Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 13527

BKPM Ajak Investor Investasi Pariwisata di Indonesia

0

2nd Indonesia Investment Forum di Kuala Lumpur, Selasa (26/4) lalu membuka mata calon investor terhadap potensi wisata Indonesia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menawarkan banyak skema investasi di pariwisata.

Ketua Pokja Percepatan Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Thaib memaparkan skema itu di hadapan 100 calon investor potensial.

Dia mengatakan, acara tersebut sudah diapkan dengan rapi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Hiram tampil mewakili Kemenpar yang sedang gencar membuka cakrawala baru dalam bisnis pariwisata.

“Kami memaparkan materi Tourism Development Investment Opportunity in Indonesia dihadapan 100 investor yang potensial. Alhamdulillah acara berlangsung lancar, kami berharap memberikan hasil optimal berupa investasi di kawasan pariwisata Indonesia,” kata dia usai acara.

Hiram menambahkan, kegiatan ini sebenarnya dilaksanakan untuk kedua kalinya dan berlangsung setiap tahun. Ini kelanjutan dari acara BKPM Investment Regional Forum di Bali tahun lalu yang juga dihadiri oleh Menpar Arief Yahya dan Ketua BKPM Thomas Lembong.

Hadir juga memberikan paparan Arie Prasetyo (Dirut BOPD.Toba ), Edwin (Direktur Pengembangan usaha KEK PT ITDC), Fachrully ( Dirut KEK PT Banten West Java Tanjung Lesung ), Alan Ye ( GM KEK PT Jababeka Morotai ), Berry Darmaputra ( Direktur Pengembangan usaha KEK Tanjung Kelayang ), Andre Darmono ( Kawasan Industri Kendal ), Rusmin Lawin (Direktur KEK Sei Mangke ), Johanes Mardjuki ( Managing Director Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate / JIIPE ). Acara dibuka oleh Andreano Erwin Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Ricky Kusmayadi ( Diector of IIPC Indonesian Investment Promotion Centre Singapore mewakili Ketua BKPM). Hiram menambahkan, BKPM dan Kemenpar terus proaktif memasarkan potensi investasi di sektor Pariwisata dan infrastruktur pendukungnya.

Di sektor pariwisata, investasi adalah ujung tombak baru dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal. “Sektor pariwisata dan ini yang tidak kalah pentingnya yakni infrastruktur pendukung, yang bisa  menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik,” kata dia.

Menurut dia, peluang usaha yang muncul dari infrastruktur pendukung harus dimanfaatkan oleh investor secara optimal. “Prospek sektor ini sangat besar bila melihat data-data yang ada. Pertumbuhan investasi terus berkembang. Kita akan genjot terus dari tahun ke tahun,” kata Hiram.

Di kesempatan terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa sektor pariwisata adalah alat yang paling cepat, murah dan mudah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa, PDB serta menciptakan lapangan kerja.

Menteri Pariwisata mengemukakan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2015 jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia. “Secara umum sektor pariwisata tumbuh 10,3%, di atas ASEAN yang tumbuh 5,1% dan dunia di level 4,4%,” jelasnya.

Terkait dengan infrastruktur pendukung, infrastruktur dasar, yang juga dikenal dengan JALI yaitu Jalan, air, listrik dan internet, saat ini sudah menjadi basic need. Pemerintah bertugas menfasilitasi investasi JALI.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong,  mengatakan, bahwa BKPM akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata.

“Presiden Jokowi menargetkan jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta di tahun 2019 tentu membutuhkan kerja keras dan sinergi berbagai Kementerian dan Lembaga, BKPM siap mendukung dari sisi investasi,” ujarnya.

