Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13558

Alur Sungai Seilekop Kembali Ditimbun, Camat Sagulung Lapor ke Dinas Lingkungan Hidup

0

batampos.co.id – Proyek reklamasi yang mempersempit alur sungai di RW08, kelurahan Seilekop, Sagulung kembali berjalan. Padahal proyek reklamasi tersebut sebelumnya sudah dihentikan oleh tim gabungan dari Kecamatan Sagulung, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Batam karena melanggar aturan lingkungan hidup dengan aktifitas persempitan alur sungai itu.

Pantauan di lapangan, jembatan yang terbuat dari bak kontainer dan sejumlah tiang pancang sempat dibongkar dan bahkan pekerja dari Dinas PU sudah sempat melebarkan kembali alur sungai itu, namun sepekan belakangan ini pihak proyek kembali memasang bak kontainer dan tiang panca untuk pembangunan jembatan itu.

Akibatnya alur sungai kembali dipersempit dan kini lebarnya tinggal sekitar enam meter saja. Padahal lebar awal sungai tersebut mencapai setengah lapangan sepak bola. Akibat pembangunan jembatan yang mempersempit alur sungai itu, sungai yang menjadi saluran pembuangan utama dari berbagai pemukiman warga di Batuaji dan Sagulung itu tak bisa berfungsi normal.

Sungai hanya bisa digenangi air laut yang pasang, sementara air pembuangan dari pemukiman warga tak bisa mengalir keluar dan semakin hari semakin memenuhi badan sungai tersebut. Kondisi ini diperparah lagi dengan aktifitas warga yang masih marak buang sampah ke alur sungai.

Warga kian diselimuti perasaan was-was sebab kuatir pemukiman mereka akan terendam banjir jika hari hujan. Warga mendesak pemerintah agar mengambil tindakan tegas atas kegiatan reklamasi yang mempersempit alur sungai itu.

“Pemerintah sepertinya anggap sepele dengan persoalan ini. Ini saluran utama loh, kalau ditutup apa jadinya pemukiman di Sagulung dan Batuaji ini. Selama ini sudah sering banjir, kalau ditutup bisa tambah parah lagi banjirnya nanti,” ujar Rahman, warga perumahan Puteri Hijau, Seilekop Sagulung, kemarin.

Selain kuatir akan bahaya banjir, warga sekitar juga mengaku resah dengan aktifitas kendaraan proyek reklamasi itu. Kendaraan proyek yang melintasi jalan pemukiman warga membuat jalan jadi rusak. Debuh bertebaran hingga ke dalam rumah warga.

Warga di perumahan Taman Anugerah yang berdekatan dengan lokasi reklamasi itu sudah memblokade aktifitas truk pengangkut tanah untuk proyek reklamasi itu pada, Rabu (8/3) lalu. Warga tidak terima sebab jalan pemukiman mereka juga rusak akibat aktifitas proyek reklamasi tersebut.

Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonfirmasi mengaku, geram dengan sikap bandel pihak proyek itu. Dia sendiri sudah cek ke lokasi reklamasi dan memang benar sungai kembali dipersempit.

“Sudah dua kali kami bongkar tapi belakangan mereka kembali tutup. Ini tidak bisa tinggal diam. Kami sudah surati Dinas Lingkungan Hidup agar ini ditindak tegas,” ujar Reza.

Bagaimanapun kata Reza, alur sungai tersebut tidak seharusnya ditimbun sekalipun pihak proyek mengantongi perizinan lahan dari pemerintah terkait.

“Lahan boleh punya mereka tapi sungai kan punya masyarakat. Jadi itu tidak boleh diganggu gugat,” ujar Reza.

Selain menyurati Dinas Lingkungan Hidup, pihak kecamatan juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum pusat untuk secepatnya menormalisasikan kembali sungai itu.

“Kalau untuk Dinas Lingkungan Hidup akan tangani masalah bandelnya proyek itu, tapi untuk normalisasi tetap akan dilakukan, sekalipun mereka membangun jembatan beton atau apapun itu akan tetap dibongkar. Kami masih tunggu dari PU pusat karena proyek normalisasi ini diambil alih pemerintah pusat,” ujar Reza. (eja)

Menjambret untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

0

batampos.co.id – Ismail, 27, pelaku tindak kejahatan jalanan (jambret, red) di tujuh lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Tanjungpinang, yang diamankan petugas, Jumat (3/3) lalu. Pelaku nekad melakukan aksinya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Hal tersebut dikatakan Wakapolres Tanjungpinang, Kompol Andi Rahmansyah didampingi Kapolsek Tanjungpinag Barat, AKP Yuhendri Yanuar saat ekspose kasus tersebut di Polsek Tanjungpinang Barat, Kamis (9/3).

