Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1354

Dihantam Ombak, Kapal Pembawa Kayu tenggelam

0
Anggota Satpolairud dan Basarnas melakukan SAR
terkait kapal pompong pembawa kayu teki tenggelam di Perairan Selat Gelam. f. satpolairud Karimun

batampos– Kapal pompong yang bermuatan kayu pancang atau kayu teki tenggelam setelah dihantam ombak di Perairan Karimun. Tepatnya di Selat Gelam yang merupakan selat yang berada diantara Pulau Karimun Besar dengan Pulau Paret, pada Sabtu (28/6) pukul 23.00 WIB.

Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Sarianto melalui Kanit Patroli, Ipda Kennedy membenarkan bahwa kapal pompong yang bermuatan kayu teki tersebut tenggelam setelah mengalami cuaca buruk dalam perjalanan dari Parit 3 menuju ke Meral.

”Kapal tenggelam setelah dihantam ombak dan cuaca buruk,” ujarnya.

Dikatakannya, ada tiga orang di dalam kapal tersebut semuanya selamat. Meski satu diantaranya sempat hilang, namun akhirnya diselamatkan nelayan yang melintas di lokasi kejadian. Ketiganya adalah Sulaiman, 62, M Nur, 60 dan Ruslan, 42. Untuk Sulaiman dan M Nur menyelamatkan diri menggunakan kotak styrofoam dan hanyut sampai ke Pantai Coastal Area pada pukul 01.00 WIB. Kemudian, diselamatkan warga untuk dibawa ke rumah sakit.

BACA JUGA: Kapal Angkut Semen Tenggelam, Lima Orang Selamat Setelah Terombang-ambing 8 Jam di Laut

”Sedangkan, untuk Ruslan yang dilaporkan sempat hilang akhirnya baru baru ditemukan pukul oleh kapal pompong nelayan yang melayari perairan tersebut. Dengan demikian, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Sedangkan, untuk sarana angkutan tenggelam tidak bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, lanjutnya, pada Jumat (27/6) pukul 21.00 WIB kapal yang dibawa oleh Sulaiman, M Nur dan Ruslan berangkat dari Meral menuju ke Paret 3, Kecamatan Selat Gelam untuk mencari kayu. Pada hari berikutnya, Sabtu (28/6) setelah selesai menebang kayu sebanyak 30 batang ketiga menunggu air laut pasang untuk berlayar kembali pulang ke Meral. Dan, setelah air laut pasang, pukul 21.00 WIB kapal berangkat. Namun, di tengah perjalanan dihantam, ombak dan cuaca buruk. (*)

Reporter: Sandi P

 

Artikel Dihantam Ombak, Kapal Pembawa Kayu tenggelam pertama kali tampil pada Kepri.

OH BAHAGIA SEAWEED, Cita Rasa Korea Hadir di Batam

0
Peluncuran OH BAHAGIA SEAWEED di Batam, pada Jumat, (27/6), di Mall Park Avenue Batam Centre.

batampos – OH BAHAGIA SEAWEED diperkenalkan kepada publik Batam pada Jumat, (27/6), di Mall Park Avenue Batam Centre. OH BAHAGIA SEAWEED adalah camilan sehat berbahan dasar rumput laut dengan cita rasa autentik Korea, tanpa tambahan MSG, dan tanpa bau amis.

Diselenggarakan oleh PT Paju Bina Batam sebagai distributor resmi, peluncuran produk ini tidak hanya menandai hadirnya pilihan snack sehat bagi masyarakat Batam, tapi juga membawa semangat baru dalam gaya hidup modern dan natural.

Hadir langsung dalam seremoni launching, Sriwati, Direktur PT Paju Bina Batam, bersama perwakilan perusahaan Korea, Oh Hyung Kyu yang memperkenalkan latar belakang dan keunggulan OH BAHAGIA SEAWEED sebagai produk yang mengedepankan kualitas, rasa, dan kesehatan. “Kami ingin masyarakat Indonesia, khususnya Batam, bisa menikmati camilan rumput laut yang sehat, alami, dan tetap lezat,” ujar Sriwati dalam sambutannya.