Selama lima tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata pada total realisasi investasi berada di level 2,2% atau Rp 51,2 triliun. Dari data BKPM tahun 2016 investasi sektor pariwisata PMDN mencapai Rp 2,2T, sementara PMA Rp 12,8 triliun, sehingga total investasi sektor pariwisata Rp 15,0 triliun.(*)

 

Pungut Retribusi Secara Liar, Juru Parkir Didenda Rp 500 Ribu

0

batampos.co.id – Ahmad Tohirin dan Diswar, dua tukang parkir yang memungut retribusi secara liar di Jalan Asia Afrika, Vihara patung 1000, Kecamatan Tanjungpinang Timur, dihukum dengan denda sebesar Rp 500 ribu subsider tiga hari, oleh hakim tunggal dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (26/4).

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal, Guntur Kurniawan, didampingi panitera pengganti, Ulfa Heni, dihadiri oleh kedua juru parkir yang duduk di kursi pesakitan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Tanjungpinang, dinyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar tata cara perizinan tempat khusus parkir untuk badan usaha, melanggar pasal 5 junto pasal 47 peraturan daerah nomor 4 tahun 2016 Pemko Tanjungpinang, tentang distribusi parkir.

“Atas perbuatannya yang melanggar undang-undang. Kedua terdakwa dihukum denda sebesar Rp 500 ribu subsider tiga hari penjara,”ujar Guntur.

Atas putusan yang dijatuhi majelis hakim, kedua terdakwa mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut dan menerima denda yang dijatuhi majelis hakim.

Sementara itu, PPNS Satpol PP Kota Tanjungpinang, Dian Asmara Siregar, mengatakan kedua juru parkir liar tersebut diamankan pihaknya berawal dari informasi masyarakat yang memberitahu bahwa adanya pungutan liar yang dilakukan juru parkir di Kilometer 14 dekat Vihara patung 1000.

“Kami terima informasi dari Jumat (21/4) lalu. Makanya kami selidiki dan kami amankan juru parkir itu,”pungkasnya.(ias).

Desa Fatubesi Berhias Menggoda Warga Timor Leste

0

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu Nusa Tenggara Timur semakin yakin, hanya sektor pariwisata yang akan memperkuat ekonomi dan sosial masyarakatnya.

Mereka mulai mempersiapkan desa wisata Fatubesi untuk menjaring wisatawan mancanegara (Wisman) di Crossborder, Atambua.

“Budaya negara tetangga Timor Leste dengan Atambua sangat dekat dan sama. Banyak ritual budaya yang mereka lakukan bersama, terutama di desa Fatubesi ini, kita akan membuat banyak acara budaya di sana, akan berbondong-bondong mereka datang ke desa itu,” ujar Bupati Belu Willybrodus Lay didampingi Kepala Dinas Pariwisata Belu Johannes Prihatin.

Bupati yang biasa disapa Willy ini mengatakan, Fatubesi merupakan desa yang paling dekat dengan perbatasan, jaraknya hanya sekitar 2 KM dari Timor Leste. Desa ini berada di Kecamatan Nanaet Dubesi.

“Ada acara adat, acara keluarga, acara desa, yang masih menjadi daya tarik rakyat Timor Leste,” jelasnya.

“Kebijakan bebas Visa Kunjungan (BVK) membuat mereka mudah ke Indonesia,” ujar Willy. Dia menjelaskan, di era Presiden Joko Widodo ini semua infrastuktur di perbatasan sudah mengalami perkembangan yang signifikan. Khusus untuk desa Fatubesi tersebut, sudah ada lampu, aliran listrik, sudah ada jalan, dan sudah ada struktur pengurus desa yang lengkap.

“Hanya tinggal dibuat settingan desa wisata yang menjadi indah, lengkap dengan semua fasilitas agar wisatawan betah berlama-lama di desa tersebut, kami sudah lakukan beberapa perbaikan, dan sudah mempersiapkan tim untuk mengurusi ini,” ujar Willy.

Untuk digitalisasi, Kota Atambua dan seluruh Kabupaten Belu juga sudah siap dengan jaringan selular. Telkomsel 4G siap melayani wisatawan yang menyambangi Atambua.

