Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13527

Kerugian Masih Didata, Api di Pasar Aviari Telah Padam

0

batampos.co.id- Api yang melahap 23 kios di pasar seken Aviati, Batuaji telah padam. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah beberapa saat setelah kebakaran terjadi.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Data yang dihimpun batampos.co.id, api diduga berasal dari korsleting listrik di kios elektronik seken milik Maem.

Satu unit sepeda motor Yamaha Mio ikut terbakar dalam musibah tersebut. Sampai siang ini, kerugian akibat kebakaran itu belum diketahui. Namun demikian, pedagang seken lain tetap berjualan. Aktivitas di pasar seken terbesar di Batam itu terlihat seperti biasanya. (eja)

Potensi Pantai Ketapang Belum Mendapat Perhatian

0
Limbah bongkahan ranting kayu menumpuk di pinggiran pantai ketapang desa Kundur. Foto:batampos.

batampos.co.id – Sejumlah pengunjung menyayangkan banyaknya limbah bongkahan kayu di tepi pantai Ketapang desa Kundur kecamatan Kundur Barat. Kondisi ini mengurangi kenyamanan bagi pengunjung untuk menikmati panorama dan hamparan pasir di pantai Ketapang tersebut. Pengunjung berharap pemerintah dan dinas terkait memperhatikan kondisi pantai tersebut.

Hamdani, 35 seorang pengunjung mengeluhkan limbah serabut kelapa dan bongkahan kayu di pinggiran pantai. Padahal panorama pantainya cukup indah ditambah hamparan pasir putih yang lembut cukup bagus. Sayangnya belum ada perhatian dari pemerintah maupun dinas terkait, bahkan akses jalan menuju pantai juga masih sulit dilewati kendaraan.

“Sebenarnya di pulau Kundur sendiri banyak obyek wisata pantai yang pemandangan cukup bagus, hanya saja belum dikelola dengan baik serius. Sehingga obyek wisata yang ada dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat,” terang Hamdani.

Lebih lanjut dikatakan akses jalan menuju obyek wisata pantai Ketapang juga belum diperhatikan oleh pemerintah. Seperti jalan menuju obyek wisata pantai Ketapang masih sulit dilewati kendaraan karena belum ada pengerasan jalan. Masyarakat berharap agar pemerintah juga memperhatikan nasib obyek wisata di pulau Kundur yang tak kalah menariknya dengan wisata di daerah lain. (ims)

 

Tergiur Rp1,2 Miliar, Oknum PNS Terlibat Perampokan

0
Edi Ahmad, tersangka pelaku percobaan perampokan dibawa polisi ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan setelah ditangkap dan diamuk massa. Foto: Sandi/batampos.

batampos.co.id – Isna, seorang ibu rumah tangga, RT 002 RW 001, Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun berhasil selamat dari aksi perampokan, Sabtu (18/3) sore pukul 18.30 WIB. Saat itu korban kedatangan tiga orang tamu yang ke rumahnya dengan berpura-pura ingin mengantarkan kiriman uang dari Singapura. Beruntung, korban berhasil lari keluar dari rumah dan berteriak minta tolong yang akhirnya salah satu pelaku ditangkap warga dan menjadi sasaran amuk massa.

”Saya di rumah bersama dengan anak dan juga keponakan saya. Setelah selesai salat magrib, tiba-tiba ada tiga orang datang ke rumah sambil mengatakan mau ketemu Andut. Nama panggilan saya Andut. Lantas, saya bilang saya andut. Pelaku bilang ada kiriman uang dari Singapura. Salah satu dari tiga orang yang datang tersebut saya kenal wajahnya, tapi tidak tahu nama,” ujar Isna kepada Batam Pos, yang ditemui di Puskesmas Tanjungbalai Karimun.

Akhirnya lanjut Isna, pelaku berusaha memaksa masuk ke dalam rumahnya dengan alasan tidak enak menyerahkan uang di liuar. Tapi, Isna tidak izinkan masuk. Akhirnya pelaku berhasil masuk secara paksa dan mengeluarkan pisau dari kantong plastik yang dibawanya.

Pada saat pelaku menodongkan pisau sambil mengatakan minta semua uang yang ada di dalam rumah, korban mengaku tidak punya uang. “Saat itu saya hanya berdoa kepada Allah agar dapat diselamatkan. Kemudian, anak saya coba menyelamatkan saya berkelahi dengan pelaku (R Edi Ahmad, red),” ungkap Isna.