Peluncuran ini dikemas semarak dengan balutan budaya dan kreativitas. Dua lomba turut meramaikan suasana: Lomba Mewarnai tingkat SD dan Lomba Dance K-Pop tingkat SMP, yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah. Mall pun dipenuhi oleh gelak tawa anak-anak, irama musik, dan warna-warni karya seni yang menghiasi setiap sudut acara.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta mendapatkan pembagian seaweed gratis, menciptakan antusiasme luar biasa di tengah keramaian. Banyak pengunjung yang langsung jatuh cinta pada kelezatan produk ini.

Pada kesempatan itu panitia memberikan santunan untuk anak Yatimn serta penyerahan 20 boks seaweed untuk panti asihan senilai Rp 7 juta.

“Rasanya sangat enak, tidak ada MSG dan tidak berbau amis,” ungkap Fanny, salah satu orang tua peserta lomba, yang ikut mencicipi camilan OH BAHAGIA SEAWEED.

Dengan peluncuran ini, PT Paju Bina Batam optimis OH BAHAGIA SEAWEED akan menjadi pilihan utama camilan sehat masyarakat. Hadirnya produk ini tak hanya menghadirkan sensasi rasa khas Korea, tapi juga menanamkan semangat hidup sehat sejak dini, dengan cara yang menyenangkan.

Selamat datang OH BAHAGIA SEAWEED, snack sehat pilihan keluarga Batam. (*/adv)

Artikel OH BAHAGIA SEAWEED, Cita Rasa Korea Hadir di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Sekolah Swasta Siap Tampung Siswa Tak Tertampung di Negeri, BMPS Dorong Peran Aktif Pemerintah

0
Wakil Ketua BMPS Kota Batam, Jogie Suaduon.

batampos – Menjelang berakhirnya masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026, sejumlah calon siswa di Batam masih belum mendapatkan sekolah. Kondisi ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam, yang menyatakan kesiapan sekolah swasta untuk menjadi solusi.

Wakil Ketua BMPS Kota Batam, Jogie Suaduon, mengatakan bahwa sekolah swasta memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pendidikan di Batam, khususnya dalam mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang kerap terjadi setiap tahun ajaran baru.

“Secara umum, sekolah swasta memiliki peran vital dalam sistem pendidikan di Kota Batam, terutama dalam mengatasi masalah daya tampung. Dengan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta, diharapkan setiap calon siswa di Batam dapat memperoleh akses pendidikan yang layak,” ujarnya, Minggu (29/6).

Ia menegaskan bahwa kesiapan sekolah swasta bukan hanya dari sisi jumlah ruang kelas dan tenaga pengajar, tetapi juga komitmen untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas. Namun, Jogie menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pihak sekolah swasta kepada masyarakat.

“Penting untuk terus memberikan informasi yang transparan dan mudah diakses mengenai daya tampung, biaya pendidikan, serta kualitas setiap sekolah swasta,” tuturnya.

BMPS juga berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Batam, untuk mendorong peningkatan mutu sekolah swasta. Baik melalui pembinaan, pelatihan guru, bantuan fasilitas, hingga program subsidi bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Dukungan dan pembinaan dari Dinas Pendidikan untuk terus meningkatkan mutu sekolah swasta, baik dari segi fasilitas maupun kualitas pengajar, akan membuat sekolah swasta lebih diminati. Jika ini didorong, masyarakat akan semakin yakin menyekolahkan anaknya di swasta,” lanjut Jogie.

Tak hanya itu, menurutnya, persepsi masyarakat tentang sekolah swasta yang dianggap mahal juga harus diluruskan. Ia mengatakan saat ini banyak sekolah swasta yang memiliki program bantuan, beasiswa, atau subsidi silang bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Dukungan dan peran serta stakeholder bisa mengubah paradigma masyarakat bahwa sekolah swasta mahal. Dengan program bantuan atau subsidi, sekolah swasta bisa sangat terjangkau. Dan yang paling penting, anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan,” tegasnya.

Terkait kondisi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, Jogie menegaskan bahwa sekolah swasta di Batam sangat siap untuk menampung mereka. Namun, ia mendorong agar koordinasi antara BMPS dan Dinas Pendidikan bisa ditingkatkan untuk memastikan distribusi siswa berjalan adil dan tepat sasaran.