“Ada beberapa festival yang tahun lalu sukses membuat mereka berbondong-bondong datang, itu akan kami buat lagi di tahun 2017. Kita akan jadikan Atambua Kota Festival, kita akan jadikan ini sebuah branding yang tidak pernah terlupakan bagi Rakyat Timor Leste,” ujarnya.

Untuk urusan destinasi alam, tidak ada yang mengalahkan Padang Fulan Fehan. Dengan cuaca yang dingin, bukit di atas gunung itu tidak dimiliki Timor Leste. “Mereka laut punya, tapi kalau keindahan Fulah Fehan, hanya kita yang punya, untuk desa Fatubesi semuanya kami siapkan di tahun 2017 ini, dan kami sudah berkoordinasi dengan sesepuh desa untuk mensukseskan program desa wisata Fatubesi,” ujar Kadispar Johannes.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Kabupaten Belu yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dinilai memiliki daya tarik tersendiri dan sangat strategis untuk pengembangan pembangunan pariwisata. Sejak Kemenpar menghidupkan crossborder, area sejak 2016, wilayah perbatasan menjadi deatinasi yang lumayan bagus.

Bahkan, sampai 3,6 persen dari total angka kunjungan wisman.

“Belajar dari banyak negara di Eropa yang maju karena crossborder,” ungkap Menpar Arief Yahya. Tahun ini, 2017, crossborder area juga menjadi target perolehan wisman. Karena itu, berbagai event digelar untuk menghidupkan wilayah perbatasan dengan berbagai festival. (*)

 

Simpan 7000 Butir Happy Five, Romelan Diciduk Polisi

0
Kapolresta BArelang AKBP Hengki menunjukan barang bukti pil happy five milik Romelan saat ekspos di Mapolres Barelang pagi tadi (26/4/2017). Foto: Egi Idriansyah/Batam Pos

 

batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang dan Polsek Lubukbaja meringkus seorang bandar narkoba bernama Romelan bin Ahmad Sudarman,32, di tempat tinggalnya Komplek Pasar Angkasa, Nagoya sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (25/4/2017).

Di tempat tinggal Romelan yang berada tepat di Blok V Nomor 3 itu, polisi menemukan sebanyak 7000 butir pil merk Dextro Metorpham atau Happy Five.

Menurut Kapolresta BArelang AKBP Hengki, 3000 butir diantaranya disimpan didalam tiga botol air mineral yakni per botolnya diisi 1000 butir.

Kemudian 4000 butir lainnya disimpan dam kantong plastik.

Di kediaman Romelan polisi ikut menyita uang tunai sebanyak Rp 457.000.(cr1/spt)

Kemenpar Gelar Asistensi Penthahelix di Belitung

0
foto: bwsuitebelitung.com

Bangka Belitung, salah satu dari 10 Bali Baru yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo itu akan menjadi tuang rumah kegiatan Asistensi MICE (MICE – Meetings, Inventions, Conferences, dan Exhibitions) tanggal 26 hingga 28 April 2019, mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat mengatakan, acara ini dilaksanakan bagian dari komitmen Kemenpar untuk terus mengembangkan 10 Bali Baru.

Seperti diketahui, 10 Bali Baru tersebut adalah  Danau Toba (Sumut), Bangka Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu, dan Kota Tua (DKI Jakarta). Lainnya adalah Candi Borobudur (Jateng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

“Ini adalah bagian dari percepatan, untuk merealisasikan target Wisman dan Wisnus. Semua unsur penthahelix di Bangka Belitung kita kumpulkan di acara ini,” ujar Esthy.

Wanita berhijab itu memaparkan, undangan yang akan hadir di acara tersebut adalah, Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Bappeda Kabupaten Belitung, Asososiasi Pariwisata, para pengelola objek wisata dan venue MICE di Bangka Belitung, akademisi yang terkait di bidang pariwisata khususnya MICE, Media, mahasiswa dan mahasiswi yang terkait dengan bidang studi pariwisata khususnya MICE, tokoh masyarakat dan Duta Wisata.