Kemudian Isna berusaha keluar dari rumah, namun ada pelaku lain yang menunggu di pintu samping lainnya dengan menggunakan pisau. Namun Isna berhasil keluar dari rumah sambi berteriak minta tolong.

Akibat perkelahian tersebut, anak Isna mengalami luka tusukan pada bagian bahu selelah kiri. Kemudian, warga ramai-ramai datang ke rumah mengamankan satu orang pelaku. Sedangkan, dua orang pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Kapolsek Kota Balai Karimun, AKP Lulik Febyantara secara terpisah membenarkan peristiwa percobaan perampokan atau pencurian dengan kekerasan dengan modus berpura-pura mengantarkan kiriman uang.

”Pelaku ada tiga orang. Satu orang berhasil ditangkap massa bernama R Edi Ahmad. Sedangkan, dua orang lagi berinisial Jm dan Dn masih dalam pengejaran bersama Sat Reskrim Polres Karimun,” paparnya.

Hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, kata Lulik, bahwa pelaku sebenarnya ada empat orang. Yang satu lagi adalah rekan dari tersangka R Edi Ahmad. Yakni, Zulkepli yang merupakan aparatur sipil negara (ASN/PNS). Karena, membantu mencarikan dua orang pelaku untuk menemani tersangka R Edi Ahmad dalam beraksi. Dan, malam itu juga dilakukan pengejaran dan akhirnya Zulkepli berhasil ditangkap di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam.

”Dari keterangan tersangka R Edi Ahmad, bahwa dia mendengar dari omongan orang bahwa korban mendapatkan asuransi sebesaar Rp1,2 miliar. Lantas hal ini diceritakan tersangka Edi kepada Zulkepli. Kemudian, tersangka Zulkepli mendatangi rumah korban dengan berpura-pura mencari tempat untuk ngekos. Ternyata tujuannya, untuk memastikan dimana letak kamar korban, sehingga mudah untuk mengambil uang tersebut. Dari pengakuan korban sendiri memang ada menerima uang asuransi, namun nilainya bukan Rp1,2 miliar, melainkan hanya Rp1,1 miliar,” jelasnya. (san)

Melcem Terendam Banjir

0

batampos.co.id – Warga yang tinggal di kawasan Melcem, Batuampar khususnya di RT RW 6, RW 7, RW 9, RW 18 dan RW 19 kelimpungan. Rumah mereka diterjang banjir hingga lebih dari 50 centimeter. Hujan deras yang mengguyur Batam pada subuh tadi (20/3/2017) menyebabkan ratusan rumah kebanjiran.

Informasi yang dihimpun batampos.co.id, selain banjir, sejumlah rumah ikut tertimpa longsor. Hingga siang sekitar pukul 10.30 WIB, air mulai surut. Warga mulai membersihkan lumpur yang masuk ke rumah mereka.

Atiq Sarwo Edi, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Batuampar yang berada di lokasi banjir mengatakan, banyak warga tak sempat menyelamatkan perabot rumah mereka karena banjir tiba-tiba menerjang. “Kasur, televisi banyak yang tak bisa diselamatkan,” ujar Atiq via telepon selulernya. (spt)

Demi Duit Rp45 M, Ling Ling Diculik dan Disekap di Batam

0
Kombes Herry Heryawan (kanan) berbincang dengan korban penyekapan Ling Ling di Mapolda Kepri, Minggu (19/3). F. Istimewa untuk batampos.co.id

 

batampos.co.id – Seorang warga negara Malaysia bernama Ling Ling dirampok kemudian diculik pada Selasa (21/2/2017) lalu sekira pukul 19.25 waktu Malaysia di daerah Kulai Johor, Malaysia. Lima orang bersenjata api kemudian membawa kabur wanita tersebut menggunakan mobil dan kemudian dibawa ke Batam.

Ling Ling dibawa kabur melalui pelabuhan tikus (ilegal) di Batam kemudian disembunyikan di salah satu rumah di Seitemiang, Seiharapan. Para penculik itu terdiri dari WN Malaysia serta WN Indonesia.

Mabes Polri kemudian membentuk Tim Satgas untuk menemukan Ling Ling di Batam. Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian menunjuk Kombes Herry Heryawan yang kini menjabat Kapolresta Depok untuk mengungkap kasus tersebut di Batam.

