Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 13530

Menaker Siapkan BLK untuk Didik SDM Kepariwisataan

0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri, mengatakan telah menyiapkan balai latihan kerja (BLK) di bawah kementeriannya maupun pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil di sektor pariwisata.

Sektor yang ke depan semakin menjadi primadona, setelah Presiden Joko Widodo memastikan core economy bangsa ini ada pariwisata!

“Sejumlah BLK baik di bawah kemenaker maupun pemerintah daerah, ini kami dorong masuk ke sektor hospitality, terutama daerah perbatasan atau crosborder area. Di luar itu kami juga bantu penyiapan instruktur,” ujar Hanif saat ditemui di kompleks Istana Negara, Selasa (18/4).

Sebagai contoh di Raja Ampat, Papua Barat, katanya, Kemenaker telah mengirim instruktur bahasa Inggris untuk melatih masyarakat pemandu wisata di sana karena sudah banyak wisatawan manca negara yang datang.

Di sisi lain, Menaker Hanif juga memuji pengembangan fasilitas pariwisata di pedesaan dengan membangun homestay. Hal itu, kata dia, akan membantu penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dari segi tenaga kerja, saya bisa katakan sektor pariwisata cukup kompetitif, karena kita di sektor hospitality itu persiapannya sudah baik dan siap bersaing,” tutur Hanif, yang juga meyakini sektor ini bisa mendrive ekonomi bangsa, menaikkan devisa, mendongkrak PDB, dan yang sesuai dengan tupoksinya: meng-create tenaga kerja.

Namun demikian, pihaknya memberikan saran agar pembangunan homestay di berbagai daerah dilakukan berdasarkan standar tertentu.

“Perlu standar. Misalnya ada homestay melati, homestay bintang satu, bintang lima, sehingga dari segi services, fasilitas penginapan, ada sandar yang bisa menjadi pilihan wisatawan,” jelasnya.

ilustrasi pendidikan pariwisata

Menpar Arief Yahya sependapat dengan usulan Menaker Hanif Dakhiri itu. Sejak tahun 2016 lalu, Kemenpar sudah membuat sayembara desain arsitekturalnya, dan masing-masing daerah (baca: 10 destinasi prioritas) sudah ketemu bentuk local wisdom-nya. “Dari bentuknya pun distandarkan, dan harus menggunakan kearifan lokal,” jelas Arief Yahya.

Lalu, standar layanan juga, Kemenpar sudah menurunkan tim dari Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata untuk mengajarkan hospitality. Soal kebersihan, kenyamanan, breakfast, soal atraksi masyarakat yang bisa memperkuat destinasi, soal budaya dan tradisi, sampai manajemen promosi via online.

Secara bertahap, homestay itu sudah di digitalisasi. Mereka diberikan template website yang sudah dilengkapi commerce, sekalian diinstal booking system dan payment engine.

“Targetnya mereka bisa punya akses ke global market, ke pasar dunia, dan terbuka untuk look, book, pay dalam satu platform, melalui ITX, Indonesia Tourism Xchange,” jelas Arief Yahya.

Bahkan, Menpar Arief juga sudah meminta tim teknis untuk mengajarkan masyarakat dengan laporan keuangan berstandar akubtansi yang baku. Cukup bisa buat laporan laba rugi, cashflow dan neraca, agar makin maju dan standar dunia. “Inilah implementasi dari pemerataan di pariwisata,” kata Arief Yahya. (*)

Tentara Nyambi jadi Bintang Film Porno

0

Joseph John Schmidt III, seorang personel pasukan khusus tentara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) nyambi jadi bintang film biru.

Akibatnya karirsnya selama 23 tahun itu amat mungkin berakhir.

Pria berusia 42 tahun itu ketahuan menyambi jadi bintang film porno dengan nama samaran Jay Voom. Dia bersikeras melakukan hal itu untuk membantu sang istri, Jewels Jade, yang juga seorang aktris film biru. Jade jelas membela sang suami.

’’Semua orang tahu aku menikah dengan anggota Angkatan Laut. Dia menjalankan tugasnya sebagai tentara dan membantu pekerjaanku sehingga aku nggak perlu merekrut orang,’’ tegasnya.

Jade menjelaskan, pria yang menjadi suaminya selama 15 tahun itu tidak layak mendapat sanksi. Sebab, suaminya tersebut terbilang berprestasi. Schmidt telah mengoleksi puluhan medali dan gelar Pelaut Terbaik.