Menurut Esthy, sesuai acuan undang-undang, Industri MICE juga sebagai bagian dari Usaha Pariwisata. Hal tersebut ditegaskan dalam UU No.10/2009 tentang Kepariwisataan; Dimana pada pasal 14 (1) Usaha pariwisata meliputi, antara lain: (h) penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran.

Esthy mengatakan, dalam penjelasan Pasal 14 ayat 1 Huruf (h) yang dimaksud dengan “Usaha penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran,” adalah usaha yang memberikan jasa bagi suatu pertemuan sekelompok orang, menyelenggarakan perjalanan bagi karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan atas prestasinya, serta menyelenggarakan pameran dalam rangka menyebarluaskan informasi dan promosi suatu barang dan jasa yang berskala nasional, regional, dan internasional.

“Oleh karena itu kami akan berkonsentrasi menggarap destinasi MICE, terutama di 10 Bali Baru” ujarnya. Hidayat menambahkan, MICE itu market-nya besar atau size-nya besar, spread atau spendingnya besar, dan sustainabilitasnya juga besar.

Kata Hidayat, sekarang adalah momentum sektor MICE untuk mengukir sejarah di pariwisata. Dan gambarannya sudah terlihat jelas sejak 2016. Hampir seluruh primadona devisa negara terjun bebas. Minyak dan gas bumi, batu bara, serta minyak kelapa sawit, sedang meredup. Sementara industri pariwisata nasional justru melompat tinggi dan membawa efek domino yang menggerakkan beragam bidang ekonomi.

“Banyak pihak mulai melirik destinasi MICE di Indonesia. Punya alam yang indah, dan paket yang menarik dengan kombinasi aktivitas MICE dan tourism,” ujar Hidayat.

Menteri Pariwisata Arief yahya mengatakan, MICE termasuk menggerakkan roda ekonomi. MICE jadi makin terlihat seksi lantaran jumlah pesertanya banyak, partisipannya adalah decision marker, length of stay-nya panjang, media coverage-nya luas dan spendingnya sangat tinggi. (*)

 

Garuda Indonesia Boyongan ke Terminal 3 Ultimate, per 1 Mei

0
Salah satu sudut terminal 3 ultimate Bandara Soetta. Sumber Foto: lapakfjbku.com

Terhitung mulai 1 Mei mendatang, penerbangan internasional Garuda Indonesia akan pindah ke terminal baru. Dari Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta (SHIA) ke Terminal 3 Ultimate.

Garuda Indonesia sebenarnya sudah menggunakan Terminal 3 Ultimate sejak Agustus 2016 untuk penerbangan domestik. Namun, mulai 1 Mei 2017 pukul 00.00, seluruh penerbangan internasional maskapai pembawa flag carrier itu akan dilayani di Terminal 3 Ultimate.

Pindah terminal ini, sudah disampaikan Menpar Arief Yahya saat Roadshow ke AP II lalu. Setelah itu, anggota SkyTeam juga akan berpindah ke Terminal 3 yang acap disebut Tourism Airport atau Gerbang Pariwisata Indonesia itu.

“Mulai 1 Mei 2017,  penerbangan Internasional Garuda Indonesia akan pindah dari Terminal 2 ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin.

Dia memerinci, untuk penumpang first class, business class, dan pemegang GarudaMiles Platinum dipersilakan menggunakan Gate 1 pada area keberangkatan. Sedangkan untuk penumpang kelas ekonomi agar menggunakan Gate 2 pada area keberangkatan.

Menurut Awaluddin, area check in Garuda Indonesia menempati area Island A. Untuk penumpang first class, business class dan pemegang GarudaMiles Platinum agar melakukan check in di Island A, konter nomor 1-13 atau konter premium Garuda Indonesia.

“Untuk penumpang economy class lainnya agar check in di Island A, konter nomor 14-26,” sebut mantan direktur di Telkom itu.

Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, bagi para calon penumpang yang membawa bagasi berukuran besar atau oversize agar melakukan check in di Island A dan menuju konter OOG yang berada di antara Island C dan D. “Bersebelahan dengan lokasi OOG domestik,” sebutnya.