”Dia ini mantan Satpam di salah satu Mall di Tanjungpinang. Dia mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” ujar Andi.

Dikatakan Andi, untuk di wilayah hukum Polsek Tanjungpinang Barat. Pria yang memiliki tato di bagian kaki sebelah kirinya itu menjalankan aksinya di tiga lokasi di antaranya Jalan Soekarno Hatta, Jalan Bhayangkara dan Jalan Dewa Ruci. Pelaku berhasil mendapatkan dua unit Handpone merk Xiamio dan Samsung A5 serta uang tunai Rp 1 juta lebih.

”Tersangka menjambret di tujuh TKP. Tiga laporan Polisi nya di Polsek Barat, tiga laporan di Polsek Bukit Bestari dan satu di Polres. Dia pemain tunggal,”kata Andi.

Penangkapan terhadap pelaku, sambung Andi, dilakukan jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Barat, saat hendak menjual Handpone hasil jambretnya tersebut di depan rumah makan Rina Rini, Jalan Di Panjaitan.

”Anggota waktu itu menyamar menjadi pembeli. Janjian sama dia (pelaku) untuk transaksi. Disitulah dia tertangkap. Dari tangan pelaku barang bukti yang kami sita dua unit Handpone dan sepeda motor Honda Vario BP 3048 AW yang digunakan pelaku untuk mencuri,”terang Andi.

Dijelaskan Andi, dalam menjalankan aksinya. Modus yang digunakan pelaku yakni mendekati korbannya. Kemudian mengambil tas atau dompet yang diletakkan di sisi kiri dasbord motor.

”Dari tiga LP yang di Polsek Barat ini, dia habis main di Jalan Bhayangkara, kemudian kembali bermain di Jalan Dewaruci dalam jangka waktu yang berdekatan,”jelas Andi.

Akibat perbuatannya, sebut Andi, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP junto pasal 364 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

”Pada kesempatan ini saya juga mengimbau, kepada masyrakat terutama kaum wanita yang mengendarai kendaraan bermotor. Agar tidak meletakan tas atau dompet di dasbor motornya. Karena kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan,”pungkasnya.(ias)

Pak Wali Banyak Sampah di Laut Batam

0
Sampah laut

batampos.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan saat ini masih banyak sampah yang ditemui di laut. Hal ini tidak terlepas dari masih rendahnya kesadaran masyarakat, terutama yang tinggal di pesisir.

Langkah pemerintah sendiri, yaitu mencoba untuk menambah sarana dan prasarana untuk penanganan sampah seperti, penambahan armada jenis boat, yang digunakan untuk penanganan masalah sampah laut.

“Tahun depan kami sudah ajukan lima per kecamatan yang membutuhkan,” tutup Dendi.

Batam menjadi satu dari 23 daerah yang akan menjadi pilot project atau proyek percontohan penanganan masalah sampah laut, yang akan dilaksanakan oleh Kementrian Kemaritiman Republik Indonesia tahun 2017 ini.

Dendi menyebutkan pilot project ini akan dilaksanakan di daerah wisata dan daerah perbatasan.

“Nah, Batam masuk dalam daerah perbatasan, selain itu Kepri juga merupakan kepulauan,” katanya.

Saat ini Indonesia menjadi penyumbang sampah laut terbesar kedua setelah Cina. Dari total delapan juta ton sampah, Indonesia menyumbang 4,48 persen atau 1,29 juta ton sampah ke laut.

“Cukup mengejutkan,  pilot project nanti diharapkan bisa mengurangi sampah laut dari negara kita,” ucap Dendi.

Dendi mengungkapkan Kementerian tengah menyusun regulasi dan tahapan yang akan dilakukan. Pilot project nanti bisa berupa kampanye sampah laut, hingga persiapan saran dan prasarana dalam menangani sampah laut.
(cr17)

BPJS Ketenagakerjaan Buat Program Khusus

0

batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membuat terobosan untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Yakni Payment Reminder System (PRS), Collection Contact Centre (3C), serta menyempurnakan program Jaminan Kecelakaan Kerja menjadi Jaminan Kecelakaan Kerja Return To Work (JKK-RTW).