Para penculik ini menurut Herry sempat meminta uang tebusan sebanyak 5 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 45 Miliar (kurs 9000,red) dari suami Ling Ling.

Sebelum membawa kabur Ling Ling ke Batam, para pelaku berkali-kali menelpon suami Ling Ling untuk meminta uang tebusan tersebut. Suami korban dan pelaku sempat nego nilai tebusan hingga menembus angka 3 juta dollar Singapura kemudian diturunkan lagi menjadi 2000 dllar Singapura.

Pada Selasa (14/3/2017) lalu, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) berhasil menangkap 6 pelaku yang merupakan WN Malaysia. Mereka kata Herry Heryawan yakni Beh Joo Siong, Lee Fa Xian, Soh Wei Lon, Beh Joo Wi, Chew Chee Boon, dan Lim Siou Siang.

Kepada polisi, pelaku mengaku rekan-rekan mereka yang lain telah membawa kabur Ling Ling ke Batam. PDRM kemudian meminta bantuan Bareskrim Polri untuk menyelamatkan Ling Ling di Batam.

Herry Heryawan yang telah tiba di Batam sejak awal pekan lalu langsung menyelidiki keberadaan korban penculikan itu. Untuk mengetahui keberadaan Ling Ling di Batam, polisi harus bergerak ke Palembang untuk mencari wanita bernama Sallyna, yang diduga merupakan istri dari Wak Lan (otak penculikan).

Keberadaan Ling Ling pun terungkap pada Minggu (19/3/2017) sekira pukul 05.15 dini hari. Herry Heryawan cs langsung menyergap penculik lainnya serta mengamankan Ling Ling dalam keadaan selamat.

Mereka yang ditangkap di Seitemiang itu sebanyak 6 orang yakni Puncahyadi, Saleh, Atanassius, Baltasar, David dan Hartadi.

Informasi yang dihimpun batampos.co.id, pagi ini (20/3/2017) Atanassius dan Baltasar telah dilepas karena diduga tidak terlibat dalam kasus tersebut. (spt)

128 Anak Ikut Lomba Mewarnai

0
Sejumlah anak mengikuti lomba mewarnai di Pinang City Walk Tanjungpinang, Minggu (19/3). F.Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Manajemen Canbo Lemonade bekerjasama dengan Batam Pos, menggelar lomba mewarnai yang diikuti sebanyak 128 peserta dari kategori Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD), di Pinang City Walk, Minggu (19/3).

Acara ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak sejak usia dini yang dikhususkan mulai dari usia 4 sampai 6 tahun, dan 7 sampai 10 tahun.

“Ini lomba yang kesekian kalinya kami adakan, untuk mencari bakat dari bibit-bibit mudah,” kata Alnaziran, ketua panitia lomba.

Al mengatakan semua peserta yang mengikuti lomba ini, tentunya sangat antusias dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan, yakni mewarnai sebuah gambar pemandangan yang dipadukan dengan gambar Canbo yang disiapkan oleh panitia.

“Kami senang semua peserta yang ikut lomba memiliki bakat yang luar biasa. Hasil mewarnainya juga sangat bagus,” ungkapnya.

Ia berharap dengan digelarnya lomba ini, tentunya dapat memajukan pola pikir anak dalam mengembangkan imajinasi untuk melatih bakat yang dimilikinya.

“Perkembangan anak seyogyanya memang harus dilatih sejak kecil. Mudah-mudahan kegiatan ini (Lomba mewarnai, red) bisa memberikan rangsangan untuk menggali lagi bakat yang dimiliki sang anak sejak usia dini,” imbuhnya.

Regional Sales Promotion Manager, PT Panca Rasa Pratama (PRP) Group, Mustardi, mengatakan kegiatan ini, tentunya akan terus dilakukan, dengan tujuan untuk mengembangkan potensi bakat yang dimiliki oleh anak usia dini.