“Kita sangat siap sekali. Hanya perlu menguatkan koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), agar proses ini berjalan lancar dan semua anak mendapatkan tempat belajar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, setiap tahun ajaran baru, jumlah pendaftar ke sekolah negeri di Batam kerap melebihi daya tampung. Pemerintah Kota Batam pun tengah mencari solusi untuk siswa yang belum tertampung, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan sekolah swasta sebagai alternatif yang setara dan terjangkau. (*) 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Sekolah Swasta Siap Tampung Siswa Tak Tertampung di Negeri, BMPS Dorong Peran Aktif Pemerintah pertama kali tampil pada Metropolis.

SPMB Kepri 2025: Disdik Pastikan Semua Anak Dapat Sekolah, Khusus Batam SMK Masih Jadi Rebutan

0
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung.

Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK di Provinsi Kepulauan Riau tahun ajaran 2025/2026 telah rampung diumumkan pada Sabtu (28/6). Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menegaskan bahwa pengumuman tersebut sudah melalui tahapan rapat pleno bersama berbagai stakeholder dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

“Semua sudah diplenokan. Mulai dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Balai Jaminan Mutu, Inspektorat, Ombudsman, hingga Inspektorat Wilayah Daerah (Iswarda) sudah turun langsung ke lapangan,” kata Andi Agung kepada Batam Pos, Minggu (29/6).

Ia menjelaskan, dari sekitar 29 ribuan siswa yang mendaftar di seluruh Kepri, baik yang diterima maupun belum diterima, seluruh proses dilakukan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Meski begitu, Andi mengakui bahwa dinamika di lapangan tetap ada, mulai dari kekurangan dokumen hingga kendala administratif lainnya.

“Banyak juga ditemukan orang tua atau murid yang secara administrasi belum memenuhi syarat, misalnya Kartu Keluarga (KK) yang terbit kurang dari satu tahun. Ada juga yang tidak mendaftar karena ketidaktahuan atau kurang informasi. Tapi pada prinsipnya, semua itu sudah didata dan kami minimalisir permasalahannya,” ujarnya.

Kondisi khusus terjadi di Kota Batam. Andi mengungkapkan bahwa minat siswa untuk masuk ke SMK di Batam saat ini sangat tinggi, bahkan melebihi kapasitas yang tersedia. Sementara itu, di sisi lain, daya tampung untuk SMA justru masih belum terpenuhi di beberapa sekolah.

“Di Batam, tren sekarang anak-anak lebih banyak memilih SMK. Padahal jumlah SMA dan SMK tidak jauh berbeda, SMA ada 9 sekolah, SMK ada 11. Namun jumlah peminat SMK jauh lebih banyak,” kata Andi.

Ia menyebutkan, beberapa SMA yang sudah penuh dan tidak dapat lagi menampung siswa karena Data Pokok Pendidikan (Dapodik) telah dikunci, yakni SMA Negeri 1, 3, 5, 8, dan 16. “Data dapodik sudah terkunci, jadi tidak bisa ditambah lagi siswa baru di sekolah-sekolah itu. Tapi masih banyak SMA lain yang masih memiliki kuota,” lanjutnya.

Contohnya, SMA Negeri 1 Batam saat ini sudah terisi penuh dengan 300 lebih siswa. Namun, SMA Negeri 4, SMA 24, dan SMA 29 masih memiliki ruang daya tampung. SMA 20 dan SMA 26 juga bahkan masih kekurangan sekitar 80 siswa.

SMK Kekurangan Kuota, Solusi dengan Konversi Sekolah

Permasalahan yang lebih menonjol justru terjadi pada tingkat SMK. Beberapa sekolah seperti SMK Negeri 1, SMK 4, SMK 5, SMK 6, dan SMK 7 sudah penuh. Sementara SMK Negeri 2, 3, 8, 9, 10, dan 11 masih belum terpenuhi daya tampungnya.

“SMK Negeri 1 memang menjadi yang paling banyak diminati, dan saat ini sudah kelebihan daya tampung. Maka, kami arahkan ke SMK yang masih kosong, seperti SMK 8 dan SMK 11 yang masih bisa menerima siswa baru,” katanya.

Untuk jangka pendek, Dinas Pendidikan Kepri merencanakan langkah solutif dengan mengonversi salah satu SMA di Batuaji menjadi SMK. Ini dilakukan untuk menampung lonjakan peminat SMK yang tidak tertampung.