“Khusus untuk JKK-RTW adalah merupakan bentuk pelayanan kepada pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja,” ujar Kepala Bidang Pemasaran, BPJS Ketenagkerjaan Tanjungpinang, Muhammad Kurniawan disela-sela kegiatan sosialiasi program JKK-RTW di Hotel Aston, Tanjungpinang, Kamis (9/3)

Pada kegiatan yang bertajuk “Optimaliasi cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai jembatan menuju kesejahteraan pekerjaan tahun 2017” tersebut, sosialiasi ini dilakukan untuk memastikan semua program dan pelayanan berjalan baik.

“Poin penting yang kita inginkan adalah JKK- RTW menjadi daya tarik seluruh tenaga kerja. Program ini tidak ada biaya tambahan, karena otomatis mereka yang sudah terdaftar akan mendapatkan pelayanan ini,” papar Muhammad Kurniawan.

Dicontohkannya, apabila ada seorang pekerja mengalami cacat fisik, misalnya tangannya putus. Melalui program JKK-RTW, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan keterampilan baru bagi pekerja tersebut. Yakni melalui pelantikan di Balai Latihan Kerja.

“Maka kita istilahkan Return To Work. Sehingga pekerja yang mengalami cacat bisa terus berkarya, dan tidak mudah putus asa,” jelasnya.

Sedangkan program PRS dan 3C adalah merupakan terobosan untuk mengingatkan peserta BPJS Ketenagakerjaan mengenai kewajiban iurannya. PRS adalah alarm melalui pesan singkat. Sementara 3C adalah pemberitahuan by phone kepada setiap peserta.

“Pada kegiatan ini, juga disejalankan dengan penandangan komitmen bersama 179 perusahaan peserta BPJS Ketenagekerjaan dan 32 pelayanan kesehatan yang terlibat,” tutup Muhammad Kurniawan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepri, Tagor Napitupulu meminta BPJS Ketenagakerjaan tetap berkomitmen penuh untuk memberikan yang terbaik kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena kesehatan pekerja adalah bagian dari kesejahteraan.

“Jangan sampai ada keluhan pekerja atau perusahaan, mengenai pelayanan ini. Apalagi sekarang ini juga dilakukan penandangan komitmen bersama,” ujar Tagor Napitupulu.

Sementara itu, Kajari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi yang ikut mendukung program ini juga mengingatkan perusahaan untuk patuh pada kewajibannya. Apalagi Kejaksaan adalah Pengacara Negara yang siap memberikan bantuan hukum bagi BPJS Ketenagakerjaan, apabila ada perusahaan yang tidak tertib administrasi.(jpg)

Gunadi: Loket Layanan Perlu Ditambah

0
Seorang warga Batam sedang mengurus dokumen lahan di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam Gedung Sumatera Promotion Center, Jumat (15/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Loket pelayanan di Badan Pengusahaan Batam masih dirasa kurang. Sejauh ini hanya ada 10 loket yang aktif digunakan sepanjang hari. Jumlah ini dirasa masih jauh dari kata cukup mengingat dalam sehari jumlah pengurusan terkait administrasi lahan di Batam bisa mencapai puluhan berkas yang harus dilayani.

“Sementara satu orang bisa banyak berkasnya tidak cuma satu. Sampai 20 berkas pun ada,” tutur salah seorang pegawai PTSP BP Batam, dijumpai usai mengisi absensi, Kamis (9/3) kemarin pagi.

Melihat kondisi antrean yang panjang, maka tak heran jika terlihat adanya kalangan memilih untuk datang bahkan sebelum jam pelayanan dibuka.

“Saya datang duluan dari jam antrian biar tak terlalu lama menunggu,” tutur Michael salah seorang warga yang telah mengantre sejak pukul 07.15 WIB.

Membawa satu berkas, Michael lantas baru dapat mengambil nomor antrean tepat pada pukul 08.00. Berharap dapat dilayani lebih cepat, namun nyatanya Michael baru dipanggil menuju loket sekitar 25 menit setelahnya.

Dari 10 loket yang tersedia, hanya tujuh loket yang terbuka untuk pelayanan lahan. Dua loket untuk kepengurusan lalu lintas darat. Sementara loket ke-10 merupakan loket BPN.