’’Seharusnya kalian nggak usah terlalu ngurusin. Ini pekerjaan legal. Lagi pula, banyak orang yang nonton film porno,’’ ucapnya sebagaimana dikutip Huffington Post.

Susah juga sih kalau pekerjaan sampingannya ’’menantang’’ seperti itu. Diminta istri pula. Kan sayang kalau dilewatkan. Mubazir. (Huffington Post/fam/c7/na/Jpgroup)

Kemenpar Bidik Turis Asal Malaysia

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik warga Seremban, Malaka, dan Johor Bahru-Malaysia. Tiga kota di Malaysia itu akan digoyang dengan paket wisata ke destinasi unggulan yang dimiliki Indonesia dari 26-28 April 2017.

Nah, paket wisata ke destinasi unggulan tadi akan ditawarkan di tiga sales mission. Agendanya akan dilaksanakan secara roadshow. Table Top di Seremban akan digelar 26 April. Esok harinya, 27 April, Table Top bergeser ke Malaka. Sementara pada 28 April, Table Top akan dipusatkan di Johor Bahru.

Lantas mengapa harus Malaysia? Mengapa juga harus fokus di Seremban, Malaka, dan Johor Bahru? Apa juga istimewanya tiga kota di Malaysia itu?

“Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Sama-sama rumpun Melayu,” kata I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, yang didampingi Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rabu (19/4).

Faktanya, saat ini Malaysia ada di posisi 4 besar kunjungan wisman terbanyak ke Indonesia setelah Tiongkok, Singapura, dan Australia. Berdasarkan realisasi wisman 2015, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 1.200.202. Angkanya turun 5,95% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.276.105 orang.

Dan pada 2016, kunjungan wisman Malaysia ke Indonesia mencapai 1.225.458. Raihannya turun 1,75% dibanding tahun sebelumnya.

”Sekarang momentumnya wisman Malaysia untuk naik. Jadi kami gencar ‘menyerang’ ke sana,” ucap Pitana.

Soal pilihan ketiga kota tadi, Pitana punya alasan kuat. Yang utama, Seremban, Malaka, dan Johor Bahru berada di semenanjung barat Malaysia. Sekedar info, Seremban dan Malaka adalah kota-kota yang dekat dengan Kuala Lumpur.

“Jadi sangat potensial untuk digarap dengan memanfaatkan hub Kuala Lumpur,” tandas Pitana.

Johor Bahru juga tak kalah seksinya. Inilah kota yang mempunyai penerbangan langsung ke Indonesia. Selain itu, Johor Bahru juga terhubung dengan Kepulauan Riau melalui kapal ferry. Kawasan ini juga dapat memanfaatkan Singapura yang berjarak sangat dekat sebagai hub ke Indonesia.

“Itu sebabnya Kemenpar agresif. Kami ingin mengejar target kunjungan wisman Malaysia ke Indonesia sebesar 1.772.000 orang di 2017,” ungkap Pitana.

Sejumlah wisatawan saat tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Untuk menggapai target ini, Kemenpar menggandeng 20 sellers dari industr ipariwsata Indonesia. Tour operator / travel agent dan hotelier dari destinasi utama Indonesia untuk pasar Malaysia yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan,Kepulauan Riau, Jambi, Jakarta, JawaTimur, Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Selatan, ikut diboyong.

Semuanya akan memasarkan 10 destinasi prioritas seperti Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (jawaTimur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat) Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

Kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi ‘10 Bali Baru’ itu akan ditawarkan kepada 30 buyers di masing-masing kota pelaksanaan.

“Untuk mendapatkan top outbound buyers di ketiga kota tersebut, kami berkoordinasi dengan VITO Malaysia serta Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA, red) yang merupakan asosiasi travel agent terbesar di Malaysia,” papar Pitana.

Menpar Arief Yahya menyebut Pasar Malaysia itu porensial untuk dikembangkan. Mereka yang sudah berumur, sangat cocok dengan Bali atau 10 destinasi prioritas. Mereka yang paruh baya bisa diarahkan main golf. Kebetulan sudah ada 114 golf course Indonesia yang standar internasional. Sementara ibu-ibu dan anak-anak mudanya bisa digoda dengan wisata belanja dan wisata bahari.

