Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13525

4051 Khafilah Ramaikan Pawai Taaruf STQ VII

0

batampos.co.id – Sebanyak 4051 khafilah dari 10 kecamatan akan ramaikan kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke VII tingkat kabupaten Lingga. Kegiatan ini akan berlangsung selama 6 hari penuh yang dilaksanakan di lapangan kantor Bupati Lingga, Daik.

Pantauan di lapangan, berbagai persiapan telah disiapkan. Baik astaka hingga stand-stand dari 10 kecamatan serta stand dari kantor dinas dan badan lainnya yang ikut meramaikan kegiatan ini. Stand-stand tertata rapi dengan berbagai corak dan motif islami.

Kasubag Humas Pemkab Lingga, Sabirin mengatakan, Minggu (19/3) seluruh khafilah mulai sampai ke Lingga. Diantaranya, kecamatan Lingga Timur, Lingga Utara, Senayang, Selayar, Singkep, Singkep Pesisir, Singkep Barat, Singkep Selatan, Posek dan Lingga sebagai tuan rumah.

“Malam ini (Minggu) dimulai malam taaruf. Malam perkenalan. Besok (Senin) pagi, baru dilaksanakan pawai. Senin malamnya baru pembukaan kegiatan STQ ke VII,” ungkap Sabirin kepada Batam Pos.

Dilanjutkan Sabirin, jumah khafilah peserta yang akan meramaikan STQ dari kecamatan Lingga sebanyak 25 orang, 13 orang official dan peserta pawai 1.346 orang. Kecamatan Lingga Timur 23 orang peserta, 20 orang official dan 530 orang peserta pawai. Kecamatan Lingga Utara 24 orang peserta, 10 orang official dan 500 orang peserta pawai. Kecamatan Senayang sebanyak 22 orang peserta, 13 orang official dan 115 peserta pawai.

Sedangkan kecamatan Selayar mengikutkan 25 orang peserta, 10 orang official dan 400 peserta pawai. Singkep mengirim 29 orang peserta, 18 orang official dan 145 orang peserta pawai. Singkep Pesisir 19 orang peserta, 5 orang official, dan 220 orang peserta pawai. Singkep Barat 28 orang peserta, 12 orang official dan 150 peserta pawai. Singkep Selatan mengirimkan 22 orang, 7 orang official dan 120 orang peserta pawai, Posek kirimkan 24 orang peserta, 4 orang offiacil, 150 peserta pawai.

“Total seluruh peserta nanti yang akan ikut pawai 4.051 orang,” pungkasnya. (mhb)

Matak Juara Umum STQ

0
Para pemenang foto bersama saat penutupan STQ ke V Jumat. Foto: Aulia/batampos.

batampos.co.id – Kecamatan Palmatak meraih juara umum pada ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-V tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di lapangan Sulaiman Abdullah Tarempa dari 13-17 Maret kemarin. Juara umum kedua diraih oleh Kecamatan Siantan dan juara umum ketiga kecamatan Siantan Tengah.

Untuk pawai ta’ruf yang dilaksanakan satu hari sebelum STQ dilaksanakan, Kecamatan Siantan meraih juara umum dengan nilai total 541 diikuti oleh kecaamtan Siantan Tengah dengan total nilai 515 dan kecamatan Palmatak dengan total nilai 503.

Sementara itu lomba stand bazar diraih oleh kecamatan Palmatak dengan total nilai 338,6. Juara kedua dari kecamatan Siantan Timur dengan total nilai 334,8 dan peringkat ketiga diraih oleh kecamatan Siantan Tengah dengan total nilai 331,8.

Pembagian piala, dan piagam penghargaan dilakukan oleh Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris usai menutup acara STQ. Pembagian piala didampingi sejumlah pejabat tinggi pemda Anambas dan sejumlah perwakilan dari instansi Vertikal.

“Kepada para pemenang agar tidak puas dulu tapi harus dapat mempertahankan prestasi. Bagi para kecamatan yang belum meraih juara, agar tetap meningkatkan prestasinya dan mengikuti STQ tahun-tahun berikutnya,” ungkap Haris ketika menyampaikan pidato penutupan STQ Sabtu (17/3) kemarin.

Menurutnya yang belum mendapatkan juara tahun ini agar berlapang dada dan menerima kekalahan karena semua sudah melalui penilaian dewan juri yang tidak dapat diganggu gugat. “Keputusan yang diambil oleh dewan juri merupakan keputusan terbaik dan muthlak,” jelasnya.