“Salah satu SMA akan kita alihkan menjadi SMK. Kita siapkan guru-gurunya, sarana praktik seperti workshop akan sementara dititipkan di SMK 1 dan SMK 5 sesuai jurusannya. Namanya sekolah baru tentu bertahap penyesuaiannya,” jelas Andi.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, terdapat dua alasan utama mengapa ada siswa yang tidak diterima. Pertama, karena tidak lolos seleksi berdasarkan peringkat nilai atau zonasi. Kedua, karena dokumen tidak lengkap, seperti KK yang belum satu tahun.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa seluruh anak tetap harus mendapatkan hak pendidikan. Pemerintah pusat hingga Gubernur Kepri juga telah menginstruksikan agar tidak ada satu pun anak yang tidak mendapatkan bangku sekolah.

“Semua anak harus sekolah. Kalau RDT (Ruang Daya Tampung) suatu sekolah sudah penuh, tidak bisa dipaksakan. Tapi kami pastikan ada alternatif sekolah lain yang masih bisa menampung,” tegasnya.

Dinas Pendidikan juga mengimbau orang tua agar tidak memaksakan anaknya untuk masuk ke sekolah tertentu yang sudah penuh. Andi menyebut, pilihan sekolah masih terbuka luas di banyak titik di Batam, khususnya di SMA dan SMK yang belum penuh.

“Tolong disampaikan ke masyarakat, tidak ada anak yang tidak bisa sekolah. Hanya saja jangan memaksakan di sekolah-sekolah favorit tertentu. Kami sudah siapkan solusinya dan akan terus pantau perkembangan ini,” pungkasnya. (*) 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel SPMB Kepri 2025: Disdik Pastikan Semua Anak Dapat Sekolah, Khusus Batam SMK Masih Jadi Rebutan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemkab Lingga Prioritaskan Pembangunan Toilet untuk SD Negeri 005 Kelurahan Berlian 

0
Sekretaris Daerah (Sekda), Armia. f.vatawari

batampos– Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Armia, menanggapi sorotan publik terkait tidaknya adanya fasilitas toilet di SD Negeri 005 Kelurahan Berlian, Kecamatan Singkep Selatan. Ia menegaskan bahwa pembangunan toilet sekolah akan menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026.

Saat ini, kata Armia, pengajuan pembangunan toilet belum bisa diakomodir dalam APBD-P 2025, mengingat seluruh kegiatan pembangunan sudah memasuki tahap lelang dan finalisasi perencanaan.

“Untuk tahun ini sudah tidak bisa dimasukkan lagi dalam plot anggaran, termasuk APBD-P. Tapi tahun 2026 akan kami prioritaskan. Setiap sekolah wajib memiliki WC atau toilet sebagai fasilitas penunjang,” ujar Armia, Minggu (29/6).

BACA JUGA: Potret SDN 005 Berlian, Tak Miliki Toilet Sekolah, Gambaran Pembangunan Fasilitas Sekolah di Pesisir Pulau Lingga Masih Minim

Armia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, saat dirinya masih menjabat Kepala Dinas Pendidikan, pihaknya sudah pernah membangun fasilitas toilet di SDN 005 Berlian. Namun karena keterbatasan lahan di lingkungan sekolah, toilet dibangun di seberang lokasi sekolah.

“Waktu saya jadi Kadis Pendidikan, WC pernah dibangun di seberang sekolah. Tapi sekarang katanya rusak. Saya sempat kaget juga saat membaca pemberitaan itu,” katanya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Armia langsung menghubungi Lurah Kelurahan Berlian untuk memverifikasi. Berdasarkan keterangan dari lurah, toilet memang ada, namun dalam kondisi rusak dan tak bisa digunakan.

“WC itu bukan dibangun oleh Pemkab, melainkan oleh TNI dalam kegiatan TNI Masuk Desa. Saat ini memang rusak dan tidak berfungsi,” jelas Armia.

Selain masalah toilet, Sekda Lingga juga menyebut bahwa pemerintah daerah sudah melakukan rehabilitasi total beberapa ruang kelas di SDN 005 Berlian pada 2023 dan 2024, karena kondisi kelas yang sebelumnya tidak layak digunakan.