“Kita menjual destinasi yang menarik. Dan jangan lupa, Indonesia sudah diakui sebagai ASEAN favourite destination. Berwisata ke Indonesia tidak akan rugi,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

Javanese Diaspora Event (JDE) III Puaskan Peserta

0

Javanese Diaspora Event (JDE) III memuaskan peserta.

Ratusan orang keturunan Jawa yang berasal dari Suriname, Kaledonia Baru, Belanda, Singapura, Malaysia, Thailand, Sulawesi dan lainnya, antusias mengikuti rangkaian acara.

Sejak dibuka pada Senin (17/4/2017) atau 20 Rejeb 1950 Tahun Saka, JDE III diisi dengan sejumlah acara pengenalan budaya Jawa. Pusat kegiatan hingga tanggal 23 April berada di Museum Beteng (Beteng Vredeburg) Jogja.

Ada 19 kegiatan seperti bazar, pameran karya seni dari diaspora Jawa. Ada diskusi dan pertunjukan wayang kulit dengan menghadirkan Ki Warsena Slank, ada stand up comedy berbahasa Jawa dengan tema “Waton Njeplak”, dan pemaparan materi Filosofi Jawa. Kemudian ada workshop membatik, pelajaran bahasa dan huruf Jawa Hanacaraka serta pemutaran film Jawa. Ada pula kunjungan ke museum, ke sekolah SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa, dan sebagainya.

Saat workshop membatik, para peserta dengan tekun mengikuti arahan pembimbing. “Para peserta semangat sekali. Rasa ingin tahunya begitu tinggi. Kami pun jadi semangat pula,” ujar Podang Suroto dari Batik Keris Solo yang menyediakan materi workshop.

Forum berkumpulnya orang Jawa dari berbagai tempat tersebar  di dunia ini bertema “Ngumpulke Balung Pisah”. Menariknya, kendati mereka belum pernah bertemu, komunikasi bisa lancar. “Nganggo boso Jowo ngoko,” ujar Yakiem Asmowidjojo, Rabu (19/4).

Yakim keturunan Jawa Suriname sekarang bermukim di Belanda. Ia merupakan Kordinator Diaspora Nedherland dan Suriname. Dalam acara kali ini ia membawa rombongan besar. “Petang puluh seka Londo, selikur seka Suriname (Empat puluh dari Belanda dan dua puluh satu dari Suriname),” urainya.

Pria yang memiliki kakek asal Nganjuk dan nenek Blitar, Jawa Timur ini menjelaskan teman-temannya sangat senang bisa sampai Jogja. “Seneng iso mulih Njawa. Simbah mbiyen ora iso, merga ora duwe duit, saiki putune iso dolan mrene (Senang bisa pulang ke Jawa. Jika kakek nenek dulu tidak bisa karena tidak punya uang, sekarang cucunya bisa ke sini),” katanya.

Yakiem dan kawan-kawan memanfaatkan kesempatan ini untuk berwisata ke sejumlah lokasi wisata di Indonesia. “Sekarang kerja dulu sampai tanggal 23. Tanggal 25 April saya mulai liburan keliling Solo, Madiun, Malang, Bali, Lombok dan Jakarta. Saya akan menikmati liburan,” tandasnya memakai bahasa Jawa.

Kepada media lokal, salah satu peserta, Sri Rahayu yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, mengaku sangat emosional saat mengikuti upacara pembukaan, bahkan ia sampai meneteskan air mata saat lagu Matur Nuwun Simbah dinyanyikan. Lagu ini adalah lagu tema Javanese Diaspora Event III.

Baginya, event ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa karena mengingatkan orang-orang kepada leluhur yang telah berjuang sepenuh hati agar anak cucunya bisa hidup dengan sejahtera, di mana pun berada.

Ketua panitia Javanese Diaspora Event III, Indrata Kusuma Prijadi, mengatakan dibandingkan dengan penyelenggaran dua event sebelumnya, Javanese Diaspora Event III diikuti oleh lebih banyak peserta.

“Diaspora Jawa itu merujuk ke para keturunan orang Jawa yang tidak lagi tinggal di Jawa. Dalam hal ini adalah wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogja. Mereka hadir, saling bersilaturahmi di Jogja,” jelasnya.

Menurut Indrata, JDE III dihadiri beberapa tokoh diaspora Jawa yang cukup dikenal di negaranya masing-masing. Di antaranya adalah Paul Salam Somohardjo yang merupakan mantan Ketua Parlemen Suriname tahun 2005 silam, Titi Amina Pardi yang adalah dubes Suriname untuk Indonesia, Hariette Mingoen, antropolog serta Ketua Stichting Comite Herdenking Javanese Immigratie Nederland dan Thiery Timan yang merupakan Ketua Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya di New Caledonia.