Dirinya berpesan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran, agar terus melakukan pembinaan dengan baik kepada para tilawah pasalnya tidak lama lagi pemenang STQ ini akan menghadapi STQ tingkat Provinsi yang ke VII yang akan dilaksanakan di kota Batam.

“Sesuai dengan visi dan misi kami, kami bukan hanya membangun daerah yang sifatnya fisik saja namun pembangunan iman dan taqwa tetap menjadi perhatian bagi kami,” tukasnya. (sya)

Noorlizah Terpikat Sop Kapurung

0
Noorlizah Nurdin Basirun mengelilingi stan kuliner usai membuka lomba dan pentas seni Budaya Sulawesi Selatan se-Kota Batam di Mega Mall, Minggu (19/3)

batampos.co.id – Aneka kuliner khas Sulawesi Selatan ikut mengugah selera Hj Noorlizah Nurdin Basirun. Usai membuka Lomba dan Pentas Seni Budaya Sulawesi Selatan se-Kota Batam di Mega Mall, Batam, Ahad (19/3), Hj Noorlizah langsung mengelilingi bazar kuliner.

Setelah melihat berbagai kuliner khas Sulawesi Selatan, Noorlizah terlihat berhenti di salah satu stan kuliner. Pilihan Noorlizah pun jatuh kepada sop kapurung.

Noorlizah tampak menikmati sup yang terdiri dari sagu asli, daun katu, kacang panjang, jagung manis, jantung pisang dan kacang tanah yang sudah dihaluskan itu. Kadang di sup itu ada campuran daging ayam atau ikan.

“Banyak kuliner khas yang menggugah selera, baik dari Kepri maupun Sulsel dan daerah lainnya. Generasi kita harus tahu semua itu,” sebut Noorlizah di sela-sela melihat stan.

Pada pembukaan acara itu, tampak hadir Anggota DPRD Kepri Sirajudin Nur, Anggota DPRD Kota Batam Mesrawati Tampubolon, Ketua IWSS Kota Batam diwakili Hj. Yana Masrur, Ketua Majlisna Ugie Kota Batam Hj. Titik Eriyani Hakim, dan Ketua Panitia Nine Ratna Murdiana.

Usai melihat membuka perlombaan dan melihat Bazar Aneka Kuliner Khas Sulawesi Selatan, Noorlizah ikut menyaksikan berbagai perlombaannya seperti Nyanyi Solo Putri dan Nyanyi Solo Putra serta Tari Kreasi.

Ketua Panitia Pelaksana, Nine Ratna Murdiana berharap dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat silaturahmi warga Sulawesi Selatan yang ada di perantauan. Kegiatan ini juga, kata Nine, bertujuan agar generasi muda bisa mengenal lebih baik lagi adat dan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.

Dalam pada itu, Ketua BPD KKSS Kota Batam yang diwakili Faisal mengajak generasi penerus menjaga adat dan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.

“Ke depannya akan diadakan acara yang lebih meriah lagi dengan mengharapkan dukungan dari berbagai pihak serta dukungan dari paguyuban lainnya yang ada di Batam agar KeBhineka Tunggal Ikaan ini tetap terwujud,” kata Faisal. (jpg)

Nyat Kadir :Kawal Ketat Dana Desa

0
Nyat Kadir.

batampos.co.id – Anggota Komisi VI DPR daerah pemilihan Kepulauan Riau (Kepri), Nyata Kadir meminta Kepala Daerah di Provinsi Kepri untuk mengawal ketat penggunaan Dana Desa 2017. Karena membangun Provinsi Kepri membutuhkan biaya yang mahal.

“Progres Pembangunan di Kepri juga sangat bergantung pada kucuran APBN,” ujar Nyat Kadir menjawab pertanyaan Batam Pos, belum lama ini.

Menurut Politisi Partai NasDem Kepri tersebut, salah satu alokasi anggaran yang bersumber dari APBN adalah transfer dana desa. Masih kata Nyat Kadir, adanya dana desa tentu sangat membantu bagi percepatan daerah. Apalagi nilainya terus meningkat setiap tahunnya. Atas dasar itu, anggaran yang ada harus dimaksimalkan.

“Tidak cukup bagi Kepri kalau hanya mengandalkan APBD. Kepri adalah Provinsi Kepulauan, seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih,” paparnya.