“Rencananya kegiatan ini akan rutin kami lakukan. Paling tidak 3 bulan sekali diadakan. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk memajukan kreatifitas anak,” ungkapnya. (cr20)

Sosialisasi Cegah Bahaya Gejala kanker Payudara dan Rahim

0
batampos.co.id – Pusat Perbelanjaan Tanjungpinang City Center (TCC) Mall, bekerjasama dengan Yayasan Informasi Kanker Indonesia (YIKI), menggelar sosialisasi kanker payudara dan rahim, di Atrium TCC mall, Minggu (19/3).
Konsultan YIKI, Anggi, 25, menjelaskan sosialiasi ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi para wanita, agar bisa menyadari betapa pentingnya mengantisipasi sejak dini bahaya gejala kanker payudara dan rahim.
“Kami melihat penyakit ini sudah sering terjadi, dan penderitanya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jadi perlu dilakukan pencegahan, dimulai dari kesadaran diri sendiri dalam menjaga pola hidup bersih,” ungkapnya.
Pria kelahiran Kota Pariaman ini menuturkan salah satu yang harus menjadi perhatian bagi para wanita, yakni mengetahui penyebab utama dari kanker rahim (serviks), dimana gejala ini bersumber dari bakteri yang timbul dari pemakaian pembalut yang tidak bersih, sehingga menyebabkan menggumpalnya bakteri yang terus menjamur di bagian kelamin wanita.
“Bukan cuma itu, suka gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seks juga mempengaruhi terjadinya gejala tersebut,”  terangnya.
Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini, tentunya dapat memberikan informasi penting tentang pencegahan penyakit tersebut, sehingga bisa meminimalisir terjadinya gejala kanker payudara dan rahim, khususnya di Tanjungpinang.
“Mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat, dan tingkat penderita gejala ini bisa berkurang,” imbuhnya.
Sementara itu, Marcomm TCC Mall, Dera, mengatakan seyogyanya acara sosialisasi ini merupakan rangkaian dari peringatan hari perempuan Internasional, sehingga lebih membahas fokus terkait dengan kepentingan perempuan.
“Tujuannya untuk memuaskan kaum wanita, salah satunya dengan memberikan informasi berharga yang bisa menjadi gambaran pentingnya hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Tak hanya sosialisiasi kanker payudara dan rahim, acara bertajuk ‘wanita hebat’ ini juga menggelar cek kesehatan gratis bagi 30 orang pengunjung TCC.
“Tanggal 29 Maret, hingga 2 April kami juga menyediakan pameran kebutuhan dapur dan aksesori rumah tangga. Silakan kunjungi pameran ini untuk melengkapi semua kebutuhan rumah,” imbuhnya. (cr20)

BI Kepri Sediakan Dana PSBI Bantu Kelompok Petani Cabai

0
Kepala Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra memanen cabai bersama Kelompok Petani Suka Maju di Kampung Sidomulyo, Batu 10, Minggu (19/3). F.Harry Suryadi Putra/batampos.

batampos.co.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan akan membuat model-model percontohan dalam pengembangan pertanian organik terpadu di Kota Tanjungpinang. Prodak awal yang dikembangkan melalui dana Program Sosial BI (PSBI) yaitu membantu petani menanam cabai. Sebab komoditas kebutuhan tersebut telah menyumbang inflasi terbesar di Kepri.

“Untuk menekan inflasi daerah akibat minimnya pasokan cabai. BI membantu kelompok petani di Tanjungpinang menanam dan mengelola pertanian cabai dengan pola organik,” ujar Raizal usai memanen cabai bersama Kelompok Petani Suka Maju, di Kampung Sidomulyo, Batu 10, Minggu (19/3).

Tahun ini, kata Raizal, melalui dana Program Sosial BI (PSBI) yang digalakkan Komisi 11 DPR RI hanya difokuskan kepada pertanian cabai. Dengan harapan dapat memenuhi permintaan masyarakat Kota Tanjungpinang serta upaya untuk menghentikan aktivitas impor komoditas tersebut dari Sumatera dan Jawa.

Agar pengembangan pertanian cabai ini berjalan sukses, lanjut Raizal, Kantor Perwakilan BI Kepri bekerjsama dengan Pemko Tanjungpinang untuk memberikan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok petani.

“Kami tidak diperbolehkan memberikan uang maupun barang hidup. Tapi bantuan yang kami berikan bersifat melatih dan pembangunan fisik saja. Makanya kami harapkan dukungan pihak lain agar bantuan ini tidak putus begitu saja,” bebernya.

Ditanya dana PSBI hanya untuk pertanian saja, Raizal mengaku masih banyak program lain yang akan dilaksanakannya. Diantaranya budidaya ikan, pengembangbiakan sapi, holtikutura sampai membina wirausah.

Namun untuk lahan ataupun tempat pengembangannya harus disediakan terlebih dahulu oleh pemda setempat atau kelompok tani. Jika tersedia, dana PSBI ini aakan digunakan untuk membangun denplot serta kandang komunal.