“Kami sudah prioritaskan perbaikan ruang kelas tahun lalu, dan sekarang giliran toilet yang akan kami anggarkan,” imbuhnya.

Dengan pernyataan ini, Pemerintah Kabupaten Lingga memastikan pembangunan toilet akan dimasukkan dalam rencana prioritas tahun 2026. Sekda menegaskan bahwa fasilitas sanitasi adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi lingkungan pendidikan.

Masalah sanitasi di sekolah bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut kesehatan dan martabat para siswa serta guru. Pemerintah daerah dituntut lebih responsif agar kasus serupa tidak terus terulang. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Pemkab Lingga Prioritaskan Pembangunan Toilet untuk SD Negeri 005 Kelurahan Berlian  pertama kali tampil pada Kepri.

Ribuan Pelajar Tak Lolos SPMB, Orangtua Berharap Anak Tetap Bisa Sekolah di Negeri

0
Orang tua mendatangi sekolah untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah negeri. F.Dalil Harahap

batampos-Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK negeri di Batam telah resmi diumumkan, Sabtu (28/6). Namun euforia kelulusan tidak dirasakan semua orang.

Ribuan siswa dinyatakan tidak lolos seleksi karena daya tampung sekolah negeri yang terbatas. Keresahan pun memuncak di kalangan orangtua, yang masih berharap anak-anak mereka bisa kembali dipertimbangkan masuk sekolah negeri.

“Saya sudah cek, nama anak saya tidak muncul di pengumuman SMAN 5. Rasanya sedih sekali. Padahal lokasinya paling dekat dari rumah,” ujar Marsel, warga Kavling Lama, Sagulung. Ia mengaku belum menyerah dan akan terus berusaha mendatangi sekolah demi memperjuangkan agar anaknya tetap bisa diterima.

Hal serupa disampaikan Endang, warga Marina, yang juga kecewa anaknya gagal masuk ke SMKN 5. Ia merasa sistem seleksi tahun ini terlalu ketat, sementara jumlah pendaftar membeludak.

BACA JUGA: Kuota Siswa Terbatas, Orangtua di Batam Resah Menanti Pengumuman SPMB

“Kalau bisa pemerintah beri kebijakan tambahan kuota. Kasihan anak-anak yang semangat sekolah tapi terhambat sistem,” katanya.

Banyak orangtua lainnya juga menyuarakan harapan serupa, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sekolah negeri dianggap lebih terjangkau secara biaya dibanding swasta, sehingga menjadi pilihan utama. Namun dengan daya tampung terbatas, banyak yang harus gigit jari meski sudah berharap besar.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam, Kasdianto, membenarkan bahwa masih banyak siswa tidak terakomodir dalam pengumuman SPMB. “Kuota tetap mengacu pada petunjuk teknis yang sudah ditetapkan. Kami paham keresahan masyarakat, tapi keputusan penambahan kuota ada di tangan pimpinan provinsi,” ujarnya.

Beberapa sekolah favorit seperti SMAN 1, 3, 5, 8 dan SMKN 1 serta 5 mencatat jumlah pendaftar lebih dari dua kali lipat kuota. Akibatnya, banyak siswa dengan jarak rumah dekat dan nilai yang layak tetap tidak masuk daftar kelulusan.

Sebagian orangtua mulai mempertimbangkan opsi sekolah swasta, namun masih berharap ada peluang susulan dari pemerintah daerah. “Kalau bisa ada tahap tambahan atau kuota darurat. Jangan sampai anak-anak ini putus semangat hanya karena tidak diterima di negeri,” ujar Rani, orangtua siswa dari Tiban.

Sementara itu, sejumlah sekolah negeri di Batam mulai didatangi orangtua yang meminta penjelasan atau mengajukan permohonan agar anaknya dipertimbangkan kembali. Beberapa sekolah mengaku kewalahan menerima permintaan tersebut, karena belum ada arahan resmi soal kemungkinan tambahan kuota.

BACA JUGA: Kuota Siswa Terbatas, Orangtua di Batam Resah Menanti Pengumuman SPMB

Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam menyatakan akan menampung semua aspirasi dan meneruskannya ke pemerintah provinsi. “Kami akan sampaikan kondisi di lapangan. Harapannya ada solusi yang adil dan tidak memberatkan masyarakat,” tutup Kasdianto.