Khusus untuk konter check-in penerbangan internasional akan ditutup 60 menit sebelum waktu keberangkatan.

“Perhatikan waktu keberangkatan agar terhindar dari keterlambatan atau tertinggal pesawat,” pinta Awaluddin.

PT AP II juga menerapkan keamanan ekstra di Bandara 3 Ultimate. Selain pemeriksaan keamanan di pintu masuk menjelang check in, ada pula security check point jelang area ruang tunggu keberangkatan.

“Tersedia jalur pemeriksaan kemanan SkyPriority bagi penumpang first class, business class dan paltinum di sisi paling kanan,” katanya.

Sedangkan untuk area pemeriksaan imigrasi berada setelah pemeriksaan keamana kedua. Di area pemeriksaan imigrasi sini ada dua sistem yang diterapkan bagi penumpang warga negara Indonesia.

“Bagi penumpang WNI dapat menggunakan self-service counter atau pemeriksaan manual oleh petugas,” tuturnya.

Setelah melewati area pemeriksaan imigrasi, penumpang berada di area boarding lounge dan business class lounge. Bagi penumpang first class, business class dan pemegang GarudaMiles Platinum diarahkan turun menggunakan eskalator sisi kanan atau lift menuju lounge di Lantai Mezzanine.

“Penumpang economy class dapat turun menuju ke boarding lounge dengan menggunakan eskalator di sisi kiri  menuju ke Lantai 1 area boarding lounge,” kata Awaluddin menjelaskan.

Yang juga perlu diperhatikan penumpang internasional Garuda Indonesia di Terminal 3 Ultimate adalah gate. Saat ini Terminal 3 Internasional hanya mengoperasikan 6 gate, yaitu Gate 5 sampai dengan Gate 10. “Jadi mohon memeriksa boarding pass sesuai penerbangan,” pinta Awaluddin.

Dia mewanti-wanti para penumpang untuk memperhatikan waktu boarding. Sebab, Terminal 3 Ultimate memiliki area boarding lounge yang luas dan  terbuka.

Selain itu, jumlah papan pengumuman untuk boarding juga masih terbatas. “Maka penumpang disarankan duduk di area gate sesuai nomor penerbangan,” tuturnya.

Lantas, bagaimana dengan penumpang internasional Garuda yang baru tiba di Terminal 3? Para penumpang yang keluar dari pesawat akan diarahkan ke area pemeriksaan imigrasi. “Tersedia self-service counter atau menggunakan manual counter dengan pemeriksaan oleh petugas,” sebut Awaluddin.

Selanjutnya, penumpang menuju area pengambilan bagasi yang menyediakan enam conveyor belt. “Pastikan anda berada di conveyor belt sesuai nomor penerbangan. Selanjutnya keluar melalui area pemeriksaan Bea dan Cukai sebelum menuju keluar area kedatangan,” tuturnya.

Bagi penumpang yang menggunakan fasilitas penjemputan dengan kendaraan pribadi bisa keluar dari area bea cukai  melalui gedung parkir A pada area internasional yang berada di sebelah kanan sisi gedung terminal. Lokasi penjemputan ideal berada di lobi lantai 3.

“Sedangkan untuk pengguna moda transportasi umum bisa menggunakan bus di depan Gate 1-2, atau taksi di Gate 2-5 terminal kedatangan,” ujar Awaluddin. (**)

Wanita Ini Lakban Narkoba di Perut

0
Kapolresta Barelang AKBP Hengki (kanan) memberikan keterangan dan menunjukan barang bukti narkoba saat ekpos di Mapolresta Barelang, Rabu (26/4/2017). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua pengedar narkotika jenis sabu jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lahat, Sumatera Utara, Ratna dan Indra ditangkap petugas Bea Cukai dan personel Satuan Narkoba Polresta Barelang. Dari keduanya, tim gabungan ini mengamankan 709 gram sabu siap edar dan 100 butir pil ekstasi.