Mantan Walikota Batam tersebut menambahkan, apabila sejauh ini pengalokasian APBN melihat dari luas daratan dan jumlah penduduk, tentunya harus ada pengecualian bagi Provinsi Kepri yang merupakan Provinsi Kepualauan. Atas dasar itu, ia mengharapkan kepala daerah di Provinsi Kepualauan sama-sama bergerak mendorong lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) turunan dari UU Nomor 23 Tahun 2014.

“Harus adanya Juklak dan Juknis dari UU Nomor 23 Tahun 2014. Karena memberikan banyak manfaat bagi Provinsi Kepulauan,” tutup Nyat Kadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan Provinsi Kepri, Sardison mengatakan tahun anggaran 2017 ini, Kepri mendapatkan Rp228 miliar bagi 275 desa di lima Kabupaten. Saat ini, masih dalam proses administrasi untuk pelaksanaan transfer dana desa.

“Transfer akan dilakukan dalam dua tahap. Paling cepat adalah Maret ini. Sedangkan paling lama adalah Juni mendatang. Kita mengharapkan desa-desa di Kepri sudah menyelesaikan APBDES. Karena itu syarat utama untuk mendapatkan dana desa,” ujar Sardison.(jpg)

Batu Pertama Pembangunan Menara Masjid Al Istiqomah

0

batampos.co.id – Gubernur H Nurdin Basirun menyebutkan panggilan untuk mengajak umat meraih kemenangan harus semakin menggema di rantau ini. Suara azan, yang mengumandangkan undangan kepada umat untuk menunaikan sholat, harus masuk ke banyak penjuru.

“Adanya menara masjid, kita harap gemanya semakin jauh,” kata Nurdin usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Menara Masjid Al Istiqomah, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Sabtu (18/3).

Peletakan batu pembangunan menara masjid ini juga dilakukan Sekdaprov HTS Arif Fadillah. Peletakan itu dilakukan usai melakukan Safari Subuh Gubernur Nurdin dan rombongan di Masjid Al Istiqomah.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur selalu mengingatkan masyarakat untuk memenuhi undangan meraih kemenangan yang selalu disampaikan pada kumandang adzan.

“Adzan itu undangan Allah kepada kita melalui muadzin. Hayya ‘alal falah. Mengajak menuju kemenangan, meraih kejayaan,” kata Nurdin.

Nurdin Basirun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pengurus Masjid Al-Istiqomah yang mendirikan menara ini. Nurdin juga berharap menara yang dibangun nanti, mampu berdiri dengan kokoh dan megah.

“Menara ini akan menjadi ciri khas suatu masjid. Keberadaannya tentu akan menambah keindahan dan kemegahan masjid,” kata Nurdin.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan, semoga dengan diletaknya batu pertama pembangunan menara ini, seluruh rencana, cepat terlaksana dan menara Masjid pun bisa dimulai secepatnya.

Pengurus Masjid Al-Istiqomah, A Rahman mengucapkan terimakasih pada Gubernur, dan rombongan yang telah berkesempatan hadir serta melakukan peletakan batu pertama menara Masjid Al-Istiqomah.

“Terimakasih pada Pak Gubernur, yang telah bersedia hadir serta ucapan terimakasih yang besar juga kami sampaikan pada para dermawan yang telah menyisihkan penghasilannya untuk membantu pembangun menara Masjid Al-Istiqomah ini,” terang Rahman.

Tentang menara masjid, saat ini, Menara Masjid tertinggi di dunia ada di Casablanca, Maroko. Menara itu berdiri kokoh setinggi 230 meter di Masjid Hasan II yang dibangun pada tahun 1980. (jpg)

Sanggar Tuah Pusaka Mewakili Bintan ke Tingkat Kepri

0
Ketua PKK Bintan, Deby Maryanti bersama Anggota DPRD Bintan dan Kepri menyerahkan Piala Festival Tari Bintan 2017 kepada Sanggar Tuah Pusaka di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintim, Sabtu (18/3). F. Harry Suryadi Puta/batampos

batampos.co.id – Sanggar Tuah Pusaka yang mewakili Kecamatan Bintan Timur (Bintim) menjuarai Festival Tari Bintan 2017 yang dihelat Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bintan di Lapangan Relief Antam, Kijang, Sabtu (18/3).