Kasubdit Pelayanan dan Perizinan PTSP BP Batam, Gunadi menepis adanya keterlambatan pelayanan setelah nomor antrian diambil. Dipastikannya, seluruh loket langsung membuka pelayanan setelah nomor antrian pertama diambil.

“Biasanya gak begitu. Begitu nomor antrian diambil, langsung itu loket terima pelayanan,” tutur Gunadi ditemui di ruangannya kemarin.

Namun ia mengakui kebutuhan loket yang perlu ditambah. Mengingat pelayanan lahan menjadi sasaran pelayanan yang banyak dituju.

Dijelaskannya, sebagian dari kalangan yang ikut mengantre juga terdiri dari developer atau pun notaris.

“Mereka inilah yang paling banyak mengurus. Dan membawa berkas sampai banyak-banyak,” terang Gunadi.

Terkait persoalan ini, beberapa waktu Gunadi melanjutkan, REI dan BP Batam sempat membicarakan untuk pengadaan loker yang berbeda. Antara pelayanan kepada masyarakat perorangan dan developer maupun notaris.

“Bukan untuk mengistimewakan pihak lain, tapi ini untuk menambah kenyamanan pelayanan bagi masyarakat yang mengurus perorangan. Jadi tak perlu lama menunggu,” tutur Gunadi.

Meski demikian, Gunadi menuturkan belum adanya kelanjutan progres terkait pemisahan loket tersebut.

Sementara pada kondisi saat ini, ia menerangkan tak jarang ada masyarakat yang mau tak mau tidak dapat dilayani. Berhubung jam kerja yang telah berakhir.

“Tapi biasanya mereka kalau melihat sudah ramai dan tak memungkinkan, mereka sendiri langsung memutuskan datang lebih awal besoknya,” tutur Gunadi. (aya)

Dispar Bantah Wisata Buru Babi Proyek Siluman

0

batampos.co.id– Kadis Pariwisata Idrus melalui Kasi Promosi, Rosanna membantah tudingan dugaan proyek siluman berburu babi. Menurutnya kegiatan yang diagendakan dengan nama Visit to Lingga 2017 tersebut telah melewati verifikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Lingga 2016 lalu.

“Kegiatan ini sudah diverifikasi Bappeda terlebih dahulu. Selanjutkan ke DPRD,” ungkapnya Kamis (9/3) kepada Batam Pos.

Rosanna membenarkan jika item kegiatan yang diberi nama Visit to Lingga 2017 tersebut memiliki dua buah agenda. Yakni Off Road dan Berburu Babi. Untuk berburu Babi kata Rosanna akan dilaksanakan dalam waktu dekat di daerah Kampung Mentok, desa Musai dan dusun Budus desa Merawang.

“Alasan kami membuat kegiatan ini untuk memberi ruang kepada wisatawan peminat khusus. Penghobi olahraga tembak. Selain berburu Babi dan mengikuti kegiatan Off Road, wisatawan-wisatan ini adalah calon investor di Lingga. Kami berharap lewat kegiatan ini mereka tertarik menanamkan investasi di Lingga dibidang pariwisata. Lagipula banyak travel yang bertanya tentang kegiatan ini. Setiap tahun pemburu juga sering datang ke Lingga,” kata Dia.

Kegiatan ini jelas Rosanna menjadi kegiatan perdana setelah OPD tersebut terpisah dari dinas Kebudayaan. Langkah inipun di klime menjadi tonggak awal Dispar menggaet investor ke Lingga dan memajukan pariwisata. Terkait dugaan titipan oleh pihak lain, hal tersebut juga dibantah Rosanna.

Menjawab sisi profit dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut, Rosanna mengatakan memang tidak dapat dirasakan secara langsung. Namun perlahan, hama babi akan berkurang lewat kegiatan ini.

“Memang tidak langsung. Tapi persoalan hama akan berkurang paling tidak,” lanjutnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Ketua Komisi II DPRD Lingga, Khairil Anwar membantah pernah membahas kegiatan Visit to Lingga berburu babi tersebut. Ia mengatakan hanya membahas kegiatan Off Road.

“Tidak ada membahas kegiatan berburu babi. Kami hanya membahas kegiatan Off Road,” jelasnya.