Kini, nasib ribuan siswa tergantung pada kebijakan lanjutan dari Gubernur Kepri dan Kepala Dinas Pendidikan. Orangtua masih menunggu dengan harap-harap cemas—agar anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah negeri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Ribuan Pelajar Tak Lolos SPMB, Orangtua Berharap Anak Tetap Bisa Sekolah di Negeri pertama kali tampil pada Metropolis.

Aksi Eksibisionis Marak di Tanjungpinang, Kapolresta: Wajah Pelaku sudah Dapat

0
Pelaku eksibisionis saat hendak memamerkan alat kelaminnya di depan wanita di Tanjungpinang. F. warga untuk BATAM POS

batampos – Aksi eksibisionis atau prilaku seksual menyimpang marak terjadi di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Seorang pria diduga nekat memamerkan alat kelaminnya di depan muka umum.

Pelaku diketahui sudah beraksi di sejumlah tempat di ibu kota Provinsi Kepri. Seperti di depan kosan mahasiswi di kawasan batu 10 dan permukiman di batu 12 Tanjungpinang. Video singkat yang memperlihatkan aksi tersebut juga sudah tersebar luas di media sosial.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait adanya aksi tidak senonoh yang telah membuat warga resah. Saat ini, pihak kepolisian sudah memindaklanjuti laporan tersebut.

“Laporan sudah ada dan sedang kita tindaklanjuti. Aksi itu (eksibisionis) memang tidak baik. Untuk saat ini wajah (pelaku) sudah kita dapat,” kata Hamam, Minggu (29/6).

BACA JUGA: Tengkorak Berjenis Kelamin Perempuan, Polisi Cek Laporan Orang Hilang

Ia meminta kepada masyarakat, untuk segera melaporkan ke kantor polisi terdekat jika menemukan adanya aksi yang tidak senonoh tersebut. Sebab, laporan masyarakat tersebut tentunya akan segera ditindaklanjuti.

“Kita imbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang banyak itu,” pungkasnya.

Menurut pengakuan wanita yang menyaksikan aksi tersebut, Zara menyampaikan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan cara duduk di kendaraannya jenis Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BP 25XX XX.

Pria tersebut memakai helm berwarna kuning dan memakai pakaian berwarna hitam celana panjang memamerkan alat kelaminnya tepat di depan sejumlah wanita yang berada di dalam mobil.

“Tiba-tiba pelaku datang memarkir motornya di depan rumah kami. Kemudian, perilakunya mulai terlihat aneh, membuka celananya dan memperlihatkan kelaminya,” tambahnya.

Zara dan rekannya mengaku panik dan ketakutan akan melihat hal tersebut. Terlebih, aksi eksibisionis ini baru pertama kali ia saksikan. Ia mengaku khawatir, jika sewaktu-waktu pelaku bakal kembali datang dan melakukan aksi yang tidak senonoh tersebut.

“Cuman aksinya tidak lama, langsung pergi dia. Sudah melaporkan ke Polsek Tanjungpinang Timur,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Aksi Eksibisionis Marak di Tanjungpinang, Kapolresta: Wajah Pelaku sudah Dapat pertama kali tampil pada Kepri.

Fokusmaker Kepri Bangkit dari Kevakuman, Siap Jadi Motor Pemuda Dorong UMKM

0
Puluhan mahasiswa Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan Kepri dilantik di Hotel Planet Holiday, Batam. Foto Rengga

batampos– Peran pemuda dalam pemberdayaan UMKM di Kepulauan Riau mendapat suntikan energi baru dengan bangkitnya kembali Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Kepri. Sabtu (28/6), sebanyak 60 mahasiswa resmi dilantik sebagai pengurus periode 2025–2028 di Hotel Planet Holiday, Batam.

Setelah sempat vakum, Fokusmaker Kepri hadir dengan semangat baru untuk mendorong mahasiswa lebih aktif terlibat dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan sektor ekonomi rakyat.

“Ini bukan sekadar pelantikan, tapi momentum kebangkitan Fokusmaker Kepri sebagai wadah mahasiswa yang ingin bergerak nyata untuk daerah,” ujar Ketua Umum Fokusmaker Nasional, Ali Ghiffar Putra.