“Banyak program yang kami laksanakan. Tapi hanya untuk sekedar merubah menset mereka saja sedangkan urusan lainnya akan ditangani pemda setempat ataupun kelompok tertentu,” jelasnya.

Semntara itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan pemda sudah menyediakan lahan seluas 20 Hektare untuk pertanian, peternakan dan budidaya ikan air tawar. Namun lahan yang disediakan bukan diperoleh dengan dibeli ataupun milik pemerintah melainkan lahan pinjam pakai dengan waktu yang cukup lama

“Jadi lahan untuk pertanian, peternakan dan budidaya ikan sudah kami sediakan dengan pinjam pakai kepada pemilik lahan. Sedangkan BI melalui dana PSBI akan membangun fasilitas fisik yang dibutuhkan petani,” katanya.

Khusus untuk peternakan sapi, kata Lis, untuk kandang komunal dan denplot sudah disediakan Kantor Perwakilan BI diatas lahan tersebut. Sedangkan sapinya akan diadakan dan didatangkan melalui bantuan APBN dari Pemerintah Pusat.

Kemudian untuk bibit cabai dan ikan, lanjut Lis, akan dihadirkan melalui instansi terkait. Baik dari Pemko Tanjungpinang maupun Pemprov Kepri. Sehingga program pertanian, peternakan dan budidaya ikan dapat berjalan sukses didaerah ini.

“Sampai saat ini sapi dari bantuan pusat berjumlah 27 ekor. Kesemuanya telah dikelola oleh Kelompok Peternak Suka Maju. Begitu juga dengan pertanian dan budidaya ikan dilakukan kelompok tersebut,” ungkapnya. (ary)

Takut Merusak Alam, Gubernur Tolak Investasi Berat

0
batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menolak adanya investasi berat di Natuna dan Anambas. Tujuannya adalah untuk menjaga alam bahari di kedua daerah tersebut. Karena menyangkut kepentingan Pembangunan Pariwisata Daerah.
“Kita harus belajar dari kejadian rusaknya berbagai terumbu karang langka di Raja Ampat, Papua. Di Kepri, Natuna-Anambas khususnya harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media akhir pekan lalu.
Menurut Nurdin, dari kunjungan kerjanya di Anambas belum lama ini, ia sangat takjub dengan keindahan alam bahari yang ada disana. Seperti Pantai Padang Melang yang menghampar panjang. Dijelaskannya, kenapa dirinya sangat menolak adanya investasi berat disana seperti shipyard dan investasi berat lainnya.
“Pariwisata Natuna dan Anambas sangat berkaitan. Tentu Pembangunan investasi di kedua daerah tersebut harus berbasis Pariwisata,” papar Nurdin.
Ditegaskan Nurdin, dirinya tidak akan pernah memberikan izin investasi yang akan menimbulkan kerusakan lingkungan di Natuna dan Anambas. Gubernur Nurdin juga meminta Kepala Daerah di Natuna dan Anambas juga dapat mendukungan. Sehingga Provinsi dan Kabupaten bisa bersinergi dalam mempertahankan keindahan lingkungan dan pesona bahari di Natuna dan Anambas.
“Alangkah baiknya kita sama-sama menjaga. Kalau ada investasi dibidang Pariwisata harus sama-sama kita dorong kesana,” paparnya lagi.
Belum lama ini, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyebutkan pihaknya akan terus menjual potensi besar Kabupaten Anambas, baik pariwisata maupun perikanan. Karenanya pembangunan infrstruktur sangat penting, baik jalan, bandara maulun pelabuhan.
“Kita akan usulkan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata untuk Natuna dan Anambas,” ujar Nurdin.

Dikatakannya, untuk pembangunan infrastruktur, Pemprov akan terus berkoordinasi dan melakukan singkronisasi dengan Pemkab dan Pemerintah Pusat. Menurut Nurdin, pihak bersyukur karena semangat pemerintahan sekarang membangun dari pinggiran menyentuh sejumlah daerah di Kepri, termasuk Natuna dan Anmbas.