Sedang mantan Kepala Bappeda Lingga, Ir H M Ishak yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan kegiatan tersebut masuk dalam pembasan didetik-detik pengesahan APBD 2016 Lingga. (mhb)

Bapak-ibu, Simpangjam akan Ditutup selama Dua Bulan

0
Sejumlah pekerja melakukan pengerjaan proyek jalan layang Simpang Jam Baloi, Rabu (8/3). Pembangunan jalan layang bertujuan dalam mengatisipasi kemacetan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. F Cecep Mulayana/ Batam Pos

batampos.co.id – Kontraktor flyover Simpangjam, PT PP (Persero) Tbk akan menutup perempatan jalan tersebut selama dua bulan. Penutupan itu dilakukan karena kontraktor akan meninggikan elevasi jalan tersebut setinggi satu meter.

“Rencananya penutupan mulai April. Namun bisa rencana itu batal tergantung situasi nanti,” ujar Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Flyover Simpangjam, Andre Sahat Tua Sirait di kantornya yang berada di Ruko Kurnia Djaja Alam, Batamcentre, Kamis (10/3).

Sebagai gantinya, para pengguna jalan akan dialihkan ke jalur alternatif. Pengguna jalan yang datang dari arah bandara akan melintasi jalur lambat dan memutar di U-Turn dekat Awal Bros. Begitu juga dengan pengguna jalan dari Nagoya akan memutar jalan melewati U-Turn depan Edukits. Begitupun dari arah lainnya, sudah disiapkan jalan alternatif.

Andre menyebutkan, hingga saat ini, progres pembangunan flyover sudah rampung 53 persen.

Selain meninggikan elevasi jalan di sana, kontraktor juga akan segera membangun jembatan tengah flyover atau box girder yang berada di atas jalan raya. “Sekarang sudah mulai dalam tahap pengecoran awal,” jelasnya.

Andre juga menyampaikan selama pembangunan flyover, jalanan di sekitarnya menjadi rusak. Banyak yang berlubang dan banyak jalan digenangi air. Ini disebabkan masalah utilitas.

“Itu terjadi karena ATB tengah memindahkan pipanya. Minggu depan mungkin sudah selesai,” katanya.

Ia optimis flyover Simpangjam akan selesai pada akhir 2017. Setelah lebaran nanti seluruh konstruksinya akan terlihat termasuk jembatan flyovernya. (leo)

KPK Bidik Tersangka Baru e-KTP

0

batampos.co.id – Ketua Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memastikan bakal tersangka baru dalam kasus mega korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP). Penetapan tersangka baru ini dijadwalkan setelah proses persidangan kedua terdakwa, Irman dan Sugiharto, selesai.

”Nanti kita tunggu saja. Ini kami selesaikannya bukan (dengan) maraton, ini sprinting,” ujar Agus, Kamis (9/3).

Namun Agus enggan merinci identitas calon tersangka baru tersebut. Bahkan ia tak mau menyebut dari pihak mana calon tersangka yang tengah dibidik KPK dalam kasus yang menugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

Agus juga ogah berkomentar banyak saat ditanya peluang Ketua DPR Setya Novanto untuk menjadi tersangka. Meskipun dalam surat dakwaan untuk Irman dan Sugihato pada sidang perdana kemarin, nama Novanto disebut ikut menerima aliran duit haram proyek e-KTP sebesar Rp 574,2 miliar.

”Insya Allah terus di proses,” jawab Agus, diplomatis.

Selain Novanto, ada beberapa nama besar yang disebut dalam surat dakwaan sidang korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Di antaranya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum dan HAM) Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Total nama yang disebut menerima aliran dana e-KTP mencapai 70 orang.

Namun di antara nama-nama tersebut, Novanto memiliki peran cukup sentral. Yakni, turut serta dalam penyusunan rencana anggaran dan pembagian fee.

Di berkas dakwaan sebanyak 121 lembar itu, JPU membeberkan rangkaian peristiwa dugaan korupsi dengan terdakwa mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Sugiharto.

Di surat dakwaan pertama, jaksa KPK mendakwa kedua terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi. Di proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto berperan sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Perbuatan itu diduga dilakukan bersama Andi Agustinus alias Andi Narogong (rekanan e-KTP), Isnu Edhi Wijaya (ketua konsorsium percetakan negara RI/PNRI), Diah Anggraeni (sekjen Kemendagri), Novanto dan Drajat Wisnu Setyawan (ketua panitia pengadaan barang/jasa ditjen dukcapil). Nama-nama itu mewakili tiga kluster. Yakni, pemerintah (birokrasi), DPR, dan penyedia jasa.