Sanggar dengan nomor peserta 13 yang meraih poin 1532 itu berhasil mengalahkan rivalnya Sanggar Sang Nila Utama asal Kecamatan Bintan Utara (Binut) yang pernah menyabet juara umum difestival sama 2016 lalu. Dengan raihan itu, Sanggar Tuah Pusaka akan dikirimkan Disbudpora untuk mewakilkan Kabupaten Bintan diajang Festival Tari Tingkat Provinsi Kepri.

Ketua Dewan Juri, Said Parman mengaku penampilan 13 sanggar yang mewakili 10 kecamatan se Kabupaten Bintan tidak berubah dari tahun sebelumnya. Bahkan garaapan penguasaan panggung, siasat ruang, olah lantai, dan musiknya tidak mampu ditafsirkan dengan baik oleh seluruh sanggar.

“Hampir semua olah garapan gerak dan tari yang ditampilkan peserta lari dari konteks diskripsi sinopsinya. Kemudian warna adat budaya melayu dalam tarian sangat sedikit. Hanya satu sanggar yang mendekati kesempurnaan yaitu Tuah Pusaka,” ujarnya.

Garapan olah gerak, tari dan musik, kata Parman, harus sesuai dengan tema dan sinopsisnya. Namun dari 13 sanggar yang tampil tidak satupun yang memenuhi seluruh unsur tersebut. Sehingga diyakininya sanggar tari dari Kabupaten Bintan sangat kecil kemungkinan untuk bersaing ditingkat provinsi maupun nasional.

Sebab, lanjut Parman, dari hasil penilainannya selama ini sanggar-sanggar tari dari daerah lain sangat kental dengan unsur tradisi dan adat budaya daerahnya masing-masing. Sedangkan sanggar tari di Kabupaten Bintan belum mencerminkan tradisi kemelayuannya.

“Ingat jangan takut menggunakan instrumen yang mendukung. Jangan terpaku dengan biola, arkodion dan gendang saja tetapi mampu mewarnainya dengan alat musik lain. Karena alat musik lain juga bisa menggambarkan tradisional kemelayuan daerah ini,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurachman mengatakan festival tari ini telah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Bintan. Tujuannya sebagai wadah menyalurkan bakat, memotivasi bagi pengelola sanggar serta mempererat hubungan silahturahmi sesama sanggar.

“Kegiatan ini juga berfungsi sebagai upaya melestarikan adat budaya melayu. Kemudian menumbuhkan kesadaran bagi kaula muda untuk menjaga keberadaan tradisi-tradisi melayu yang hampir punah,” katanya.

Dari 13 sanggar yang tampil didalam acara ini, kata Makhfur, juara umum dinobatkan kepada Sanggar Tuah Pusaka asal Kecamatan Bintim. Disusul juara kedua, Sanggar YKPP asal Kecamatan Binut dan juara ketiga diraih Sanggar Bungsu Sakti asal Kecamatan Mantang.

Berikutnya untuk juara harapan satu, lanjut Makhfur, diberikan kepada Sanggar Sang Nila Utama asal Kecamatan Binut. Dan untuk juara harapan dua ditangan Sanggar Kreasi Guru utusan dari Kecamatan Bintim.

“Sanggar yang juara akan mendapatkan piala dan piagam. Kemudian juga diberikan uang pembinaan dari Rp 5 juta sampai Rp 14 juta,” jelasnya.

Sedangkan untuk kategori penata tari terbaik, sambung Makhfur, diraih oleh Arwiyanto dari Sanggar Tuah Pusaka. Selanjutnya kategori penata musik terbaik diberikan kepada Muhammad Farid dari Sanggar YKPP dan kategori penata rias dan busana terbaik ditangan Zaibun Nesa dari Sanggar Sang Nila Utama.

“Mereka juga mendapatkan piala dan piagam. Namun uang pembinaannya hanya Rp 2 juta untuk masing-masing penata. Baik itu tari, musik maupun rias dan busana,” sebutnya.

Terpisah, Bupati Bintan, Apri Sujadi mengaku sangat bangga dengan penampilan sanggar tari diacara festival ini. Apalagi peserta yang ikut berkompetisi merupakan generasi-generasi muda.

“Acara ini mejadi bukti kreatifitas putra dan putri daerah sudah semakin maju. Bahkan kemajuan itu juga didasari dengan cinta terhadap kebudayaan daerah,” katanya.

Kedepannya, kata Apri, festival seperti ini akan dibuat lebih meriah lagi. Kemudian hadiah yang akan disediakan akan ditambahkannya lagi. Tujuannya untuk memotivasi pegiat kesenian tari agar terus berkreatifitas serta mendorong generasi muda untuk mencintai tradisi-tradisi daerah.