Dalam kunjungan itu, Gubernur melakukan peninjauan ke Bandar Udara Letung yang terus menuju selesai 100 persen. Saat ini runway di bandara ini sudah selesai 1.200 meter. Tahun ini ada pengerjaan sehingga selesai 1.430 meter.(jpg)

Keterlibatan Mantan Wako, Jaksa Tunggu Salinan Putusan

0
batampos.co.id – Kejati Kepri akan melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait keterlibatan mantan Walikota Batam, Ahmad Dahlan, mantan Sekda Agussahiman dan Asisten III Maaz Ismail serta Kabag Keuangan Pemko Batam, yang disebut majelis hakim terlibat dalam korupsi dana bansos untuk insentif guru TPQ.
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferytas, mengatakan pihaknya masih menunggu salinan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Yang selanjutnya akan didalami terkait fakta yang ditemukan.
”Akan kami telaah amar putusan hakim untuk menentukan langkah selanjutnya. Kalau memang terbukti dan memenuhi syarat akan kami lakukan penyelidkan dan penyidikan,”ujar Ferytas.
Dikatakan Ferytas, pihaknya tidak main-main dalam menangani kasus korupsi. Namun, dia juga meminta waktu untuk melakukan pendalaman kasus korupsi bansos yang diduga melibatkan mantan Wako Batam. Sebab, saat ini pihaknya juga sedang menyelesaikan perkara yang masih menjadi pekerjaan rumah Kejati Kepri.
”Yang jelas kami tidak main-main dengan kasus Tipikor di Kepri. Tapi kami minta waktu, karena perkara korupsi yang kami tangani juga masih menumpuk dan belum selesai,”ucapnya.
Sebelumnya dalam sidang vonis, untuk tiga terdakwa Junaidi, Abdul Samad, dan Jamiad dari pihak penyalur dana insentif guru Taman Pendidikan Quran yang merugikan negara Rp 3, 957 Miliar. Majelis hakim yang diketuai Santonius Tambunan, menyebutkan terdapat peranan sejumlah pihak dalam proses pencarian Rp 6,4 miliar dana bansos untuk pembayaran insentif.
“Sesuai dengan fakta persidangan, terdapat peranan Walikota Batam Ahmad Dahlan, Sekda Kota Batam Agussahiman, Asisten III Maaz Ismail, serta Kabag Keuangan Pemko Batam Abdul, dalam mendisposisikan pencarian proposal yang diajukan,”ujar hakim.
Dalam pertimbangan putusan, hakim juga menjelaskan, aturan pengajuan dan pencairan serta sistem pelaporan dana hibah Bansos dari APBD Kota Batam dilakukan berdasarkan instruksi Walikota Batam nomor 2 tahun 2010 dan Peraturan Walikota (Perwako) Batam nomor 9 tahun 2010 tentang mekanisme pengajuan, pengucuran dan pelaporan dana Hibah dan Bansos APBD Kota Batam.
“Harusnya, sesuai dengan Perwako yang dibuatnya, Walikota Ahmad Dahlan, berhak untuk menolak mengucurkan dana Hibah APBD Kota Batam ke BMG TPQ, karena pengajuan proposal tidak sesuai dengan Perwako. Tapi nyatanya Walikota tidak melakukan hal itu, bahkan menandatangani NPHD dengan para Ketua TPQ Kecamatan di Batam,”kata hakim.
Penandatanganan NPHD, tambah hakim, ditindaklanjuti oleh Agussahiman sebagai Sekda, kemudian Maaz Ismail sebagai Asisten III dan Kepala Bagian Keuangan Pemko Batam hingga terbitlah SPM untuk pencairan. Sehingga dicairkanlah dana Bansos APBD Kota Batam tersebut ke masing-masing pengurus TPQ kecamatan.
“Jadi pengucuran dana seluruhya tidak melalui terdakwa Jamiad, tetapi ada yang langsung kepada ketua-ketua TPQ masing-masing kecamatan. Selanjutnya, setelah dana cair, terdakwa Jamiad baru mengambil dana Rp 400-600 ribu per guru TPQ, di masing-masing kecamatan,”sebutnya.
Atas dasar itu, kerugian negara yang timbul dari kasus korupsi ini, yang nyata-nyata yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terdakwa Jamiat atas dana Hibah yang dikucurkan dan digunakan, total jumlahnya hanya sekitar Rp 450 juta.
“Mengenai Kerugian negara ini sendiri berbeda dengan tuntutan JPU, yang sebelunya menyatakan total loss. Namun pada faktanya, seluruh dana yang dikucurkan bukan hanya pada terdakwa Jamiad, tetapi ada juga ketua-ketua TPQ di seluruh kecamatan di Batam,”jelasnya.(ias)