Sementara itu, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro mengaku sangat senang bisa menjadi tuan rumah bagi orang Jawa dari seluruh dunia untuk bisa berkumpul dan berbagi bersama.

Ia mengaku akan berkerja keras untuk memastikan setiap diaspora Jawa yang hadir agar senang dan bahagia selama berjalannya Javanese Diaspora Event III.

Kendati taglinenya “reuni” Diaspora Jawa, event ini juga dihadiri keturunan Batak dan Manado di luar negeri. Ada Norman Pasaribu dan Djintar Tambunan dari Kaledonia Baru.

Aktivitas reuni dengan mengundang orang ke tanah air itu termasuk MICE. Meeting Incentives Conference Exhibition itu masuk dalam portofolio bisnis pariwisata, yang hitungannya sekitar 5%.
“Makin banyak aktivitas MICE, makin bagus bagi industri pariwisata,” kata Arief Yahya. (*)

AHY Motivasi Perempuan di Hari Kartini

0

 

AHY sedang berdiskusi bersama jajaran DPC Partai Demokrat Tanjungpinang, di Jakarta belum lama ini. AHY akan menyampaikan pidatonya di Hari Kartini di Tanjungpinang akhir pekan ini. F: DPC Partai Demokrat untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan turut serta pada rombongan kegiatan Demokrat Keliling Nusantara di Bintan, akhir pekan ini. Selain dijadwalkan akan membentuk Komunitas Indonesia Berlari 2045, AHY juga punya sederet agenda selama tiga hari di Kepulauan Riau. Di antara yang akan menarik perhatian masyarakat luas adalah pidato AHY bersempena peringatan Hari Kartini tahun ini, Jumat (21/4) di Gedung Bumi Maitri Tanjungpinang.

Sebab, pidato dalam tajuk Untuk Perempuan Indonesia itu akan disiarkan secara langsung ke seluruh pengurus Partai Demokrat setanah air yang juga sedang merayakan peringatan Hari Kartini. “Sehingga pesan pidato AHY bisa sampai dan disimak langsung oleh masyarakat Indonesia dari Tanjungpinang,” kata Ketua LSM Sahabat Sehati, Dicky Novalino, kemarin.

LSM Sahabat Sehati adalah pihak penyelenggara yang akan melaksanakan acara Anugerah Perempuan Inspiratif sempena peringatan Hari Kartini tahun ini. Dicky menerangkan, pihaknya sengaja mengundang AHY pada acara tersebut karena bagi Sahabat Sehati, AHY merupakan sosok yang bisa dijadikan simbol harapan untuk masa depan.

“Kebetulan di Hari H beliau juga sedang di Tanjungpinang, jadi sekalian kami undang agar bisa memberikan semangat kepada perempuan-perempuan hebat di sini,” kata Dicky.

Hal yang sama diutarakan Pepy Candra selaku Pembina LSM Sahabat Sehati. Kehadiran AHY, kata Peppy, diyakini akan membuat perayaan Hari Kartini tahun ini jadi lebih berbeda dan penuh warna. Terlebih AHY bahkan dengan sukacita akan menyampaikan pidato yang ditulisnya sendiri buat kaum perempuan Indonesia.

“Nah itulah yang sangat ditunggu-tunggu. Mas AHY itu kalau pidato sangat menggugah hati. Jadi bisa jadi penyemangat bagi siapa saja yang hadir di acara nanti, utamanya bagi kaum perempuan,” kata Pepy yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Tanjungpinang ini.

Pada acara Anugerah Perempuan Inspiratif 2017 tersebut, akan diberikan penghargaan kepada perempuan-perempuan di Tanjungpinang yang dinilai sudah berjasa sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. Ada yang berjasa di bidang pelestarian kebudayaan, kebersihan lingkungan, pegiat UMKM, pendidikan, dan juga ibu rumah tangga.

“Nanti Mas AHY sendiri yang juga akan ikut menyerahkan anugerah tersebut,” tambah Pepy.