Keduanya ditangkap terpisah, Ratna diamankan di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Jumat (21/4/2017) lalu. Pada saat penangkapan itu, ia baru saja sampai di Batam dari Stulang Laut, Malaysia. Penangkapan terhadap Ratna, bermula pada saat ia melewati pintu x-ray pelabuhan.

“Setelah dia melakukan cop paspor, kemudian petugas bea cukai mencurigainya saat melewati pintu x-ray,” ujar Kapolresta Barelang AKBP Hengki, Rabu (26/4/2017) pagi.

Atas kecurigaan itu, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas Bea dan Cukai. Dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan narkotika jenis sabu seberat 709 gram beserta 100 pil ekstasi di tubuhnya. Sabu di tubuh Ratna itu dikemas ke dalam 37 kantong plastik dan pil ekstasi dikemas ke dalam dua kantong plastik.

“Sabu itu disimpannya di dekat perutnya dengan cara dilakban,” jelasnya.

Atas temuan itu, kemudian petugas Bea dan Cukai menggelandang Ratna ke Kantor Bea dan Cukai di Batuampar, guna penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangan Ratna, rencananya sabu dan pil ekstasi itu akan dibawanya ke Palembang dan akan diberikan kepada seseorang yang bernama Indra.

Mendapati keterangan dari Ratna, kemudian petugas Bea dan Cukai melakukan koordinasi dengan Satres Narkoba Polresta Barelang untuk membekuk Indra di Palembang. Pada Jumat (21/4), petugas Bea dan Cukai bersama dengan personil Polresta Barelang yang berjumlah 10 orang langsung berangkat menuju ke Palembang.

“Tersangka Indra ini kita tangkap pada Minggu (23/4) paginya,” jelas Hengki.

Sementara itu, sumber Batam Pos mengatakan, Ratna dan Indra dikendalikan oleh seseorang yang berada di dalam Lapas Lahat. Ratna, pengguna kelas berat, diminta oleh tahanan kasus narkoba itu untuk membeli sabu dan pil ekstasi ke Malaysia dan selanjutnya diberikan kepada Indra.

“Pengendalinya Fajar yang berada di Lapas Lahat. Sementara Indra ini, dia istilahnya hanya sebagai “gudang”. Setelah sabu itu diberikan Ratna, nanti Indra ini yang akan membagikannya sama pengedar,” kata sumber tersebut.

Ia juga menjelaskan, penangkapan terhadap Indra sempat terjadi tarik ulur. Tim gabungan meminta untuk Ratna bertransaksi dengan Indra di salah satu hotel mewah di Palembang. Namun, permintaan itu ditolak oleh Indra, ia bersikeras untuk melakukan transaksi di jalan.
“Setelah dibujuk, akhirnya Indra ini mau transaksi di hotel. Dia langsung diamankan setelah sabu dan pil ekstasi itu berada di tangannya. Mereka transaksinya di salah satu lobi hotel mewah,” ucapnya. (cr1)

Main Paralayang di Pantai Modangan Kabupaten Malang

0
Atlit Paralayang Persiapan Meluncur di Bukit Setinggi 250 meter (Falahi Mubarok/Jawa Pos Radar Malang)

Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kab Malang memperkaya diri sebagai spot wisata dirgantara dengan mengusung paralayang.

Bila dibandingkan dengan Bukit Timbis di Bali dan Pantai Parangtritis, Jogjakarta, justru lokasi di Pantai Modangan ini sangat strategis.

Landasan pacunya yang terletak di atas tebing yang berbatasan langsung dengan bibir Pantai Modangan. Bahkan, para atlet terbang bebas menjuluki lokasi yang belum genap sebulan dibuka itu sebagai surganya paralayang.

Pasalnya, pantai dengan pasir putih sepanjang 1,06 kilometer tersebut bisa menjadi pendaratan yang nyaman para olahragawan Paralayang. Belum lagi birunya laut pantai selatan menjadi pemandangan yang menarik. Ditambah dengan perbukitan hijau yang membentang, hutan yang masih perawan, sampai air terjun yang terlihat jelas dari atas. “Itu kenapa saya berani menyebutnya sebagai surganya paralayang,” kata Ridwan Asnan, instruktur paralayang yang menjadi salah satu pembuka spot paralayang Pantai Modangan.