KPK membeberkan rangkaian peristiwa korupsi mulai dari penganggaran, pelaksanaan pengadaan hingga pembagian fee ke sejumlah pihak. Baik itu kelompok birokrat, legislatif, maupun korporasi penyedia barang/jasa.

”Kalau kami mau adil ya begitu (diungkap), karena kalau menyebut nama seseorang kan (pasti) ada resiko,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Semua nama yang terlibat mendapat jatah uang panas e-KTP. Pembagian itu sudah direncanakan sejak 2010 atau sebelum masuk pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR. Dari total nilai proyek Rp 5,9 triliun, 49 persen atau Rp 2,558 triliun disepakati sebagai fee untuk sejumlah pihak. Kesepakatan itu melibatkan Andi Narogong, Novanto, Anas Urbaningrum, dan Muhammad Nazaruddin sebagai perwakilan kelompok DPR dan rekanan.

Uang haram yang sudah direncanakan untuk dibagikan itu paling banyak mengalir ke pelaksana proyek, yakni 15 persen atau Rp 783 miliar. Selebihnya untuk kelompok Anas dan Novanto masing-masing 11 persen atau sejumlah Rp 574,2 miliar. Kemudian 5 persen atau sebanyak Rp 261 miliar untuk anggota Komisi II saat itu dan 7 persen (Rp 365,4 miliar) dibagikan ke pejabat Kemendagri.

Sebagai tindaklanjut kesepakatan tersebut, Andi Narogong pada Oktober 2010 lantas bergerilya memberikan sejumlah uang dalam pecahan dollar Amerika Serikat (AS) kepada anggota DPR komisi II dan Badan Anggaran (Banggar). Tujuannya agar budget yang disusun bersama Setnov, Anas dan Nazaruddin disetujui.

Anggota Komisi II yang mendapat uang haram dari Andi Narogong antara lain, Arief Wibowo, Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar Sudarsa, Mustoko Weni, Ignatius Mulyono, Taufiq Effendi, dan Teguh Djuwarno. Besaran uang yang diberikan berkisar USD 50 ribu hingga USD 1 juta. Sebenarnya, ada 37 anggota Komisi II lain yang disebut menerima uang. Sayang, nama mereka tidak disebutkan di surat dakwaan.

Saut mengatakan, nama yang disebutkan dalam dakwaan sudah diperhitungkan secara matang. Pihaknya mempelajari semua nama itu sebelum diungkapkan dalam persidangan. Mulai dari peran hingga logika hukum atau kewajaran nama itu.

”Jangan lupa, KPK kan selama ini (periode sebelumnya) pernah menyebut-nyebut nama seseorang tapi tidak pernah diadili. Kami belajar dari situ,” sindirnya.

Saut pun mengaku siap menghadapi gejolak politik pascapembacaan nama-nama besar dalam dakwaan e-KTP. Menurutnya, kegaduhan politik itu bergantung pada komitmen pemimpin negara.

”Kalau memberantas korupsi di suatu negara itu ditentukan oleh pemimpinnya. Ini kan kebetulan presiden lagi bagus, jadi kami harus serius. Kami yakin dinamika pasti ada, itu biasa (kalau) reaksi-reaksi.” katanya.

Sementara dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto yang dibacakan Jaksa KPK kemarin terungkap, mega korups proyek e-KTP bermula dari pertemuan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan sejumlah anggota DPR pada 2010 lalu. Pertemuan itu membahas realisasi proyek e-KTP.

Anggota DPR ketika itu yang ikut dalam pertemuan antara lain Setya Novanto (Partai Golkar), Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin (Demokrat).

Dalam dakwaan, Anas dan Nazaruddin dianggap sebagai representrasi Demokrat dan Novanto representatif Golkar. Kedua fraksi itu dianggap dapat mendorong Komisi II DPR menyetujui anggaran proyek e-KTP. Setelah melakukan beberapa kali pertemuan, disepakati bahwa DPR akan menyetujui anggaran proyek e-KTP sekitar 5,9 triliun.

“Proses pembahasannya akan dikawal oleh Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Golkar,” ucap Jaksa KPK.

Disepakati juga, Andi akan memberikan fee kepada beberapa anggota DPR dan pejabat Kemendagri. Untuk realisasi fee, Andi membuat kesepakatan dengan Setya Novanto, Anas dan Nazaruddin mengenai penggunaan anggaran Rp 5,9 triliun itu setelah dipotong pajak sebesar 11,5 persen.