Keesokan harinya, AHY dijadwalkan juga memberikan kuliah umum di kampus UMRAH Tanjungpinang, bersua dan berdialog dengan insan pers dan sudah pasti meresmikan Komunitas Indonesia Berlari 2045 pada Minggu (23/4) pagi di Kijang, Bintan. (aya)

 

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, mulai Bersolek

0

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebagai destinasi wisata daerah perbatasan (cross border) mulai berbenah. Semua mulai ditata dengan berpatokan pada standar dunia.

“Talaud sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata perbatasan oleh Kementerian Pariwisata dua minggu lalu. Karena itu kita akan benahi pariwisatanya. Kami juga akan menyiapkan calender of event untuk 2017 yang mungkin dimulai Mei,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Talaud Ronal Izak, Rabu (19/4).

Ya, Talaud memang istimewa. Sangat pas ditetapkan menjadi destinasi wisata perbatasan. Daerahnya berbatasan langsung dengan Filipina. Untuk crossborder tourism, sangat oke mengingat pesona alam bibir Pasifik yang indah tersaji di sana.

Sebutannya saja Bumi Porodisa, bahasa yang diserap dari kata paradise. Kepingan surga. Konon sebutan ini selalu diungkapkan pelaut Portugis ketika melakukan pelayaran sepanjang Kepulauan Sangir – Talaud.

“Kemenpar sudah berkomitmen akan bantu memajukan wisata Talaud, khususnya mempromosikan keindahan pulau-pulau dan pantai yang bersih dan masih natural di sini. Jadi kami di daerah pelan-pelan mulai membenahi promosi, infrastruktur fisik dan penunjang pariwisata,” jelas Ronal.

Soal keindahan destinasi wisata, Ronal mengaku tak khawatir. Destinasi wisata di Talaud banyak menebarkan pesona alam yang yahud. Pulau Karakelang misalnya. Banyak surga tersembunyi yang bisa ditemui disana. Dengan bantuan promosi dari pusat, Ronal yakin wisata kepualauan Talaud akan makin dikenal di seluruh Indonesia dan mancanegara.

“Dengan terobosan-terobosan yang dilakukan Bupati kami Ibu Sri wahyumi Maria Manalip dan dukungan pusat, sangat memberikan dampak positif bagi pariwisata Kabupaten Talaud,” kata Ronal.

Penetapan Talaud sebagai salah satu destinasi pariwisata perbatasan andalan tak lepas dari dukungan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty dan Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Esthy mengatakan, setelah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata perbatasan andalan, banyak tugas yang menanti kepala daerah bersama tim untuk memajukan pariwisata di daerah tersebut.

Tugas utama yang dikejarnya adalah melakukan pembenahan berbagai sarana dan infrastrtuktur pendukung lainnya di Talaud lsupaya terlihat ada perbedaan dalam penataannya.

“Pembenahan mendesak dilakukan supaya bisa membuat Talaud menjadi lebih baik dari sisi fisik. Wisatawan yang datang ke Talaud harus dibuat betah,” ujar Esthy.

Kebetulan, Talaud punya banyak destinasi wisata yang keren. Selain wisata alam pantai dan air terjun, ada juga wisata petualang goa dan desa wisata. Yang cukup dikenal antara lain Pantai Pesisir Timur pulau Karakelang, Pantai Lobbo, Goa Weta, Air Terjun Ampadoap, dan Desa Adat Bannada.

Di pesisir Timur, wisatawan bisa menikmati hamparan pasir halus sepanjang 12 kilometer. Pantainya berhadapan langsung dengan lautan pasific dan memiliki lebar sekitar 60 hingga 80 kilometer jika sedang surut.

Pantai Lobbo di Kecamatan Beo Utara juga tak kalah okenya. Apalagi saat sunset. Pancaran oranye matahari di ufuk barat bumi semakin indah saat pulau Nusa Tofor dan Nusa Dolong membentuk siluet di bawahnya.

Hamparan pasir hitam halus yang luas, serta deburan ombak bertingkat semakin menambah nikmatnya menghabiskan senja di pantai yang masih perawan ini.

Pualu Karakelang juga punya pesona Goa Weta dengan stalaktit dan stalakmitnya. Goa ini mempunyai panjang sekitar 400 meter dan tembus ke ujung goa lainnya di perbukitan.

Air Terjun Ampadoap juga punya keunggulannya sendiri. Dua buah air terjun yang saling berhadapan ini tak tinggi, masing-masing hanya setinggi lima meter. Kedua air terjun ini jatuh di antara bebatuan dan aliran airnya bertemu di satu titik, lalu mengalir bersama menuruni anak sungai.