“Semoga dengan kegiatan kebudayaan ini kenakalan remaja di Bintan menurun drastis. Karena remaja merupakan aset pemerintah yang bernilai tinggi,” ungkapnya. (ary)

Melanggar Perda, THM Diproses Hukum

0
Razia tempat hiburan di pujasera Natuna petugas temukan miras tetap disediakan dan karaoke tanpa izin masih beroperasi hingga merusak segel. Foto: batampos.

batampos.co.id – Sekda Pemkab Natuna Wan Siswandi mengatakan Pemerintah memproses hukum pemilik tempat hiburan yang tidak patuhi aturan.

Penegasan ini kata Siswandi, menyusul masih ditemukannya tempat hiburan karaoke terus beroperasi, meskipun sudah disegel. Tim sudah beberapa kali berikan teguran .

“Pemilik karaoke merusak segel larangan beroperasi akan diproses hukum, sudah melanggar Perda,” kata Siswandi kemarin.

Menurut Siswandi, Pemerintah Daerah sudah memberikan toleransi kepada pemilik tempat hiburan malam dengan memberikan izin kepada pemilik tempat hiburan asalkan sudah memenuhi syarat–syarat perizinan yang telah ditetapkan.

Sejak adanya laporan pengrusakan segel ditempat hiburan malam, Tim Pekat Pemda Natuna yang dikoordinir Satpol PP rutin melakukan razia tempat hiburan bersama Kepolisian dan TNI.

Beberapa karaoke di komplek pujasera 36 di kawasan kampung Senubing juga ditemukan tetap menyediakan minuman alkohol tanpa izin. Parahnya lagi lokasi bar dan karaoke di pinggir jalan yang berkedok family karaoke justru menjual miras. Namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas Pemerintah Daerah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Natuna Almudazir, menuturkan tim pengendali Pekat akan melakukan kegiatan rutin secara tidak terduga.

“Kita saat ini akan lakukan operasi secara berkala. Di lapangan memang terdapat tempat karaoke yang membuka segel tim Perda ini padahal belum mengantongi izin,” ungkapnya kemarin. (arn)

Sepi Pembeli, Pedagang Nilai Pemerintah Kurang Perhatian

0
Saat ini kondisi di pasar Dabo pedagang lebih banyak dari pembeli. Foto: Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Pedagang di Pasar Dabo Singkep resah akibat semakin sepi pembeli sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan omset penjualan pedagang terjun bebas hingga ada yang dalam kondisi diambang kebangkrutan, bahkan banyak sayur yang mesti dibuang karena busuk, tak habis terjual.

“Bagaimana mau jualan lebih ramai pedagang sekarang ini dibanding pembeli yang datang belanja ke pasar,” ujar Suryansyah ketika ditemui saat terduduk dibelakang meja jualan di Pasar Dabo Singkep, Minggu (19/3) pagi.

Menurut Suryansyah, kondisi ini diperparah karena kebijakan pemerintah daerah yang mempersulit pembeli untuk masuk ke dalam pasar untuk belanja. Salah satu penyebab yang diuangkapkan Suryansyah terkait penerapan parkir berbayar oleh Pemkab Lingga sejak awal bulan ini.

Suryansyah menambahkan, penerapan pungutan retribusi parkir semestinya ada batas waktu yang ditentukan. Namun saat ini pemerintah, sejak memberlakukan parkir berbayar, berlaku dari pagi hingga sore hari,” ibu-ibu belanja seribu dua ribu, tambah parkir lagi. Jadi makin malas mereka belanja, kan lebih baik kalau ada batas waktu hingga jam 1 atau jam 2 aja,” ujar Suryansyah.

Bahkan dengan kesal Suryansyah menunjukkan ember tempat dia menyimpan uang dari balik meja jualannya. Isi uang yang dikumpulkannya sejak pagi tak sampai Rp 200 ribu, padahal menurutnya sebelum kondisi sepi seperti ini setiap hari Minggu dia dapat mengumpulkan uang hingga ratusan ribu.

Sepinya pembeli juga membuat Ahmad, pedagang lainnya di Pasar Dabo, angkat bicara. Ahmad mengatakan, selain kebijakan parkir, pria pedagang sayur mayur itu meminta kepada pemerintah agar pemberlakuan satu jalur tidak diberlakukan lagi.