Kelebihan lain dari Pantai Mondangan ini diantaranya, pemandangan dari atas bukit Waung dengan ketinggian kurang lebih 210 meter dari permukaan air laut (mdpl) benar-benar menawan. “Kalau angin bagus, kami bisa bermain lama-lama di atas. Mulai jam 10 pagi sampai sore  terbang terus,” kata pria yang akrab disapa Abah ini.

Menurut dia, potensi Modangan sangat besar. Karena dari pencarian selama ini, mulai dari Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Jember, belum ada yang sebagus Mondangan. “Di sini ini yang baru saya temukan, sudah 20 tahun mencari lokasi untuk paralayang. Jadi kalau di sini tidak segera dibangun ya sayang,” kata dia.

Haris Effendy, salah satu atlet paralayang yang ikut membuka Paralayang di Modangan mengatakan, potensi pemuda daerah harus dikembangkan. “Saat ini kami membangun potensi pemuda desa sini untuk belajar olahraga paralayang. Kami ajarkan pada penduduk sini. Agar suatu saat nanti ada atlet Paralayang dari sini. Bagi saya itu sangat mungkin, jangan rendah diri meski hanya lulusan SD, atau latar belakang apapun. Asal ada kemauan semuanya bisa Paralayang,” kata dia.


Dua Atlit Paralayang di atas pantai Modangan (Falahi Mubarok/Jawa Pos Radar Malang)

Pria yang juga Staff Dinas Pariwisata Kota Batu itu menambahkan, baginya di Modangan ini adalah aset besar. “Jangan sampai pemudanya hanya duduk manis, ini butuh semua peran. Ada potensi besar harus di kembangkan bersama,” ujar Haris.

Senada dikatakan, Budi Utomo kepala Desa Sumberoto mengatakan, berharap nantinya ada bantuan untuk  pengembangan Paralayang Modangan. “Terutama akses jalan, kalau hanya Desa yang membangun jalan akses, pasti berat,” katanya.

Sementara Made Arya Wedanthara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang mengatakan mendukung sepenuhnya aktifitas destinasi wisata baru di Pantai Modangan. “Kami akan support. Karena itu memang destinasi wisata pantai  baru, apalagi untuk olahraga dirgantara. Jadi masih akan kami survei untuk fasilitas jalan yang menuju ke sana,” katanya.

Menpar Arief Yahya berharap destinasi baru itu segera mendapat perhatian, minimal oleh Pemkab dan Pemprov. Agar segera dicarikan solusi untuk 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Rumus 3A milik Menteri Arief Yahya itu adalah prasyarat sebuah destinasi dikembangkan. “Ketiganya harus utuh terintegrasi dengan baik! ” ujar Arief Yahya.  (*)

Ini Tujuh Titik Jalan yang Akan Dilebarkan

0

batampos.co.id – Dinas Bina Marga (DBM) Kota Batam masih fokus mengerjakan tujuh proyek pelebaran jalan sepanjang 10.550 meter pada tahun 2017 ini. Sehingga pengaspalan dua proyek pelebaran jalan yang sudah selesai dikerjakan pada tahun 2016 akan dilakukan bertahap.
“Kita lakukan bertahap. Sebagai contoh simpang BNI ke Bundaran Madani, kita tuntaskan sekalian pengaspalan. Hanya saja sebelum diaspal, kita tambah dulu lebarnya,” kata Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Kota Batam, Yumasnur, Rabu (26/4/2017).

Yumasnur menyebutkan, jalan tersebut saat ini masih tiga lajur, dan masih dalam tahap pengerjaan menjadi empat lajur. “Setelah itu (empat jalur) baru diaspal. Sesuai target, pelebaran dan pengaspalan selesai tahun ini juga,” janjinya.