Sementara, Desa Bannada ditetapkan sebagai desa adat karena kearifan lokal kerajaan Talaud atau Porodisa yang tetap terjaga hingga saat ini. Para petua adat, masih menyimpan barang-barang peninggalan sejarah kerajaan Porodisa terdahulu. Desa ini sangat tradisional, perkembangan zaman tak mampu menggerus budaya yang telah turun temurun dipelihara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan cross border tourism di Talaud, selain dimaksudkan untuk menggarap potensi wisata mancanegara di daerah tersebut, juga bertujuan menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat. “Potensi border tourism itu besar. Masyarakat di sana juga harus mendapatkan benefit dengan lebih banyak event, sehingga banyak orang berdatangan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menurut Arief, cross border tourism sesuai dengan fokus Presiden Joko Widodo yang ingin menggairahkan daerah perbatasan. Presiden Jokowi sejak awal menaruh perhatian serius kepada warga masyarakat Indonesia yang berada di pulau terluar, perbatasan dan daerah terpencil. Saking seriusnya, Presiden ketujuh Indonesia itu tak ragu mengubah sebutan daerah perbatasan dari pulau terluar menjadi pulau terdepan. Karena itu, serangkaian border tourism digelar dari Atambua, Dili, Papua, Aruk, Entikong, sampai ke Batam-Bintan.

“Kami akan terus pelajari dan evaluasi, seberapa efektif untuk menggairahkan ekonomi masyarakat. Termasuk seberapa bagus menarik wisatawan dari negara tetangga,” kata menteri asal Banyuwangi itu. (*)

Tiang Listrik Tumbang Arus Lalulintas Terganggu

0
Petugas PLN sedang menangani tiang listrik yang tumbang di Desa Seri Bintan, Rabu (19/4). F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Tiang listrik milik PLN tumbang dan melintang di tengah Jalan Raya Tanjunguban, Batu 56, Desa Seri Bintan, Kecamatan Teluk Bintan, Rabu (19/4). Beruntung dalam insiden tersebut tak menelan korban jiwa namun arus lalulintas di jalur lama itu sempat terganggu.

“Ketika hujan reda. Tiang listrik PLN dekat samping Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Seri Bintan tiba-tiba saja tumbang dan melintang ditengah jalan,” ujar, Juono salah satu saksi mata yang melihat kejadian itu di Warung Sop Ayam, Rabu (19/4).

Diceritakannya, dia sedang berkendara dari arah Simpang Lagoi hendak ke Bintan Buyu. Sesampainya di Desa Seri Bintan sekitar pukul 15.00 WIB hujan lebat melanda. Sehingga dia menghentikan perjalanannya di Warung Sop Ayam desa tersebut.

Setelah hujan reda, lanjut Juono diapun bergegas untuk melanjutkan kembali perjalanannya. Namun ketika hendak menarik gas motornya, dia dikejutkan dengan suara dentuman keras.

“Ternyata suara itu berasal dari konsleting listrik akibat tumbangnya tiang PLN ketengah jalan,” katanya.

Tiang itu, lanjut Juono sempat menimpa pohon yang berada disamping. Karena tak mampu menahan bobot besar, tiang bersama pohonnya tumbang ketengah jalan dengan posisi melintang.

Melihat kejadian itu, sambung bapak dua anak ini diapun langsung turun kejalan dan memberikan aba-aba kepada pengguna jalan raya yang hendak melintas. Karena jika tidak melakukannya, tiang itu akan menelan korban jiwa .

“Saya langsung lari ketengah jalan dan kasih tau kepada pengendara. Kalau tidak pasti akan ada kecelakaan karena selain tiang melintang kondisi jalan juga licin,” sebutnya.

Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi PLN Tanjungpinang, Muhammad Anson mengatakan insiden tumbangnya tiang listrik milik PLN hingga melintang ditengah jalan Desa Seri Bintan sudah ditangani oleh petugas dari PLN Rayon Tanjunguban.

“Petugas sudah ke lokasi. Tiangnya udah dipindahkan dan semuanya sudah dibereskan. ,” katanya melalui pesan singkat. (ary)

Empat Bulan Gaji Honorer Tak Dibayar

0

batampos.co.id – Sebanyak 62 tenaga khusus kesehatan yang dipekerjakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan di 15 puskesmas melakukan aksi mogok kerja. Aksi itu dilakukan karena selama empat bulan gaji mereka tak dibayarkan oleh Pemkab Bintan..

