkap.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto saat konfirmasi mengaku sedang menangani kasus penyerangan itu. Namun demikian Hendrianto belum memastikan siapa dan apa motif penyerangan tersebut.

“Masih kami dalami,” ujarnya singkat. (eja)

Solusi Kemacetan 10 Tahun Mendatang

0

batampos.co.id – Mobil unik ini dinamai Pop.Up

Mobil besutan Airbus dan Italdesign ini dipamerkan pada Geneva Motor Show awal Maret ini.

Secara garis besar, Pop.Up terbagi menjadi tiga bagian utama. Pertama adalah kapsul. Itu menjadi tempat penumpang.

Berikutnya adalah air module dan ground module. Dua module tersebut memungkinkan Pop.Up dengan mudah dapat di-switch antara berjalan di darat atau udara.

Airbus sebagai pencetus Pop. Up menegaskan bahwa Pop.Up diciptakan karena terinspirasi dari banyaknya rintangan yang ditemui di transportasi darat.

”Menambahkan dimensi baru supaya transportasi bisa menjadi multifungsi adalah solusi ke depan bagi manusia untuk berpindah dari titik A ke titik B,” ujar General Manager Urban Air Mobility Airbus Mathias Thomsen sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.

Berdasar informasi spesifikasi dan cara kerja, kecanggihan yang ditawarkan Pop.Up sangat mengagumkan. Penumpang hanya perlu merencanakan dan memesan perjalanan melalui sebuah aplikasi.

Sistem secara otomatis akan mengidentifikasi waktu, kemacetan lalu lintas, dan biaya, kemudian menawarkan opsi transportasi terbaik untuk pengguna, apakah lewat jalur darat atau udara.

Kapsul Pop.Up dibuat dari bahan serat karbon monocoque. Kapsul tersebut berdimensi lebih kurang panjang 2,6 meter; tinggi 1,4 meter; dan lebar 1,5 meter. Jika sedang bersanding dengan modul darat, kapsul tersebut layaknya city car berbodi karbon dan bertenaga baterai.

Pop.Up juga telah dibekali kemampuan autonomous level lima sehingga membuatnya mampu sepenuhnya self-driving.

Jika sistem mengidentifikasi kepadatan lalu lintas yang tinggi, penumpang dapat men-switch perjalanannya menggunakan modul udara yang berukuran sekitar 5 x 4,4 meter.

Modul tersebut ditenagai delapan rotor yang berputar berlawanan arah ( counter- rotating). Teknologi autonomous level lima yang tersemat pada Pop. Up tak hanya berlaku untuk modul darat, tapi juga udara.

Canggihnya lagi, setelah penumpang mencapai tujuan, modul udara dan darat beserta kapsulnya dengan sendirinya kembali ke stasiun pengisian ulang baterai untuk menunggu penumpang berikutnya.

Dalam menggagas Pop.Up, Airbus menggandeng Italdesign, perusahaan teknologi asal Italia yang berpengalaman memproduksi drone dan remotely aircraft.

Keduanya optimis Pop.Up mulai terealisasi tujuh sampai sepuluh tahun ke depan. Memang, tak semua teknologi mutakhir yang dipamerkan di ajang sekelas Geneva Motor Show menjadi kenyataan. Namun, jika latar belakang dan kapabilitas dua raksasa pencetusnya dilihat, bukan tak mungkin sepuluh tahun lagi Pop.Up benar-benar beterbangan di atas macetnya lalu lintas. (agf/c10/ang)

Di Pasar Tanjung Pantun Cari Parkir pun Susah

0
Pasar legendaris, Tanjung Pantun, Jodoh di potret dari Ketinggian, Selasa (14/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Apalagi yang kemudian hendak diharapkan dari Pasar Tanjung Pantung yang berhimpitan dengan Jodoh Boulevard?

Ketika semua fasilitas tidak serba memadai, para pedagang dan pembeli yang berkunjung ke sana pun nyaris mengomel saban pagi. Bukan tentang bau atau kotor akibat sampah yang berserakan dimana-mana. Melainkan omelan yang sangat rutin didengar setiap pagi adalah susahnya cari tempat parkir di Jodoh Boulevard.

Darmi, pedagang di Tanjung Pantun, mengaku berebut tempat parkir adalah ‘sarapan’ pagi setiap di kawasan Jodoh Boulevard.

“Harus itu. Muter-muter dulu cari tempat parkir. Padahal ini cuma mau parkir motor, ribetnya aja seperti ini. Apalagi parkir mobil,” katanya, ditemui Batam Pos, Sabtu (25/3) pagi.

Kerugian menjadi dua kali lipat bagi Darmi. Pertama, ia harus meluangkan waktu beberapa menit untuk mencari tempat parkir motornya yang mengangkut barang dagangannya.

Kerugian kedua, adalah sesuatu yang sangat terasa dalam usahanya.

“Lha kalau pembeli aja susah cari tempat parkir, ya mereka akan malas datang ke sini. Yang rugi siapa? Ya kamilah,” katanya kesal.

Di kawasan Jodoh Boulevard, persoalan parkir memang sepintas terlihat enteng, tapi sebenarnya tidak sama sekali. Wilayah parkir yang tersedia kini hanya dapat menampung sepeda motor. Itu pun sudah cukup sesak dan berimpitan satu sama lain. Sebab itu juga masih dirasa perlu adanya perluasan. Sebab jika tidak, nyaris mustahil menampung parkir kendaraan roda empat.

Beberapa mobil yang terlihat terparkir di kawasan Jodoh Boulevard, lebih banyak mengambil slot di seputaran sisi kanan-kiri ruko. Itu pun tak dapat menampung banyak mengingat hanya satu mobil saja yang bisa terparkir di sana. Sebab mesti berbagi dengan kendaraan pemilik ruko atau pun karyawannya.

“Saya ke sini pernah bawa mobil, tapi karena gak dapat tempat parkir, jadi balik lagi ke rumah. Sekarang lebih enak bawa motor, tapi itu pun gak nyaman juga parkirnya,” kata Yuni, ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di sana.

Harapan akan wilayah parkir yang luas juga disampaikan Yuni. Menurutnya, salah satu indikasi kawasan pasar atau tempat belanja yang baik adalah dengan menyediakan kawasan parkir yang nyaman.

“Pemerintah harus mempertimbangkan hal ini,” pungkasnya. (aya)