Kesepakatan ketika itu antara lain, sebesar 51 persen atau Rp 2,662 triliun akan digunakan untuk belanja modal atau belanja riil pembiayaan proyek. Sisanya 49 persen atau sekitar Rp 2,558 triliun akan dibagi-bagi ke banyak pihak.

Namun Novanto kembali membantah tudingan itu. “Saya tidak pernah mengadakan pertemuan terkait e-KTP. Saya tidak terima uang sebeser pun,” kata Novanto usai membuka Rapat Kerja Teknis (Rakornis), di Jakarta, Kamis (9/3).

Novanto mengatakan, ia sudah menyampaikan hal ini saat diperiksa penyidik KPK, beberapa waktu lalu. Meski namanya disebut oleh Jaksa KPK dalam sidang, Novanto mendukung penuh KPK untuk memproses hukum pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi e-KTP tersebut.

Ia juga menampik adanya keresahan dan perpecahan yang terjadi di internal Golkar terkait kasus e-KTP.

“Enggak ada perpecahan tapi perlu saya jelaskan pada kader daerah bahwa Golkar tidak pernah terima uang e-KTP. Saya ingatkan semua tetap solid, tetap kuat,” kata Novanto. (tyo/jpgroup)

Ketua Apindo Kepri Suarakan Keluhan Pengusaha terhadap BP Batam

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan surat perizin terkait lahan di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Rabu (11/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kalangan pengusaha masih mengeluhkan lambannya layanan perizinan di Badan Pengusahaan (BP) Batam, khususnya izin peralihan hak (IPH). Kondisi tersebut membuat sejumlah sektor usaha di kota industri ini terganggu.

“Semua transaksi keuangan jadi terganggu, pengusaha ngos-ngosan. Bank juga stagnan dan penerimaan pajak daerah juga jadi terganggu,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesias (Apindo) Kepri, Cahya, Kamis (9/3).

Menurut Cahya, sejak terbitnya Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 1 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif Layanan Kantor Pengelolaan Lahan, ada ribuan pengurusan IPH yang belum rampung di BP Batam. Selain itu, berdasar aduan para pengusaha ke Apindo, pengurusan surat-surat lain juga ikut tersendat. Seperti fatwa planologi, Surat Keputusan (SKEP), Surat Perjanjian (SPJ), dan lain sebagainya.

“Kami serius ingin membangun, tapi kalau semua pengurusan izin tertunda-tunda dan semua lahan juga masih bermasalah, bagaimana kami bisa bangun,” keluh Cahya.

Karena itu, Apindo mendesak Kepala BP Batam segera merespon keluhan para pengusaha tersebut. Menurut Cahya, penyelesaian pengurusan IPH sangat mendesak karena dinilai sudah darurat.

“Selain IPH, kami juga minta semua pengurusan perizinan agar dipermudah dan dibantu,” harapnya.

Cahya juga mengingatkan semangat Presiden Jokowi untuk mempermudah perizinan dan memangkas rumitnya birokrasi agar juga diterapkan di Batam, baik itu di BP maupun Pemko Batam. Pasalnya, selama usaha atau investasi itu positif, menyediakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah, maka pemerintah daerah juga wajib mendukung.

Karena itu, beberapa terobosan pelayanan juga perlu dilakukan di internal BP Batam.
“Kalau perlu divisi (pelayanan) ditambah pegawainya, atau harus lembur 24 jam ya juga harus dilakukan, demi pelayanan publik, tidak boleh ada alasan-alasan lagi. Harus segera dicarikan solusinya,” ujarnya.

Sementara pantauan Batam Pos, sejumlah warga juga mengeluhkan lambannya layanan perizinan di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam di Gedung Sumatera Promotion Centre Batam. Terutama layanan IPH. Sistem online yang baru-baru ini diterapkan BP Batam justru membuat kualitas layanan semakin lamban dan buruk.

“Dulu waktu manual paling lama seminggu, kini sampai sebulan lebih. Boleh coba, baru tahu berapa lamanya,” kata seorang notaris, Budi, saat mengurus IPH di kantor PTSP BP Batam, Kamis (9/3) pagi.

Pria yang berkantor Jalan Raden Patah, Nagoya, ini menilai lambannya pengurusan ini terjadi karena alur yang cukup panjang. Satu pengurusan izin harus melalui seabrek tahapan pengurusan.