Kemudian dari simpang CIMB Niaga menuju Pelita pada tahun ini direncanakan selesai pengaspalan. Lalu, simpang Planet menuju simpang The Hill akan dibuka dan dilebarkan. “Belum langsung diaspal,” tuturnya.

Sama halnya dengan simpang Telkom-Irinko, jalan dibuka dulu, kemudian dilebarkan sebelum akhirnya diaspal. “Sebagian jalan sudah ada yang dicor, cuma bertahap. Sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Tujuh titik pelebaran jalan yakni Simpang Lippo-Pelita Telkom sepanjang 800 meter, underpas-Simpang Telkom-Irinko 1.450 meter, bundaran Hotel Planet-Simpang The Hill 800 meter, Simpang Baloi Center-Simpang Apartemen Harmoni 1.500 meter. Dua program lanjutan, yakni Simpang BNI-Bundaran Marina 1.500 meter, Simpang Jam-Simpang BNI 1.500 meter dan satu jalan dibangun oleh Dinas Provinsi Kepri, yaitu Simpang Frenki-Simpang BNI-underpas sepanjang 3 kilometer.

“Pembangunan dan pelebaran jalan ini diharapkan bisa mengurai kemcetan yang sering terjadi di Kota Batam,” sebut Yumasnur. (rng)

Gula Rafinasi Bebas Beredar, Ini Ciri-cirinya

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam harus lebih hati-hati membeli gula. Sebab, gula rafinasi banyak beredar dan dijual bebas. Padahal, gula kristal putih yang masih mentah dan telah mengalami proses pemurnian untuk menghilangkan molase ini, tidak layak dikonsumsi karena kandungan glukosanya sangat tinggi.

Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (DPP APEGTI) Kepri, Nurbaini mengatakan, peredaran gula rafinasi di Kepri, khususnya Batam cukup mengkhawatirkan.

ilustrasi

“Kepri dan Batam sama saja, hampir seluruh wilayah tersebar gula rafinasi. Banyak dijual di pasar dan supermarket,” kata Nurbaini di Hotel Harris, Rabu (26/4/2017).

Dikatakannya, kandungan yang ada pada gula rafinasi sangat berbahaya. “Gula ini sangat berbahaya, apalagi kalau dikonsumsi rutin. Bisa menyebabkan kematian,” terangnya.

Secara kasat mata ada perbedaan antara gula layak konsumsi dengan rafinasi. Gula rafinasi memiliki tekstur yang halus, antara satu butir dengan butir lainya tidak sama. Bahkan, jika dipegang ada yang berbentuk serbuk atau tepung.

“Warna gula rafinasi ada dua, putih dan kuning. Kalau beli gula, lihat teksturnya,” kata Nurbaini mengingatkan.

Menurut dia, hampir seluruh gula rafinasi didatangkan dari luar Indonesia secara ilegal. Padahal pemerintah Indonesia melarang impor gula. “Gula ini bukan disalurkan melalui Bulog (Badan Urusan Logistik), tapi biasanya masuk dari luar negeri. Karena itu banyak yang di-packing menggunakan bungkus palsu,” bebernya.

Karena itu, ia berharap masyarakat lebih awas dalam membeli dan mengkonsumsi gula. Jika membeli, lihatlah bungkus yang ada tanda SNI (Standar Nasional Indonesia) dan memiliki tekstur yang sama. “Biasanya jelang bulan puasa ini, makin banyak beredar. Dan kita minta masyarakat waspada,” sebutnya.

Untuk itu, Nurbaini berencana meminta bantuan Gubernur Kepri dalam hal pengawasan keberadaan gula rafinasi di Kepri. Tim tersebut bisa melibatkan berbagai instansi mulai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag), Bea dan Cukai, Kepolisian hingga TNI.

“Masih akan kita ajukan untuk pembentukan tim monitoring. Kenapa baru sekarang, karena saya baru dilantik beberapa bulan ini. Dan pengawasan ini harus secepatnya dilakukan,” jelas Nurbaini. (she)