“Dari Januari sampai April ini gaji kami tak kunjung dibayarkan. Jadi kami minta pemerintah penuhi hak kami dulua barulah kami semangat beker,” ujar, Isa salah satu tenaga honorer khusus yang mengabdi di Puskesmas Kabupaten Bintan, Rabu (19/4).

Diceritakannya, 2016 lalu Pemkab Bintan menggelar pembukaan penerimaan tenaga honorer baru dan seleksi tenaga honorer lama. Hasilnya 62 tenaga honorer lama bidang kesehatan yang mengabdi di 15 puskesmas dinyatakan tidak lulus dalam ujian sehingga mereka resmi tidak dipekerjakan lagi.

Namun, kata Isa awal 2017 Pemkab Bintan akan menggencarkan penerapan program kesehatan gratis diseluruh fasilitas kesehatan Kabupaten Bintan. Maka untuk mensukseskan program itu dibutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan sehingga honorer yang tidak lulus direkrut kembali oleh Pemkab Bintan.

“Kami memang dari kalangan yang tidak lulus sekesi. Tapikan pemerintah rekrut kami kembali dengan perjanjian akan digaji seperti honorer lainnya. Nyatanya selama direkrut gaji kami tak kunjung dibayarkan sepersenpun,” bebernya.

Selama empat bulan bekerja, sambung wanita berkerudung ini sudah banyak biaya yang dikeluarkannya sendiri. Mulai dari biaya operasional, makan dan minum serta lainnya. Maka harapannya, pemerintah daerah segera membayarkan gaji mereka sesuai dengan perjanjian awal yang telah disepakati.

“62 tenaga honorer khusus mengalami nasib yang sama. Tetap bekerja namun tak bergaji. Jadi tolonglah pemerintah bayar hasil keringat kami. Jika tidak kami akan mogok kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bintan, dr Gama Esnaini mengatakan lambatnya pencairan gaji tenaga honorer khusus itu bukannya dari faktor kesengajaan. Melainkan akibat proses pelaksanaan pendataan ulang tenaga yang direkrut kembali.

“Kami minta mereka bersabar. Semuanya harus menunggu proses. Karena kita harus data ulang seluruh tenaga honorer yang direkrut kembali. Jadi gak bisa satu-satu prosesnya,” akunya.

Ditanya kendala pendataan ulang yang menelan waktu lebih dari empat bulan, Gama mengaku inginnya proses pendataan bisa terselesasikan secepatnya. Bahkan jika bisa selesai saat ini juga. Namun itu tidak mungkin sebab semua pendataan butuh waktu yang cukup lama.

“Kami juga sedang menunggu karena semua proses itu melalui BKD. Jika sudah ada kabar akan segera kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bintan, Irma Anisa ketika Batampos menghubungi ponselnya tidak diangkat. Kemudian pesan singkat yang dilayangkan juga belum dibalasnya. (ary)

Batam Impor 2.251 Ton Daging Beku

0
ilustrasi

batampos.co.id  – Selama periode September 2016 hingga Maret 2017 lalu, Batam mendapat jatah kuota impor daging beku sebanyak 2.251. Impor berasal dari tiga negara, yakni Australia, Selandia Baru, dan Spanyol.

“Kuota impor daging beku itu ditentukan oleh Kementerian Perdagangan. Sedangkan kami hanya mengeluarkan izin impor saja,” kata DIrektur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novianto, Rabu (19/4).

Perusahaan yang mendapatkan izin impor tersebut antara lain PT Kharisma Karya Kartika, PT Dewi Kartika Inti, dan PT Batam Frozen Food. “Ketiganya mengajukan kuota langsung ke Kementerian Perdagangan setelah kembali baru meminta izin impor dari BP Batam,” tambah Tri.

Untuk PT Kharisma mendapat kuota daging impor sebesar 836 ton, kemudian PT Dewi Kartika Inti dapat kuota 750 ton, dan PT Batam Frozen Food sebesar 665 ton. Namun ketiga perusahaan tidak serta merta bisa melakukan impor sekaligus karena periode impor dibagi per semester.

“Mekanismenya semua dikontrol oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sedangkan untuk daging sapi lokal, Novi mengatakan tidak ada pembatasan dan bukan wewenang BP Batam dalam menentukannya.