“Terlalu banyak mejanya, kalau tak salah sampai 16 meja, kabid, kasi, termasuk loket. Hitung saja, misalkan satu hari satu meja, kan udah 16 hari, ini belum lagi prosesnya,” keluhnya.

Warga lainnya, Ian, yang mengurus balik nama mengeluhkan tidak adanya kejelasan kapan kepengurusan selesai. “Tak disebutkan estimasinya, berapa hari selesainya saya tak tahu,” ucapnya.

Kasubdit Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu BP Batam Gunadi mengatakan lamanya kepengurusan tersebut tidak terkait sistem online. Dia memastikan sejauh ini sistem online tidak memiliki kendala.

“Sistem onlinenya tidak masalah. Bukan karena online yang bikin lama, tapi karena menumpuk itu, mungkin bisa ditanya di Kantor Lahan,” ucapnya.

Selain berkas IPH yang sudah menumpuk, Gunadi mengatakan lambannya pengurusan izin, khususnya IPH, karena satu orang bisa membawa berkas hingga 20 berkas. Biasanya, itu dilakukan para developer dan notaris.

“Mereka inilah yang paling banyak mengurus. Dan membawa berkas sampai banyak-banyak,” terang Gunadi.

Terkait persoalan ini, beberapa waktu Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam dan BP Batam mewacanakan penyediaan loket khusus untuk pengembang dan notaris. Sehingga pelayanan untuk warga tidak terganggu.

“Bukan untuk mengistimewakan pihak lain, tapi ini untuk menambah kenyamanan pelayanan bagi masyarakat yang mengurus perorangan. Jadi tak perlu lama menunggu,” tutur Gunadi.

Selain itu, Gunadi mengakui saat ini jumlah loket yang tersedia memang masih terbatas. Yakni 10 loket. Itupun hanya tujuh loket yang melayani perizinan IPH. Dua loket untuk lalulintas darat, dan satu loket untuk layanan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Karenanya, Gunadi mengaku akan menambah jumlah loket perizinan.

Terpisah, Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono membenarkan jika pengurusan dokumen terkait lahan masih lamban. Menurut dia, ini terjadi karena pihaknya sedang menyelesaikan berkas yang telah menumpuk saat terjadi penundaan penerbitan Perka Nomor 1 tahun 2017 lalu.

“Jadi agak lambat untuk menyelesaikan yang baru,” ucapnya.

Andi berjani, pihaknya akan terus menggesa penyelesaian berkas yang menumpuk ini sehingga layanan perizinan akan kembali lancar. “Upaya sekarang, kami akan tambah SDM-nya, juru gambar serta penyederhanaan prosedur,” ucapnya.

Namun demikian, dia belum memastikan kapan kondisi ini akan kembali normal. “Kalau bisa secepatnya,” kata dia. (rna/cr13/aya)

Usia 50 Tahun, Kecantikan Macam 20-an Tahun

0
Xu Min (kiri) dan putrinya yang berusia 20 tahun. (IMAGINECHINA)

batampos.co.id – Perhatikan foto di atas. Mereka mirik adik kakak, padahal mereka ialah ibu dan anak.

Adalah Xu Min, dari Tiongkok selatan kerap dianggap kakak anak perempuannya. Tidak salah bila orang menilai seperti itu. Pasalnya, Xu Min tidak menunjukkan kalau dia sudah berusia 50 tahun.

Ibu awet muda ini pun mendapat julukan, kecantikan ajaib oleh media. Dijelaskan Xu Min, dia dan anak perempuannya yang berusia 20 tahun kerap dianggap adik kakak. Xu Min yang berasal dari Provinsi Yunan, Tiongkok, itu memang jauh dari kesan tua.

Kulitnya mulus bebas kerutan, sehat, dan pintar berdandan. Dengan pemilihan busana yang berkelas, sepatu hak tinggi, dan aksesoris cantik, tidak salah bila Xu Min kerap dianggap masih berusia 20 tahunan.

Apa rahasianya? ”Saya racin facial, tidur teratur, dan tenang dalam menyikapi apa pun,” katanya seperti dilansir dari QQ.com.

Perempuan yang pensiun dari pekerjannya empat tahun yang lalu itu banyak menghabiskan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukainya.

”Saya suka menulis jurnal dan membaca internet. Biar tidak tertinggal informasi,” sambungnya. (*/tia)