Sebagai organisasi sayap dari Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Fokusmaker kini membawa misi memperkuat nilai kekaryaan dan kebangsaan. Ali menyebut mahasiswa tak sekadar agen perubahan, tetapi juga mitra pembangunan.

BACA JUGA: Produk UMKM dan Tenun Lingga Laris Terjual di Bazar STQH ke-XI Kepri Tahun 2025

“Fokusmaker Kepri harus menjadi motor penggerak mahasiswa agar aktif, kritis, dan solutif terhadap berbagai tantangan daerah, termasuk penguatan sektor UMKM,” ujarnya.

Nathan Geraldo terpilih sebagai Ketua Fokusmaker Kepri dalam kepengurusan baru ini. Ia membawa visi agar Fokusmaker tak hanya eksis di kalangan kampus, tetapi juga dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa menjadi bagian dari solusi nyata. Fokusmaker akan berupaya hadir dan memberi manfaat bagi pelaku UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah,” tegas Nathan.

Nathan menyebut mahasiswa punya potensi besar dalam membantu UMKM tumbuh dan berdaya saing, terutama di era digital saat ini.

Dukungan terhadap Fokusmaker Kepri juga disampaikan Wakil Ketua Umum SOKSI, Ade Angga. Ia menilai kebangkitan organisasi ini sebagai harapan baru bagi penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

“Kader Fokusmaker adalah generasi muda enerjik dan penuh ide segar. Mereka perlu diberi ruang untuk berkarya dan bersinergi dengan berbagai pihak,” kata Ade.

Ia berharap Fokusmaker terus membangun kolaborasi dengan SOKSI dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan program-program kreatif dan progresif. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Fokusmaker Kepri Bangkit dari Kevakuman, Siap Jadi Motor Pemuda Dorong UMKM pertama kali tampil pada Kepri.

Pedagang Makanan yang Lapaknya Ditertibkan Mengaku Belum Menerima Surat Pemberitahuan dari Satpol PP

0
Lapak pedagang yang ditertibkan Satpol PP beberapa waktu lalu.

batampos– Sembilan pedagang makanan di Simpang Hutatap, Mandalai, Sagulung yang lapak tendanya ditertibkan oleh Satpol beberapa waktu lalu mengaku tidak pernah menerima surat pemberitahuan dari Satpol PP. Mereka menuding ada kepentingan pihak tertentu dari penertiban tersebut.

“Sangat jelas, bahwa pedagang yang sembilan orang itu tidak pernah menerima surat pemberitahuan secara langsung dari Satpol PP. Kalau memang Satpol PP pernah memberikan surat itu, siapa yang menerima dan apakah ada buktinya,” Ujar Pendi Ujung, Kuasa hukum para pedagang tersebut.

Pendi mengatakan, sebagai instansi pemerintah, harusnya Satpol PP memberikan surat pemberitahuan atau surat peringatan secara langsung. “Kalau asal main letak saja, dan tidak diberikan langsung, itu surat kaleng. Bukan surat resmi,” ujarnya.

BACA JUGA: DPRD Minta Cut and Fill Dihentikan, Tumbur: DLH dan Dishub Harus Jeli

Menurut Pendi, ada kejanggalan dalam penertiban sembilan lapan tersebut. Mengingat ratusan, lapak pedagang di sisi kiri-kanan jalan itu hingga ke Dapur 12, tidak ditertibkan.

“Kok bisa hanya sembilan lapak itu yang ditertibkan. Kan aneh. Ratusan lapak di kiri-kanan jalan di sepanjang jalan hingga ke Dapur 12 itu kok tak ditertibkan,” ujarnya.

Sementara itu, Jonri, petugas Satpol PP mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penertiban sesuai prosedur. Bahkan ia mengaku sudah memberikan surat pemberitahuan kepada pedagang sebelum penertiban.

“Penertiban itu sudah sesuai prosedur. Kita melakukan penertiban itu, karena adanya laporan dari masyarakat. Kalau ada laporan baik lisan dan tulisan, kita akan tindak lanjuti,” ujarnya. (*)

Reporter: Alfian

Artikel Pedagang Makanan yang Lapaknya Ditertibkan Mengaku Belum Menerima Surat Pemberitahuan dari Satpol PP pertama kali tampil pada Metropolis.