“Mengapa pusat menentukan kuota impor. Karena untuk menjaga industri dalam negeri agar tetap berkembang,” katanya. (leo)

Pembudidaya Napoleon Tunggu Kran Ekspor Dibuka

0
Pembudidaya ikan Napoleon di Pulau Sedanau, Natuna, menunggu realisasi kran ekspor dibuka pemerintah. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Pembudidaya ikan napoleon di Natuna, hingga saat ini masih menunggu kepastian dibukanya kran ekspor oleh Pemerintah, pasca moratorium diberlakukan.

Pulau Sedanau Kecamatan Bunguran, salah satu tempat budidaya ikan napoleon terbesar di Natuna. Selain pulau lain seperti Subi, Serasan, Midai, Pulau Tiga dan Pulau Laut.

Pasca moratorium larangan penjualan ikan napoleon diberlakukan, ekonomi di Kecamatan Bunguran Barat ternyata sangat berpengaruh. Bahkan geliat ekonomi masyarakat hampir lumpuh. Sebab hampir 50 persen warga setempat adalah nelayan, baik nelayan tangkap dan nelayan budidaya. Hanya sebagian kecil sebagai petani dan pedagang. Dan tidak terdapat perusahaan yang mempekerjakan masyarakat.

“Dua tahun lalu kami sangat mudah cari uang saat napoleon masih masih laku dijual. Sehari memancing, bisa dapat dua ekor Mengkait (Napoleon,red). Tentu uang Rp 1 juta sudah di tangan,” tutur Azmin warga Sedanau kemarin.

Namun kini, warga setempat juga bingung mendapatkan rezeki. Hasil tangkapan ikan selain napoleon tidak seberapa. Hanya laku untuk konsumsi lokal yang jumlahnya juga tidak seberapa banyak.

Moratorium larangan ekapor ikan napoleon sekitar dua tahun lalu juga berimbas pada nelayàn budidaya. Ikan yang sudah dibesarkan tidak bisa dijual, disatu sisi kebutuhan pakan terus bertambah.

Nato, seorang pembudidaya dan penampung hasil budidaya ikan napoleon di Sedanau mengaku, pembudidaya napoleon di Natuna kini menanti realiasasi pemerintah untuk membuka kembali kran ekspor napoleon.

Pihaknya sudah menerima kabar baik bagi nelayan budidaya napoleon. Karena akan memberikan kuota ekapor napoleon sebesar 30 ribu per tahun. Bahkan katanya sudah mendapat rekomendasi dari Kementerian kehutanan dan lingkungan serta LIPI. Hanya tinggal perubahan khusus terkait transportasi yang digunakan.

“Memang dalam aturannya ekspor napoleon harus lewat jalur pesawat. Tapi di Natuna sarana itu tidak mendukung. Jangankan angkut ikan, mau bawa badan saja susah dapt tiket,” ungkap Nato.

Besar harapan pembudidaya napokeon di Sedanau ini, dibukanya kran ekspor napoleon bisa dibuka secepatnya. Mengingat terdapat ratusan ribu napoleon di keramba jaring tancap menunggu diekspor.

Nato mengaku, saat ini terdapat 114.445 ekor napoleon sudah ukuran besar di keramba nelayan, dari 161 nelayan budidaya. Usia napoleon pun sudah mencapai antara 3 tahun hingga 6 tahun. Dengan kebutuhan pakan yang terus meningkat.

Budidaya ikan napoleon ini sambungnya, memang sangat menjanjikan. Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum masa panen, dibutuhkan, kesabaran, keulekan dan waktu minimal tiga tahun. Utamanya adalah modal yang cukup dengan resiko rugi yang seimbang.

Dalam satu lobang keramba ini katanya, terdapat sekitar 200 ekor napoleon. Setiap hari pakannya adalah 15 kilo ikan campuran yang dibeli dari nelayan tangkap, Rp 3 ribu per kilo.

Jika dikalkulasikan, dalam satu tahun. Pakan yang dibutuhkan 200 ekor napoleon mencapai 5 ton ikan campuran. Sementara satu nelayan membudidaya bisa mencapai ribuan ekor napoleon yang terus menunggu kepastian dengan resiko kerugian yang cukup besar.

“Sekarang harga napoleon kisaran Rp 1 jutaan per kilonya.
Memang menjanjikan, tetapi resikonya juga besar, apalagi kran ekspor masih ditutup Pemerintah,” sebut Nato.(arn)