Menurut Ahmad, kesemrawutan terjadi karena mobil diizinkan melintas beberapa waktu lalu, bukan karena dua arus. Untuk itu Ahmad meminta agar peraturan satu jalur diberhentikan, namun mobil tetap tidak boleh melintas memasuki jalan areal pasar.

“Biarlah dua arah, cuma mobil tetaplah tidak boleh masuk. Kan jalan juga sempit,” ujar Ahmad.

Ahmad juga mengaku karena kondisi sepi seperti ini, sayur kucai yang biasa dijualnya belasan kilo perhari kini dia hanya menjajahkan tiga kilo saja perhari, itupun hingga menjelang siang sayur tersebut masih menggunung dan layu, tak laku dijual.

Beda dari dua pedagang sebelumnya, Zul berpendapat penyebab kondisi semakin sepi pembeli di Pasar Dabo Singkep, karena tidak adanya lapangan kerja layak yang dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Saat ini warga semakin gamang untuk mencari pekerjaan yang mengahasilkan uang.

Zul menambahkan, sepinya lapangan kerja ini harus cepat disikapi pemerintah daerah. Program pemerintah yang ada saat ini juga dinilai Zul, memakan jangka waktu yang panjang untuk menambah pundi-pundi pendapatan masyarakat.

“Bagaimana warga mau belanja kalau tak ada penghasilan yang layak,” ujar Zul.

Seluruh pedagang yang berhasil diwawancara Batam pos, meminta kepada Bupati Lingga Alias Wello untuk dapat berkunjung ke Pasar Dabo Singkep agar dapat mendengarkan masukan dan keluh kesah pedagang. (was)

10 Ribu Rumah di Melcem Terendam

0

batampos.co.id – Banjir di kawasan Melcem kelurahan Tanjungsengkuang, Batuampar mulai surut siang ini (20/3/2017). Menurut Lurah Tanjungsengkuang Alim Ridwan, jumlah rumah yang terendam banjir itu sekitar 10 ribu unit.

“Sekitar sepuluh ribu rumah yang dihuni 20 ribu jiwa di lima RW,” ujar Alim Ridwan kepada batampos.co.id siang tadi.

Menurutnya, air meninggi dan masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 07.00 WIB.

Pantauan batampos.co.id, saat ini warga mulai bahu membahu membersihkan lumpur yang masuk ke rumah mereka.

Satuan Polisi Pamong Praja dan pihak kelurahan juga terpaksa membongkar dua kios liar yang berada di atas draenase karena diduga juga menjadi penyebab tersumbatnya draenase di kawasan tersebut.

Akibat musibah itu, banyak anak-anak yang izin tak masuk sekolah khususnya laki-laki. Banyak juga yang izin tidak masuk kerja karena kuatir banjir susulan dan fokus untuk membersihkan rumah dari lumpur.(cr1)

Pesta Obat Batuk, Enam Remaja Diamankan

0
Puluhan bungkus obat batuk disita Satpol PP saat mengamankan senam remaja,kemarin malam. F: Humas Satpol PP untuk batampos.

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Natuna berhasil mengamankan enam remaja sedang pesta ngomix (Obat Batuk,red) Sabtu (18/3) malam kemarin.

Dengan kondisi setangah sadar, enam remaja tersebut diamankan ke kantor Satpol untuk dibina. Dan ternyata empat diantara remaja tersebut masih pelajar.

Tren ngomix ini sedang merambah kalangan remaja di Natuna. Obat batuk disalah gunakan menjadi obat penenang terutama pada saat nongkrong malam Mingguan.

Kabid Trantib dan Penegak Perda Satpol PP Pemkab Natuna, Wendriadi, enam remaja ini sedang tertangkap basah sedang pesta komix di pantai di Ranai. Dan mengamankan barang bukti berupa 3 box Komix dengan jumlah 90 sachet, 3 sachet jas jus dan 2 botol air mineral

Enam remaja tersebut mengaku, mengkomsumsi obat komix dalam jumlah yang banyak bisa mabuk dan untuk merasa senang-senang.

Setelah didata sambung Wendri, enam remaja ini akan diserahkan kepada orang tua dan menyurati pihak sekolah. Tentu remaja harus menyetujui perayaratan dengan membuat pernyataan tidak mengulangi dihadapan orangtua agar tidak mengulangi.

“Remaja konsumsi komix sudah menghawatirkan. Bukan sekali ini kami temukan. Perlu kepedulian semua pihak,” ujar Wendri. (arn)