Satgas PASTI Blokir Ribuan Entitas Keuangan Ilegal

0

batampos– Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengungkap maraknya praktik keuangan ilegal yang meresahkan masyarakat. Terbaru, Satgas PASTI memblokir sebanyak 427 entitas pinjaman online ilegal dan 6 penawaran pinjaman pribadi (pinpri) yang disinyalir menyalahgunakan data pribadi pengguna serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Satgas PASTI juga memutus akses terhadap 74 entitas investasi ilegal, sebagian besar menggunakan modus penipuan dengan meniru nama dan tampilan dari entitas resmi, termasuk dalam penawaran kerja paruh waktu dan investasi bodong.

“Seluruh pemblokiran ini merupakan bentuk nyata perlindungan masyarakat dari jerat praktik keuangan ilegal yang terus berkembang, terutama di ranah digital,” kata Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal, Hudiyanto, dalam keterangannya, Sabtu (28/6).

Upaya Satgas PASTI dalam memberantas keuangan ilegal kini diperkuat dengan bergabungnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sejak awal tahun 2025.

“Dengan demikian, patroli siber kini didukung oleh tiga pilar utama: Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Kepolisian RI, dan BSSN,” ujarnya.

Hingga 31 Mei 2025 Satgas PASTI mencatat telah menghentikan 13.228 entitas keuangan ilegal yang terdiri dari 11.166 entitas pinjol ilegal/pinpri, 1.811 entitas investasi ilegal, 251 entitas gadai ilegal.

BACA JUGA: Menindaklanjuti Arahan Presiden, Wako Amsakar Percepat Penanganan Sampah dengan Satgas Kebersihan dan Satpol PP

Dalam langkah strategis lainnya, sejak 22 November 2024 telah beroperasi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Lembaga ini digagas oleh OJK bersama Satgas PASTI, serta didukung asosiasi industri perbankan, sistem pembayaran, dan e-commerce untuk mempercepat penanganan penipuan finansial.

Hingga akhir Mei 2025, IASC menerima 135.397 laporan penipuan dengan 219.168 rekening yang dilaporkan terlibat.

“Dari jumlah itu, 49.316 rekening (22,5 persen) telah diblokir. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,6 triliun, sementara dana yang berhasil diblokir hanya Rp163,3 miliar atau sekitar 6,28 persen dari total kerugian,” ujarnya .

Satgas PASTI mengungkap sejumlah nomor WhatsApp debt collector dari layanan pinjol ilegal yang dilaporkan telah melakukan intimidasi dan ancaman. Sebanyak 22.993 nomor telepon juga ditemukan terlibat dalam kasus penipuan, dan telah diajukan untuk diblokir kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku kejahatan siber juga makin masif. Modus-modus yang digunakan antara lain

Impersonation (penyamaran) terhadap akun media sosial resmi. Penipuan kerja paruh waktu,
Penipuan asmara (love scam), Investasi bodong dengan skema ponzi, Penipuan donasi atau bantuan bencana, Penipuan tiket konser dan perjalanan palsu

“Masyarakat diimbau melapor melalui situs resmi IASC: [http://iasc.ojk.go.id](http://iasc.ojk.go.id) dengan bukti pendukung,” ujarnya .

Satgas PASTI juga menyoroti peningkatan penipuan berbasis aset kripto ilegal yang ditawarkan tanpa izin di media sosial dan grup percakapan.

“Modus yang digunakan adalah menjanjikan keuntungan tetap, bonus besar hingga pendapatan pasif bebas risiko,”katadia

Menurut Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024, perdagangan aset kripto hanya sah bila dilakukan oleh pihak berizin dan menggunakan aset kripto yang terdaftar dalam Daftar Aset Kripto (DAK) dari Bursa Kripto.

Empat hal penting sebelum investasi kripto ialah Pastikan legalitas entitas penawaran, Verifikasi aset kripto masuk dalam DAK, Waspadai skema keuntungan tidak logis dan Pelajari risiko kripto secara menyeluruh.

Satgas PASTI mengajak masyarakat untuk tetap waspada, tidak tergiur iming-iming keuntungan instan, dan segera melapor bila menjadi korban kejahatan digital. (*)

Reporter: Azis

Artikel Satgas PASTI Blokir Ribuan Entitas Keuangan Ilegal pertama kali tampil pada Metropolis.